Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Role of Self-Esteem in Predicting Parent-Child Relationships and Students' Emotion Regulation: A Structural Equation Modeling Approach Muntamah, Bening Siti; Wulandari, Primatia Yogi; Suminar, Dewi Retno; Pratama, Muhammad Fikri; Ulwiyyyah
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 12 No. 2 (2025): PSYMPATHIC
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v12i2.44457

Abstract

Adolescents with risky behaviors often struggle to regulate their emotions adaptively. Emotion regulation is essential for helping adolescents evaluate and respond to emotional situations in a healthy manner. Parent-child relationships and self-esteem have been found to influence these regulation abilities. This study aimed to examine whether self-esteem mediates the relationship between adolescents’ perceptions of parent-child relationships and their use of emotion regulation strategies. This quantitative research involved 214 junior high school students identified with tendencies toward risky behavior, using a cross-sectional design and convenience sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with IBM AMOS 24. The results showed that self-esteem partially and fully mediated the relationship between parent-child relationships and emotion regulation strategies, including Cognitive Reappraisal and Expressive Suppression. These findings highlight the significance of enhancing family-based interventions and fostering adolescent self-esteem to support effective emotion regulation, particularly for those at risk of maladaptive behavior.
Mapping Future Time Perspective Research among Indonesian Youth: A Scoping Review of Socio-Cultural Adaptation in the Age of Global Transformation Rachmah, Dwi Nur; Hendriani, Wiwin; Wulandari, Primatia Yogi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8723

Abstract

In the accelerating era of globalization and digital transformation, understanding how Indonesian youth perceive the future is crucial in psychology and education. Despite global advances in future time perspective (FTP) research, its socio-cultural dimensions in Indonesia remain underexplored. Using a scoping review guided by PRISMA criteria, this study systematically maps the scope, trends, and conceptual gaps in FTP research among Indonesian adolescents. Of the 178 identified studies, 17 met the inclusion criteria and were thematically synthesized into four themes: the evolution and contextual adaptation of FTP research in Indonesia, variables in FTP studies, conceptual and methodological contributions, and implications for youth counseling and development. The findings bridge Western and Indonesian FTP frameworks and emphasize the need for diverse qualitative, mixed, and longitudinal approaches. Future research should further explore socio-emotional and cultural dynamics while developing contextually grounded FTP-based interventions for Indonesian youth. Keywords: future time perspective, youth development, scoping review, socio-cultural adaptation, global transformation
Psikoedukasi Digital Parenting untuk Orangtua yang Memiliki Anak dan Remaja Pengguna Internet Primatia Yogi Wulandari; Triana Kesuma Dewi
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v6i1.14467

Abstract

Nowadays, technology and the Internet have become the primary needs of every human, including children and adolescents. However, internet excessive use can potentially lead to negative developments such as addiction. On the other side, internet use is closely linked to parenting practice at home. Thus, this community service activity aims to increase parents' understanding of Digital Parenting in accompanying their children in the developmental stages of childhood and adolescence. The methods are case presentations, interactive lectures, audiovisual, practices, group discussions, case analysis, and role-playing. This community service activity was carried out on September 16th, 2023, with Seri Mini Sharing Psychology (SMSP) Yogyakarta, a community that has a mission in social, charity, and community culture sectors. The results showed an improvement in parental understanding of Digital Parenting, which indicated an increasing score between the pre-test and post-test by 82% of participants. It can be concluded that this digital parenting psycho-education activity can be one of the solutions for parents to accompany their children when using the Internet.Teknologi dan internet merupakan kebutuhan utama bagi setiap individu saat ini, termasuk juga anak dan remaja, meskipun demikian penggunaan yang berlebihan dapat berpotensi terjadinya perkembangan yang negatif seperti adiksi atau kecanduan. Di sisi lain, penggunaan internet erat kaitannya dengan pengasuhan dan pendampingan orangtua di rumah. Dengan demikian, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orangtua tentang pengasuhan Digital Parenting dalam mendampingi putra putrinya yang berada pada tahapan perkembangan anak dan remaja. Metode kegiatannya meliputi pemaparan kasus, ceramah interaktif, audiovisual, praktik, diskusi kelompok, analisis kasus, dan bermain peran. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 16 September 2023 bersama mitra Seri Mini Sharing Psikologi (SMSP) Yogyakarta yang merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial, amal, dan budaya masyarakat. Hasil menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman pada orangtua, yang ditunjukkan adanya peningkatan nilai antara pre-test dan post-test yang dialami 82% peserta. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi Digital Parenting dapat menjadi salah satu solusi bagi orangtua dalam mendampingi anak dan remajanya saat menggunakan internet.
PELATIHAN MEMBANGUN RELASI POSITIF UNTUK MENGELOLA STRESS KERJA PADA GURU SD DI KABUPATEN SIDOARJO Rudi Cahyono; Yokebeth Patria Senadi; Anggita Aryo Putri; Fathaniah Ghaisani Aksan Putri; Prima Manggala Iskandar; Sucipto; Kanina Hitasukha; Virgiata Adzani Susanto; Heaven Angel; Wiwin Hendriani; Primatia Yogi Wulandari
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3561

Abstract

Guru merupakan ujung tombak untuk keberhasilan pendidikan. Guru diharuskan memiliki kompetensi pedagogi, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Jika guru tidak memenuhi kompetensi tersebut, maka guru berkewajiban untuk melakukan upaya pengembangan diri. Dengan kata lain, guru dituntut untuk memiliki kemampuan mengajar, memfasilitasi proses belajar siswa, memiliki pribadi yang mengayomi, dan menjalin relasi yang baik dengan rekan kerja sesama guru, tenaga administrasi, jajaran manajemen sekolah, serta orang tua atau wali siswa. Berbagai kewajiban ini merupakan sumber stres bagi guru. Jenjang pendidikan yang memberikan tekanan paling tinggi adalah pada pendidikan dasar. Para guru sekolah dasar diberikan tugas untuk melanjutkan pembentukan diri siswa dari pendidikan usia dini sekaligus mendapatkan tuntutan untuk membuat fondasi bagi anak untuk siap belajar menggunakan operasi kognitif yang lebih kompleks (high order thinking). Usaha yang paling mungkin dilakukan oleh guru adalah dengan melakukan perubahan diri dan relasi di lingkungan kerja. Berdasarkan persoalan tersebut, solusi yang ditawarkan adalah Pelatihan Membangun Relasi Positif untuk Mengelola Stress Kerja pada Guru SD di Kabupaten Sidoarjo. Dengan mengikuti pelatihan ini, para guru diharapkan akan dapat membangun pribadi yang kuat dalam mengelola tekanan, serta mampu membangun relasi positif dengan rekan kerja, yang dapat berdampak pada pembentukan lingkungan kerja yang suportif. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan ABC Model dan latihan pernapasan relaksasi. Partisipan dalam pelatihan ini terdiri dari 12 guru. Hasil uji paired-sample T-Test menunjukkan nilai t = -5,64 dengan signifikansi p < 0,001, yang berarti program pelatihan efektif untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan stres.