Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN LUAR RUANGAN SEBAGAI PROSES PENDIDIKAN LINGKUNGAN Ali, Muhammad; Wahyuni, Sri; Erwing, Erwing
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i3.2266

Abstract

Pendidikan lingkungan bertujuan untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa  terhadap permasalahan lingkungan. Salah satu metode pendidikan lingkungan di perguruan tinggi adalah outdoor learning yang mengutamakan pengembangan pengalaman mahasiswa untuk berinterkasi dengan alam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi mahasiswa tentang penggunaan metode outdoor learning dalam pendidikan lingkungan. Persepsi adalah penilaian mahasiswa tentang manfaat outdoor learning untuk pengembangan kreativitas, pengembangan sikap, pengembangan perilaku, penguasaan materi, ketertarikan, komunikasi dosen dan mahasiswa, pengalaman belajar dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Kajian kami ini juga menguraikan capaian pembelajaran serta hubungannya dengan persepsi mahasiswa tentang outdoor learning. Penelitian ini merupakan  deskriptif survey dengan responden sebanyak 75 mahasiswa pendidikan guru biologi di Sulawesi Selatan. Pra eksperimen dilakukan dengan memberikan pembelajaran dengan model outdoor pada responden sebagai bagian dari pelaksanaan perkuliahan.  Peneliti selanjutnya menguji persepsi mereka melalui kuesioner. Capaian pembelajaran adalah penilaian pengetahuan dan sikap belajar yang ditunjukkan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa menilai metode outdoor learning mengembangkan pengalaman belajar secara baik dan sebaliknya, pengembangan perilaku lingkungan dinilai sangat rendah dalam outdoor learning. Hasil analisis capaian pembelajaran menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya memperoleh pengetahuan dan sikap belajar yang tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi mahasiswa dengan capaian pembelajaran.
The effectiveness of the ecopreneurship model in increasing environmental awareness among college students Haris, Risma; Nur, Syahban; Lutfi; Ali, Muhammad; Hafidah, Andi; Sartika S
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 9 No. 01 (2025): IRJE |Indonesian Research Journal in Education|
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v9i01.34988

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of the ecopreneurship model in increasing environmental awareness among midwifery students. The research method was quasi-experimental, with a control group design using midwifery students as research subjects. The research stages include applying the ecopreneurship model in the learning process in the lecture hall, as well as measuring the level of knowledge before and after. A valid and reliable survey instrument was used to collect data regarding student perceptions and attitudes towards the environment. The data analysis results show that applying the ecopreneurship model significantly increases environmental knowledge and awareness among midwifery students. Previously, students tended to have a limited understanding of environmental issues and their relevance in the context of entrepreneurship education. However, after learning about the ecopreneurship model, there was a real increase in students' understanding, attitudes, and involvement towards environmental issues.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DALAM PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK SAPI, ARANG SEKAM, DEDAK PADI SEBAGAI PUPUK BOKASHI Mutmainna; Ali Tahir, Muhammad; Muhammad Irfan Taufan Asfar, Andi; Muhamad Iqbal Akbar Asfar, Andi; Nurannisa, Andi; Amalia, Nur; Widia Diningsih, Andi
JCOMMITS: Journal of Community Empowerment, Inovation, and sustainability Vol. 1 No. 1 (2023): Jcommits (The Journal of Community Empowerment, Innovation, and Sustainability)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of cow dung waste in Tappale Village, especially for Karang Taruna Sipabokori partners in Tappale Village, is still a crucial problem. So far, cow dung waste has only been thrown away and piled up, sometimes people even throw it in waterways, thereby polluting the environment. Therefore, with the Community Service Program (PKM-PM) activities, we will provide a solution to Karang Taruna Sipabokori partners in Tappale Village in processing cow dung waste into bokashi fertilizer as an alternative companion fertilizer. The implementation method for PKM-PM activities is carried out in three stages, namely the counseling or socialization stage, the training stage and the mentoring stage. The results of implementing PKM activities for partners showed a significant increase in knowledge and skills regarding the benefits of cow dung waste and partners were able to process cow dung waste into bokashi fertilizer with additional supporting materials, namely husk charcoal and rice bran with an increase of 90%, packaging and labeling reached 90% percentage and marketing reach 100% percentage.
Eksplorasi Aspek Kognitif Siswa Kelas X SMAN 14 Bone Melalui Kegiatan Ekowisata Pada Materi Keanekaragaman Hayati Nasrul, Muhammad; Ali, Muhammad; Adiansyah, Romi
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek kognitif siswa dalam memahami konsep keanekaragaman hayati melalui kegiatan ekowisata sebagai bentuk pembelajaran kontekstual di SMAN 14 Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tujuh siswa kelas X yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekowisata berperan signifikan dalam memperkuat aspek kognitif siswa pada tiga ranah utama, yaitu: pemahaman konsep ekosistem, keterampilan observasi dan identifikasi spesies, serta kesadaran ekologis. Siswa mampu mengaitkan teori dengan fenomena nyata, mengidentifikasi flora dan fauna lokal seperti Ficus septica dan Anguilla bicolor, serta menunjukkan peningkatan reflektif terhadap pentingnya konservasi lingkungan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa kegiatan ekowisata dapat dijadikan strategi pembelajaran biologi yang efektif dan kontekstual untuk meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah serta kesadaran lingkungan siswa
Penerapan Media Animasi dan Video untuk Mengembangkan Pemahaman Konsep Siswa pada Pembelajaran Biologi Kelas X SMAN 7 Bone Resmi Resmi; Nurmi Nurmi; Muhammad Ali
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 3 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i3.5725

Abstract

Education is a process of changing behavior, adding knowledge, and life experiences so that students become more mature. Education in the digital era is advancing rapidly; advances in technology are not limited to adults; elementary school-age children can also benefit from current technological developments. This research aims to demonstrate how to use animation and video media to enhance students' understanding of biological concepts. The research used is quantitative research with the type of Pre-Experimental Design research with the type of One Group Pre-Test and Post-Test Design. The population comprises 5 classes, and sampling is conducted using purposive sampling. The research sample is class X.E1 with a total of 28 students. The data collection techniques used in this study include the provision of pre- and post-test sheets for student concept understanding and documentation. According to the data analysis that has been carried out using SPSS (Statistical Package for the Social Science) for windows version 23 as a data management tool which shows that the normality test on the Shapiro-Wilk results shows that the Pretest (sig) values > (0.05) or (0.010) > (0.05) and Postest (sig) > (0.05) or (0.215) > (0.05) are normally distributed. After the normality test is carried out, a homogeneity test is then carried out to find out whether the data from the population is homogeneous or not, stating the probability (0.042) > (0.05), so that it can be concluded that the homogeneous population is accepted.
PENGARUH METODE OUTING CLASS TERHADAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI SMAN 7 BONE Riskawati; Ali, Muhammad; Nurmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46918

Abstract

Outing class is a fun teaching and learning activity. This learning activity can be said to be fun because playing is voluntary and creates a sense of enjoyment for students. Through play, learning activities that initially felt boring for students transform into enjoyable learning activities through play. Teaching and learning activities are not conducted indoors as is usually the case, but rather outdoors. This activity brings students closer to their environment. This research used a quantitative research with a Pre-Experimental Design with a One Group Pre-Test and Post-Test Design. The population consisted of five classes, and sampling was carried out using a purposive sampling technique. The sample was class XE 2 of SMAN 7 SMAN 7 BONE, with 26 students. Data collection techniques used in this study included providing pre- and post-test sheets to assess students' conceptual understanding and documentation. Based on the results of the research, it can be concluded that the outing class method has an effect on students' environmental awareness. Data management showed that the average pre-test score was 62 and the average post-test score was 84.42. The SPSS analysis results show a significance value of 0.000, which is less than 0.05, indicating that the use of the outing class method as a learning resource is effective in improving students' environmental awareness. Keywords: Influence, Outing Class, Environmental Awareness
Analisis Kesulitan Guru Biologi dalam Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian Pembelajaran pada Implementasi Kurikulum Nasional Thesa Safira Habibi; Muhammad Ali; Muliana Muliana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4768

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu apa saja kesulitan yang dialami guru Biologi dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran berbasis Kurikulum Nasional di SMA Negeri 3 Bone. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan guru Biologi dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran berbasis Kurikulum Nasional di SMA Negeri 3 Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima guru Biologi sebagai informan utama dan satu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sebagai informan pendukung. Pemilihan informan dilakukan secara purposive karena mereka dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan pembelajaran Biologi serta kebijakan kurikulum di sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan, guru mengalami kesulitan berupa keterbatasan waktu, kurangnya sosialisasi dan tingginya beban administrasi. Pada aspek pelaksanaan, guru mengalami kesulitan akibat rendahnya motivasi belajar peserta didik, penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik, penerapan metode pembelajaran yang belum sepenuhnya sesuai dengan tuntutan Kurikulum Nasional, serta keterbatasan fasilitas pembelajaran. Pada aspek penilaian, guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan penilaian autentik, penggunaan rubrik penilaian dan pemberian umpan balik akibat kurangnya sosialisasi, padatnya materi pembelajaran dan banyaknya jumlah peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa guru Biologi di SMA Negeri 3 Bone masih mengalami berbagai kesulitan dalam mengimplementasikan Kurikulum Nasional
PERSEPSI GURU TERHADAP LKPD BERBASIS HOTS SEBAGAI ALAT EVALUASI FORMATIF PEMBELAJARAN BIOLOGI SMAN 13 BONE Mutmainnah Hairunnisa Bahrun; Romi Adiansyah; Muhammad Ali
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12400

Abstract

ABSTRACT The use of Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based Student Worksheets (Lembar Kerja Peserta Didik or LKPD) has continued to expand as part of formative assessment practices. However, teachers' perspectives on the use of HOTS-based LKPD, particularly regarding their role as formative assessment tools in biology learning, have received limited research attention. This study explored teachers' perceptions of the use of HOTS-based LKPD as a formative assessment tool at SMAN 13 Bone. A descriptive qualitative approach was employed, involving four biology teachers as the primary informants and eight students as supporting informants selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. The findings indicate that teachers perceive HOTS-based LKPD not only as instruments for assessing learning outcomes but also as tools for revealing students' thinking processes, thereby facilitating the provision of feedback and continuous improvement of instructional practices. Although their implementation is still influenced by time constraints, the readiness of teachers and students, and the availability of school facilities, teachers' positive perceptions encourage the consistent use of HOTS-based LKPD in formative assessment. This study highlights that teachers' perceptions serve as a crucial link between the use of HOTS-based LKPD and the effectiveness of formative assessment, while contributing to a broader understanding of assessment practices aimed at fostering higher-order thinking skills in biology education. ABSTRAK Pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran terus berkembang sebagai bagian dari implementasi evaluasi formatif. Namun, pandangan guru mengenai penggunaan LKPD berbasis HOTS masih belum banyak diteliti, khususnya dalam kaitannya dengan fungsinya sebagai alat evaluasi formatif pada pembelajaran biologi. Kajian ini mengeksplorasi persepsi guru terhadap penggunaan LKPD berbasis HOTS sebagai alat evaluasi formatif di SMAN 13 Bone. Penelitian dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan empat guru biologi sebagai informan utama dan delapan siswa sebagai informan pendukung yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Analisis menunjukkan bahwa guru memandang LKPD berbasis HOTS sebagai instrumen yang tidak hanya menghasilkan informasi mengenai capaian belajar, tetapi juga mengungkap proses berpikir peserta didik sehingga mendukung penyusunan umpan balik dan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. Meskipun implementasinya masih dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, kesiapan guru dan peserta didik, serta dukungan fasilitas sekolah, persepsi positif guru mendorong pemanfaatan LKPD secara konsisten dalam evaluasi formatif. Kajian ini menegaskan bahwa persepsi guru menjadi penghubung penting antara penggunaan LKPD berbasis HOTS dan efektivitas evaluasi formatif, sekaligus memperkaya pemahaman mengenai implementasi asesmen yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran biologi.
Hubungan antara Gaya Belajar dengan Minat Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Bone Asriani Amelia; Romi Ardiansyah; Muhammad Ali
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5305

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha yang bertujuan untuk menyediakan ruang bagi manusia dalam mengembangkan potensi yang dimiliki, sehingga kemampuan dan keterampilan tersebut dapat tumbuh secara alami. Melalui pendidikan, individu diberikan kesempatan untuk berkembang dan membentuk kepribadian yang mandiri, aktif, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa sosial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar dengan minat belajar biologi siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Experimental Design dengan tipe One Group Pre-Test and Post-Test Design. Jumlah populasi terdiri 12 kelas dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian yaitu kelas X.11 dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian Pra dan Pasca angket minat belajar siswa, dan dokumentasi. Sesuai analisis data yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Science) for windows version 25 sebagai alat bantu pengelola data yang menunjukkan bahwa uji normalitas pada hasil Shapiro Wilk menunjukkan bahwa nilai Pretest (sig) > (0.05) atau (0.588) > (0.05) dan Postest (sig) > (0.05) atau (079) > (0.05) berdistribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas, selanjutnya dilakukan uji homogenitas untuk mengetahui data dari populasi homogen atau tidak, menyatakan probabilitas (0,255) > (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa populasinya homogen diterima
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN: STRATEGI INOVATIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Septiana, Dinda; Ali, Muhammad; Jusniati, Andi; Aenil, Nur; Asrisal, Asrisal; Adrian M.R, Muh; Firdaus, Firdaus
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48194

Abstract

This study aims to analyze the effect of innovative learning method interventions on student learning motivation at SMA Negeri 10 Bone. The background of this study is the observed passivity of students during instructional activities, driven by low intrinsic motivation and a monotonous learning climate. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving an experimental class that received innovative learning interventions and a control class that continued with conventional methods. Data were collected through structured observation sheets measuring five indicators of learning motivation across 12 learning sessions. The results indicate that the experimental class showed a significant increase in average motivation from 27.6% to 78%, with an N-Gain of 0.69 in the high category, while the control class only reached 44.2% with an N-Gain of 0.23. Independent sample t-test results showed a significance value (Sig.) < 0.05, confirming that innovative learning method interventions significantly improve student learning motivation. Therefore, the application of varied instructional methods, constructive formative feedback, and a supportive classroom climate is an effective strategy for improving learning motivation in senior high school settings.