Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KONSTRUKSI TAHAN GEMPA RUMAH TRADISIONAL SUKU BESEMAH DI KOTA PAGARALAM SUMATERA SELATAN Zelly Rinaldi; Ari Widyati Purwantiasning; Ratna Dewi Nur’aini
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa umumnya datang ke daerah pegunungan atau di tempat tertentu pada dunia. Hal ini terjadi karena pergerakan lempeng bumi atau efek dari ledakan gunung. Pada saat ini, manusia sudah bisa membangun gedung yang memiliki ketahanan terhadap gempa. Dengan teknologi modern, semua masalah bisa dihadapi secara efektif. Di Sumatera Selatan, ada rumah-rumah tradisional Suku Besemah  yang memiliki ketahanan terhadap gempa. Rumah-rumah ini  telah berdiri selama lebih dari 400 tahun yang lalu. Pemikiran terhadap konstruksi yang unik dari orang-orang di masa lalu untuk membuatnya mampu bertahan terhadap gempa. Hal inilah yang memotivasi kami untuk melakukan penelitian pada rumah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang konstruksi tahan gempa yang ditemukan di bangunan tradisional dari Suku Besemah. Rumah Besemah ini secara memenuhi semua prinsip rumah kayu tahan gempa yang ada pada saat ini. Penelitian ini bisa menjadi referensi untuk siswa dalam menciptakan sebuah bangunan arsitektur yang inovatif, dan juga memperkenalkan budaya Besemah untuk masyarakat umum. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Deduktif Rasionalistik dan Deskriptif.
EKSPLORASI ARSITEKTUR SEBAGAI SALAH SATU METODE DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR MAHASISWA AKTIF DI JURUSAN ARSITEKTUR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA Ari Widyati Purwantiasning
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada kata-kata bijak yang mengatakan bahwa seorang arsitek tidak akan berkembang imajinasinyajika hanya mengurung diri dalam kehampaan ruangnya sendiri. Maksudnya di sini adalah bahwaseorang  arsitek  harus  mampu  berpetualang  baik  secara  fisik  maupun  secara  non  fisik  yaituimajinasinya. Salah satu usaha dalam  memperluas wawasan dan wacana dalam  mengembangkandaya  imajinasi,  kreatifitas  maupun  kemampuan  berinovasi  seorang  calon  arsitek  dalam  hal  inimahasiswa arsitektur, adalah dengan menjelajahi berbagai tempat dan daerah baik di dalam negerimaupun luar negeri. Tempat-tempat inilah yang akan menjadi tambahan ilmu pengetahuan maup unwawasan  bagi  calon  arsitek  khususnya  mahasiswa  arsitektur  Jurusan  Arsitektur  Fakultas  TeknikUniversitas  Muhammadiyah  Jakarta  (FT-UMJ). Dalam  melaksanakan  kegiatan  Tri  DharmaPerguruan  Tinggi  di  mana  salah  satunya  adalah  Proses  Belajar  Mengajar  yang  tentunya  didalamnya harus terdapat dua komponen yang saling menunjang yaitu mahasiswa dan dosen. Keduakomponen ini tentunya tidak berdiri sendiri, namun saling mengisi satu sama lain. Saat ini dosenatau staf pengajar tidak lagi berfungsi hanya sebagai pengajar yang aktif memberikan bahan ajarsecara  satu  arah,  namun  dosen  juga  berfungsi  sebagai  fasilitator  dalam  mengarahkan  mahasiswadalam  menerima  bahan  ajar  yang  diberikan.  Terkadang  justru  dosen  juga  belajar  banyak  darimahasiswa  yang  memiliki  wawasan  lebih  luas  dari  dosennya.  Pada  ilmu  arsitektur,  berbagaimetode belajar dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang konkrit antara teori dengan duniapraktisi.  Untuk  mengembangkan  ilmu  dan  wawasan,  dosen  dan  mahasiswa  tidak  hanya  terdiampasif melakukan proses belajar mengajar di dalam kelas saja. Beberapa metode digunakan untukmencapai pemahaman konkrit tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti bermaksud mengkaji bahwametode  dalam  proses  belajar  mengajar  mahasiswa  aktif  tidak  harus  dilakukan  di  dalam  kelas.Bahwa sebuah kegiatan belajar di luar ruangan seperti eksplorasi arsitektur akan menjadi salah satualternatif metode yang tepat dalam memperluas wawasan, pemikiran dan ilmu pengetahuan yangkonkrit dapat dilihat secara langsung hasilnya.
Kajian Konsep Arsitektur Maskulin pada Museum Zhuhai, China Priambudi Dwi Prasetyo; Ari Widyati Purwantiasning
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur yang era kaitannya dengan sifat maskulin karena campur tangan para ahli di era modern. Eksistensinya yang sempat menjadi berkurang karena Gerakan feminism dalam arsitektur yang sempat mengambil perhatian penggiat arsitektur. maka dari itu untuk menghadirkan kembali wwasan mengenai konsep arsitektur maskulin maka penelitian ini dilakukan. Dalam metode ini sangat bertumpu dengan data literatur karena kondisi saat ini yang tidapat dapat melakukan kunjungan langsung ke lokasi studi kasus. Studi kasus yang menjadi pilihan adalah museum Zhuhai di Beijing, China. Dalam pengumpulan data tentunya mengacu kepada prinsip-prinsip arsitektur maskulin. Prinsip-prinsip tersebut meliputi kesan natural pada elemen, pemilihan warna, ornament bergaya industrial, serta penggunaan material baja. Beberapa prinsip tersebut selanjutnya diidentifikasi pada elemenelemen arsitektur yang dirasa mampu menampilkan kesan arsitektur maskulin pada bangunan museum ini. Hasil dari identifikasi tersebut membuktikan bahwa setiap prinsip tersebut mampu dihadirkan dengan cukup baik, selain itu, kita juga mendapati tentang strategi implementasi yang dirasa optimal untuk menghadirkan kesan arsitektur maskulin pada sebuah bangunan museum, dengan tetap menghadirkan sesuatu yang inovatif namun tetap memiliki ciri khasnya tersendiri.
STRATEGI PENERAPAN KONSEP ADAPTIVE RE-USE PADA BANGUNAN TUA STUDI KASUS: GEDUNG PT P.P.I (EX. KANTOR PT TJIPTA NIAGA) DI KAWASAN KOTA TUA JAKARTA Retdia Sofiana; Ari Widyati Purwantiasning Widyati Purwantiasning; Anisa Anisa
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, pembangunan gedung-gedung baru di Jakarta sangatlah pesat. Hal ini mengakibatkanbeberapa bagian di sudut Jakarta menjadi terlupakan dan seolah-olah dibiarkan lapuk. Pelapukanbangunan  ini  umumnya  terjadi  pada  bangunan-bangunan  tua  bersejarah  yang  sudah  tidakdifungsikan  lagi  sebagaimana  mestinya.  Maka  dari  itu  diperlukan  suatu  gerakan  pelestariankawasan  bersejarah  dengan  langkah  revitalisasi  maupun  konservasi  di  suatu  kota bersejarahumumnya dan Jakarta khususnya. Karena kawasan bersejarah dapat menjadi identitas sebuah kotayang memiliki  peranan  penting  dalam  pertumbuhan  kota  yang  terbentuk  oleh  suatu  peradabanbudaya.Salah satu solusi yang tepat dalam menghidupkan kembali suatu kawasan bersejarah adalah denganlangkah membuat suatu fungsi baru dari fungsi lama pada bangunan-bangunan tersebut. Langkahini dikenal dengan istilah adaptive re-use yang kemudian disandingkan dengan konsep konservasi.Bahkan beberapa negara di dunia, sudah cukup lama menggunakan adaptive re-use sebagai upayamenyelamatkan aset bersejarah dan dapat dikategorikan berhasil. Tetapi tidak selamanya langkahini  mudah  dilaksanakan,  karena  pada  umumnya  akan  muncul  kendala  yang  menyebabkanhilangnya  nilai-nilai  sejarah.  Hal  ini  dapat  terjadi  jika  keaslian  dari  bentuk  bangunan  sengajadihilangkan atau mendapatkan respon negatif dari pihak luar.
Pendampingan Masyarakat Dalam Perencanaan Pengembangan Masjid El-Syifa, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan Ari Widyati Purwantiasning; Saeful Bahri
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v1i2.74

Abstract

Sebagai salah satu bentuk kepedulian pada masyarakat, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, selalu melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat secara berkala pada setiap tahunnya. Jenis kegiatan yang dilaksanakan juga berbeda-beda tergantung dari kebutuhan masyarakat ataupun permintaan dari sebuah kelompok masyarakat tertentu. Salah satu kegiatan pengabdian pada masyarakat yan g secara rutin dilakukan adalah kegiatan pendampingan masyarakat dalam perencanaan pengembangan masjid di lingkungan masyarakat. Kegiatan pendampingan masyarakat dalam perencanaan pengembangan Masjid El-Syifa di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini merupakan salah satu kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 2020-2021. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam upaya meningkatkan kualitas dan kemampuan masyarakat baik dalam menentukankeputusan dalam hal ini sebagai pemegang keputusan, maupun kemampuan dalam menerjemahkan sebuah kebutuhan ke dalam skematik disain. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat khususnya para pengurusmasjid dan pemangku keputusan di dalam msayarakat dalam memberikan solusi disain pada perencanaan pengembangan bangunan masjid sesuai dengan kebutuhan yang semakin berkembang. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dalam tiga tahapan kegiatan, tahap pertama meliputi observasi lapangan, kegiatan kedua berupa diskusi kelompok antar warga dan pengurus masjid dalam menentukan kebutuhan dan memberikan keputusan-keputusan terkait disain pengembangan dan tahap terakhir adalah eksekusi dari disain pengembangan perencanaan Masjid El-Syifa Ciganjur yang dibantu oleh para mahasiswa Program Studi Arsitektur FT UMJ. Hasil akhir dari kegiatan pendampingan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi masyarakat dalam menentukan keputusan terkait dengan disain sesuai kebutuhan pengguna dalam hal ini tentunya masyarakat sekitar Masjid El-Syifa Ciganjur. Kata Kunci: disain pengembangan, masjid, partisipasi masyarakat
An Application of Smart Building Concept for Historical Building Using Automatic Control System. Case Study: Fatahillah Museum Ari Widyati Purwantiasning; Saeful Bahri
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 2 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.1.2.115-122

Abstract

An activity of conservation for an old historical building has become an important issue nowadays in Indonesia, particularly in Jakarta. One of the concepts is by implementing the concept of a smart building into an old historical building using a concept which could maintain economically and financially. Some old historical buildings within Jakarta have been revitalized with a new function which is known as an adaptive reused concept. Although, this concept has been regarded not effectively implemented to reduce energy consumption. To solve this problem, this research will deliver an alternative solution by introducing the application of smart building concept within an old historical building using automatic control system. This system will cover the air conditioning and lighting system within the building. This research will conduct a comparative method from some precedent studies and will use an inductive approach. At the final phase, this research will provide a solution design by simulating the using of an automatic control system within an old historical building. 
Creating Better Environment By Implementing The Concept Of Walking And Cycling Within Historical Area Of Kota Tua Jakarta Ari Widyati Purwantiasning; Saeful Bahri
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 5, No 2 (2021): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.5.2.131-142

Abstract

This research is part of multi-year research, which is undertaken for two years. This research is second-year research, which should be done at the end of the year 2020. This research aims to analyze the possibility of applying two principles of Transit-Oriented Development's concept. Those two principles are walking and cycling. By analyzing the option of applying those principles, we have tried to propose the best solution to issues and problems within the historical area of Kota Tua Jakarta. This research's significance is the existence of a pedestrian way and bicycle way within the historical district of Kota Tua Jakarta. Since the historical area of Kota Tua Jakarta has become the most important place to be visited, the need for pedestrian facilities as a public open space and the bicycle way facilities has also increased due to the adjustment of lifestyle and standard of living. This research has conducted the qualitative method using a case study as a way of thinking to get a clear description and fact. We have conducted Kota Tua Jakarta as a case study because it is one of Jakarta's significant historical regions. The result of this research is by proposing an idea and design which implemented the concept of walking and cycling. The idea and design as the conclusion have covered the proposed plan of a pedestrian way and bicycle way within the historical area of Kota Tua Jakarta. Hopefully, the result of this research will support another study about the historical district and Transit-Oriented Development's concept.
PENERAPAN TEORI LINKAGE DALAM PENATAAN KAWASAN WISATA PUSAKA SOEKARNO DI BLITAR Cahyo Agung Nugroho; Ari Widyati Purwantiasning; dedi hantono
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 1, No 2 (2017): Purwarupa Vol 1 No 2 September 2017
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kota Blitar yang merupakan kota dimana Presiden Pertama Republik Indonesia pernah tinggal dan dimakamkan. Kota ini memiliki bangunan-bangunan cagar budaya yang berkaitan dengan beliau yang juga tidak pernah sepi seperti makam Bung Karno, museum dan perpustakaan Bung Karno serta Istana Gebang (Jaringan Kota Pusaka Indonesia, 2009).Sayangnya diantara bangunan tersebut tidak terjalin pertalian karena letaknya yang berjauhan. Dengan menggunakan pendekatan melalui teori perancangan kota (Linkage) Roger Trancik dengan membuat hubungan berdasarkan garis axis yang terbentuk dari kondisi eksiting menjadi penghubung berupa plaza dan jalan, maka diharapkan perencanaan dan perancangan kawasan wisata pusaka Soekarno ini menjadi lebih baik bagi wisatawan khususnya dalam aspek kenyamanan dan keamanan. Kata Kunci: kawasan, wisata, pusaka, Soekarno, linkage ABSTRACT. Blitar is a city where the first president of Republic Indonesia has ever been lived and buried. This city also has several heritage buildings attached to him which never been so quite such as Soekarno’s tomb, museum and library of Soekarno and Gebang Palace (Jaringan Kota Pusaka Indonesia, 2009). Unfortunately, there is no connection between each heritage because of its radius. Using the Linkage theory of urban design by Roger Trancik to create a connection between one heritage building to others by connecting its axis and convert it into plaza and pathway, this method could become an alternative solution to create  Soekarno’s Heritage Tourism District to be better place for tourists particularly  in the aspect of comfort and security.   Keywords: region, tourism, heritage, linkage
REVITALISASI KAWASAN KOTA TUA JAKARTA DENGAN ALTERNATIF KONSEP TOD Fauzi Firdaus; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Kota Tua Jakarta memiliki potensi untuk dikembangkan dengan menggunakan prinsip-prinsip Transit Oriented Development (TOD), dimana TOD merupakan pengembangan kawasan dengan menjadikan titik transit sebagai pusatnya.Yang mana titik transit tersebut saling terintegrasi satu dengan yang lainnya dan berkembang di sekitar titik transit tersebut.Tulisan ini bertujuan untuk memberikan alternatif solusi dengan perencanaan revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta dengan menerapkan delapan (8) prinsip TOD yakni berjalan (walk), bersepeda (cycle), menghubungkan (connect), angkutan umum, (transit), pembauran (mix), memadatkan (densify), merapatkan (compact) dan beralih (shift).Dengan menerapkan prinsip-prinsip TOD tersebut pada kawasan Kota Tua Jakarta maka diharapkan Kota Tua Jakarta dapat berkembang menjadi lebih baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang diusung oleh konsep TOD. Kata Kunci: Kota Tua, Jakarta, Revitalisasi, TOD ABSTRACT. Jakarta Old Town has the potential to be developed using the principles of Transit Oriented Development (TOD), where TOD is the development of the region by making the transit point as its center. Which is where the transit points are integrated with each other and develops around the transit point. This study aims to revitalize the Old Town area of Jakarta by applying eight (8) principles of TOD ie walking, cycling, connecting, public transport, transit, mixing, densify, compact and switch (shift). By applying the principles of TOD in the Old Town of Jakarta it is expected that the Old City of Jakarta can grow to be better and in accordance with the principles that are carried by the concept of TOD. Keywords: Old Town, Jakarta, Revitalisation, TOD 
PENERAPAN ARSITEKTUR MODERN PADA KAWASAN PUSAT BISNIS WADUK MELATI DI JAKARTA Faridzal Faridzal; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.437 KB)

Abstract

Kota Jakarta adalah salah satu kota dengan tingkat tumbuh ekonomi yang sangat  pesat. Perekonomian Jakarta ditunjang dari sektor perdagangan, jasa, properti dan industri kreatif. Peningkatan ini membuat kepadatan dan pertumbuhan bangunan komersial akan terus meningkat, ini akan membuat ketersediaan ruang kota semakin menurun. Merencanakan tata letak bangunan untuk menciptakan kota yang terorganisir menjadi sangat penting. Salah satu kawasan yang dirasa perlu untuk menjadi central business district adalah kawasan Waduk Melati. Merencanakan central business district di Waduk Melati adalah untuk menata kembali kawasan perekonomian di Waduk Melati dengan pendekatan arsitektur modern, yang akan menekan pada efisiensi dan fungsionalitas tata letak massa bangunannya.
Co-Authors Aditya Wicaksono Agam Didik Ramadhan AGAM DIDIK Ramadhan Ahmad Azis Mulyantoro Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Yusuf Aisy, Karlina Rohadatul Al-Amin, Roby Alief Muzakkii Saliim Pertama Alreiga Referendiza Wiraprama Alreiga Referendiza Wiraprama, Alreiga Referendiza Andiani Imantaka Andik Krisdianto Andrea Gina Karima Angel Palastri Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggoro Cipto Ismoyo anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Shafa Kamila ari Hadi weepee ari Hadi weepee, ari Hadi Asa Aulia Asep Septian Ashadi Astriani Putri Wulandari Aulia Widya Chandra Aulia widya Chandra Bella Mareta Thania Buana, Muhammad Cakra Cahyo Abdi Rasid Cahyo Agung Nugroho Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi hantono, Dedi Dimas Bayu Bintoro Dinda Wahyuning Hati Dwi Andika Agusliyanto Erlangga, Agus EVI PUSPITASARI PUSPITASARI Fadwah Maghfurah Faiz Al Farisi Fajar, Putra Fajar, Putra Fajar Faridzal Faridzal Farrel Ghifari Fauzi Firdaus Ferdianto Yanu Suprihatin Finta Lissimia Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Firdaus, Lutpi Alfian Ghifari, Farrel Ghiffari Goldra Putra N Ghulam Akhmad Al Faqi Giriana, Dewinta Firda Halim Saputra Halimah, Hana Handri Saputra HANIFIANTO, RIFQI Hermawan, Adi Hibatullah, Helmi Bariq Hilman Fadhillah Himawan, Muchamad Taufiqur IBRAHIM, SHAFA ARMELIA Ilfaya Ilham Burhanudin Ilham Pane Ivan Junanda Izzat Fadhlur Rahman Junaedi Junaedi kartika dwi cahyanti Kintan Gumanti Artha Kurnia, Yudi kus yusron hanif Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Luqmanul Hakim Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi, Lutfi Meisanti, Meisanti Mohammad Baskoro Muhammad Akbar Rafsyanjani Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Cakra Buana Muhammad Faiz Akmal Muhammad Ibnu Fachry Muhammad Rizky Saputra Muhammad Syafrizal Faqih Muhammad, Nurhuda Ali Musthapha, Zainal Mustofa Sakhid Nasir Ali Ridho Nurhidayah Komala Nurhidayah Nurhidayah Komala Nurhidayah, Nurhidayah Komala Nursandi, Izwan Ariq Nusyawal, Muhammad Fikri Pane, Ilham paramita rusadi Pratama, Anggi Putra Priambudi Dwi Prasetyo Priambudi Dwi Prasetyo Purnama, Dinar Agung Putra Fajar PUTRI, ALIFVIA MALINDA Putri, Shely Pratiwi Sanjaya Rafsyanjani, Muhammad Akbar Ramadhan, Agam Didik Ratna Dewi Nur'aini Retdia Sofiana Rudy Thalib Rustama Fasda Bimaktumaru Saeful Bahri Saputra, Muhammad Rizky Sari Hibatunnisa Fadhilah Satrio Aji Nugroho Prasetya Satrio Wibowo Sejati Pertiwi, Dewi Milenia Zhasmin Septiawan, Wawan Setiawan, Sandy Shely Pratiwi Sanjaya Putri Sidabutar, Yuanita F D Sri Indriani Solehah Suranta Ginting Syah, Ervin Taufik Hidayat Thania, Bella Mareta Tiara Amelia Tiara, Naria Vidalia Tri Kusumawati Ully Irma Maulina Hanafiah Vivaldi Rizqi Hisyam Vivaldi Rizqi Hisyam Wafirul Aqli Wardany, Mutia Setya Wawan Gunawan Yandri, Sepli Yeptadian Sari Yeptadian Sari Yoyok - Agustina Yudi Kurnia Zelly Rinaldi