Claim Missing Document
Check
Articles

PRA PERANCANGAN KAPAL SELAM WISATA DENGAN KAPASITAS 30 PENUMPANG UNTUK WILAYAH PERAIRAN WISATA BAWAH AIR TAMAN NASIONAL BUNAKEN, MANADO Wahyu Adi Nugraha; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.741 KB)

Abstract

Taman Nasional Bunaken (TNB) yang terletak di Kota Manado merupakan tujuan wisatawan manca negara untuk menikmati keindahan terumbu karang dan kekayaan spesies laut. Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dan membuat semua wisatawan dapat menikmati pemandangan bawah air TNB maka perlu dirancang kapal selam wisata untuk wilayah tersebut.Dalam penelitian ini dibahas proses perancangan kapal dengan metode Trend Curve Approach dengan menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. Perhitungan hambatan dilakukan dengan metode CFD, perhitungan stabilitas dihitung dengan kriteria dari IMO, hidrostatik dan equilibrium dibantu dengan perangkat lunak untuk perhitungan perkapalan.Ukuran utama yang didapat adalah LOA=16.71 m, H=5.47 m, T=2.65 m, BOA=3.43 m. Nilai hambatan kapal selam yang didapat dengan perhitungan metode CFD untuk kondisi kapal menyelam adalah 1157.9 N untuk kecepatan 5 knot. Volume Normal Surface Condition (NSC) adalah 62.22 m3 dan volume submerged adalah 66.97 m3 dan seimbang dengan perhitungan berat. Nilai KB lebih besar daripada KG sehingga equilibrium statis terpenuhi. Skenario ballast kapal dapat mengantisipasi skenario pemuatan ekstrim kapal yang ditunjukan oleh polygon equilibrium. Nilai stabilitas pada kondisi NSC memiliki nilai GZ maksimum sebesar 0.206 m pada sudut oleng 90° dan memenuhi kriteria IMO untuk max GZ dan initial GMt
Analisa Kekuatan Tarik, Puntir, Kekerasan dan Komposisi Kimia Baja ST 60 Sebagai Material Poros Propeller Setelah Perlakuan Carburizing Dengan Variasi Temperatur Pemanasan ( Metode Experiment ) Kholill Bayu Ardhiyanto; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan suatu material yang bisa digunakan sebagai bahan pembuatan poros propeller karena tergolong baja karbon yang di perbolehkan oleh BKI.Poros yang aus sering terjadi karena kekerasan permukaan baja lebih rendah dari bantalan propeller. Maka proses carburizing menjadi salah satu cara untuk mengatasi keausan tersebut, tetapi dalam segi kekuatan tarik dan komposisi masih sesuai standar BKI. Sedangkan tujuan uji puntir adalah untuk mengetahui besaran tegngan geser maksimum saat patah. Dalam penelitian ini juga meneliti pengaruh penambahan suhu carburizing dari 800° ke 1000° terhadap sifat mekanis baja. Hasil penelitian ini berupa nilai kekuatan material yang kemudian dibandingkan dengan nilai minimum persyaratan BKI. Beberapa hasil seperti penampang patahan juga dapat mewakili karakter keuletan material. Hasil yang dicapai bahwa baja ST 60 memenuhi persyaratan BKI ditinjau dari kekuatan tarik (730,00 Mpa) Raw Material, (705,00 Mpa) carburizing 800° dan (718,33 Mpa) carburizing 1000°dan penambahan carbonnya(0,45 % ) Raw Material, (0,50 %) carburizing 800° dan (0,60 % ) carburizing 1000°. Untuk nilai kekerasan mendapatkan hasil (177,67 VHN ) Raw Material, (224,33 VHN) carburizing 800° dan (252,67VHN ) carburizing 1000°. Maka dapat disimpulkan bahwa setelah proses carburizing kekerasan yang terjadi semakin naik dan dalam segi kekuatan tarik dan komposisi kimia masih sesuai standar BKI.
Analisa Beban Muatan Maksimum Yang Diperbolehkan Untuk Keselamatan Penumpang Pada Kapal Kharisma Jaya Anggit Andilala; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.862 KB)

Abstract

Kharisma Jaya merupakan kapal tradisional yang digunakan untuk penyebrangan wisatawan diperairan Teluk Penyu – Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah, kapal ini dibuat secara tradisional dan dirancang dengan cadik sebagai penyeimbang, dalam pengoprasiannya sering dimuati melebihi kapasitas yang ditentukan dinas terkait yang dapat membahayakan wisatawan yang akan menyebrang, sehingga faktor teknis kapal seperti stabilitas dan olah gerak menhjadi penting untuk dianalisa guna mencagah kecelakaan yang disebabkan karena kelebihan muatan, untuk menentukan beban muatan maksimal yang dapat dimuat kapal. Perhitungan stabilitas kapal menggunakan standar yang ditetapkan oleh IMO (International Maritim Organization). Dalam perhitungan stabilitasnya, dianalisa dengan cadik dan tanpa cadik. Analisa dengan cadik menunjukan hasil muatan 16,18, 20 penumpang masih memenuhi standar IMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3 - design criteria applicable to all ships. Analisa tanpa cadik menghasilkan batas maksimal muatan yang dapat di muat adalah 8 penumpang. Olah gerak kapal dianalisa untuk memperlihatkan gerakan heaving, rolling dan pitching kapal pada saat kondisi beroperasi (Vs = 8 knots) ditinjau dari berbagai sudut masuk gelombang dan ketinggian gelombang sebesar 0,6 meter, dengan hasil  RMS Roll  kapal memiliki nilai terbesar pada head wave dari arah beam (90o), dengan nilai RMS Roll terbesar yaitu 1.94 deg dan RMS Pitch kapal memiliki nilai terbesar pada head wave dari arah head (0o), dengan nilai RMS Pitch terbesar yaitu 0.83 deg yang masih memenuhi Kriteria yang ditetapkan oleh Tello, 2009.
Analisa Sifat Mekanis Baja ST 60 Setelah Carburizing Menggunakan Arang Batok Katalis BaCO3 Dan Quenching Dengan Oli Dan Air garam Ahmad Fhadillah; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan baja karbon menengah yang digunakan sebagai bahan pembuatan kapal dan komponen mesin  pada kapal, baja ini termasuk dalam baja tempa campuran yang dapat dikeraskan dan banyak  digunakan dalam kostruksi mesin kapal. Carburizing itu sendiri merupakan proses thermos-chemical yang dilakukan dengan cara memanaskan spesimen pada suhu +8500 dalam wadah yang mengandung karbon dan di campurkan BaCO3  sebagai katalis dan di tahan selama 90 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik, kekerasan dan perubahan struktur mikro, dan kekerasan baja ST 60 setelah proses carburizing  dan quenching. Proses quenching dilakukan secara cepat menggunakan media pendingin oli mesran SAE 20W-50 dan air garam 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahawa baja ST 60 setelah carburizing tanpa diquenching memiliki kekuatan tarik sebesar 649,22 MPa, quenching oli 572,65 MPa dan quenching air garam 625,97 MPa, untuk nilai kekerasan vickers setalah carburizing tanpa quenching sebesar 176,76 VHN, quenching oli 230.99 VHN dan quenching dengan air garam 432,68 VHN. Kesimpulan dari pernelitian ini menunjukkan bahwa baja ST 60 dengan uji tarik quenching oli kekuatanya semakin bertambah, sedangkan uji vickers nilai kekerasanya makin bertambah ketika di quenching air garam dan metalografi menunjukkan bawha fasa perlite yang semakin banyak pada quenching air garam sehingga tingkat kekerasannya naik.
Analisa Perbandingan Ekonomis Kapal Ikan PVC “Baruna Fishtama” Dengan Kapal Ikan Tradisional (Kayu) Reyhan Ardeo Nasution; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.045 KB)

Abstract

Penggunaan bahan PVC sebagai bahan alternatif pembuatan kapal ikan merupakan inovasi terbaru di Indonesia dan sedang dikembangkan di Pekalongan. Oleh karena itu, dibutuhkan analisa lebih lanjut untuk membantu pengembangan ini. Penelitian ini membahas tentang perbandingan analisa ekonomis antara kapal ikan PVC dengan kapal ikan tradisional (kayu) dengan variable terikatnya adalah Gross Tonnage (GT) dan juga jumlah trip dari kedua kapal yang sama antara kedua kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya investasi awal atau pembangunan kapal, biaya pengeluaran per trip, pendapatan nelayan per tahun, dan mengetahui kapal mana yang lebih layak untuk diinvestasikan. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan, yaitu menghitung biaya pembangunan kapal, kemudian menentukan fixed dan variable cost sehingga diketahui pendapatan dari operasional kapal, kemudian dilakukan analisa profitabilitas. Penelitian dilakukan dengan 3 kondisi sebagai variabel bebas, dimana kondisi tersebut merupakan hasil tangkapan yang variatif yang didapat dari kapal kedua kapal. Hasil dari analisa ekonomis ini menunjukan bahwa kapal PVC mempunyai biaya investasi awal yang relatif lebih murah dibandingkan dengan kapal ikan tradisional dan juga berdasarkan nilai dari Internal Rate of Return (IRR), kapal ikan PVC lebih ekonomis atau menguntungkan untuk diinvestasikan bila dibandingkan dengan kapal ikan kayu.
Analisa Kekuatan Puntir, Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja ST 60 sebagai Bahan Poros Baling-baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Tempering Ridwan Redi Putra; Sarjito Jokosisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.301 KB)

Abstract

Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk  memindahkan/menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakkan sebuah kapal. Dalam berputarnya/bekerjanya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi berbagai bentuk gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban puntir, beban tarik dan beban tekan, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan kegagalan  lelah (fatigue failure) pada material. Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan  kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuaan panas (heat treatment). Pada penelitian ini  dilakukan proses perlakuan panas quenching dengan menggunakan media pendingin pelumas Mesran SAE 20W – 50 dan dilanjutkan dengan proses perlakuan panas tempering dengan menggunakan media pendingin udara suhu ruangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik puntir, tarik, kekerasan dan struktur metalografi pada material baja ST 60 setelah proses tempering. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja ST 60 perlakuan panas tempering memiliki kekuatan puntir 737,72 Mpa, kekuatan tarik 853, 49 Mpa dan kekerasan brinell sebesar 325,6 BHN.
Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekuk, Komposisi dan Cacat Pengecoran Paduan Aluminium Flat Bar dan Limbah Kampas Rem dengan Menggunakan Cetakan Pasir dan Cetakan Hidrolik sebagai Bahan Komponen Jendela Kapal Afif Ardian Aziz; K Kiryanto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.364 KB)

Abstract

Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai ketahanan  korosi yang baik,  hantaran listrik yang baik dan salah satu bahan yang mempunyai cadangan berlimpah di dunia. Dalam dunia industri pengecoran, aluminium biasa digunakan sebagai bahan baku jendela kapal, seringkali industri tersebut memanfaatkan limbah-limbah aluminium sebagai bahan campuran aluminium agar menghemat biaya produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis, komposisi dan juga cacat pengecoran dari aluminium paduan aluminium flat bar dan limbah aluminium kampas rem. Spesimen dibuat  menggunakan cetakan  hidrolik dan cetakan  pasir dengan perbandingan bahan baku 50:50 untuk bahan baku jendela kapal. Hasil dari uji tarik, spesimen cetakan hidrolik mempunyai hasil yang lebih baik dari cetakan pasir dengan rata-rata kekuatan tarik sebesar 12,86 kg/mm2 . hasil uji tekuk menunjukan spesimen cetakan hidrolik mempunyai rata-rata defleksi 2,71mm berbanding cetakan pasir yang mempunyai rata-rata defleksi 2,12 mm. kemudian hasil dari komposisi aluminium paduan ini mengandung kadar Al sebesar 65,89%. Dan dari uji radiography spesimen cetakan pasir lebih banyak terjadi porositas dibandingkan degan cetakan hidrolik.
PENINGKATAN KAPABILITAS UNIT USAHA TAHU SEHAT SARI MELALUI PERBAIKAN PENANGANAN PASCA PANEN KEDELAI DAN PENGEMASAN PRODUK Ari Wibawa Budi Santosa; Mohamad Djaeni; Setia Budi Sasongko
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala yang dialami oleh UKM Tahu umumnya adalah masalah kontinyuitas bahan baku, proses produksi yang belum cepat, pemanfaatan dan pengolahan limbah belum maksimal, serta minimnya diversifikasi produk, pemasaran dan manajemen usaha yang masih konvensional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas UKM Tahu Sehat Sari, melalui aplikasi penanganan pasca panen kedelai, peningkatan efisiensi proses produksi, pengemasan dan diversifikasi produk. Hasil menunjukkan alat utama yang diintroduksikan telah sukses digunakan UKM Mitra. Pengering kedelai kombinasi UV (ultra violet)-zeolite-silika telah terpasang dengan kapasitas 20 Ton mampu mengeringkan kedelai secara lebih cepat. Unit ini sekaligus berfungsi sebagai tempat penyimpanan kedelai berkelembaban rendah, sehingga mampu menjaga tingkat kekeringan kedelai. Sedangkan unit pengepakan/packaging tahu otomatis dilengkapi sistem vacuum mampu mengemas tahu secara lebih cepat dan rapi. Tim juga berhasil mendorong UKM mitra mengembangkan usaha, berupa outlet Kafe berbasis olahan Tahu di Wisata Argabumi, Selo, Boyolali.
PEMBERDAYAAN NELAYAN TANGKAP TRADISIONAL MELALUI PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGUMPUL IKAN RAMAH LINGKUNGAN Ari Wibawa Budi Santosa; Muhammad Iqbal; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan kelompok nelayan yang tergabung dalam KUD Mino Utomo dan paguyuban nelayan kabupaten Demak. Karya utama dalam kegiatan ini adalah alat pemanggil ikan berupa lampu celup dengan dilengkapi solarsel sebagai sumber energi alternatif pengganti BBM yang ramah lingkungan. Peralatan ini dirancang sebagai lampu atraktor yang dapat meningkatkan hasil tangkapan dan mengurangi biaya operasional. Lampu tersebut dapat di turunkan ke dalam air sampai kedalaman tertentu. Sistim pencahayaan ikan menggunakan lampu listrik dalam air bertenaga surya yang telah dibuat teridiri dari: satu paket lacuba terdiri dari 2 (dua) buah lampu, 1 (satu) buah converter, kabel masing-masing untuk 1 (satu) lampu sepanjang 15 meter, 1 (satu) buah Charger, untuk pengisian Accu. Intensitas cahaya lampu yang paling besar pada arah horizontal dan mempunyai daya jangkau paling jauh adalah lampu yang berwarna putih sebesar 20.000 lux dengan jarak maksimum 20 meter dan intensitas paling rendah pada lampu bercahaya merah sebesar 2.200 lux dengan jarak maksimum 14 meter. Dengan adanya alat ini nelayan tidak tergantung pada bahan bakar minyak bumi (BBM), dapat menekan biaya operasional dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN SOFTWARE FISHIPRO UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIFITAS GALANGAN KAPAL KAYU DI KABUPATEN BATANG Ari Wibawa Budi Santosa; sarjito joko sisworo; imam pujo mulyatno; good rindho; andi Trimulyono; samuel .
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dari kegiatan PKM ini adalah pengrajin kapal tradisional yang berada di kabupaten Batang. Minimnya pengetahuan tentang gambar teknik juga menyebabkan para pengarajin kapal tradisional tidak dapat menggambar lambung kapal mereka. Sehingga perlunya institusi pendidikan untuk mengembangkan metode pembuatan gambar rencana garis tanpa mengubah karakteristik kapal mereka agar dikemudian hari proses pembangunan kapal tersebut dapat secara langsung diketahui bentuk lambung dan karakteristik kapal. Dari berbagai masalah yang dihadapi oleh para perajin kapal tradisional maka yang menjadi prioritas adalah pembuatan gambar desain kapal tanpa menghilangkan karakteristik kapal yang telah ada, sosialisasi fungsi gambar rencana garis, pembuatan data base kapal untuk referensi bangunan kapal baru. Metode penyelesaian yang digunakan pada program ini adalah melakukan evaluasi terhadap UKM dan mencari alternatif baru pemecahan masalah. Evaluasi dan alternatif pemecahan masalah dilakukan setelah wawancara dengan pemilik dan selanjutnya diadakan pelatihan peningkatan SDM pekerja galangan kapal tradisional. Hasilnya sekarang mitra mampu mengoperasikan software perkapalan, kapal yang hendak dibangun sesuai pesanan.  Pekerja mampu membaca gambar desain dan memahami Software Fishipro, pembangunan kapal secara modern, pembuatan database kapal. Mengurangi terjadi kesalahan ukuran saat pemotongan material, meningkatkan kualitas dan produktifitas pembangunan kapal tradisional.
Co-Authors A.F. Zakki Abizar, Muhammad Affan Afif Ardian Aziz Agil Andrian, Agil Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad, Zindhu Maulana Aji Prasetyaningrum Aji, Alfi Bayu Akbarulah Bumi Aji Alaik Farhan Maulidi Aldi Tama Aldino Ihsan Alfian, Wahyu Ali Mustofa Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuddin, Rahmat Ridlo Ammar Faruq Haidar Majid Andi Trimulyono Anggit Andilala Arif Rahman Aris Sugiharto Arsha, Nabila Syahadati Artha Deri Putra Asiyah, Tahsya Azalia, Nashwa Azzam, Muhammad Abdullah Bahtiar, Muhammad Hafids Bambang Sri Waluyo Bayu Wisnu Sasongko, Bayu Wisnu Berlian Arswendo Adietya Bhakti Sa’ Dana Boris De Palma Sitorus C. I. Sutrisno Catur Agus Putra Pribadi Putra Pribadi Chandra Wijaya Panggabean Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dewangga, Andresito Ignacia Dhony Catur Pamungkas Dzakwan, Muhammad Aufa Edi Yuliana Egi Juniawan Eko Didik Widianto Eko Sasmito Hadi Enggal Noor Laksono Fahmi Fernando Yuliansyah Fakhrian, Muhamad Zaki Faris Nofandi Fauzi, Adnan Febiani Dwi Utari Febrian Wahyu Wijaya Firnandito, Anugrah Gema Mar'ie Habibie Gilas Dwi Maylano good rindho Good Rindo Gozal Apri Prayuda Guguraty, Resti Apriana Gunarti, Monika Retno Hardhina Aglomerra Harlinanda, Daffa Alifian Hartanto, Tri Mulyatno Budhi Hartono Yudo Heidija, Anne Marie Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Herman Josef Emerald Hermin Werdiningsih Hizkia Parningotan Pangaribuan I Gede Bayu Pradnya Subagia Ibrahim, Muhammad Husein Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indro Sumantri Iqbal, Muhammad Faiq Islam Filardli, Abdullah Malik Jati Utomo Dwi Hatmoko K Kiryanto Kartika, Fira Candra Khaeru Roziqin Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan Teguh Martono Kurniawan, Hosea Lestari, Fiya Auliya Lingga, Emilio Frans Lubis, Nazwa Syalsabilla M. Nafis Setiawan Mamat Riyadi Manik, Parlindingan Mantau, Aprinaldi Jasa Maria Listyo Yulianti Martino, Martino Maulana, Hakim Anang Michael Enrico Mochtar Hadiwidodo Moh Djaeni Moh. Djaeni Mohamad Djaeni Mohamad Djaeni Mohammad Ganesha Husada Mora Sombaon Dalimunthe Muchammad, Rizky Muhamad Munir Amin Muhammad Etandiv Bismuttantya Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Khalil, Muhammad Muhammad Satya Pranata Muhammad, Rizdian Arsyal Mulyanto, Imam Pujo Musthofainal Akhyar Mustofa, Dandy Ali Nadzirun Bin Basir, Nadzirun Bin Nainggolan, Diontius Nur Adi Triyantoro nur khakiki Nurwantoro . Ocid Mursid Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Prabaswara, Alvian Dharmala Pradana, Muhammad Daffa Sihma Pranajaya, Wisnu Prasetyo, Emut Andi Prasetyo, Naufal Abdurahman Prawoto, Agus Projek Priyonggo Sumangun Lukitadi Putra, Ridwan Redi R. Danu Henantyo P Raden Mas Radhityo Naramurti Rafli Rio Manurung Rahman, Amni Zakarsyi Ramudi Sembiring Ratna Dwi Kurniawan Reyhan Ardeo Nasution Reza Shah Alam Ridwan Redi Putra Rifat Al Farid Rinanggara, Yozar Rio Wiendargo Y.S Rivetra, Amelia Hayu Rizkhi, Muhammad Ghozi Tirtha Rizky Cahya Kusuma Roni Prasetyo, Roni Rosiana Dewi Rosita, Ila Samuel . Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Setia Budi Sasongko Setto Pramudyo Kusumo Setyaji, Yekti Shafira Nabila Siregar Shandy Perdana Sihaloho, Febrian Sinaga, Joel Greson Sisworo, Sarjito Jokos Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solikhin Solikhin Sri Pujiyanto Sri Rahayu Tri Astuti Subekti, Joko Sudarminto, Tri Astuti Sunarno Sunarno Susanto, Novita Suyanto Suyanto Syahada, Keisha Nandhini Tri Admono Triyono Triyono Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Umasangadji, Fahmi Untung Budiarto Utomo Adi Prasetyo Wahyu Adi Nugraha Wahyu Fajar Gemilang Wahyu Krisna Hidayat Wahyuni, Anak Agung Istri Sri Widyadhana, Bagas Dhira Wijaya, Safira Febe Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuning Widiarti