Claim Missing Document
Check
Articles

Partisipasi Anak menurut Pandangan Orangtua Adat Salamah, Siti; Adriany, Vina; Agustine, Mubiar
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8564

Abstract

Partisipasi anak menurut pandangan orangtua adat dapat dipengaruhi oleh norma dan adat istiadat, peran keluarga, akses terhadap informasi, pengaruh tokoh masyarakat, kondisi sosial ekonomi, kegiatan komunitas, kesehatan dan kesejahteraan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana partisipasi anak di kampung Benda Kerep dan data yang dihasilkan dijadikan salah satu data penunjang penelitian selanjutnya. Metode yang digunakan dalam peneliltian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan tangga partisipasi Roger Hart sebagai pedoman menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anak di Kampung Benda Kerep berada pada anak tangga ke 4 yaitu anak dikonsultasi dan diinformasikan. Anak-anak usia 4-6 tahun sudah memiliki inisiatif dan senang dilibatkan dalam setiap kegiatan baik dirumah maupun di lingkungan masyarakat. Keikutsertaan anak dalam masyarakat dapat mengembangkan kemandirian anak dan rasa aman yang dapat mempengaruhi keputusan dalam memilih sesuatu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan partisipasi anak sesuai dengan usianya dan kesiapan anak, maka tidak hanya memperkuat pengalaman anak sebagai individu berharga saja, tetapi juga membantu membangun fondasi yang kuat bagi partisipasi masyarakat aktif dan berkelanjutan di masa depan
Instrumen Three-Tier Test Berbasis Kemampuan Representasi Matematis untuk Mengetahui Miskonsepsi Siswa Salamah, Siti; Susiaty, Utin Desy; Ardiawan, Yadi
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 3 (2022): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.1114

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa dalam menerjemahkan soal dan ketelitian mengerjakannya sehingga berakibat jawaban siswa tidak maksimal. Melihat permasalahan tersebut, maka diperlukanlah instrumen tes untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development bertujuan untuk mengembangkan instrumen three-tier test untuk mengetahui miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan rancangan 4D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate; dan dimodifikasi menjadi 3D yang dibatasi sampai tahap develop. Adapun subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP di Sungai Raya sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik pengukuran dan teknik komunikasi tidak langsung, dengan menggunakan instrumen tes, lembar validasi, dan angket. Kesimpulan dari penelitian ini instrumen Three-Tier Test berbasis kemampuan representasi matematis untuk mengetahui miskonsepsi siswa pada materi Statistika di kelas VIII siswa SMP di Sungai Raya layak untuk digunakan sebagai instrumen dalam pembelajaran dengan rata-rata kevalidannya adalah 86,21% dan rata-rata kepraktisannya 90,75% dengan kriteria masing-masing sangat valid dan sangat prakris. The lack of understanding of students in translating questions and the accuracy of doing them so that the student's answers are not optimal. Seeing these problems, a test instrument is needed to identify student misconceptions. This study used the Research and Development method intending to develop a three-tier test instrument to find out misconceptions. This study uses a 4D design consisting of defining, designing, developing, disseminating; and modifying into 3D which is limited to the development stage. The subjects of this study were 15 class VIII students at one of the junior high schools in Sungai Raya. The data collection technique uses measurement techniques and indirect communication techniques, using test instruments, validation sheets, and questionnaires. This study concludes that a three-tier test instrument based on mathematical representation ability to find out students' misconceptions about statistics in grade VIII junior high school students in Sungai Raya is feasible to use as an instrument in learning with an average validity of 86.21% and an average practicality of 90 .75% with each criterion being very valid and very practical.
ANALISIS PEMBELAJARAN STEAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (HOTS) ANAK USIA 5-6 TAHUN Salamah, Siti; Hidayat, Rahmat; Herniawati, Ani
Jurnal Intisabi Vol 1 No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Putra Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61580/itsb.v1i2.10

Abstract

Model pembelajaran Science Technology Engineering Art and Mathematic (STEAM) merupakan model pembelajaran yang memadukan berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik, salah satunya yakni kemampuan berpikir kritis (HOTS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pembelajaran STEAM terhadap keterampilan berpikir kritis (HOTS) pada anak usia dini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEAM secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada anak usia 5-6 tahun, di antaranya: (1) anak mampu mengidentifikasi media yang disiapkan guru, (2) anak mampu mendeskripsikan dan menjelaskan hasil eksperimen, (3) anak mampu mengenali perubahan, proses bereksperimen, dan membandingkan hasil eksperimen, (4) anak mampu memecahkan masalah sederhana, dan (5) anak mampu mengekspresikan opini terkait eksperimen yang dilakukan. Selain itu, metode pembelajaran STEAM memberikan dampak terhadap aspek nilai agama dan moral; aspek fisik motorik; dan aspek sosial emosional. Kesimpulannya, metode pembelajaran STEAM memberikan dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun, selain terhadap aspek nilai agama dan moral, aspek fisik motorik, serta aspek sosial emosional.
EFEK POSITIF PEMBIASAAN TOILETING PADA ANAK USIA DINI DI KOBER AL MUJAHID 2, KECAMATAN PAMARICAN, KABUPATEN CIAMIS Salamah, Siti; Mulyono, Nono; Hidayat, Yusuf
Jurnal Intisabi Vol 2 No 1 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Putra Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61580/itsb.v2i1.51

Abstract

Toileting habituation is an effort to develop toilet skill that is need to be learnt as early as possible for early childhood’s life skill in the future. This study aims to determine the positive effect of toileting habituation on early childhood aged 3-4 years. In this study, the researchers used a Classroom Action Research (CAR) as the research method. This study was conducted to 10 early childhoods aged 3-4 years in Kober Al Mujahid 2, Pamarican District, Ciamis Regency, West Java. This study was carried out through 2 cycles, at which each cycle was carried out 3 times. The results of the study showed that the habit of toileting had a positive effect on early childhood, at which in the pre-cycle the percentage of early childhood was Very Good Development (BSB) with 0%. Furthermore, in the first cycle the percentage of early childhood was Very Good Development (BSB) increased up to 10%. Then, in the second cycle, the percentage of early childhood periodically increased up to 20% with the achievement of Developing Very Well (BSB). In conclusion, toileting habituation is able to have a positive effect on early childhood’s understanding in maintaining sanitation, fine motor skill, cognitive, and independence in Kober Al Mujahid 2 Bangunsari.
Analysis of Phrases Based on their Forming Elements in the Film Langit Tak Selamanya Abu-Abu by Kemendikbud RI Marshanda, Tirza; Hidayatul, Alina; Rindu, Jihanita; Jannah, Miftahul; Oxana, Oktian; Pratama, Rakha; Aisy, Rihada; Salamah, Siti; Rumboy, Yuliva; Suhita, Raheni
Lingua Franca Vol 3 No 1 (2024): Geographical Coverage: Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/lingua_franca.v3i1.4592

Abstract

The purpose of this study is to analyze the film "Langit Tak Selamanya Abu-Abu " based on its constituent elements on the sentence structure contained in the film's dialogue. This type and approach of research is qualitative/library research. The research data in this study is a phrase based on its constituent elements, while the source of the data is the film Langit Tak Forever Abu Karya Kemendikbud RI. Data collection techniques using documentation and data analysis techniques using content analysis The results of the study showed, in every dialogue delivered by the characters in the film " Langit Tak Selamanya Abu-Abu " which has a duration of 8 minutes 31 seconds, an analysis of Phrases based on their Constituent Elements can be found, namely 1) Endocentric Phrases, namely phrases that have distribution similarities with their constituent elements, in the film contains only 1 endocentric phrase, namely Attributive Endocentric Phrases, 2) Exocentric Phrases, which are phrases that have no distribution equation with other elements, in the film there are 2 exocentric phrases, namely Prepositional and Conjunctional Exocentric Phrases. Based on the results of the study, it can be concluded that the analysis of phrases in the film " Langit Tak Selamanya Abu-Abu " based on its constituent elements, namely, found 8 data with a total of 48 phrases, with 30 attributive endocentric phrases, 15 conjunctional exocentric phrases, and 3 prepositional exocentric phrases.
Pencegahan Karies Gigi Dengan Aplikasi Art (Atraumatic Restorative Treatment) Pada Gigi Molar Pertama Permanent Di Sdn Kurau Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan Kisworo Utami, Naning; Amperawati2, Metty; Salamah, Siti; Rahmawati, Ida; Nuryati, Sri; Elman Efzi, Agno; Nisa, Hilwatun; Yusril Pratama, Muhammad
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v1i2.24

Abstract

ABSTRACT  Based on caries history and caries lesion white spot is known as the best indicator in determining caries development. However, these indicators cannot reach the target accuracy of around 80%.  Caries or cavities are problems that are often found in the oral cavity. According to WHO global data (2000) shows 60-90% of school children in industrialized countries have cavities. Based on the results of the 2007 Riskesdas in the province of South Kalimantan, the percentage of the population with dental and oral problems was 29.2%.This activity aims to identify def-t, DMF-T, carry out promotive, preventive and curative, namely by counseling, mass toothbrushes and filling applications with ART fillings on permanent first molars for students at SDN Kurau, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province . The community service target is 100 students. However, only 44 students and 12 parents attended. The results of the def-t examination obtained d = decay or dental caries of 165, e = extraction or teeth that could not be treated 97 teeth and f = fillings was 0, so the number of def-t was 350 teeth with an average of 7.98. Whereas the DMF-T had 80 teeth with an average of 1.82. The caries rate for primary and permanent teeth was high, that is, each child had 7-8 cavities for primary teeth while permanent teeth had cavities 2. Restoration with ART materials that can performed as many as 72 teeth. And 2 months later an evaluation was carried out, the results obtained were that 68 teeth were still holding on with the ART fillings, while 4 teeth had fallen out. The fact found in the field is that dental caries in primary teeth and permanent teeth is still very high, namely 143 teeth and 80 teeth in students of SDN Kurau, Tanah Laut Regency and what can be done with ART restoration on permanent first molars and referrals to the puskesmas or The hospital performed pulpal treatment and tooth extraction. It is recommended to treat teeth that can still be treated, namely the collaboration of the teacher (school), parents and the health center. Keywords: Permanent First Molar Caries, Prevention, ART Restoration  
Perbedaan Menyikat Gigi Menggunakan Sikat Gigi Bulu Soft dan Medium Terhadap Penurunan Debris Index Putri, Lily Eka; Said, Fahmi; Salamah, Siti; Sab'atul Habibah, Siti
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v2i1.34

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut dapat dilihat dari kondisi gigi yang tidak terdapat sisa makanan atau deposit lunak yang menempel pada gigi. Tingkat kebersihan gigi dan mulut dapat berubah dengan adanya kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari. Dalam menyikat gigi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah alat yang digunakan untuk menyikat gigi yaitu, sikat gigi. Bagian terpenting dari sikat gigi ialah bulu sikat, karena bulu sikat merupakan bagian yang berkaitan langsung dengan permukaan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara menyikat gigi menggunakan sikat gigi bulu halus (soft) dan sikat gigi bulu sedang (medium) dengan teknik kombinasi terhadap penurunan debris Index pada siswa Kelas VII SMPN 5 Karang Intan. Rancangan penelitian ini menggunakan “Two Group Pre-test dan Post-test”, populasi penelitian sebanyak 41 siswa, teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan total sampling. Hasil penelitian rata-rata debris Index sebelum menyikat gigi menggunakan sikat gigi bulu halus (soft), didapatkan 1,67 dan sesudah 0,55. Sedangkan rata-rata debris Index sebelum menyikat gigi menggunakan sikat gigi bulu sedang (medium), didapatkan 1,81 dan sesudah 0,41. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-test menunjukkan nilai p = (0,046) < α (0,05). Kesimpulan penelitian yaitu ada perbedaan menyikat gigi menggunakan sikat gigi bulu halus (soft) dan sikat gigi bulu sedang (medium) dengan teknik kombinasi terhadap penurunan debris Index pada siswa Kelas VII SMPN 5 Karang Intan. Disarankan untuk menyikat gigi menggunakan sikat gigi bulu sedang (medium) karena lebih baik dan efektif dalam menurunkan skor debris Index.
Hubungan Motivasi Berobat Gigi Dengan Keparahan Karies Pada Pengunjung Poli Gigi Di Puskesmas Daerah Banjarbaru Bayani, Rizky Nurul; salamah, siti; Danan, Danan; Kisworo Utami, Naning
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v1i1.67

Abstract

Hasil Riskesdas Tahun 2018 Kalimantan Selatan masyarakat menerima perawatan tenaga medis gigi umur 25-34 (12,19%) dan 35-44 (11,91%) kunjungan. Fakta yang terjadi 46,90% masyarakat Kalimantan Selatan memiliki masalah gigi rusak/berlubang/sakit. Data yang diperoleh dari laporan Puskesmas Sungai Besar Kota Banjarbaru bulan Agustus-Oktober tahun 2022, ditemukan jumlah kunjungan 938 orang didapat 173 kasus keparahan karies gigi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi berobat gigi dengan keparahan karies gigi pada pengunjung poli gigi di Puskesmas Sungai Besar Kota Banjarbaru. Jenis penelitian bersifat survei analitik dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki motivasi berobat gigi positif dan memiliki keparahan karies gigi kategori buruk.
Kejadian karies gigi dilihat dari kebersihan gigi mulut , konsumsi air minum, perilaku jajanan dan pendidikan ibu pada murid Madrasah Ibtidaiyah Al-Irsyad Desa Sungai Tandipah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Salamah, Siti; Hidayati, Sri; Sari, Emilda
Journal of Oral Health Care Vol. 8 No. 1 (2020): 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.903 KB) | DOI: 10.29238/ohc.v8i1.618

Abstract

According to the 2013 Riskesdas, Indonesian population with dental and oral health problems in the last 12 months is 36.1% and experienced a history of dental caries with an average amount of tooth decay of 7.2 teeth per person, 5 teeth have been removed or can no longer be maintained. On average, each person in Banjar District has almost 8 teeth with caries, which means higher than the national average of 5 teeth. The purpose of this study was to determine the incidence of dental caries in terms of oral hygiene, drinking water consumption, food behavior and mother's education. Case study research with quantitative research to determine and analyze the incidence of dental caries in students of Al-Irshad Madrasah Ibtidaiyah. The samples were 174 people with a total sampling technique. The results of the study were mostly caries in the high category, most of the oral hygiene was in the moderate category, water based river used as drinking water contained high iron (fe), low fluorine (f) and acidic pH, the snack consumption behaviour was mostly good, while maternal education was mostly basic education. Suggestions for health workers to increase UKGS activities through promotive, preventive and curative efforts and to train small doctors, water supply should be treated before consume, addition of fluorine to food and drinks, use of fluorine toothpaste, supervision of school canteens and health education.
PENGARUH BERKUMUR DENGAN INFUSED WATER BUAH ANGGUR MERAH (VITIS VINIFERA) TERHADAP PH SALIVA PADA MURID USIA 9-12 TAHUN DI SD NEGERI DALAM PAGAR ULU 2 KECAMATAN MARTAPURA TIMUR KABUPATEN BANJAR Annida Miryadi, Devita; Habibah, Siti Sab’atul; Salamah, Siti
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran saliva dalam proses karies berkaitan dengan demineralisasi dan remineralisasi jaringan keras gigi (email). Komponen yang terkandung dalam saliva dapat menyebabkan larutnya permukaan keras gigi (demineralisasi). Apabila ph dalam rongga mulut <5,5 akan memudahkan pertumbuhan bakteri asidogenik seperti Streptococcus Mutans dan Lactobacillus yang merupakan mikroorganisme penyebab utama dalam proses terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur dengan infused water buah anggur merah (vitis vinifera) terhadap pH saliva pada murid usia 9-12 tahun di SD Negeri Dalam Pagar Ulu 2 Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest. Sampel diambil dengan teknik total sampling yaitu berjumlah 32 sampel di SD Negeri Dalam Pagar Ulu 2 Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar serta uji statistik menggunakan uji paired sample t-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan pH saliva sebelum berkumur dengan infused water buah anggur merah (vitis vinifera) adalah 6,3 sedangkan pH saliva sesudah berkumur dengan infused water buah anggur merah (vitis vinifera) adalah 7,2. Berdasarkan uji statistik pada kolom sig (2-tailed) nilai p sebesar 0,00 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ada pengaruh berkumur dengan infused water buah anggur merah (vitis vinifera) terhadap pH saliva pada murid usia 9-12 tahun di SD Negeri Dalam Pagar Ulu 2 Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar. Disarankan siswa dapat menggunakan infused water buah anggur merah sebagai obat kumur yang dapat meningkatkan pH saliva.   Kata Kunci : Infused water buah anggur merah, pH saliva
Co-Authors Agus Aktawan, Agus Agustine, Mubiar Ahmad Bukhori, Ahmad Ahmad Taufiq Ahmad Ubaedi Fathuddin Aisy, Rihada Akbar, Machmul Alam Sani, Fajri Alwi, Ahmad Amelia, Shinta amperawati, metty Amperawati2, Metty Andes Fuady Dharma Harahap Andika Adinanda Siswoyo Ani Nur Aeni, Ani Nur Annida Miryadi, Devita Annur, Muhamad Sukhin Aprilianti, Alda Dwi Arrum Wijaya Bayani, Rizky Nurul Budiarti, Gita Indah Dadan Nugraha Danan, Danan Daulay, Delfina Delfriana Ayu Dewangga, Pramudia Bagus Dewi Sukma Dhias Cahya Hakika Diyani, Annisa Dodi Saputra, Muhammad Elman Efzi, Agno Endah Sulistiawati Evitasari, Rachma Tia Fadhila Tunissa, Izmi Fadillah, Anggun Fansurna, Anderi Habibah, Siti Sab’atul hafizatunnadia, hafizatunnadia Halimatussakdiyah, Halimatussakdiyah Hanum, Farrah Fadhillah Hasibuan, Nadia Hermanto Hermanto Herniawati, Ani Hidayatul, Alina Husein Nst, Ahmad Hussuludin, Muhammad IDA RAHMAWATI Ida Rahmawati Imam Santosa Indahsari, Indahsari Iskandar Safri Hasibuan islaminur, Alpina Isnaini Harahap, Fitri ISNAWATI Isnawati Isnawati Isparulita, Intan Dwi ISTIKHOMAH Kartini, Indriyana Khoiruddin Khoiruddin Khoiuruddin, Khoiruddin Kisworo Utami , Naning Kisworo Utami, Naning Larasati, Ulys Lestari Koto, Putri Mahbety, Ezia Rahma Marshanda, Tirza Martomo Setyawan Maryudi Maryudi Miftahul Jannah Mufandi, Ilham Mu`Thiya, Muhammad Khafi Nasution, Fery Endang Nisa, Hilwatun Nono Mulyono NURUL ANNISA Oxana, Oktian Prasetiyani, Desi Pratama, Rakha Priyatun, Inayah Pulungan, Darmasyah Pulungan, Nurpadilah Puspita Sari, Ika Putri, Lily Eka Rahayu, Aster Raheni Suhita Rahmadani, Refbry Novida Rahmadewi, Yunda Maymana Rahmadewi, Yunda Maymanah Rahmat Hidayat Rifai Sanuhung, Ahmad Rindu, Jihanita Riski Ananda, Ihwan rohayati rohayati Rosari, Maria Olivia Rumboy, Yuliva Sab'atul Habibah, Siti Said, Fahmi Sandi, Gunawan sari, anita maulidya Sari, Emilda Sari, Novila Satar, Ibdal SATRIYAS ILYAS Sauri Nasution, Sofyan Setya Wardhana, Budi Sihombing, Novi Silviyani Siregar, Sindi Simatupang, Juli Simatupang, Juliana Siti Jamilatun Siti Shalihah, Siti Sormin, Darlina Sri Hidayati Suhendra Suryandari, Meity Suryo Purwono Syaja'ah, Khoerun Nisa Tunissa, Izmi Fadhila Ulfah, Rasuna Vina Adriany Waljuni Astu Rahman Wega Trisunaryanti Wijayanti, Dedi Wiramanggala, Ayu Nabila Yadi Ardiawan Yanti, Maulida Yudha Satya Perkasa, Yudha Satya Yulianti, Jesika Yusril Pratama, Muhammad Yusuf Hidayat Zultiyanti, Zultiyanti