Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Teknis Kapal Ikan Tradisional 75 GT Tipe Batang M. Nafis Setiawan; Ari Wibawa Budi Santosa; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ikan kayu tradisional daerah Batang pada umumnya dibangun menggunakan pengetahuan secara turun temurun sehingga memungkinkan terjadinya beberapa perbedaan karakteristik teknis dalam tinjauan akademiknya. Pada penelitian ini dilakukan analisis teknis terhadap kapal ikan kayu tradisional berukuran 75 GT yang telah eksis di daerah Batang. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis teknis berupa analisis hambatan, stabilitas serta olah gerak kapal untuk mengetahui karakteristik kapal ikan yang dianalisis. Hasil penelitian membuktikan bahwa kapal ikan kayu tradisional 75 GT yang dianalisis memiliki hambatan total sebesar 17,7 kN pada kecepatan 11 knot, stabilitas yang dianalisis berdasarkan empat kondisi dinyatakan telah sesuai dengan kriteria IMO, dan untuk olah gerak kapal yang dianalisis menggunakan kriteria Tello telah memenuhi seluruh kriteria kecuali deck wetness kapal. Kemiringan terbesar terjadi pada rolling dengan nilai 4,05 deg, dan nilai probabilitas deck wetness terbesar terjadi pada gelombang 1,25 meter dan sudut masuk 90° dengan nilai 0,508.
Analisa Teknis Kekuatan Kontruksi Akibat Penggantian Alat Tangkap Dan Nilai Ekonomisnya Mora Sombaon Dalimunthe; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.192 KB)

Abstract

Cantrang merupakan salah satu jenis alat tangkap yang umum digunakan di Indonesia, namun berdasarkan peraturan pemerintah nomor: 72/MEN-KP/II/2016 tentang pembatasan penggunaan alat penangkap ikan cantrang di wilayah pengelolaan perikanan negara Indonesia (WPPNRI). Terkhusus didaerah Batang sendiri  mayoritas nelayan menggunakan alat tangkap cantrang, hal ini merupakan masalah yang harus diatasi agar tetap terjaganya produksi ikan di daerah Batang, untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu dilakukan analisa kekuatan dan analisa ekonomis akibat penggantian jenis alat tangkap cantrang ke jenis purse seine. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah meliputi survey langsung dengan nelayan dan galangan kapal ikan daerah Batang. Data yg didapat akan diolah di software Rhinoceros, Maxsuf, Naspat dan Ms. Excel. Hasil dari penelitian analisa penggantian alat tangkap kapal ikan jenis cantrang ke jenis purse seine dari segi kekuatan memanjang kapal bernilai 8,062 MPa, sedangkan kekuatan deck kapal ikan cantrang menjadi kapal ikan purse seine  bernilai 1,270 MPa. Nilai ini masih memenuhi standar kekuatan PKKI yg bernilai maksimum 15 Mpa. Sedangkan untuk analisa ekonomis kapal akibat penggantian jenis alat tangkap mengalami peningkatan pendapatan dan akan balik modal selama 1,5 tahun atau serta 9 kali trip.
Studi Perancangan Kapal Penyedot Lumpur Sebagai Upaya Mengatasi Pendangkalan Sungai Barito di Kalimantan Selatan nur khakiki; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai barito adalah salah satu sungai terpanjang dan terbesar yang ada di dikalimantan. Aliran sungai barito membentang dari provinsi Kalimantan tengah hingga Kalimantan selatan.Sungai ini dimanfaatka untuk banyak keperluan seperti transportasi air, perdagangan, pariwisata, serta jalur pengangkutan hasil tambang. Sejalan dengan pemanfaatan sungai barito,perlu diperhatikan juga masalah–masalah yang sekiranya timbul berkaitan dengan sedimentasi atau pendangkalan sungai yang dapat menganggu aktivitas sungai barito. Tujuan dari penelitian ini ialah merancang kapal suction dredger sebagai upaya mengatasi masalah yang ada di sungai barito. Kapal keruk ini sangat cocok digunakan untuk pemeliharaan alur pelayaran, serta dapat digunakan di tempat-tempat sempit dan sulit seperti rawa-rawa, sungai dll. Metode yang digunakan dalam perancangan kapal suction dredger ini menggunakan metode parent design approach yang disesuaikan dengan karakteristik sungai barito. Dari perhitungan yang telah dilakukan di dapatkan dimensi kapal yaitu panjang LPP 19,5, lebar 5,66 m, sarat 0,9 m dan cb 0,8.  Sedangkan untuk pembuatan 3D modeling kapal ini dibantu menggunakan software, hasil  analisa stabilitas kapal suction dredger ini berdasarkan kreteria IMO dan telah memenuhi kreteria tersebut.
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN SISTEM PENDINGIN REFRIGERATED SEA WATER (RSW) PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL Mamat Riyadi; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.91 KB)

Abstract

Sistem Refrigerated Sea Water (RSW) adalah sebuah teknologi penanganan hasil tangkap yang dirancang khusus, dipasang sebagai tempat menampung ikan/palka kapal sehingga ikan hasil tangkapan khususnya jenis ikan tertentu yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dipertahankan kualitasnya, tetapi seberapa besar efektifitas dan efesiensinya merupakan pertanyaan besar yang perlu dijawab dengan pengujian terhadap produk yang ada.Dengan demikian diperlukan penelitian yang mengkaji, baik secara teknis maupun secara ekonomis, penggunaan sistem refrigerated sea water sebagai sistem pendingin pada kapal perikanan untuk kalangan nelayan kecil, yang mana pada pengujian ini membandingkan waktu dan suhu sistem pendingin es dengan rsw yang akhirnya dapat meningkatkan produktifitas dan tingkat kesejahteraan nelayan itu sendiri.Dari hasil pengujian ini,diperoleh desain dari RSW untuk perahu nelayan tradisional dengan kapasitas ruangan 0,908 m3. Ketika diuji dengan menggunakan sistem Refrigerated Sea Water (RSW) yang berisi udara,membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai 00C, sedangkan pendinginan menggunakan Es batu membutuhkan 90 menit untuk mencapai suhu 10C. Berbeda dengan sistem RSW yang berisi air laut membutuhkan waktu 75 menit untuk mencapai suhu 00C, dan sekitar 6 jam mencapai suhu 00C menggunakan pendingin es batu. Perubahan stabilitas kapal karena penambahan sistem RSW, terjadi perubahan pada titik GM yaitu 0.005 m dan pada GZ yaitu 0,036 m.Biaya pembuatan sistem RSW ini sama dengan biaya pendingin ikan menggunakan es balok selama 2,8 tahun.
Studi Perancangan Kapal Ikan Katamaran Dengan Alat Tangkap Purse Seine dan Longline Pengganti Cantrang, Untuk Perairan Utara Jawa Tengah I Gede Bayu Pradnya Subagia; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia tentang pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang (trawl) menjadi permasalahan bagi nelayan terkhusus di wilayah utara jawa tengah, Karena dinilai penggunaan cantrang dapat merusak lingkungan ekosistem laut. Nelayan pantai utara Jawa Tengah memiliki kesamaan di tiap daerah yaitu alat tangkap yang digunakan dan bentuk lambung kapal yang akan dioperasikan, berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan pendekatan ilmu perkapalan sebagai solusi bagi para nelayan pantai utara Jawa Tengah dalam menyikapi peraturan menteri tersebut. Sebuah solusi yang paling tepat adalah melakukan perencanaan kapal ikan dengan variasi alat tangkap, tujuan lain dari dilakukan perencanaan kapal adalah untuk mendapatkan hullform kapal ikan yang efisien. model hull katamaran menjadi pilihan dalam perancangan ini, Kapal Ikan Katamaran yang dirancang dengan panjang LPP 19,13 m , LOA 19,90 m , Lebar 6,90 m , Sarat 1,32 m dan kecepatan 12 knot. Kapal ini dirancang untuk perairan laut Jawa terkhusus untuk wilayah utara Jawa Tengah. Dengan acuan nilai RMS, Pitching, Rolling pada tinggi gelombang 0,875 (slight wave), 1,875 (moderate wave), 3,25(rough wave) pada spektrum gelombang JONSWAP di sudut heading 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ikan katamaran yang dirancang ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan. 
ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN KAYU LABAN (VITEX PINNATA L.) PADA KONSTRUKSI GADING KAPAL TRADISIONAL Egi Juniawan; Ari Wibawa Budi Santosa; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.51 KB)

Abstract

 Pembuatan suatu kapal berkonstruksi kayu kebanyakan dibangun oleh pengrajin kapal di galangan tradisional. Keahlian ini didapat dari warisan turun temurun termasuk dalam hal proses penyambungan kayu, konstruksi kapal maupun spesifikasi teknis, sehingga dari segi kekuatan konstruksi tidak diketahui pasti tingkat pemenuhan persyaratan. Material yang digunakan adalah kayu berjenis Laban (Vitex Pinnata L.) di umpamakan sebagai gading kapal pada kapal tradisional, untuk memulai penelitian terlebih dahulu harus mendapatkan syarat kapal kayu dengan mengacu BKI Kapal Kayu 1996. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian kadar air, kerapatan, uji tekan, uji tarik dan uji lentur untuk uji lentur dilakukan dengan pembebanan 1 titik atau terpusat dengan variasi sambungan diantaranya plain scraf, hook scraf dan key scraf.  Berdasarkan hasil pengujian bambu memiliki kadar air rata-rata 11,05% , kerapatan rata-rata 0,55 gr/cm3, kuat tarik sejajar rata-rata 90,91 MPa,dan kuat tekan sejajar serat  rata-rata 7,30 MPA. Uji kuat lentur sambungan Plain Scraf MOE rata-rata 5014,62 Mpa dan MOR rata-rata 28,00 MPa, Uji kuat lentur sambungan Hook Scraf MOE rata-rata 7190,30 Mpa dan MOR rata-rata 32,20 MPa, Uji kuat lentur sambungan Key Scraf MOE rata-rata 7495,19 Mpa dan MOR rata-rata 22,20 MPa, Uji kuat lentur kayu kontrol MOE rata-rata 14058,30 Mpa dan MOR rata-rata 79,80 MPa.
Pengembangan Dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara Nur Adi Triyantoro; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati sebagian besar warganya berkerja sebagai nelayan. Pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo perlu pengembangan dermaga, guna meningkatkan klasifikasi dari pelabuhan perikanan pantai menjadi pelabuhan perikanan nusantara. Nelayan pelabuhan Bajomulyo memiliki kapal terbesar (Mitra Utama Semesta) yang besarnya tidak sesuai dengan fasilitas yang berada dipelabuhan sehingga mengakibatkan olah gerak dipelabuhan terbatas dikarenakan ruang kurang sesuai dengan badan kapal. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap mencari data dilapangan, memperhitungkan dermaga dan perancangan pelabuhan perikanan pantai untuk menjadi pelabuhan perikanan nusantara serta menghitung tatanan tambat menggunakan ukuran utama kapal terbesar yang dikembangkan, sehingga memperoleh hasil sesuai kebutuhan kapal nelayan. Pada pengembangan dermaga dilakukan hasil perhitungan lebar, panjang, dan kedalaman alur. Hasil perhitungan pengembangan dermaga pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo untuk menjadi pelabuhan perikanan nusantara, kedalaman 6 meter, lebar alur pelayaran 71 m. Dengan kesimpulan ukuran dermaga baru pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo dapat menampung 100 kapal terbesar 289 GT berada dipelabuhan Bajomulyo berdasarkan surat perizinan berlayar yang dimiliki pelabuhan perikanan Bajomulyo dengan menggunakan data kapal terbesar, kapal lain setara maupun lebih kecil dapat beraktifitas maupun berkinerja menjadi lebih maksimal dan ditampung lebih lega dikarenakan ruang lebih luas dengan menggunakan perhitungan kapal terbesar.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Modifikasi Desain Lambung Kapal Ikan Tradisional 30 GT Tipe Batang Bhakti Sa’ Dana; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.734 KB)

Abstract

Pembangunan kapal ikan tradisional di sepanjang pesisir pantai utara Jawa Tengah secara umum dilakukan secara turun-temurun oleh pengrajin kapal tradisional. Sebagian besar proses pembangunan dilakukan di luar teknik ilmiah seperti yang dipelajari secara akademis di sekolah maupun di perguruan tinggi. Sebagai patokan utama para pengrajin dalam mendesain kapal yaitu panjang lunas yang bervariasi antara 10 meter sampai 25 meter. Walaupun tidak menggunakan gambar desain yang tertulis, bentuk bangunan desain kapal ikan secara fisik terlihat mempunyai karakteristik yang baik dan memenuhi standar Klas BKI. Dalam penelitian ini, dimulai dengan tahapan pencarian data ukuran utama kapal dengan kapasitas 30 GT. Kemudian dilanjutkan dengan membuat model desain hullform baru untuk menghitung stabilitas, hambatan dan olah gerak kapal. Tahapan selanjutnya yaitu dengan mengestimasikan biaya investasi yang meliputi biaya pembangunan kapal, biaya operasional kapal dan biaya pendapatan kapal untuk perhitungan BEP (break event point). Untuk perhitungan stabilitas yang mengacu pada aturan IMO dengan Code A.749(18) secara keseluruhan menunjukan bahwa stabilitas dari model kapal ikan kedua model telah memenuhi standar kriteria yang ditetapkan oleh IMO. Untuk analisa Olah Gerak dari kedua desain kapal tersebut yang mengalami deck wetness hanya satu yaitu pada kondisi rolling dengan sudut 900 nilai amplitudo paling besar. Untuk perhitungan ekonomis biaya investasi dalam pembuatan kapal KM. Makmur Utomo sebesar Rp 559.740.000,00 untuk desain kapal lama dan Rp 550.710.000,00 untuk desain kapal baru. Keuntungan bersih per trip setelah bagi hasil dan pajak sebesar Rp 8.754.500,00 sehingga didapatkan nilai BEP tercapai positif pada trip ke-271 atau 3 tahun 2 bulan untuk desain kapal baru dan trip ke-294 atau 3 tahun 5 bulan untuk desain kapal lama. Sehingga didapatkan nilai NPV > 0 setelah 5 tahun dengan IRR sebesar 12% dan nilai maksimum IRR 22,147 % untuk desain kapal lama dan 22,164 % untuk desain kapal baru. Dengan kata lain, investasi kapal ini layak untuk dilanjutkan. 
Analisa Kekuatan Tekuk, Kekuatan Puntir, dan Kekerasan Baja S45C Sebagai Material Propeller Shaft dengan Variasi Temperatur Quenching Aldi Tama; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.372 KB)

Abstract

Dalam proses berputarnya poros propeller, poros menerima bermacam jenis baban yang timbul akibat kombinasi gaya. Beban yang diterima diantaranya beban tarik, beban tekan, dan beban puntir yang terjadi berulang-ulang dan menimbulkan fatigue failure pada material. Heat treatment dilakukan untuk membentuk material menjadi keras, lunak, ulet, dan menghilangkan tegangan sisa bertujuan mengubah sifat material sesuai dengan kebutuhan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kekuatan tekuk, kekuatan puntir, kekerasan material, dan struktur mikro pada baja S45C setelah proses quenching dengan variasi suhu 850°C dan 950°C ditahan selama 20 menit dengan media pendingin oli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen raw material memiliki kekuatan tekuk 1803,88 Mpa, kekuatan puntir 561,40 Mpa, dan nilai kekerasan 190,8 VHN. Spesimen quenching 850°C memiliki kekuatan tekuk 2304,68 Mpa, kekuatan puntir 431,82 Mpa dan nilai kekerasan sebesar 330,9 VHN. Sedangkan spesimen quenching 950°C memiliki kekuatan tekuk 2434,03 Mpa, kekuatan puntir 395,20 Mpa dan kekerasan sebesar 330,9 VHN. Berdasarkan hasil pengujian diatas dapat disimpulan bahwa nilai kekuatan tekuk tertinggi didapatkan dari spesimen quenching 9500C, sedangkan nilai kekuatan puntir tertinggi didapatkan dari spesimen raw material, dan nilai kekerasan vickers tertinggi diperoleh dari spesimen quenching pada kedua suhu uji coba. Pada uji mikrografi spesimen quenching 850°C memiliki fasa ferrite lebih dominan dibanding raw material dan quenching 950°C, sedangkan pada quenching 950°C memiliki fasa perlite lebih dominan dibanding raw material dan quenching 850°C. Berdasarkan hasil eksperimen, semakin tinggi suhu quenching  material akan semakin keras, namun setelah spesimen diberi perlakuan panas  quenching tidak cukup ulet dan tangguh dibanding spesimen tanpa perlakuan panas.  
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS KAPAL NELAYAN TRADISIONAL TYPE KRAGAN DENGAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE R. Danu Henantyo P; Ari Wibawa Budi Santosa; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.62 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisa teknis dan ekonomis kapal ikan dengan alat tangkap purse seine type kapal kragan dengan tujuan untuk mengetahui stabilitas, dan olah gerak serta untuk mengetahui biaya investasi. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahap yaitu, pembuatan model kapal yang akan dianalisa dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa stabilitas dan analisa olah gerak pada software perkapalan lainnya dengan tools import. Hasil analisa teknis secara keseluruhan memenuhi standart kriteria yang ditetapkan oleh IMO. Untuk analisa Olah Gerak secara keseluruhan memenuhi standart kriteria Seakeeping Tello 2009 pada semua kondisi yang telah ditentukan. Untuk mengetahui biaya investasi, biaya pengeluaran per trip, pendapatan nelayan per trip. Yang akan menghasilkan BEP kapal atau kapan modal pembangunan kapal akan kembali pada kapal ikan tradisional KM. Manggala. Dengan biaya investasi sebesar Rp. Rp 4.682.610.000,- dan diasumsikan hasil bersih pemilik kapal tiap tripnya sama Rp 549.920.835,-Dapat disimpulkan modal akan kembali jika tanpa bunga bank pada trip ke 13 tahun ke 1 bulan ke 4 dan dengan bunga bank 12% maka modal akan kembali pada trip ke 14 tahun ke 1 bulan ke 6.
Co-Authors A.F. Zakki Abizar, Muhammad Affan Afif Ardian Aziz Agil Andrian, Agil Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad, Zindhu Maulana Aji Prasetyaningrum Aji, Alfi Bayu Akbarulah Bumi Aji Alaik Farhan Maulidi Aldi Tama Aldino Ihsan Alfian, Wahyu Ali Mustofa Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuddin, Rahmat Ridlo Ammar Faruq Haidar Majid Andi Trimulyono Anggit Andilala Arif Rahman Aris Sugiharto Arsha, Nabila Syahadati Artha Deri Putra Asiyah, Tahsya Azalia, Nashwa Azzam, Muhammad Abdullah Bahtiar, Muhammad Hafids Bambang Sri Waluyo Bayu Wisnu Sasongko, Bayu Wisnu Berlian Arswendo Adietya Bhakti Sa’ Dana Boris De Palma Sitorus C. I. Sutrisno Catur Agus Putra Pribadi Putra Pribadi Chandra Wijaya Panggabean Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dewangga, Andresito Ignacia Dhony Catur Pamungkas Dzakwan, Muhammad Aufa Edi Yuliana Egi Juniawan Eko Didik Widianto Eko Sasmito Hadi Enggal Noor Laksono Fahmi Fernando Yuliansyah Fakhrian, Muhamad Zaki Faris Nofandi Fauzi, Adnan Febiani Dwi Utari Febrian Wahyu Wijaya Firnandito, Anugrah Gema Mar'ie Habibie Gilas Dwi Maylano good rindho Good Rindo Gozal Apri Prayuda Guguraty, Resti Apriana Gunarti, Monika Retno Hardhina Aglomerra Harlinanda, Daffa Alifian Hartanto, Tri Mulyatno Budhi Hartono Yudo Heidija, Anne Marie Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Herman Josef Emerald Hermin Werdiningsih Hizkia Parningotan Pangaribuan I Gede Bayu Pradnya Subagia Ibrahim, Muhammad Husein Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indro Sumantri Iqbal, Muhammad Faiq Islam Filardli, Abdullah Malik Jati Utomo Dwi Hatmoko K Kiryanto Kartika, Fira Candra Khaeru Roziqin Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan Teguh Martono Kurniawan, Hosea Lestari, Fiya Auliya Lingga, Emilio Frans Lubis, Nazwa Syalsabilla M. Nafis Setiawan Mamat Riyadi Manik, Parlindingan Mantau, Aprinaldi Jasa Maria Listyo Yulianti Martino, Martino Maulana, Hakim Anang Michael Enrico Mochtar Hadiwidodo Moh Djaeni Moh. Djaeni Mohamad Djaeni Mohamad Djaeni Mohammad Ganesha Husada Mora Sombaon Dalimunthe Muchammad, Rizky Muhamad Munir Amin Muhammad Etandiv Bismuttantya Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Khalil, Muhammad Muhammad Satya Pranata Muhammad, Rizdian Arsyal Mulyanto, Imam Pujo Musthofainal Akhyar Mustofa, Dandy Ali Nadzirun Bin Basir, Nadzirun Bin Nainggolan, Diontius Nur Adi Triyantoro nur khakiki Nurwantoro . Ocid Mursid Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Prabaswara, Alvian Dharmala Pradana, Muhammad Daffa Sihma Pranajaya, Wisnu Prasetyo, Emut Andi Prasetyo, Naufal Abdurahman Prawoto, Agus Projek Priyonggo Sumangun Lukitadi Putra, Ridwan Redi R. Danu Henantyo P Raden Mas Radhityo Naramurti Rafli Rio Manurung Rahman, Amni Zakarsyi Ramudi Sembiring Ratna Dwi Kurniawan Reyhan Ardeo Nasution Reza Shah Alam Ridwan Redi Putra Rifat Al Farid Rinanggara, Yozar Rio Wiendargo Y.S Rivetra, Amelia Hayu Rizkhi, Muhammad Ghozi Tirtha Rizky Cahya Kusuma Roni Prasetyo, Roni Rosiana Dewi Rosita, Ila Samuel . Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Setia Budi Sasongko Setto Pramudyo Kusumo Setyaji, Yekti Shafira Nabila Siregar Shandy Perdana Sihaloho, Febrian Sinaga, Joel Greson Sisworo, Sarjito Jokos Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solikhin Solikhin Sri Pujiyanto Sri Rahayu Tri Astuti Subekti, Joko Sudarminto, Tri Astuti Sunarno Sunarno Susanto, Novita Suyanto Suyanto Syahada, Keisha Nandhini Tri Admono Triyono Triyono Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Umasangadji, Fahmi Untung Budiarto Utomo Adi Prasetyo Wahyu Adi Nugraha Wahyu Fajar Gemilang Wahyu Krisna Hidayat Wahyuni, Anak Agung Istri Sri Widyadhana, Bagas Dhira Wijaya, Safira Febe Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuning Widiarti