Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA PADA TANAH GAMBUT Sihite, Yustus Lasroha; Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91998

Abstract

Produksi sawi pagoda di Kalimantan Barat masih terbatas, kebanyakan para petani membudidayakan tanaman sawi pagoda hanya secara hidroponik. Lahan gambut yang keberadaannya cukup luas di Kalimantan Barat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tanaman sawi pagoda. Pengembangan tanaman sawi pagoda di lahan gambut dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah. Upaya dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan hasil terbaik dari pemberian pupuk hayati FNS dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pagoda pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Pentagon Dalam Komplek Griya Lantang Tipo, kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung pada tanggal 7 September "“ 18 November 2024. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) RAL dengan 2 faktor. Petak utama adalah pupuk hayati (H) terdiri dari: h0 = Tanpa pupuk hayati, h1 = Pemberian pupuk hayati, dan anak petak adalah pupuk NPK (N) terdiri dari: n1 = 100 kg/ha, n2 = 200 kg/ha, n3 = 300 kg/ha, n4 = 400 kg/ha, n5 = 500 kg/ha. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel. Jumlah tanaman seluruhnya adalah 90 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara pupuk hayati dan NPK pada semua variabel pengamatan. Pemberian pupuk hayati dapat meningkatkan jumlah daun umur 6 MST dan berat segar tanaman. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 400 kg/ha memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan berat kering tanaman dan berat segar tanaman.
PENGARUH LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY SECARA HIDROPONIK Rahmawati, Stefani; Sasli, Iwan; Pramulya, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.89051

Abstract

Tanaman Pakcoy yang dibudidayakan secara hidroponik menghasilkan produk yang higenis dan bergizi tinggi, keberhasilan pembudidayaan tanaman pakcoy secara hidroponik juga dipengaruhi oleh penggunaan pupuk sebagai nutrisi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan nutrisi SR (racikan) pada pertumbuhan dan hasil pakcoy dengan sistem hidroponik DFT. Penelitian ini di laksanakan, di Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, jl. Pendidikan. Penelitian berlansung dari 19 Juli "“ 28 Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 1 faktor yaitu konsentrasi larutan nutrisi hidroponik (P), masing-masing faktor terdiri 5 perlakuan, 5 ulangan, dan 3 sampel tanaman sehingga terdapat 75 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan nutrisi AB Mix Good plant, Calnit, Flex G, Mag S, Map. Variabel penelitian yang diamati: Volume akar, lebar daun, jumlah daun, tinggi tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai jenis larutan nutrisi memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy, nutrisi yang di racik (SR) yang terdiri dari pupuk Calnit, Flex G, Mag S, Map dengan konsentrasi 1000 ppm mampu menggantikan nutrisi AB Mix goodplant (kontrol), namun penggunaan nutrisi racikan (SR) dibawah 1000 ppm dapat menurutkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy.
Penerapan Teknologi Budidaya Tanaman Padi melalui Pengelolaan Hara Terpadu di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Radian, Radian; Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy; Ramadhan, Tris Haris; Wasian, Wasian; Mahmudi, Mahmudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1711

Abstract

Lahan pertanian komoditas tanaman padi di Desa Kuala Dua merupakan lahan tadah hujan yang sepenuhnya bergantung pada air hujan sebagai sumber pengairan. Karakteristik lahan yang didominasi oleh tanah aluvial yang memiliki kendala berupa tingkat kesuburan yang rendah. Selama ini, petani di Desa Kuala Dua membudidayakan tanaman padi secara turun-temurun, khususnya dalam hal pengolahan lahan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani di Desa Kuala Dua, yang menginginkan adanya perubahan dalam praktik budidaya padi di lahan tadah hujan. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan teknologi budidaya padi melalui pengelolaan hara terpadu yang lebih efisien. Kegiatan PKM dilaksanakan selama 6 bulan, yakni dari bulan April hingga Oktober 2024. Tahapan kegiatan meliputi survei dan orientasi lapangan, diskusi awal dengan pihak mitra, persiapan sarana dan prasarana, penyuluhan mengenai ilmu serta teknik pengelolaan hara terpadu, dan praktik pembuatan pupuk organik. Hasil pengungkapan materi mengenai pengelolaan hara terpadu, yang didukung oleh praktik pemantauan status hara tanaman menggunakan bagan warna daun serta penggunaan pupuk organik, menunjukkan bahwa para petani sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan praktik lapangan. Produk kompos yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang baik, sehingga mampu menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman padi secara lebih optimal dibandingkan dengan teknik budidaya konvensional. Dari hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa para petani mulai memahami dan menyadari pentingnya penerapan teknologi pengelolaan hara terpadu dalam budidaya tanaman padi.
Compatibility Test of Root Nodule Bacterial Isolates on Edamame Plants: Uji Kompatibilitas Isolat Bakteri Bintil Akar pada Tanaman Edamame Apriyani, Wenny; Iwan Sasli; Fadjar Rianto
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 14 No 1 (2025): Agrifarm Juli
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v14i1.3627

Abstract

Bakteri Rhizobium pada bintil akar tanaman leguminosa memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun demikian, kesesuaian tanaman inang dapat menjadi faktor penting dalam menentukan terbentuknya simbiosis antara tanaman dan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kompatibilitas bakteri bintil akar asal beberapa tanaman leguminosa terhadap tanaman edamame. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dan Balai Penyuluhan Pertanian Pontianak Barat Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung dari bulan Februari - April 2024. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap. Faktor perlakuan jenis isolat bakteri bintil akar (a1: kedelai; a2: edamame; a3: Mimosa pudica Linn., a4: kacang panjang; a5: kacang tanah; a6: Saga). Isolat bakteri bintil akar asal berbagai tanaman leguminosa yang diaplikasikan pada tanaman edamame tidak memberikan dampak terhadap pembentukan bintil akar, berat basah bagian atas tanaman dan berat kering tanaman. Isolat bakteri bintil akar kedelai mempunyai kemampuan menyumbang unsur N pada tanaman edamame sebesar 7,14% dan efektivitas N terhadap tanaman kontrol yang menggunakan urea sebesar 4,17%. Kata Kunci: bintil akar, edamame, leguminosa, mikroorganisme, rhizobium
Morphophysiological Response of Edamame Soybean to Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) and Bioactive Compost Charcoal in Tidal Swamp Land Rosalina, Shinta; Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i5.1661-1670

Abstract

Edamame soybean cultivation in Indonesia has great potential due to its high nutritional value and increasing market demand. However, the current productivity remains low, thereby hindering commercial development. This study aimed to enhance the growth and yield of edamame soybean plants through the application of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) and bioactive compost charcoal on tidal swamp lands. The research was conducted using a split-plot design consisting of two AMF treatments and four levels of bioactive compost charcoal. The results indicated that the combination of AMF and bioactive compost charcoal significantly increased various growth parameters and yield. Although a dose of 10 ton/ha produced vegetative growth equivalent to that achieved by applying 15 ton/ha corn stalk compost, a dose of 15 ton/ha resulted in more optimal harvest outcomes, with pod numbers reaching 43.22 units per plant, pod weight of 91.67 g per plant, and pod weight of 1.545 kg per plot. Furthermore, the treatment also increased the percentage of AMF colonization in roots as well as phosphorus uptake, which contributed to the enhancement of plant productivity.
Aplikasi Abu Boiler dan Pupuk Majemuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame pada Tanah PMK Lande, Fresh; Sasli, Iwan; Palupi, Tantri
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.97786

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman bernilai jual tinggi namun sangat kurang di indonesia terkhususnya di kalimantan barat dengan wilayah yang luas khususnya tanah PMK. Optimalisasi tanah PMK sebagai media tanam sangat perlu dilakukan salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan pemberian Abu Boiler dan Pupuk Majemuk NK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi Abu Boiler dan Pupuk Majemuk NK yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada bulan Maret 2025 sampai bulan Mei 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Abu Boiler (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, A1 = 10 ton/ha setara 114,28 gram/polibag, A2 = 15 ton/ha setara 171,42 gram/polibag, A3 = 20 ton/ha setara 228,57 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk NK (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, B1 = 191 kg/ha setara 2,18 gram/polibag, B2 = 291 kg/ha setara 3,32 gram/polibag, B3 = 391 kg/ha setara 4,46 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 81 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 MST, 3 MST, 4 MST), volume akar, berat kering, jumlah polong, berat polong segar, jumlah polong isi, dan persentase polong hampa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Abu Boiler dosis 10 ton/ha dan pupuk K 291 kg/ha, merupakan dosis efektif untuk tinggi tanaman edamame 4 MST. Pemberian Abu Boiler dengan dosis 10 ton/ha dapat meningkatkan berat polong kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning.
THE EFFECT OF ARBUSCULAR MYCORRHIZAL FUNGI (AMF) AND ORGANIC FERTILIZERS ON MOLER DISEASE AND SHALLOT PRODUCTIVITY IN PEAT SOIL Warman, Riki; Rianto, Fadjar; Sasli, Iwan
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.6675

Abstract

ABSTRACTMoler is an important disease of shallot plants caused by Fusarium oxysporumattack so that it has an impact on decreased production and even crop failure. The application of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) and organic fertilizers is one of the efforts to control moler disease by increasing plant resistance and suppressing disease development. The aim of the study was to examine the role of AMF and organic fertilizers in increasing resistance to moler disease and to increase the growth and yield of shallot. The research was conducted at the visitor plot in BPTP West Kalimantan, and the Laboratory Plant Disease Faculty of Agriculture Tanjungpura University, from October 2020 to April 2021. The experiment was arranged using a random complete design splitplot. The main plot of mycorrhizal treatment (without mycorrhizae, aplication of mycorrhizal). Sub-plots with doses of chicken manure (without chicken manure, 3 ton ha-1.6 ton ha-1, 9 ton ha-1, 12 ton ha-1, and 15 ton ha-1). The ability of AMF in increase resistance of shallot plants by prolonging the incubation period of the disease, reducing the incidence and severity of the disease and reducing the rate of infection and the severity of moler disease. The chicken manure applied was only able to increase tuber weight per clump and plant dry weight, but was not able to suppress the development of moler disease. The growth response due to mycorrhiza of shallots decreased along with the increase in the dose of organic fertilizer applied.
Peranan Pupuk Nitrogen dan Co-Kompos Biochar pada Budidaya Padi Sistem Salibu di Tanah Aluvial: The Role of Nitrogen Fertilizer and Biochar Co-Compost in Rice Cultivation Salibu System in Alluvial Soil Megantara, I Gede; Radian, Radian; Iwan Sasli
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 3 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i3.7023

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran pupuk Nitrogen (N), co-kompos biochar, serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil padi pada sistem tanam Salibu dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design). Perlakuan utama terdiri atas empat taraf dosis pupuk N (0, 100, 200, dan 300 kg/ha), sedangkan anak petak merupakan pemberian co-kompos biochar dengan empat kombinasi (0%, 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk N 300 kg/ha dan co-kompos biochar 75%:25% memberikan hasil gabah tertinggi, yaitu 3,92–3,96 ton/ha. Sementara itu, kombinasi pupuk N 100–300 kg/ha dengan co-kompos biochar 50%:50% dan 75%:25% menghasilkan hasil gabah yang relatif setara. Hasil analisis usahatani mengungkapkan bahwa perlakuan pupuk N 100 kg/ha dengan co-kompos biochar 50%:50% merupakan kombinasi paling efisien, menghasilkan 3,22 ton/ha gabah dengan nilai B/C ratio 2,78, serta memberikan efisiensi biaya usahatani masing-masing Rp 5.434.500 untuk pupuk N 100 kg/ha dan Rp 2.833.000 untuk co-kompos biochar 50%:50%. Berdasarkan temuan ini, kombinasi tersebut direkomendasikan sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi biaya pada budidaya padi sistem Salibu. This study aimed to evaluate the effects of Nitrogen (N) fertilizer, biochar co-compost, and their interactions on the growth and yield of rice under the Salibu planting system using a Split Plot Design. The main plots consisted of four N fertilizer rates (0, 100, 200, and 300 kg/ha), while the subplots comprised four levels of biochar co-compost (0%, 25%:75%, 50%:50%, and 75%:25%). Results showed that the combination of 300 kg/ha N fertilizer with 75%:25% biochar co-compost produced the highest grain yield (3.92–3.96 t/ha), whereas N fertilizer rates of 100–300 kg/ha combined with 50%:50% and 75%:25% biochar co-compost resulted in statistically similar grain yields. Farm business analysis revealed that 100 kg/ha N fertilizer combined with 50%:50% biochar co-compost was the most cost-efficient treatment, yielding 3.22 t/ha of rice with a B/C ratio of 2.78 and achieving production cost efficiencies of Rp 5,434,500 for N fertilizer and Rp 2,833,000 for biochar co-compost. These findings suggest that this combination is the most recommended strategy for improving productivity and economic efficiency in Salibu rice cultivation.
Pengaruh Pemberian Kapur dan Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit di Lahan Gambut Parida, Parida; Sasli, Iwan; Syahputra, Edy
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i3.98595

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas sayuran penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan tingkat konsumsi yang besar, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara pemberian kapur dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit di lahan gambut, menentukan dosis kapur terbaik, serta dosis pupuk kalium yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Januari"“Mei 2025 menggunakan rancangan petak terbagi (split plot). Faktor utama adalah dosis kapur dolomit, terdiri atas: k1 = 2,16 kg/bedengan (10,8 ton/ha; pH 5,64), k2 = 3,47 kg/bedengan (17,3 ton/ha; pH 6,36), dan k3 = 4,79 kg/bedengan (23,9 ton/ha; pH 6,34). Anak petak berupa dosis pupuk KCl, yaitu: p1 = 120 kg/ha (2,7 g/tanaman), p2 = 240 kg/ha (5,4 g/tanaman), dan p3 = 360 kg/ha (8,2 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara kapur dan pupuk kalium terhadap variabel pertumbuhan dan hasil cabai rawit, serta dosis kapur tidak berpengaruh nyata terhadap variabel yang diamati. Meskipun demikian, dosis kapur terendah efektif meningkatkan pH tanah gambut. Pupuk kalium dengan dosis 360 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel volume akar dan berat kering tanaman.
PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK KANDANG SERTA DOSIS PUPUK KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) Mubarok, Muhammad Syahri; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2128

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas potensial dan prospektif untuk dikembangkan di tanah podsolik merah kuning (PMK) Kalimantan Barat. Penggunaan jenis dan dosis pupuk kandang, serta dosis pupuk KCl, diharapkan dapat meningkatkan hasil bawang merah di tanah (PMK). Penelitian  bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis dan dosis pupuk kandang, serta dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah PMK. Penelitian ini dilakukan di IP2TP Sungai Kakap BPTP Kalimantan Barat, pada bulan November 2021 sampai Februari 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari 3 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk KCl (k0:0 kg/ha, k1: 200 kg/ha, dan k2: 300 kg/ha), faktor kedua jenis pupuk kandang (p1: pupuk kandang ayam, p2: pupuk kandang kambing, dan p3: pupuk kandang sapi), faktor ketiga dosis pupuk kandang (d1: 5 ton/ha, d2:10 ton/ha, dan d3:15 ton/ha). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, berat basah umbi dan berat kering umbi. Hasil: Interaksi jenis pupuk kandang dengan dosis pupuk kandang serta interaksi dosis pupuk KCl dengan jenis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun bawang merah. Pengaruh tunggal perlakuan, menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk kandang dan dosis pupuk kandang memberi pengaruh beda nyata dan hasil lebih baik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, berat basah umbi dan berat kering umbi.
Co-Authors Abdurrahman , Tatang Agus Hariyanti Agus Hariyanti Agus Ruliansyah Andi Maulana Fernando Apriyani, Wenny Aprizkiyandari, Siti Armiyarsih Aseng, Nehemia David Auliya, Kania Nur Ayu, Yulia Sri Bayu Martedy Adji Saroyo Budi Fitriani Cornelia Fitriani Credo, Owen Saputra Michael Darma Irawan Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam, Darussalam Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dini Anggorowati Diyanto Diyanto dwi zulfita Dwi Zulfita Eddy Santoso Edo Abdari Pratama Edy Syahputra Erlinda Yurisinthae Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Felisia Felisia Fibryadi, Dony Guido, Adrianus Halim, Bruari Hammamsyah, Harits Harini, Dini Heny Kurnia, Nyemas Iva Tifani JABPRI, PAULINUS Januaresty, Dzulsalina Jaya, Ya’ Subahan Kartini Kartini Klin, Sebastianus Arnaldi Jimes Lande, Fresh LICUNG LICUNG M DENI Maharani, Holitia Mahmudi Marselina Acing Maya dwiyanti Mega Sari Megantara, I Gede Meliasari, Meliasari Mubarok, Muhammad Syahri Muhammad Khaidir Rifani Muhammad Pramulya, Muhammad Mukhairani, Riska Putri Ngateman, Ngateman Nia Amrianti Ariesta Nizari Muhtarom Noviandry Isnaini Nur Arifin, Nur Nurjani NURMI KURNIATI Nyemas Heny Kurnia Ongki Aleksa Samson Parida, Parida Prasetyo, Riko Putri, Diva Amalia Iskandar Radian Radian Rahmawati, Stefani Rahmidiyani Rahmidiyani Ramadhan, dan Tris Haris Ratna Yulita Ridi, Egidius Erido Riki Warman Rini Susana Rosalina, Shinta Safriadi Setia Budi Sihite, Yustus Lasroha Siti Hadijah Sudarsono Sudirman Yahya Sudradjat , Sularto - Surachman Surachman Surachman Surachman Systena Feri Darmawanti Tantri Palupi Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang TRIS HARIS RAMADHAN Walanda, Nadia Warman, Riki WASI'AN, WASI'AN Wasian Wasian Wasian wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Wibisono, Erwin Wilis Widi Wilujeng Yadi Setiadi Yan Dalli Yohanes Wahyudi Zulfika Apriaji Anugrah Pratama