Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Creative Research Journal

VALUASI EKONOMI KEKAYAAN SUMBERDAYA KELAUTAN JAWA BARAT SELATAN Gumelar, Iwang; Ruswandi, Agus
Creative Research Journal Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.272 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan valuasi ekonomi terhadap kekayaan sumberdaya kelautan di wilayah Pantai Selatan Jawa Barat dengan teknik mengkuantifikasi nilai sumber daya dalam satuan moneter. Penelitian dilaksanakan Bulan September–Desember 2012 meliputi Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Sukabumi. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder dan data primer. Data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait, sedangkan data primer dikumpulkan melalui observasi lapang dan Focus Group Discussion. Analisis yang digunakan adalah analisis deskripsi, serta perhitungan nilai ekonomi sumberdaya kelautan melalui pendekatan Total Economic Value (TEV) yang meliputi sumberdaya hayati seperti sumberdaya perikanan laut (tangkap), sumberdaya tambak, sumberdaya terumbu karang, sumberdaya padang lamun dan sumberdaya mangrove; sumberdaya non hayati (pasir besi) dan jasa lingkungan (jasa pariwisata). Dari hasil studi ini diperoleh nilai ekonomi (present value dengan discount faktor 16%) total sumberdaya kelautan Jawa Barat Selatan Tahun 2012 untuk sumberdaya hayati sebesar Rp.1.408.989.172.400, yang terdiri dari nilai ekonomi present value sumberdaya ikan Rp.1.345.910.309.000; budidaya tambak Rp. 60.725.829; sumberdaya terumbu karang Rp.9.138.987.443; sumberdaya lamun Rp. 46.367.631.672; dan sumberdaya mangrove Rp.7.511.518.456. Total estimasi nilai ekonomi untuk sumberdaya non hayati berupa cadangan pasir besi sebesar Rp 31.950 triliyun; nilai ekonomi jasa pariwisata sebesar Rp.3.558.263.040.000.
PENGARUH SISTEM IRIGASI BERSELANG DAN JARAK TANAM LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) Sutrisna, Nana; Ruswandi, Agus; Surdianto, Yanto
Creative Research Journal Vol 4, No 01 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.093 KB)

Abstract

Sistem irigasi berselang dan jarak tanam legowo 2:1 diduga dapat meningkatkan produktivitas padi dan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh sistem irigasi berselang dan jarak tanam legowo 2:1 terhadap produktivitas padi  dan  emisi GRK gas CH4 (metan).  Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah  dengan tiga ulangan. Petak utama adalah sistem irigasi berselang (I) meliput: I1 = Irigasi berselang 3 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (3:3); I2 = Irigasi berselang 5 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (5:3); I3 = Irigasi berselang 7 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (7:3). Anak petak adalah jarak tanam legowo 2:1 terdiri atas: L1 = Legowo 2:1 (25 x 15 x 50 cm); L2 = Legowo 2:1 (25 x 12,5 x 50 cm); L3 = Legowo 2:1 (25 x 15 x 40 cm); dan L4 = Legowo 2:1 (25 x 12,5 x 40 cm). Pengumpulan data meliputi: emisi gas CH4; pertumbuhan tanaman; bobot 1.000 butir; hasil padi. Data dianalisis dengan Analysis of Varians, uji nilai tengah Duncan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara irigasi berselang dengan jarak tanam legowo 2:1 terhadap emisi gas metan. Irigasi berselang 5 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (5:3) dapat menurunkan emisi gas metan dan meningkatkan produktivitas padi 17,2% dari 5,88 menjadi 6,89 t/ha. Jarak tanam legowo 2:1 yang dapat menurunkan emisi gas metan adalah 25 x 15 x 40 Cm, sedangkan yang dapat meningkatkan produktivitas padi adalah 25 x 12,5 x 40 cm, yaitu sebesar 13,6% dari 6,04 menjadi 6,86 t/ha Gabah Kering Giling (GKG). 
KINERJA FASILITATOR PADA PENGEMBANGAN PROGRAM RUMAH PANGAN LESTARI DI KABUPATEN KUNINGAN Suryani, Ani; Ruswandi, Agus
Creative Research Journal Vol 4, No 02 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.99 KB)

Abstract

Kinerja adalah kondisi tentang individu melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Penilaian tidak hanya ditujukan untuk menilai dan memperbaiki kinerja yang buruk, namun juga untuk mendorong bekerja lebih baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur tingkat kinerja fasilitator program Rumah Pangan Lestari (RPL) terhadap kepuasan pelaku utama (ibu rumah tangga). Pendekatan dalam penelitian ini didesain secara kuantitatif dan kualitatif (mixed method), dengan menggunakan metode survey, studi literatur dan wawancara. Penelitian dilaksanakan pada satu populasi ibu rumah tangga yang tergabung dalam KWT yang telah menerapkan dan masih menerapkan inovasi teknologi pengelolaan pekarangan, di Desa Sindangsari Kecamatan Sindangagung dan Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan pada bulan April sampai Juli 2016. Data primer didapat dari persepsi ibu rumah tangga peserta program terhadap kinerja fasilitator dilihat dari: (1) frekuensi kunjungan; (2) kualitas layanan; (3) tingkat pengetahuan; (4) tingkat kreativitas; dan (5) tingkat kerjasama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator yang berperan dalam kegiatan pengelolaan pekarangan secara berurutan adalah fasilitator KWT, gapoktan, dinas setempat dan fasilitator BPTP. Umumnya jenis kinerja fasilitator yang dapat memuaskan ibu rumah tangga di kedua lokasi penelitian adalah tingkat kepuasan ibu rumah tangga pada jasa kinerja fasilitator pada aspek kunjungan, kualitas layanan, tingkat pengetahuan dan tingkat kreativitas. Namun pada aspek kerja sama dengan khalayak pengguna khususnya fasilitasi kemitraan bidang pemasaran dinilai antara rendah-sedang.
KARAKTERISTIK USAHATANI DAN PRILAKU PENGGUNAAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT PETANI PADA TIGA STRATA PERBENIHAN DI JAWA BARAT Ishaq, Iskandar; Ruswandi, Agus
Creative Research Journal Vol 4, No 01 (2018)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.072 KB)

Abstract

Dalam upaya meningkatkan adopsi Varietas Unggul Baru (VUB) padi guna menunjang Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di Jawa Barat, perlu diketahui karakteristik usahatani dan pola (prilaku) penggunaan benih petani serta mengetahui karaktersitik padi yang disukai petani. Oleh karena itu dilakukan identifikasi karakteristik usahatani padi sawah dan pola penggunaan benih bersertifikat. Penelitian dilakukan pada tiga kabupaten yang ditentukan secara purposive untuk mewakili masing-masing strata perbenihan padi di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Subang (Strata Perbenihan Formal/SPF), Garut (Strata Perbenihan Informal/SPI) dan Kabupaten Bandung (Strata Perbenihan Campuran/SPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa VUB padi sawah yang memiliki potensi diadopsi dan dikembangkan di wilayah SPF adalah varietas dengan karakteristik bentuk gabah panjang (ramping), mutu beras baik, warna beras putih-bersih dan rasa nasi enak (untuk konsumsi) atau pera (industri), seperti varietas Ciherang, IR-42, Mekongga, Si Denuk dan Situ Bagendit. Di wilayah SPI varietas yang berpotensi diadopsi dan dikembangkan adalah varietas dengan karakteristik bentuk gabah agak bulat sampai ramping, rasa nasi enak dan toleran OPT, seperti varietas Sarinah, IR-64 dan Inpari-13, sedangkan di wilayah perbenihan campuran (SPC), karakteristik varietas yang berpotensi diadopsi dan dikembangkan adalah varietas dengan karakteristik bentuk gabah bulat sampai ramping, mutu beras baik, rasa nasi enak dan harga jual tinggi seperti varietas Pandan Wangi, Ciherang, IR-64, Sarinah, Widas, dan Inpari-14.
VALUASI EKONOMI KEKAYAAN SUMBERDAYA KELAUTAN JAWA BARAT SELATAN Gumilar, Iwang; Ruswandi, Agus
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 1 No 01 (2015): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v1i01.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan valuasi ekonomi terhadap kekayaan sumberdaya kelautan di wilayah Pantai Selatan Jawa Barat dengan teknik mengkuantifikasi nilai sumber daya dalam satuan moneter. Penelitian dilaksanakan Bulan September–Desember 2012 meliputi Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Sukabumi. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder dan data primer. Data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait, sedangkan data primer dikumpulkan melalui observasi lapang dan Focus Group Discussion. Analisis yang digunakan adalah analisis deskripsi, serta perhitungan nilai ekonomi sumberdaya kelautan melalui pendekatan Total Economic Value (TEV) yang meliputi sumberdaya hayati seperti sumberdaya perikanan laut (tangkap), sumberdaya tambak, sumberdaya terumbu karang, sumberdaya padang lamun dan sumberdaya mangrove; sumberdaya non hayati (pasir besi) dan jasa lingkungan (jasa pariwisata). Dari hasil studi ini diperoleh nilai ekonomi (present value dengan discount faktor 16%) total sumberdaya kelautan Jawa Barat Selatan Tahun 2012 untuk sumberdaya hayati sebesar Rp.1.408.989.172.400, yang terdiri dari nilai ekonomi present value sumberdaya ikan Rp.1.345.910.309.000; budidaya tambak Rp. 60.725.829; sumberdaya terumbu karang Rp.9.138.987.443; sumberdaya lamun Rp. 46.367.631.672; dan sumberdaya mangrove Rp.7.511.518.456. Total estimasi nilai ekonomi untuk sumberdaya non hayati berupa cadangan pasir besi sebesar Rp 31.950 triliyun; nilai ekonomi jasa pariwisata sebesar Rp.3.558.263.040.000.
NILAI EKONOMI PENGENDALIAN LALAT BUAH PADA MANGGA GEDONG GINCU: STUDI KASUS DI DESA JEMBAR WANGI KECAMATAN TOMO, SUMEDANG Ruswandi, Agus
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 3 No 01 (2017): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v3i01.77

Abstract

Kendala utama produksi mangga gedong gincu adalah serangan lalat buah yang seringkali menurunkan produksi, sehingga diperlukan teknologi pengendalian lalat buah. Penelitian bertujuan mengkaji penerapan teknologi pengendalian lalat buah dengan menggunakan perangkap berbahan atraktan alami Metil eugenol. Penerapan teknologi dilaksanakan secara partisipatif pada lahan petani di enam kelompok tani di Desa Jembar Wangi, Kecamatan Tomo, Sumedang pada Mei – Desember 2015. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat buah yang tertangkap 39.000 ekor/hari/perangkap (780.000 ekor/hari/ha). Penggunaan teknologi tersebut dapat menurunkan kerusakan buah sebesar 16,43% dari 31,07% menjadi 14,64% (pada on-season), dan sebesar 8,81%, dari 13,10% menjadi 4,29% (pada offseasson). Pengendalian lalat buah dapat meningkatkan pendapatan Rp246.450/pohon atau Rp20.948.250/ha (pada on-season). Sedangkan pada off-seasson meningkatkan pendapatan Rp.176.200/pohon atau Rp14.977.000/ha, sehingga dalam setahun akan meningkatkan pendapatan Rp35.925.250/ha. Melalui pengendalian lalat buah, di Desa Jembar Wangi terjadi penurunan resiko kerugian akibat lalat buah, dari Rp9.715.827.250 menjadi Rp4.075.563.000 atau terjadi peningkatan pendapatan di wilayah tersebut sebesar Rp5.640.264.250. Dengan demikian, pengendalian lalat buah menggunakan atraktan Metil eugenol cukup signifikan menurunkan jumlah buah yang rusak sehingga meningkatkan pendapatan petani. Pengendalian lalat buah cukup mudah dilakukan petani, bahan dan alat yang digunakan mudah diperoleh, serta murah, sehingga feasible dan layak untuk dikembangkan.
PENGGUNAAN BENIH DAN PREFERENSI PETANI TERHADAP KARAKTERISTIK VARIETAS UNGGUL PADI PADA TIGA SENTRA PRODUKSI PADI DI JAWA BARAT Ishaq , Iskandar; Ruswandi, Agus
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 4 No 01 (2018): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v4i01.173

Abstract

Dalam upaya meningkatkan adopsi benih padi varietas unggul baru padi guna menunjang peningkatan produksi padi di Jawa Barat, maka dilakukan penelitian bertujuan mengetahui karakteristik usahatani petani padi sawah, penggunaan benih dan preferensi petani terhadap karakteristik varietas padi. Lokasi penelitian di tiga kabupaten sentra produksi padi di Jawa Barat yang ditentukan secara purposive dan tiga kabupaten tersebut diasumsikan mewakili masing-masing sentra produksi padi di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Subang (Jawa Barat bagian utara), Bandung (Jawa Barat bagian tengah), dan Kabupaten Garut (Jawa Barat bagian selatan). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa usahatani padi sawah didominasi oleh petani yang berpendidikan SD, berumur 40-50 tahun (Jabar Utara), 40-60 tahun (Jabar Tengah) dan 50-60 tahun (Jabar Selatan). Petani padi pada wilayah Jabar Utara cenderung lebih efisien dalam kuantitas penggunaan benih dibandingkan wilayah Jabar Tengah dan Selatan dengan intensitas pembelian benih 2 kali per tahun (Jabar Utara dan Tengah) dan 1 kali per tahun (Jabar Selatan). Preferensi petani terhadap varietas padi cenderung menyukai dengan karakteristik bentuk gabah panjang (ramping), mutu beras baik, warna beras putih-bersih dan rasa nasi enak (untuk konsumsi) dan/atau pera (untuk industri) pada wilayah Jabar Utara, Sedangkan, pada wilayah Jabar Tengah dan Selatan petani cenderung menyukai varietas dengan karakteristik yang hampir sama, yaitu bentuk gabah agak bulat sampai ramping, mutu beras baik, rasa nasi enak dan toleran hama dan penyakit (OPT), dan harga jual tinggi.
PENGARUH SISTEM IRIGASI BERSELANG DAN JARAK TANAM LEGOWO TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DAN EMISI GAS RUMAHKACA (GRK) Sutrisna, Nana; Ruswandi, Agus; Surdianto, Yanto
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 4 No 01 (2018): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v4i01.174

Abstract

Sistem irigasi berselang dan jarak tanam legowo 2:1 diduga selain dapat meningkatkan produktivitas padi juga dapat menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh sistem irigasi berselang dan jarak tanam legowo 2:1 terhadap produktivitas padi dan emisi GRK gas CH4 (metan). Penelitian mengunakan rancangan petak terpisah (split plot design) dengan tiga ulangan. Petak utama adalah sistem irigasi berselang (I) terdiri atas: I1 = Irigasi berselang 3 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (3:3); I2 = Irigasi berselang 5 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (5:3); I3 = Irigasi berselang 7 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (7:3). Anak petak adalah jarak tanam legowo 2:1 terdiri atas: L1 = Legowo 2:1 (25,0 x 15,0 x 50,0 cm); L2 = Legowo 2:1 (25,0 x 12,5 x 50,0 cm); L3 = Legowo 2:1 (25,0 x 15,0 x 40,0 cm); dan L4 = Legowo 2:1 (25,0 x 12,5 x 40,0 cm). Data yang dikumpulkan terdiri atas: emisi gas CH4; pertumbuhan padi (tinggi tanaman dan jumlah anakan); bobot 1.000 butir; dan hasil padi. Data dianalisis sidik ragam (Analysis of Varians) yang dilanjutkan dengan uji nilai tengah Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara irigasi berselang dengan jarak tanam legowo 2:1 terhadap emisi gas metan. Sistem irigasi berselang 5 hari digenangi; 3 hari dikeringkan (5:3) dapat menurunkan emisi gas metan dan meningkatkan produktivitas padi sebesar 17,2% dari 5,88 menjadi 6,89 t/ha. Jarak tanam legowo 2:1 yang dapat menurunkan emisi gas metan adalah 25 x 15 x 40 cm sedangkan yang dapat meningkatkan produktivitas padi adalah 25 x 12,5 x 40 cm, yaitu sebesar 13,6% dari 6,04 menjadi 6,86 t/ha Gabah Kering Giling (GKG).
PREFERENSI PETANI TERHADAP VARIETAS KENTANG DAYANG SUMBI AGRIHORTI DAN SANGKURIANG AGRIHORTI TAHAN TERHADAP PENYAKIT BUSUK DAUN Ruswandi, Agus
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 4 No 02 (2018): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v4i02.178

Abstract

Salah satu penyakit utama kentang yaitu penyakit busuk daun yang disebabkan oleh jamur, yang seringkali menyebabkan kerugian sangat besar. Untuk menangani penyakit tersebut maka Varietas Unggul Baru (VUB) kentang toleran penyakit busuk daun diintroduksikan, yaitu Varietas Dayang Sumbi dan Varietas Sangkuriang. Penelitian preferensi petani dilakukan untuk mengetahui peluang adopsi inovasi teknologi VUB tersebut. Penelitian bertujuan: 1) Mengetahui tingkat ketahanan kedua varietas tersebut terhadap penyakit busuk daun; 2) Mengetahui preferensi petani terhadap varietas kentang toleran penyakit busuk daun; 3) melakukan analisis usahatani kentang toleran penyakit busuk daun; 4) Melakukan analisis sifat inovasi teknologi kentang toleran penyakit busuk daun. Penelitian dilaksanakan sejak Januari sampai dengan Desember 2016 dan berlokasi di Pangalengan Kabupaten Bandung. Data yang dikumpulkan meliputi data tingkat kematian tanaman akibat penyakit busuk daun, preferensi petani terhadap varietas kentang toleran penyakit busuk daun, data input dan output produksi, serta data sifat inovasi teknologi. Data dikumpulkan melalui pengamatan, pencatatan peubah usahatani, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Dayang sumbi dan Sangkuriang terbukti sangat toleran terhadap penyakit busuk daun. Hal tersebut didukung oleh Preferensi petani terhadap kedua varietas tersebut sangat baik, yaitu hasil penilaian petani menyatakan bahwa pertumbuhan dan hasil umbi kedua varietas tersebut sangat baik. Usahatani kentang dengan menggunakan kedua varietas tersebut dapat mengurangi biaya fungisida sebesar 62,96% (terhadap biaya fungisida) atau mengurangi biaya sebesar 9,19% (terhadap biaya total). Teknologi varietas kentang toleran penyakit busuk daun (Dayang sumbi dan Sangkuriang) mempunyai nilai sifat inovasi teknologi yang sangat tinggi, sehingga berpeluang sangat tinggi untuk diadopsi oleh petani
KAJIAN RAKITAN TEKNOLOGI PATBO SUPER PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI PROVINSI JAWA BARAT Sutrisna, Nana; Ruswandi, Agus; Surdianto, Yanto; Liferdi
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 01 (2019): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v5i01.188

Abstract

PATBO SUPER merupakan hasil rakitan teknologi inovatif spesifik lahan sawah tadah hujan. Tujuan pengkajian adalah mengetahui tingkat kelayakan teknis dan finansial rakitan teknologi PATBO SUPER pada lahan sawah tadah hujan. Pengkajian dilaksanakan di Desa Sukamulya, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang. Komponen teknologi yang dikaji: (1) varietas, (2) manajemen air, (3) penggunaan bahan organik insitu dan pupuk hayati, (4) pengendalian gulma, dan (5) penggunaan alsintan. Variabel yang diamati/diukur: (1) sifat kimia tanah sebelum penelitian; (2) kandungan bebeapa unsur hara makro dan mikro pupuk organik; (3) populasi bakteri penambat N pada umur 63 hst; (4) komponen pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah anakan) pada umur 30 hst, 46 hst, dan 60 hst; (5) komponen hasil (jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, dan bobot 1.000 butir); dan (6) produktivitas. Tingkat kelayakan teknis penerapan PATBO SUPER, dianalisis Uji-t pada taraf 5 %. Kelayakan finansial dianalisis: (1) Pendapatan usaha tani, (2) Benefit Cost Ratio (BCR, dan (3) Marginal Benefit Cost Ratio (MBCR). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa PATBO SUPER secara teknis dan finansial layak untuk dikembangkan. Secara teknis PATBO SUPER mampu meningkatkan produktivitas padi sebesar 33,5% dari 5,64 t/ha pada teknologi eksisting menjadi 7,53 t/ha. Secara finansial PATBO SUPER menguntungkan dengan BC Ratio 1,2.
Co-Authors - Hardiyanto - Sabari Aang Mahyani Achmad Syafei Ade Tutty R. Rosa Adrias Agus Muharam Agus Mulyanto Ahmad Fajrun Naja Ahmad Hapidin Ahmad Hapidin Aji Winara ALEX SUMADIJAYA Alifa Nurul Fajri Alviona, Andina Amelia, Ine Amir Supriatna Ani Suryani Anita Kresnawaty Ari Abdul Kohar Rahmatullah Asfiya, Wara Avirda Nuri Quroini Avirda Azizah, Annisa Nur Budiasih, Yulie Cece Hidayat Choerunnasa, Erisca Desriana Darmawan Darojat Dedi Junaedi, Dedi Emay Mastiani Encilia Endrawati, Eli Erni Haryanti Ferianto Ferianto Firdaus, M Aditya Firdaus, Muhammad Aditya Fitria, Yanti Ghina Fauziyyah Mar’atus Shalihah Gumelar, Iwang Halimatus Sya’diah Hapsari, Laras Ay Hasna, Ghina Hendi S Muchtar Hendi Suhendraya Muchtar Hendri Abdul Qohar Hilmi Kahmir Ridwan Hilmi Ridwan Kahmir Imam Asrofi Ishaq , Iskandar Iskandar Ishaq Iwan Satriyo Nugroho Iwang Gumilar Juliawati, Deti Ladiva, Hasmai Bungsu Larassaty Alifah Liferdi M Aditya Firdaus M Aditya Firdaus M. Makbul Mahensa Billqys Nurhayati Prativi, Mahensa Billqys Nurhayati mahyani, aang Maman Suherman Maman Suherman Maulani, Susan Mohamad Erihadiana, Mohamad Mohammad Muammar Zaky Muhammad Aditya Firdaus Muhammad Kadafi Fadilah Nabilla, Jihan Nana Sutrisna Narakusumo, Raden Pramesa Natsir, Nanat Fatah Nenden Widayanti Nuarida, Eva Bella Nurhasanah, Sindi Nurkholipah Nurkholipah, Nurkholipah P. M. Winarno Pinasti Putriani, Puput qiqi yulianti Zaqiah R, Ari Abdul Kohar Rahmat Sutarya Reni Nurapriani Revita Yanuarsari Riva Ola Purwantari Rofik Sinung Basuki Ruswandi, Riki Ruswandi, Uus Saeful Bachrein Sarino Sih Kahono Siti Nasriatul Hamidah Supriatna, Amir Suwandari, Lilis Suwarna, Muhammad Raihan Nafis Taufik Mustofa Trisna Subarna Wahyu Satya Gumelar Yanto Surdianto, Yanto Yeni Erita