p-Index From 2021 - 2026
5.588
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan QUALITY Jurnal Pangan dan Agroindustri agriTECH Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Omni-Akuatika Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Journal of English for Academic and Specific Purposes (JEASP) IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan PENA AKUATIKA : JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Jurnal Pendidikan PKn Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Talenta Sipil Jurnal Karya Abdi Masyarakat Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner International Journal of Islamic Thought and Humanities Indonesian Journal of Education (INJOE) Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS Pijar : Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Inovasi Global RAFAHIYA Journal of Islamic Economics Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK SENSORI PINDANG IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DENGAN PENAMBAHAN GARAM BLEDUG KUWU Muhammad Luthfi Fadhli; Romadhon Romadhon; Sumardianto Sumardianto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.8082

Abstract

Ikan pindang merupakan ikan yang direbus dengan penambahan garam. Garam yang biasanya digunakan untuk pembuatan ikan pindang adalah garam krosok. Pemindangan menggunakan garam krosok kurang higienes, karena masih terdapat kotoran. Pemberian garam bledug kuwu selain sebagai bahan pengawet, juga merupakan sumber mineral sulfur dan iodium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik ikan pindang kembung (Rastrelliger sp.) terhadap penambahan garam bledug kuwu dan mengetahui konsentrasi garam bledug kuwu terbaik berdasarkan karakteristik kimia dan sensori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi garam bledug kuwu (5%, 10% dan 15%) pada ikan pindang kembung. Pembanding yang digunakan adalah ikan pindang kembung dengan penambahan garam krosok 10%. Parameter pengujian yang dilakukan adalah kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu, kadar mg, kadar garam dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan pindang kembung  dengan penambahan garam bledug kuwu 10% berpengaruh nyata terhadap kadar protein (18,73±0,15), kadar lemak (0,74±0,04), kadar air (69,89±0,21), kadar abu (7,08±0,35), kadar Mg (2,66±0,43), kadar garam (4,72±0,05) dan nilai hedonik (8,09<µ<8,21). Penambahan garam bledug kuwu 10% merupakan konsentrasi terbaik yang ditambahkan pada ikan pindang kembung.
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SKIN LOTION EKSTRAK ALBUMIN IKAN GABUS (Channa striata) Desya Anjani Hardjata; Romadhon Romadhon; Laras Rianingsih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.9638

Abstract

Ikan gabus merupakan jenis ikan air tawar yang dikenal mengandung protein albumin tinggi. Albumin berperan sebagai bahan pengemulsi dan juga berkontribusi dalam kesehatan kulit. Kemampuan tersebut menjadi dasar penelitian penambahan ekstrak albumin ikan gabus dengan konsentrasi berbeda (0%; 10%; 20%; dan 30%) terhadap formulasi skin lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak albumin ikan gabus yang berbeda terhadap karakteristik fisiko-kimia skin lotion dan mengetahui konsentrasi ekstrak albumin ikan gabus terbaik untuk menghasilkan produk skin lotion yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan. Data parametrik (kadar albumin, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, bobot jenis, dan stabilitas emulsi) dianalisa dengan uji ANOVA dan BNJ. Data non-parametrik (hedonik) dianalisa dengan uji Kruskall-Wallis dan Mann-Whitney. Ekstrak ikan gabus diperoleh melalui proses pengukusan, pengepressan, dan sentrifugasi memiliki kadar albumin sebesar 3,97 ± 0,53% (mg/ml) dengan nilai rendemen sebesar 20,82 ± 5,15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak albumin ikan gabus dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh (P<0,05) terhadap karakteristik fisiko-kimia skin lotion (kadar albumin, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, bobot jenis, stabilitas emulsi, dan hedonik). Penambahan konsentrasi ekstrak albumin ikan gabus 10% adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan karakteristik fisiko-kimia skin lotion yang sesuai mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 16-4399-1996 dengan nilai hedonik 5,13 ≤ µ ≤ 5,62 (disukai oleh panelis), kadar albumin 1,44 %; pH 7,57; viskositas 4452 cP; daya sebar 5,24-6,22 cm; daya lekat 4,51 s; bobot jenis 0,98 g/ml; dan stabilitas emulsi 100%.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PEMINDANGAN BERBAGAI JENIS IKAN TERHADAP KANDUNGAN GIZI TERASI UDANG REBON (Acetes sp.) Jevika Dwitasari Rochminta; Yudhomenggolo Sastro Darmanto; Romadhon Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2021.13145

Abstract

Ikan pindang merupakan salah satu olahan hasil perikanan yang diolah dengan proses penggaraman dan perebusan. Proses pengolahan ikan pindang akan menghasilkan limbah cair hasil perebusan yang dibuang keperairan yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal air rebusan ikan pindang mengandung zat gizi protein (asam glutamat) yang dapat dimanfaatkan lebih optimal lagi sebagai bahan baku pembuatan penyedap, salah satunya yaitu ditambahkan pada terasi. Terasi udang rebon merupakan salah satu penyedap makanan yang cukup terkenal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah pemindangan berbagai jenis ikan pada terasi udang rebon berdasarkan kandungan gizi dan untuk mengetahui perlakuan terbaiknya dengan melihat nilai profil asam amino tertinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan A (tanpa penambahan), B (dengan penambahan air rebusan ikan pindang layang), C (dengan air rebusan ikan pindang bandeng), D (dengan penambahan air rebusan ikan pindang nila) dengan tiga kali ulangan. Parameter uji meliputi rendemen, profil asam amino, kadar air, kadar protein, pH dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis asam amino terbanyak terdapat pada perlakuan D yaitu 20,621%. Rendemen udang rebon sebesar 59,7% setelah menjadi terasi. Penambahan limbah pemindangan berbagai jenis ikan pada terasi udang rebon memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein dan profil asam amino, serta tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) pada kadar air dan pH. Perlakuan D merupakan perlakuan terbaik dengan jumlah asam amino sebesar 20,621% dengan kadar protein 34,01%, kadar air 38,49%, pH 7,18 dan selang kepercayaan 7,65 < µ < 7,95.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI RUSIP IKAN TERI (Stolephorus sp.) DENGAN KONSENTRASI GULA AREN CAIR YANG BERBEDA Frisilia Nadhira Rimadhini; Sumardianto Sumardianto; Romadhon Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2020.8089

Abstract

Rusip adalah produk fermentasi ikan teri dengan gula aren dan garam yang menghasilkan. Gula aren pada rusip digunakan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan. BAL berpotensi menghambat bakteri patogen produk perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi BAL dengan perbedaan konsentrasi gula aren cair dan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan adalah penambahan konsentrasi gula aren cair 5%; 7,5%; 10%; 12,5% dan 15% dengan tiga kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji sidik ragam (ANOVA) yang dilanjut dengan uji Beda Nyata Jujur. Pengujian yang dilakukan antara lain pH, aw, TPC BAL, uji morfologi, pewarnaan gram dan katalase serta antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi gula aren cair terbaik adalah 10% dengan pH 6,25, nilai aw 0,77 dan TPC BAL 2,4x105 cfu/g. Hasil uji morfologi, pewarnaan gram dan uji katalase dari 20 isolat BAL adalah 15 isolat berbentuk bulat, berwarna ungu (positif), katalase negatif sedangkan 5 isolat berbentuk bulat, berwarna ungu dan katalase positif. Hasil zona hambat yang dihasilkan dari isolat BAL asal rusip terhadap bakteri E. coli antara 2,85 mm - 3,43 mm dan S. aureus antara 2,55 mm - 4,10 mm. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa perbedaan konsentrasi gula aren cair pada pembuatan rusip tidak berpengaruh nyata terhadap hasil zona hambat bakteri E. coli dan S. aureus.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KARAGENAN PADA KARAKTERISTIK BAKSO KERANG DARAH (Anadara granosa) Aryandi Faddilah Nurwin; Eko Nurcahya Dewi; Romadhon Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.6745

Abstract

Kerang darah merupakan salah satu hasil perikanan yang banyak diminati oleh masyarakat. Pemanfaatan kerang darah dengan menggunakannya sebagai bahan pembuatan bakso merupakan salah satu solusi dan meningkatkan value dari produk ini sendiri. Karagenan adalah polimer polisakarida bersifat hidrofilik yang dapat di ekstrak dari rumput laut merah (Rhodophyceae) dengan jenis Euchema cottonii. Rumput laut dengan jenis E. cottonii banyak ditemukan di Indonesia. Penelitian Penambahan karagenan sebagai bahan pembuat gel untuk di aplikasikan ke pembuatan bakso berbahan yang bukan berasal dari ikan dengan metode penelitian menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 3 konsentrasi karagenan yang berbeda (4%, 6%, dan 8%) dan 3 kali pengulangan. Data parametrik dianalisis menggunakan uji analisa sidik ragam (ANOVA) dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Data non parametrik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi garam menyebabkan perbedaan nyata (p<0,05) terhadap nilai kekuatan gel, kadar air, dan uji lipat, Konsentrasi karagenan yang semakin tinggi menjadikan nilai kadar air dan kekuatan gel semakin tinggi. Perlakuan konsentrasi terbaik terdapat pada bakso kerang darah dengan konsentrasi garam 8% yang menunjukkan nilai kekuatan gel yang rendah yaitu sebesar 802,55 gf.cm dan kadar airsebesar 64,75% Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi karagean mempengaruhi proses pembentukan geldan konsentrasi garam terbaik ialah sebesar 8% berdasarkan nilai kekuatan gel pada bakso kerang darah.
PENGARUH KONSENTRASI DAN KOMBINASI JENIS TEPUNG SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP MUTU PETIS DARI AIR REBUSAN RAJUNGAN Syarifah Mumtazah; Romadhon Romadhon; Slamet Suharto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2021.13147

Abstract

Air rebusan rajungan mengandung berbagai zat gizi terlarut dari rajungan. Pemanfaatan air rebusan rajungan salah satunya dengan mengolah menjadi petis. Petis merupakan produk semi padat yang dikentalkan dari hasil samping perebusan ikan atau udang. Proses pembuatan petis perlu ditambahkan bahan pengisi untuk mengurangi bau amis dan mempercepat proses pemasakan. Bahan pengisi tepung terigu merupakan perlakuan yang paling disukai oleh konsumen, namun menghasilkan tekstur yang kurang kental. Penambahan tepung beras dan tapioka diharapkan mampu memperbaiki tekstur dan mutu petis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi dan kombinasi jenis tepung sebagai bahan pengisi terhadap karakteristik petis rajungan. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan perlakuan perbedaan komposisi (tepung terigu dengan tepung beras dan tepung terigu dengan tepung tapioka) dan konsentrasi (5%; 7,5%; 10%) bahan pengisi serta 3 kali pengulangan. Mutu petis rajungan dilihat melalui uji kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar asam glutamat, viskositas, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan petis rajungan dengan penambahan konsentrasi dan kombinasi jenis tepung yang berbeda berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap mutu kimiawi secara keseluruhan dan hedonik pada parameter kenampakan dan tekstur. Perbedaan konsentrasi dan kombinasi jenis tepung mempengaruhi mutu petis dan bahan pengisi terbaik adalah kombinasi tepung terigu dan tepung tapioka konsentrasi 7,5% dengan nilai kadar air 49,31%; kadar abu 1,02%; kadar protein 10,70%; kadar asam glutamat 5,15%; nilai viskositas 5961cP; dan hedonik 6,92.
EFEK PERBEDAAN LAMA PERENDAMAN ASAP CAIR KULIT DURIAN TERHADAP KUALITAS IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) ASAP Siti Khamidah; Fronthea Swastawati; Romadhon Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.5241

Abstract

Ikan manyung merupakan ikan berdaging putih yang banyak dijadikan sebagai bahan baku pembuatan ikan asap. Ikan asap dapat diproses menggunakan asap cair. Salah satu asap cair yang dapat digunakan yaitu asap cair kulit durian. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh lama perendaman asap cair kulit durian terhadap kualitas ikan manyung asap. Penelitian ini disusun dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan lama perendaman dalam asap cair kulit durian yang berbeda (0, 30, 60, dan 90 menit) dengan konsentrasi asap cair 5%. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji sensori, kadar lemak, kadar protein, kadar air, kadar abu, kandungan lisin, kadar fenol,  uji TPC (Total Plate Count), dan uji pH. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukan perlakuan lama perendaman 90 menit memberikan hasil terbaik dengan nilai sensori yaitu 8,56 ≤ μ ≤ 8,84, nilai kadar lemak 5,80±0,19%, kadar protein sebesar 83,68±0,02%, kadar air sebesar 48,31±0,17%, kadar abu tertinggi sebesar 6,86±0,12%, lisin sebesar 0,909±0,002%, fenol sebesar 349,23±11,59 ppm, nilai TPC sebesar 4,243±0,012 cfu/g, dan nilai pH sebesar 6,55±0,09. Penggunaan asap cair kulit durian dengan lama perendaman yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai sensori, kadar lemak, kadar protein, kadar air, kandungan lisin, kadar fenol, TPC, dan pH, namun, tidak berbeda nyata terhadap nilai kadar abu.
PENGARUH PENGEMASAN VAKUM DAN NON VAKUM TERHADAP KUALITAS BEKASAM INSTAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Novita Nur Wahyuni; Laras Rianingsih; Romadhon Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2021.11445

Abstract

Bekasam merupakan hasil fermentasi secara tradisional dari ikan air tawar yang ditambahkan garam dan karbohidrat. Bekasam harus segera diolah dan dikonsumsi karena memiliki masa simpan yang cukup pendek. Bekasam instan merupakan inovasi bekasam yang diolah dengan cara pengovenan sehingga lebih tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengemasan secara vakum dan non vakum terhadap kualitas bekasam instan ikan mas selama penyimpanan suhu ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Perlakuan meliputi pengemasan secara vakum dan non vakum serta lama penyimpanan (minggu ke- 0, 1, 2, 3) tiga kali ulangan. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan jika sig < 0,05 dilanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekasam dengan kemasan non vakum  sudah tidak layak konsumsi pada minggu ke-2 dengan  nilai hedonik 5,68 ± 0,47; kadar air 50,86 ± 1,55; kadar protein 32,13 ± 2,14; pH 5,4 ± 0,05; TVBN 66,63 ± 2,21; TPC (log CFU/g)  7,32 ± 0,09. Bekasam dengan kemasan vakum sudah tidak layak konsumsi pada minggu ke-3 dengan nilai hedonik 5,56 ± 0,47; kadar air 43,68 ± 0,34; kadar protein 33,13 ± 0,77; pH 5,25 ± 0,05; TVBN 64,15 ± 1,37; TPC (log CFU/g) 6,84 ± 0,09.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI PEDA DENGAN JENIS IKAN BERBEDA TERHADAP E. coli DAN S. aureus Mukti Nur Hamidah; Laras Rianingsih; Romadhon Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2019.6742

Abstract

Peda adalah produk fermentasi setengah basah berbahan baku ikan dengan penambahan garam. Peda bisa dibuat dari berbagai jenis ikan yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Bakteri Asam Laktat yang tumbuh pada peda memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam produk perikanan yaitu E. coli dan S. aureus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi BAL dari peda dengan jenis ikan berbeda dan mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap E. coli dan S. aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan yaitu dengan perbedaan bahan baku dengan tiga kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji sidik ragam (ANOVA), apabila hasilnya berbeda nyata maka dilanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil uji TPC peda ikan Layang 4,29×102 CFU/g; peda ikan Petek 1,21×104 CFU/g; dan peda ikan Buntal 2,57×103 CFU/g. Hasil uji morfologi, uji pewarnaan gram bakteri dan uji katalse yang dihasilkan dari 15 isolat BAL adalah 14 isolat berbentuk bulat, bewarna ungu (positif), katalase negatif, sedangkan satu isolat berbentuk bulat, bewarna merah (negatif), katalase positif. Hasil zona hambat yang dihasilkan dari isolat BAL peda ikan Layang, Petek, dan ikan Buntal terhadap bakteri E. coli berkisar 2,68±0,23 mm sampai dengan 4,35±0,22 mm sedangkan S. aureus 2,52±0,20 mm sampai dengan 5,92±0,43 mm. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa perbedaan bahan baku pada pembuatan peda tidak berpengaruh nyata terhadap hasil zona hambat bakteri E. coli dan S. aureus.
Sensory and Physicochemical Characteristics of Manyung (Arius thalassinus) Kekian High Fiber with the Addition of Eucheuma cottonii Seaweed Meisya Asri Widiyanti; Lukita Purnamayati; Romadhon Romadhon
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 36, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v36i1.41553

Abstract

Kekian is a processed product from fish meat added with seasoning, fillers and binders then formed and wrapped with tofu skin. Kekian has a low dietary fiber so that the addition of seaweed porridge can be used to increase the content of dietary fiber in kekian. The purpose of this study was to determine the effect of adding different seaweed porridge (Eucheuma cottonii) to characteristics of manyung (Arius thalassinus) kekian and determine the best seaweed porridge to the best kekian fish characteristics. The research method used was experimental laboratories using a completely randomized design of one factor is concentration of the addition of porridge (0%, 20%, 30% and 40%) with 3 replications. Sensory value data were analyzed by the Kruskal-Wallis test, while tests of dietary fiber, air content, protein content, water holding capacity and gel strength were analyzed using ANOVA. The results showed that the difference in the addition of seaweed porridge had a significant effect (P
Co-Authors - Sumardianto A Nova Zulfahmi A Suhaeli Fahmi Abidin, Habibah Agus Sabdono Agus Triyanto Aisyah Ayu Hidayati, Aisyah Ayu Anjar Setyaji apri dwi anggo Apri Dwi Anggo Aryandi Faddilah Nurwin Aslan Aslan, Aslan Aulia Nissa Rifani, Aulia Nissa Badarussyamsi, Badarussyamsi Basyrowi Arbi Bhala, Dolorestin Monika Cancerizky Trigutomo Radityo Choirul Anam AM Diponegoro Danuar Adi Nugroho Darmanto, Y.S Desya Anjani Hardjata Diah Putri Herawati Diah Rosita, Pramita Dianita Cahyaningrum, Dianita Dinaryadi, Rico Djoko Rahardjo Edy Gardjito, Edy Ege, Emanuel Budi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Elistia, Elistia Fadhil, M. Fara Sabilla Ulfa Fatin Hidayati Frisilia Nadhira Rimadhini Fronthea Swastawati Gerda Vernia Bali Ulina, Gerda Vernia Bali Gobai, Yulian Hartantyo, Sugeng Dwi Hasan Asari Hauzan Arifin, Muhammad Herbowo, Muhammad Seno Hidayati, Fatin Hilda Rizkyah Fauzy, Hilda Rizkyah Ima Wijayanti Indriani , Noor Desyta Insani Artati Zendrato Ismi Lailani Syarafina Iswahyudi , Didik Iswahyudi, Didik Jevika Dwitasari Rochminta Kukuh Widijatmoko, Engelbertus Laras Guntur Santika Laras Rianingsih Lukita Purnamayati Luthfiyatul Habibah Nurlisa Ma'ruf, Widodo Farid Magdalena Januasni Jati Martins Manik, Gheta Olivia Marita Dwi Romawati Maulina Tiara Megawati Meisya Asri Widiyanti Mohamad Syahri Muhammad Luthfi Fadhli Mujiwati, Yuniar Mukhlis Fathurrohman Mukti Nur Hamidah Muryaning Charimah, Intan Muthomimah, Muthomimah Nabillah Pinka Almira Dhinendra Nangus, Yasinta Minoya Sari Ngatmin Novita Dinny Pratiwi, Novita Dinny Novita Nur Wahyuni Novy Yuliyanti Nur Fadilah Nurbani Yusuf Prasetyo Wibowo, Arif Prastika Anadia Putri Puguh Udiarta Putri Mudianingrum, Tasya Putri, Sefti Maulana Putut Har Riyadi Ramadhanti, Bella Widya Refki Saputra, Refki Retno Ayu Kurniasih Rifki Prayoga Aditia Rofi Rifki Ghazali Rose Fitria Lutfiana Ryan Ariefta Said Nabil Amanullah Sarwono Azmi Syahbuddin Sebastian Margino Selamet Suharto Selamet Suharto Septian, Rizky Bagus Setyo Adi Nugroho Shara Harumarani, Shara Sholehah, Meivi Mar’atus Siswanto, Arik Siti Khamidah Siti Nur Chotimah SITI RACHMAWATI Sitompul, Ryan Slamet Suharto, Slamet Sofinadya, Diba Sony Susanto Sri Redjeki Subagiyo Subagiyo Subagyo Subagyo Susanti Susanti Suseno, Bella Nindita Maharani Suwarno Suwarno Syarifah Mumtazah Titi Surti Toyib, Ahmad Tri Winarni Agustini Tutuk Salimah, Tutuk Ulfah Amalia Ulfah Amalia Utari, Kurnia Suci Tri Viola Niraputri Wajiadmoko, Engelbertus Kukuh Widijatmoko , Engelbertus Kukuh Widijatmoko, Engelbertus Kukuh Widodo Farid Ma’ruf y S Darmanto Y.S. Darmanto Y.S. Darmanto YS Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yulius Rustan Effendi Zuhriyah, Luluk Masruroh