p-Index From 2021 - 2026
7.727
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Psikososial Anak Pasca Banjir di Desa Pohroh Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya Inayatillah, Inayatillah; Ramadhan, Rahmat; Banati, Aghisni; Rahmah, Alfa; Aisyah, Aisyah; Fatimah, Siti; Fadhlina, Amilah; Mukhtar, Marduati; Abdullah, Munawiah; Zahra Rizki, Alya
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v3i1.495

Abstract

Anak-anak merupakan kelompok rentan yang mengalami dampak psikososial signifikan akibat bencana banjir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kondisi psikososial anak pasca banjir melalui pendampingan yang suportif, partisipatif, dan berkelanjutan. Pengabdian dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen dalam program KPM Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh di Desa Pohroh, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan psikososial-partisipatif, dengan menempatkan anak sebagai subjek utama dalam proses pemulihan. Bentuk kegiatan meliputi trauma healing berbasis permainan, aktivitas kelompok, belajar sambil bermain, perlombaan edukatif, serta interaksi sosial yang aman dan menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap selama masa pengabdian untuk membangun rasa aman, kepercayaan diri, dan relasi sosial anak. Hasil pengabdian menunjukkan adanya penurunan kecemasan, meningkatnya partisipasi anak dalam aktivitas sosial, serta terbentuknya suasana psikososial yang lebih positif di lingkungan desa. Pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan psikososial berbasis komunitas efektif digunakan sebagai strategi pemulihan anak pasca bencana banjir.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Nasabah Bank Rakyat Indonesia Syariah (Studi Pada Bank Rakyat Indonesia Syariah Cabang Darussalam Banda Aceh) Vabiola Ghantynireta, Bunga; Inayatillah, Inayatillah; Evriyenni, Evriyenni
Scientific Journal of Students Islamic Economics and Business Vol. 2 No. 2 (2021): JIMEBIS
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jimebis.v2i2.189

Abstract

This study aims to determine the effect of service quality and trust on customer satisfaction at Bank Rakyat Indonesia Syariah Darussalam branch, Banda Aceh. This study uses a quantitative approach using multiple regression analysis. The sampling technique in this study was random sampling. Data collection techniques in this study by distributing questionnaires to 100 respondents. The results of this study indicate; (1) the service quality variable has no effect on customer satisfaction, (2) the trust variable has a positive and significant effect on customer satisfaction, and (3) together service quality and trust have an effect on customer satisfaction
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI ERA TEKNOLOGI MODERN Intan Nurrisma, Intan; Inayatillah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 10 No. 1 (2026): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/jjj0p682

Abstract

The development of digital media and Artificial Intelligence (AI) has brought fundamental changes to various aspects of human life, including education, da’wah, and religious practices. On the one hand, digital technology provides easier access to information, learning efficiency, and opportunities for the transformation of Islamic education. On the other hand, it also g presents serious challenges in the form of ethical crises, moral degradation, dehumanization, and the potential distortion of spiritual values. This article aims to analyze the integration of Islamic values in the utilization of digital media and AI in the modern technological era as an effort to maintain a balance between technological advancement and human values. This study employs a qualitative approach using a library research method by examining primary and secondary sources, including the Qur’an, Hadith, classical Islamic texts, and contemporary scholarly literature related to Islamic ethics and technology. The discussion reveals that Islamic values such as tawhid, trust (amanah), justice, responsibility, and noble character, grounded in the framework of maqāṣid al-sharī‘ah, can serve as an ethical foundation for the development and utilization of digital media and AI. The integration of these values is essential to ensure that technology functions as a means of public welfare rather than merely a tool of technical efficiency, thereby remaining aligned with Islamic spiritual and humanitarian objectives.  
Islamic Humanism and Akhlaq Formation: A Conceptual Study in Islamic Education Saputra, Adi; Inayatillah, Inayatillah
Al-Mudarris Vol 9 No 1 (2026): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v9i1.10825

Abstract

Studies on Islamic humanism have largely been situated within normative philosophical discourse and have not been sufficiently operationalized within Islamic education, particularly in relation to faith development and moral formation. This study aims to analyze the concept of Islamic humanism and its implications for akhlaq formation and holistic learner development in the context of Islamic education. Employing a conceptual library research approach, this study examines primary and secondary sources, including the Qur’an, Hadith, works of classical and contemporary Muslim philosophers and scholars, as well as Islamic education literature. The analytical framework is grounded in Islamic anthropology, particularly the concepts of fitrah, human dignity (karāmah al-insān), and akhlaq as the foundation of education. The findings indicate that Islamic humanism is theocentric in nature, positioning human dignity as inseparable from moral and spiritual responsibility to Allah SWT. From an Islamic education perspective, Islamic humanism contributes to faith development, moral cultivation, and holistic learner formation encompassing spiritual, moral, intellectual, and social dimensions. This study offers an original conceptual contribution by positioning Islamic humanism not merely as a philosophical discourse but as a pedagogical framework relevant to akhlaq and character education in contemporary Islamic education.
Epistemologi Islam dan Kontribusinya terhadap Ilmu Humaniora Rahmadana, Wulandari; Inayatillah, Inayatillah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15143

Abstract

Dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama merupakan polemik epistemologis yang terus diperdebatkan dalam diskursus keilmuan Islam. Dikotomi ini kerap melahirkan mispersepsi bahwa ilmu umum berada di luar kerangka ilmu agama, padahal pandangan tersebut bertentangan dengan prinsip integralistik dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep epistemologi Islam—khususnya bayani, burhani, dan irfani—serta menganalisis kontribusinya terhadap pengembangan ilmu umum, terutama dalam bidang humaniora. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi intelektual Islam klasik tidak dikenal pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum, karena keduanya dipandang sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dalam memahami realitas dan mengaktualisasikan ajaran Islam. Epistemologi Islam melalui pendekatan integratif-interkonektif menawarkan kerangka konseptual yang menghubungkan ilmu keagamaan dengan ilmu alam, sosial, dan humaniora. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga mendorong proses objektivikasi ilmu sebagaimana dikemukakan oleh Kuntowijoyo, di mana ilmu yang berakar dari nilai-nilai Islam dapat diterima secara universal sebagai pengetahuan yang rasional dan relevan, termasuk oleh masyarakat non-Muslim.