Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pandecta

Implementasi Model Zonasi Penataan Pedagang Kaki Lima di Kota Bandung Ramadhan, Adam
Pandecta: Research Law Journal Vol 10, No 1 (2015): Pandecta June 2015
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v10i1.4196

Abstract

Maraknya pedagang kaki lima yang memadati lingkungan kota dengan menggelar dagangannya diruas jalan maupun ruang publik lainnya dirasa tidak sesuai dengan sistem penataan kota. Keadaan demikian mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk menata PKL tersebut dengan membentuk suatu Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah  model zonanisasi penataan PKL dikota, bedampak positif terhadap kejesahteraan PKL. dan apa saja hambatan yang dihadapi pemkot kota bandung dalam model zonanisasi penataan PKL di kota Bandung. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah model zonanisasi dalam penataan PKL sangat berdampak positif terhadap kesejahteraan PKL. Kemudian ada 2 faktor hambatan yang dihadapi oleh pemkot bandung khususnya Satpol PP dalam penataan PKL yaitu faktor internal dan faktor eksternal Pemkot Bandung harus bisa meningkatkan kembali penataan keseluruh PKL yang ada di kota bandung. Kemudian perlunya pemkot menyediakan sarana dan prasarana yang lebih memadai dan terus memberikan sosialisai kepada seluruh PKL yang ada di kota Bandung tentang perda nomor 4 tahun 2011 tentang penataan dan pembinaan PKL.The rise of street vendors who crowded city environments with hold merchandise diruas roads and other public spaces are found to be in accordance with the city planning system. Thus the state of Bandung City Government urged to organize the street vendors to establish a Regional Regulation No. 4 of 2011 Bandung About Management and Development street vendors. Issues examined in this study is whether the model zonanisasi arrangement of street vendors in the city, bedampak positively to kejesahteraan PKL. and what are the barriers faced by local government in the city of Bandung zonanisasi structuring models of street vendors in the city. Results and discussion of this study is a model in structuring PKL zonanisasi very positive impact on the welfare of street vendors. Then there are two factors barriers faced by local government, especially municipal police duo in the arrangement of street vendors ie internal factors and external factors Bandung municipal government should be able to increase the re-arrangement of existing street vendors throughout the city of Bandung. Then the need for local government to provide facilities and infrastructure more adequate and continues to provide socialization to all street vendors in the city of Bandung on regulation No. 4 of 2011 on the structuring and formation of street vendors.
Implementasi Model Zonasi Penataan Pedagang Kaki Lima di Kota Bandung Ramadhan, Adam
Pandecta Research Law Journal Vol 10, No 1 (2015): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v10i1.4196

Abstract

Maraknya pedagang kaki lima yang memadati lingkungan kota dengan menggelar dagangannya diruas jalan maupun ruang publik lainnya dirasa tidak sesuai dengan sistem penataan kota. Keadaan demikian mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk menata PKL tersebut dengan membentuk suatu Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah  model zonanisasi penataan PKL dikota, bedampak positif terhadap kejesahteraan PKL. dan apa saja hambatan yang dihadapi pemkot kota bandung dalam model zonanisasi penataan PKL di kota Bandung. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah model zonanisasi dalam penataan PKL sangat berdampak positif terhadap kesejahteraan PKL. Kemudian ada 2 faktor hambatan yang dihadapi oleh pemkot bandung khususnya Satpol PP dalam penataan PKL yaitu faktor internal dan faktor eksternal Pemkot Bandung harus bisa meningkatkan kembali penataan keseluruh PKL yang ada di kota bandung. Kemudian perlunya pemkot menyediakan sarana dan prasarana yang lebih memadai dan terus memberikan sosialisai kepada seluruh PKL yang ada di kota Bandung tentang perda nomor 4 tahun 2011 tentang penataan dan pembinaan PKL.The rise of street vendors who crowded city environments with hold merchandise diruas roads and other public spaces are found to be in accordance with the city planning system. Thus the state of Bandung City Government urged to organize the street vendors to establish a Regional Regulation No. 4 of 2011 Bandung About Management and Development street vendors. Issues examined in this study is whether the model zonanisasi arrangement of street vendors in the city, bedampak positively to kejesahteraan PKL. and what are the barriers faced by local government in the city of Bandung zonanisasi structuring models of street vendors in the city. Results and discussion of this study is a model in structuring PKL zonanisasi very positive impact on the welfare of street vendors. Then there are two factors barriers faced by local government, especially municipal police duo in the arrangement of street vendors ie internal factors and external factors Bandung municipal government should be able to increase the re-arrangement of existing street vendors throughout the city of Bandung. Then the need for local government to provide facilities and infrastructure more adequate and continues to provide socialization to all street vendors in the city of Bandung on regulation No. 4 of 2011 on the structuring and formation of street vendors.
Co-Authors Abdallah, Mohammad Raja Abdul Jalil Hermawan, Abdul Jalil Abdul Rahman Rahim Adha, Iqlina Asmara Agus Halim Agus Halim, Agus Akbar, Muhammad Mizan Ilham Aldyfra Luhulima Lukman Anaya P, Selma Dwi Angeline, Cheryl Angeline, Erica Apryano, Argya Attallah Arofah, Muhammad Nouval Atik Winanti Ayamilah, Yasaroti Azzarah Azzarah, Azzarah Cailla, Glenn Kevin Dewani, Citranti Hanifah Ebban Bagus Kuntadi Fadillah, Diara Putra Fajariani, Nur Fajri, Rizkiansyah Al Faradisi, Nurul Jinan Farhan, Fien Naufal Zaim Faturrohman, Muh. Abi Hakim, Norma Kamilia Halwiyah, Lailatul Hari Yeni Hermanto, Jessica Ikram, Muh Ilham, M. Irsyaf Marsal Istijanto, Istijanto Janitra, Evan Saputra Joe, Cleo Patricia Kacung Hariyono Khaerudin Imawan Kurniawan, Zhufar Atallah L, Leon Lazuardi, Klarissa Marselina, Resya Dwi Maulidina, Niswah Saffanah Muljono, Fernando Eric Mutiara N, Amanda N, Naska Nuraeni, Qori Pangaribuan, Calvin Philip Andrew Pebriyanti, Selma Dwi Anaya Pradika, Yoga Reno Ayom Praset, Fahmi Ramadhani, Dwi Aryanti Ramadhani, Rashya Serien Rani, Muh. Alief Nur Hidayah Rasji, Rasji Rasya, Harlin Sabrinda Ratih Apri Utami Resmi, Aji Dita Rum, Muhammad Sahid Sholeh Avivi Sitanggang, Febriola Sobah, Naqiyyah Nada Solihin, Dede Subakdi, Subakdi Sunartio, Anindhita Nugroho Suprima Syaeh, Muhammad Tunjang Syaeh, ` Muhammad Tunjang Syahladin, Firny Ramadina Tamin Tamin, Tamin Tobing, Chris Matthew Triadi, Irwan Utamawati, Intan Wati, Diani Sadia Wijaya, Mudita Wirakusumah, Indri Astrina Wirakusumah, Indri Astrina Indrarani Yulianti, Annisa Zainuddin, Zainuddin Zaujiah, Rima