Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Daya Tahan Kardiorespirasi pada Anggota Komunitas Futsal Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Ekki Pirmansyah; Berawi, Khairun Nisa; Ramadhian, Muhammad Ricky
Medula Vol 15 No 3 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v15i3.1675

Abstract

Cardiorespiratory endurance is a key indicator of physical fitness, reflecting the efficiency of the heart, lungs, and circulatory system in transporting and utilizing oxygen. Low cardiorespiratory endurance can increase cardiac workload and blood pressure, ultimately elevating the risk of cardiovascular disease. In addition to cardiorespiratory endurance, body mass index (BMI) is another important measure of physical fitness. This study aimed to analyze the relationship between BMI and cardiorespiratory endurance among members of the Futsal Community of the Faculty of Medicine, University of Lampung. This analytic observational study employed a cross-sectional design. A total sampling technique was used, involving 62 student members of the futsal community. The independent variable was BMI, calculated as body weight (kg) divided by height squared (m²). The dependent variable was cardiorespiratory endurance, assessed using the Rockport test. Data were analyzed using the Chi-square test. In this study, most of the participants had a normal BMI (40.32%), while cardiorespiratory endurance levels were predominantly categorized as poor (38.71%) and fair (37.81%). Bivariate analysis yielded a p-value of 0.000, indicating a significant association between BMI and cardiorespiratory endurance among members of the Futsal Community of the Faculty of Medicine, University of Lampung. The direction of the correlation was negative, meaning that an increase in BMI was associated with a decrease in cardiorespiratory endurance.
Upgrading Knowledge Mengenai Hipertensi Di Tejoagung, Metro Timur, Kota Metro Ramadhian, M. Ricky; Mutiara, Hanna
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1137

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab meningkatnya risiko penyakit stroke, jantung, dan ginjal. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia sebesar 26,3%. Berdasarkan data di atas maka perlunya upaya promotif pada pelayanan kesehatan. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 21 orang bapak-bapak di Desa Tejoagung, Metro Timur, Kota Metro. Penyuluhan ini dilakukan di Mesjid Nurul Huda, Desa Tejoagung, Metro Timur, KotaMetro. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai hipertensi diharapkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Tejoagung, Metro Timur, Kota Metro.Kata Kunci: hipertensi, penyuluhan, promotif
Deteksi dini Gangguan Gizi (Malnutrisi) pada Kelompok Berisiko Anggraini, Dian Isti; Soleha, Tri Umiana; Rachmawati, Ermin; Ramadhian, M. Ricky
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1144

Abstract

Indonesia saat ini mengalami permasalahan beban ganda dalam menghadapi masalah gizi, ketika permasalahan gizi kurang belum teratasi, muncul permasalahan baru yaitu permasalahan gizi lebih. Beban ganda masalah gizi ini banyak terjadi pada kelompok penduduk berisiko seperti bayi dan balita, wanita usia subur, wanita hami dan menyusui serta kaum lanjut usia (lansia). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan deteksi dini gangguan gizi pada kelompok berisiko. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakatdi kampung Totokaton kecamatan Punggur kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penilaian status gizi kelompok sasaran dan edukasi status gizi melalui pembagian leaflet.Penilaian status gizi kelompok bayi, anak di bawah dua tahun (baduta), pra lansia dan lansia dengan metode antropometrik. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan Tanggal 11 Oktober 2014, Pukul 08.30 sampai dengan selesai. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah pos kesehatan desa di kampung Totokaton kecamatan Punggur kabupaten Lampung Tengah. Hasil kegiatan didapatkan bahwa malnutrisi pada kelompok pralansia terdapat 22 orang (75,86%) yaitu 6 orang (20,68%) berstatus gizi kurang, 8 orang (27,58%) berstatus gizi lebih dan 8 orang (27,58%) berstatus gizi obes. Pada kelompok lansia terdapat 9 orang (64,28%) yang mengalami malnutrisi yaitu 6 orang (42,85%) berstatus gizi kurang, 2 orang (14,28%) berstatus gizi lebih dan 1 orang (7,14%)berstatus gizi obes. Pada kelompok bayi dan baduta terdapat 1 orang (5,88%) yang mengalami malnutrisi yaitu berstatus gizi lebih. Kesimpulan: malnutrisi tinggi pada kelompok dewasa dan lansia sehingga intervensidisarankan difokuskan pada kelompok tersebut untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup manusia.Kata Kunci: gangguan gizi, malnutrisi
Penyuluhan dan Edukasi Zoonosis Kepada Peternak Unggas Di Lampung Selatan, Provinsi Lampung Ramadhian, M. Ricky; Lisiswanti, Rika; Sutarto, Sutarto; Utami, Nurul; Falamy, Ryan; Saputra, Oktadoni; Ramkita, Nora
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3190

Abstract

Penyakitzoonosisyang masuk ke dalam daftar penyakit hewan menular strategis di Indonesia yaiturabies, anthrax, avian influenza, salmonellosisdanbrucellosis. Sebagian besar peternak unggas di Kota Metro bekerja di luar ruangan dan melakukan aktifitas kerja dalam resiko penularan penyakitzoonosis. Kegiatan ini berupa edukasi dan penyuluhan serta pelatihan pencegahan penyakit zoonosis bagi para peternak unggas di CV Meilina Farm, Provinsi Lampung. Hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang baik mengenai zoonosis serta pencegahannya, agar kejadian penyakit yang tidak diinginkan akibat unggas tidak terjadi. Setelah mendapat edukasi dan penyuluhan mengenai zoonosis, terdapat peningkatan pengetahuan dan peningkatan kewaspadaan peternak unggas terhadap penyakit zoonosis.Kata kunci:zoonosis, lampung
IMPLEMENTASI PESANTREN SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECACINGAN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN DEWAN DAKWAH LAMPUNG Marcellia, Selvi; Ramadhian, M. Ricky; Septiani, Linda; Afriyani, Afriyani; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3550

Abstract

Penyakit cacingan adalah penyakit menular disebabkan oleh infeksi jenis Soil-transmitted helminths seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Cacingan dapat menyebabkan kehilangan darah dan penurunan penyerapan zat gizi seperti karbohidrat, zat besi, dan protein. Cacing yang menginfeksi hidup dan berkembang biak di usus manusia, maka cacing akan menyerap protein dan zat besi dalam darah, yang membuat terganggunya penyerapan nutrisi pada tubuh akibat rusaknya dinding usus. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan upaya penanggulangan cacingan melalui penyuluhan dan demonstrasi indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu cara mencuci tangan yang benar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi pengetahuan santri dengan lembar kuisioner (pre-test dan post-test). Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Dewan Da’wah Lampung dengan sasaran kegiatan adalah santri kelas VIII. Hasil dari Kegiatan PkM ini menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan santri sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan sebesar 54,52±23,35. Hal ini mengindikasikan bahwa pengetahuan awal peserta cukup baik, namun masih memerlukan penguatan. Setelah melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan, nilai post-test meningkat menjadi 75,76±21,99, dengan kenaikan rata-rata pengetahuan sebesar 21,24±20,97. Hasil analisis statistik menggunakan Uji Paired Sample t-test, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata yang signifikan (p<0.05) antara pengetahuan santri sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai penyakit kecacingan. Berdasarkan Hasil ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan para santri PPTQ Dewan Da’Wah Lampung terhadap penyakit kecacingan pada anak
Perbandingan Efek Dosis Toksik Amoksisilin Generik Berlogo dengan Amoksisilin Generik Bermerek terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Renal Tikus (Rattus novergicus) Galur Sprague Ade Marantika; Asep Sukohar; Muhammad Ricky Ramadhian; Novita Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insidensi gangguan fungsi ginjal akibat antibiotik mencapai 36%. Amoksisilin merupakan antibiotik yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia, bahkan tanpa resep dokter. Terdapat dua macam produk amoksisilin yang tersedia di masyarakat, yakni amoksisilin generik berlogo dan generik bermerek. Amoksisilin dapat menyebabkan stress oksidatif dalam tubuh dimana keadaan ini dapat diukur dengan kadar malondialdehid (MDA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efek dosis toksik amoksisilin generik berlogo dengan amoksisilin generik bermerek terhadap kadar MDA renal dan mengidentifikasi amoksisilin yang lebih menyebabkan peningkatan kadar MDA renal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang terdiri atas 36 hewan coba yang dibagi menjadi 9 kelompok dengan 3 kelompok kontrol dan 6 kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukan rerata kadar MDA renal kelompok, yakni kelompok kontrol (Kn=1,356 nmol/mg, KA=6,090 nmol/mg dan KB=6,922 nmol/mg), kelompok generik berlogo (A1=3,513 nmol/mg, A2=5,372 nmol/mg dan A3=10,246 nmol/mg), dan kelompok generik bermerek (B1=4,279 nmol/mg, B2=6,520 nmol/mg dan B3=11,655 nmol/mg). Hasil uji perbandingan menunjukan bahwa terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara amoksisilin generik berlogo dan amoksisilin generik bermerek terhadap kadar MDA renal hewan coba pada dosis 822,4 mg/kgBB dan amoksisilin generik bermerek menyebabkan peningkatan kadar MDA renal lebih tinggi daripada amoksisilin generik berlogo.Kata kunci: amoksisilin, obat generik berlogo, obat generik bermerek, malondialdehid
Kegunaan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) Pada Luka Muhammad Ricky Ramadhian; Aprina Adha Widiastini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka adalah rusak atau hilangnya sebagian dari jaringan tubuh. Pada saat ini penanganan yang sering dilakukan terhadap luka yaitu dengan pemberian antiseptik, antiradang maupun antibiotik. Maka dari itu, untuk dapat mencegah infeksi terhadap luka diperlukan obat-obatan antibiotik yang digunakan untuk manajemen luka atau bahkan untuk mencegah infeksi terhadap luka seperti antibiotik topikal, yang termasuk dalam antibiotik topikal antara lain asam basitrasin, mupirosin, fusidat, dan gentamisin. Indonesia telah memiliki 30.000 jenis tumbuhan di antaranya 940 jenis tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat salah satunya yaitu pepaya (Carica papaya L.). Bagian dari pepaya yang berkhasiat sebagai obat adalah daunnya. Dari beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun pepaya merupakan salah satu alternatif untuk dapat mempercepat pembentukan epitel luka. Hal ini dikarenakan pada daun pepaya terdapat saponin yang merupakan senyawa yang dapat memacu pembentukan suatu kolagen dalam proses penyembuhan luka. Selain itu juga daun pepaya mengandung vitamin C, E, serta betakaroten yang berfungsi sebagai antioksidan dalam prosespenyembuhan luka, serta daun pepaya juga mengandung suatu enzim yaitu enzim papain yang dapat membantu mempercepat kerja dari makrofag yaitu dengan cara meningkatkan produksi interleukin yang berfungsi dalam proses penyembuhan luka.Kata Kunci: ekstrak daun pepaya (carica papaya), luka, penyembuhan
Perbandingan Efektivitas Terbinafin dengan Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata. L) terhadap Pertumbuhan Jamur (Malassezia Furfur) sebagai Etiologi Pityriasis Versicolor Tri Umiana Sholeha; Muhammad Ricky Ramadhian; Efrida Warganegara; Diana Mayasari; Delvi Rusitaini Putri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pityriasis versicolor merupakan penyakit jamur yang menginfeksi kulit dengan prevalensi yang tinggi di daerah tropis (50%), penyakit ini disebabkan oleh Malassezia Furfur. Daun ketepeng cina (Cassia alata. L) merupakan salah satu bahan alam kaya kandungan kimia yang memiliki khasiat sebagai anti-jamur. Terbinafin adalah obat anti-jamur yang efektif dalam pengobatan Pityriasis versicolor yang disebabkan oleh Malassezia Furfur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan terbinafin dengan ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata. L) terhadap pertumbuhan jamur (Malassezia Furfur) sebagai etiologi Pytiriasis versicolor. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik menggunakan modifikasi Kirby Bauer. Variabel bebas penelitian adalah kadar ekstrak daun ketepeng cina dan variabel terikat adalah pertumbuhan jamur Malasezia Furfur. Data dianalisis dengan menggunakan uji One Way Anova dengan nilai kemaknaan p< 0,05. Kadar ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata. L) yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, terbinafin sebagai kontrol positif dan aquabides sebagai kontrol negatif dengan masing- masing dilakukan empat pengulangan sehingga didapatkan 28 sampel. Hasil penelitian didapatkan diameter rerata zona hambat pada konsentrasi 20%; 40%; 60%; 80%; dan 100% pada jamur Malasezzia Furfursecara berturut- turut adalah 11,78 mm, 13,52 mm, 15,44 mm, 18,98mm, dan 25,46 mm. Pada terbinafin sebagai kontrol positif adalah 35,09 mm.Kata Kunci: daun ketepeng cina (cassia alata.l), malassezia furfur, pityriasis versicolor, terbinafin.
Perbandingan Efek Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi Secara In Vitro Atika Threenesia; Muhammad Ricky Ramadhian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kematian akibat infeksi dan peningkatan resistensi antibiotik sehingga diperlukan terapi alternatif memanfaatkan bahan alami tanaman. Tanaman kemangi mengandung senyawa flavonoid, tannin dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri. Untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun kemangi terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri. Desain penelitian adalah analitik laboratorik dengan metode eksperimen perbandingan kelompok statis. Penelitianini menggunakan bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi yang diujikan dengan ekstrak etanol daun kemangi pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% lalu diukur zona hambat yang terbentuk. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata diameter zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 14,96 mm dan Salmonella typhi sebesar 8,04 mm. Hasil analisis penelitian dengan menggunakan uji t tidak berpasangan didapatkan p < 0,05. Ekstrak daun kemangi memiliki aktifitas antibakteri pada bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Dan ekstrak etanol daun kemangi tidak dapat melebihi kontrol positif pada penelitian.Kata kunci: Ekstrak etanol daun kemangi , Salmonella typhi, Staphylococcus aureus.
Perbandingan Daya Hambat Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus Benny Bradley Pradana Pangaribuan; Tri Umiana Soleha; Muhammad Ricky Ramadhian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyebab utama masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara tropis, khususnya infeksi Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid dan Staphylococcus aureus yang dapat menginfeksi berbagai jaringan ataupun alat tubuh. Penyakit infeksi umumnya diobati dengan antibiotik. Daun sirih hijau (Piper betle L.) diketahui memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai antibakteri. Penelitian bertujuan mengetahui perbandingan pengaruh ekstrak etanoldaun sirih hijau terhadap daya hambat pertumbuhan antara bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus yang diberikan ekstrak etanol daun sirih hijau yang dibagi dalam 7 kelompok. Kontrol negatif dengan aquadest (K1), konsentrasi 20% (K2), konsentrasi 40% (K3), konsentrasi 60% (K4), konsentrasi 80% (K5), konsentrasi 100% (K6), dan kontrol positif dengan seftriakson dan penisilin G (K7). Hasilpenelitian didapatkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau menghasilkan diameter zona hambat yang berbeda pada konsentrasi yang berbeda, dimana rerata zona hambat tertinggi untuk Salmonella typhi pada konsentrasi 100% (39,25mm) dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 60% (36,5mm). Perbandingan antara pengaruh ekstrak etanol daun sirih hijau kedua bakteri yang didapatkan dengan uji Wilcoxon, yaitu p=0,879, menunjukan tidak terdapat perbedaan pengaruh ekstrak etanol daun sirih hijau terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri antara Salmonella typhi dan Stapylococcusaureus.Kata kunci: daun sirih hijau, diameter zona hambat, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus