Claim Missing Document
Check
Articles

Telaah Konsep Arsitektur Rustic Pada Bangunan Restoran Foodsmith Firewood Oven & Grill Ghifari, Farrel; Purwantiasning, Ari Widyati
Arsir Vol 5, No 1 (2021): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v5i1.3243

Abstract

Arsitektur rustic merupakan konsep arsitektur yang menitikberatkan pada kesan alami dan menghasilkan suasana yang hangat pada penerapan konsepnya. Arsitektur rustic memiliki prinsip-prinsip dasar yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam merancang bangungn konsep arsitektur rustic, yaitu penggunan material kayu yang dominan, unfinished pada bagian dinding, penggunaan material yang memanfaatkan sumber daya alam seperti kayu, batu dan logam, menggunakan warna natural pada bagian elemen pembentuk ruang yaitu lantai, dinding dan plafond, terakhir yaitu penggunaan material berkesan tua. Arsitektur rustic dapat menambah daya tarik bangunan restoran sehingga menjadikan suasana restoran menjadi hangat dan alami. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif untuk mengetahui tentang penerapan arsitektur rustic pada restoran. Analisis dilakukan secara deskritif kualitatif dengan menggunakan prinsip-prinsip arsitektur rustic. Tujuan peneltian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui dan memahami prinsip-prinsip arsitektur rustic  dan penerapannya pada bangunan restoran. Kesimpulan yang akan diperoleh dari penelitian ini  yaitu bahwa konsep arsitektur rustic dapat diterapkan pada restoran dengan menerapkan prinsip-prinsip arsitektur rustic sehingga menjadikan suasana restoran menjadi hangat dan alami bahkan dapat menjadi ikonik, unik dan instagramable.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEKSTUAL BENTUK PADA BANGUNAN PERKANTORAN DI KAWASAN SCBD SUDIRMAN JAKARTA SELATAN Sejati Pertiwi, Dewi Milenia Zhasmin; Purwantiasning, Ari Widyati
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 3 (2021): Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i3.31457

Abstract

Kontekstual merupakan salah satu konsep dalam arsitektur yang membahas sesuatu yang memiliki kaitan dengan lingkungan sekitar. Arsitektur kontekstual merupakan penekanan terhadap penyesuaian pembangunan atau desain suatu bangunan dengan bangunan sekitar melalui proses yang dapat menghidupkan kembali bangunan lama dengan fungsi baru atau masa kini tergantung dengan keadaan kondisi sekitar tapak sehingga pada dasarnya konsep kontekstual memiliki tiga hal yang saling berkaitan, hal tersebut adalah kegiatan, lingkungan dan visual. Konteksual sangat bersinergi dengan sebuah kawasan, salah satunya adalah pada kawasan perkantoran SCBD Jakarta Selatan terrutama kontekstual pada warna bangunan. Metode pernelitin yang akan digunakan untuk mengkaji arsitektur kontekstual pada bangunan perkantoran ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara studi literatur. Untuk mengetahui data yang akan digunakan untuk analisis kontekstualitas dari bangunan – bangunan yang ada pada kawasan perkantoran kemudian akan dibahas menggunakan analisis dari prinsip arsitektur kontekstual pada warna bangunan. Penelitian ini akan mengetahui prinsip kontekstual warna bangunan pada Kawasan Perkantoran SCBD Jakarta Selatan.
KAJIAN PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH BOAT QUAY, SINGAPURA Purwantiasning, Ari Widyati; prayogi, lutfi; hantono, Dedi; sari, yeptadian
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 5, No 1 (2022): Februari (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v5i1.2202

Abstract

Abstract: This paper is part of research that aims to examine a significant historical area in Singapore, namely the Boat-Quay area, through the theory of permeability. Permeability theory is a theory introduced by Kevin Lynch as part of urban planning theory. This study also aims to understand how the legibility of a historic area, especially Boat-Quay, Singapore through its permeability, namely the ability to be easily accessible for its users. Several principles in this permeability will be used as material to analyze the data obtained, so that in this study a qualitative method with a descriptive narrative approach was used. The Boat-Quay area, Singapore was chosen as a case study because this area has been designated as a conservation area by the Singapore government and is an important area to study because of its success in implementing the concept of conservation. The research was carried out for four months with the result achieved by showing how the Boat-Quay Area has its permeability capabilities for users, so that the area can be said to have legitimacy or clarity.Keywords: Historical Area, Boat Quay, Permeability, Kevin Lynch Abstrak: Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang bertujuan untuk menelaah tentang sebuah Kawasan bersejarah yang cukup signifikan di Singapura yaitu Kawasan Boat-Quay, melalui teori permeabilitas. Teori permeabilitas merupakan teori yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch sebagai bagian dari teori perencanaan kota. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana kejelasan sebuah Kawasan bersejarah terutama Boat-Quay, Singapore dengan melalui kemampuannya pada permeabilitas yaitu kemampuan agar dapat mudah diakses bagi penggunanya. Beberapa prinsip dalam permeabilitas ini akan digunakan sebagai materi untuk menganalisis data-data yang diperoleh, sehingga dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif. Kawasan Boat-Quay, Singapura dipilih menjadi studi kasus karena Kawasan ini telah ditetapkan menjadi Kawasan konservasi oleh Pemerintah Singapura dan menjadi Kawasan yang penting untuk ditelaah karena keberhasilannya dalam menerapkan konsep konservasi. Penelitian dilakukan selama empat bulan dengan hasil akhir yang dicapai adalah dengan memperlihatkan bagaimana Kawasan Boat-Quay memiliki kemampuan permeabilitasnya bagi pengguna, sehingga Kawasan tersebut dapat dikatakan memiliki legibilitas atau kejelasan.Kata Kunci: Kawasan Bersejarah, Boat Quay, Permeabilitas, Kevin Lynch
ANALISIS MORFOLOGI KOTA TUA JAKARTA DENGAN PENDEKATAN MAHZAB CONZENIAN Asa Aulia; Muhammad Faiz Akmal; Vivaldi Rizqi Hisyam; Ari Widyati Purwantiasning
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2021.v11i1.006

Abstract

Kota Tua Jakarta merupakan sebuah kawasan bersejarah di DKI Jakarta yang menjadi saksi sejarah perkembangan Kota Jakarta sebagai kota maju dan menjadi pusat perekonomian negara Indonesia. Kota Tua Jakarta memiliki pengaruh kolonialisme Belanda yang sangat kental dikarenakan merupakan pusat awal pemerintahan penjajahan Belanda di Indonesia dan awal perkembangan masyarakat kota Jakarta khususnya kaum pribumi yang ada disana. Morfologi atau perubahan kawasan Kota Tua dari zaman dahulu khususnya saat penjajahan Belanda hingga saat ini sangatlah menarik untuk dikaji lebih dalam. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan analisa deskriptif kualitatif.  Pemilihan periodisasi dipilih pada perubahan yang terlihat signifikan secara umum. Periode tersebut yaitu: Era Batavia (1520-1780), era Weltevreden (1780 - 1945) dan era modern (1945 - sekarang). Komponen kota dari peta-peta tersebut lalu dianalisis dengan mazhab Conzenian yang terdiri dari analisis jaringan jalan, analisis komposisi persil, analisis fungsi bangunan dalam persil, analisis fungsi lahan serta massa bangunan dalam ruang terbuka. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metoda literatur review dengan menggunakan sumber referensi dari berbagai macam buku, jurnal, artikel dan lain sebagainya. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari perkembangan kawasan Kota Tua Jakarta dikarenakan kebutuhan kotanya menjadi lebih varian. Salah satunya yaitu pada komponen Jaringan Jalan yang berubah dari pengadaan jalur untuk kendaraan berkuda, lalu trem listrik hingga bus rapid transit. The Old City of Jakarta is a historic area in DKI Jakarta which bears witness to the historical development of the City of Jakarta as a developed city and the center of the Indonesian economy. Kota Tua Jakarta has a very strong influence of Dutch colonialism because it was the initial center of the Dutch colonial government in Indonesia and the beginning of the development of the people of Jakarta, especially the indigenous people who were there. The morphology or changes in the Old City area from ancient times, especially during the Dutch colonial era until now, is very interesting to study more deeply. The research method used is descriptive qualitative analysis. The selection of periodization is chosen on changes that are seen to be significant in general. These periods are: the Batavia era (1520-1780), the Weltevreden era (1780 - 1945) and the modern era (1945 - present). The city components of the maps were then analyzed using the Conzenian school which consisted of road network analysis, plot composition analysis, building function analysis in parcels, land function analysis and building mass in open spaces. Data collection in this study used the literature review method by using reference sources from various books, journals, articles and so on. The results of the study show that there is an influence from the development of the Old City area of Jakarta because the needs of the city are becoming more varied. One of them is the Road Network component, which changes from providing lanes for equestrian vehicles, then electric trams to bus rapid transit.
Kajian Konsep Adaptive Reuse Sebagai Alternatif Aplikasi Konsep Konservasi Handri Saputra; Ari Widyati Purwantiasning
JURNAL ARSITEKTUR Vol 4, No 1 (2013): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.114 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v4i1.461

Abstract

Everything that has been unused it a place, area or building that are old and in poor condition and not well maintained will cause a scene will destroy to anyone who looked. This condition can occur because of the place or the building no longer has a function and benefits. Not care and indifference is usually the major factor that makes a place or an abandoned building. Actually, if anyone can be smarter and more careful in looking at these conditions, there is a lot of potential in a place or old building was abandoned and not maintained. One step that can be done is to recreate such a place or a building that is not used again become a place, building or something with a new function that can bring many benefits and advantages both from an economic, cultural and social. This step is commonly known as Adaptive Reuse. Adaptive reuse or reuse of the most frequently just supposed with a conservation concept. The meaning itself is the preservation or protection. In other words if these two concepts just supposed to create a change in the optimal function while protecting or maintaining the true shape of something you want to function better than the faced ( physical ) and the historical value of the place or building . However, in this implementation is sometimes controversial concept, because this concept is considered as an act of demolition of a place or a building that can make the loss of historical value. in other word the use of functions on the space of obstruction or lack of proper building is also often a problem that must be considered again.Segala sesuatu yang sudah tidak terpakai baik itu sebuah tempat, kawasan atau pun bangunan yang sudah berumur tua dan kondisinya rusak serta tidak terawat akan menimbulkan sebuah pemandangan yang menggagngu pada siapa saja yang melihat. Kondisi ini bisa terjadi karena tempat atau bangunan tersebut sudah tidak memiliki fungsi dan manfaat. Ketidak perdulian dan sikap acuh biasanya menjadi factor besar yang membuat sebuah tempat ataupun bangunan terbengkalai. Sebenarnya jika setiap orang dapat lebih pandai dan cermat lagi dalam melihat kondisi tersebut, banyak sekali potensi yang terdapat pada sebuah tempat atau bangunan tua yang terbengkalai dan tidak terawat itu. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah seperti memfungsikan kembali tempat ataupun bangunan yang sudah tidak dipergunakan lagi menjadi sebuah tempat, bangunan ataupun sesuatu dengan fungsi baru yang dapat mendatangkan banyak manfaat, dan keuntungan baik dari sudut ekonomi, budaya dan social. Langkah ini biasa dikenal dengan Adaptive Reuse. Adaptive Reuse atau penggunaan kembali pada  biasanya sering disandingkan dengan sebuah konsep konservasi. Arti konservasi itu sendiri adalah pelestarian atau perlindungan. Dengan kata lain jika kedua konsep ini disandingkan akan menciptakan sebuah perubahan fungsi yang optimal dengan tetap melindungi ataupun memelihara keaslihan dari sesuatu yang ingin difungsikan baik dari fasad ( fisik ) maupun nilai sejarah dari tempat atau bangunan tersebut. Namun dalam pelaksaannya konsep ini terkadang menimbulkan kontroversiSegala sesuatu yang sudah tidak terpakai baik itu sebuah tempat, kawasan atau pun bangunan yang sudah berumur tua dan kondisinya rusak serta tidak terawat akan menimbulkan sebuah pemandangan yang menggagngu pada siapa saja yang melihat. Kondisi ini bisa terjadi karena tempat atau bangunan tersebut sudah tidak memiliki fungsi dan manfaat. Ketidak perdulian dan sikap acuh biasanya menjadi factor besar yang membuat sebuah tempat ataupun bangunan terbengkalai. Sebenarnya jika setiap orang dapat lebih pandai dan cermat lagi dalam melihat kondisi tersebut, banyak sekali potensi yang terdapat pada sebuah tempat atau bangunan tua yang terbengkalai dan tidak terawat itu. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah seperti memfungsikan kembali tempat ataupun bangunan yang sudah tidak dipergunakan lagi menjadi sebuah tempat, bangunan ataupun sesuatu dengan fungsi baru yang dapat mendatangkan banyak manfaat, dan keuntungan baik dari sudut ekonomi, budaya dan social. Langkah ini biasa dikenal dengan Adaptive Reuse. Adaptive Reuse atau penggunaan kembali pada  biasanya sering disandingkan dengan sebuah konsep konservasi. Arti konservasi itu sendiri adalah pelestarian atau perlindungan. Dengan kata lain jika kedua konsep ini disandingkan akan menciptakan sebuah perubahan fungsi yang optimal dengan tetap melindungi ataupun memelihara keaslihan dari sesuatu yang ingin difungsikan baik dari fasad ( fisik ) maupun nilai sejarah dari tempat atau bangunan tersebut. Namun dalam pelaksaannya konsep ini terkadang menimbulkan kontroversi
Eksplorasi Arsitektur Sebagai Salah Satu Metode Dalam Proses Belajar Mengajar Mahasiswa Aktif Di Jurusan Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta Ari Widyati Purwantiasning
JURNAL ARSITEKTUR Vol 4, No 2 (2014): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.262 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v4i2.533

Abstract

Berkembangnya teknologi dan juga adanya perubahan jaman dari waktu ke waktu tentunya membentuk perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah aspek manusia yang terkait dengan psikologisnya. Manusia yang secara naluriah memiliki sifat penerima segala sesuatu yang dilihat, dirasakan dan juga didengar, tentunya berkembang seiring waktu. Hal ini dikaitkan dengan manusia sebagai makhluk yang selalu haus akan ilmu pengetahuan. Manusia yang dahulunya memang terbentuk hanya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan secara searah, saat ini manusia sudah berkembang menjadi lebih kritis, aktif, inovatif, kreatif dan produktif. Secara khusus dalam tulisan ini akan dibahas mengenai manusia secara khusus yaitu mahasiswa, atau siswa yang duduk di bangku perkuliahan. Saat metode monolog sudah dirasa tidak efektif lagi dalam proses belajar mengajar, maka seorang tenaga pendidik atau dikenal dengan dosen harus lebih aktif, kreatif dan inovatif saat menciptakan metode baru yang dirasa lebih menarik dan menantang bagi subyek utamanya yaitu mahasiswa. Pada saat metode monolog mahasiswa berfungsi sebagai obyek yang menerima segala bentuk materi yang diajarkan, maka metode belajar aktif yang lebih cenderung pada metode dialog/ diskusi akan merubah paradigma yaitu mahasiswa tidak lagi menjadi obyek tetapi berubah menjadi subyek utama dalam proses belajar mengajar tersebut.The development of technology and also the change period from time to time, of course, form a significant change in various aspects. One is the psychological aspects of humans. Humans are instinctively recipient for everything seen, felt and heard, certainly evolve over time. This is attributed to humans as beings who are always thirsty for knowledge. Humans who used to gain knowledge in the same direction, this time humans have evolved to become more critical, active, innovative, creative and productive. Specifically, this paper will discuss the students attending lectures. When the monologue method has been found to be ineffective again in the learning process, the lecturers should be more active, creative and innovative when they create new methods more interesting and challenging. In the monologue method, the student serves as an object which accepts all forms of the material being taught, but in the active learning methods using dialogue / discussion will change the paradigm that the student is no longer the object but turned into a subject in the teaching and learning process.
Kajian Konsep Arsitektur Kontekstual pada Bangunan di Kawasan Kota Tua Jakarta Bella Mareta Thania; Ari Widyati Purwantiasning
MARKA (Media Arsitektur dan Kota) : Jurnal Ilmiah Penelitian Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Arsitektur Universitas Matana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33510/marka.2020.4.1.1-16

Abstract

Arsitektur kontekstual merupakan bidang ilmu yang membahas hubungan suatu bangunan dengan lingkungan sekitar yang meliputi tiga hal yaitu: kegiatan, lingkungan dan visual. Penerapan arsitektur kontekstual dapat dilihat pada suatu kawasan bersejarah yang masih mempertahankan nilai-nilai sejarah. Salah satu kawasan bersejarah yang masih mempertahankan nilai-nilai sejarah pada bangunannya adalah Kawasan Kota Tua Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penerapan prinsip – prinsip arsitektur kontekstual pada Kawasan Kota Tua Jakarta terutama prinsip bentuk. Prinsip – prinsip yang ada adalah kontras dan harmoni dalam segi ukuran, bentuk dan warna, namun penelitian ini akan mengkaji pada prinsip bentuk. Metode yang dilakukan dalam mengkaji arsitektur kontekstual pada Kawasan Kota Tua Jakarta adalah dengan metode deskriptif kualitatif yaitu, melakukan observasi untuk mengetahui kontekstualitas dari bangunan-bangunan yang ada di dalam kawasan bersejarah kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan prinsip arsitektur kontekstual yaitu prinsip bentuk. Penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan pemahaman mengenai prinsip bentuk pada arsitektur kontekstual terutama bangunan bersejarah di Kawasan Kota Tua Jakarta.
POLA PERMUKIMAN MANDALANGEN DI SEKITAR KERATON KASEPUHAN CIREBON Ari Widyati Purwantiasning
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 7, No 1 (2011): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6742.922 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v7i1.3704

Abstract

This research is aimed to explore the Mandalangen settlement pattern which laid surround Kasepuhan Cirebon Palace, related to Ching and Kevin Lynch theories. Used descriptive qualitatative method, the study done by comparing the sketches of Mandalangen settlement with those theories. The research results several facts that there are relationships between the theories and Mandalangen settlement pattern. Beside that,it is found that the streets become more narrow and housing area extended cause by increasing of human need.Those results is very important to arrange conservation programme at the Mandalangen settlement.
APLIKASI KONSEP KONSERVASI PADA KAWASAN BANTARAN SUNGAI STUDI KASUS: CLARKE QUAY Ari Widyati Purwantiasning
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6, No 2 (2010): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7024.999 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v6i2.10542

Abstract

ABSTRACTAs a result of excursion studies’ series in Singapore in October 2009, severalstudies on the region in Singapore had been summarized successfully, including theassessment of conservation areas.Singapore River as one of river bank conservationarea, known as Clarke Quay, has been touched on during this excurcion studies.. Thispaper will examine how the concept of conservation had been applied to to this areaconsidering to promote a Clarke Quay tourist centre area. It also will study more abouthow the relationship of physical elements of the city with the concept of conservationnowadays.Keywords: conservation, Clarke Quay
KASIBA SEBAGAI SALAH SATU KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENYEOIAAN PERUMAHAAN' Ari Widyati Purwantiasning
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3, No 1 (2007): Maret
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.424 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v3i1.8318

Abstract

AbstractPeople growth and urbanization in urban area ha~' fmplied onincreasing of housing need. The problem' 'araises, sin'ce the,·, housingsupply islnwer than housing ,need, ' especfally', for,'middlelow ,'incomepeople.The government had beeniliilialed todevelO~ ,corehc)usespoficyand offered housing development 'subsidies, fli'roiJghKPR' (KredifPemilikan Ramah) for middle low 'income peoplE;:' Based on t~ispolicy,smafland middle scale housings were ser)arcitediy built 'by both publicand private developers, This situ3tionimplied 0/1 araising new problemssince 1he housingdevelopmenlspreadly' squatted"ihurban areas. Itimpacts on un~integratedpI2n:ljng and high cost' of infrastructuremaintenance.ltis important to promote a new approach to supply housing formiddle low income peopl~ that more appropriate to urban integratedplanning, named as KAS1BA (Kaw8san Slap Bangan). This paper aimsto describeKASIBA in the term of goal managemem, involved agents,and finance method.Keywords: KAS/BA, housing development, urban integratedplanning
Co-Authors Aditya Wicaksono Agam Didik Ramadhan AGAM DIDIK Ramadhan Ahmad Azis Mulyantoro Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Yusuf Aisy, Karlina Rohadatul Al-Amin, Roby Alief Muzakkii Saliim Pertama Alreiga Referendiza Wiraprama Alreiga Referendiza Wiraprama, Alreiga Referendiza Andiani Imantaka Andik Krisdianto Andrea Gina Karima Angel Palastri Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggoro Cipto Ismoyo anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Shafa Kamila ari Hadi weepee ari Hadi weepee, ari Hadi Asa Aulia Asep Septian Ashadi Astriani Putri Wulandari Aulia Widya Chandra Aulia widya Chandra Bella Mareta Thania Buana, Muhammad Cakra Cahyo Abdi Rasid Cahyo Agung Nugroho Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi hantono, Dedi Dimas Bayu Bintoro Dinda Wahyuning Hati Dwi Andika Agusliyanto Erlangga, Agus EVI PUSPITASARI PUSPITASARI Fadwah Maghfurah Faiz Al Farisi Fajar, Putra Fajar, Putra Fajar Faridzal Faridzal Farrel Ghifari Fauzi Firdaus Ferdianto Yanu Suprihatin Finta Lissimia Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Firdaus, Lutpi Alfian Ghifari, Farrel Ghiffari Goldra Putra N Ghulam Akhmad Al Faqi Giriana, Dewinta Firda Halim Saputra Halimah, Hana Handri Saputra HANIFIANTO, RIFQI Hermawan, Adi Hibatullah, Helmi Bariq Hilman Fadhillah Himawan, Muchamad Taufiqur IBRAHIM, SHAFA ARMELIA Ilfaya Ilham Burhanudin Ilham Pane Ivan Junanda Izzat Fadhlur Rahman Junaedi Junaedi kartika dwi cahyanti Kintan Gumanti Artha Kurnia, Yudi kus yusron hanif Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Luqmanul Hakim Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi, Lutfi Meisanti, Meisanti Mohammad Baskoro Muhammad Akbar Rafsyanjani Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Cakra Buana Muhammad Faiz Akmal Muhammad Ibnu Fachry Muhammad Rizky Saputra Muhammad Syafrizal Faqih Muhammad, Nurhuda Ali Musthapha, Zainal Mustofa Sakhid Nasir Ali Ridho Nurhidayah Komala Nurhidayah Nurhidayah Komala Nurhidayah, Nurhidayah Komala Nursandi, Izwan Ariq Nusyawal, Muhammad Fikri Pane, Ilham paramita rusadi Pratama, Anggi Putra Priambudi Dwi Prasetyo Priambudi Dwi Prasetyo Purnama, Dinar Agung Putra Fajar PUTRI, ALIFVIA MALINDA Putri, Shely Pratiwi Sanjaya Rafsyanjani, Muhammad Akbar Ramadhan, Agam Didik Ratna Dewi Nur'aini Retdia Sofiana Rudy Thalib Rustama Fasda Bimaktumaru Saeful Bahri Saputra, Muhammad Rizky Sari Hibatunnisa Fadhilah Satrio Aji Nugroho Prasetya Satrio Wibowo Sejati Pertiwi, Dewi Milenia Zhasmin Septiawan, Wawan Setiawan, Sandy Shely Pratiwi Sanjaya Putri Sidabutar, Yuanita F D Sri Indriani Solehah Suranta Ginting Syah, Ervin Taufik Hidayat Thania, Bella Mareta Tiara Amelia Tiara, Naria Vidalia Tri Kusumawati Ully Irma Maulina Hanafiah Vivaldi Rizqi Hisyam Vivaldi Rizqi Hisyam Wafirul Aqli Wardany, Mutia Setya Wawan Gunawan Yandri, Sepli Yeptadian Sari Yeptadian Sari Yoyok - Agustina Yudi Kurnia Zelly Rinaldi