Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Pembangunan Kebun Benih Semai Uji Keturunan Gmelina arborea Roxb dan Evaluasi Awal Keragaman Pertumbuhan Umur 6 Bulan Di Trenggalek, Jawa Timur Setiadi, Dedi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.555 KB)

Abstract

Kebutuhan benih jati putih (Gmelina arborea Roxb) terus meningkat, sering dengan bertambah luasnya hutan tanaman jati putih di Indonesia. Sementara itu, keberadaan benih jati putih berkualitas untuk meningkatkan produktivitasnya masih terbatas. Salah salah satu kegiatan penelitian dalam rangka menghasilkan benih jati putih bergenetik baik dan unggul, telah dilakukan oleh Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta melalui pembangunan Kebun Benih Semai Uji Keturunan Gmelina arborea di Trenggalek, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi awal keragaman kinerja pertumbuhan kebun benih uji keturunan sumber asal benih Gmelina arborea sampai dengan umur 6 bulan di lapangan. Kebun benih ini didisain menggunakan rancangan Incomplete Block Design (IBD) yang terdiri dari 5 sumber asal benih yaitu ; Bondowoso (Jawa Timur), Bantul (Jawa Tengah), Ketapang (Lampung Selatan), Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Bogor (Jawa Barat) dengan 50 famili, 6 replikasi, 3 pohon per plot (treeplot) dan jarak tanam 4 x 3 m. Parameter yang diamati adalah persen hidup, pertumbuhan tinggi dan diameter batang. Hasil analisisa samapai umur 6 bulan di lapangan.menunjukkan bahwa persen hidup rerata jati putih berkisar antara 96,09 % sampai dengan 99,06 %, dengan persen hidup terbaik ditunjukkan oleh sumber asal benih dari Lombok (Nusa Tenggara Barat). Pertumbuhan rerata tinggi batang mencapai 106,07 cm dan diameter batang 0,97 mm, dengan sifat tinggi dan diameter batang terbaik dicapai sumber asal benih dari Ketapang (Lampung Selatan).
Sumber Asal Benih Tengkawang (Shorea spp.) untuk Konservasi dan Komoditas Masyarakat Sekitar Hutan Setiadi, Dedi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.051 KB)

Abstract

Tengkawang adalah salah satu jenis tumbuhan khas Kalimantan Barat yang biasanya tumbuh di kawasan hutan, secara ilmiah dinamakan Shorea sp, termasuk dalam keluarga tumbuhan Dipterocarpaceae. Ciri utama dari famili ini adalah adanya sayap pada buah yang berfungsi sebagai alat penyebaran benih. Tengkawang juga memiliki banyak manfaat, yaitu biji tengkawang merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang penting sebagai bahan baku lemak nabati yang bernilai tinggi pengganti coklat yang dapat dimanfaatkan dalam industri kosmetik dan kayunya dimanfaatkan sebagai bahan industri kayu lapis maupun industri kayu gergajian. Kerusakan habitatnya disebakan karena kebakaran hutan, perambahan hutan, dan penebangan liar, oleh karena itu konservasi untuk upaya penyelamatan dan mendukung program pemuliaan jenis-jenis shorea penghasil tengkawang menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terhadap sumber asal benih yang lebih produktif dimana jenis shorea penghasil tengkawang (S. macrophylla, S. gybertsiana, S. stenoptera, S. pinanga) dikembangkan serta menambah komoditas masyarakat sekitar hutan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD) menggunakan 4 sumber asal benih (1.Gunung Bunga-Kalimantan Barat; 2. Sungai Runtin-Kalimantan Barat; 3. Bukit Baka-Kalimantan Tengah, dan 4. Haurbentes-Jawa Barat), dengan 4 ulangan, 25 pohon per plot dan jarak tanam 5 x 5 meter. Variabel penelitian yang diamati adalah persen hidup, pertumbuhan dan beberapa parameter genetik. Hasil analisis menunjukkan rerata persen hidup tanaman sampai umur 18 bulan sebesar 75,11% berkisar antara 69,84% sampai dengan 84,29%, sedangkan hasil analisis varians terhadap tinggi tanaman dan diameter batang menunjukkan berbeda nyata. Pertumbuhan rerata tinggi tanaman mencapai 86,69 cm dan diameter batang 11,21 mm. Taksiran nilai heritabilitas famili dan individu untuk tinggi secara berurutan adalah (h2f = 0,58 ; h2i = 0,34) dan diameter (h2f = 0,69 ; h2i = 0,37) termasuk klasifikasi tinggi. Korelasi genetik antara sifat tinggi dan diameter cukup kuat sebesar (rg = 0,96). Pada analisis awal jenis shorea penghasil tengkawang (S. macrophylla, S. pinanga dan S. stenoptera) dari ras lahan Haurbentes (Jabar) menunjukkan pertumbuhan terbaik.
PEMBERDAYAAN WANITA DESA PAGAR KAYA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MI UBI UNGU UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KELUARGA Nasrullah, Abdi; Setiadi, Dedi; Rosmawati, Henni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4964-4970

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan pembuatan mie ubi ungu dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan memberdayakan perempuan di Desa Pagar Kaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-test post-test dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah kelompok perempuan yang aktif dalam kegiatan kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi mie ubi ungu setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, kualitas produk mie ubi ungu yang dihasilkan juga mengalami peningkatan. Secara ekonomi, pelatihan ini berhasil meningkatkan pendapatan keluarga peserta secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan mie ubi ungu merupakan salah satu upaya yang efektif dalam memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan. Sebagai implikasi, perlu dilakukan replikasi program serupa di desa-desa lain dengan potensi sumber daya alam yang serupa.
PEMANFAATAN IOT JERAMI PADI-KOPI UNTUK BUDIDAYA JAMUR MERANG (JADI-JARANG) PAADA KELOMPOK TANI TUNAS BARU Masdalipa, Risnaini masda; Setiadi, Dedi; Edowinsyah, Edowinsyah
FORDICATE Vol 5 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Multi Data Palembang, Fakultas Ilmu Komputer dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/fordicate.v4i3.13546

Abstract

Agricultural residues such as rice straw and coffee husks are often underutilized, despite their potential as cultivation media for straw mushroom (Volvariella volvacea). This study aimed to develop a rice straw–coffee husk-based cultivation model (Jadi-Jarang) within the Tunas Baru Farmer Group to promote business diversification, increase farmers’ income, and encourage environmentally friendly waste management. The cultivation process included media preparation, fermentation, spawn inoculation, mushroom house maintenance, harvesting, and post-harvest handling. Evaluations were carried out on mycelium growth, mushroom productivity, product quality, and socio-economic impacts. Results indicated that the combination of rice straw and coffee husks effectively supported mushroom growth, with evenly distributed mycelium, relatively short harvesting time (14–18 days), and fresh mushrooms of high market value. Moreover, this initiative enhanced farmers’ skills, reduced agricultural waste, and provided additional income. Therefore, the rice straw–coffee husk model offers both economic benefits and sustainable farming practices based on zero waste farming, making it a promising approach for farmer groups.
Clinical audit of medical records based on clinical pathway: case study Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Sugiarti, Ida; Setiadi, Dedi; Junaedi, Fadil Ahmad; Wahyuni, Ida
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.3436

Abstract

Background: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a common condition in adult men with a prevalence exceeding 50% by the age of ≥ 60 years. BPH causes symptoms of lower urinary tract infection, which reduces the quality of life and increases the burden of health services through visits, examinations, and medical interventions. BPH service practices still vary between health services, and medical records are still inconsistent and often deviate from clinical guidelines Objective: To examine the implementation of the BPH clinical pathway (CP) through clinical audit and explore its inhibiting factors. Methods: Qualitative research with a case study design in one regional referral service center. Data were collected through three triangulation sources: (1) observation of medical audits of 63 BPH patients' medical records, (2) in-depth interviews with 12 health workers (doctors and nurses), and (3) policy documents related to CP. Thematic analysis was carried out iteratively to identify patterns of CP non-conformity and implementation barriers. Results: Thirty-five percent of medical records did not meet CP criteria. Key obstacles included low awareness of the CP among healthcare workers, limited clinical time, and lack of integration of health information systems. Conclusion: The implementation of the BPH clinical pathway remains hindered by clinical and systemic factors. Evidence-based CP provides strategic solutions to improve service consistency and quality, but supporting policies, ongoing training, and integration of information systems are needed to optimize its application.
Analysis of the Success of the Artificial Insemination Program in Peranakan Ongole Cattle in Purwodadi Dalam Village, South Lampung: Analysis of the Success of the Artificial Insemination Program in Peranakan Ongole Cattle in Purwodadi Dalam Village, South Lampung Setiadi, Dedi; Herdiansah, Riko; Suhadi, Miki; Asek, Ambo; Chotimah, Anida Chusnul
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/s7mq9n41

Abstract

Inseminasi Buatan (IB) adalah teknologi reproduksi yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sapi potong, khususnya sapi Ongole Crossbred (PO). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi PO di Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini dilakukan dari November hingga Desember 2025 dan melibatkan 30 peternak sapi sebagai responden dengan total 98 ekor sapi PO sebagai objek penelitian. Metode survei diterapkan dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangan, didukung oleh data sekunder dari studi literatur. Keberhasilan inseminasi buatan dievaluasi menggunakan indikator Service per Conception (S/C) dan Conception Rate (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Service per Conception (S/C) adalah 1,48, menunjukkan efisiensi reproduksi yang baik, karena kurang dari dua kali inseminasi diperlukan untuk mencapai satu kehamilan. Tingkat Pembuahan (CR) adalah 60,27%, artinya lebih dari setengah sapi yang diinseminasi hamil setelah inseminasi pertama, yang masih dalam standar yang dapat diterima untuk sistem pertanian skala kecil. Keberhasilan inseminasi buatan dipengaruhi oleh ketepatan waktu inseminasi, kemampuan petani untuk mendeteksi estrus, kompetensi inseminator, kondisi fisiologis sapi, dan praktik manajemen ternak. Kesimpulannya, implementasi inseminasi buatan pada sapi PO di daerah penelitian dapat dianggap efektif dan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas sapi potong secara berkelanjutan.
Hotspot Management Training Using Mikrotik RouterBoard to Support Independent Internet Access for the Community Setiadi, Dedi; Syahri, Riduan; Febriansyah; Gusmaliza, Debi; Masdalipa, Risnaini
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1015

Abstract

Currently, the internet has become one of the basic needs for society, one of which is in the field of education. Where many students or college students are constrained in participating in learning or searching for materials due to internet access constraints, so hotspot creation training is needed. The creation of this hotspot aims to ensure that all activities that require internet access can run smoothly. The training is carried out through community service activities as a solution to problems that occur in the community. The stages of implementing this community service consist of 4 (four) stages, namely the first stage of preparation by conducting surveys and interviews, the second stage of training implementation is carried out by delivering materials and practicing hotspot creation, the third stage is an evaluation by giving questionnaires to participants to determine the understanding of each participant, and the fourth stage is making reports and publications as outputs of community service activities. Based on the evaluation that has been carried out, it is known that the level of understanding and knowledge of the training participants has increased significantly. Before participating in the training, only 50% of participants knew about computer networks, increasing to 95%. Before participating in the training, only 5% of participants had ever created a hotspot with a Mikrotik router board, increasing to 90%. Before participating in the training, only 5% of participants were able to configure Mikrotik, increasing to 90%. Before the training, only 5% of participants were able to create a hotspot using a Mikrotik router board, increasing to 80%. Before the training, only 50% of participants understood the functions of the internet and hotspot, increasing to 95% after the training
SOSIALISASI PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DAN PENDAMPINGAN AKTIVASI FITUR-FITUR CATATAN KESEHATAN PRIBADI PADA APLIKASI SATU SEHAT MOBILE Iman, Arief Tarmansyah; Barsasella, Diana; Setiadi, Dedi; Sukawan, Ari; Wahyuni, Ida; Puspitasari, Neli
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 6 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v6i1.175

Abstract

SATUSEHAT Mobile merupakan aplikasi kesehatan masyarakat yang berfungsi sebagai sumber informasi dan akses layanan kesehatan terpercaya. Beberapa fitur utama SATUSEHAT Mobile meliputi Rekam Medis Elektronik (RME), akses sertifikat imunisasi anak dan vaksinasi, pengingat jadwal minum obat, pencatatan informasi kesehatan pribadi, serta akses resume rekam medis. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi mengenai aplikasi ini. Hal ini juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut, di mana petugas puskesmas belum dapat secara optimal memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai SATUSEHAT Mobile ini. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam instalasi, menggunakan, serta memanfaatkan fitur rekam medis elektronik dan fitur pencatatan kesehatan personal dalam aplikasi SATUSEHAT Mobile. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat yang diwakili oleh kader kesehatan. Kegiatan sosialisi dan pendampingan telah dilaksanakan terhadap 20 orang kader kesehatan yang merupakan perwakilan dari seluruh desa di wilayah kerja puskesmas. Hasil sosialisasi didapatkan peningkatan pengetahuan kader terhadap fungsi dan fitur-fitur dari satu sehat mobile dengan nilai rata-rata pre test 65 meningkat menjadi 86 pada akhir sosialisasi juga ditandai dengan keberhasilan peserta menginstal dan mengoperasionalkan satusehat mobile.
PENERAPAN MODEL WATERFALL UNTUK PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK SMP MUHAMMADIYAH 5 JAKARTA BERBASIS WEB Setiadi, Dedi; Andriana, Nano
Jurnal Sibernetika Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL SIBERNETIKA
Publisher : Prodi Teknik Informatika Universitas Saintek Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah sebagai suatu instansi di bidang pendidikan dalam menjalankan kegiatannya melakukan banyak pengolahan data administrasi. Data-data tersebut disimpan dalam jumlah yang cukup besar sehingga media penyimpanan dan pengolahan data administrasi harus dilakukan dengan baik. Pengolahan data akademik di SMP Muhammadiyah 5 saat ini dilakukan secara manual yaitu data yang ada berupa setumpuk kertas atau rekam yang disimpan dalam rak berkas. Sistem tersebut tentu saja mempunyai banyak kelemahan yang berdampak pada lemahnya administrasi, pemborosan tenaga kerja, penyajian yang buruk, pelayanan yang kurang optimal, dan kualitas data yang rendah. Pada perancangan sisitem ini penulis mengunakan metodologi Systems Development Life Cycle (SDLC) modelwaterfall yang terdiri dari tahap analisis, perancangan, implementasi, testing dan perawatan. Sedangkan untuk metode pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan daftar pustaka. Setelah melalui tahapan metode waterfall, perancangan sistem informasi akademik berbasis web SMP Muhammadiyah 5 berhasil diterapkan untuk membantu kegiatan akademik yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh sekolah dan menjadi tujuan dari Sekolah untuk menerapkan efisiensi dari segi waktu, dan mampu menghasilkan laporan yang up to date.
Co-Authors Amany, Fadhila Azhar Amin Sakaria, Muhammad Andriana, Nano Annisa, Nabila Nur Arief Tarmansyah Iman Arief, Riskal Arif, Alfis Asek, Ambo Asri Insiana Putri bayu pamungkas Budi Leksono Chotimah, Anida Chusnul Edowinsyah, Edowinsyah Effendi, Muhammad Ridwan Eko Pujiono Eliza Eliza Esmeralda, Gracia Nadya Fadillah, Agung Fadly, Fery Fauzan, Yusuf Sigit Ahmad Fauzi, Mohamad Anis Fauzi, Mohammad Anis Febriansyah Febrianto Febrianto, Febrianto Fitriani, Novita Fitriansyah, Ahmad Gusmaliza, Debi Hamdan Adma Adinugraha Hapzi Ali Harahap, Irma Suryani Haryono, Yudhie Hasna, Tri Maria Ida Sugiarti Ida Wahyuni ILG Nurtjahjaningsih, ILG Imas Masturoh Iskandar, Riadho Julfia, Fenty Tristanti Liliana Baskorowati Masdalipa, Risnaini Masdalipa, Risnaini masda Mashudi Mashudi Mashudi Mohammad Ikhsan Saputro, Mohammad Ikhsan Mubarok, Royhan Ibnu Muchtar, Asyari Mudji Susanto Mursid, Asep Nabilah, Lily Narji, Mohammad Nasrullah, Abdi Nurtjahjaningsih, Ida Luh Gede Oktaria, Anik Paryanti, Atik Budi Pertiwi, Santhi Puspita, Desi Puspitasari, Neli Radiati, Ani Rano Agustino Rifqi, Agven Muharis Riko Herdiansah Rina Laksmi Hedrati Rina Laksmi Hendrati Rizal, Agus Rosmawati, Henni Rossa, Mohamad Adila Sari, Fajar Yunita Sasmita Sasmita Satryawati, Eka Sinaga, Fius Bryan Nigel M. Sondang Sibuea Sopian, Abu Sugeng Pudjiono, Sugeng Suhadi, Miki Suhenda, Andi Sukawan, Ari Sumardi Sumardi . Sunaryo, Yaya Suryani Kurniasih, Dewi Lena Suryani Suryatno, Agung Sutrisno, Sutrisno Syahri, Riduan Tata Sutabri Tri Rini Nuringtyas Ulfah Fauziah Umam, Ahmad Chatibul Untoro, Ari Bayu Wahyuni, Tariska Desri Wibisono, Mochamat Gunawan Widyahastuti, Febrianti Wirabuana, Pandu Yudha Adi Putera Wulandari, Robeca Yogi Isro Mukti, Yogi Isro Yohanes Bowo Widodo Zulkarnain, Muhammad Haris