Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA KAMPUNG SUSUN AKUARIUM, JAKARTA UTARA Agus Erlangga; Ari Widyati Purwantiasning
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.7-14

Abstract

Kampung Vertikal saat ini sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah di Jakarta. Sudah ada beberapa permukiman horizontal yang menjadi permukiman vertikal, beberapa permukiman yang sudah menjadi permukiman vertikal salah satunya di sebabkan program pemerintah yang akhirnya mengahruskan permukiman itu terkena gusuran untuk pembangunan-pembangunan pemerintah. Sebuah Kampung Vertikal merupakan salah satu solusi kepadatan di permukiman dengan lahan yang terbatas. Studi Kasus pada penelitian ini yang di gunakan adalah Kampung Susun Akuarium yang terletak di Jakarta Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi perilaku penghuni dan memahami apa saja kebutuhan dari penghuni Kampung Vertikal/Kampung Susun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif naratif yang acuan variable nya di antaranya adalah observasi, wawancara, analisis dokumen pribadi, lalu menguraikan suatu hal dengan apa adanya dengan data-data yang di kumpulkan berupa sebuah gambar, kata-kata atau penalaran, dan bukan berupa angka-angka. Berdasarkan hasil dari analisis prinsip-prinsip arsitektur perilaku menurut teori dari Weinstein & David, Kampung Susun Akuarium ini sudah memenuhi keempat prinsip yang ada pada teori tersebut. Semua prinsip yang sudah diterapkan pada kampung susun ini di antaranya Memiliki ruang yang sesui dengan fungsinya dan dapat dimanfaatkan oleh warga seperti ruang usaha (kios) dan koridor yang cukup lebar. memiliki koridor yang lebar sehingga memberikan kenyamanan untuk warga dan memiliki ruang usaha, ruang terbuka hijau (Kebun) dan aula yang dapat mewadahi aktivitas warganya. Memiliki bentuk atap yang selaras dengan sekiatarnya menjadi harmonis, warna cat putih pada bangunan memberikan nilai estetika dan memberikan kesan bersih dan nyaman untuk warga, dan pola ruang yang unik di sesuaikan dengan prilaku warga seperti ruang dapur yang berada di dekat pintu keluar/masuk untuk mengantisipasi sesuatu hal yang tidak di inginkan.
KAJIAN KONSEP KONSERVASI ARSITEKTUR PADA KAWASAN JALAN BRAGA Naria Vidalia Tiara; Ari Widyati Purwantiasning
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Konservasi merujuk pada usaha untuk mencegah kerusakan dan memperpanjang umur bangunan atau kawasan bersejarah. Tujuannya adalah menjaga, memperbaiki, dan mengungkapkan sejarah yang terkait dengan bangunan atau artefak tersebut. Proses konservasi melibatkan langkah-langkah untuk memastikan agar bangunan atau kawasan bersejarah tetap aman, terjaga, dan memiliki masa depan yang terjamin dalam pengelolaannya. Hal ini dilakukan dengan maksud mempertahankan makna budaya sesuai dengan kondisi fisik dan situasi lokal di sekitar kawasan bersejarah tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami implementasi prinsip-prinsip konsep konservasi arsitektur pada kawasan bersejarah, khususnya di Kawasan Jalan Braga yang telah menerapkan konsep konservasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis prinsip-prinsip konsep konservasi arsitektur di Kawasan Jalan Braga. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman penerapan prinsip-prinsip konservasi arsitektur dalam konteks kawasan bersejarah seperti Kawasan Jalan Braga. Hasil akhir dari penelitian ini mengeksplorasi implementasi prinsip-prinsip konservasi berdasarkan Piagam Burra Charter melalui studi kasus Kawasan Jalan Braga. Melalui analisis studi kasus pada kawasan tersebut yang menerapkan konsep konservasi untuk menghidupkan kembali wilayahnya, penelitian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam produktivitas kegiatan di kawasan tersebut sebelum dan setelah proses konservasi. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai implementasi prinsip-prinsip konservasi arsitektur dalam konteks kawasan bersejarah.Kata Kunci: konservasi arsitektur, kawasan, Jalan Braga ABSTRACT. Conservation refers to efforts to prevent damage and extend the life of buildings or historical areas. The goal is to preserve, repair, and reveal the history associated with the building or artifact. The conservation process involves measures to ensure that buildings or historical areas remain safe, secure, and have a secure future in their management. This is done with the intention of maintaining cultural significance in accordance with the physical conditions and local situation around the historical area. This study aims to understand the implementation of the principles of conservation architecture concept in historical areas, especially in the Braga Street Area which has applied the concept of conservation. The research method used is a qualitative descriptive method, which aims to describe and analyze the principles of conservation architecture concepts in the Braga Street Area. It is hoped that the results of this study can contribute to the understanding of the application of conservation architecture principles in the context of historical areas such as the Braga Street Area. The final result of this study explores the implementation of conservation principles based on the Burra Charter through a case study of the Braga Road Area. Through the analysis of case studies in the area that apply the concept of conservation to revive the area, this research shows a significant increase in the productivity of activities in the area before and after the conservation process. Therefore, this study provides an in-depth understanding of the implementation of conservation architecture principles in the context of historical areas. Keywords: architecture conversation, area, Braga Street
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA GUGGENHEIM BILBAO MUSEUM, SPANYOL SHAFA ARMELIA IBRAHIM; ARI WIDYATI PURWANTIASNING
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.75-82

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur metafora merupakan salah satu konsep yang menggunakan simbol-simbol atau cerita untuk menyampaikan pesan, makna, dan nilai yang lebih dalam tentang bangunan itu sendiri kepada penggunanya. Penerapan konsep ini banyak digunakan pada bangunan-bangunan, terutama pada bangunan yang mempunyai arti penting dan sejarah dalam pembentukannya. Arsitektur metafora dibagi menjadi tiga jenis: metafora abstrak, metafora konkrit, dan metafora gabungan. Penerapan konsep arsitektur metafora pada desain museum dapat memungkinkan museum menyampaikan cerita dan makna secara lebih mendalam, menghidupkan koleksi seni dan budaya dalam konteks yang bermakna. Oleh karena itu, museum tidak lagi sekadar tempat menyimpan koleksi tetapi juga sarana edukasi dan pengalaman menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan prinsip konsep arsitektur metafora pada bangunan museum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa Guggenheim Bilbao Museum mengadopsi konsep arsitektur abstrak dan berdasarkan analisis, museum ini sebagian besar tampak seperti bentuk dengan ciri-ciri visual yang abstrak, biasanya menggunakan kiasan, dan sulit untuk dikenali. Kata Kunci: arsitektur, metafora, museum, Guggenheim ABSTRACT. Metaphor architecture is a concept that uses symbols or stories to convey messages, meanings, and deeper values about the building itself to its users. The application of this concept is widely used in buildings, especially in buildings that have significance and history in their creation. Metaphor architecture is divided into three types: abstract metaphor, concrete metaphor, and combined metaphor. Applying the concept of metaphor architecture to museum design can enable museums to convey stories and meanings more deeply, bringing art and cultural collections to life in a meaningful context. As a result, the museum is no longer just a place to store collections, but also a vehicle for education and engaging experiences. The purpose of this research is to explore the application of the principles of metaphorical architectural concepts in museum buildings. The method used in this research is descriptive qualitative method. The research shows that the Guggenheim Bilbao Museum adopts the concept of abstract architecture and based on the analysis, the museum mostly looks like a form with visual features that are abstract, usually use metaphors and are difficult to recognize.Keywords: architecture, metaphor, museum, Guggenheim
KAJIAN KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT PADA KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT BINTARO JAYA, TANGERANG Ervin Syah; Ari Widyati Purwantiasning
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.107-118

Abstract

ABSTRAK. Transit Oriented Development atau disingkat TOD merupakan konsep pengembangan kawasan dengen menerapkan simpul transit pada kawasan sehingga terjadinya integrasi antar moda transportasi umum massal yang terkoneksi dengan moda transportasi tidak bermotor. Prinsip TOD dipergunakan untuk menata kawasan yang telah berkembang untuk mengurangi kemacetan dan kesemrawutan di kota sehingga meningkatkan kualitas lingkungan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah transportasi perkotaan adalah dengan mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan adalah menerapkan konsep kawasan pembangunan berorientasi transit, yang mulai diterapkan di beberapa wilayah perkotaan di Indonesia. Kemacetan sering kali terjadi pada derah dengan kegiatan aktivitas yang tinggi seperti Central Business District (CBD) sehingga tujuan penelitian dilakukan untuk melihat potensi pengembangan TOD pada kawasan CBD Bintaro Jaya. Penelitian dilakukan dengan penedatan metode kualitatif deskriptif dengan mengkaji 8 prinsip TOD menurut Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) yaitu walking, cycling, connecting, transit, mixing, densifying, compacting, dan shifting. Hasil dari penelitian pada kawasan CBD Bintaro Jaya belum menerapkan sepenuhnya prinsip TOD hal tersebut masih terdapat kekurangan pada setiap prinsip-prinsip TOD yang ada. Kata Kunci: TOD, CBD, Kawasan ABSTRACT. Transit Oriented Development or abbreviated as TOD is a regional development concept by implementing transit nodes in the area so that integration occurs between modes of mass public transportation that are connected to non-motorized modes of transportation. TOD principles are used to organize developed areas to reduce traffic jams and chaos in cities thereby improving environmental quality. One way to overcome urban transportation problems is to create a sustainable transportation system by implementing the concept of transit-oriented development areas, which is starting to be implemented in several urban areas in Indonesia. Congestion often occurs in areas with high activity such as the Central Business District (CBD), so the aim of the research was to see the potential for TOD development in the Bintaro Jaya CBD area. The research was carried out using descriptive qualitative methods by examining the 8 TOD principles according to the Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), namely walking, cycling, connecting, transit, mixing, densifying, compacting, and shifting. The results of research in the Bintaro Jaya CBD area have not fully implemented the TOD principles, this means that there are still deficiencies in each of the existing TOD principles. Keywords: TOD, CBD, Urban
Kajian Konsep Adaptive Reuse Pada Bangunan Kolonial Belanda, Jakarta: Museum Fatahillah, Jakarta muhammad fadhil abdillah; Ari Widyati Purwantiasning
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur masa lalu yang terdiri dari bangunan dan situs peninggalan berperan dalam merangkum dan menghubungkan sejarah kota Jakarta dari masa lalu hingga masa kini dan masa depan. Arsitektur bekas ini merupakan bagian integral dari perencanaan kota. Bangunan cagar budaya dan situs peninggalan sejarah tersebar di seluruh kota. Kawasan ini memiliki arsitektur perkotaan dan bangunan yang memerlukan konservasi. Penerapan konsep adaptive reuse pada kawasan dan bangunan dilakukan dengan cara memperbaiki dan mengubah kawasan atau bangunan, baik secara fisik maupun dengan tetap memperhatikan keberfungsian kawasan dan bangunan, melestarikan nilai-nilai sejarah kawasan dan bangunan. Manfaat adaptive reuse menjadikan suatu kawasan atau bangunan menjadi sumber sejarah dan budaya yang memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memhami konsep prinsip-prinsip adaptive reuse pada bangunan kolonial. Penelitian Kualitatif merupakan jenis penelitian yang menggunakan studi kasus sebagai acuan bahannya. Pada penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif yaitu menggambarkan dan menganalisis atau menganalisa. Serta dalam penelitian ini landasan teori lebih diutamakan agar studi yang ditemukan dilapangan dapat sesuai atau cocok dengan fakta yang ada. Secara umum, penerapan prinsip-prinsip adaptive reuse pada bangunan Museum Fatahillah telah berhasil menjaga nilai sejarah, budaya, dan lingkungan dari bangunan tersebut. Kata Kunci: adaptive reuse, bangunan, sejarah   ABSTRACT. The architecture of the past consisting of buildings and heritage sites plays a role in summarizing and connecting the history of the city of Jakarta from the past to the present and future. This former architecture is an integral part of urban planning. Cultural heritage buildings and historical heritage sites are scattered throughout the city. This area has urban architecture and buildings that require conservation. The application of the adaptive reuse concept to areas and buildings is carried out by repairing and changing the area or building, both physically and while still paying attention to the functionality of the area and building, preserving the historical values ​​of the area and building. The benefits of adaptive reuse make an area or building a historical and cultural source that strengthens the economic growth of local communities. The aim of this research is to understand the concept of adaptive reuse principles in colonial buildings. Qualitative Research is a type of research that uses case studies as reference material. Qualitative research is more descriptive in nature, namely describing and analyzing or analyzing. And in this research the theoretical basis is given priority so that the studies found in the field can be in accordance with existing facts. In general, the application of adaptive reuse principles at the Fatahillah Museum has succeeded in preserving the historical, cultural and environmental values ​​of the building. Keywords: adaptive reuse, building, history
Kajian Adaptasi Konsep Garden City Pada Kawasan Kota Baru Summarecon Bekasi Ghulam Akhmad Al Faqi; Ari Widyati Purwantiasning
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 10 No. 01 (2026): Purwarupa Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Konsep Garden City adalah sebuah rancangan kawasan kota yang menggabungkan elemen perkotaan dan pedesaan untuk meningkatkan kualitas hidup. Konsep ini sudah lama dicetuskan oleh Ebenezer Howard dan bahkan masih memiliki nilai yang relevan untuk diterapkan di masa kini. Saat ini, penerapan konsep tersebut menghadapi tantangan yang cukup sulit akibat semakin terbatasnya lahan di kawasan perkotaan, termasuk di kota-kota baru, seperti Kawasan kota baru Summarecon Bekasi. Pemahaman terhadap konsep ini kerap membuatnya tampak kurang relevan. Namun, inti yang dapat diambil dari konsep tersebut adalah bagaimana prinsip-prinsipnya dapat diadaptasi untuk diterapkan di Kawasan Kota Baru. Penelitian ini mengkaji konsep Garden City dalam Kawasan Kota Baru Summarecon Bekasi dan mengkaji kesesuaian prinsip Garden City dalam beradaptasi pada Kawasan Kota Baru, khusunya di Kawasan Kota Baru Summarecon Bekasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi prinsip-prinsip dalam konsep Garden City di Kawasan Kota Baru Summarecon Bekasi serta menganalisis tingkat kesesuaiannya dengan kondisi kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data yang diperoleh melalui observasi langsung, pencarian daring, serta analisis dokumen literatur terkait. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Garden City mampu beradaptasi dengan kondisi lokal dan kebutuhan kawasan di masa kini, serta tetap relevan untuk diterapkan di Kota Baru Summarecon Bekasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjaga kualitas kehidupan kota sekaligus menjadi panduan untuk mengembangkan Kawasan Kota Baru yang lebih berkualitas.   Kata Kunci: Garden City, Kawasan Kota Baru, Relevansi Konsep   ABSTRACT. The Garden City concept is a city area design that combines urban and rural elements to improve the quality of life. This concept was initiated long ago by Ebenezer Howard and still has relevant value to be applied today. Currently, the implementation of this concept faces quite difficult challenges due to the increasingly limited land in urban areas, including in new towns, such as the Summarecon Bekasi New Town Area. Understanding this concept often makes it seem less relevant. However, the core that can be taken from the concept is how its principles can be adapted to be applied in the New Town Area. This study examines the Garden City concept in the Summarecon Bekasi New Town Area and examines the suitability of the Garden City principles in adapting to the New Town Area, especially in the Summarecon Bekasi New Town Area. This study aims to identify the principles in the Garden City concept in the Summarecon Bekasi New Town Area and analyze the level of suitability with the conditions of the area. This study uses a descriptive qualitative approach, with data obtained through direct observation, online searches, and analysis of related literature documents. The collected data were then analyzed qualitatively. The results of the study show that the principles of Garden City are able to adapt to local conditions and current regional needs, and remain relevant to be applied in Summarecon Bekasi New Town Area. This study is expected to contribute to maintaining the quality of city life as well as being a guide to developing a higher quality New Town Area.   Keywords: Garden City, New Town Area, Concept Relevance
Pengaruh Aktivitas Wisata Danau Laut Tawar Terhadap Kawasan Sekitarnya Dedi Hantono; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi; Ulinata Ulinata; Izzat Fadhlur Rahman; Ilham Pane
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 10 No. 01 (2026): Purwarupa Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kota Takengon terletak di dataran tinggi Gayo dan merupakan ibukota Kabupaten Aceh Tengah. Kota ini terbentuk di sebelah barat Danau Laut Tawar yang merupakan objek wisata sehingga memiliki daya tarik untuk dikunjungi dan berpotensi menjadi identitas kota tersebut. Aktivitas wisata dan ruang kota saling memberi hubungan timbal balik  yang menuntut kebutuhan dari aktvitas wisata tersebut. Trancik menjelaskan space (ruang) akan berubah menjadi place (tempat) jika mempunyai arti bagi lingkungan yang berasal dari budaya daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh aktivitas wisata danau Laut Tawar terhadap tata ruang kota Takengon. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktivitas wisata di danau Laut Tawar memengaruhi tata ruang kota dalam bentuk akomodasi yang ditemui di tepi danau maupun di area permukiman sekitarnya. Kata Kunci: Wisata, Takengon, Danau Laut Tawar, Ruang Kota   ABSTRACT. Takengon City is located in the Gayo Highlands and is the capital of Central Aceh Regency. The city was formed to the west of Lake Laut Tawar, a tourist attraction, making it a popular destination and potentially a key city identity. Tourism activities and urban space provide a reciprocal relationship, necessitating the needs of these activities. Trancik explains that space becomes a place if it has meaning for the environment, stemming from the local culture. This study aims to understand the influence of tourism activities at Lake Laut Tawar on the urban planning of Takengon. The method used in this study is a descriptive qualitative method, with literature review and observation as data collection methods. The conclusion of this study is that tourism activities at Lake Laut Tawar influence urban planning in the form of accommodations found on the lakeshore and in the surrounding residential areas. Keywords: Tourism, Takengon, Lake Laut Tawar, Urban Space
Hunian dan Kesehatan Mental Wanita: Analisis Persepsi terhadap Elemen Healing Architecture Berbasis Pancaindra Yeptadian Sari; Ari Widyati Purwantiasning; Dedi Hantono; Rahmatyas Aditantri; Ahila Shofiqoh
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Hunian tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan psikologis penghuninya, terutama wanita dewasa yang menjalani peran ganda sebagai ibu, istri, dan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi wanita terhadap elemen-elemen healing architecture dalam hunian berbasis pendekatan pancaindra. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui kuesioner terhadap 38 responden wanita. Analisis dilakukan dengan menghitung rata-rata dan standar deviasi setiap indikator, serta pemetaan hasil ke dalam Diagram Kartesius. Hasil menunjukkan bahwa indikator seperti pencahayaan alami, sirkulasi udara, warna dinding yang menenangkan, dan jendela dengan pemandangan luar menempati posisi prioritas tertinggi. Sementara elemen seperti ruang privat untuk menyendiri menunjukkan preferensi personal yang kuat meskipun nilai rata-ratanya tidak tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa desain hunian yang mendukung kesehatan mental wanita memerlukan pendekatan yang lebih peka terhadap pengalaman sensorik dan kebutuhan psikologis yang bersifat kontekstual. ABSTRACT. Housing serves not only as a physical shelter but also plays a crucial role in maintaining the psychological well-being of its occupants, particularly adult women who simultaneously take on roles as mothers, wives, and professionals. This study aims to analyze women’s perceptions of healing architecture elements in residential design through a multisensory approach. The research employs a descriptive quantitative method, using questionnaire data from 38 female respondents. The data were analyzed through mean and standard deviation calculations, followed by a Cartesian diagram mapping. The findings reveal that indicators such as natural lighting, air circulation, calming wall colors, and windows with outdoor views are perceived as top priorities. Meanwhile, the need for private space for solitude emerged as a strong personal preference, despite its lower average score. These results indicate that residential design that supports women’s mental health requires a more sensitive approach to sensory experiences and context-based psychological needs.  
Co-Authors Aditya Wicaksono AGAM DIDIK Ramadhan Agam Didik Ramadhan Agus Erlangga Ahila Shofiqoh Ahmad Azis Mulyantoro Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Rivai Fachrudin Ahmad Yusuf Aisy, Karlina Rohadatul Al-Amin, Roby Alief Muzakkii Saliim Pertama Alreiga Referendiza Wiraprama Alreiga Referendiza Wiraprama, Alreiga Referendiza Andiani Imantaka Andik Krisdianto Andrea Gina Karima Angel Palastri Anggana Fitri Satwikasari Anggoro Cipto Ismoyo anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Shafa Kamila ari Hadi weepee ari Hadi weepee, ari Hadi Asa Aulia Asep Septian Ashadi Astriani Putri Wulandari Aulia Widya Chandra Aulia widya Chandra Bella Mareta Thania Buana, Muhammad Cakra Cahyo Abdi Rasid Cahyo Agung Nugroho Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi hantono, Dedi Dewinta Firda Giriana Dimas Bayu Bintoro Dinda Wahyuning Hati Dwi Andika Agusliyanto Erlangga, Agus Ervin Syah EVI PUSPITASARI PUSPITASARI Fadwah Maghfurah Faiz Al Farisi Fajar, Putra Fajar, Putra Fajar Faridzal Faridzal Farrel Ghifari Fauzi Firdaus Ferdianto Yanu Suprihatin Finta Lissimia Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Firdaus, Lutpi Alfian Ghifari, Farrel ghifary ghifary Ghiffari Goldra Putra N Ghulam Akhmad Al Faqi Halim Saputra Halimah, Hana Handri Saputra HANIFIANTO, RIFQI Hermawan, Adi Hibatullah, Helmi Bariq Hilman Fadhillah Himawan, Muchamad Taufiqur Ilfaya Ilham Burhanudin Ilham Pane Ivan Junanda Izzat Fadhlur Rahman Junaedi Junaedi kartika dwi cahyanti Kintan Gumanti Artha kus yusron hanif Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Luqmanul Hakim Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi, Lutfi Meisanti, Meisanti Mohammad Baskoro Muhammad Akbar Rafsyanjani Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Cakra Buana Muhammad Fadhil Abdillah Muhammad Faiz Akmal Muhammad Ibnu Fachry Muhammad Rizky Saputra Muhammad Syafrizal Faqih Muhammad, Nurhuda Ali Musthapha, Zainal Mustofa Sakhid Mutia Setya Wardany Naria Vidalia Tiara Nasir Ali Ridho Nurhidayah Komala Nurhidayah Nurhidayah Komala Nurhidayah, Nurhidayah Komala Nursandi, Izwan Ariq Nusyawal, Muhammad Fikri Pane, Ilham paramita rusadi Pratama, Anggi Putra Priambudi Dwi Prasetyo Priambudi Dwi Prasetyo Purnama, Dinar Agung Putra Fajar PUTRI, ALIFVIA MALINDA Putri, Shely Pratiwi Sanjaya Rafsyanjani, Muhammad Akbar Rahmatyas Aditantri Ramadhan, Agam Didik Ratna Dewi Nur'aini Retdia Sofiana Rudy Thalib Rustama Fasda Bimaktumaru Saeful Bahri Saputra, Muhammad Rizky Sari Hibatunnisa Fadhilah Satrio Aji Nugroho Prasetya Satrio Wibowo Sejati Pertiwi, Dewi Milenia Zhasmin Sepli Yandri Septiawan, Wawan Setiawan, Sandy SHAFA ARMELIA IBRAHIM Shely Pratiwi Sanjaya Putri Sidabutar, Yuanita F D Sri Indriani Solehah Suranta Ginting Taufik Hidayat Thania, Bella Mareta Tiara Amelia Tri Kusumawati Ulinata Ully Irma Maulina Hanafiah Vivaldi Rizqi Hisyam Vivaldi Rizqi Hisyam Wafirul Aqli Wawan Gunawan Yeptadian Sari Yoyok - Agustina Yudi Kurnia Yudi Kurnia Zelly Rinaldi