Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Social Support on Stress Levels of Health Workers During The COVID-19 Pandemic: A Literature Review Rachmayanti, Riris Diana; Bawazier, Kamila Fihir; Yasutome, Takako; Indawati, Rachmah; Riswari, Aninditya Ardhana; Ismayani, Ismayani; Ramani, Andrei; Yulianti, Anysiah Elly; Sari, Jayanti Dian Eka
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 18 No.2 Agustus 2023
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.18.2.116-125

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic has caused various changes in the social dynamics of life. Almost all age groups in various countries are forced to adopt new habits that have the potential to interfere with mental health. Providing social support can be useful for reducing the stress level of health workers. Proper social support can overcome stress problems. The purpose of this study was to analyze the effect of social support on the stress level of health workers during the COVID-19 pandemic.Method: This is a literature review using population, intervention, comparison, results, research design, and keywords used according to the research topic. Keyword use Mesh term strategy with the term "social support" stress" "worker" "pandemic" and "COVID". Database sources are ScienceDirect, PubMed, Google Scholar, and SAGE. Searching strategy uses Prisma guidelines. The total article was 2,226 and the eligible article was 24 articles. The collected data were analyzed through a thematic review. The data analysis technique in this study was descriptive analysis.Results: The results of the study show that most health workers experience moderate levels of stress during the pandemic. The most influential sources of social support come from colleagues and partners. The form of social support that is often received and influences stress levels is emotional support. There is an effective effect of social support on the stress level of health workers during the pandemic. Therefore, it can be concluded that adaptation during COVID-19 has caused various changes in conditions and pressure for health workers
Determinants of Adolescent Resilience Levels in Surabaya City, East Java Province, Indonesia Rachmayanti, Riris Diana; Dewi, Fatwa Sari Tetra; Setiyawati, Diana; Izhar, M Dody; Ramani, Andrei
Kesmas Vol. 20, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assessing adolescent resilience may provide valuable insights into adult resilience. This study aimed to analyze the relationship between determinants and adolescent resilience in Surabaya City. The participants of this cross-sectional study were 277 adolescents aged 12–19 years who were in senior high school. The outcome was the resilience levels. This study's findings indicated relationships between resilience levels and stress experience (p-value = 0.01), access to mental health information (p-value = 0.00), life satisfaction (p-value = 0.00), family harmony (p-value = 0.03), presence of adults to share (p-value = 0.04), feeling safe at home, school, and community (p-value = 0.00), perception of ideal body image (p-value = 0.03), and suicidal urges (p-value = 0.00). The multivariate analysis showed that a variable related to resilience was satisfaction with life (p-value = 0.04, 95% CI 1.07–24.22). Adolescents dissatisfied with their lives had a 5.09-fold greater risk of developing into established categories of resilience. Therefore, intervention efforts are necessary to increase adolescents’ resilience levels.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Menggunakan Media Edukasi Ular Tangga dalam Pencegahan Anemia Defisiensi Besi Sulaningsi, Kiki; Nur Alam, Fajar; Riris Diana, Rachmayanti; Esti Sri , Ananingsih; Rostika, Flora; Ayu Febri, Wulanda
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i1.2356

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri dengan menggunakan media permainan edukasi ular tangga dalam pencegahan anemia defisiensi besi. Metode yang digunakan kategori eksperimental one group pretest-posttest design dengan besar sampel 20 orang remaja putri yang diberikan materi edukasi tentang anemia melalui permainan ular tangga. Pengambilan data dilakukan dengan kuesionee pre tes sebelum edukasi dilakukan dan post tes setelah edukasi dilakukan. Waktu penilitian bulan Juli-November 2020. pengolahan dan analisis data menggunakan program SPSS yaitu   uji parametrik t-test dengan P value = 0,05 . Hasil penilitian didapatkan  ada peningkatan nilai rata-rata sebelum edukasi yaitu mean=65,00 menjadi mean=82,50, sedagkan berdasarkan uji hubungan hasil penilitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna sebelum dan sesudah perlakuan edukasi menggunakan model pendidikan kesehatan melalui permainan ular tangga pada remaja putri di desa Lubuk Rumbai kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawasa dengan nilai significan  p= 0,000. Kesimpulan media edukasi yang menarik lebih mudah untuk diterima masyarakat.
Mengembangkan Kemampuan Literasi Statistik Melalui Pelatihan Analisis Data Kesehatan Indawati, Rachmah; Qomaruddin, Mochammad Bagus; Rachmayanti, Riris Diana
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i2.2451

Abstract

Abstrak. Literasi statistik merupakan suatu keterampilan dasar yang diperlukan untuk memahami pesan statistik. Pentingnya pemahaman statistik ini bagi kurikulum pendidikan agar berfungsi secara efektif dalam era teknologi informasi. Namun, faktanya mahasiswa masih mengalami kesulitan memahami data. Tujuan pelatihan adalah mengembangkan kemampuan dan keterampilan literasi statistik. Konsep literasi statistik untuk mengukur pengetahuan statistik yang dilihat dalam 3 indikator yaitu mampu memahami data statistik, mampu menggunakan konsep statistik untuk menggambarkan kondisi data, mampu membaca data dalam bentuk visual. Hasil pelatihan menunjukkan peserta dapat menafsirkan data dan mendiskusikan data (kategori baik). Melalui praktek mengerjakan soal, individu belajar untuk melatih cara menafsirkan data atau mengembangkan kepekaan melihat nilai statistik. Sehingga ada peningkatan pengetahuan dalam capaian setiap indikator literasi statistik. Keterampilan literasi juga dilihat dalam naskah skripsi. Namun, hasil yang dilaporkan menunjukkan rendah dalam hal: menyampaikan pesan statistik, mempresentasikan data yang beragam dan menggambaran konsep statistik. Abstract. Statistical literacy is basic skill needed to understand data statistical. The importance of educational curriculum is that statistical literacy functions effectively in the information technology era. However, fact is that students still have difficulty understanding the data. The aim of training is to develop abilities and skills statistical literacy. The concept of statistical literacy to measure statistical knowledge in 3 indicators, namely being able to understand statistical data, use statistical concepts to describe data conditions, read data in visual. The results of training show that participants can interpret data and discuss data (good category). practice answering questions, individuals learn to interpret data or develop sensitivity to seeing statistical values. So there is an increase in knowledge in achieving each indicator of statistical literacy. Literacy skills are also seen in skripsi. However, reported results show low levels in terms of: conveying statistical messages, presenting diverse data and describing statistical concepts.
Gambaran Tingkat Pendidikan Pelaku Dengan Angka Kecelakaan Lalu Lintas Di Kota Dumai Tahun 2018-2021 Permadi, Dharmawan Trikurnia; Rachmayanti, Riris Diana
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v10i1.552

Abstract

Layaknya sebuah kota pada umumnya yang berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing, Kota Dumai berkembang sebagai kota pelabuhan di Indonesia, pertumbuhan penduduk berdampak secara langsung terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas. Pada tahun 2021, jumlah kasus meningkat sekitar 36% menjadi 72 kasus yang sebelum berada pada 53 kasus pada 2020. Kecelakaan lalu lintas di Kota Dumai secara keseluruhan dari tahun 2018-2021 berjumlah 252 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 122 nyawa, 105 dan 201 orang luka berat dan ringan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi data sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan pelaku dengan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Dumai. Hasil dari analisis adalah tingkat pendidikan berpengaruh lebih dari 80% dari jumlah kasus kecelakaan lalu lintas selama 2018-2021 dan tidak lebih dari 20% dari individu pelaku pada kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Dumai yang memiliki SIM.
Healthy Workplace Guidelines (Who) Dimensi Lingkungan Fisik Pada Perusahaan X Di Surabaya Mardhani, Mochamad Azhari; Rachmayanti, Riris Diana; Soedarwanto, Soedarwanto
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2021): Volume 12 No.2 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i2.208

Abstract

Promosi kesehatan di tempat kerja adalah upaya memberdayakan dan melindungi pekerja dari bahan-bahan berbahaya di lingkungan kerja yang dapat membahayakan baik lingkungan di dalam dan di luar tempat kerja. Perusahaan X di Surabaya adalah salah satu tempat kerja yang bergerak dalam penyedia layanan pangan bertaraf internasional. Lingkungan fisik pada Perusahaan X Surabaya adalah salah satu faktor pendukung yang dapat berdampak pada keamanan pangan pada Perusahaan X Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran promosi kesehatan di tempat kerja dalam dimensi lingkungan fisik pada perusahaan X di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskirptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dari hasil observasi dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen Perusahaan X Surabaya. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui gambaran situasi lingkungan fisik pada perusahaan X di Surabaya. Hasil menunjukkan bahwa gambaran promosi kesehatan di tempat kerja pada perusahaan X di Surabaya secara keseluruhan sudah dalam status baik dan memiliki kesesuaian dengan salah satu indikator dari Healthy Workplace Guidelines dari WHO yakni dimensi faktor lingkungan fisik. Namun, masih ditemukan salah satu indikator dalam status kurang yaitu pada indikator pemenuhan Alat Pelindung diri (APD) bagi pekerja. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penyelenggaraan promosi kesehatan di tempat kerja Perusahaan X Surabaya dapat dipertahankan serta terdapat beberapa indikator yang perlu diperhatikan lebih seksama agar dapat mengendalikan bahaya yang ditimbulkan dari faktor lingkungan fisik.
Qualitative Phenomenological Study: Understanding the Experience of Adolescents’ Mental Health Problems in Urban Areas Rachmayanti, Riris Diana; Ramani, Andrei; Kusumawati, Nur Farida; Wardita, Yulia; Mayasari, Ayu Citra; Yulianti, Anysiah Elly; Haqi, Dani Nasirul
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 4: October 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.4.314-322

Abstract

Background: Adolescence is referred to as a period of "storm and pressure" or "storm & stress". At that time, emotional tension increased as a result of physical, glandular, and hormonal changes. This condition causes them to experience stress to mental health problems. Adolescents who experience mental health problems will have a serious impact on adulthood. This study aims to explore mental health problems (stress) experiences from the perspective of adolescents.Method: The method used in this research was qualitative, with a phenomenological approach, and the participants were adolescents aged 15-18 years. The research employed purposive sampling, with 12 participants. Data collection was conducted through semi-structured interviews, with each interview lasting 30-60minutes. Thematic was used for data analysis.Result : The result shows that the experience of mental health problems related to stress begins in elementary school, junior high school, and senior high school. Stress is the most common among adolescents, categorized as low, moderate, and high. It is based on the PSS (Perceived Stress Scale) instrument. Determinants include family factors, individual factors, academic factors, relationship factors, and the social environment in which adolescents live. Coping mechanisms include both positive and negative responses to stress.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DALAM PESEPEKTIF KADER KESEHATAN DI INDONESIA Mochammad Bagus Qomaruddin; Djazuly Chalidyanto; Riris Diana Rachmayanti
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i1.272

Abstract

Implementasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan menyebabkan peningkatan jumlah pasien.. Jika diasumsikan seseorang sudah sakit sehingga tidak memerlukan program pemberdayaan, kelangsungan program pemberdayaan masyarakat akan terancam. Tujuan penelitian adalah menentukan tingkat urgensi pemberdayan masyarakat di bidang kesehatan dalam era Jaminan Kesehatan Nasional menurut pengelola program pemberdayaan masyarakat di level desa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara cross sectional yang di lokasi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur Indonesia. Sampel penelitian ini adalah 20 desa di lima wilayah kecamatan. Responden dalam penelitian ini di masing-masing desa adalah 5 orang kader kesehatan,  sehingga ada 100 orang kader.  Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis korelasi. Adapun teknik sample  yang  digunakan  dalam  penelitian ini  adalah menggunakan teknik purposive sampling disesuaikan dengan tujuan melakukan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman kader tentang jaminan kesehatan masyarakat kategori cukup (73,0%), Penilaian kader tentang pentingnya kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan menilai penting (78,0%). Variabel lama kerja dan pemahaman berhubungan signifikan dengan penilaian urgensi pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan Apabila ditelusuri lebih lanjut ternyata yang belum dipahami oleh sebagian besar responden kader adalah dasar hukum JKN, asas sistem JKN, manfaat yang diterima oleh peserta JKN, kepesertaan JKN, pelayanan kesehatan rujukan, fasilitas kesehatan tingkat pertama, dan jenis layanan yang tidak bisa dicover. Kondisi tersebut tentunya perlu diperbaiki agar semua kader kesehatan mempunyai pemahaman yang baik tentang jaminan kesehaan masyarakat karena kader kesehatan adalah ujung tombak kegiatan pemberdayaan masyarakat di level desa.Kata Kunci: Jaminan Kesehatan; Sosial; PemberdayaanAbstractThe implementation of the Health Social Security Administering Body has led to an increase in the number of patients. The existence of an existing community empowerment program will be threatened if there is an assumption that someone is already suffering from illness, so there is no need for an empowerment program. The purpose of the study was to determine the level of urgency of community empowerment in the health sector in the era of National Health Insurance according to the manager of the community empowerment program at the village level. This research is an observational study conducted in a cross-sectional manner in Mojokerto Regency, East Java, Indonesia. The sample of this study was 20 villages in five sub-districts. Respondents in this study in each village were 5 health cadres, so there were 100 cadres. Collecting data using the interview method using a questionnaire. Data analysis was done descriptively and correlation analysis. The results showed that the understanding of cadres about community health insurance was in the sufficient category (73.0%), cadres' assessment of the importance of community empowerment activities in the health sector was considered important (78.0%). The variable length of work and understanding were significantly related to the assessment of the urgency of community empowerment. Conclusions (1) respondents' understanding of Community Health Insurance is quite good (2) community empowerment programs in the health sector are still considered important (3) there is a relationship between age, length of work and understanding of National Health Insurance with an assessment of the importance of community empowerment in the health sector in the era of insurance National Health.Keywords: Insurance, Health, Social, Empowerment
Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Menjalankan Peran Sebagai Peer Educator : Analysis of Supporting and Inhibiting Factors in Carrying Out the Role as a Peer Educator Nurmala, Ira; Muthmainnah; Rachmayanti, Riris Diana; Devi, Yuli Puspita
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.2971

Abstract

Latar belakang: Program peer educator yang berada di berbagai sekolah Kota Surabaya menjadi suatu program inovasi untuk meningkatkan penerimaan dan keterlibatan remaja dalam menghadapi permasalahan teman sebaya, khususnya pada pemasalahan penyalahgunaan narkoba. Tujuan: Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung serta penghambat peer educator dalam pelaksanaan program peer educator. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Sekolah Menengah Atas wilayah Surabaya yang terdiri dari 8 Sekolah Negeri dan 2 Sekolah Swasta. Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 48 peer educator. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan karena beberapa sekolah tersebut sudah terdapat peer educator. Penggalian data dilakukan melalui In-depth Interview, Focus Group Discussion (FGD) serta observasi. Analisis data menggunakan studi deskriptif dengan prosedur reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil dari wawancara, FGD, maupun observasi yang dilakukan oleh peneliti kepada pihak sekolah menyatakan bahwa peer educator dalam menjalankan perannya masih minim terhadap dukungan, baik sekolah maupun pemerintah yang pada akhirnya hal tersebut menjadi penghambat bagi peer educator. Kesimpulan: Faktor penghambat yang dirasakan oleh siswa sebagai peer educator karena dukungan berupa fasilitas dari sekolah belum berjalan efektif, dan juga pemerintah yang dulu membawahi program ini sudah tidak lagi memberikan umpan balik sehingga hal tersebut menjadi faktor utama dalam menghambat peran siswa sebagai peer educator.
Pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga di Kota Surabaya Indonesia Rena Azizul Fadila; Riris Diana Rachmayanti
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.213-221

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu program yang dapat digunakan untuk memampukan anggota keluarga dalam pelaksanaan PHBS adalah melalui program PHBS rumah tangga. Dengan program PHBS ini, keluarga akan turut berperan aktif pada gerakan kesehatan di masyarakat. Hasil survey berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2018 menunjukkan sebanyak 68,74% rumah tangga di Kota Surabaya telah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sedangkan target dari Kementrian Kesehatan sebanyak 70%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, dan sikap masyarakat di tatanan rumah tangga dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai salah satu upaya dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik, desain yang digunakan adalah korelasional, dan pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2020 di RW 9 Kelurahan Ujung. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-24 bulan sebanyak 85 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dengan metode simple random sampling yaitu sebanyak 71 orang. Pengetahuan dan sikap merupakan variabel independen, sedangkan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan variabel dependen. Pengolahan data dapam penelitian ini menggunakan uji Spearman.Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa p value pada variabel pengetahuan adalah 0,000 < α (0,05) dengan correlation coefficient p=0,678, sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan dengan keeratan yang kuat antara pengetahuan dengan PHBS. Sedangkan p value pada variabel sikap adalah p 0,000<α (0,05) dengan correlation coefficient p=0,705 yang menunjukkan adanya hubungan dengan keeratan yang kuat antara sikap dengan PHBS.Kesimpulan: Pengetahuan keluarga merupakan faktor utama pada penerapan PHBS di tatanan rumah tangga. Perlu adanya kerja sama antara lintas sektor untuk meningkatkan kegiatan penyuluhan dan emo demo guna meningkatkan pengetahuan masyarakat.Kata kunci: PHBS, perilaku, rumah tangga, pengetahuan, sikap 
Co-Authors Acknes Leonita Ali Khomsan Amira Dhisa Fakhira Ananingsih, Esti Sri Andrei Ramani Andrias, Dini Riris Angga Erlando Aninditya Ardhana Riswari Annis Catur Annis Catur Adi Anysiah Ely Yulianti Arina Mufida Ersanti Ayu Citra Mayasari Ayu Febri, Wulanda Bawazier, Kamila Fihir Bayumi, Febrianti Qisti Arrum Dani Nasirul Haqi Daniel Christanto De Leon, Jardene Marie Gensaya Destiara Hesriantica Zaenurrohmah Djazuly Chalidyanto Eko Mulyanto Yuniarno Eny Qurniyawati Esti Sri , Ananingsih Faisal Ibnu Faradillah Rahmy Savitri Fariani Syahrul Fatwa Sari Tetra Dewi Feby Artwodini Muqtadiroh Fitri, Mellyana Hadi Riyadi Hamzah Hasyim Ira Nurmala Ismayani Ismayani Ismayani Ismayani Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Kartini Kartini Kevaladandra, Zulfa Khoiriyah Isni Kiki Sulaningsi Laura Navika Yamani M. Dody Izhar Mardhani, Mochamad Azhari Maulina, Cintia Mauridhi Hery Purnomo Mochammad Bagus Qomaruddin Muhammad Reza Pahlawan Muryani Muryani MUTHMAINNAH Muthmainnah Muthmainnah Nadiyah Rahmasari Nadya Reza Palupi Namirah Aulia Rizki Herdianisah Nisa, Khairan Nur Alam Fajar Nur Alam, Fajar Nur Farida Kusumawati Nur Hasmalawati, Nur Nur Khamidah Nurfatona, Winda Yulia Nurul Qomariyah Nuzulul Kusuma Putri Pambudi, Tesalonika Arina Pambudi, Tesalonika Arina Permadi, Dharmawan Trikurnia Pulung Siswantara Rachmah Indawati Rachmah, Qonita Ratna Dwicahyaningtyas Ratu Dien Prima Fermeza Religia, Wandera Ahmad Rena Azizul Fadila Rian Diana Ridha Taqwa, Ridha Riswari, Aninditya Ardhana Rostika Flora Rostika, Flora Rufaida Adya Nur Avianti Ulya Septian Emma Dwi Jatmika, Septian Emma Dwi Setiyawati, Diana Setyroini, Debrina Lintang Shochrul Rohmatul Ajija Shrimarti Rukmini Devy Sin, Siau Ching Siti Shofiya Novita Sari Soedarwanto Soedarwanto Soedarwanto, Soedarwanto Sri Andari Sulistyawati Sulistyawati Supeno Mardi Susiki Nugroho, Supeno Mardi Thini Nurul Rochmah Tina Mei Wijayanti Tsuyoshi Usagawa, Tsuyoshi Ulva Larissa Wahyu Kurniawati Wuri Diah Handayani Yasutome, Takako Yuli Puspita Devi Yulia Wardita Yulianti, Anysiah Elly Zulkarnain, Mohammad