Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perbandingan Aktivitas Antibakteri pada Berbagai Konsentrasi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Staphylococcus aureus: Suatu Tinjauan Naratif Anisa Safitri; Atri Sri Ulandari; Afriyani Afriyani; Zulpakor Oktoba
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v4i1.958

Abstract

Introduction: Staphylococcus aureus infection remains a major health problem due to the increasing resistance to conventional antibiotics. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) contains bioactive compounds with potential antibacterial properties. This study aimed to evaluate the antibacterial effectiveness of butterfly pea flower extract and to assess the effect of extract concentration variation against Staphylococcus aureus. Method: This study employed a narrative literature review by searching articles from Google Scholar (1,130 articles), PubMed (2 articles), and ScienceDirect (235 articles) published between 2015 and 2025. Articles were selected based on inclusion criteria, namely experimental studies using Staphylococcus aureus as the test bacterium and reporting variations in butterfly pea flower extract concentrations. Exclusion criteria included review articles or proceedings, studies without inhibition zone data, studies not using Staphylococcus aureus, and articles not available in full text. Articles meeting the criteria were analyzed descriptively and comparatively (n = 9 articles). Discussion: Analysis of the nine selected studies indicated that increasing concentrations of butterfly pea flower extract were associated with larger inhibition zones against Staphylococcus aureus. Variations in results were influenced by solvent type, extraction methods, and antibacterial testing techniques. Conclusion: Butterfly pea flower extract demonstrated consistent antibacterial activity against Staphylococcus aureus, particularly at higher concentrations, suggesting its potential development as a natural antibacterial active ingredient.
Interaksi Obat Antihipertensi dengan Obat Anti Inflamasi Non Steroid Terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Literatur Aryni, Dinda Chalysta; Oktafany; Oktoba, Zulpakor; Nurmasuri
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1045

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan memerlukan terapi jangka panjang. Pasien hipertensi umumnya menggunakan obat lain secara bersamaan, salah satunya obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Namun, penggunaan OAINS diketahui dapat memengaruhi tekanan darah dan efektivitas terapi antihipertensi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan obat antiinflamasi non steroid terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi yang menjalani terapi antihipertensi berdasarkan temuan penelitian yang ada. Metode: Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed dan Elsevier pada periode 2015-2025. Artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan OAINS dapat memengaruhi tekanan darah dan berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi. Besarnya peningkatan tekanan darah bervariasi tergantung jenis OAINS dan kombinasi antihipertensi yang digunakan. OAINS non selektif dan selektif COX-2 dilaporkan dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan, pada aspirin dosis rendah tidak menunjukkan peningkatan tekanan darah yang bermakna. Simpulan: Penggunaan OAINS bersamaan terapi antihipertensi memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi tekanan darah dan menurunkan efektivitas terapi. Pemilihan jenis OAINS yang tepat disertai pemantauan tekanan darah secara berkala dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko klinis.
Tinjauan Literatur: Etnofarmasi Tumbuhan Obat Sebagai Antipiretik pada Berbagai Etnis di Indonesia Vira Margitha, Ayu; Zulpakor Oktoba; Ramadhan Triyandi; Asep Sukohar
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jan-Feb
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i1.684

Abstract

Demam merupakan salah satu keluhan kesehatan yang sering dijumpai dan umumnya ditangani dengan penggunaan obat antipiretik sintetis. Namun, penggunaan obat tersebut dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga masyarakat di berbagai wilayah masih mempertahankan pemanfaatan tumbuhan obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Studi ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan obat sebagai sumber senyawa antipiretik berdasarkan kajian etnofarmasi lintas etnis di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan penelusuran sumber ilmiah melalui basis data Google Scholar menggunakan kata kunci yang relevan, kemudian diseleksi hingga diperoleh 18 artikel yang sesuai untuk ditinjau. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 71 spesies tumbuhan obat yang berasal dari 34 famili dan dimanfaatkan sebagai antipiretik oleh berbagai kelompok etnis, dengan bagian daun sebagai bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan. Temuan ini menunjukkan adanya potensi tumbuhan obat sebagai sumber pengembangan agen antipiretik berbahan alam dan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan fitofarmaka berbasis kearifan lokal.
Molecular Docking and ADMET Analysis of Bioactive Compounds from Vitex trifolia as Potential COX-2 Anti-Inflammatory Agents Hibatulloh, Hanif; Oktoba, Zulpakor; Ulandari, Atri Sri; Iqbal , Muhammad; Patala, Recky
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v11i2.460

Abstract

Legundi (Vitex trifolia) has been reported to exhibit anti-inflammatory activity; however, the specific bioactive compounds responsible for this effect remain unclear. This study aimed to evaluate the anti-inflammatory potential of bioactive compounds from V. trifolia against cyclooxygenase-2 (COX-2; PDB ID: 5KIR) using an in silico molecular docking approach, along with the analysis of their pharmacokinetic and toxicity profiles. The results showed that persicogenin exhibited the lowest binding affinity of −9.2 kcal/mol and formed hydrogen bonds with key amino acid residues, namely THR 212, HIS 207, and TYR 385. ADMET prediction results indicated that persicogenin met the drug-likeness criteria for an oral drug candidate, demonstrated good intestinal absorption (HIA: 92.29%), high membrane permeability (Caco-2 permeability > 0.9), low volume of distribution (VDss < 0.45), inhibitory activity against CYP2C19 and CYP3A4, and no hepatotoxic potential. These findings suggest that persicogenin may serve as an anti-inflammatory agent.
LITERATURE REVIEW: POTENSI ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum L.) DALAM SEDIAAN KOSMETIK Fariha Ais Aliya; Ihsanti Dwi Rahayu; Nurma Suri; Zulpakor Oktoba
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/d1c59684

Abstract

Berdasarkan pengalaman secara turun temurun, jambu biji (Psidium guajava L.) dan Kemangi (Ocimum basilicum L) sering dimanfaatkan sebagai bagian dari makanan, pengobatan tradisional, wewangian, dan alternatif aromaterapi. Daun jambu biji dan daun kemangi diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang dapat berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Senyawa fenolik yang berperan sebagaiantibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, kedua tanaman ini memiliki potensi besar yang dapatdimanfaatkan sebagai bahan utama dalam formulasi sediaan kosmetik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daun jambu biji dan daun kemangi sebagai bahan alami dalam pembuatan kosmetik. Literatur review ini dilakukan dengan mencari artikel terkait melalui penggunaan kata kunci yang relevan pada situs database seperti google scholar, PubMed, dan researchgate dengan jumlah artikel jurnal yang digunakan sebanyak 13 artikel. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa daun jambu bijimemiliki khasiat yang dapat dibuat dalam berbagai produk kosmetik seperti body scrub, serum, bedak tabur tabir surya, acne patch, deodorant, gel facial wash, dan masker peel off. Sementara itu, daun kemangi juga memiliki manfaat yang signifikan dalam formulasi kosmetik, seperti digunakan dalam body lotion, serum, masker peel off, gel, dan krim. 
Molecular Docking Studies and ADME-Tox Prediction of Phytocompounds from Lycopersicon esculentum mill. as a Drug Candidate for Alopecia Treatment Oktoba, Zulpakor; Patala, Recky; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardhana; Sangging, Putu Ristyaning Ayu; Soleha, Tri Umiana
Journal of Pharmascience Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.24836

Abstract

Alopecia is a disorder of the hair follicles that causes hair loss, either in limited areas or throughout the entire body. This study aims to evaluate the potential and molecular interactions of compounds found in the Rampai plant (Lycopersicon esculentum Mill.). The Rampai plant is known to contain various secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, arbutin, amygdalin, and pectin, which have the potential to be developed as antialopecia drug candidates through an in-silico approach to androgen receptors (PDB ID: 4K7A) and ADME-Tox profile predictions. The in-silico approach was conducted using the molecular docking method to predict the interaction between the active compounds from the Rampai plant and the androgen receptor using Autodock Tools 1.5.7 and Vina software, while the ADME-Tox analysis was conducted through the pkCSM platform. The molecular docking results showed that the reference ligand (Minoxidil) had an affinity energy of −7.353 kcal/mol, while the test compound with the best affinity was isorhamnetin with a value of −8.398 kcal/mol, which was lower (more stable) than Minoxidil. In addition, the ADME-Tox prediction results for isorhamnetin show favorable pharmacokinetic characteristics, especially in terms of skin permeability, absorption and distribution. Thus, isorhamnetin has the potential as an androgen receptor antagonist and a role in the development of therapies for alopecia.
Inovasi Teh Herbal berbahan Sintrong (Crassocephalum crepidiodes (Benth.) S. Moore) di Pekon Gunung Terang, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus Oktoba, Zulpakor; Afriyani, Afriyani; Seta, Amanda Putra; Fathia, Syaharani Noer; Ramadhan, Ananda Abdullah Zaki; Maulano, Muhammad Ravlizar; Makki, Callista Auli; Putri, Adhilah Marani
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21179

Abstract

Background: Sintrong (Crassocephalum crepidiodes (Benth.) S. Moore) merupakan tumbuhan gulma pada perkebunan masyarakat. Sintrong digunakan sebagai nutraseutikal dan dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit seperti gangguan pencernaan, mengobati luka, sakit kepala, antelmentik, antiinflamasi, antidiabetes, dan antimalaria. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan meningkatkan kapabilitas dan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sumber daya yang potensial dimiliki pekon yaitu pelatihan pembuatan sediaan produk teh celup herbal sebagai suplemen antioksidan penguat imunitas tubuh. Metode: Penyuluhan berupa edukasi dengan metode ceramah dan diskusi kelompok terarah (DKT) dan praktik simulasi pembuatan teh herbal. Hasil: Peningkatan pengetahuan peserta PkM mitra Kelompok Tani di Pekon Gunug Terang dari 59,26 % menjadi 68,15% berdasarkan hasil analisa data evaluasi program PkM. Dampak positif edukasi peningkatan kapasitas mitra Pekon Gunung Terang telah dapat mengembangkan inovasi pembuatan teh celup herbal gulma daun sintrong. Kesimpulan: Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mitra terkait potensi manfaat kesehatan dari gulma daun sintrong untuk dijadikan teh herbal. Mitra menjadi terlatih dalam membuat teh celup herbal serta mendapatkan wawasan pengetahuan dalam pembuatan kemasan dan strategi pemasaran produk P-IRT pembuatan teh herbal Sinvia.
Co-Authors Abda Abda Adrifianie, Femmy Afna Nur Afni Palogan Afriyani Afriyani Afriyani Afriyani Afriyani, Afriyani Agaphe Suluh Brahmantio Agnes Monica Murisla Ali, Nur Fitriana Muhammad Ambarwati, Endah Andi Nafisah Andrifianie, Femmy Anisa Safitri Annisa Tamara Panjaitan Ari Irawan Ari Irawan Ari Irawan Ari Wahyuni Aryni, Dinda Chalysta Asep Sukohar Asep Sukohar Athallah, Muhammad Muzhafar Athallah, Muhammad Muzhaffar Atri Sri Ulandari Az Zahra, Ghina Nazhifah Bayu Anggileo Pramesona Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna Dhia Insyirah Antoni Endah Ambarwati Ervina Damayanti Evy Afriyani Fariha Ais Aliya Fathia, Syaharani Noer Femmy Andrifianie Helmi Ismunandar Hibatulloh, Hanif Ihsanti Dwi Rahayu Ilyas Prabamukti IQBAL , MUHAMMAD Junando, Mirza Kurniawaty, Evi Lani Hartanti Makki, Callista Auli Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Maulano, Muhammad Ravlizar Mega, Sri Wulan Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Mutiara Nauli Br. Sitinjak Novriana, Dina NUR AFRIYANI Nurma Suri Nurmasuri Oktafany Parabi, Muhammad Iqbal Pardilawati, Citra Yuliyanda Purba, Gemi Sabrina Putri, Adhilah Marani Putu Ristyaning Ayu Rahmadhita, Elmira Rahmasari, Sekar Ramadhan Triyandi Ramadhan Triyandi Ramadhan, Ananda Abdullah Zaki Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Recky Patala Reval Hidayat Risti Graharti Romulya, Ari Irawan Sangging, Putu Ristyaning Ayu Silvia Sekar Ardi Nurjana Suharmanto Suri, Nurma T. Adjeng, Andi Nafisah Tiara Aninditha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Tsania Zahra Taslima Vira Margitha, Ayu Wardhana, Donny Kesuma Widodo, Alya Rahmah Yulianti, Mega Intan