Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Impact of Myofascial Release on the Soleus Muscle's Effect on the Walking Ability of Children with Spastic Diplegia Cerebral Palsy : Indonesia Khabib Abdullah; Aji Sukma Wijaya; Gupta, Aditya; Assidiq, M Rifky
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v4i1.7457

Abstract

Pendahuluan: cerebral palsy spastic diplegi (CP) merupakan salah satu kondisi gangguan gerak pada anak dengan ciri spastik/kaku pada kedua ankle. Pola jalan jinjit atau plantar fleksi membuat peningkatan kinerja otot soleus. Dengan kondisi tersebut, anak CP akan kesulitan dalam melakukan aktivitas fungsional berjalan. Perlu diberikan rileksasi pada otot soleus untuk menurunkan tonus dan memudahkan pasien CP berjalan. Metode: penelitian ini berjenis eksperimen pada 1 kelompok, dengan jumlah sampel 10, dipilih dengan metode purposive sampling. Perlakuan berupa myofascia release otot soleus, latihan dorso fleksi ankle, latihan duduk berdiri, sepekan 2 kali selama 8 pekan (16 kali perlakuan). Alat ukur dengan GMFM (gross motor function measure) sektor D (berdiri dan berjalan) dengan nilai 0-100%, dengan analisa univariat dan bivariat SPSS. Hasil: 10 anak CP Spastik diplegia mengikuti penelitian ini dengan rerata usia 4,2 ± 0,3 tahun, 8 berjenis kelamin laki-laki dan 2 berjenis kelamin perempuan. Skor GMFM sektor D pada pra perlakuan 25,3% dan meningkat menjadi 29,8% pada paska perlakuan (p=0,000) yang berarti terdapat peningkatakan nilai GMFM. Kesimpulan: myofascia release pada otot soleus meningkatkan kemampuan berjalan pada anak CP spastic diplegia.
Klasifikasi Kelayakan Beras Menggunakan Metode Laplacian of Gaussian Abdullah, Khabib; Riadi, Aditya Akbar; Evanita, E
Jurasik (Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika) Vol 6, No 2 (2021): Edisi Agustus
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/jurasik.v6i2.353

Abstract

Rice is a staple food for some Indonesians, but lately there is a lot of rice that is not fit for consumption/not worth selling, but is still being traded in the market by irresponsible people. With the development of technology that is growing rapidly, it is directly proportional to the development of information systems. The problem here is that the rice we consume, the quality is determined by the price, even though the price does not necessarily guarantee the quality of the rice. From these problems, a system is made that can classify rice. This research takes a picture of rice setra ramos and then the image is processed by the image, according to the size of the border and the color that has been determined. That is 0.7 cm the size of good rice and clean white or yellow-brown in color. The result of image processing is in the form of rice classification, namely good rice, medium rice, and bad rice. In thos study, using the Python programming language and the opencv library as image processing. With this system, it is hoped that it can help people choose rice that is suitable for consumtion.
AN Overview Of Musculoskeletal Disorders ConditionsAt The Leather Wallet Craftsman At UD. Nanan Putri, Fadma; Wicaksono, Utomo; Abdullah, Khabib; Siwi, Ken; Alif Amalia, Dinda
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 5 No. 1 (2024): Physiotherapy New Era
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v5i1.3243

Abstract

Introduction: The characteristic of working conditions for leather craftsmen is sitting cross-legged with a cushion in front of the work table. This job is a job with low mobility. Such working conditions can trigger occupational diseases such as muscle complaints which are commonly known as musculoskeletal disorders (MSDs). To find out musculoskeletal complaints experienced by craftsmen before and after work. Methods: This research uses an evaluative research design with a sample of 30 people. Data was obtained by interviews and using the Nordic Body Map questionnaire to measure musculoskeletal complaints before and after work. Data before and after work from variables were statistically analyzed with SPSS version 26.0. Results: The results of data analysis showed that there was a significant increase in musculoskeletal complaints before and after work, p = 0.00. Conclusion: musculoskeletal complaints increased by 25.45% after undergoing work processes that were not ergonomic or without considering the capacity of the worker
Pengaruh Terapi Mandiri Oleh Orang Tua Terhadap Kelurusan Tengah Tubuh Anak CP Spastic Quadriplegia Abdullah, Khabib; Khasanah, Al Um Aniswatun; Darajatun, Anik Muwarni; Firdaus, Mutiara; Swandari, Atik; Putri, Fadma
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4982

Abstract

Latar Belakang: program fisioterapi pada anak CP spastic quadriplegia harus rutin dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Orang tua menjadi tumpuan utama untuk melakukan program fisioterapi di rumah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi mandiri oleh orang tua terhadap kelurusan tengah tubuh pada anak CP spastic quadriplegia. Metode Penelitian:  one group pre and posttest desain pada 10 anak CP spastic quadriplegia yang mengalami kesulitan dalam orientasi kelurusan tengah tubuh pada posisi terlentang di komunitas Happy CP family Surabaya. Orang tua diajarkan cara memijat punggung dan pengaturan posisi yang sesuai dengan kelurusan tengah tubuh anak. Pemijatan punggung dilakukan 15 menit, 2x perhari selama 14 hari dengan bukti perlakuan berupa video call. Alat ukur dengan GMFM dimensi A (terlentang dan berguling) dalam persen. Hasil Penelitian: 10 anak CP spastic quadriplegia dengan rerata usia 2,9±1,1 tahun, rerata nilai GMFM pra perlakuan 0.38±0,8 % dan paska perlakuan 4.2±1,2 %, dengan uji Wilcoxon signifikan 0,003. Kesimpulan: terapi mandiri oleh orang tua berupa pemijatan otot punggung dan pengaturan posisi berpengaruh pada kelurusan tengah tubuh anak CP Spastic Quadriplegia.
TERAPI LATIHAN WILLIAM FLEXION DAPAT MENGURANGI NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA GARMEN DI BATIK “N” SURAKARTA Khabib Abdullah
Jurnal Insan Cendekia Vol 2 No 1 (2015): JIC: Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh para pekerja yang bekerja dalam posisi statis dengan angka insidensi 53%.Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pegaruh terapi latihan william flexion dalam mengurangi keluhan nyeri punggung bawah miogenik pada pekerja garmen di Batik “N” Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain one group pre and post test design, dengansubyek penelitian adalah wanita berjumlah 12 orang yang merupakan karyawan garmen batik “N” Surakarta bagian penjahitan dengan aktivitas kerja duduk statis. Rerata usia 32.83, rerata indeks masa tubuh 21.93 (normal weight), rerata total masa kerja 6 tahun 8 bulan, semua subyek mengeluh nyeri >12 minggu (nyeri kronis). Penelitian dimulai pada pertengahan Januari 2010 sampai dengan pertengahan Februari 2010 bertempat di rumah peneliti. Subyek diberiperlakuan latihan senam william flexion (pelvic tilting, single knee to chest, double knee to chest, partial sit-up, hamstring stretch dan hip fleksor stretch) secara massal dilakukan setelah pulang kerja, dosis tiap gerakan ditahan 6 detik, diulangi 5 kali, waktu latihan 15 menit, 3x/minggu selama 1 bulan, total perlakuan 12 kali. Alat ukur nyeri punggung bawah adalah kuisioner oswestry yang dimodifikasi menjadi 5 item pertanyaan (tingkat nyeri secara umum, nyeri saat duduk, nyeri saat berdiri, nyeri saat berjalan, dan nyeri saat mengangkat benda) dan dinyatakan dalam angka serta kategorik.Hasil penelitianyaitu nilai signifikansi P=0.002 yang berarti ada beda antara sebelum dan sesudah perlakuan.Jadi dapat disimpulkan bahwa terapi latihan william flexiondapat mengurangi keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja garmen batik “N” di Surakarta.Kata kunci : latihan William flexion, nyeri punggung bawah, pekerja garmen
Pengaruh stimulasi sentuh terhadap penurunan gangguan perilaku siswa taman kanak-kanak: The effect of touch stimulation on changes in behavioral disorders of students kindergarten Qoriapsari, Allya; Abdullah, Khabib; Swandari, Atik
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2593

Abstract

Gangguan perilaku pada anak prasekolah (3-6 tahun) masih umum terjadi dan menghambat perkembangan mereka. Masalah ini teridentifikasi pada sejumlah anak di TK X Surabaya. Terapi sentuh dinilai potensial untuk mengurangi gangguan perilaku melalui stimulasi sensoris. Tujuan penelitian adalah Mengetahui pengaruh pemberian terapi sentuh terhadap penurunan gangguan perilaku pada anak TK. Metode: Penelitian eksperimen one group pretest-posttest pada 11 anak laki-laki usia 4-8 tahun dengan gangguan perilaku di TK X, dipilih melalui purposive sampling. Terapi sentuh diberikan 3x/pekan selama 4 minggu (12 sesi, 30 menit/sesi) dengan gerakan sentuhan kulit spesifik. Gangguan perilaku diukur menggunakan SDQ sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan skor SDQ yang bermakna antara pretest dan posttest dan terdapat penurunan gejala gangguan perilaku. Kesimpulan: Pemberian stimulasi sentuh efektif menurunkan gangguan perilaku pada anak TK di TK X Surabaya. Ini mendukung terapi sentuh sebagai intervensi non-farmakologis.
Penyuluhan dan Deteksi Dini Scoliosis Pada Remaja Di Wilayah Kelurahan Mulyorejo Surabaya Abdullah, Khabib; Putri, Fadma; Swandari, Atik; Gustinia, Allya; Galih , Yasin
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i2.1462

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan memfasilitasi deteksi dini skoliosis pada remaja di Kelurahan Mulyorejo, Surabaya. Skoliosis pada remaja sering terlewatkan namun berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang. Kegiatan dilaksanakan di klinik fisioterapi Surabaya (Mulyosari Timur) pada tanggal 4 Mei 2025, diikuti 15 remaja karang taruna (usia 16-18 tahun). Metode meliputi penyuluhan interaktif menggunakan presentasi dan skrining individu menggunakan scoliometer. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan partisipan, dengan rata-rata skor post-test 86.5 dibandingkan pre-test 64.5. Skrining awal mendeteksi indikasi kelainan lengkung tulang belakang pada 2 dari 15 partisipan (13%), yang kemudian diberikan rekomendasi pemeriksaan lanjutan dan latihan mandiri. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas program preventif skoliosis berbasis komunitas dan direkomendasikan untuk diperluas ke lingkup sekolah dan kolaborasi dengan fasilitas kesehatan.
MENINGKATKAN PERFORMA DAN MENGURANGI NYERI: PERAN STRENGTHENING EXCERCISE UNTUK CEDERA LUTUT KRONIS ATLET TAEKWONDO Romadhona, Nurul Fajri; Abdullah, Khabib; Hasyim, Idris
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.32380

Abstract

Nyeri lutut pada atlet terjadi akibat pertandingan, latihan, pola latihan yang berlebihan dan tidak seimbang secara berulang yang mengakibatkan cedera kronis dan penurunan performa. Strengthening Exercise merupakan latihan yang efektif untuk proses rehabilitasi pada cedera lutut. One group pre-test post-test sebagai desain eksperiman dari penelitian kuantitatif dengan 10 sampel yang diambil secara purposive sampling dari populasi 120 atlet taekwondo usia 15-18 tahun. Penelitian dimulai Januari 2025 dengan durasi intervensi selama 3 minggu dalam intensitas 9 kali pertemuan. Terdapat 2 instrumen pada penelitian ini yaitu Visual Analogue Scale (VAS) untuk mengukur nyeri dan Functional Movement Screen (FMS) untuk mengukur kemampuan fungsional. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon menggunakan SPSS. Pemberian strengthening exercise secara signifikan dapat menurunkan nyeri (p0,05) dan meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita pasca cedera lutut kronis (p0,05). Pemberian strengthening exercise berdampak terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional penderita cedera lutut kronis pada atlet taekwondo Mata Elang Academy Sidoarjo.
PELATIHAN GERAK STABILITAS DAN FLEKSIBILITAS SENDI LUTUT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL SHOLAT DAN DUDUK DI LANTAI PADA IBU-IBU PENGAJIAN ‘AISYIYAH Swandari, Atik; Abdullah, Khabib; Aisyah, Siti; Syarifah, Syarifah; Putri, Nadhifa; Amalia, Ichlasul
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v4i2.76

Abstract

Permasalahan kesulitan menekuk lutut ketika sholat dialami mayoritas ibu-ibu anggota pengajian ‘Aisyiyah ranting Tohudan. 30 dari 90 anggota mengeluhkan hal di atas. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah memberikan pelatihan gerak stabilitas dan fleksibilitas. Latihan gerak lutut yang terdiri dari komponen stabilitas otot dan fleksibilitas sendi dapat membantu permasalahan mitra tersebut. Mitra diberikan penyuluhan tentang penyakit kaku lutut terlebih dahulu, kemudian diajari cara melakukan latihan gerak stabilitas dan fleksibilitas. Mitra diberi flyer, buku panduan dan video latihan untuk dilihat lagi di rumah. Terjadi peningkatkan pemahaman mitra tentang sakit kaku lutut, terjadi peningkatan keterampilan mitra dalam melakukan latihan gerak stabilitas dan fleksibilitas lutut serta gerakan-gerakan latihan meningkatkan fungsional sholat setelah 1 pekan dikerjakan. Telah terbentuk pula kader yang akan melanjutkan program. Kesimpulan penelitian menunjukkan pelatihan gerak stabilitas dan fleksibilitas sendi lutut dapat meningkatkan pemahaman mitra tentang penyakit kaku lutut, meningkatkan keterampilan mitra dalam melakukan latihan gerak stabilitas dan fleksibilitas untuk sendi lutut dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan menekuk lutut saat sholat.
PROGRAM FISIOTERAPI PADA KASUS ISCHIALGIA BILATERAL ET CAUSA SPONDYLOLISTHESIS Kurniawan, Rizky; Siwi, Ken; Abdullah, Khabib; Gerhanawati, Ifa; Arafiq, Mutiara Firdaus
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v3i1.17547

Abstract

Latar belakang : Ischialgia (sciatica) adalah sindrom yang ditandai dengan nyeri yang menyebar dari punggung ke bokong dan anggota gerak bawah. Beberapa nyeri punggung terkait dengan nyeri akar saraf. Pasien umumnya mengeluh nyeri dan mengalami  keterbatasan aktivitas fungsional. Modalitas Microwave diathermy (MWD) dan terapi latihan dapat membantu mengatasi keluhan tersebut. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas Microwave diathermy (MWD) dan terapi latihan dalam pengurangan nyeri serta meningkatkan kemampuan fungsional pasien. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada studi kali ini dengan menggunakan case study. Case study dilakukan dengan pelayanan fisioterapi mandiri di kota Jakarta pada seorang pasien bernama Ny. P, 67 tahun dengan diagnosa medis Ischialgia Bilateral et causa Spondylolisthesis. Hasil : Setelah diberikan intervensi fisioterapi didapatkan Microwave Diathermy (MWD) dan terapi latihan William Flexion Exercise dapat mengurangi keluhan pada pasien Ischialgia.