Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Komparasi Fungi Mikoriza Arbuskula Asal Dua Ekosistem pada Perbaikan Pertumbuhan dan Hasil Kembang Kol di Media Gambut Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 8 No 1 (2024): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v8i1.642

Abstract

The success factor in developing arbuscular mycorrhizae fungal (AMF) biofertilizers the source of propagules, which is determined by ecological factors. The compatibility between AMFs is important in deciding whether the biofertilizer produced can be used efficiently. The research aims to study and obtain location-specific AMF from two different ecosystems on the growth and yield of cauliflower plants with efficient fertilization. The research was conducted in Pontianak City, West Kalimantan, from June to November 2023. The research method used a completely randomized factorial design. The first factor is the ecosystem source of AMF propagules (without AMF, AMF from peat ecosystems, and AMF from dry land ecosystems). The second factor is the level of NPK fertilization (100%, 75%, 50%, and 25% of the recommended dose). The research results obtained show that the application of AMF from peat ecosystems and dry land as a biological fertilizer is able to support the efficiency of NPK fertilization in increasing the growth and yield of cauliflower plants up to a fertilizer level of 50% of the recommended dose.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA DI TANAH ALUVIAL Walanda, Nadia; Sasli, Iwan; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70292

Abstract

Budidaya tanaman okra di tanah aluvial dihadapkan oleh beberapa kendala, yaitu berupa rendahnya pH dan unsur hara yang terdapat di tanah aluvial sehingga menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra tidak optimal. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan pemberian tepung cangkang telur ayam yang berpotensi sebagai subtitusi kapur dolomit yang dapat menetralisir pH pada tanah aluvial serta pemberian pupuk NPK yang berperan dalam menyediakan unsur hara esensial yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis terbaik dari pemberian tepung cangkang telur ayam dan pupuk NPK yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2023 sampai 29 Mei 2023 yang berlokasi di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 Faktor yaitu dosis tepung cangkang telur ayam (T) dengan 3 taraf perlakuan dan pupuk NPK (N) dengan 3 taraf perlakuan.   Penelitian ini terdiri dari 3 ulangan dan 4 sampel dengan jumlah total 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari faktor pertama dosis tepung cangkang telur ayam (T) yaitu t0 = tanpa tepung cangkang telur, dan t1 = 0,53 ton/ha atau setara dengan 2 gram/polybag, t2 = 1,04 ton/ha atau setara dengan 4 gram/polybag; dan faktor kedua dosis perlakuan pupuk NPK (N) yaitu n1 = 200 kg/ha setara dengan 4 gram/tanaman, n2 = 350 kg/ha setara dengan 7 gram/tanaman dan n3 = 500 kg/ha setara dengan 10 gram/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm2), Volume Akar (cm3), Berat kering (gram), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah perbuah (gram), berat buah pertanaman (gram).
UJI PERBANDINGAN KOMPOSISI MEDIA SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON SECARA HIDROPONIK Wibisono, Erwin; Nurjani, Nurjani; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.95696

Abstract

Hidroponik sistem sumbu dapat digunakan dengan media tanam sebagai tempat untuk pertumbuhan tanaman. Media tanam yang baik merupakan media yang dapat mendukung pertumbuhan dan kehidupan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan komposisi media substrat yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil melon secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Jalan Gusti Hamzah, Gang Pancasila IV, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian di lakukan pada bulan Januari hingga April 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, maka terdapat 24 unit perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga total keseluruhan adalah 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: A = Arang sekam 75 % dan serbuk gergaji 25 %, B = Arang sekam 50 % dan serbuk gergaji 50 %, C = Arang sekam 25 % dan serbuk gergaji 75 %, D = Arang sekam 75 % dan cocopeat 25 %, E = Arang sekam 70 %, cocopeat 20 % dan pasir kerang 10 %, F = Arang sekam 70 %, serbuk gergaji 20 % dan pasir kerang 10 %. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun, jumlah buah/tanaman, berat buah/tanaman, berat buah/buah, diameter buah, kadar gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media substrat berpengaruh terhadap pertumbuhan, tetapi tidak berpengaruh terhadap hasil tanaman melon. Komposisi media substrat dengan arang sekam 70 %, cocopeat 20 % dan pasir kerang 10 % merupakan komposisi yang memberikan pertumbuhan melon yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN JEPANG TERHADAP PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH KULIT NANAS DAN PUPUK NPK DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Auliya, Kania Nur; Sasli, Iwan; wasian, wasian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70653

Abstract

Tanah podsolik merah kuning (PMK) berpotensi digunakan dalam pengembangan tanaman mentimun Jepang. Akan tetapi, kesuburan menjadi kendala utama untuk memanfaatkannya dalam budidaya mentimun jepang. Upaya untuk meningkatkan kesuburannya diantaranya penggunaan bokashi limbah kulit nanas dan pupuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi bokashi limbah kulit nanas dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang di tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam bentuk faktorial rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang masing-masing terdiri dari 3 taraf yaitu, faktor pertama adalah bokashi limbah kulit nanas dan faktor kedua adalah pupuk NPK sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga total tanaman adalah 108 tanaman. Perlakuan dimaksud adalah sebagai berikut : Faktor bokashi limbah kulit nanas yaitu 10 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, 20 ton/ha setara dengan 200 g/polybag dan 30 ton/ha setara dengan 300 g/polybag. Faktor pupuk NPK yaitu 300 kg/ha setara dengan 9,4 g/polybag, 450 kg/ha setara dengan 14 g/polybag dan 600 kg/ha setara dengan 18,8 g/polybag. Variabel pengamatan penelitian meliputi berat kering, volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah, panjang buah, dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian limbah kulit nanas dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun jepang, dosis efektif untuk pertumbuhan mentimun jepang adalah bokashi limbah kulit nanas 30 ton/ha setara dengan 300 g/polybag atau pupuk NPK 600 kg/ha setara dengan 18,8 g/polybag. Dosis efektif untuk hasil tanaman mentimun jepang adalah bokashi limbah kulit nanas 20 ton/ha atau setara dengan 200 g/polybag.
PENGARUH AMELIORAN PUPUK KANDANG AYAM DAN SEKAM PADI BAKAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALUVIAL Guido, Adrianus; Surachman, Surachman; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari pemberian ameliorant sekam padi bakar dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung pada Juli - Agustus 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor 6 perlakuan dan 4 ulangan yaitu berupa bahan organik yang terdiri dari Pupuk Kandang Ayam dan Sekam Padi Bakar. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 72 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut: A : 15 ton/ha pupuk kandang ayam, setara dengan 360 g/tanaman, B : 20 ton/ha pupuk kandang ayam, setara dengan 480 g/tanaman, C : 25 ton/ha pupuk kandang ayam, setara dengan 600 g/tanaman, D : 10 ton/ha sekam padi bakar, setara dengan 240 g/tanaman, E : 20 ton/ha sekam padi bakar, setara dengan 480 g/tanaman, F : 30 ton/ha sekam padi bakar, setara dengan 720 g/tanaman, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan terdiri dari panjang daun, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pupuk kandang ayam dosis 25 ton/ha dan pemberian sekam padi dosis 30 ton/ha sama-sama memberikan hasil yang baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman lobak pada tanah aluvial.
Perbaikan Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Lidah Buaya di Tanah Gambut dengan Aplikasi Mikoriza Arbuskula dan Pemupukan Sasli, Iwan; Yahya, Sudirman; Sudradjat, ,; Setiadi, Yadi; Sudarsono, ,
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 36 No. 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.658 KB) | DOI: 10.24831/jai.v36i3.1384

Abstract

This research was aimed at studying the effectiveness of  mycorrhiza, inorganic and organic fertilizer (fish and shrimp waste) on growth, yield and quality of Aloe in peat soil. The study was conducted on peat area, North Pontianak, West Kalimantan. Mycorrhizal application levels (without mycorrhiza, Mycofer and mycorrhizal from pineapple's rhizosphere) were as main-plot. The inorganic fertilizer (composition of N:P:K:Mg) rates (without inorganic fertilizer;  5 : 4 : 7.5 : 2.5 g/plant;  10 : 8 : 15 : 5 g/plant; and  20 : 16 : 30 : 10 g/plant) were as sub-plot.  Organic fertilizers: (fish; shrimp; fermented fish; and fermented shrimp wastes) were as sub-sub plot. The observed variables were: leaf width, leaf length, leaf fresh weight, plant dry weight, and nutrient uptake (N, P, K, Mg). The results showed that mycorrhizal application improved growth performance and increased N, P, Mg uptake. The best plant growth performance was achieved by N : P: K : Mg  =10 : 8 : 15 : 5 g/plant and fermented shrimp waste treatments.  The highest  N, P, K, Mg nutrients uptake was achieved by application of fermented organic  fertilizer.  Combination of mycorrhiza from pineapple's  rhizosphere with fermented fish and shrimp waste resulted in higher amino acids content compared to standard cultivation of  Aloe vera Center in Pontianak.   Key words:  Aloe vera, arbuscular mycorrhiza, inorganic fertilizer, organic fertilizer
Keragaman Vegetasi dan Identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Pada Lahan Bekas Tambang Prasetyo, Riko; Sasli, Iwan; Ramadhan, dan Tris Haris
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 47 No. 2 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.781 KB) | DOI: 10.24831/jai.v47i2.25050

Abstract

Revegetation of former gold mining land is expected to restore soil fertility. One of the ways to use the gold-mined land as agricultural land is by utilizing the symbioses of arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) is expected to accelerate the revegetation process. The aim of the study was to analyze vegetation and  AMF exploration in secondary forest land (SF) and former gold mining land (FGML) in the Mandor District  . The research stages were conducting the plant identification and the exploration of AMF at the laboratory of Pests and Diseases of Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura. The research was conducted for ± 2 months starting from February to April 2018. The parameter of the observation was done by finding the summed dominance ratio (SDR) value, diversity index (DI), the density of spore (DS), relative frequency (RF), the identification of spore, and the analysis of plant root infection. The research finding showed that from the calculation of SDR, there were two dominant plants i.e. Paspalum conjugatum and Melastoma candidum. The calculation result of DI was categorized as ‘moderate’ in three locations of observation. The observation of DS in SF obtained the highest value of 750 spores/100 grams of soil. The total genus Glomus in SF and FGML > 10 years had a higher value than genus Acaulospora. In the three locations of observation, it had been obtained the genus Glomus and Acaulospora, while there was an infection at the observation of staining roots; it was characterized by the existence of arbuscular, vesicles, and external hyphae.
A Uji Amelioran Organik Asal Limbah Pertanian pada Pertanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) di Tanah Gambut Armiyarsih; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.987 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32997

Abstract

Penggunaan limbah pertanian sebagai bahan amelioran organik dapat mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk kimia sintetik pada budidaya tanaman sawi hijau di tanah gambut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis kompos limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan gedebok pisang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau di tanah gambut. Lokasi penelitian bertempat di Desa Baning Kota, Kabupaten Sintang pada bulan April sampai dengan Juni 2020. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian dosis kompos TKKS 5 taraf t0 (tanpa kompos), t1(5 ton ha-1), t2 (10 ton ha-1), t3 (15 ton ha-1), dan t4 (20 ton ha-1). Faktor kedua yaitu dosis kompos gedebok pisang dengan 4 taraf p0 (tanpa kompos), p1(10 ton ha-1), p2(20 ton ha-1), dan p3(30 ton ha-1). Interaksi perlakuan secara signifikan dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, laju asimilasi bersih, dan laju pertumbuhan tanaman. Kandungan N, P, dan K di tanah meningkat 53.85%, 409.90% dan 2,709% pada pemberian 15 ton ha-1 kompos TKKS + 30 ton ha-1 kompos gedebok pisang. Kombinasi perlakuan ini adalah yang terbaik dalam penelitian ini untuk meningkatkan produksi sawi hijau di tanah gambut, ditunjukkan dengan rata-rata bobot segar tanaman sebesar 176.71 g. Kata kunci: gedebok pisang, produksi tanaman, tandan kosong kelapa sawit
Tanggap Pertumbuhan dan Perkembangan Jagung Ketan terhadap Pemberian Amelioran dan Pupuk NPK pada Tanah Ultisol Harini, Dini; Radian; Iwan Sasli
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.167 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i1.34284

Abstract

The application of various types of organic matter as ameliorant and NPK fertilizer can increase the fertility of ultisol soil, physically and chemically. The study aimed to determine the effect of ameliorant types, the dose of NPK fertilizer and their interaction on the growth and development of glutinous corn on ultisol soil. The research was conducted in Bengkayang Regency, West Kalimantan from March to August 2020. The research used a factorial randomized block design. The first factor was the types of ameliorants with 5 levels, namely corncob biochar, corn waste bokashi, rice straw bokashi, cow manure, and chicken manure. The second factor was the dosage of NPK fertilizer with 4 levels, i.e., 100, 200, 300, and 400 kg ha-1. The chicken manure ameliorant increased plant height 2, 4, and 6 WAP (weeks after planting), ear diameter, ear length, ear weight per ear, and ear weight per plot. The best dose of NPK fertilizer for glutinous maize production is 200 kg ha-1 on ear length and weight per ear, and a dose of 100 kg ha-1 can stimulate plant growth based on plant height of 4 WAP. The combination of chicken manure and NPK fertilizer of 400 kg ha-1 produced the highest root dry weight, crown dry weight, and relative growth rate. Keywords: crop production, inorganic fertilizers, organic matter, soil fertility
Growth and yield of rice from mycorrhizal enrichment seedlings on different soil water content Mahmudi; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/ija.v51i2.46201

Abstract

The growth and yield of rice in limited soil water are expected to increase through the application of mycorrhizae due to the increasing root ability to absorb water and nutrients from the soil. The study aimed to determine the role of mycorrhizae on the growth and yield of rice plants in different soil water content. The study was conducted in Mempawah District, West Kalimantan, in February-June 2022. The experiment was arranged in a split-plot randomized complete block design with main plots of mycorrhizae treatment on seedlings (without and with mycorrhizae application), and subplots of soil water content (100%, 80%, 60%). The results showed that mycorrhizae could colonize 60-80% of roots and increase phosphorus absorption at up to 60% of soil water content. Application of mycorrhizae improved plant growth up to 80% of soil water content for the maximum number of a tiller, and 60% of soil water content for the leaf area. Mycorrhizae performed better to increase yield at up to 80% soil water content on the number of productive tillers and grain index of 1,000 seeds, and it performed better at a soil water content of 100% for grain weight per hill. Keywords: microorganisms, plant resistance, rice production, root colonization
Co-Authors Abdurrahman , Tatang Agus Hariyanti Agus Hariyanti Agus Ruliansyah agus ruliyansyah Andi Maulana Fernando Apriyani, Wenny Aprizkiyandari, Siti Armiyarsih Aseng, Nehemia David Aswin Harbarisnandar Auliya, Kania Nur Ayu, Yulia Sri Basuni, Basuni Bayu Martedy Adji Saroyo Budi Fitriani Cornelia Fitriani Credo, Owen Saputra Michael Darma Irawan Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam, Darussalam Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dini Anggorowati Diyanto Diyanto dwi zulfita Dwi Zulfita Eddy Santoso Edo Abdari Pratama Edy Syahputra Erlinda Yurisinthae Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Felisia Felisia Fibryadi, Dony Guido, Adrianus Halim, Bruari Hammamsyah, Harits Harini, Dini Heny Kurnia, Nyemas Iva Tifani JABPRI, PAULINUS Januaresty, Dzulsalina Jaya, Ya’ Subahan Kartini Kartini Kartini Kartini Klin, Sebastianus Arnaldi Jimes Lande, Fresh LICUNG LICUNG M DENI Maharani, Holitia Mahmudi Manurung, Ririn Elfrida Marselina Acing Maya dwiyanti Mega Sari Megantara, I Gede Meliasari, Meliasari Mubarok, Muhammad Syahri Muhammad Khaidir Rifani Muhammad Pramulya, Muhammad Mukhairani, Riska Putri Ngateman, Ngateman Nia Amrianti Ariesta Nizari Muhtarom Noviandry Isnaini Nur Arifin, Nur Nurjani NURMI KURNIATI Nyemas Heny Kurnia Odoy, Frantsius Agung Ongki Aleksa Samson Parida, Parida Pebrianto, Fredikus Prasetyo, Riko Putri, Diva Amalia Iskandar Radian Radian Rahmawati, Stefani Rahmidiyani Rahmidiyani Ramadhan, dan Tris Haris Ratna Yulita Ridi, Egidius Erido Riki Warman Rini Susana Safriadi Setia Budi Shinta Rosalina Sihite, Yustus Lasroha Siti Hadijah Sudarsono Sudirman Yahya Sudradjat , Sularto - Surachman Surachman Surachman Surachman Systena Feri Darmawanti Tantri Palupi Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang TRIS HARIS RAMADHAN Tris Haris Ramadhan Walanda, Nadia Warman, Riki WASI'AN, WASI'AN Wasian Wasian Wasian wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Wenny Apriyani Wibisono, Erwin Wijaya, Melda Putri Lianti Andrian Wilis Widi Wilujeng Yadi Setiadi Yan Dalli Yohanes Wahyudi Yolanda, Farisa Zulfika Apriaji Anugrah Pratama