Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN JUMLAH ERITROSIT PADA PASIEN SUSPEK COVID-19 DI RSUD KOTA KENDARI Umar, Ani; Wenty, Darmayanita; Salni, Salni
Jurnal Analis Kesehatan Kendari Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Analis Kesehatan Kendari (JAKK) : Vol. 6 (2) Juni 2024)
Publisher : Program Study of Medical Laboratory Technology , Politeknik Bina Husada Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46356/jakk.v6i2.305

Abstract

ABSTRACT Red blood cell or called Erythrocyte is red blood that has the most number of blood cells in the human body. The number of red blood cells can provide information that indicates the presence of hematological disordes. Hematological disorder is interference with the formation of red blood cells, including a decrease and increase in the number of cells (polycythaemia). Reduction in the number of red blood cells is found in chronic diseases, such as: liver disease, anemia, and leukemia, while polycythemia is found in patients with diarrhea, severe dehydration, burns, and heavy bleeding. The purpose of this study was to determine description of erythrocyte amounts in covid-19 suspected patients by using descriptive research, and sampling with total sampling from June -July 2020. The sample of this study was the result of examination of the number of erythrocytes in patients with suspected Covid-19. The results of the study provided a high number of erythrocytes found in patients with suspected Covid-19, as many as 7 patients (26%), the number of erythrocytes in patients with suspected Covid-19 was low, as many as 1 patient (4%), and the normal erythrocytes in patients with suspected Covid-19 was 19 patients (70%). key words: Erythrocyte, Covid-19, Number of Erythrocytes. ABSTRAK Sel darah merah atau disebut juga eritrosit merupakan sel darah yang jumlahnya terbanyak dalam tubuh manusia. Jumlah sel darah merah dapat memberikan informasi yang mengindikasikan adanya gangguan sel darah. Gangguan sel darah adalah gangguan pada pembentukan sel darah merah, meliputi penurunan dan peningkatan jumlah sel (polisitemia). Penurunan jumlah sel darah merah ditemukan pada penyakit kronis, seperti penyakit hati, anemia, dan leukemia, sedangkan polisitemia ditemukan pada penderita diare, dehidrasi berat, luka bakar, maupun pendarahan berat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jumlah eritrosit pada pasien suspek Covid-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling yang merupakan data suspek Covid-19 di RSUD Kota kendari pada bulan juni-juli 2020. Sampel penelitian ini adalah data hasil pemeriksaan jumlah eritrosit pasien suspek Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan jumlah eritrosit yang tinggi dijumpai pada pasien suspek Covid-19 yaitu 7 pasien (26%), jumlah eritrosit pada pasien suspek Covid-19 yang rendah yaitu 1 pasien (4%), dan jumlah eritrosit yang normal pada pasien suspek Covid-19 yaitu 19 pasien (70%). Kata Kunci : Eritrosit, Covid-19, Jumlah Eritrosit.
Flavonoid as Anti-Candida Agents Susilawati, Susilawati; Anwar, Chairil; Saleh, Irsan; Salni, Salni
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 8, No 2 (2023): June 2023
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v8.i2.88

Abstract

Vulvovaginal candidiasis is the second most common cause of vaginitis after bacterial vaginosis with at least 75 – 80% of women have had one episode of VVC in their lifetime. Their prevalent resistance to most commonly used antifungal agents makes their treatment a challenge to physicians. Flavonoids have been shown to possess potent anti-Candida properties which can inhibit the growth and proliferation of Candida species through various mechanisms, including inhibition of fungal cell wall synthesis, disruption of fungal cell membrane integrity, and interference with fungal cell signaling pathways. Their potency makes them potential candidates for the development of antifungal agents for the treatment of candidiasis, alone or in combination with existing antifungal drugs. The review aims to explore the mechanisms by which flavonoids inhibit the growth and proliferation of Candida species, including the inhibition of fungal cell wall synthesis, disruption of fungal cell membrane integrity, and interference with fungal cell signaling pathways.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Salep Herbal Infeksi Kulit dari Ekstrak Daun Kembang bulan di Desa Tanjung Seteko Ferlinahayati, Ferlinahayati; Salni, Salni; Rachmat, Addy; Hermansyah, Hermansyah; Hariani, Poedji Loekitowati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1095

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu dan remaja karang taruna di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir tentang pembuatan salep herbal dari ekstrak daun Kembang bulan sebagai alternatif pengobatan infeksi kulit. Ekstrak daun Kembang bulan diketahui memiliki kandungan bioaktif yang bersifat antibakteri dan antioksidan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu penyuluhan, pelatihan pembuatan salep, dan pengunaan untuk pengobatan serta evaluasi kegiatan. Khalayak sasaran sebanyak 30 orang. Secara umum, masyarakat telah memahami pentingnya menjaga kesehatan kulit, namun masih belum mengetahui pemanfaatan daun Kembang bulan sebagai bahan pengobatan alami. Setelah kegiatan, tingkat pemahaman peserta mengenai salep herbal dari ekstrak daun Kembang bulan meningkat dari 16,67% sebelum pretes menjadi 90 % setelah postes. Produk salep yang dihasilkan juga mendapatkan tanggapan positif dari peserta. Keberhasilan kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan bahan alami yang aman dan ramah lingkungan sebagai alternatif pengobatan.