Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Identifikasi dan Uji Resistensi Staphylococcus aureus pada Ulkus Diabetik di Instalasi Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Rifda Khairunnisa; Tri Umiana Soleha; Muhammad Ricky Ramadhian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang menyebabkan kerusakan jaringan disertai abses bernanah. Ulkus diabetik merupakan suatu ulserasi kronis pada kaki pasien diabetes melitus. Ulkus diabetik banyak disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya S. aureus pada pasien diabetes melitus yang mempunyai ulkus diabetik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan jenis consecutive sampling dan alat ukur menggunakan nutrient broth. Hasil penelitian diuji dengan SPSS. Penelitian dilakukan terhadap 21 responden dengan 14 (66,7%) pasien positif S. aureus dan 7 (33,3%) pasien tidak terdapat S. aureus. Pola kepekaan antibiotik amoksisilin 92,9% resisten dengan 7,1% intermediate terhadap bakteri S. aureus, vankomisin 57,1% resisten dengan 42,9% sensitif, sefotaksim 50% resisten dengan 21,4% sensitif dan 28,6% intermediate serta sefoksitin memiliki tingkat resisten sebesar 42,9% dengan 57,1% sensitif terhadap S. aureus. Antibiotik yang paling sensitif adalah sefoksitin dan antibiotik yang paling resisten adalah amoksisilin.Kata kunci: Antibiotik, diabetes melitus, ulkus diabetikum.
HUBUNGAN NEUTROPHIL-TO-LYMPHOCYTE RATIO DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DAN DERAJAT KARDIOMEGALI PADA PASIEN HIPERTENSI Ramadhian, Muhammad Ricky; Josephine, Felicia Key; Wardani, Nanda Fitri; Sangging, Putu Ristyaning Ayu
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v10i2.6868

Abstract

Latar belakang: Hipertensi yang tidak terkontrol merupakan penyebab timbulnya berbagai komplikasi kardiovaskuler. Kardiomegali sering ditemukan pada pasien gagal jantung sebagai akibat dari hipertensi berat dan tidak terkontrol. Pada foto toraks disebut kardiomegali jika nilai cardiothoracic ratio lebih dari 50%, dan diklasifikasikan menjadi derajat ringan, sedang dan berat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan NLR dengan derajat hipertensi dan derajat kardiomegali pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian  ini bersifat deskriptik analitik dengan desain potong lintang. Variabel yang dianalisis adalah NLR dengan derajat hipertensi dan NLR dengan derajat kardiomegali. Hasil: Dari 31 subjek penelitian, sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebesar 64,5%. Kelompok usia terbanyak adalah 59-64 tahun, yaitu sebesar 29%. Subjek penelitian didominasi oleh hipertensi derajat 1 dan derajat 2, masing-masing sebesar 45,2%. Nilai NLR minimum adalah 0,96 dan nilai maksimum 14,33 dengan simpangan baku 4,07. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,421 dengan signifikansi 0,021 (p<0,05) untuk hubungan NLR dengan derajat hipertensi, serta koefisien korelasi (r) sebesar 0,341 dan signifikansi 0,061 (p>0,05) untuk hubungan NLR dengan derajat kardiomegali. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara NLR dengan derajat hipertensi, dan hubungan yang positif antara NLR dengan derajat kardiomegali walaupun tidak signifikan secara statistik.
HUBUNGAN NEUTROPHIL-TO-LYMPHOCYTE RATIO DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DAN DERAJAT KARDIOMEGALI PADA PASIEN HIPERTENSI Ramadhian, Muhammad Ricky; Josephine, Felicia Key; Wardani, Nanda Fitri; Sangging, Putu Ristyaning Ayu
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi yang tidak terkontrol merupakan penyebab timbulnya berbagai komplikasi kardiovaskuler. Kardiomegali sering ditemukan pada pasien gagal jantung sebagai akibat dari hipertensi berat dan tidak terkontrol. Pada foto toraks disebut kardiomegali jika nilai cardiothoracic ratio lebih dari 50%, dan diklasifikasikan menjadi derajat ringan, sedang dan berat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan NLR dengan derajat hipertensi dan derajat kardiomegali pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptik analitik dengan desain potong lintang. Variabel yang dianalisis adalah NLR dengan derajat hipertensi dan NLR dengan derajat kardiomegali. Hasil: Dari 31 subjek penelitian, sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebesar 64,5%. Kelompok usia terbanyak adalah 59-64 tahun, yaitu sebesar 29%. Subjek penelitian didominasi oleh hipertensi derajat 1 dan derajat 2, masing-masing sebesar 45,2%. Nilai NLR minimum adalah 0,96 dan nilai maksimum 14,33 dengan simpangan baku 4,07. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,421 dengan signifikansi 0,021 (p<0,05) untuk hubungan NLR dengan derajat hipertensi, serta koefisien korelasi (r) sebesar 0,341 dan signifikansi 0,061 (p>0,05) untuk hubungan NLR dengan derajat kardiomegali. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara NLR dengan derajat hipertensi, dan hubungan yang positif antara NLR dengan derajat kardiomegali walaupun tidak signifikan secara statistik.
Peran Modalitas Radiologi dalam Deteksi dan Evaluasi Tumor Paru: A Literature Review Fadilah Alwiyah; Muhammad Ricky Ramadhian
Medula Vol 16 No 2 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i2.1863

Abstract

Lung cancer remains one of the leading causes of cancer-related mortality worldwide, making early detection and accurate diagnosis essential for appropriate management. Radiological imaging plays a crucial role in the detection, characterization, and staging of pulmonary tumors. This case report describes the role of radiological modalities in a patient with pulmonary squamous cell carcinoma. A 52-year-old female non-smoker with a history of chronic secondhand smoke exposure for more than 20 years presented with chronic dyspnea, intermittent cough, and significant weight loss. Chest radiography in posteroanterior (PA) and lateral projections revealed a pulmonary mass associated with right upper lobe atelectasis. Further evaluation using contrast-enhanced chest computed tomography (CT) demonstrated a 56.6 × 35.3 mm mass in the apical segment of the right upper lobe, right paratracheal lymphadenopathy, localized right pleural effusion, and findings suggestive of advanced-stage disease. Histopathological examination of tissue biopsy confirmed the diagnosis of right lung squamous cell carcinoma. The patient was subsequently scheduled for chemotherapy with periodic follow-up using chest CT imaging. This case highlights the importance of a multimodal radiological approach in the evaluation of pulmonary malignancies. Chest radiography serves as an effective initial screening and detection tool, whereas contrast-enhanced CT provides superior anatomical detail for lesion characterization, disease staging, biopsy planning, and treatment monitoring. The integration of radiological modalities contributes significantly to comprehensive and accurate management of lung cancer.
Laporan Kasus: Seorang Laki-Laki Usia 48 Tahun dengan Herniasi Nukleus Pulposus Servikal Muhammad Alka Fakhrizal; Muhammad Ricky Ramadhian; Danang Samudro Wicaksono; Frecilia Afrida; Yovani Tria Ananda
Medula Vol 16 No 3 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i3.1801

Abstract

Cervical herniated nucleus pulposus is a common cause of neck pain, radicular pain, and neurological deficits resulting from compression of cervical nerve roots by intervertebral disc pathology. The incidence of cervical radiculopathy peaks in the fourth and fifth decades of life and is closely associated with degenerative disc changes. This report presents the case of a 48 year old male who complained of chronic neck pain radiating to the upper back and right upper extremity, accompanied by paresthesia, restricted cervical range of motion, and weakness during right arm elevation. The symptoms had persisted for one year and progressively worsened over the last two months, with no history of trauma. The patient also reported intermittent burning sensations that improved with rest. These clinical features were consistent with cervical radiculopathy caused by progressive cervical disc herniation. Magnetic resonance imaging of the cervical spine in sagittal sections revealed disc protrusion at the C5 C6 level causing anterior spinal canal compression, as well as mild disc protrusion at C6 C7 with narrowing of the anterior subarachnoid space. Thoracic spine MRI showed no significant abnormalities. Initial management consisted of conservative therapy using non steroidal anti inflammatory drugs and gabapentin to address inflammatory and neuropathic pain components. Due to persistent symptoms and motor weakness, surgical intervention with percutaneous endoscopic cervical discectomy was planned. A thorough understanding of cervical spine anatomy, disc herniation pathophysiology, clinical manifestations, and imaging findings is essential for accurate diagnosis and appropriate treatment selection to prevent symptom progression and deterioration of patient quality of life.