p-Index From 2021 - 2026
10.279
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kinesik Telematika : Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi Nomosleca ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Jurnal ASPIKOM MetaCommunication; Journal Of Communication Studies Jurnal Representamen NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial PRoMEDIA EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS JIKE : Jurnal Ilmu Komunikasi Efek Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Jurnal Gema Ngabdi LINIMASA: JURNAL ILMU KOMUNIKASI Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia The Journal of Society and Media Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Nusantara Science and Technology Proceedings Global and Policy Journal of International Relations Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengbdian Teknik Mesin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Signal Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu komunikasi (JIPIK) Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas Innovative: Journal Of Social Science Research Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat JOSAR (Journal of Students Academic Research) Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Spektrum Komunikasi Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting J-CEKI
Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP PEREMPUAN DALAM FILM “SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS” Baptista Varani, Chiara; Arviani, Heidy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2653-2662

Abstract

Film banyak digunakan untuk merepresentasikan realitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat, salah satunya yakni mengenai budaya patriarki yang mempengaruhi kesetaraan gender. Sistem patriarki membuat kaum perempuan seringkali mendapatkan perlakuan yang berbeda dibanding laki-laki, pada akhirnya hal tersebut seringkali membuat posisi perempuan berada di posisi yang dirugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan yang ada pada adegan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” dengan menggunakan semiotika John Fiske. Penelitian ini berawal dari film yang dibuat dengan balutan isu sensitif seperti kekerasan seksual dan penyalahgunaan kuasa. Film yang disutradarai oleh Edwin ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Eka Kurniawan. Hasil yang ditemukan melalui tiga level analisis John Fiske (level realitas, level representasi, dan level ideologi) didominasi oleh ekspresi, gaya bicara, gerak tubuh, suara, dialog, dan patriarki. Ketidakadilan gender yang dialami oleh empat tokoh perempuan dalam film ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap perempuan, pelabelan negatif mengenai perempuan, dan kegiatan lain yang merugikan perempuan masih kerap terjadi. Film ini menjadi bukti bahwa kesetaraan gender belum sepenuhnya disadari oleh seluruh masyarakat Indonesia.
ANALISIS WACANA KRITIS PERLAWANAN LANSIA TERHADAP AGEISM DALAM FILM “GOOD LUCK TO YOU, LEO GRANDE” Fadhilah Amalia, Ghina; Arviani, Heidy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2636-2646

Abstract

Menentang ageism atau diskriminasi usia dalam media mainstream yang kerap mengabaikan lansia, film “Good Luck To You, Leo Grande” menawarkan sebuah perspektif baru yang signifikan, dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Penelitian ini mengkaji bagaimana film tersebut merepresentasikan perlawanan lansia terhadap ageism dengan membedah dimensi-dimensi wacana meliputi: dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Analisis ini menyoroti bagaimana dimensi-dimensi ini berperan dalam membongkar mitos-mitos yang beredar tentang seksualitas lansia dan mengungkap ideologi atau idealisme yang mendasari pembuat film Sophie Hyde. Studi ini mengeksplorasi bagaimana tokoh utama, Nancy, menentang keyakinan yang terinternalisasi tentang berhentinya kehidupan seksual perempuan pasca-menopause dan anggapan bahwa seks hanya milik kaum muda. Dengan demikian, temuan-temuan tersebut mengungkap wacana dalam film yang melawan tabu seksualitas lansia dan mempromosikan penerimaan diri, berlandaskan pada pemikiran Sophie Hyde mengenai narasi penuaan dan gairah yang lebih inklusif.
PERSEPSI REMAJA TERHADAP ASPEK PORNOGRAFI DALAM KONTEN ALTERNATE UNIVERSE (AU) 21+ AKUN TWITTER @CAXXXSA Azzahra Siregar, Thallah; Arviani, Heidy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4156-4163

Abstract

Remaja sebagai kaum terpelajar dianggap sebagai masyarakat yang responsif dan antusias terhadap fenomena di media sosial. Dengan membahas fenomena Alternate Universe (AU) kepada para remaja penggemar K-Pop memungkinkan bagi mereka untuk berbagi cerita fiksi yang belum pernah dijumpai seperti Alternate Universe (AU) berlabel 21+ di Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aspek-aspek pornografi dan persepsi remaja sejauh mana tanggapan, respon, dan pengetahuan remaja tentang konten Alternate Universe (AU) 21+ di akun Twitter @caxxxsa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pandangan remaja terhadap konten tersebut. Peneliti menggunakan informan remaja sebanyak 8 orang untuk memperoleh data melalui teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori persepsi oleh Kenneth K. Sereno, Edward M. Bodaken, Judy C. Pearson, dan Paul E. Nelson yang dapat dianalisis dengan tiga kategori Atensi, Sensasi, dan Interpretasi. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini menunjukkan bahwa remaja tertarik pada konten Alternate Universe (AU) 21+ akun Twitter @caxxxsa karena adanya faktor visual seperti gambar dan teaser video, serta faktor estetika dalam gaya penulisan teks cerita fiksi. Namun, remaja juga merasa tidak nyaman dengan tidak adanya triggered warning pada konten untuk 21+ sehingga dapat dikonsumsi oleh remaja minor. Remaja menyetujui terkait adanya konten Alternate Universe (AU) di Twitter yang mengandung unsur pornografi disebut sebagai pornoteks. Selain itu, remaja juga tidak menyetujui terhadap penggunaan karakter fiksi yaitu Kim Taehyung yang diceritakan dalam Alternate Universe (AU) berlabel 21+.
Melestarikan Budaya Jawa Melalui Media Digital: Studi Etnografi Virtual tentang Adaptasi Strategis Radio Puspa FM Achmad, Zainal Abidin; Febrianita, Roziana; Arviani, Heidy
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v10i2.44572

Abstract

As a station dedicated to preserving local Javanese culture, Puspa FM faces challenges in expanding its audience and increasing advertising revenue within a competitive media landscape. This study examines Radio Puspa FM's strategic adaptation in Pacitan, Indonesia, amid digital transformation and cultural commodification. Using a qualitative approach and virtual ethnography, researchers interacted with the station as listeners, community members, and contributors. Seven informants were purposively selected based on their active involvement in Puspa FM's management, cultural programming, and online listener communities. We triangulated in-depth interviews, participant observation, and a focus group discussion as our data collection methods. The findings reveal that Puspa FM utilizes digital platforms such as Facebook, Instagram, and YouTube to extend its reach and attract advertisers, while participatory engagement sustains its cultural authenticity. It also shows that the station reconfigures its content and business model to enhance engagement and sustainability while maintaining its cultural mission. The study implies that integrating digital innovation with participatory values can serve as a practical model for local cultural media seeking to balance tradition, audience engagement, and financial resilience in the digital era.
Penerimaan Masyarakat Jakarta terhadap Citra Polri dalam Lagu "Bayar Bayar Bayar" Karya Band Sukatani Syahputri, Febriana Indah; Arviani, Heidy
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i2.5831

Abstract

This study aims to examine the public reception of the police image in the song “Bayar Bayar Bayar” by the band Sukatani among Jakarta residents, using Stuart Hall’s encoding-decoding analysis. The song gained public attention for addressing issues of extortion, bribery, and abuse of power often associated with the police’s negative image. This research employs a qualitative method through in-depth interviews with 12 informants from various backgrounds. The analysis reveals two reception positions: dominant-hegemonic and negotiated. In the dominant-hegemonic position, the public fully accepts the song’s message as a reflection of social reality. In the negotiated position, the public acknowledges the existence of extortion practices but rejects generalizing such behavior to the entire institution, attributing it instead to individual misconduct. No oppositional position was found. The findings conclude that “Bayar Bayar Bayar” functions more as a reinforcement and affirmation of the police’s negative image rather than as a creator of a new one. The song reflects public unease while also opening a space for criticism toward the police institution.
Analisis Isi Sustainable Development Goals tentang Climate Action pada Konten Tiktok @pandawaragroup Wibisono, Adi; Arviani, Heidy
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i2.5833

Abstract

Environmental issues such as pollution, waste, and climate change demand collective awareness. The Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 13 (Climate Action), emphasize adaptation, mitigation, and climate literacy. In the digital era, TikTok has proven effective in disseminating sustainability messages. This study analyzes the representation of climate action on the @pandawaragroup account using a descriptive qualitative approach and a case study method. Fifteen videos were purposively selected based on high engagement and relevance to Climate Action indicators. Content analysis was conducted through stages of selection, analysis, interpretation, and conclusion, combined with interactive analysis to understand meaning and social context. The results show that @pandawaragroup’s content aligns with the targets of Climate Action, particularly by depicting environmental crises such as floods caused by waste accumulation, educating the public on waste management, and encouraging community participation in clean-up activities. The representation of climate action is also reflected through collaborations with communities and government institutions in mitigation efforts and environmental preservation campaigns. The use of simple and emotional communication effectively raises awareness among younger generations, expands sustainable public advocacy, and encourages community participation in local environmental actions.
Co-Authors Ade Kusuma Adella Putri Macharani Adinda Larasati Darmawan Aditya Ilham Priambodo Afif Wilanda Anaqhi Agustiawati, Putri Aulia Ahmad, Namira Yunita Alamiyah, Syifa Syarifah Allan Ruhui Fatmah Sari Alya Syahputri Amelia, Estherina Amirah Shinta Permatasari Amri Muhaimin Anaziah Safitri Andisa Rizky Febrianti Angela Lisanthoni Annisa Dwi Safitri Anugrah Gultom, Daniel Aprilia Setya Kurniawati Ardhelia Damayanti Wirawan Arianto, Irwan Dwi Augustin Mustika Chairil Azzahra Siregar, Thallah Baptista Varani, Chiara Berliana, Sandra Cindhi Eka Suciani Clareta, Dyva Daffan Firzatullah, Raka Damayanti, Nita Lutfiana Dewi, Sandra Berliana Dewi, Sandra Berliana Dian Afifuddin Dian Hutami Rahmawati Dian Hutami Rahmawati Diana Aqidatun Nisa Dimas Putra Dirmagina Dina Safira Putri Dinda Febri Putri Thaher Dita Atasa Dito Yusri Putra DR. CATUR MSI SURATNOAJI Dyva Claretta Endah Murniaseh Erika Yulyawati Fadhilah Amalia, Ghina Fahrudin, Tresna Maulana Fara Amilia Jayanti Fidela Rizky Ramadhani Ghassani Shabrina Prasetyo Hadiati, Novianisa Asmar Haidar Ferdian Ilyasa Ignatia Regita Wijaya Illah, Atok Ilmi Fadlilah Indriastuti, Yudiana Indy Nadhea Safitri Jessica Charisma Perdana Kayyisa, Binta Krisna Rendi Awalludin Kusnarto Kusuma, Ade Kusuma, Ade Latif Ahmad Fauzan Linar Aprillia Vinka Tasya Lisanthoni, Angela Lutfiana, Nita Madania, Nuril Marisa Oktaviana Marsha Vella Santara Masnuna, Masnuna Mia Puspitasari Mohammad Kafi Putra Jauhari Muhaimin, Amri Muhammad Usamah Robbani Mustikasari, Ratih Pandu Mutiara Kalyaveda Natasya Candraditya Subardja Ni Made Nadia Resmarani Ninda Talita Utami Nisrina Delinda Nobertus Ribut Santoso Norsely, Febfi Novianisa Asmar Nur Hanif Nuril Madania Olivia Nibtia Rahmadillah Prasojo Putri Ambarwati Putri Aulia Aguswati Putri, Cindy Prastia Rahma Wulandari Rahmad Alfian Haryono Rakinda Wanayang Army Syah Putri RAMADHAN, MUHAMMAD FARHAN Ratih Pandu Mustikasari Ratih Pandu Mustikasari Rena Rigin Putri Ridhotul Khafshoh Islami Rima Karmelia Fernanda Ririn Puspita Tutiasri Rizky Ramadhani, Fidela Rofi Wahyu Aditama Rohmatul Afrida Nor Laili Roziana Febrianita Sabilla Mega Yustika Saifuddin Zuhri Santara, Marsha Vella Santara, Marsha Vella Santara, Marsha Vella Sari, Allan Ruhui Fatmah Satria Ikhtara Rizki Savira Izzaanti Septiana Dina Mahiro Sherly Yoland Artamevia Saputra Sofia Ayu Lestari Subardja, Natasya Candraditya Suciani, Cindhi Eka Suksmawati, Herlina Sulistiyawati Sulistiyawati Sumardjijati Sumardjijati Sumardjijati Syafrida Febriyanti Syahputri, Febriana Indah Syarizal Agam Mahendra Syifa Syarifah Alamiyah Teguh Yulianto, Teguh Thallah Azzahra Siregar Tresna Maulana Fahrudin Uswatul Husna Vembika Fathan Kusuma Via Rahma Aulinda Wibisono, Adi Yudha, Dhian Satria Yuli Candrasari Yuliansya, Tedy Dwi Yunita Safitri Zainal Abidin Achmad Zamzami, Moch