Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BAGI ANAK-ANAK DI DESA PENYANGGA HUTAN GUNUNG (Studi Kasus: Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal) Martuti, Nana Kariada Tri; Rahayuningsih, Margareta; Zaka, M. Nurul Huda Fadli; Arifin, Moch. Samsul
Proceeding Seminar Nasional IPA 2022
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan alam di Provinsi Jawa Tengah terus mengalami tekanan berat yang menyebabkan terjadinya deforestasi dan menurunnya luasan hutan. Keberadaan masyarakat disekitar kawasan hutan sering dianggap sebagai sumber tekanan yang menyebabkan terjadinya kerusakan hutan. Hal tersebut disebabkan karena tingginya interaksi dan ketergantungan mereka terhadap sumber daya hutan. Oleh karena itu kegiatan pendidikan lingkungan hidup ini diajarkan kepada masyarakat Desa Ngesrepbalong sedini mungkin pada usia anak-anak dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan menanamkan sikap, serta perilaku peduli lingkungan. Metode yang digunakan dalam pembelajaran PLH menggunakan pendekatan kontekstual dengan melakukan aktivitas observasi, diskusi, simulasi, praktik, dan jelajah alam sekitar. Kegiatan yang dilakukan berupa pemilahan sampah, daur ulang sampah menjadi kreasi sampah, simulasi percobaan banjir dan tanah longsor, observasi ke hutan dan presentasi peranan hutan, pengamatan fora fauna, membuat video dokumenter kehati, dan penanaman pohon. Hasil yang diperoleh adalah lebih dari 60% peserta didik mampu mencapai pencapaian pembelajaran dalam kegiatan pendidikan lingkungan hidup.
PERILAKU HARIAN JULANG EMAS (RHYTICEROS UNDULATUS) DI TAMAN BURUNG JAGAT SATWA NUSANTARA, TMII Dhyaksa, R. Nana Anindita; Rahayuningsih, Margareta; Utami, Nur Rahayu; Basyuri, Ade
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Julang Emas (Rhyticeros undulatus) merupakan burung rangkong penyebar biji penting dalam ekosistem hutan, namun populasinya menurun akibat deforestasi dan perburuan sehingga berstatus rentan (Vulnerable) menurut IUCN. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku harian Julang Emas di Taman Burung Jagat Satwa, TMII dengan mempertimbangkan faktor abiotik lingkungan. Penelitian dilakukan selama dua bulan melalui observasi perilaku dengan metode scan sampling dan ad libitum, disertai pencatatan parameter lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas dominan adalah vokalisasi (64,25%), bertengger (12,49%), dan terbang (11,54%). Aktivitas tersebut dipengaruhi oleh kondisi aviary dengan suhu 27–32°C, kelembapan 66–85%, dan intensitas cahaya 3.000–11.000 lux yang masih sesuai toleransi spesies. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku harian Julang Emas di Taman Burung Jagat Satwa merefleksikan adaptasi terhadap kondisi aviary yang mendukung, meskipun pengayaan lingkungan tetap diperlukan agar ekspresi perilaku alaminya lebih optimal.
Budidaya Maggot BSF Guna Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Pengurangan Timbulan Limbah Organik di Desa Ngesrepbalong Hasoloan, Rudolf Johanes; Iqbal, Muhammad; Fernando, Rio Agustian Gilang; Rahayuningsih, Margareta; Riyono, Riyono
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i2.49270

Abstract

Abstrak. Pengabdian Masyarakat Tim KKN UNNES GIAT 6 dengan tajuk ‘Budidaya Maggot BSF guna Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Pengurangan Timbulan Limbah Organik’ telah dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober – 8 Desember 2023 di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan memanfaatkan metode biokonversi sampah organik dengan melibatkan makhluk hidup yaitu Maggot BSF sebagai pengurai sampah organik. Maggot BSF diharapkan dapat menjadi tonggak untuk mengurangi timbulan limbah organik sebagai bentuk pencegahan pencemaran lingkungan di Desa Ngesrepbalong. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan mengobservasi atau mengamati secara langsung penguraian sampah-sampah organik yang dilakukan oleh Maggot BSF. Luaran dari pengabdian ini berupa terurainya beberapa sampah organik dan penyuluhan kepada Masyarakat Desa Ngesrepbalong tentang Manfaat Maggot BSF. Dari pengabdian ini, diharapkan agar sampah atau limbah organik di Desa Ngesrepbalong dapat diolah dengan baik menggunakan Maggot BSF serta masyarakat juga memahami tentang manfaat-manfaat lain dari  Maggot BSF.Abstract. The UNNES GIAT 6 KKN Team Community Service with the title 'Cultivating BSF Maggots to Prevent Environmental Pollution and Reducing Organic Waste Generation' was carried out on 23 October - 8 December 2023 in Ngesrepbalong Village, Limbangan District, Kendal Regency, Central Java. The community service carried out utilizes the organic waste bioconversion method by involving living creatures, namely BSF Maggots, as decomposers of organic waste. It is hoped that Maggot BSF can become a milestone in reducing the generation of organic waste as a form of preventing environmental pollution in Ngesrepbalong Village. The method used in this activity is a qualitative descriptive method by observing or directly observing the decomposition of organic waste carried out by Maggot BSF. The output of this service is the decomposition of some organic waste and education to the Ngesrepbalong Village Community about the Benefits of BSF Maggots. From this service, it is hoped that trash or organic waste in Ngesrepbalong Village can be processed properly using Maggot BSF and that the community will also understand the other benefits of Maggot BSF.Keywords: Environment; Maggot BSF; Organic Trash
Perilaku Agonistik Intraspesies Rayap Tanah (Macrotermes gilvus Hagen) Mahsunah, Nuryana; Ubadillah, Rosichon; Rahayuningsih, Margareta; Priyono, Bambang
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65185

Abstract

Perilaku agonistik intraspesies merupakan perilaku sosial yang berkaitan dengan tindakan agresif, mengejar, menghindar dan mengancam yang terjadi antara dua atau lebih individu dari spesies yang sama. Penelitian ini bertujuan mengamati perilaku agonistik intraspesies dan tingkat kelangsungan hidup rayap tanah (Macrotermes gilvus Hagen). Pengujian dilakukan dengan memisahkan menjadi dua kelompok pada perlakuan pekerja versus pekerja, pekerja versus prajurit, dan prajurit versus prajurit dengan rasio 1:1 (lima individu) serta diamati kematiannya setelah 24 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa M. gilvus menghasilkan respons agonistik hampir sama dengan perilaku antenasi (antennation) berbeda nyata terhadap perilaku lain. Perilaku yang tidak berbeda nyata adalah bergulat (grapping) dengan melarikan/mengejar (chasing/escaping), melarikan/mengejar (chasing/escaping) dengan menyentak (jerking), menyentak (jerking) dengan menghindar (avoidance), dan menghindar (avoidance) dengan serangan (attacks). Respons frekusensi terbesar yaitu antenasi (antennation) sedangkan terendah yaitu bergulat (grapping). Perilaku antenasi berperan dalam proses mekanisme pengenalan terhadap koloni lain dan komunikasi. Perilaku agonistik intraspesies bertujuan sebagai pengenalan, melindungi dan mepertahankan antar koloni yang berbeda. Perilaku agonistik intrapesies tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidupnya.
Inovasi Pemeliharaan Masal (Mass Rearing) Corcyra cephalonica (Lepidoptera : Pyralidae) untuk Pakan Alternatif Burung Walet Aerodramus fuciphagus (Apodiformis : Apodidae) Damayanti, Nur; Ubaidillah, Rosichon; Priyono, Bambang; Rahayuningsih, Margareta
Life Science Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i2.65240

Abstract

Swiftlets (Aerodramus fuciphagus) are small flying insectivorous birds and can make nests from their saliva. White swiftlets nests have very high economic value as food and are beneficial for health. Environmental factors are driving the emergence of feed innovation, namely mass rearing activities. The insects used in this study is the rice moth (Corcyra cephalonica). The purpose of this study is to analyze the innovation of mass rearing using bran, rice, and milled corn as feed media to influence the laying and life cycle of C. cephalonica. In this study using 3 feed media namely rice, bran, and milled corn using 4 treatments with different compositions 3 repetitions. The data analysis used in this study is a quantitative description. The data obtained were analyzed by statistical test Independent Sample t-Test. After being tested with statistically C. cephalonica egg production which had a significant difference, namely in treatments 2 (P2) with 3 (P3) and 4 (P4). The innovation of the feed media in treatment 2 had an effect on egg production, but the innovation of the three feed media had no effect on the life cycle of C. cephalonica, so the feed media that should be used as a feed innovation for Aerodramus fuciphagus is treatment 2, namely a combination of feed using corn (25%), bran (25%), and rice (50%) because they can produce more eggs than other treatments.
Estimasi Populasi dan Habitat Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles, 1821) di Desa Ngesrepbalong, Jawa Tengah S, Christine Nadya; Rahayuningsih, Margareta
Life Science Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/unnesjlifesci.v13.i2.11787

Abstract

Mount Ungaran leaves an important ecosystem as a habitat for various species, including long-tailed macaques (Macaca fascicularis Raffles, 1821). Long-tailed macaques (MEP) are a type of animal that is not protected according to PP No. 106 of 2018. In the IUCN, the conservation status of MEP has changed from the vulnerable category to endangered and is included in Appendix II based on CITES. Estimation of the population of a species is very necessary to provide an overview of the existence of the species in an area. There has been no research on the estimation of the population and habitat of MEP in Ngesrepbalong Village. The purpose of this study was to analyze the estimation of the MEP population and the condition of the MEP habitat in Ngesrepbalong Village, Central Java. The method used in this study was the survey method with the calculation of concentration points (concentration count). This method is used on various types of wild animals that gather in groups at observation points that have been previously determined based on the results of preliminary surveys along with the habitat conditions analyzed to produce an estimate of the MEP population and habitat at the research location. The results of the analysis of the estimated MEP population in Ngesrepbalong Village found 53 individuals in two groups at two observation points, namely Gunungsari and Separe with the percentage of the MEP population based on sex, namely 28% juveniles, 38% juveniles, and 34% adults. The increasing number of young MEP individuals indicates that the population will increase assuming a constant mortality rate. Poaching and habitat carrying capacity are the most influential factors in the difference in population numbers at the two observation points. The highest MEP encounters were at the Gunungsari observation point.
Kajian Rencana Pengembangan Desain Kebun Raya Tinjomoyo Kota Semarang Rahayuningsih, Margareta; Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur; Wicaksono, Dimas; Widodo, Agus Ananto; Setyowati, Nanik
Jurnal Riptek Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35475/riptek.v18i1.247

Abstract

Semarang City has a fairly complete biodiversity ranging from genetic, species, and ecosystem levels. In addition, some of the plants identified are related to the historical value and local wisdom of Semarang City. However, the existence of some of these plants is currently threatened by the massive development of Semarang City and the reduction of green spaces. One of the solutions to conserve plants and maintain green spaces in Semarang City is through the development of Tinjomoyo Botanical Garden. The purpose of the study is to develop a design for the development of Tinjomoyo Botanical Garden in accordance with the ecoregion of Semarang City which is included in the East Java Rainforest with the concept of techno park. The design of the Tinjomoyo Botanical Garden is done through zoning arrangements that refer to the Semarang City Ecoregion which is included in the East Java Rainforest. The study results show zone IV with an area of about 10.04 hectares which is the zone with the highest level of suitability for the development of Tinjomoyo Botanical Garden. The arrangement of the botanical garden area, including the reception zone, management zone, collection zone, and recreation zone. In the collection zone 135 plant species as the initial collection of Tinjomoyo Botanical Garden, with a total of 1,834 individuals or collections divided into 8 categories, including historical plants, fruit plants, rare plants, endemic plants, aromatic plants, medicinal plants, forest zones and ornamental plants. Tinjomoyo Botanical Garden is planned to be built within the next 5 years in stages according to the urgency of development in each zone. Suggestions given in the development of Tinjomoyo Botanical Garden needs involvement, coordination, and cooperation with various sectors in order to develop and continue.
Introduction to Environmentally Friendly Educational Tourism at Universitas Negeri Semarang for Elementary School Karsinah; Rahayuningsih, Margareta; Wibawanto, Wandah; Wicaksono, Dimas
Indonesian Journal of Devotion and Empowerment Vol. 6 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/mw4c3y33

Abstract

Educational tourism or edutourism is a tourism activity that aims to provide learning experiences and skills development. Universitas Negeri Semarang (UNNES) has developed edutourism activities with various themes, but this edutourism is still less well-known to the public. Therefore, the environmentally friendly concept is applied as a characteristic of UNNES edutourism. This activity aimed to increase knowledge, understanding, and skills in developing environmentally friendly edutourism for students. This environmentally friendly edutourism service activity was carried out through three stages, 1) introducing environmentally friendly edutourism, 2) introducing environmentally friendly energy, and 3) activity evaluation. The series of edutourims activities carried out on Wednesday, June 19, 2024, involved elementary school students (SD) who particpated in various activities, including colouring gypsum animal characters to increase creativity and introducing environmeltal conservation, as well as a tour of the Innovation House to understand environmentally friendly energy products. In addition, participants also toured the campus using electric cars that introduced renewable energy applications. The activity results showed that all participants were enthusiastic, understood the environmentally friendly concept, and were interested in participating in similar activities in the future.
Ekonomi Kreatif Diversifikasi Produk Ecoprint Kelompok Batik Puspandari Desa Ngesrepbalong Rahayuningsih, Margareta; Widowati, Widowati; Wibawanto, Wandah; Cahyati, Widya Hary; Husodo, Martanto Setyo
Jurnal Abdimas Vol. 28 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/71vrm234

Abstract

Desa Ngesrepbalong merupakan salah satu desa di Kabupaten Kendal yang telah mencanangkan sebagai desa wisata. Sebagai desa wisata diperlukan pengembangan ekonomi kreatif khususnya produk berbasis potensi lokal dan kekhasan desa yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan perekonomian masyarakat di Desa Ngesrepbalong. Salah satu produk yang telah dikembangkan Kelompok Batik Puspandari adalah kerajinan Ecoprint dengan teknik steam. Berdasarkan wawancara dan kajian sebelumnya kepada kelompok Batik Puspandari, diperoleh informasi bahwa anggota kelompok batik Puspandari menginginkan diversifikasi produk ecoprint supaya pangsa pasar dapat terjangkau di semua kalangan. Selama ini kain ecoprint yang dihasilkan cukup bagus dengan nilai jual cukup tinggi yaitu sekitar Rp. 350-500 ribu/lembar kain, sehingga pangsa pasar hanya pada kalangan menengah ke atas. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat UNNES (Universitas Neger Semarang) program DPIK (Difusi Produk Inovasi Kemitraan) LPDP mengembangkan ekonomi kreatif melalui kegiatan pelatihan diversifikasi produk ecoprint pada kelompok Batik Puspandari Desa Ngesrepbalong. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Januari-Mei 2024, dimulai dari melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan kelompok Batik Puspandari, pelatihan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan adalah 1) pelatihan ecoprint dengan menggunakan resep dark mode, 2) diversifikasi hasil kain ecoprint reep dark mode menjadi beberapa produk, yaitu sarung bantal, tempat tissue, berbagai pouch, tas, dan phasmina 3) mengikuti pameran produk di berbagai even, dan  4) mengikuti pelatihan manajemen keuangan. Disamping itu,  berbagai produk diversifikasi yang dibuat juga telah terjual ke beberapa konsumen. 
Analysis of Bird Diversity and Birdwatching Tracks as Education Tourism in Ngesrepbalong Village, Mount Ungaran Desyakawa Huril'in; Tamara Lu'lu Dian Afifa; Selawati Nur Wahidah; Annisa Dwi Lestari; Margareta Rahayuningsih
Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences Vol. 9 No. 1 (2025): February 2025: Pages 1-66
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University (LP2M Universitas Udayana)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ATBES.2025.v09.i01.p08

Abstract

Education tourism is a sustainable activity aimed at reducing environmental impact, protecting ecosystems, promoting economic development, and improving the quality of life of local residents. Edutourism and recreation has important role in socio-economic development and environmental infrastructure. Ngesrepbalong Village is a rural area in Limbangan District, Kendal Regency, Central Java. The diversity of vegetation and the vastness of nature make this area an ideal habitat for various fauna, especially birds. Birdwatching is an edutourism activity that accordance with the potential of this village. Several areas show high potential to be utilized as birdwatching tracks. The research was conducted using the Index Point of Abundance (IPA) method, and the data were analyzed using the Shannon-Wiener Diversity Index and Simpson’s Evenness Index. Based on observations of the tracks in Ngesrepbalong Village, the bird diversity index values from highest to lowest were: Watu Ondo (3.03), Curug (2.80), Gempol (2.62), and Tea plantation (2.09), with an average value of 2.635. These results indicate a medium level of bird species diversity. Therefore, Ngesrepbalong Village has potential to be developed into an ideal destination for birdwatching and edutourism, offering natural beauty and biodiversity supported by a rich variety of vegetation.
Co-Authors Abdullah, Muh Abdullah, Muh. Abdullah, Muhammad Adam Satya Praba Nugroho, Adam Satya Praba Adity Marianti Aditya Mariani Aditya Marianti Agus Ananto Widodo, Agus Ananto Ahmad Fauzi Alfirdani, Khoirunisa Alfred Irambona Alighiri, Dante Amalia Zaida Amin Retnoningsih Amir - Hamidy AMIR HAMIDY Amir Hamidy Anakita, Cantika Salya Manikawening Andin Irsadi Andreas Priyono Budi Prasetyo Ani Handayani Annisa Dwi Lestari Annisa Lintang Malinda, Annisa Lintang Aprilliyani, Ela Puji Arief Yulianto Arifin, Moch. Samsul Arifin, Samsul Asiyatun, Siti Astuti, Eni Dwi Awal - Riyanto Bahtiar, Denny Herbianto Bambang Priyono Bambang Priyono Bambang Priyono Basyuri, Ade Bayu Dwi Hadmoko Bayu, Bagus Adi Bunyamin Bunyamin Chasnah ., Chasnah Chasnah Chasnah, Chasnah Chrystanto Chrystanto Chrystanto, Chrystanto Dadan Budiansyah Dahlan, Jammalludin Damayanti, Nur Danang Dwi Saputro Darning Rakhmawati, Darning Desyakawa Huril'in Dhita Prasisca Mutiatari Dhyaksa, R. Nana Anindita DIMAS WICAKSONO Dwi Budi Santoso Dwi Setyorini Eko Sulistyadi Enni Suwarsi Enni Suwarsi Rahayu Erna Muktisari, Erna Evi Susilawati F Putut Marin HB, F Putut Marin F. Shoufika Hilyana Fafurida Fafurida Fajar Adi Purnomo Fajar Adi Purnomo Fauzan Hari Siswanto Fernando, Rio Agustian Gilang Fidia Fibriana Firman Heru Kurniawan Hafizhasando, Ramajid Hasoloan, Rudolf Johanes Herlina, Rokhiyani Herni Purnamasari, Herni Husodo, Martanto Setyo I Gusti Bagus Wiksuana Indah Puspita Sari, Indah Puspita Indradewa, Rhian Isti Mulyawati Joko Saefan Karsinah Karsinah - Krissantia Serlin Anjarlina Kusniana, Kusniana Kusniana, Kusniana L. Handayani Lia Retnaningsih, Lia M Nurul Huda Fadli Zaka M. Abdullah M. Nurul Huda Fadli Zaka M.S. Arifin Maharadatunkamsi Maharadatunkamsi Mahsunah, Nuryana Margunani Margunani Marini . Martien Herna Susanti Maulina Dewi, Tisrin Meilina, Fitria Meviana, Dliya Laela Eka Moch Faizal Rachmadi Mochamad Lutfi Mas’ud Moh. Khoiruddin Mohammad Ilham Muhyidhin Mualimaturrochmah, Mualimaturrochmah Muhamad Kurnia Sugandi Muhammad Abdullah Muhammad Adam Khatamy Muhammad Iqbal Muhammad, Fathurrahman Murti, Wisnu Bayu Mutiatari, Dhita Prasisca N, Vitradesi Nana Kariada Tri Martuti Nana Kariada Trimartuti Nanik Setyowati Ngabiyanto - Ning Setiati Ning Setiati Ning Setiati Ning Setiati Nugroho Edi Kartijono Nugroho Edi Kartijono Nugroho Edi Kartijono Nur Rahayu Utami Nurul Azmi Nurul Inayah Parmin - Partaya, - Prayogo, Gogo Puji Winarti Purnomo, Andri Widi R. Susanti Ratna Oqtafiana Ratna Oqtafiana, Ratna Retno Sri Iswari Rini, Nur Widya Riyono, Riyono ROSICHON UBAIDILLAH S Martono S, Christine Nadya S. Martono Saiful Ridlo Samsul Arif Satya Budi Nugraha Savitri, Annisa Aulia Selawati Nur Wahidah Setyo Yuwono Sidik, Muhammad Alfan Sigit Saptono Sigit Wiantoro Siti Asiyatun Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Harnina Bintari Siti Marpuah, Siti Solichin Solichin Sri Ngabekti Sri Sukaesih Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sudaryati Sudaryati Sudirman Sulistyani, Teguh Heny Suminar Suminar Sumitra, Mamit Suwarti Suwarti Tamara Lu'lu Dian Afifa Tisrin Maulina Dewi, Tisrin Maulina Trimartuti, Nana Kariada Tsabit Azinar Ahmad Ubadillah, Rosichon Umar Hidayat, Umar Utami, Nur Rahayu Vitradesi N., Vitradesi Vitradesie Noekent, Vitradesie Wahid Akhsin Budi Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wandah Wibawanto Weda Andini Sari Widi Widayat widowati widowati Widya Hary Cahyati Widyanigrum, Dewi Widyanigrum, Dewi Winda Rahmawati Winda Rahmawati Wisnu Bayu Murti Wisnu Bayu MURTI Woro Sumarni Yoris Adi Maretta Zaida, Amalia Zaka, M. Nurul Huda Fadli Zulfah Zulfah