Claim Missing Document
Check
Articles

Trend Pertumbuhan dan Keragaman Genetik pada Plot Uji Keturunan Araucaria Cunninghamii di Bondowoso, Jawa Timur Setiadi, Dedi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.337 KB)

Abstract

Plot uji keturunan Araukaria (Araucaria cuninghamii Aiton ex D.Don) dibangun di Bondowoso, JawaTimur, dengan menggunakan 6 provenansi yaitu; Serui, Wamena, Manokwari, Jayapura, Queensland danFak-fak. Plot uji keturunan tersebut didesain menggunakan rancangan acak lengkap berblok (RandomizedComplete Block Design) yang terdiri dari 80 famili, 4 blok, 4 pohon per plot dengan jarak tanam 4 m x 2 m. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui trend pertumbuhan dan keragaman genetik ujiketurunan A.cunninghamii pada umur 6, 12, 18, 24 bulan setelah penanaman. Analisis varians digunakanuntuk mengetahui pengaruh famili terhadap sifat tinggi dan diameter. Selanjutnya komponen varians padamasing-masing sifat digunakan untuk menaksir nilai heritabilitas dan korelasi genetik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat keragaman genetik antar famili secara nyata seiring dengan bertambahnyaumur tanaman, pada umur 6, 12, 18, 24 bulan rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman sebesar (49,88 cm ;83,85 cm ; 165,07 cm ; 237,47 cm), diameter tanaman (7,56 mm ; 13,73 mm ; 21,47 mm ; 35,82 mm)sedangkan taksiran nilai heritabilitas individu (h2i) untuk sifat tinggi (0,43 ; 0,28 ; 0,19 ; 0,25), sifatdiameter (0,38 ; 0,30 ; 0,30 ; 0,36), taksiran nilai heritabilitas famili (h2f) untuk sifat tinggi (0,68 ; 0,58; 0,42 ; 0,52), sifat diameter (0,57 ; 0,55 ; 0,57 ; 0,64). Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh genetik padakedua sifat tersebut pada level individu dan level famili adalah sedang pada awal pertumbuhan tanaman.Nilai korelasi genetik antar sifat tinggi dan diameter cukup kuat dan positip (rg= 0,45 ; 0,78 ; 0,80 dan0,75).
Upaya Pembangunan Kebun Benih Semai Uji Keturunan Gmelina arborea Roxb dan Evaluasi Awal Keragaman Pertumbuhan Umur 6 Bulan Di Trenggalek, Jawa Timur Setiadi, Dedi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.555 KB)

Abstract

Kebutuhan benih jati putih (Gmelina arborea Roxb) terus meningkat, sering dengan bertambah luasnya hutan tanaman jati putih di Indonesia. Sementara itu, keberadaan benih jati putih berkualitas untuk meningkatkan produktivitasnya masih terbatas. Salah salah satu kegiatan penelitian dalam rangka menghasilkan benih jati putih bergenetik baik dan unggul, telah dilakukan oleh Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta melalui pembangunan Kebun Benih Semai Uji Keturunan Gmelina arborea di Trenggalek, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi awal keragaman kinerja pertumbuhan kebun benih uji keturunan sumber asal benih Gmelina arborea sampai dengan umur 6 bulan di lapangan. Kebun benih ini didisain menggunakan rancangan Incomplete Block Design (IBD) yang terdiri dari 5 sumber asal benih yaitu ; Bondowoso (Jawa Timur), Bantul (Jawa Tengah), Ketapang (Lampung Selatan), Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Bogor (Jawa Barat) dengan 50 famili, 6 replikasi, 3 pohon per plot (treeplot) dan jarak tanam 4 x 3 m. Parameter yang diamati adalah persen hidup, pertumbuhan tinggi dan diameter batang. Hasil analisisa samapai umur 6 bulan di lapangan.menunjukkan bahwa persen hidup rerata jati putih berkisar antara 96,09 % sampai dengan 99,06 %, dengan persen hidup terbaik ditunjukkan oleh sumber asal benih dari Lombok (Nusa Tenggara Barat). Pertumbuhan rerata tinggi batang mencapai 106,07 cm dan diameter batang 0,97 mm, dengan sifat tinggi dan diameter batang terbaik dicapai sumber asal benih dari Ketapang (Lampung Selatan).
Sumber Asal Benih Tengkawang (Shorea spp.) untuk Konservasi dan Komoditas Masyarakat Sekitar Hutan Setiadi, Dedi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.051 KB)

Abstract

Tengkawang adalah salah satu jenis tumbuhan khas Kalimantan Barat yang biasanya tumbuh di kawasan hutan, secara ilmiah dinamakan Shorea sp, termasuk dalam keluarga tumbuhan Dipterocarpaceae. Ciri utama dari famili ini adalah adanya sayap pada buah yang berfungsi sebagai alat penyebaran benih. Tengkawang juga memiliki banyak manfaat, yaitu biji tengkawang merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang penting sebagai bahan baku lemak nabati yang bernilai tinggi pengganti coklat yang dapat dimanfaatkan dalam industri kosmetik dan kayunya dimanfaatkan sebagai bahan industri kayu lapis maupun industri kayu gergajian. Kerusakan habitatnya disebakan karena kebakaran hutan, perambahan hutan, dan penebangan liar, oleh karena itu konservasi untuk upaya penyelamatan dan mendukung program pemuliaan jenis-jenis shorea penghasil tengkawang menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terhadap sumber asal benih yang lebih produktif dimana jenis shorea penghasil tengkawang (S. macrophylla, S. gybertsiana, S. stenoptera, S. pinanga) dikembangkan serta menambah komoditas masyarakat sekitar hutan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD) menggunakan 4 sumber asal benih (1.Gunung Bunga-Kalimantan Barat; 2. Sungai Runtin-Kalimantan Barat; 3. Bukit Baka-Kalimantan Tengah, dan 4. Haurbentes-Jawa Barat), dengan 4 ulangan, 25 pohon per plot dan jarak tanam 5 x 5 meter. Variabel penelitian yang diamati adalah persen hidup, pertumbuhan dan beberapa parameter genetik. Hasil analisis menunjukkan rerata persen hidup tanaman sampai umur 18 bulan sebesar 75,11% berkisar antara 69,84% sampai dengan 84,29%, sedangkan hasil analisis varians terhadap tinggi tanaman dan diameter batang menunjukkan berbeda nyata. Pertumbuhan rerata tinggi tanaman mencapai 86,69 cm dan diameter batang 11,21 mm. Taksiran nilai heritabilitas famili dan individu untuk tinggi secara berurutan adalah (h2f = 0,58 ; h2i = 0,34) dan diameter (h2f = 0,69 ; h2i = 0,37) termasuk klasifikasi tinggi. Korelasi genetik antara sifat tinggi dan diameter cukup kuat sebesar (rg = 0,96). Pada analisis awal jenis shorea penghasil tengkawang (S. macrophylla, S. pinanga dan S. stenoptera) dari ras lahan Haurbentes (Jabar) menunjukkan pertumbuhan terbaik.
PEMBERDAYAAN WANITA DESA PAGAR KAYA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MI UBI UNGU UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KELUARGA Nasrullah, Abdi; Setiadi, Dedi; Rosmawati, Henni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4964-4970

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan pembuatan mie ubi ungu dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan memberdayakan perempuan di Desa Pagar Kaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-test post-test dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah kelompok perempuan yang aktif dalam kegiatan kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi mie ubi ungu setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, kualitas produk mie ubi ungu yang dihasilkan juga mengalami peningkatan. Secara ekonomi, pelatihan ini berhasil meningkatkan pendapatan keluarga peserta secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan mie ubi ungu merupakan salah satu upaya yang efektif dalam memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan. Sebagai implikasi, perlu dilakukan replikasi program serupa di desa-desa lain dengan potensi sumber daya alam yang serupa.
PEMANFAATAN IOT JERAMI PADI-KOPI UNTUK BUDIDAYA JAMUR MERANG (JADI-JARANG) PAADA KELOMPOK TANI TUNAS BARU Masdalipa, Risnaini masda; Setiadi, Dedi; Edowinsyah, Edowinsyah
FORDICATE Vol 4 No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Multi Data Palembang, Fakultas Ilmu Komputer dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/fordicate.v4i3.13546

Abstract

Agricultural residues such as rice straw and coffee husks are often underutilized, despite their potential as cultivation media for straw mushroom (Volvariella volvacea). This study aimed to develop a rice straw–coffee husk-based cultivation model (Jadi-Jarang) within the Tunas Baru Farmer Group to promote business diversification, increase farmers’ income, and encourage environmentally friendly waste management. The cultivation process included media preparation, fermentation, spawn inoculation, mushroom house maintenance, harvesting, and post-harvest handling. Evaluations were carried out on mycelium growth, mushroom productivity, product quality, and socio-economic impacts. Results indicated that the combination of rice straw and coffee husks effectively supported mushroom growth, with evenly distributed mycelium, relatively short harvesting time (14–18 days), and fresh mushrooms of high market value. Moreover, this initiative enhanced farmers’ skills, reduced agricultural waste, and provided additional income. Therefore, the rice straw–coffee husk model offers both economic benefits and sustainable farming practices based on zero waste farming, making it a promising approach for farmer groups.
Clinical audit of medical records based on clinical pathway: case study Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Sugiarti, Ida; Setiadi, Dedi; Junaedi, Fadil Ahmad; Wahyuni, Ida
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.3436

Abstract

Background: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a common condition in adult men with a prevalence exceeding 50% by the age of ≥ 60 years. BPH causes symptoms of lower urinary tract infection, which reduces the quality of life and increases the burden of health services through visits, examinations, and medical interventions. BPH service practices still vary between health services, and medical records are still inconsistent and often deviate from clinical guidelines Objective: To examine the implementation of the BPH clinical pathway (CP) through clinical audit and explore its inhibiting factors. Methods: Qualitative research with a case study design in one regional referral service center. Data were collected through three triangulation sources: (1) observation of medical audits of 63 BPH patients' medical records, (2) in-depth interviews with 12 health workers (doctors and nurses), and (3) policy documents related to CP. Thematic analysis was carried out iteratively to identify patterns of CP non-conformity and implementation barriers. Results: Thirty-five percent of medical records did not meet CP criteria. Key obstacles included low awareness of the CP among healthcare workers, limited clinical time, and lack of integration of health information systems. Conclusion: The implementation of the BPH clinical pathway remains hindered by clinical and systemic factors. Evidence-based CP provides strategic solutions to improve service consistency and quality, but supporting policies, ongoing training, and integration of information systems are needed to optimize its application.
Co-Authors Akbar, Prima Soultoni Amany, Fadhila Azhar Amin Sakaria, Muhammad Annisa, Nabila Nur Arief, Riskal Arif, Alfis Asri Insiana Putri bayu pamungkas Budi Leksono Edowinsyah, Edowinsyah Effendi, Muhammad Ridwan Eko Pujiono Eliza Eliza Esmeralda, Gracia Nadya Fadillah, Agung Fadly, Fery Fauzan, Yusuf Sigit Ahmad Fauzi, Mohamad Anis Fauzi, Mohammad Anis Febrianto Febrianto, Febrianto Fitriani, Novita Fitriansyah, Ahmad Gusmaliza, Debi Hamdan Adma Adinugraha Hapzi Ali Harahap, Irma Suryani Haryono, Yudhie Hasna, Tri Maria Ida Sugiarti Ida Wahyuni ILG Nurtjahjaningsih, ILG Imas Masturoh Iskandar, Riadho Julfia, Fenty Tristanti Junaedi, Fadil Ahmad Liliana Baskorowati Masdalipa, Risnaini masda Mashudi Mashudi Mashudi Mohammad Ikhsan Saputro, Mohammad Ikhsan Mubarok, Royhan Ibnu Muchtar, Asyari Mudji Susanto Mursid, Asep Nabilah, Lily Narji, Mohammad Nasrullah, Abdi Nurtjahjaningsih, Ida Luh Gede Oktaria, Anik Paryanti, Atik Budi Pertiwi, Santhi Puspita, Desi Radiati, Ani Rano Agustino Rifqi, Agven Muharis Rina Laksmi Hedrati Rina Laksmi Hendrati Rizal, Agus Rosmawati, Henni Rossa, Mohamad Adila S. Sugiharto Sari, Fajar Yunita Sasmita Sasmita Satryawati, Eka Sinaga, Fius Bryan Nigel M. Sondang Sibuea Sopian, Abu Sugeng Pudjiono, Sugeng Suhenda, Andi Sukawan, Ari Sumardi Sumardi . Sunaryo, Yaya Suryani Kurniasih, Dewi Lena Suryani Suryatno, Agung Sutrisno, Sutrisno Syahri, Riduan Tata Sutabri Tri Rini Nuringtyas Ulfah Fauziah Umam, Ahmad Chatibul Untoro, Ari Bayu Wahyuni, Tariska Desri Wibisono, Mochamat Gunawan Widyahastuti, Febrianti Wirabuana, Pandu Yudha Adi Putera Wulandari, Robeca Yogi Isro Mukti, Yogi Isro Yohanes Bowo Widodo Zulkarnain, Muhammad Haris