Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI KEGIATAN MENGHITUNG DENGAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN METODE DEMONSTRASI DENGAN MEDIA BALOK ANGKA Rini; Faqihatuddiniyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.56739

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengamati apa yang dilakukan guru, apa yang dilakukan murid, dan bagaimana pemahaman murid tentang angka berkembang. Berdasarkan pengamatan di TK Penerus Generasi Bangsa di Desa Juhu, kelompok A terdiri dari 11 anak, 7 perempuan dan 4 laki-laki. Lima anak masih mengalami kesulitan, dengan keterlibatan belajar yang rendah, kemampuan berpikir kritis yang kurang baik, dan kesulitan dengan konsep “banyak” dan “sedikit” karena mereka belum memahami perbedaannya. Akibatnya, anak-anak menjadi kurang aktif, menolak menulis, mengerjakan matematika, mengantri, atau masuk kelas. Faktanya, menurut Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 137 Tahun 2014, 80% anak-anak seharusnya mampu membedakan banyak dan sedikit di domain kognitif untuk anak usia 4-5 tahun. Namun, 40% anak masih belum bisa memahami pembelajaran ini selama pengamatan, menandakan bahwa perkembangan mereka belum optimal. Teknik Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang merupakan pendekatan refleksi diri, digunakan dalam penelitian ini untuk melihat masalah pembelajaran di kelas, melaksanakan berbagai kegiatan yang telah direncanakan, dan kemudian melepaskan hasil dari upaya tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan kemajuan di setiap sesi dalam hal perkembangan kognitif anak, kegiatan instruktur, dan kegiatan siswa, yang semuanya mencapai kategori Perkembangan Sangat Baik (VGD). Hasil ini mendukung gagasan bahwa pemahaman anak terhadap konsep angka dapat dipercepat dengan pendekatan aktif berbasis proyek yang dibarengi dengan praktis dan media balok angka, dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Namun, hasil ini perlu diinterpretasikan dengan hati-hati karena jumlah subjek yang sedikit dalam satu kelompok.