Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kajian Etnolinguistik Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Lintas Budaya Eropa Romadhon, Sahrul; Bambang Yulianto; Mulyono, Mulyono; Soepardjo, Djodjok; Agusniar Dian Savitri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.20558

Abstract

This research stems from the need for Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), which not only emphasizes linguistic aspects but also promotes cultural integration in a cross-cultural context, particularly in Europe. This study aims to analyze the integration of Indonesian linguistic and cultural aspects in the process of cross-cultural BIPA learning in Europe, as well as how the cultural elements of each learner contribute to their language skills outcomes. The research method employed is a descriptive qualitative approach, with data collection primarily conducted through online classroom observation and analysis of learners' language skills. The results show that there is integration of each learner's culture in the results of their language skills. In speaking and writing skills, learners not only use Indonesian vocabulary and language structures, but also adapt expressions, communication styles, and cultural values from their home countries to the Indonesian context. In reading and listening skills, learners are able to interpret cultural meanings in texts and audio, while comparing them with their own cultural experiences. Cultural integration in learning is a study that offers a new perspective on how intercultural competence can be systematically built through pedagogical designs that are sensitive to the socio-cultural context of learners, as well as providing practical implications for the development of BIPA learning that is more adaptive, inclusive, and effective in improving cross-cultural communication success.
Taksonomi Fungsi Lanskap Linguistik Taman Ayodia dan Taman Puring Jakarta Selatan Hilda Hilaliyah; Mulyono Mulyono; Mintowati Mintowati; Agusniar Dian Savitri; Djodjok Soepardjo
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.7063

Abstract

Ayodia Park and Puring Park are one of the parks located in DKI Jakarta. In the park there are many linguistic landscapes that can be studied and analyzed in the midst of English globalization. The Indonesian language is present as the national language for the development and education it deserves. This research aims to study the use of language for markers on two parks in the Capital viewed from information and symbolic functions. This method of research is qualitatively descriptive using the approaches of Spolsky and Coper (1997) as well as Landry and Bourhis (1991). The results of the research showed that the use of markers in Ayodia Park and South Jakarta Puring Park has several boards, namely officials, zone labels, regulations, ban boards and warning boards. These boards use a variety of materials, ranging from cement, zinc, fiber, posters with a combination of attractive colors, like red, white, green, orange, and yellow. The language used is mostly Indonesian, there are also some monolinguistic and bilingual boards. From the overall analysis it is known that of several elements of LL Sapolsky and Cooper namely (1) street signs, (2) advertising signes, (3) warnings and prohibitions, (4) the names of buildings, (5) information sign, (6) warning sign, (7) objects, and (8) graffiti used in Puring Park and Ayodya Park. These eight elements have very important functions and utilities for the users of the public area, that is, the general public. By using and managing these linguistic landscape elements well, parks like Puring Park and Ayodya Park can be a pleasant, informative, and safe environment for its visitors. AbstrakTaman Ayodia dan Taman Puring adalah salah satu taman yang terletak di DKI Jakarta. Dalam taman terdapat banyak lanskap linguistik yang dapat dikaji dan dianalisis di tengah pengglobalisasian bahasa Inggris. Bahasa Indonesia hadir sebagai bahasa nasional untuk pembangunan dan pendidikan yang sudah sepatutnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan bahasa untuk papan penanda pada dua taman di Ibu Kota dilihat dari fungsi informasi dan simbolik. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan Spolsky dan Coper (1997) serta Landry dan Bourhis (1991). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan papan penanda di Taman Ayodia dan Taman Puring Jakarta Selatan terdapat beberapa papan, yaitu papan peresmian, papan tanda pelabelan zona area, papan peraturan, papan larangan, dan papan peringatan. Papan ini menggunakan berbagai material, mulai dari semen, seng, fiber, poster dengan kombinasi warna-warna yang mengundang atensi, seperti merah, putih, hijau, orange, dan kuning. Bahasa yang digunakan lebih banyak berbahasa Indonesia, ada pula beberapa papan yang monolinguistik dan bilingual. Dari keseluruhan analisis diketahui bahwa dari beberapa elemen LL Sapolsky dan Cooper yaitu (1) tanda jalan, (2) tanda iklan, (3) peringatan dan larangan, (4) nama-nama gedung, (5) tanda informasi, (6) tanda peringatan, (7) objek, dan (8) grafiti digunakan di Taman Puring dan Taman Ayodya. Kedelapan elemen ini memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat penting bagi pengguna area publik yaitu masyarakat luas. Dengan memanfaatkan dan mengelola elemen-elemen lanskap linguistik ini dengan baik, taman seperti Taman Puring dan Taman Ayodya dapat menjadi lingkungan yang menyenangkan, informatif, dan aman bagi pengunjungnya.
Analisis Hubungan Teknik Humor Dengan Pelanggaran Prinsip Kerjasama Dalam Anime Komedi Gekkan Shoujo Nozaki-Kun Karya Izumi Tsubaki Ivana Jemima S; Djodjok Soepardjo; Roni, M.Hum
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara teknik humor Berger dan pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam anime komedi Gekkan Shoujo Nozaki-kun karya Izumi Tsubaki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode padan pragmatis dan metode agih. Sumber data berupa tuturan dan percakapan yang terdapat dalam episode 1–12 anime Gekkan Shoujo Nozaki-kun. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, simak bebas cakap, teknik catat, dan teknik pilah unsur penentu, kemudian dianalisis menggunakan metode padan dan agih dengan teknik hubung banding. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 233 data yang mengandung teknik humor Berger, dengan teknik yang paling dominan adalah misunderstanding sebanyak 49 data, sedangkan puns dan sarcasm tidak ditemukan. Selain itu, ditemukan 133 data yang mengandung pelanggaran prinsip kerja sama Grice, yang terdiri atas pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, pertalian, dan cara, dengan pelanggaran maksim kuantitas sebagai bentuk yang paling dominan. Penelitian ini juga menemukan 80 data yang menunjukkan keterkaitan antara teknik humor dan pelanggaran prinsip kerja sama. Teknik humor misunderstanding merupakan bentuk yang paling sering muncul bersamaan dengan pelanggaran maksim, menunjukkan bahwa ketidaksesuaian makna dan konteks percakapan menjadi salah satu sumber utama pembentukan efek humor dalam anime tersebut.
Hubungan Majas Perbandingan dan Citraan dalam Album Hajimete no EP Yoasobi oleh Ayase: Kajian Stilistika Erika Selphie Damayanti; Ina Ika Pratita; Miftachul Amri; Djodjok Soepardjo; Parastuti Parastuti
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i1.12156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara majas perbandingan dengan citraan dalam album Hajimete no EP karya Yoasobi. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif non-interaktif dengan teknik simak-catat dan studi pustaka. Instrumen yang digunakan adalah alat perekam berupa aplikasi atau platform streaming music online dan alat tulis. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori stilistika yang digunakan adalah teori Nurgiyantoro (2022) tentang hubungan antara majas perbandingan dan citraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 data dan 5 hubungan yang ditemukan. 3 data dari lagu Seventeen, 5 data dari lagu Umi no Manimani, dan 3 data dari lagu Mister. Hubungan yang ditemukan bertujuan untuk mengkonkretkan sesuatu yang abstrak; untuk menghidupkan penuturan agar mudah dipahami; untuk memperindah penuturan agar lebih mengesankan; penggunaan majas perbandingan dapat memperkuat citraan; dan penggunaan majas perbandingan dan citraan dapat menekankan dan mengintensifkan penuturan. Hubungan antara majas perbandingan dan citraan yang paling banyak ditemukan adalah antara majas perbandingan simile, personifikasi dengan citraan visual. Keduanya berfungsi untuk menegaskan perasaan, memudahkan pemahaman, dan efek estetika.
Inovasi Pembelajaran Membaca Bahasa Jepang (Dokkai) melalui Penerapan Task-Based Language Teaching (TBLT) Berbasis Digital Amira Agustin Kocimaheni; Djodjok Soepardjo; Didik Nurhadi; Him'mawan Adi Nugroho; Lispridona Diner
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21646

Abstract

This article aims to identify the characteristics of the TBLT approach and its potential integration in learning to read Japanese (dokkai); describe the digitization of learning that can support the effectiveness of TBLT in Japanese reading skills (dokkai); and prepare a conceptual design for the implementation of digital-based TBLT that can be implemented in the context of dokkai learning in higher education. Using a conceptual research approach and literature review, this article provides a theoretical basis and direction for the implementation of digital task-based reading learning. The results show that in the context of dokkai, tasks designed according to the characteristics of the TBLT approach can be activities such as responding to Japanese news by making personal opinions, compiling a summary of a group reading, comparing two informational texts, or compiling a concept map based on the content of the reading. Then the use of digital technology is able to strengthen the implementation of TBLT, especially in the context of reading learning. Technology allows students to access authentic texts in multimodal form (text, videos, infographics), process information collaboratively, and express the results of understanding in creative formats such as blogs, podcasts, or videos. Furthermore, a conceptual model for the application of digital-based TBLT in dokkai learning in higher education was formulated. The model includes five main components: (1) authentic reading task selection, (2) integration of task support technologies, (3) collaboration in task completion, (4) reflection and metacognition, and (5) formative feedback.
Analisis Hubungan Teknik Humor Dengan Pelanggaran Prinsip Kerjasama Dalam Anime Komedi Gekkan Shoujo Nozaki-Kun Karya Izumi Tsubaki Ivana Jemima S; Djodjok Soepardjo; Roni, M.Hum
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara teknik humor Berger dan pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam anime komedi Gekkan Shoujo Nozaki-kun karya Izumi Tsubaki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode padan pragmatis dan metode agih. Sumber data berupa tuturan dan percakapan yang terdapat dalam episode 1–12 anime Gekkan Shoujo Nozaki-kun. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, simak bebas cakap, teknik catat, dan teknik pilah unsur penentu, kemudian dianalisis menggunakan metode padan dan agih dengan teknik hubung banding. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 233 data yang mengandung teknik humor Berger, dengan teknik yang paling dominan adalah misunderstanding sebanyak 49 data, sedangkan puns dan sarcasm tidak ditemukan. Selain itu, ditemukan 133 data yang mengandung pelanggaran prinsip kerja sama Grice, yang terdiri atas pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, pertalian, dan cara, dengan pelanggaran maksim kuantitas sebagai bentuk yang paling dominan. Penelitian ini juga menemukan 80 data yang menunjukkan keterkaitan antara teknik humor dan pelanggaran prinsip kerja sama. Teknik humor misunderstanding merupakan bentuk yang paling sering muncul bersamaan dengan pelanggaran maksim, menunjukkan bahwa ketidaksesuaian makna dan konteks percakapan menjadi salah satu sumber utama pembentukan efek humor dalam anime tersebut.
Kajian Etnolinguistik Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Lintas Budaya Eropa Sahrul Romadhon; Bambang Yulianto; Mulyono Mulyono; Djodjok Soepardjo; Agusniar Dian Savitri
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.20558

Abstract

This research stems from the need for Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), which not only emphasizes linguistic aspects but also promotes cultural integration in a cross-cultural context, particularly in Europe. This study aims to analyze the integration of Indonesian linguistic and cultural aspects in the process of cross-cultural BIPA learning in Europe, as well as how the cultural elements of each learner contribute to their language skills outcomes. The research method employed is a descriptive qualitative approach, with data collection primarily conducted through online classroom observation and analysis of learners' language skills. The results show that there is integration of each learner's culture in the results of their language skills. In speaking and writing skills, learners not only use Indonesian vocabulary and language structures, but also adapt expressions, communication styles, and cultural values from their home countries to the Indonesian context. In reading and listening skills, learners are able to interpret cultural meanings in texts and audio, while comparing them with their own cultural experiences. Cultural integration in learning is a study that offers a new perspective on how intercultural competence can be systematically built through pedagogical designs that are sensitive to the socio-cultural context of learners, as well as providing practical implications for the development of BIPA learning that is more adaptive, inclusive, and effective in improving cross-cultural communication success.