p-Index From 2021 - 2026
10.718
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kinesik Telematika : Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi Nomosleca ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Jurnal ASPIKOM MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Jurnal Representamen NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial PRoMEDIA EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS JIKE : Jurnal Ilmu Komunikasi Efek Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Jurnal Gema Ngabdi LINIMASA: JURNAL ILMU KOMUNIKASI Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia The Journal of Society and Media Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Nusantara Science and Technology Proceedings Global and Policy Journal of International Relations Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengbdian Teknik Mesin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Signal Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu komunikasi (JIPIK) Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas Innovative: Journal Of Social Science Research Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat JOSAR (Journal of Students Academic Research) Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Spektrum Komunikasi Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Jurnal Cendekia Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP PEREMPUAN DALAM FILM “SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS” Baptista Varani, Chiara; Arviani, Heidy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2653-2662

Abstract

Film banyak digunakan untuk merepresentasikan realitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat, salah satunya yakni mengenai budaya patriarki yang mempengaruhi kesetaraan gender. Sistem patriarki membuat kaum perempuan seringkali mendapatkan perlakuan yang berbeda dibanding laki-laki, pada akhirnya hal tersebut seringkali membuat posisi perempuan berada di posisi yang dirugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan yang ada pada adegan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” dengan menggunakan semiotika John Fiske. Penelitian ini berawal dari film yang dibuat dengan balutan isu sensitif seperti kekerasan seksual dan penyalahgunaan kuasa. Film yang disutradarai oleh Edwin ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Eka Kurniawan. Hasil yang ditemukan melalui tiga level analisis John Fiske (level realitas, level representasi, dan level ideologi) didominasi oleh ekspresi, gaya bicara, gerak tubuh, suara, dialog, dan patriarki. Ketidakadilan gender yang dialami oleh empat tokoh perempuan dalam film ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap perempuan, pelabelan negatif mengenai perempuan, dan kegiatan lain yang merugikan perempuan masih kerap terjadi. Film ini menjadi bukti bahwa kesetaraan gender belum sepenuhnya disadari oleh seluruh masyarakat Indonesia.
ANALISIS WACANA KRITIS PERLAWANAN LANSIA TERHADAP AGEISM DALAM FILM “GOOD LUCK TO YOU, LEO GRANDE” Fadhilah Amalia, Ghina; Arviani, Heidy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2636-2646

Abstract

Menentang ageism atau diskriminasi usia dalam media mainstream yang kerap mengabaikan lansia, film “Good Luck To You, Leo Grande” menawarkan sebuah perspektif baru yang signifikan, dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Penelitian ini mengkaji bagaimana film tersebut merepresentasikan perlawanan lansia terhadap ageism dengan membedah dimensi-dimensi wacana meliputi: dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Analisis ini menyoroti bagaimana dimensi-dimensi ini berperan dalam membongkar mitos-mitos yang beredar tentang seksualitas lansia dan mengungkap ideologi atau idealisme yang mendasari pembuat film Sophie Hyde. Studi ini mengeksplorasi bagaimana tokoh utama, Nancy, menentang keyakinan yang terinternalisasi tentang berhentinya kehidupan seksual perempuan pasca-menopause dan anggapan bahwa seks hanya milik kaum muda. Dengan demikian, temuan-temuan tersebut mengungkap wacana dalam film yang melawan tabu seksualitas lansia dan mempromosikan penerimaan diri, berlandaskan pada pemikiran Sophie Hyde mengenai narasi penuaan dan gairah yang lebih inklusif.
PERSEPSI REMAJA TERHADAP ASPEK PORNOGRAFI DALAM KONTEN ALTERNATE UNIVERSE (AU) 21+ AKUN TWITTER @CAXXXSA Azzahra Siregar, Thallah; Arviani, Heidy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4156-4163

Abstract

Remaja sebagai kaum terpelajar dianggap sebagai masyarakat yang responsif dan antusias terhadap fenomena di media sosial. Dengan membahas fenomena Alternate Universe (AU) kepada para remaja penggemar K-Pop memungkinkan bagi mereka untuk berbagi cerita fiksi yang belum pernah dijumpai seperti Alternate Universe (AU) berlabel 21+ di Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aspek-aspek pornografi dan persepsi remaja sejauh mana tanggapan, respon, dan pengetahuan remaja tentang konten Alternate Universe (AU) 21+ di akun Twitter @caxxxsa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pandangan remaja terhadap konten tersebut. Peneliti menggunakan informan remaja sebanyak 8 orang untuk memperoleh data melalui teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori persepsi oleh Kenneth K. Sereno, Edward M. Bodaken, Judy C. Pearson, dan Paul E. Nelson yang dapat dianalisis dengan tiga kategori Atensi, Sensasi, dan Interpretasi. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini menunjukkan bahwa remaja tertarik pada konten Alternate Universe (AU) 21+ akun Twitter @caxxxsa karena adanya faktor visual seperti gambar dan teaser video, serta faktor estetika dalam gaya penulisan teks cerita fiksi. Namun, remaja juga merasa tidak nyaman dengan tidak adanya triggered warning pada konten untuk 21+ sehingga dapat dikonsumsi oleh remaja minor. Remaja menyetujui terkait adanya konten Alternate Universe (AU) di Twitter yang mengandung unsur pornografi disebut sebagai pornoteks. Selain itu, remaja juga tidak menyetujui terhadap penggunaan karakter fiksi yaitu Kim Taehyung yang diceritakan dalam Alternate Universe (AU) berlabel 21+.
Melestarikan Budaya Jawa Melalui Media Digital: Studi Etnografi Virtual tentang Adaptasi Strategis Radio Puspa FM Achmad, Zainal Abidin; Febrianita, Roziana; Arviani, Heidy
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v10i2.44572

Abstract

As a station dedicated to preserving local Javanese culture, Puspa FM faces challenges in expanding its audience and increasing advertising revenue within a competitive media landscape. This study examines Radio Puspa FM's strategic adaptation in Pacitan, Indonesia, amid digital transformation and cultural commodification. Using a qualitative approach and virtual ethnography, researchers interacted with the station as listeners, community members, and contributors. Seven informants were purposively selected based on their active involvement in Puspa FM's management, cultural programming, and online listener communities. We triangulated in-depth interviews, participant observation, and a focus group discussion as our data collection methods. The findings reveal that Puspa FM utilizes digital platforms such as Facebook, Instagram, and YouTube to extend its reach and attract advertisers, while participatory engagement sustains its cultural authenticity. It also shows that the station reconfigures its content and business model to enhance engagement and sustainability while maintaining its cultural mission. The study implies that integrating digital innovation with participatory values can serve as a practical model for local cultural media seeking to balance tradition, audience engagement, and financial resilience in the digital era.
Penerimaan Masyarakat Jakarta terhadap Citra Polri dalam Lagu "Bayar Bayar Bayar" Karya Band Sukatani Syahputri, Febriana Indah; Arviani, Heidy
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i2.5831

Abstract

This study aims to examine the public reception of the police image in the song “Bayar Bayar Bayar” by the band Sukatani among Jakarta residents, using Stuart Hall’s encoding-decoding analysis. The song gained public attention for addressing issues of extortion, bribery, and abuse of power often associated with the police’s negative image. This research employs a qualitative method through in-depth interviews with 12 informants from various backgrounds. The analysis reveals two reception positions: dominant-hegemonic and negotiated. In the dominant-hegemonic position, the public fully accepts the song’s message as a reflection of social reality. In the negotiated position, the public acknowledges the existence of extortion practices but rejects generalizing such behavior to the entire institution, attributing it instead to individual misconduct. No oppositional position was found. The findings conclude that “Bayar Bayar Bayar” functions more as a reinforcement and affirmation of the police’s negative image rather than as a creator of a new one. The song reflects public unease while also opening a space for criticism toward the police institution.
Analisis Isi Sustainable Development Goals tentang Climate Action pada Konten Tiktok @pandawaragroup Wibisono, Adi; Arviani, Heidy
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i2.5833

Abstract

Environmental issues such as pollution, waste, and climate change demand collective awareness. The Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 13 (Climate Action), emphasize adaptation, mitigation, and climate literacy. In the digital era, TikTok has proven effective in disseminating sustainability messages. This study analyzes the representation of climate action on the @pandawaragroup account using a descriptive qualitative approach and a case study method. Fifteen videos were purposively selected based on high engagement and relevance to Climate Action indicators. Content analysis was conducted through stages of selection, analysis, interpretation, and conclusion, combined with interactive analysis to understand meaning and social context. The results show that @pandawaragroup’s content aligns with the targets of Climate Action, particularly by depicting environmental crises such as floods caused by waste accumulation, educating the public on waste management, and encouraging community participation in clean-up activities. The representation of climate action is also reflected through collaborations with communities and government institutions in mitigation efforts and environmental preservation campaigns. The use of simple and emotional communication effectively raises awareness among younger generations, expands sustainable public advocacy, and encourages community participation in local environmental actions.
Advocacy Communication YLBHI-LBH Surabaya in Criminalization of Female Workers in Surabaya 2024: Komunikasi Advokasi YLBHI-LBH Surabaya dalam Kasus Kriminalisasi Buruh Perempuan di Surabaya Tahun 2024 Nabila, Ismaya Syafa; Arviani, Heidy
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriminalisasi buruh perempuan merupakan bentuk diskriminasi terhadap buruh perempuan yang sedang memperjuangkan hak-hak ketenagakerjaannya dengan ancaman hukum untuk mendiamkan individu atau kelompok buruh perempuan yang menyuarakan ketidakadilan. Pada tahun 2024, salah satu kasus yang menjadi sorotan YLBHI-LBH Surabaya adalah kasus kriminalisasi seorang buruh accounting yang memperjuangkan hak atas upah namun dituduh melakukan pemalsuan surat. Tidak hanya memberikan bantuan hukum pendampingan hukum untuk memastikan bahwa korban mendapatkan hak-hak ketenagakerjaannya, YLBHI-LBH Surabaya juga melakukan advokasi untuk membangun kesadaran buruh dan publik terhadap kasus tersebut. Penelitian ini berfokus pada komunikasi advokasi yang dilakukan YLBHI-LBH Surabaya dalam membangun kesadaran buruh dan publik terhadap kasus kriminalisasi buruh perempuan di Surabaya tahun 2024 serta keterwakilan korban terhadap peran YLBHI-LBH Surabaya dalam memperjuangkan hak-haknya. Secara teoritis, penelitian ini akan menggunakan teori komunikasi advokasi yang dikemukakan oleh Center for Communication Programs (CCP) Johns Hopkins University dengan enam tahapan yakni analisis, strategi, mobilisasi, aksi, evaluasi, dan kesinambungan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksploratif. Teknik pengumpulan data, yakni studi literatur, in-depth interview, observasi, dan dokumentasi dengan analisis data melalui reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah upaya yang dilakukan oleh YLBHI-LBH Surabaya sejalan dengan teori komunikasi advokasi dan dapat membangun kesadaran buruh dengan melibatkan buruh dalam proses komunikasi advokasi serta korban merasa pendampingan hukum yang dilakukan oleh YLBHI-LBH Surabaya membantu korban dalam memperjuangkan hak-haknya, sedangkan untuk masyarakat komunikasi advokasi yang dilakukan belum maksimal dalam membangun kesadaran karena keterbatasan informasi mengenai kasus tersebut.
Analisis Wacana Kritis Politik Oligarki dalam Podcast Bocor Alus Politik "Bedah Kasus Pertamina dan Jaringan Politik Riza Chalid" YouTube Tempo.co Lailatul Magfiroh; Heidy Arviani
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 3 (2026): JULY 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i3.5875

Abstract

This study examines oligarchic political discourse in Tempo.co’s Bocor Alus Politik podcast episode “Pertamina and Riza Chalid’s Political Network.” It investigates how political–economic power relations are represented in media narratives when discussing Indonesia’s energy governance, particularly regarding fuel imports, policy “conditioning,” and elite networks. The research employs a descriptive qualitative design and Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis framework, focusing on the dimensions of text, social cognition, and social context. The findings show that the podcast constructs oligarchy as a mode of power operating beyond formal state institutions through interconnected political and business actors that mutually reinforce protection and access. Riza Chalid is framed not merely as a businessman but as an informal political actor perceived to influence national energy policy and the distribution of rents. Evaluative lexical choices such as “Gasoline Godfather,” “old modus,” and the metaphor “out of the tiger’s mouth into the crocodile’s jaws” function to sharpen criticism that the issue is not reducible to individual wrongdoing, but rooted in structural continuity and the reproduction of networks. These results align with Jeffrey A. Winters’s concept of oligarchy as income defense, in which political power is used to secure wealth accumulation and protection by a narrow elite. Practically, the podcast as a digital platform operates as a space of counter-discourse, expanding public understanding of the nexus between media, power, and energy politics.
Analisis framing pemberitaan ijazah palsu Jokowi di CNN Indonesia dan Republika (periode April-Mei 2025) Subarkah, Ahmad Arya; Arviani, Heidy
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43605

Abstract

Abstract This study was driven by the widespread coverage of the alleged fake diploma issue involving Jokowi in online media during the period of April–May 2025. During this period, there were two important moments, namely the filing of the first civil lawsuit at the Solo District Court and the announcement of the forensic test results by Bareskrim Polri. As mainstream media, CNN Indonesia and Republika have different ideological orientations and editorial styles, which affect how both construct and narrate the alleged fake diploma issue involving Joko Widodo to the public. CNN Indonesia is generally known for emphasizing unbiased presentation of data, concise language, and a thematic narrative style, whereas Republika places greater emphasis on moral dimensions and social conflict in its reporting. The purpose of this study is to analyze the differences in framing of the alleged fake diploma coverage of Jokowi in the two media outlets. This study uses a descriptive qualitative approach with Robert M. Entman’s framing analysis model. The unit of analysis consists of eight news articles, four from CNN Indonesia and four from Republika, selected through digital archive searches on the websites of the two media outlets using the keyword “Jokowi fake diploma.” The findings show that CNN Indonesia tends to frame the issue in a procedural and verificative manner by highlighting institutional authority, legal certainty, and the results of the official investigation as a way to close the controversy. Meanwhile, Republika places greater emphasis on actor conflict, demands for public transparency, and the moral and political dimensions of the Jokowi diploma issue. This study is expected to contribute academically to the development of online media framing studies, as well as serve as a reference for journalism practitioners in presenting news in a more balanced, objective, and high-quality manner. Keywords: Framing; Robert M. Entman; Jokowi’s Fake Diploma; CNN Indonesia; republika.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pemberitaan mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi di media daring pada periode April–Mei 2025. Terdapat dua momen penting pada periode tersebut, yaitu pengajuan gugatan perdata pertama di Pengadilan Negeri Solo serta pengumuman hasil uji forensik oleh Bareskrim Polri. Sebagai media arus utama, CNN Indonesia dan Republika memiliki orientasi ideologis serta gaya editorial yang berbeda, sehingga memengaruhi cara keduanya mengonstruksi dan menarasikan isu dugaan ijazah palsu Joko Widodo kepada khalayak. CNN Indonesia cenderung dikenal mengedepankan penyajian data tanpa bias, bahasa yang padat, dan gaya narasi yang tematik, sedangkan Republika lebih menonjolkan dimensi moral serta konflik sosial dalam pemberitaannya. Tujuan kajian ini untuk menganalisis perbedaan framing pemberitaan dugaan ijazah palsu Jokowi pada kedua media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing model Robert M. Entman. Unit analisis terdiri dari delapan berita, masing-masing empat berita dari CNN Indonesia dan Republika, yang dipilih melalui penelusuran arsip digital pada website kedua media dengan kata kunci “ijazah palsu Jokowi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNN Indonesia cenderung membingkai isu secara prosedural dan verifikatif dengan menonjolkan otoritas institusional, kepastian hukum, dan hasil penyelidikan resmi sebagai penutup polemik. Sementara itu, Republika lebih menonjolkan konflik aktor, tuntutan transparansi publik, serta dimensi moral dan politis dari isu ijazah Jokowi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam pengembangan kajian framing media daring, serta menjadi referensi bagi para pelaku industri jurnalistik dalam menyajikan berita secara lebih berimbang, objektif, dan berkualitas. Kata-kata kunci: Framing; Robert M. Entman; Ijazah Palsu Jokowi; CNN Indonesia; republika.
Co-Authors Ade Kusuma Adella Putri Macharani Adinda Larasati Darmawan Aditya Ilham Priambodo Afif Wilanda Anaqhi Agustiawati, Putri Aulia Ahmad, Namira Yunita Alamiyah, Syifa Syarifah Allan Ruhui Fatmah Sari Alya Syahputri Amelia, Estherina Amirah Shinta Permatasari Amri Muhaimin Anaziah Safitri Andisa Rizky Febrianti Angela Lisanthoni Annisa Dwi Safitri Anugrah Gultom, Daniel Aprilia Setya Kurniawati Ardhelia Damayanti Wirawan Arianto, Irwan Dwi Augustin Mustika Chairil Azzahra Siregar, Thallah Baptista Varani, Chiara Berliana, Sandra Cindhi Eka Suciani Clareta, Dyva Daffan Firzatullah, Raka Damayanti, Nita Lutfiana Dewi, Sandra Berliana Dewi, Sandra Berliana Dian Afifuddin Dian Hutami Rahmawati Dian Hutami Rahmawati Diana Aqidatun Nisa Dimas Putra Dirmagina Dina Safira Putri Dinda Febri Putri Thaher Dita Atasa Dito Yusri Putra DR. CATUR MSI SURATNOAJI Dyva Claretta Endah Murniaseh Erika Yulyawati Fadhilah Amalia, Ghina Fahrudin, Tresna Maulana Fara Amilia Jayanti Fidela Rizky Ramadhani Ghassani Shabrina Prasetyo Hadiati, Novianisa Asmar Haidar Ferdian Ilyasa Ignatia Regita Wijaya Illah, Atok Ilmi Fadlilah Indriastuti, Yudiana Indy Nadhea Safitri Jessica Charisma Perdana Kayyisa, Binta Krisna Rendi Awalludin Kusnarto Kusuma, Ade Kusuma, Ade Lailatul Magfiroh Latif Ahmad Fauzan Linar Aprillia Vinka Tasya Lisanthoni, Angela Lutfiana, Nita Madania, Nuril Marisa Oktaviana Marsha Vella Santara Masnuna, Masnuna Mia Puspitasari Mohammad Kafi Putra Jauhari Muhaimin, Amri Muhammad Usamah Robbani Mustikasari, Ratih Pandu Mutiara Kalyaveda Nabila, Ismaya Syafa Natasya Candraditya Subardja Ni Made Nadia Resmarani Ninda Talita Utami Nisrina Delinda Nobertus Ribut Santoso Norsely, Febfi Novianisa Asmar Nur Hanif Nuril Madania Olivia Nibtia Rahmadillah Prasojo Putri Ambarwati Putri Aulia Aguswati Putri, Cindy Prastia Rahma Wulandari Rahmad Alfian Haryono Rakinda Wanayang Army Syah Putri RAMADHAN, MUHAMMAD FARHAN Ratih Pandu Mustikasari Ratih Pandu Mustikasari Rena Rigin Putri Ridhotul Khafshoh Islami Rima Karmelia Fernanda Ririn Puspita Tutiasri Rizky Ramadhani, Fidela Rofi Wahyu Aditama Rohmatul Afrida Nor Laili Roziana Febrianita Sabilla Mega Yustika Saifuddin Zuhri Santara, Marsha Vella Santara, Marsha Vella Santara, Marsha Vella Sari, Allan Ruhui Fatmah Satria Ikhtara Rizki Savira Izzaanti Septiana Dina Mahiro Sherly Yoland Artamevia Saputra Sofia Ayu Lestari Subardja, Natasya Candraditya Subarkah, Ahmad Arya Suciani, Cindhi Eka Suksmawati, Herlina Sulistiyawati Sulistiyawati Sumardjijati Sumardjijati Sumardjijati Syafrida Febriyanti Syahputri, Febriana Indah Syarizal Agam Mahendra Syifa Syarifah Alamiyah Teguh Yulianto, Teguh Thallah Azzahra Siregar Tresna Maulana Fahrudin Uswatul Husna Vembika Fathan Kusuma Via Rahma Aulinda Wibisono, Adi Yudha, Dhian Satria Yuli Candrasari Yuliansya, Tedy Dwi Yunita Safitri Zainal Abidin Achmad Zamzami, Moch