Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI BUDAYA DALAM LEGENDA AEK SIPITU DAI DI SAMOSIR: KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA Hutapea, Dewi Feronika; Harahap, Nurhayati; Riyanto, Bambang
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.52885

Abstract

Sastra adalah ungkapan manusia secara pribadi tentang pengalaman ataupun pemikiran yang dibuat ke dalam suatu karya yang bisa saja berupa lisan ataupun tulisan. Legenda merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang mencerminkan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi kebudayaan yang terkandung dalam legenda Aek Sipitu Dai di Samosir, Sumatera Utara, serta bagaimana legenda tersebut mencerminkan sistem nilai dan identitas budaya masyarakat Batak Toba. Penelitian menggunakan pendekatan antropologi sastra dengan teori tiga wujud kebudayaan dari Koentjaraningrat, yaitu kebudayaan sebagai ide, aktivitas, dan artefak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Aek Sipitu Dai tidak hanya berperan sebagai warisan lisan atau hiburan semata, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai-nilai budaya yang bersifat sakral, sosial, dan historis. Representasi kebudayaan sebagai ide tercermin dalam keyakinan masyarakat terhadap kesakralan sumber mata air Aek Sipitu Dai dan hubungannya dengan leluhur serta sistem Dalihan Na Tolu. Representasi sebagai aktivitas tampak dalam pelaksanaan ritual adat seperti marpangir, penyambutan tamu dengan tortor, serta tradisi sehari-hari yang masih dilestarikan. Sementara itu, representasi sebagai artefak tercermin melalui keberadaan Pancuran Tujuh Rasa, Batu Paranggir- anggiran, Gorga Batak, dan lukisan batu Parhutuan yang mengandung nilai filosofis dan simbolik. Keseluruhan temuan ini menegaskan bahwa legenda Aek Sipitu Dai memiliki peran penting dalam membentuk dan mempertahankan konstruksi budaya masyarakat Batak secara turun-temurun, sekaligus menjadi bagian inti dalam pelestarian warisan budaya lokal.
Co-Authors -, Nurseha A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agung Budiwirawan Agus Taufik Mulyono Ahmad Harisb januar Syahidan, Ahmad Harisb januar Al-Faruqi, Muhammad Umar Alfa Narendra Alfila, Sinta Amelia Kusuma Indriastuti Ani Setiarini Arafah, Purnama Arivai Santosae, Zacky Astri Purnama Dewi Azhar Hermawan Riyanto, Azhar Hermawan Bagus Hario Setiadji Bambang Haryadi Bambang Pudjianto Bambang Susantono Cahyuning Isnaini, Cahyuning Danang Parikesit Darmawijoyo, Darmawijoyo Dendy Wicaksono Dianita Ratna Kusumastuti Dinamella Wahjuningrum Doni Ramadhan, Doni Dwi Widayati, Dwi Elisati Hulu Fauziah, Silva Ferry Hermawan Fitria, Hadaya Gugup Kismono Hidayati, Aulia Hinggo S, Hichmaed Tachta Hutapea, Dewi Feronika Indah, Febriamitha Indrasurya Budisatrya Mochtar Ismiyati Ismiyati Jogiyanto Hartono Joko Santoso Joko Siswanto Juang Akbardin Kami Hari Basuki Kami Hari Basuki Kustiariyah Tarman Lutfi, Agus Marsella, Emma Masrianto Masrianto Mudjiastuti Handajani Muhammad Amin Cakrawijaya Mustafid Mustafid Mustika Mahamarendra Mutik Sirait, Raisyicha Naibaho, Margareta Desnawati Nanda Dwi Astri Novita, Winda Duwi Nur Listiawati, Nur Nurhayati Harahap Nuroji Nuroji Poernomosidhi Poerwo Pratiwi, Ghina Eka Prestika Fiprilia Medawati Rakhmatika, Rakhmatika Ramadan Ramadan Ratu Ilma Indra Putri Reza Maulana Ria Asih Ariyani Soemitro Risti Ariska Ritonga, Parlaungan Rizky Akbar Fathurochman Rusdy A. Siroj S, Marsel Saulina Santosae, Zacky Arivai Simon Sili Sabon, Simon Sili Sinulingga, Fahri Sirait, Raisyicha Mutik Siswantari Sodikin Sodikin Soegiono Soetomo Sri Widyantoro, Sri Subijanto Sugeng Heri Suseno Syafrudin Syafrudin Syahfitri, Utami Dyah TATI NURHAYATI Tiftazani, M. Haekal Trilaksini, Wini Wahyu Ramadhan Wardhana A.S, Wisnu Wibowo, Slamet Widiarsyah, Farel Wini - Trilaksani Wirda, Yendri Wulandari, Ayu Septi Y I Wicaksono YI. Wicaksono Zulkardi Zulkardi Zulkardi