Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PKM PENDIRIAN BANK SAMPAH PADA KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA, JANDA, DAN LANSIA DI DESA DEKETAGUNG, KECAMATAN SUGIO, KABUPATEN LAMONGAN Muryani Muryani; Shochrul Rohmatul Ajija; Riris Diana Rachmayanti; Angga Erlando
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v3i2.8955

Abstract

Program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di desa Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan memiliki design kegiatan membentuk bank sampah untuk memberdayakan ibu rumah tangga, janda, danlansia. Pemberdayaan masyarakat ini juga bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan serta meningkatkanperekonomian masyarakat desa tersebut. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi: sosialisasi pembentukan bank sampahpada kelompok ibu rumah tangga, lansia, dan janda, membentuk kelompok-kelompok untuk mengelola sampah ditingkat rumah tangga, mendesain insetif pertukaran sampah yang bisa didaur ulang, dan menghitung hasil sampah yangterkumpul, evaluasi pencatatan bank sampah, dan Focus Group Discussion (FGD. Adanya program pengabdianmasyarakat melalui pendampingan pembentukan bank sampah di desa Deketagung, diharapkan mampu meningkatkanperekonomian masyarakat desa Deketagung melalui pengelolaan sampah dan mewujudkan lingkungan bersih
Implementation of Health Promoting School in Efforts to Prevent Covid-19 at the Kenjeran Village Elementary School, Surabaya City Riris Diana Rachmayanti; Annis Catur; Fariani Syahrul
ABDIMAYUDA: Indonesia Journal of Community Empowerment for Health Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.389 KB) | DOI: 10.19184/abdimayuda.v1i2.30919

Abstract

The Covid-19 pandemic still hasn't subsided. On October 22, 2020 in Surabaya, there were 15,530 confirmed cases, 161 confirmed cases of treatment, 14,226 confirmed cases of recovery, and 1,143 confirmed deaths. In Surabaya, Covid-19 cases spread evenly in all sub-districts. The purpose of this activity was increased the knowledge of elementary school students about the prevention of Covid-19. In this activity, one group pre-test and post-test was used. The sample was 4th grade and 5th grade elementary school students in total 109 children in Kenjeran District, Surabaya City. Interventions were pocket books and videos. The result of this activity was increased students' knowledge before and after the intervention. After knowledge intervention in the less than 13.6% category, it fell to 1.5%. Knowledge in the good category increased from 7.3% to 15.5% and knowledge in the very good category increased from 73.6% to 76.4%. The conclusion of this activity was that the media used in the health promotion school is very effective in increasing students' knowledge as evidenced by the knowledge increasement that occured before and after the intervention, the average knowledge increasement was 10% in each category.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DALAM PESEPEKTIF KADER KESEHATAN DI INDONESIA Mochammad Bagus Qomaruddin; Djazuly Chalidyanto; Riris Diana Rachmayanti
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i1.272

Abstract

Implementasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan menyebabkan peningkatan jumlah pasien.. Jika diasumsikan seseorang sudah sakit sehingga tidak memerlukan program pemberdayaan, kelangsungan program pemberdayaan masyarakat akan terancam. Tujuan penelitian adalah menentukan tingkat urgensi pemberdayan masyarakat di bidang kesehatan dalam era Jaminan Kesehatan Nasional menurut pengelola program pemberdayaan masyarakat di level desa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara cross sectional yang di lokasi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur Indonesia. Sampel penelitian ini adalah 20 desa di lima wilayah kecamatan. Responden dalam penelitian ini di masing-masing desa adalah 5 orang kader kesehatan,  sehingga ada 100 orang kader.  Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis korelasi. Adapun teknik sample  yang  digunakan  dalam  penelitian ini  adalah menggunakan teknik purposive sampling disesuaikan dengan tujuan melakukan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman kader tentang jaminan kesehatan masyarakat kategori cukup (73,0%), Penilaian kader tentang pentingnya kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan menilai penting (78,0%). Variabel lama kerja dan pemahaman berhubungan signifikan dengan penilaian urgensi pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan Apabila ditelusuri lebih lanjut ternyata yang belum dipahami oleh sebagian besar responden kader adalah dasar hukum JKN, asas sistem JKN, manfaat yang diterima oleh peserta JKN, kepesertaan JKN, pelayanan kesehatan rujukan, fasilitas kesehatan tingkat pertama, dan jenis layanan yang tidak bisa dicover. Kondisi tersebut tentunya perlu diperbaiki agar semua kader kesehatan mempunyai pemahaman yang baik tentang jaminan kesehaan masyarakat karena kader kesehatan adalah ujung tombak kegiatan pemberdayaan masyarakat di level desa.Kata Kunci: Jaminan Kesehatan; Sosial; PemberdayaanAbstractThe implementation of the Health Social Security Administering Body has led to an increase in the number of patients. The existence of an existing community empowerment program will be threatened if there is an assumption that someone is already suffering from illness, so there is no need for an empowerment program. The purpose of the study was to determine the level of urgency of community empowerment in the health sector in the era of National Health Insurance according to the manager of the community empowerment program at the village level. This research is an observational study conducted in a cross-sectional manner in Mojokerto Regency, East Java, Indonesia. The sample of this study was 20 villages in five sub-districts. Respondents in this study in each village were 5 health cadres, so there were 100 cadres. Collecting data using the interview method using a questionnaire. Data analysis was done descriptively and correlation analysis. The results showed that the understanding of cadres about community health insurance was in the sufficient category (73.0%), cadres' assessment of the importance of community empowerment activities in the health sector was considered important (78.0%). The variable length of work and understanding were significantly related to the assessment of the urgency of community empowerment. Conclusions (1) respondents' understanding of Community Health Insurance is quite good (2) community empowerment programs in the health sector are still considered important (3) there is a relationship between age, length of work and understanding of National Health Insurance with an assessment of the importance of community empowerment in the health sector in the era of insurance National Health.Keywords: Insurance, Health, Social, Empowerment
Smoking as a health problem: A priority-setting study in a tobacco industry dependent village Nuzulul Kusuma Putri; Riris Diana Rachmayanti
Public Health and Preventive Medicine Archive Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53638/phpma.2019.v7.i2.p10

Abstract

Background and purpose: Indonesia is one of the most cigarettefriendly countries. The tobacco industry has gained economic dependence both nationally and domestically. Baureno Village in Indonesia has more than half of its population relied their life on the tobacco industry for long time. This study analysed how this high tobacco dependent community considered the smoking behaviour as one of prioritized health problems. Methods: This priority-setting study was conducted in quantitative and qualitative phases sequently. The quantitative data on smoking behaviour were collected on 251 households as the samples. This study captured the twelve healthy family indicators issued by The Indonesia Ministry of Health. Further, this data were brought into two different focus group discussions with community leaders and primary healthcare workers to understand how this community considered smoking as a health problem. Their prespective on prioritized health problem was revealed by performing a prioritysetting analysis. Results: Smoking behaviour in cigarette producing areas is the impact of the economic dependence created by the tobacco industry. Ease of access and weak supervision of cigarette distribution in producing cigarette region caused smoking behaviour to be common place in this community group. Community considered smoking as a bottom priority of health problems, while health workers considered smoking as the second priority out of four identified health problems. Conclusion: Community and health workers have a different prioritized health problems. Education to community should be enhanced to increase their awareness on the health impacts of tobacco smoking.
Health Literacy: Transisi Pandemi-Endemi Covid-19 pada Guru dalam Akselerasi Pemahaman Siswa di Kecamatan Bulak Surabaya Fariani Syahrul; Annis Catur Adi; Riris Diana Rachmayanti; Eny Qurniyawati; Siti Shofiya Novita Sari; Arina Mufida Ersanti; Laura Navika Yamani; Daniel Christanto; Faradillah Rahmy Savitri
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.981

Abstract

Penurunan kasus COVID-19 memunculkan isu kesiapan Indonesia menghadapi COVID-19 yang awalnya berstatus pandemi menjadi endemi. Oleh karena proses transisi menuju endemi itu artinya bukan berarti kasus COVID-19 tidak ada sama sekali tapi tetap kasus itu akan ada. Kondisi ini membuat masyarakat harus bersiap untuk terus berdampingan dengan COVID-19. Tujuan kegiatan untuk akselerasi pemahaman guru terhadap kondisi pergesaran pandemi menuju endemi sebagai upaya preventif pasca pandemi COVID-19. Kegiatan inti berupa edukasi kepada guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan media buku saku dan materi dalam bentuk digital. Buku saku sebagai bahan saat guru melakukan edukasi pada anak didik dilengkapi dengan materi dalam bentuk digital. Hasil penilaian pengetahuan sebelum dilakukan edukasi (pre-test) mempunyai rata-rata 71,44. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat saat post-test, yaitu 78,67. Evaluasi kehadiran yaitu 45 guru yang hadir dari 50 guru yang diundang (90%). Kegiatan ini telah memberikan kontribusi peningkatan pengetahuan guru SD dan SMP terkait pemahaman kondisi pergeseran pandemi menuju endemi, sehingga diharapkan guru SD dan SMP bisa melakukan edukasi kepada anak didik sebagai upaya preventif pasca pandemi COVID-19.
EMO DEMO EDUCATION ON IMPROVING MATERNAL KNOWLEDGE Ulva Larissa; Riris Diana Rachmayanti
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 17 No. 3 (2022): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.083 KB) | DOI: 10.20473/ijph.v17i3.2022.451-461

Abstract

Introduction: Breast milk is food that is first given to babies after birth, given naturally by the mother through the process of breastfeeding. Breast milk has many nutritional contents such as minerals and vitamins that will be needed by newborns. The WHO says that, every year, 800,000 children’s lives can be saved with breast milk. In East Java Province the exclusive breastfeeding in 2018 was 77.51%, whereas in the city of Surabaya, the achievement of exclusive breastfeeding in 2018 only reached 71.62%. At the location of the study of 85 mothers with the baby, only 3 people provided exclusive breastfeeding. Supplementary breastfeeding before six months of age is one of the reasons for the low coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia. The emo demo is a health education that uses an interactive demonstration to add insight and knowledge. The purpose of this paper is to determine the differences in maternal knowledge in the pre-test and post-test about exclusive breastfeeding and the provision of MP-ASI. Methods: This study uses quantitative research with the One Group Experiment Pre-Test Post-Test approach. This research was conducted in the working area of ​​the Sawah Pulo Puskesmas, precisely at Baduta mothers in the RW IX area of ​​Kelurahan Ujung with a population of 85 people and a total sample of 20 people. Conclusion: The sampling technique in this study is random sampling. The average knowledge of mothers about Exclusive ASI and MP-ASI has increased after being given education according to the Wilcoxon test results.
Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Menjalankan Peran Sebagai Peer Educator : Analysis of Supporting and Inhibiting Factors in Carrying Out the Role as a Peer Educator Ira Nurmala; Muthmainnah; Riris Diana Rachmayanti; Yuli Puspita Devi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5: MAY 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.2971

Abstract

Latar belakang: Program peer educator yang berada di berbagai sekolah Kota Surabaya menjadi suatu program inovasi untuk meningkatkan penerimaan dan keterlibatan remaja dalam menghadapi permasalahan teman sebaya, khususnya pada pemasalahan penyalahgunaan narkoba. Tujuan: Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung serta penghambat peer educator dalam pelaksanaan program peer educator. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Sekolah Menengah Atas wilayah Surabaya yang terdiri dari 8 Sekolah Negeri dan 2 Sekolah Swasta. Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 48 peer educator. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan karena beberapa sekolah tersebut sudah terdapat peer educator. Penggalian data dilakukan melalui In-depth Interview, Focus Group Discussion (FGD) serta observasi. Analisis data menggunakan studi deskriptif dengan prosedur reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil dari wawancara, FGD, maupun observasi yang dilakukan oleh peneliti kepada pihak sekolah menyatakan bahwa peer educator dalam menjalankan perannya masih minim terhadap dukungan, baik sekolah maupun pemerintah yang pada akhirnya hal tersebut menjadi penghambat bagi peer educator. Kesimpulan: Faktor penghambat yang dirasakan oleh siswa sebagai peer educator karena dukungan berupa fasilitas dari sekolah belum berjalan efektif, dan juga pemerintah yang dulu membawahi program ini sudah tidak lagi memberikan umpan balik sehingga hal tersebut menjadi faktor utama dalam menghambat peran siswa sebagai peer educator.
Gambaran Tingkat Pendidikan Pelaku Dengan Angka Kecelakaan Lalu Lintas Di Kota Dumai Tahun 2018-2021 Permadi, Dharmawan Trikurnia; Rachmayanti, Riris Diana
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v10i1.552

Abstract

Layaknya sebuah kota pada umumnya yang berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing, Kota Dumai berkembang sebagai kota pelabuhan di Indonesia, pertumbuhan penduduk berdampak secara langsung terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas. Pada tahun 2021, jumlah kasus meningkat sekitar 36% menjadi 72 kasus yang sebelum berada pada 53 kasus pada 2020. Kecelakaan lalu lintas di Kota Dumai secara keseluruhan dari tahun 2018-2021 berjumlah 252 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 122 nyawa, 105 dan 201 orang luka berat dan ringan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi data sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan pelaku dengan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Dumai. Hasil dari analisis adalah tingkat pendidikan berpengaruh lebih dari 80% dari jumlah kasus kecelakaan lalu lintas selama 2018-2021 dan tidak lebih dari 20% dari individu pelaku pada kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Dumai yang memiliki SIM.
The implementation of adolescent mental health services: opportunities and challenges Isni, Khoiriyah; Fitri, Mellyana; Jatmika, Septian Emma Dwi; De Leon, Jardene Marie Gensaya; Qomariyah, Nurul; Sulistyawati, Sulistyawati; Rachmayanti, Riris Diana
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 2: June 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i2.23597

Abstract

Insufficient knowledge and information about mental health hinders the optimal use of adolescent mental health services. This qualitative case study aims to describe the utilization of adolescent mental health services (MHS) from the perspective of healthcare providers in primary health care (PHC). The primary informants were psychologists and youth care health services (YCHS) coordinators, while the triangulated informants comprised adolescents; they were selected using the purposive sampling technique. This research employs primary data collected through focus group discussions with the primary informants and in-depth interviews with the triangulated informants. The study results reported that there is no PHC providing MHS specifically designed for adolescents. Further, as low mental health literacy and stigma from parents were identified as challenges, peer support was detected to be the reinforcing factors for adolescents to access MHS. Hence, mental health literacy must be integrated into the school curriculum so that adolescent self-diagnosis does not occur.
Shrimarti Rukmini Devy Rachmah, Qonita; Rachmayanti, Riris Diana; Rochmah, Thini Nurul; Devy, Shrimarti Rukmini; Andari, Sri; Ismayani; Handayani, Wuri Diah; Fermeza, Ratu Dien Prima; Ulya, Rufaida Adya Nur Avianti
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 1 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (JUNI 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.410-416

Abstract

Background: Indonesia is targeting to reduce stunting by 14% in 2024. Behavior change communication is one of the 5 (five) pillars of national stunting prevention. Previous research explained that the Interpersonal Communication (KAP) approach succeeded in modify behavior changes to reduce the incidence of stunting. Objectives: This study aims to analyze the efficacy of Interpersonal Communication (KAP) training on the knowledge of Puskesmas health workers to change community behavior related to stunting. Methods: This study used a quasi-experimental design with one pre-posttest group. Total samples were purposively selected, 168 nutritionists and midwives at the health center in the work area of the Sidoarjo District Health Office. The effectiveness of KAP training was assessed by the KAP knowledge indicator using 20 multiple choice questions questionnaire. The questionnaire was filled out twice. KAP training is handled by 4 (four) trained health workers from the Ministry of Health for 6 hours/ day for 2 days. Paired t-test statistical test was used to see the significant changes in knowledge. Results: Based on the results of the analysis, there was a significant increase in both the total correct answers and knowledge scores at KAP training (p<0.000). Conclusions: The efficacy of KAP training showed that similar programs can be implemented with broader targets such as cadres, PKK, religion leaders, and society leaders.
Co-Authors Acknes Leonita Ali Khomsan Amira Dhisa Fakhira Ananingsih, Esti Sri Andrei Ramani Andrias, Dini Riris Angga Erlando Annis Catur Annis Catur Adi Arina Mufida Ersanti Ayu Citra Mayasari Bawazier, Kamila Fihir Bayumi, Febrianti Qisti Arrum Dani Nasirul Haqi Daniel Christanto De Leon, Jardene Marie Gensaya Destiara Hesriantica Zaenurrohmah Djazuly Chalidyanto Eko Mulyanto Yuniarno Eny Qurniyawati Fadila, Rena Azizul Faisal Ibnu Faradillah Rahmy Savitri Fariani Syahrul Fatwa Sari Tetra Dewi Feby Artwodini Muqtadiroh Fermeza, Ratu Dien Prima Fitri, Mellyana Hadi Riyadi Hamzah Hasyim Ira Nurmala Ismayani Ismayani Ismayani Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Kartini Kartini Kevaladandra, Zulfa Khoiriyah Isni Kiki Sulaningsi Laura Navika Yamani M. Dody Izhar Mardhani, Mochamad Azhari Maulina, Cintia Mauridhi Hery Purnomo Mochammad Bagus Qomaruddin Muhammad Reza Pahlawan Muryani Muryani Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Nadiyah Rahmasari Nadya Reza Palupi Nisa, Khairan Nur Alam Fajar Nur Farida Kusumawati Nur Hasmalawati, Nur Nur Khamidah Nurfatona, Winda Yulia Nurul Qomariyah Nuzulul Kusuma Putri Pambudi, Tesalonika Arina Pambudi, Tesalonika Arina Permadi, Dharmawan Trikurnia Pulung Siswantara Rachmah Indawati Rachmah, Qonita Ratna Dwicahyaningtyas Religia, Wandera Ahmad Rian Diana Ridha Taqwa, Ridha Riswari, Aninditya Ardhana Rochmah, Thini Nurul Rostika Flora Septian Emma Dwi Jatmika, Septian Emma Dwi Setiyawati, Diana Setyroini, Debrina Lintang Shochrul Rohmatul Ajija Shrimarti Rukmini Devy Sin, Siau Ching Siti Shofiya Novita Sari Soedarwanto Soedarwanto Soedarwanto, Soedarwanto Sri Andari, Sri Sulistyawati Sulistyawati Supeno Mardi Susiki Nugroho, Supeno Mardi Tina Mei Wijayanti Tsuyoshi Usagawa, Tsuyoshi Ulva Larissa Ulya, Rufaida Adya Nur Avianti Wahyu Kurniawati Wuri Diah Handayani Yasutome, Takako Yuli Puspita Devi Yulia Wardita Yulianti, Anysiah Elly Zulkarnain, Mohammad