Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran Untuk Mendukung Program Program Kemandirian Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Kuswanta Futas Hidayat; Irwan Sukri Banuwa; Kus Hendarto; Abdullah Aman Damai; Purba Sanjaya
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i1.5794

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkenalkan dan mempraktekkan teknik budidaya sayur-sayuran baik dalam polybag dan lahan pekarangan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung. Sosialisasi dan praktek ini diharapkan dapat dipraktekkan di dalam lapas untuk mendukung program kemandirian pangan serta diaplikasikan ketika warga binaan keluar lembaga pemasyarakatan.  Kegiatan pengabdian akan dimulai dengan penjelasan penjelasan terkait teknik budidaya sayuran didalam ruangan dan dilanjutkan dengan praktek langsung di wilayah pekarangan lapas yang masih kosong.  Materi yang akan diajarkan dan sekaligus dipraktekan di lokasi pengabdian antara lain penyiapan bahan tanam (menyiapkan, mengecambahkan benih dan menyiapkan bibit), menyipakan lahan baik dengan olah tanah langsng dan dengan menggunakan polybag, menanam, mengajir, membumbun, mengendalikan hama dan penyakit tanaman, irigasi, panen hingga pasca panen. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat tentang teknik budidaya sayuran, pengetahuan warga binaan menigkat dari yang sebelumnya hanya sebesar 28,09 % meningkat menjadi sebesar 85,4 %. Hal ini berarti bahwa kegiatan pengabdian membawa perubahan yang sangat baik terhadap pengetahuan warga binaan. Peningkatan Pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan skill warga binaan untuk menghasilkan sayuran sendiri dalam lapas dan sebagai bekal mereka ketika sudah keluar dari lembaga kemasyarakatan.
PENERAPAN PEMUPUKAN BERIMBANG UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI KENTANG DI DESA TAMBAK JAYA, KECAMATAN WAY TENONG LAMPUNG BARAT Ardian Ardian; Kukuh Setiawan; Muhammad Kamal; Muhammad Syamsul Hadi; Erwin Yuliadi; Fitri Yelli; Purba Sanjaya; Wawan Abdullah Setiawan
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.7106

Abstract

Kentang merupakan salah satu tanaman utama yang ditanam oleh petani di Lampung Barat.  Hingga saat ini masalah utama adalah peningkatan kuaktas dan produksi kentang.  Oleh karena itu tujuan pengabdian ini adalah untuk mengedukasi petani mitra dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kentang per hektar melalui pemupukan berimbang sehingga pendapatan petani mitra dapat meningkat.  Sasaran penyuluhan berupa demonstrasi dan edukasi adalah petani Desa Tambak Jaya, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat. Ada tiga masalah yang menjadi fokus, yaitu ukuran ubi kentang yang tidak homogen, adanya pecah kulit ubi, serta ketahanan periode simpan yang tidak lama.  Target yang akan dicapai adalah peningkatan produksi dan kualitas kentang melalui sistem pemupukan berimbang. Produksi kentang yang dihasilkan dari kecamatan ini rata-rata mencapai 18-20 ton/ha. Produktivitas yang dihasilkan masih tergolong relatif rendah dibandingkan potensi hasil dari bibit yang ditanam, yaitu sekitar 40-50 ton/ha.  Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kentang di wilayah ini karena petani tidak menerapkan pemupukan berimbang untuk produksi tinggi dan munculnya retak umbi dan rentannya pengelupasan kulit umbi. Kondisi ini menyebabkan produksi rendah dan kualitas umbi yang kurang.  Manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu, petani binaan akan teredukasi dan memahami pentingnya pemupukan berimbang untuk peningkatan produksi dengan mutu yang prima, sehingga pendapatan petani meningkat dan adanya hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan pengumpul/mitra usaha karena produk yang berkualitas. Hasil kegiatan pengabdian tim pengabdian dari Universitas Lampung membuat petani kentang di Tambak Jaya sangat tertarik dengan metode pemupukan berimbang dan sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga produktivitas kentang mencapai 40 ton/ha dengan mutu umbi kentang premium
PERMASALAHAN PETANI DESA LABUHAN RATU 6, KECAMATAN LABUHAN RATU, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR DALAM BUDIDAYA UBIKAYU Ardian Ardian; Setyo Dwi Utomo; Kukuh Setiawan; Muhammad Kamal; Muhammad Syamsul Hadi; Fitri Yelli; Purba Sanjaya
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7800

Abstract

Lampung merupakan salah satu sentra produksi ubikayu di Indonesia.  Selanjutnya, Lampung Timur, terutama kecamatan Labuhan Ratu mempunyai areal panen ubikayu yang cukup besar.  Pada 2021, produksi ubikayu yang dihasilkan dari kecamatan ini telah mencapai 25.154 ton. Produksi tersebut berasal dari luas panen seluas 1.191 hektar dan produktivitas sekitar 21 ton/ha.  Produktivitas hasil ini masih jauh dari potensi hasil tanaman ubikayu yang dapat mencapai 40-60 ton/ha.  Aplikasi pemupukan yang biasa dilakukan petani adalah pemberian hara makro, yaitu N (urea), P (TSP), dan K (KCl), akan tetapi petani jarang memberikan pupuk organik dan pengapuran dikarenakan beberapa alasan dan ketidak mengertian mereka tentang pupuk ini terhadap peningkatan hasil dan kadar pati.    Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi/penyuluhan dan demonstrasi plot kepada petani binaan desa Labuhan Ratu 6, Labuhan Ratu, Lampung Timur tentang pengolahan pupuk organik, pengapuran dan teknologi budidaya ubikayu yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan kadar pati.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan demonstrasi plot untuk menunjukkan kepada pengguna atau petani binaan Desa Labuhan Ratu 6 tentang pengaruh aplikasi pupuk organik dan pemberian kapur pertanian terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi ubikayu.  Dengan demikian metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat petani binaan desa Labuhan Ratu 6, Labuhan Ratu, Lampung Timur menggunakan cara sosialisasi/penyuluhan, demonstrasi plot dan evaluasi kegiatan.  Hasil sosialisasi dan kunjungan ke lahan petani dapat dijabarkan sebagai berikut, penggunaan varietas yang mempunyai potensi perodusi tinggi dan kadar pati yang tinggi harus dibarengi dengan jarak tanam yang sesuai untuk perkembangan ubi, penggunaan bahan organik untuk perbaikan struktur tanah dan suplai hara mikro, penambahan kapur/dolomit untuk meningkatkan pH yang sesui dan suplai hara Ca dan Mg, penggunaan pupuk Kalium (KCl) yang lebih tinggi dari pupuk Urea untuk meningkatkan produksi dan kadar pati ubi hasil panen.
DISEMINASI PATEN SEDERHANA “METODE PEMUPUKAN N, P, DAN K UNTUK PADI SAWAH” DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH DENGAN SISTEM PENGELOLAAN TANAMAN SECARA TERPADU DI GAPOKTAN SIDO MAJU KECAMATAN TANJUNG SARI Kuswanta Futas Hidayat; Kushendarto Kushendarto; Yuyun Fitriana; Solikhin Solikhin; Abdullah Aman Damai; Ari Kusuma Basri; Prima Ardiansyah; Purba Sanjaya
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6355

Abstract

Masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan tanaman padi sawah di Provinsi Lampung adalah masih rendahnya produktivitas dan produksi di tingkat petani jika dibandingkan dengan potensi genetik dari varietas padi sawah yang ditanam. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu teknologi budidaya padi sawah yang dapat dilakukan yaitu harus memasukkan input jumlah pupuk yang tepat sesuai kebutuhan tanaman dan cara aplikasi yang tepat, serta dipadupadankan dengan teknologi pengelolaan tanaman secara terpadu (PTT-Padi Sawah). Dalam pengembangannya, untuk memecahkan masalah usahatani di wilayah tertentu, PTT tidak menggunakan pendekatan paket teknologi, melainkan dengan pendekatan penerapan teknologi yang bersifat spesifik lokasi. Tujuan utama penerapan PTT adalah untuk meningkatkan produksi, pendapatan petani, dan menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk mendiseminasikan paten sederhana yang telah diperoleh Fakultas Pertanian terkait dengan metode Pemupukan N, P, dan K untuk padi sawah dengan sistem pengelolaan tanaman secara terpadu. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan di sentra produksi padi sawah Kabupaten Lampung Selatan, yaitu Kecamatan Tanjung Sari. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan pengetahuan petani tentang teknik budidaya padi meningkat dari kategori sedang (51,24 %) menjadi kategori Tinggi dengan skor nilai sebesar 82,3 % setelah pelaksanaan. Selain itu teknik budidaya padi yang tepat diterapkan di Kecamatan Tanjung Sari membutuhkan paket teknologi spesifik lokasi dengan berpedoman dengan sistem pengelolaan tanaman terpadu (PTT) dengan mengutamakan penggunaan  pupuk organik padat
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI VARIETAS MAPAN 05 (Oryza sativa L.) PADA BEBERAPA TARAF KADAR AIR YANG DIKONTROL OLEH MIKROKONTROLER ARDUINO UNO Purba Sanjaya; Riki Pratama; Agus Karyanto; M. Syamsoel Hadi; Kuswanta Futas Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.8685

Abstract

Kebutuhan beras sebagai bahan pangan pokok terus meningkat dan belum dapat dipenuhi oleh Produksi dalam negeri.  Tercatat sebanyak 407,7 ribu Ton Beras di impor Sepanjang Tahun 2021.  Saat ini budidaya padi selalu difokuskan pada satu jenis lahan saja, yaitu lahan sawah. Oleh karena itu perlu diketahui potensi dan kemampuan adaptasi varietas padi sawah pada lahan kering.  Penelitian ini menguji kemampuan pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah varietas Mapan 05 pada lahan kering dengan kadar air yang beragam. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca, Lab. Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.  Penelitian disusun dalam RAL dengan perlakuan  kadar air: P1 (20%-40% KL), P2(40%-60% KL), P3(60%-80% KL), dan P4 (80%-100% KL).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai standard error (SE), kadar air yang berbeda akan mempengaruhi  jumlah penggunaan air, tinggi tanaman, persentase anakan produktif, bobot brangkasan kering, bobot akar kering, bobot gabah kering panen (GKP), dan bobot gabah isi.  Pertumbuhan dan produksi padi varietas Mapan 05 mencapai kondisi optimal pada kadar air 80%-100% Kapasitas Lapang.
PENGARUH GULUDAN DAN PEMUPUKAN TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI PADA PERTANAMAN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) TAHUN KETUJUH Purba Sanjaya; Irwan Sukri Banuwa; Ari Kusuma Basri; Afandi Afandi; Surnayanti Surnayanti; Niskan Walid Masruri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.7737

Abstract

Lampung merupakan salah satu produsen singkong tertinggi di Indoneisia yang memiliki potensi untuk mencukupi permintaan singkong nasional. Meinurut data Kemeintrian pertanian republik Indonesia (2022), Rata rata produktivitas singkong di Provinsi Lampung pada tahun 2014—2018 mencapai 26,23 ton ha-1, dengan luas area rata rata 259.334 ha, angka tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan provinsi sumatra barat yang memiliki rata rata produktivitas mencapai 40,77 ton ha-1 dengan luas area rata rata 51.06 ha dan Provinsi Sumatra Utara yang memiliki rata rata produktivitas 33,58 ton ha-1 dengan luas area rata rata 33.550 ha. Rendahnya produktivitas singkong di Provinsi Lampung ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah aliran permukan dan erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guludan dan pemupukan terhadap aliran permukaan, erosi dan koefisien run off pada pertanaman singkong. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari—Desember 2021 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial (2x2). Faktor pertama adalalah konservasi tanah atau guludan (G1: guludan searah lereng, G2: guludan memotong lereng) dan faktor kedua adalah pemupukan (P0: tanpa pemupukan, P1: pemberian pupuk kompos 10 ton ha-1, NPK Phonska 300 kg ha-1 dan Urea 200 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan guludan berpengaruh nyata terhadap variabel irosi, aliran permukaan dan koefisien run off, sedangkan perlakuan pemupukan hanya berpengaruh nyata terhadap variabel aliran permukaan dan koefisien run off. Penggunaan guludan memotong lereng lebih baik dalam mengurangi erosi aliran permukaan, dan koefisien run off dibandingkan dengan penggunaan guludan searah lereng pada pertanaman singkong Gajah. Penanaman di atas guludan memotong lereng mampu menekan Erosi sebesar 59,72%, aliran permukaan sebesar 35,49%, dan menurunkan koefisien dari 0,199 menjadi 0,127. Pemberian pupuk kompos 10 ton ha-1, NPK Phonska 300 kg ha-1 dan Urea 200 kg ha-1dapat mengurangi erosi sebesar 17,19%, aliran permukaan sebesar 32,92%, dan menurunkan koefisien run off dari 0,205 menjadi 0,122.
Sosialisasi Pembuatan Tas Ramah Lingkungan Ecoprint di Desa Mulyo Harjo, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung Manik, Tumiar Katarina; Setiawan, Wawan A; Setiawan, Kukuh; Ardian, Ardian; Sanjaya, Purba
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8913

Abstract

Ecoprint adalah teknik pencetakan dengan menggunakan pewarna alami dari bahan organik, seperti daun, bunga, atau kulit buah. Ecoprint sering kali digunakan dalam pembuatan kain untuk produk-produk ramah lingkungan dan berkelanjutan karena menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi penggunaan pewarna kimia. Teknik ini juga dianggap sebagai cara yang kreatif dan indah untuk menghasilkan desain tekstil yang unik dan organik. Artikel ini berusaha memaparkan dan memberi sosialisasi pembuatan tas ramah lingkungan, meliputi bahan dan alat, metode (pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip dasar ecoprint, termasuk pemilihan bahan organik, teknik pencetakan, dan proses fiksasi warna), hasil, dan manfaatnya terhadap Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Mulyo Harjo. Artikel ini ditulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif untuk menjelaskan sosialisasi pembuatan tas ramah lingkungan ecoprint di Desa Mulyo Harjo. Hasil dari sosialisasi ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam menggunakan teknik ecoprint untuk menghasilkan tas yang unik dan berkelanjutan secara lingkungan. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Artikel ini juga berkontribusi dalam pengimplementasian poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs).
UTILIZATION OF ARDUINO MICROCONTROLLER FOR PRECISE WATER SUPPLY MANAGEMENT TO ENHANCE WATER SPINACH (Ipomoea reptans Poir) GROWTH Sanjaya, Purba; Widyastuti, R.A Diana; Manik, Tumiar Katarina; Pusvika, Niluh D.
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9620

Abstract

In Indonesia, traditional methods still dominate agricultural practices, particularly in plant care and maintenance. The integration of an Arduino UNO microcontroller with a soil moisture sensor presents a significant advancement for farmers by facilitating precise soil moisture management. This study explores the application of the Arduino UNO microcontroller in the cultivation of water spinach (Ipomoea reptans Poir) under various moisture levels: 80-100%, 60-80%, 40-60%, and 20-40% of field capacity. The objectives of this research are to: (i) optimize the use of the Arduino microcontroller to enhance the growth of water spinach, (ii) evaluate the impact of different soil moisture levels on the growth of water spinach precisely regulated by the Arduino microcontroller, and (iii) identify the optimal moisture level for water spinach growth. The findings demonstrate that the Arduino microcontroller, in conjunction with the soil moisture sensor, operates effectively according to the programmed parameters, ensuring automated irrigation that meets the water requirements of water spinach. The results further indicate that varying moisture levels significantly influence the growth outcomes of water spinach, with a moisture content of 80-100% of field capacity yielding the most favorable growth and production. Additionally, water spinach plants maintained at 40-60% of field capacity produced crops suitable for marketability.
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN PUPUK HAYATI PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Sanjaya, Purba; Kurnia, Novi; Kushendarto, Kushendarto; Yelli, Fitri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i1.4895

Abstract

Produktivitas tanaman tomat di Provinsi Lampung terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada Tahun 2017 tercatat produktivitas tomat mencapai 13.46 ton/ha, sedangkan pada tahun 2019 hanya mencapai 10.52 ton/ha. Bahkan nilai ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata rata nasional yang mencapai 18.63 ton/ha. Untuk mengatasi hal tersebut peningkatan produktivitas mutlak dibutuhkan, salah satunya adalah dengan penambahan pupuk kandang dan pupuk hayati. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan Januari - Mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial 4 x 3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemupukan dengan menggunakan beberapa jenis pupuk kandang (ayam, kambing dan sapi) sebanyak 1/3 bagian media tanam, sedangkan faktor kedua adalah aplikasi pupuk hayati dengan dosis, 0 l/ha, 4 l/ha, dan 8 l/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Dari ketiga jenis pupuk kandang, pupuk kandang kambing memberikan hasil yang paling baikdibandingkan pupuk kandang lainnya. Aplikasi pupuk hayati dengan dosis 4 l/ha berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah cabang primer dan jumlah bunga tanaman tomat dan merupakan perlakuan terbaik untuk pupuk hayati. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kandang dan pupuk hayati.
PENGARUH BATUAN FOSFAT ALAM YANG DIASIDULASI DENGAN LIMBAH CAIR TAHU PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG Sanjaya, Purba; Febriyanti, Kartika Hikmahniar; Niswati, Ainin; Sunyoto, Sunyoto; Hidayat, Kuswanta Futas
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7336

Abstract

Pemupukan adalah kegiatan perawatan tanaman yang umumnya dilakukan untuk untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Terdapat beberapa jenis unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah banyak, salah satunya adalah fosfor. Secara umum, fosfor ditambahkan dalam bentuk pupuk TSP, NPK, atau SP36. Namun demikian, fosfor juga dapat ditambahkan melalui batuan fosfat yang tersedia dia alam.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis terbaik batuan fosfat yang telah diasidulasi dengan limbah cair tahu untuk pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan di lapangan percobaan BPTP Natar dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung mulai bulan Juni 2018 hingga September 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 350 kg ha-1 memberikan hasil terbaik untuk bobot biji jagung kering sebesar 3,37 kg per petak, dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk sebesar 2,15 kg per petak. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara serapan fosfor dan bobot per petak. Artinya, semakin tinggi serapan fosfor, semakin meningkat bobot tangkai kering dan bobot biji jagung pada pertanaman tersebut.
Co-Authors , Agustiansyah Abdul Kadir Salam Abdullah Aman Damai Afandi Afandi Afandi Afandi Afandi Afandi Afrianti, Zulvina Afriliyanti, Rizki Agus Karyanto Agus Karyanto Agustiansyah Agustiansyah Agustin, Widia Ahmad Syaifudin Ahmad Syaifudin Ainin Niswati, Ainin Anisa Nur Rahmah, Anisa Nur Ardian Ardian Ardian Ardian Ardian Ardian Ardiansyah, Prima Ari Kusuma Basri Ari Kusuma Basri Aviati S., Yuniar Basri, Ari Kusuma Dad R. J. Sembodo Darwin H. Pangaribuan Dedy Prasetyo Dedy Prasetyo Desi Anjarwati Doni Ramadhan, Doni Eko Pramono Ermia Citra Esatika Erwanto Erwin Yuliadi Erwin Yuliadi Fauzan, Teo Achmad Fauzi, Teo Achmad Febriyanti, Kartika Hikmahniar Fembriarti Erry Prasmatiwi Fitri Yeli Fitri Yelli Hadi, Muhammad Syamsoel Hayane A. Warganegara Hayane Adeline Warganegara, Hayane Adeline Helvi Yanfika Hidayat Pujisiswanto Hidayat Pujisiswanto Husna Fii Karisma Jannah Indah Listiana Intan Puspita Sari Irawan, Bayu Hadi Setya Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Kukuh Setiawan Kukuh Setiawan Kukuh Setiawan Kurnia Cahyani Dewi Kus Hendarto Kus Hendarto Kushendarto Kushendarto Kushendarto Kushendarto, Kushendarto Kuswanta Futas Hidayat Kuswanta Futas Hidayat Kuswanta Futas Hidayat Kuswanta Futas Hidayat Liman Liman, Liman M Hafidz Yugo M. Syamsoel Hadi Maria Viva Rini Meylita Mustikawati Muhammad Kamal Muhammad Kamal Muhammad Mirandy Pratama Sirat Muhammad Nurdin Muhammad Syamsul Hadi Muhammad Syamsul Hadi, Muhammad Syamsul Muhtarudin Muhtarudin Niskan Walid Masruri Novi Kurnia Novi Rosanti Otik Nawansih Prima Ardiansyah Puput Azizah Pusvika, Niluh D. Raden Ajeng Diana Widyastusi Raden Ajeng Diana Widyastuti Rahmalia, Dian Rahman, Hafidz Fatur Ramadiana, Sri Ratna Ermawati Riki Pratama Rivai, Mahfud Rommy Qurniati Rugayah Rusdi Evizal Sandi Asmara Sapto Kuncoro Sarno Sarno Septiana, Liska Mutiara Setiawan, Wawan A Setyo Dwi Utomo Setyo Dwi Utomo Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Sudi Pramono Sudi Pramono . Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sukma, Delta Tiara Sungkono Sungkono Sungkono Sungkono Sunyoto Sunyoto Surmini, Surmini Surnayanti Surnayanti Surtono, Arif Syahrio Tantalo Teguh Endaryanto Tumiar Katarina Manik Warji Warji Wawan Abdullah Setiawan WAWAN ABDULLAH SETIAWAN, WAWAN ABDULLAH Widia Agustin Widyastuti, R A Diana Widyastuti, R.A Diana Widyastuti, RA Diana Widyastututi, RA Diana Wijaya, Agung Kusuma Yeli, Fitri Yohanes C Ginting Yohannes Cahya Ginting Yuyun Fitriana