Claim Missing Document
Check
Articles

PERMASALAHAN PETANI DESA LABUHAN RATU 6, KECAMATAN LABUHAN RATU, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR DALAM BUDIDAYA UBIKAYU Ardian, Ardian; Utomo, Setyo Dwi; Setiawan, Kukuh; Kamal, Muhammad; Hadi, Muhammad Syamsul; Yelli, Fitri; Sanjaya, Purba
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7800

Abstract

Lampung merupakan salah satu sentra produksi ubikayu di Indonesia.  Selanjutnya, Lampung Timur, terutama kecamatan Labuhan Ratu mempunyai areal panen ubikayu yang cukup besar.  Pada 2021, produksi ubikayu yang dihasilkan dari kecamatan ini telah mencapai 25.154 ton. Produksi tersebut berasal dari luas panen seluas 1.191 hektar dan produktivitas sekitar 21 ton/ha.  Produktivitas hasil ini masih jauh dari potensi hasil tanaman ubikayu yang dapat mencapai 40-60 ton/ha.  Aplikasi pemupukan yang biasa dilakukan petani adalah pemberian hara makro, yaitu N (urea), P (TSP), dan K (KCl), akan tetapi petani jarang memberikan pupuk organik dan pengapuran dikarenakan beberapa alasan dan ketidak mengertian mereka tentang pupuk ini terhadap peningkatan hasil dan kadar pati.    Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi/penyuluhan dan demonstrasi plot kepada petani binaan desa Labuhan Ratu 6, Labuhan Ratu, Lampung Timur tentang pengolahan pupuk organik, pengapuran dan teknologi budidaya ubikayu yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan kadar pati.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan demonstrasi plot untuk menunjukkan kepada pengguna atau petani binaan Desa Labuhan Ratu 6 tentang pengaruh aplikasi pupuk organik dan pemberian kapur pertanian terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi ubikayu.  Dengan demikian metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat petani binaan desa Labuhan Ratu 6, Labuhan Ratu, Lampung Timur menggunakan cara sosialisasi/penyuluhan, demonstrasi plot dan evaluasi kegiatan.  Hasil sosialisasi dan kunjungan ke lahan petani dapat dijabarkan sebagai berikut, penggunaan varietas yang mempunyai potensi perodusi tinggi dan kadar pati yang tinggi harus dibarengi dengan jarak tanam yang sesuai untuk perkembangan ubi, penggunaan bahan organik untuk perbaikan struktur tanah dan suplai hara mikro, penambahan kapur/dolomit untuk meningkatkan pH yang sesui dan suplai hara Ca dan Mg, penggunaan pupuk Kalium (KCl) yang lebih tinggi dari pupuk Urea untuk meningkatkan produksi dan kadar pati ubi hasil panen.
Pemanfaatan Asap Cair untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Kakao Evizal, Rusdi; Sanjaya, Purba; Afandi, Afandi; Pramono, Sudi; Sugiatno, Sugiatno; Septiana, Liska Mutiara; Prasetyo, Dedy; Prasmatiwi, Fembriarti Erry
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7810

Abstract

Tanggamus merupakan sentra produksi kakao kedua setelah Pesawaran, antara lain di Kecamatan Air Naningan. Permasalahan yang dihadapi petani adalah produktivitas yang masih rendah antara lain sebagai akibat dari kurangnya pemeliharaan tanaman dan adanya serangan hama dan penyakit antara lain hama pengisap dan hama penggerek buah kakao yang menyebabkan buah tidak dapat dipanen. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah: (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam pemeliharaan terutama sanitasi dan pemangkasan kakao, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam pembuatan asap cair, (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam aplikasi asap cair untuk pengendalian hama buah kakao. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Makmur, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan.Kegiatan PKM ini dilaksanakan secara partisipatif menggunakan metode pertemuan tatap muka, FGD, pelatihan (coaching), dan pendampingan (asistensi).Kesimpulan hasil PKM ini adalah bahwa pengabdian masyarakat sudah dilaksanakan dengan peserta dari Kelompok Tani Makmur, Desa Sidomulyo, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus melalui kegiatan penyuluhan, FGD, coaching, dan pendampingan petani. Efektifitas aplikasi asap cair untuk pengendalian hama kakao dipengaruhi oleh pemangkasan tajuk pohon. Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam aplikasi asap cair untuk meningkatkan ketahanan terhadap hama tanaman kakao dengan nilai meningkat dari 39-59 menjadi 83-100.Kata kunci: Asap cair, busuk buah kakao, penggerek 
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI LOKAL SPESIFIK LOKASI DI KAMPUNG SENDANGASRI KECAMATAN SENDANG AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Sanjaya, Purba; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama; Tantalo, Syahrio; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin; Ermawati, Ratna
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8789

Abstract

Kelompok Tani Surya Nusantara di Kampung Sendangasri, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu kampung yang masyarakatnya merupakan petani dan peternak sapi. Masyarakat selain bertani juga banyak memelihara ternak terutama sapi Bali. Setiap harinya sapi Bali dengan bobot sekitar 200-250 kg dapat menghasilkan limbah feses sebanyak 8 – 10 kg feses/hari. Kurangnya ilmu pengetahuan menjadikan masyarakat belum mengetahui alternatif pupuk kimia. Limbah feses dari sapi tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif tambahan pendapatan bagi para peternak dan petani dengan cara menjadikan feses sebagai bahan pembuatan pupuk yang dikombinasikan dengan limbah pertanian seperti jerami padi dan daun singkong sehingga menjadi produk pupuk organik yang menyuburkan lahan pertanian melalui metode penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Bentuk evaluasi yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah a) evaluasi awal, b) evaluasi proses, dan c) evaluasi akhir untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 23 orang anggota Kelompok Tani Surya Nusantara di Kampung Sendangasri, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan bahwa tingkat pengetahuan peternak sebelum pelaksanaan adalah 45,50% kemudian meningkat menjadi 94,30% setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah feses ternak dan limbah pertanian sebagai bahan baku potensial pupuk organik dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Surya Nusantara di Kampung Sendangasri, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah sebesar 48,80% yang termasuk dalam kategori tinggi.
Sosialisasi Budidaya Pisang Tepat Guna Di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran Ardian, Ardian; Setiawan, Kukuh; Kamal, Muhammad; Setiawan, Wawan A; Yelli, Fitri; Hadi, Muhammad Syamsul; Sanjaya, Purba
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8911

Abstract

Salah satu sentra produksi pisang terbesar di Pesawaran ialah Way Ratai.  Di tahun 2021, produksi pisang yang dihasilkan dari kecamatan ini telah mencapai 76.638,7 ton atau mencapai 20,91% dari total Produksi di Kabupaten Pesawaran. Kegiatan penanaman pisang telah berkembang secara cepat seiiring dengan semakin banyaknya permintaan buah segar pisang, serta harga jual pisang yang cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun.  Tanpa diimbangi dengan input serta teknik budidaya yang memadai, kegiatan pengusahaan tanaman pisang secara intensif akan banyak menguras sumberdaya tanah, baik berupa hara esensial (makro maupun mikro), bahkan juga kadang cenderung merusak struktur tanah seperti terjadinya pengerasan tanah akibat pemupukan anorganik secara intensif.  Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada petani pisang tentang pentingnya pemberian bahan organik,  kapur/dolomit dan Kalium di pertanaman pisang mereka dan menjawab permasalahan mengenai budidaya pisang di lahan mereka
Sosialisasi Pembuatan Tas Ramah Lingkungan Ecoprint di Desa Mulyo Harjo, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung Manik, Tumiar Katarina; Setiawan, Wawan A; Setiawan, Kukuh; Ardian, Ardian; Sanjaya, Purba
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8913

Abstract

Ecoprint adalah teknik pencetakan dengan menggunakan pewarna alami dari bahan organik, seperti daun, bunga, atau kulit buah. Ecoprint sering kali digunakan dalam pembuatan kain untuk produk-produk ramah lingkungan dan berkelanjutan karena menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi penggunaan pewarna kimia. Teknik ini juga dianggap sebagai cara yang kreatif dan indah untuk menghasilkan desain tekstil yang unik dan organik. Artikel ini berusaha memaparkan dan memberi sosialisasi pembuatan tas ramah lingkungan, meliputi bahan dan alat, metode (pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip dasar ecoprint, termasuk pemilihan bahan organik, teknik pencetakan, dan proses fiksasi warna), hasil, dan manfaatnya terhadap Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Mulyo Harjo. Artikel ini ditulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif untuk menjelaskan sosialisasi pembuatan tas ramah lingkungan ecoprint di Desa Mulyo Harjo. Hasil dari sosialisasi ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam menggunakan teknik ecoprint untuk menghasilkan tas yang unik dan berkelanjutan secara lingkungan. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Artikel ini juga berkontribusi dalam pengimplementasian poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs).
Sosialisasi Pemanfaatan Cacahan Batang Ubikayu Segar Sebagai Alternatif Sumber Hara Kalium di Sekincau Lampung Barat Setiawan, Kukuh; Hadi, Muhammad Syamsoel; Agustiansyah, Agustiansyah; Pramono, Eko; Kamal, Muhammad; Ardian, Ardian; Setiawan, Wawan A; Sanjaya, Purba
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.9145

Abstract

Lampung is one of the biggest areas for cassava and also Indonesia gets the number five in the world for cassava production.  At harvest time, it would produce huge source of potassium (K) from the stem.  Unfortunately this source of K is not used yet until now.  Consequently, the objective of activity was to educate the farmers in order to use the fresh cassava stem by chipping in small size as potassium source.  This activity was conducted in Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat on January 31st 2024.  The method that was used in this activity was to discuss and present the way of producing small chip of fresh cassava stem.  The evaluation of farmer perception to understand the method was questionnaire containing 10 questions to be answered by farmers.  The result was before discussion, farmers still do not know or recognize yet that fresh cassava stem could be used as a K source.  However, after presenting the material of discussion, in general, they were interested in using small chip cassava stem for K source to fertilize the horticulture crops in their land. 
Teknologi Pemupukan Tanaman Kopi dengan Penambahan Pupuk Organik di Desa Margoyoso, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus Sanjaya, Purba; Ramadiana, Sri; Widyastututi, RA Diana; Pujisiswanto, Hidayat; Warganegara, Hayane Adeline
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9825

Abstract

Provinsi Lampung, sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan serius terkait rendahnya produktivitas kopi. Dengan rata-rata produksi hanya mencapai 0,75 ton per hektar, jauh di bawah potensi genetiknya yang mencapai 4 ton per hektar, sejumlah masalah budidaya menjadi penyebab utama rendahnya hasil panen. Salah satu masalah yang signifikan adalah kurangnya pemupukan tanaman dan penggunaan pupuk yang kurang lengkap oleh para petani. Sentra kopi di Provinsi Lampung, seperti Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus, menunjukkan perbedaan signifikan dalam produktivitas kopi. Kabupaten Lampung Barat memiliki produktivitas kopi yang lebih tinggi, mencapai 1,07 ton per hektar, sementara Kabupaten Tanggamus hanya mencapai 0,8 ton per hektar. Oleh karena itu, meningkatkan produktivitas kopi di Kabupaten Tanggamus menjadi kunci untuk mengangkat produktivitas secara keseluruhan di Provinsi Lampung.Berdasarkan tingkat kesuburan tanah, khususnya di Kecamatan Sumber Rejo tergolong rendah sampai sangat rendah. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan budidaya kopi, sangat direkomendasikan untuk melaksanakan kegiatan pemupukan dengan memperhatikan Teknik pemupukan yang tepat, selain itu perlu ditambahkan pembenah tanah seperti pupuk organik dan biochar. Hasil dari pengabdian ini adalah bawha pelaksanaan pengabdian mampu meningkatkan pengetahuan petani terkait budidaya kopi dari 42,6% Menjadi 87,6%. Selain itu, petani juga mampu melaksanakan pembuatan pupuk organik padat secara mandiri mulai dari pemilihan bahan, pembuatan larutan dekomposer, pembuatan lapisan hingga pengecekan suhu kompos dengan baik dan benar. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman kopi dan kesejahteraan petani sekitar.
Effectiveness of Cassava Harvesting by Applying Harvesting Implement Warji, Warji; Asmara, Sandi; Hidayat, Kuswanta Futas; Sanjaya, Purba; Endaryanto, Teguh
Jurnal Agricultural Biosystem Engineering Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : abe.fp.unila.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jabe.v4i3.11557

Abstract

Cassava is one of Indonesia’s leading food commodities, especially in Lampung Province. However, cassava harvesting is still predominantly done manually, which is time-consuming, labor-intensive, and prone to crop damage. This study aims to evaluate the effectiveness of cassava harvesting using a Kubota mechanical harvesting implement compared to traditional manual methods. The research was conducted in Bandar Mataram District, Central Lampung Regency, over an area of 0.75 hectares and observed parameters including harvest time, tuber damage, losses, and labor efficiency. Results showed that the harvesting implement significantly improved efficiency, allowing one machine to harvest up to 1.07 hectares per day, compared to only 0.045 hectares per day per person using manual labor. Tuber damage and losses were also reduced from 7% in manual harvesting to 1.59% with the implement. Furthermore, the implement created soil ridges suitable for direct replanting without further tillage. Despite its advantages, some operational weaknesses were identified, such as the need for stem cutting and transportation improvements. Overall, the use of mechanized harvesting tools enhances cassava farming efficiency and has the potential to reduce labor dependency and improve farmer productivity.
UTILIZATION OF ARDUINO MICROCONTROLLER FOR PRECISE WATER SUPPLY MANAGEMENT TO ENHANCE WATER SPINACH (Ipomoea reptans Poir) GROWTH Sanjaya, Purba; Widyastuti, R.A Diana; Manik, Tumiar Katarina; Pusvika, Niluh D.
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9620

Abstract

In Indonesia, agricultural practices remain largely dependent on traditional methods, particularly in plant care and irrigation management. Such reliance often results in inefficient water use and inconsistent crop yields, underscoring the urgent need for technological innovation in precision agriculture. The integration of affordable microcontroller-based systems offers a practical solution for smallholder farmers to enhance crop productivity and resource efficiency. This study investigates the application of an Arduino UNO microcontroller integrated with a soil moisture sensor for the cultivation of water spinach (Ipomoea reptans Poir) under controlled irrigation conditions. Four soil moisture ranges were tested: 80–100%, 60–80%, 40–60%, and 20–40% of field capacity. The research objectives were to: (i) optimize the operation of the Arduino microcontroller for automated irrigation, (ii) evaluate the effects of different soil moisture levels on water spinach growth, and (iii) determine the optimal moisture range for maximizing growth and yield. The results demonstrate that the Arduino-based system reliably regulated soil moisture according to programmed parameters, enabling precise, automated irrigation aligned with crop water requirements. Growth performance varied significantly across treatments, with plants maintained at 80–100% of field capacity showing the highest growth rate and yield. Notably, water spinach cultivated at 40–60% of field capacity still produced marketable crops, indicating potential water-saving benefits. This research highlights the contribution of low-cost microcontroller technology in advancing precision agriculture for leafy vegetables. It provides practical insights for sustainable irrigation management, offering farmers a feasible pathway to improve productivity while conserving water resources.
PENGARUH PERLAKUAN PINCHING DAN MATERI PEMECAH DORMANSI (KNO3 Dan BAP) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) ‘KRISTAL’ Widyastuti, RA Diana; Utomo, Setyo Dwi; Pangaribuan, Darwin H; Sanjaya, Purba; Agustin, Widia
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9932

Abstract

Perbaikan keragaan bibit tanaman jambu biji Kristal dapat diperbaiki dengan aplikasi pinching dan pemberian materi pemecah dormansi (KNO3 dan BAP). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh pinching terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.(2)Mengetahui pengaruh perlakuan KNO3 dan BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.(3)Mengetahui interaksi antara pinching dan materi pemecah dormansi terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.  Penelitian ini dilaksanakan di lahan Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan Maret 2021 hingga Juli 2021.  Perlakuan disusun secara faktorial (2x3) dalam rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang diulang sebanyak 4 kali.  Faktor pertama (P) pinching yang terdiri atas dua taraf , (P1) dengan pinching dan (P2) tanpa pinching.  Faktor kedua Materi Pemecah Dormansi (MPD) (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu (M1) tanpa zat pemecah dormansi, (M2) MPD KNO3, dan  (M3) MPD BAP.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Jumlah tunas baru dipengaruhi oleh pinching lebih banyak dibandingkan dengan tanpa pinching dengan selisih 0,31.  Panjang tunas baru dipengaruhi oleh pinching lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pinching dengan selisih 3,22 cm. (2)Jumlah cabang dipengaruhi oleh BAP lebih banyak dibandingkan dengan tanpa materi pemecah dormansi dengan selisih 0,28 cabang. (3)Jumlah tunas baru dipengaruhi oleh pinching dan materi pemecah dormansi BAP.  Jumlah tunas baru terbanyak ditunjukkan oleh perlakuan pinching + BAP dengan jumlah 5,41, sedangkan kontrol 4,67 (selisih 0,74).
Co-Authors , Agustiansyah Abdul Kadir Salam Abdullah Aman Damai Afandi Afandi Afandi Afandi Afandi Afandi Afrianti, Zulvina Afriliyanti, Rizki Agus Karyanto Agus Karyanto Agustiansyah Agustiansyah Agustin, Widia Ahmad Syaifudin Ahmad Syaifudin Ainin Niswati, Ainin Anisa Nur Rahmah, Anisa Nur Ardian Ardian Ardian Ardian Ardian Ardian Ardiansyah, Prima Ari Kusuma Basri Ari Kusuma Basri Aviati S., Yuniar Basri, Ari Kusuma Dad R. J. Sembodo Darwin H. Pangaribuan Dedy Prasetyo Dedy Prasetyo Desi Anjarwati Doni Ramadhan, Doni Eko Pramono Ermia Citra Esatika Erwanto Erwin Yuliadi Erwin Yuliadi Fauzan, Teo Achmad Fauzi, Teo Achmad Febriyanti, Kartika Hikmahniar Fembriarti Erry Prasmatiwi Fitri Yeli Fitri Yelli Hadi, Muhammad Syamsoel Hayane A. Warganegara Hayane Adeline Warganegara, Hayane Adeline Helvi Yanfika Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Husna Fii Karisma Jannah Indah Listiana Intan Puspita Sari Irawan, Bayu Hadi Setya Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Kukuh Setiawan Kukuh Setiawan Kukuh Setiawan Kurnia Cahyani Dewi Kus Hendarto Kus Hendarto Kushendarto Kushendarto Kushendarto Kushendarto, Kushendarto Kuswanta Futas Hidayat Kuswanta Futas Hidayat Kuswanta Futas Hidayat Kuswanta Futas Hidayat Liman Liman, Liman M Hafidz Yugo M. Syamsoel Hadi Maria Viva Rini Meylita Mustikawati Muhammad Kamal Muhammad Kamal Muhammad Mirandy Pratama Sirat Muhammad Nurdin Muhammad Syamsul Hadi Muhammad Syamsul Hadi, Muhammad Syamsul Muhtarudin Muhtarudin Niskan Walid Masruri Novi Kurnia Novi Rosanti Otik Nawansih Prima Ardiansyah Puput Azizah Pusvika, Niluh D. Raden Ajeng Diana Widyastusi Raden Ajeng Diana Widyastuti Rahmalia, Dian Rahman, Hafidz Fatur Ramadiana, Sri Ratna Ermawati Riki Pratama Rivai, Mahfud Rommy Qurniati Rugayah Rusdi Evizal Sandi Asmara Sapto Kuncoro Sarno Sarno Septiana, Liska Mutiara Setiawan, Wawan A Setyo Dwi Utomo Setyo Dwi Utomo Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Sudi Pramono Sudi Pramono . Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sukma, Delta Tiara Sungkono Sungkono Sungkono Sungkono Sunyoto Sunyoto Surmini, Surmini Surnayanti Surnayanti Surtono, Arif Syahrio Tantalo Teguh Endaryanto Tumiar Katarina Manik Warji Warji Wawan Abdullah Setiawan WAWAN ABDULLAH SETIAWAN, WAWAN ABDULLAH Widia Agustin Widyastuti, R A Diana Widyastuti, R.A Diana Widyastuti, RA Diana Widyastututi, RA Diana Wijaya, Agung Kusuma Yeli, Fitri Yohanes C Ginting Yohannes Cahya Ginting Yuyun Fitriana