Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT STRES PASIEN DI RUANG RAWAT INAP: LITERATURE REVIEW SARI, RIKA KURNIA; PRAMANA, YOGA; FAUZAN, SUHAIMI
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.56919

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi dalam keperawatan adalah dasar dan kunci dari seorang perawat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Perawat dituntut dapat berkomunikasi dengan baik kepada pasien, satu diantara hambatan komunikasi adalah rasa emosional. Pasien yang di rawat di rawat inap memiliki kesehatan yang abnormal baik fisik maupun psikisnya. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana komunikasi teraupetik perawat, untuk mengetahui bagaimana tingkat stress pasien di ruang rawat inap, untuk mengidentifikasi bagaimana hubungan komunikasi teraupetik perawat dengan tingkat stress pasien di ruang rawat inap. Metode: Penelitian ini menggunakan database dengan penelusuran elektronik pada Google Scholar, Pudmed, Sciencedirect, Portal Garuda yang dipublikasi pada tahun 2015-2021 (menggunakan Analisa SPIDER). Dalam artikel yang di gunakan untuk review. Hasil: Komunikasi teraupetik perawat di pengaruhi oleh motivasi dan persepsi, komunikasi teraupetik perawatb aik, penerapan komunikasi teraupetik perawat yang baik meningkatkan hubungan saling percaya antara perawat dan klien sehingga kecemasan menurun dan tidak sampai kepada level stress. Kesimpulan: Komunikasi teraupetik perawat sangat penting untuk diterapkan secara baik untuk membina hubungan saling percaya bagi klien sehingga menekan cemas dan stress.
TINGGI BADAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: LITERATURE REVIEW Winda, Stella Agrifa; Fauzan, Suhaimi; Fitriangga, Agus
ProNers Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v8i1.47571

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek yang terjadi karena kondisi tumbuh dan kembang. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah tinggi badan ibu. Tinggi badan ibu berhubungan dengan pertumbuhan fisik anak. Ibu yang pendek merupakan salah satu satu faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Tujuan : mengidentifikasi hubungan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Metode : Jenis penelitian ini adalah literature review. Literature review dilakukan dengan cara pengidentifikasian dari narasumber dan sumber daya terakreditasi yang relevan dengan tema pembahasan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka SPIDER. Pemilihan narasumber dan sumber dilakukan dengan menggunakan kriterian inklusi dan eksklusi. Sumber yang terpilih kemudian dilakukan review. Hasil : Tinggi badan ibu mempunyai pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Genetik pendek pada ibu, akan mempengaruhi tinggi badan balita. Karakteristik ibu yang memiliki tinggi badan pendek membawa faktor genetika yang menyebabkan stunted, karena gen pembawa kromosom pendek kemungkinan besar akan menurunkan sifat pendek tersebut terhadap anaknya. Tinggi badan merupakan salah satu bentuk dari ekspresi genetik, dan merupakan faktor yang diturunkan kepada anak serta berkaitan dengan kejadian stunting. Kesimpulan : Tinggi badan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Secara genetik orang tua memiliki gen pewaris dalam kromosom dengan tinggi badan pendek akan menurunkan sifat pendek kepada anaknya, karena genetik seseorang diwariskan dari orang tua melalui gen.  Kata Kunci : tinggi badan ibu, stunting, balita
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN DENGAN PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK Rio, Kelvin; Budiharto, Ichsan; Fauzan, Suhaimi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.43412

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan kondisi di mana pembuluh darah terus-menerus menaikkan tekanan. Konsumsi lemak berlebih menyebabkan aterosklerosis sehingga menaikan tekanan darah, natrium memiliki sifat menarik air ke dalam pembuluh darah sehingga volume darah meningkat dan terjadilah kenaikan tekanan darah, kalium membantu tubuh menjaga keseimbangan jumlah natrium di dalam cairan sel, apabila tubuh kekurangan kalium, natrium yang berlebihan di dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan sehingga resiko hipertensi meningkat. Tujuan : Mengetahui hubungan antara konsumsi makanan dengan penderita hipertensi di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak. Metodologi Penelitian : Desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan Consecutive sampling dengan jumlah sampel 51 responden. Pengambilan data menggunakan tensimeter digital serta kuesioner Food Frequency Questionnare Method. Analisa menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil : Distribusi usia terbanyak kategori lansia (46 tahun) sebanyak 34 responden (66,7%), sedangkan untuk jenis kelamin pada kategori perempuan sebanyak 30 responden (58,8%). Hipertensi terbanyak pada derajat 1 sebanyak 32 responden (62,7%), natrium terbanyak kategori sering sebanyak 32 responden (58,8%), lemak terbanyak kategori jarang sebanyak 47 responden (92,2%), natrium_lemak terbanyak kategori jarang sebanyak 36 responden (70,6%), kalium terbanyak kategori jarang sebanyak 48 responden (94,1%). Hasil yang didapatkan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai p = sig. (2-tailed) natrium (1,000), lemak (1,000), natrium_lemak (0,960) dan kalium (0,970). Kesimpulan : Tidak ada hubungan konsumsi makanan dengan penderita hipertensi di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak tahun 2018.
Students' Knowledge Level on First Aid For Sports Injuries Aprizal, Wahyu; Fauzan, Suhaimi; Pramana, Yoga; Fradianto, Ikbal; Mita, Mita

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v10i2.94744

Abstract

Background: Sports injuries frequently occur among students during physical activities; however, many remain uninformed about proper first aid procedures, such as the RICE method (Rest, Ice, Compression, Elevation). Objective: This study aims to identify students' knowledge levels regarding first aid for sports injuries at SMA Negeri 7 Pontianak. Methods: This quantitative study employed a descriptive design using a survey method with a Guttman scale questionnaire. The sample consisted of 247 students from grades XI and XII at SMA Negeri 7 Pontianak. Results: The findings revealed that the majority of students possessed good knowledge (54.35%), adequate knowledge (43.5%), and insufficient knowledge (3.2%) regarding the RICE method. Although many students had not been directly exposed to the RICE method, they still demonstrated good knowledge, influenced by other factors such as curriculum or prior learning experiences. Conclusion: The majority of students demonstrated good knowledge regarding the RICE method.
One-Day Youth Red Cross Camp: Training High School Students in Splinting Techniques for School-Based Trauma Response Rahmah, R. A. Gabby Novikadarti; Fauzan, Suhaimi; Neri, Ervina Lili; Saputra, Dikki; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 11, No 4 (2025): December
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.101608

Abstract

Introduction: Emergencies resulting from accidents can occur in any setting, including schools. In Indonesia, the overall injury prevalence has been reported at 9.2%, with schools accounting for the second-highest setting for injuries (8.4%). Splinting is a core first-aid technique that helps stabilize suspected fractures and prevent further injury or complications. This community service program aimed to improve the knowledge and practical splinting skills of Youth Red Cross (PMR) members at SMA Negeri 1 Sungai Raya. Methods: A training-based intervention was delivered in a one-day camp format using lectures, demonstrations, and supervised hands-on practice. Training effectiveness was evaluated using pre- and post-tests to assess knowledge gains and structured observation during skills practice to assess performance. Results and Conclusion: Students’ knowledge increased substantially, as reflected by an improvement in mean test scores from 56.78 (pre-test) to 92.96 (posttest). Participants also demonstrated better adherence to correct splinting procedures during practice sessions. Overall, demonstration-centered training was effective for improving adolescents’ understanding and practical competency in splinting.
Description of Community Needs For Information on Prevention and Treatment of Dengue Hemorrhagic Fever (Dhf) at Sepauk Health Center Eprilesko, Romantha Fieolla Crissten; Titan Ligita; Suhaimi Fauzan
Viva Medika Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v18i2.1691

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by dengue virus and transmitted through the bite of female Aedes aegypti mosquitoes. The disease is endemic in tropical and some subtropical regions, becoming a serious health problem especially in developing countries, including Indonesia. DHF can trigger Extraordinary Events (KLB) and cause death. Information seeking is a community effort to gain knowledge about diseases, treatments, and health hazards, which helps them make informed health decisions. This study aimed to describe the community's need for information about the prevention and treatment of dengue hemorrhagic fever (DHF) at the Sepauk Health Center. This study was a quantitative study that used descriptive research methods. The sampling technique in this study was accidental sampling. The number of respondents was 89 people using a questionnaire research instrument for information needs related to dengue hemorrhagic fever (DHF). The results showed that the majority of respondents were aged 15-24 years (36.0%), female (64.0%), high school graduates (48.3%), housewives (33.7%), and had no history of DHF (71.9%). A total of 97.8% of respondents needed information about DHF, especially on how to prevent DHF at home. The most frequently used and desired source of information was health workers at health care facilities, while the most common barrier to obtaining information was lack of understanding of medical terms. People need information about DHF related to how to prevent DHF at home and the best approach for treatment. However, there are barriers to information due to lack of understanding of medical terms. This information is useful to support the DHF awareness campaign.
Co-Authors Agus Fitriangga Aldri Frinaldi Ali Akbar Ali Maulana, M. Amaludin, Mimi Andhi Fahrurroji Anggita, Dini Aprizal, Wahyu Arief Andriyanto Arif Wicaksono Arisanti Yulianda, Nita Asmara, Ratna Dewi Lintang Audrelia, Cheryl Aulia, Gina Bela, Widia Cyntia Budiharto, Ichsan C.W, Siti Aminah Debby Hatmalyakin Dewi, Devi Lestia Dikki Saputra Dwiantoro, Luky Ega Safie Nanda, Erza Eprilesko, Romantha Fieolla Crissten Ervina Lili Neri Fadilah, Rizki Faisal Kholid Fahdi Faisal Kholid Fahdi fatini, enny Fauzan Alfikrie Fitri Fujiana Fitri Fujiana Fitriangga, Agus Fitriani, Dina Fradianto, Ikbal Fujiana, Fitri Gabby Novikadarti Rahmah Hadijah Hadijah Hairunnisa Hairunnisa Hastuti, Maria Fudji Herdaningsih, Sulastri Herman Herman . Herman Herman Ibnu Kahtan, Muhammad Ignatia, Joanne Evansha Inderiyani, Inderiyani Intani, Merlisa Kesuma Kahtan, Muhammad Ibnu Khairunnisa Khairunnisa Kholid Fahdi, Faisal Lekatompessy, Roland M. Ali Maulana M. Ali Maulana Margun, Margun Martadi, Kharisma Aji Maulana, Iksan Maulana, M. Ali Maulana, Muhammad Ali Meta Bravana, Novi Mita Mita Mita Mita Mita Mita Mita, Mita Muhammad Ibnu Khatan Murtilita, Murtilita nabilla, putri Nadia Rahmawati Nita Arisanti Yulianda Novikadarti Rahmah, R.A. Gabby Nurpratiwi, Nurpratiwi Oktarini, Dewi Safa Pondi, Muhamad Pratiwi, Bella Putri Andriani Rachmadiwansyah, Abang Muhammad Hafidz Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmah, R. A. Gabby Novikadarti Rahmawati, Nadia Rasyid, Agung Nur Ratnasari, Monika Rika Kurnia Sari Rio, Kelvin Rofirullah, Fazrul S.U. Adiningsih, Berthy Safitri, Dewin Sari, Ceria Permata Selpiani, Emerentiana Septiastuti, Dinda Miranda Shalsabila, Zahwa Randa Siti Nani Nurbaeti Sukarni Sukarni Syamsiar, Syamsiar Tafwidhah, Yuyun Tari Dwi Sundari K Triyana Harlia Putri Ucok Budiman Usianti, Arilia Uti Rusdian Hidayat Vitaliana Chesar, Putri Reishi Wahyarti, Heni Winda, Stella Agrifa yanti, Restu dama Yoga Pramana Yovita Yovita Yulanda, Nita Arisanti Yunita Eriska Zakaria, Sultana Zenita Indra Ramadhita