Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN STIMULASI MENGGAMBAR DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN HADLIRIN JEPARA Farida Rizkiyah; IKA TRISTANTI; Atun Wigati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.630

Abstract

Keterlambatan perkembangan motorik halus pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, seperti kondisi genetik dan gangguan neuromuskular, maupun faktor eksternal, salah satunya kurangnya stimulasi. Anak yang kurang mendapatkan stimulasi cenderung mengalami kelemahan koordinasi mata dan tangan serta kesulitan melakukan gerakan halus yang presisi. Oleh karena itu, stimulasi motorik halus yang terarah dan berkelanjutan sejak usia dini sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stimulasi menggambar terhadap perkembangan motorik halus anak usia 3–5 tahun di Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan one group pretest–posttest design. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan stimulasi menggambar, sebagian besar responden berada pada kategori perkembangan motorik halus meragukan sebanyak 31 anak (81,6%) dan 5 anak (13,2%) mengalami penyimpangan. Setelah diberikan stimulasi menggambar, perkembangan motorik halus anak meningkat, dengan 32 responden (84,2%) berada pada kategori sesuai. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara stimulasi menggambar dan perkembangan motorik halus anak usia 3–5 tahun di RSI Sultan Hadlirin Jepara.
HUBUNGAN FATHER KANGAROO CARE DENGAN DURASI MENYUSU BAYI BARU LAHIR DI RUANG NIFAS RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN HADLIRIN JEPARA Menik Rusmiati; IKA TRISTANTI; Atun Wigati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.631

Abstract

Menyusui merupakan proses penting pada awal kehidupan bayi karena berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi, peningkatan imunitas, dan pembentukan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Salah satu indikator keberhasilan menyusui adalah durasi menyusu. Durasi menyusu yang kurang optimal dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kurangnya dukungan dari ayah. Father Kangaroo Care (FKC) merupakan bentuk keterlibatan ayah melalui kontak kulit ke kulit dengan bayi yang dapat meningkatkan kenyamanan bayi dan kesiapan menyusu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Father Kangaroo Care dengan durasi menyusu bayi baru lahir di Ruang Nifas Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara. Metode penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan two group posttest only design. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir normal usia 0–3 hari yang dirawat di RSI Sultan Hadlirin Jepara pada bulan November–Desember 2025. Sampel berjumlah 34 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling, terdiri dari 17 bayi kelompok FKC dan 17 bayi kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi pada kelompok tanpa FKC memiliki durasi menyusu kategori kurang (94,2%), sedangkan pada kelompok FKC sebagian besar bayi memiliki durasi menyusu kategori baik (94,2%). Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Father Kangaroo Care dengan durasi menyusu bayi baru lahir. Penerapan Father Kangaroo Care direkomendasikan untuk mendukung keberhasilan menyusui.  
Co-Authors Aini Rizka Aly Akbar Amalia Yulianti Amelia Nurul Ana Zumratun Nisak Ana Zumrotun Nisak Ana Zumrotun Nisak Ana Zumrotun Nisak Ana Zumrotun Nisak, Ana Zumrotun Anna Nita Kusumawati Ayo Dhiya Ekanathan11 Dhiya Ekanathan Bunga Citra Cahyamulyaninrum, Erma Dwi Dewi Hartinah Diah Andriani Kusumastuti Diah Andriani Kusumastuti Dian Rahmandani Dwi Astuti Dwi ASTUTI Dwi Astuti Dyah Novellia Elinda I'in Fauziah Erma Dwi Cahyamulyaninrum Eva Aulia Ramadhani Failla shofa Faradita Faradita Farida Rizkiyah Fariza Yulia Kartika Sari Fatimah Nur Aulia Fernanda Arta Razia Hasriyani Hasriyani Holyness Nurdin Singadimedja I&#039;im Fa&#039;imah ika tristanti Ika Tristanti Indah Nur indah puspitasari Indah Puspitasari Indah Puspitasari Indah Risnawati Indah Risnawati Irawati Indrianingrum Islami Islami Khamid Khanafi Kharisma Aprilita Rosyidah Leonny Vega Maharani M. Fakhrun M. Zielal Maya Eka Mutiara Maysita Anggie Nurhaliza Melani Devita Meliana Eka Luwitasari Menik Rusmiati Mita Puspita Muadzah Muadzah Muhammad Abdur Rozaq Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Munadhoroh Nadhia Shofya Nadira Febi Setiana Naeli Muna Nasriyah Nasriyah Noor Anisa Syukriah Noor Azizah Noor Azizah Noor Faizah Nor Asiyah Purbowati Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ria Febrianti Rizki Widyan Aisya Rohma Puji Sefulloh Fajar Nobriantoro Septiani Septiani Sherina Bella Marshanda Siti Masudah Subiwati Subiwati Tri Suwarto Tristanti, Ika Ummi Kulsum Ummi Kulsum Ummi Kulsum Windriasih, Wulan Wiro Patabi Yanti Yanti Yayuk Mundriyastutik Yuana Hesti Yulisetyaningrum Yunika Prasetya Wulandari Zumrotun Nisak, Ana