Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS BERMONOSODIUM GLUTAMAT DAN AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY HIDOPONIK SUMBU Andi Maulana Fernando; Iwan Sasli; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62113

Abstract

Ketersediaan nutrisi hidroponik yang berkualitas tinggi memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan produksi komoditas budidaya secara hidroponik. Umumnya, dalam budidaya sistem hidroponik menggunakan nutrisi AB-Mix namun, harga jual nutrisi AB-Mix di pasaran cukup tinggi. Alternatif berbagai jenis bahan yang harganya masih terjangkau oleh petani, ramah lingkungan serta bahan yang mudah didapatkan karena dari limbah dan bahan penyedap masakan menjadi solusi dalam pembuatan nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi larutan nutrisi organik sebagai subsitusi AB mix yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Green House Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, di Jl. Alianyang No. 17, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 3 Maret – 13 Agustus 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan di mana  tiap ulangan  terdiri dari 6 sampel. Jadi total  keseluruhan yang diperoleh  5 x 4 x 6 = 120 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: I1 = Nutrisi organik 300ml/L (100% POC); I2 = 10 ml/L AB mix + 75% POC; I3 = 10 ml/L AB mix + 50% POC; I4 = 10 ml/L AB mix + 25% POC; I5 = AB mix 10 ml/L (100% AB mix). Variabel pengamatan meliputi: volume akar (cm3), berat kering total (g), jumlah daun (helai), dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai kombinasi nutrisi organik dan AB Mix dapat meningkatkan volume akar, berat kering total, jumlah daun dan berat segar tanaman pakcoy. Perlakuan nutrisi AB mix 10 ml/L (100% AB mix) berdasarkan potensi hasil tanaman merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan rata-rata berat 128,39 g.
PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA TERHADAP KONSENTRASI NUTRISI AB MIX DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUMBU Marselina Acing; Iwan Sasli; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58368

Abstract

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi dengan cara ekstentifikasi sawi, dapat ditempuh dengan memanfaatkan lahan perkarangan, penanaman sawi yang cocok dipekarangan adalah penanaman secara hidroponik. Sistem sumbu merupakan teknik hidroponik yang sederhana menggunakan prinsip kapilaritas air yang mana larutan nutrisi akan mengalir menuju perakaran melalui sumbu. Teknik hidroponik sistem sumbu ini sederhana dan lebih menguntungkan karena mudah dalam perawatannya dan tidak perlu melakukan penyiraman.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pagoda dengan sistem hidroponik sumbu. Penelitian dilaksanakan di Jl. Purnama Agung VII Parit Tokaya Kota Pontianak, penelitian berlangsung dari 23 Januari - 29 Februari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu pupuk AB mix (P) dengan 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dimana unit perlakuan terdapat 3 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 75 sampel tanaman. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan nutrisi AB Mix Good plant. Calnit, Flex G, Mag S, Map Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), kadar klorofil daun (spad unit) dan volume akar (cm3). hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi memberikan pengaruh sebesar 17% dan konsentrasi terbaik 1087,56 ppm untuk berat segar tanaman yaitu 80,63 g. pemberian konsentrasi memberikan pengaruh sebesar 17% dan konsentrasi terbaik 1087,56 ppm untuk berat segar tanaman yaitu 80,63 g.
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE MERAH PADA TANAH GAMBUT Ratna Yulita; Iwan Sasli; Evi Gusmayanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di di Pontianak pada bulan Maret sampai Juni 2015, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan kompos tebu, yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu P0 (0 ton/ha), P1 (10 ton/ha), P2 (15 ton/ha), P3 (20 ton/ha), P4 (25 ton/ha), P5 (30 ton/ha). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang (g). Hasil penelitian menunjukkan kompos ampas tebu berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun minggu ke-12 dan 16, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang. Dosis terbaik kompos ampas tebu untuk pertumbuhan dan hasil jahe merah di tanah gambut adalah 25 ton/ha.
Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Nanas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda pada Tanah Gambut. Nia Amrianti Ariesta; Iwan Sasli; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49309

Abstract

Pengembangan produksi sawi pagoda masih terbatas, hanya secara hidroponik. Sawi pagoda merupakan salah satu komoditas hortikultura yang layak dibudidayakan di Kalimantan Barat. Salah satu jenis tanah yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya Sawi Pagoda adalah tanah gambut. Budidaya pada lahan gambut memiliki kendala yaitu kandungan unsur hara yang rendah dan kondisi pH tanah yang rendah. Unsur hara yang rendah perlu perbaikan yaitu dengan penambahan pupuk diantaranya pupuk organik cair dan pupuk anorganik, diharapkan kombinasi pupuk NPK dan pupuk organik cair limbah kulit nanas meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah gambut sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pagoda pada tanah gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pupuk NPK dan pupuk organik cair limbah kulit nanas yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil Sawi Pagoda pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di rumah penelitian agronomi Fakultas Pertanian Untan dimulai pada tanggal 19 Desember 2021 sampai dengan 28 Februari 2021 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali dan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan yang di maksud yaitu :           P1 = 0,8 g/tanaman + 30 ml/l, P2 = 1,6 g/tanaman  + 25 ml/l, P3 = 2,4 g/tanaman + 20 ml/l, P4 = 3,2 g/tanaman + 15 ml/l. Variabel pertumbuhan dan hasil yang diamati dalam penelitian ini meliputi : jumlah daun, kadar  klorofil daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, volume akar. Kombinasi pupuk NPK dan pupuk organik cair limbah kulit nanas memberikan pengaruh yang tidak nyata untuk semua variabel pengamatan. Hasil penelitian tidak didapatkan kombinasi terbaik, kombinasi pupuk NPK dan POC kulit nanas memberikan pengaruh yang sama baiknya untuk semua variabel pengamatan
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN PUPUK ZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Felisia Felisia; Radian Radian; Iwan Sasli
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67801

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculantum Mill) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat potensial sehingga banyak digemari dan dikembangkan di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai sayuran, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik dan berbagai olahan makanan dan minuman. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada berbagai kendala seperti sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. Sifat fisik tanah alluvial bertekstur pejal dan tidak berbentuk serta permeabilitasnya yang lambat. Pupuk kotoran ayam sebagai bahan organik berperan penting dalam meningkatkan kemampuan tanah menahan air, memperbaiki drainase dan tata udara serta pada sifat kimianya yang meningkatkan unsur hara dan pH serta pada sifat biologinya yang meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak pada tanggal 6 September – 15 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri 2 faktor yaitu pupuk kotoran ayam (a) dan pupuk ZA (z). Pupuk kotoran ayam dengan 3 taraf perlakuan (a1= 20 ton/ha, a2= 25 ton/ha, a3= 30 ton/ha) dan faktor kedua adalah pemberian pupuk ZA dengan 3 taraf perlakuan (z1= 150 kg/ha, z2= 250 kg/ha, z3= 350 kg/ha). Sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan   diulang sebanyak 3 kali setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah, dan diameter buah. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian pupuk kotoran ayam 25 ton/ha dengan pupuk za 250 kg/ha memberikan dosis terbaik terhadap variabel tinggi tanaman 3 MST, jumlah buah    per tanaman, berat buah pertanaman, dan berat buah per buah, sedangkan terhadap volume akar, tinggi tanaman 1 dan 2 MST, dan diameter buah memberikan respon yang sama pada tanaman tomat. 
PENGARUH PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL TANAMAN BAWANG MERAH pada TANAH GAMBUT M DENI; RADIAN RADIAN; IWAN SASLI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23495

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura multifungsi yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Tanah gambut berpotensi untuk perluasan areal budidaya tanaman bawang merah.  Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tanam tanaman bawang merah dihadapkan pada beberapa kendala terutama sifat kimia dan kandungan unsur hara yang rendah. Alternatif untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman pada tanah gambut yang kurang akan unsur hara yaitu dengan menambahkan bahan pupuk majemuk berupa NPK mutiara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk majemuk yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu dari tanggal 14 Juli – 14 Oktober 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk majemuk NPK mutiara dengan dosis 0,8, 1,6, 2,4, 3,2 dan 4 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk majemuk NPK mutiara dengan dosis 0,8 g/tanaman merupakan dosis yang terbaik dibandingkan dengan dosis lainnya. Kata Kunci : Bawang  merah, NPK mutiara, Tanah gambut  
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) DARI BEBERAPA VEGETASI LAHAN GAMBUT Nizari Muhtarom; Iwan Sasli; Fadjar Rianto
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v9i1.37721

Abstract

The West Kalimantan land is mostly dominated by marginal peat land types. The West Kalimantan peat swamp land has a very low pH, low nutrient availability, low base saturation, high nutrient washing rates, and even some of them are sandy soil which is in the lower layers. One way to utilize peat marginal land as an agricultural crop is by utilizing Arbuscular Mycorrhizal Fungi (FMA) as biological fertilizer inoculums. The stages of the research are the exploration of FMA from several root zone plants from two locations, Galang and Rasau Jaya Villages, then identification of FMA in the plant disease laboratory of Tanjungpura University's Faculty of Agriculture. The study was carried out for ± 3 months. The design used is by using purposive sampling method, with the number of sample points on three commodities, namely pineapple, fern and grass, each of 9 sample points. The results showed an analysis of the content of the number of FMA spores found in the highest root rooting zone found in the source of pineapple inoculums, with the number of FMA spores found as many as 96, with soil samples each of 50 g samples. Whereas the fern media amounted to 55, and the grass media amounted to 22. The highest level of FMA diversity was found in the treatment with the source of pineapple inoculum from Galang, with the discovery of three types of FMA namely genus Glomus sp, Gigaspora sp and Acaulospora sp. Keywords: arbuscular mycorrhizal fungi (AMF), exploration, marginal peat soi
Studi Komparasi Fungi Mikoriza Arbuskula Asal Dua Ekosistem pada Perbaikan Pertumbuhan dan Hasil Kembang Kol di Media Gambut Sasli, Iwan; Abdurrahman, Tatang
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 8 No 1 (2024): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v8i1.642

Abstract

The success factor in developing arbuscular mycorrhizae fungal (AMF) biofertilizers the source of propagules, which is determined by ecological factors. The compatibility between AMFs is important in deciding whether the biofertilizer produced can be used efficiently. The research aims to study and obtain location-specific AMF from two different ecosystems on the growth and yield of cauliflower plants with efficient fertilization. The research was conducted in Pontianak City, West Kalimantan, from June to November 2023. The research method used a completely randomized factorial design. The first factor is the ecosystem source of AMF propagules (without AMF, AMF from peat ecosystems, and AMF from dry land ecosystems). The second factor is the level of NPK fertilization (100%, 75%, 50%, and 25% of the recommended dose). The research results obtained show that the application of AMF from peat ecosystems and dry land as a biological fertilizer is able to support the efficiency of NPK fertilization in increasing the growth and yield of cauliflower plants up to a fertilizer level of 50% of the recommended dose.
PENGARUH PEMUPUKAN FOSFAT DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GABAH PADI HITAM DI SAWAH TADAH HUJAN Heny Kurnia, Nyemas; Sasli, Iwan; Wasian, Wasian
Jurnal Teknologi Pangan dan Industri Perkebunan (LIPIDA) Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/lipida.v1i1.1366

Abstract

Black rice (Oriza sativa.L) is one of the local varieties that has a high anthocyanin content within the pericarp layer of the seed, which contains nutritions that are important to health. Local black rice seed frequently empty with grain, caused by ineffective manure, especially potassium and phosphate. Utilization of rainfed areas for black rice cultivation can be done with balanced fertilization. This study aims to determine the effect of phosphate and potassium fertilization on the growth and production of black rice grain in rainfed areas. The study used a Completely Randomized Design (CRD) model with two factors, i.e KCl fertilizer factor consisting of four levels namely k0 without treatment, k1 = 20 g / plot, k2 = 40 g / plot, k3 = 60g / plot and the second factor was phosphate consisting of the four levels, i.e p0 without treatment, p1 = 20 g / plot, p2 = 40 g / plot, p3 = 60g / plot. Each treatment was repeated three times so that there were 48 experimental plot units. The results showed that there was an interaction between the treatments on the weight of 1000 grains while the application of potassium fertilizer significantly affected the number of productive tillers, harvested unhusked rice, milled unhusked rice and the weight of 1000 grains. The application of phosphate fertilizer only significantly affected the number of productive tillers with recommended doses 40g / plot because it gives a higher yield compared to the others in the number of 17.95 productive tillers
SERAPAN FOSFOR DAN PRODUKTIVITAS JAGUNG HIBRIDA PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DI TANAH ULTISOL Jaya, Ya’ Subahan; Sasli, Iwan; Ramadhan, Tris Haris
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4678

Abstract

Rice husk biochar applied to ultisol soil can increase soil fertility physically and chemically. The research aims to determine the role of rice husk biochar in increasing plant phosphorus uptake and its implications for hybrid corn productivity in ultisol soil. The research was conducted in Singkawang City, West Kalimantan, from July to November 2023. The research method was prepared using a one-factor randomized block design, namely without rice husk biochar, application of 6 tons ha-1 of rice husk biochar, and 10 tons ha-1 of rice husk biochar application. Each treatment was repeated 9 times. The results showed that the use of various doses of rice husk biochar on hybrid corn plants played a role in influencing the plant's ability to absorb phosphorus nutrients, increasing plant dry weight and root volume, with the best dose being 10 tons ha-1, but for variable plant yields the use of various doses Rice husk biochar obtained the same results.
Co-Authors Abdurrahman , Tatang Agus Hariyanti Agus Hariyanti Agus Ruliansyah Andi Maulana Fernando Apriyani, Wenny Aprizkiyandari, Siti Armiyarsih Aseng, Nehemia David Auliya, Kania Nur Ayu, Yulia Sri Bayu Martedy Adji Saroyo Budi Fitriani Cornelia Fitriani Credo, Owen Saputra Michael Darma Irawan Darussalam Darussalam Darussalam Darussalam, Darussalam Dini Anggorowati Dini Anggorowati Dini Anggorowati Diyanto Diyanto dwi zulfita Dwi Zulfita Eddy Santoso Edo Abdari Pratama Edy Syahputra Erlinda Yurisinthae Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Felisia Felisia Fibryadi, Dony Guido, Adrianus Halim, Bruari Hammamsyah, Harits Harini, Dini Heny Kurnia, Nyemas Iva Tifani JABPRI, PAULINUS Januaresty, Dzulsalina Jaya, Ya’ Subahan Kartini Kartini Klin, Sebastianus Arnaldi Jimes Lande, Fresh LICUNG LICUNG M DENI Maharani, Holitia Mahmudi Marselina Acing Maya dwiyanti Mega Sari Megantara, I Gede Meliasari, Meliasari Mubarok, Muhammad Syahri Muhammad Khaidir Rifani Muhammad Pramulya, Muhammad Mukhairani, Riska Putri Ngateman, Ngateman Nia Amrianti Ariesta Nizari Muhtarom Noviandry Isnaini Nur Arifin, Nur Nurjani NURMI KURNIATI Nyemas Heny Kurnia Ongki Aleksa Samson Parida, Parida Prasetyo, Riko Putri, Diva Amalia Iskandar Radian Radian Rahmawati, Stefani Rahmidiyani Rahmidiyani Ramadhan, dan Tris Haris Ratna Yulita Ridi, Egidius Erido Riki Warman Rini Susana Rosalina, Shinta Safriadi Setia Budi Sihite, Yustus Lasroha Siti Hadijah Sudarsono Sudirman Yahya Sudradjat , Sularto - Surachman Surachman Surachman Surachman Systena Feri Darmawanti Tantri Palupi Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman Tatang Abdurrahman, Tatang TRIS HARIS RAMADHAN Walanda, Nadia Warman, Riki WASI'AN, WASI'AN Wasian Wasian Wasian wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Wibisono, Erwin Wilis Widi Wilujeng Yadi Setiadi Yan Dalli Yohanes Wahyudi Zulfika Apriaji Anugrah Pratama