Claim Missing Document
Check
Articles

PENGENDALIAN TEKANAN DENGAN KENDALI PID PADA SISTEM PEMBUAT VCO YANG TERAUTOMATISASI BERBASIS ATMEGA 8535 Rachmad, Lutfi Nur; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.957 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.628-634

Abstract

Abstrak Kelapa merupakan buah yang memiliki nilai produk ekonomi.Setiap bagian dari kelapa dapat dimanfaatkan sebagai barang yang bernilai, salah satunya adalah daging kelapa dimana dapat diolah menjadi minyak dengan kualitas tinggi yang disebut VCO.Memproduksi VCO ada berbagai metode, penelitian terbaru VCO dapat diperoleh dengan cara pemecahan emulsi menggunakan tekanan. Pemecahan santan dilakukan dengan cara memberikan tekanan pada santan yang dilewatkan melalui nozzle sehingga santan dapat teremulsi. Penelitian ini, dibuat prototipe sistem pembuat VCO dengan metode sirkulasi pemompaan beserta pengontrolannya.Metode kontrol yang digunakan adalah kendali PID yang mana tekanan terukur diperoleh dari sensor tekanan berupa MPX5500DP dan perhitungan kontrol dilakukan oleh mikrokontroller Atmega 8535 dengan aktuator berupa manipulasi bukaan valve. Selanjutnya sistem digunakan untuk pembuatan VCO dengan tekanan sebesar 2.2 Bar dalam waktu 30 menit. Dari hasil terlihat bahwa sistem dapat berjalan. Hasil untuk proses pembuatan VCO juga dapat diperoleh dengan mesin sirkulasi pemompaan tersebut, dari 2 butir kelapa, diperoleh VCO sebanyak ±75ml menggunakan tekanan 2.2Bar serta lama waktu 30 menit. Pada proses pengendalian tekanan, dengan menggunakan penalaan PID secara trial and error, diperoleh penalaan terbaik dengan Kp = 7, Ti = 0, dan Td = 4 pengujian tersebut didapatkan respon sistem terbaik dengan overshoot yang cenderung mendekati 0. Kata kunci : VCO, nozzle, emulsi, PID  Abstract Coconut is a fruit that has higheconomic value.Coconut can be processed become VCO. To produce, there are a lot of methods. One of methods is pumping circulation. This method is obtained by breaking emulsion using pressure.Breaking the coconut milk is carried out by applying pressure in to coconut milk, which is passed by the nozzle so that coconut milk, can be emulsified.In this final project, a prototype system for making VCO using pumping-circulation method was propossed. Pressure were controlled by PID and it was measured by MPX5500DP and signal control was generated by ATmega 8535. Final control element on this project was valve which was coupled by servo mg995.This system was used for making VCO with pressure 2.2 Bar and30 minutes time of circulation.The results showed that system can works properly. From making VCO was obtained by pumping circulation. With 2 coconuts, were produced ±75 ml of VCO which pressure 2.2 Bar and 30 minutes of circulation. At the pressure control,tuning PID has obtained which Kp = 7, Ti = 0, and Td = 4 by trial and error which set point was 2.2 Bar. The result, respon system was obtained where overshootclosed to zero. Keywords: VCO, nozzle, emulsi, PID
PERANCANGAN METODE INTERNAL MODEL CONTROL 2 DEGREE OF FREEDOM (IMC 2 DOF) UNTUK PENGENDALIAN MODEL SHELL HEAVY OIL FRACTIONATOR (SHOF) Surgani, Fatamorgana; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.116 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.40-46

Abstract

Shell Heavy Oil Fractionator (SHOF) adalah jenis kolom distilasi yang digunakan untuk memisahkan heavy oil mentah menjadi produk-produk yang diinginkan berdasarkan perbedaan titik didih dari masing-masing produk tersebut. Perancangan kendali pada SHOF memiliki beberapa kendala yang disebabkan oleh non-linearitas pada proses, interaksi multivariabel, adanya waktu tunda (dead time) yang panjang, dan adanya gangguan. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan metode kendali yang mampu membuat respon sistem mengikuti perubahan set point dan meredam gangguan, sehingga keluaran komposisi produk sesuai dengan yang diharapkan. Pada penelitian ini dibahas perancangan metode IMC 2 DoF untuk pengendalian SHOF MIMO 3x3 terdesentralisasi dalam bentuk fungsi alih first order plus dead time (FOPDT), hal ini dikarenakan metode IMC 2 DoF merupakan salah satu jenis metode kendali modern yang mampu mengendalikan plant multivariabel dan meredam gangguan yang ada. Tuning parameter filter pada pengendali ini menggunakan empat metode tuning parameter filter IMC. Interaksi antar subsistem dikurangi dengan menerapkan metode Relative Gain Array dan melakukan decoupling. Berdasarkan seluruh pengujian yang telah dilakukan, pengendali IMC 2 DoF menggunakan decoupling metode tuning parameter filter Rivera memiliki jumlah nilai IAE terbaik dibandingkan dengan ketiga metode tuning lainnya dengan nilai IAE 93,9585 pada respon , 40,0476 pada respon , dan  0,0102 pada respon .
DESAIN MODEL PREDICTIVE CONTROL (MPC) PADA SHELL HEAVY OIL FRACTIONATOR (SHOF) Purba, Scenda Bernados; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.307 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.422-429

Abstract

Abstrak Teknologi modelpredictivecontrol (MPC) telah banyak diterapkan dalam industri perminyakan dan petrokimia serta mulai menarik perhatian dari industri proses lainnya. Sebuah desain MPC diusulkan untuk masalah kontrol proses multivariabel pada shellheavyoilfractionator (SHOF) dengan kendala (constraint).Kemampuan MPC dalam menangani berbagai macam constraint serta gangguan-gangguan diuji melalui plant SHOF yang memiliki deadtime proses yang cukup besar. Pada studi ini skema kontrol MPC memanfaatkan beberapa model linier untuk mencangkup rentang yang lebih luas dari kondisi operasi. Model yang digunakan disesuaikan dengan kondisi operasi. Kasus kontrolregulator serta penanganan constraint dari proses SHOF telah diperiksa. Perbandingan dibuat dengan kontroler konvensional PID pada kondisi plant yang sama.Hasil dari keseluruhan pengujian mengkonfirmasi potensi dari desain MPC yang diusulkan. Desain MPC mampu menangani seluruh constraint serta gangguan terukur maupun gangguan tak terukur. Lain hal dengan pembandingnya, skema PID menunjukan unjuk kerja yang jauh lebih buruk dari desain MPC yang diusulkan. Kata kunci: MPC, Model, Predictive, SHOF  Abstract Model predictive control (MPC) technologi has been widely applied in refinery and petrochemical industries and it is beginning to attract interest from other process industries. A model predictive control design is proposed for multivariable process control in shell heavy oil fractionator (SHOF) with constraint. MPC capability in handling various kinds of constraints and disturbances were tested through the SHOF plant, which has a dead time process significantly.In this study, MPC control scheme utilizing multiple linear models for covers a wider range of operating conditions. The model is used according to the conditions of operation. Case regulator control and constraint handling of the SHOF been examined. Comparisons are made with conventional PID control on the same plant conditions.The result of all test confirm the potential of proposed MPC design. MPC design capable of handling all the constraints as well as measurable disturbances and immeasurable disturbances. Another thing with the comparison, PID scheme shows a performance far worse than the proposed MPC design. Keywords: MPC, Model, Predictive, SHOF
DESAIN SISTEM KONTROL ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) PADA MODEL AUTOMATIC-ANTILOCK BRAKING SYSTEM Aryadi, Kurniawan Nur; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.828 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.1021-1028

Abstract

Automatic-antilock Braking System merupakan sistem pengereman otomatis yang aman pada kendaraan, khususnya mobil. Cara kerja dari sistem ini adalah untuk mengukur slip pada roda sebagai variabel yang dikontrol dan torsi (torque) pengereman sebagai variabel yang dapat dimanipulasi. Penelitian ini dilakukan untuk merancang sistem kontrol yang dapat menjaga keluaran sistem yang berupa slip agar tetap dapat dipertahankan pada nilai setpoint. Pada penelitian ini, Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) digunakan sebagai kontroler, yang merupakan kombinasi Fuzzy Logic Control dengan Neural Network yang memiliki kemampuan Adaptasi. Proses perancangan ANFIS memerlukan pasangan data masukan-keluaran yang disebut data pelatihan ( training) yang diperlukan untuk proses pembelajaran. Pada penelitian ini pasangan data pelatihan didapat dari kontroler PID yang dianggap sebagai “guru”bagi ANFIS. Tujuan dari proses pembelajaran ANFIS adalah meminimalkan error yang terjadi antara keluaran ANFIS dan PID. Implementasi kontroler pada penelitian ini dilakukan secara simulasi dengan menggunakan Matlab/Simulink dan akan dibandingkan hasilnya dengan Genetic-Fuzzy Automatic-Antilock Braking System. Hasil penelitian dan analisis yang didapatkan dari simulasi ANFIS automatic-antilock braking system berhasil mencapai jarak pemberhentian yang paling pendek  serta  nilai integral absolute error (IAE) dari slip yang paling kecil jika dibandingkan dengan  Genetic-Fuzzy automatic-antilock braking system.
PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA PLANT DRY HEAT STERILIZER MENGGUNAKAN METODE PID Putra, Florian Destito; Setiyono, Budi; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.807 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.583-590

Abstract

Sterilisasi adalah tahapan penting untuk menghilangkan semua macam mikroorganisme yang dapat mengkontaminasi baik peralatan maupun suatu bahan tertentu. Salah satu teknik sterilisasi yaitu dry heat sterilization yang membutuhkan suhu tinggi dan waktu pemaparan lama. Dry heat sterilization seharusnya dikendalikan dengan pemantauan untuk memastikan kestabilan suhu dan waktu minimal sterilisasi terpenuhi. Pada penelitian ini, dirancang sistem pengendalian suhu pada Plant Dry Heat Sterilizer dengan kendali Proportional, Integral, dan Derivative (PID). Dari hasil perancangan dengan melalui bump test (∆CO=10%) pada proses First Order Plus Dead Time (FOPDT) didapatkan parameter PID (Kp=11,23, Ti=120, dan Td=30). Dari hasil pengujian sesuai referensi (170℃), diketahui parameter PID menghasilkan waktu naik (Tr=1004 detik) serta waktu penetapan (Ts=1354 detik) pada plant (Tanpa Beban) dan waktu naik (Tr=1193 detik) serta waktu keadaan tunak (Ts=1580 detik) pada plant (Dengan Beban) dengan presentasi steady error keduanya dibawah 2%. Uji gangguan waktu sesaat (300 detik) baik untuk tanpa beban maupun dengan beban didapatkan waktu keadaan tunak (Ts) selama 617 detik dan 800 detik dengan nilai akhir steady error dibawah 2% sedangkan untuk gangguan kontinyu respon suhu sulit mencapai referensi keadaan tunak (∆galat=32℃) dengan waktu terlama 3141 detik.
PERANCANGAN PLANT ALAT PEMBUAT SIRUP BUAH OTOMATIS DENGAN KONTROL PI SEBAGAI PENGENDALI SUHU CAIRAN BERBASIS ATMEGA16 Hamzah, Muhammmad Abbie; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.52 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.664-669

Abstract

Abstrak Sejak dahulu, sirup buah merupakan salah satu minuman yang paling digemari masyarakat dikarenakan kadar vitamin C yang tinggi, rasanya yang enak serta terdiri dari bermacam-macam varian. Sebagian besar proses pembuatan sirup buah  pada skala industri rumah tangga saat ini masih menggunakan cara manual dan konvensional. Pada tugas akhir ini, dirancang plant alat pembuat sirup buah otomatis untuk skala industri rumah tangga. Otomatisasi sistem pada alat ini mencakup proses penakaran bahan utama, pencampuran bahan, pengadukan bahan, pengaturan suhu dan lama pemanasan sirup buah.  Metode kontrol yang digunakan pada sistem pengendalian suhu cairan ketika proses heating adalah kontrol PI. Kontrol PI akan mengendalikan suhu cairan sesuai set point yang diberikan operator. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa kontrol PI hasil penalaan dengan metode penalaan Ziegler-Nichols dapat diaplikasikan dengan baik untuk mengendalikan suhu cairan. Dengan metode penalaan tersebut didapatkan parameter kontrol PI yaitu  Kp = 98 dan Ti = 132. Pada pengujian, dengan diaplikasikannya kontrol PI pada pengendalian suhu cairan, sistem mampu menghasilkan tanggapan keluaran dengan waktu naik (rise time) dan waktu penetapan (settling time) yang kecil serta nilai maksimum overshoot yang masih dalam batas toleransi, yaitu 3%. Sistem juga dapat kembali stabil, walaupun diberi gangguan secara tiba-tiba, dengan settling time sebesar 209 detik. Kata kunci : sirup buah, heating, kontrol PI  Abstract Since long time ago, fruit syrup has became people’s most favorite beverages, due to its high amount of vitamin C, the good taste, and is made up of assortment of variants. Nowadays, most of the fruit syrup production processes for the household industrial scale is mostly dominated by the conventional way. In this final project, a prototype of automatic fruit syrup maker machine was made for household industrial scale. The automation system included : the main ingredients dosing, the ingredients mixing, the materials stiring, the temperature controlling, and the duration time of the heating process. The PI control was used for controlling the fluid temperature depend on the set point. The test results showed that the PI control which determined by Ziegler-Nichols method can be well-applied for fluid temperature controlling. The PI control parameters, Kp = 98 and Ti = 132 were obtained by the Ziegler-Nichols method. It was showed that with the application of the PI control, the system can produced a good output response, due to its low level of rise time and settling time, with less than 3% overshoot value. The system was also reliable in terms of stability, which showed by its quickness to be stable, even when the sudden disturbance occurred, with settling time = 209 s. Keywords : fruit syrup, heating, PI control
PENGONTROLAN KOLOM DISTILASI BINER MENGGUNAKAN METODE INTERNAL MODEL CONTROL Wara, Bayu Bagas; Setiyono, Budi; Wahyudi, Wahyudi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.218 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.166-172

Abstract

Sifat dinamis kolom distilasi yang nonstationer, multivariabel, nonlinier, ketidakpastian termodinamika, dan proses dengan waktu mati membuat kontrol kolom distilasi menjadi sebuah masalah yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan metode Internal Model Control (IMC) 1 Degree Of Freedom (DOF) yang biasa digunakan dalam dunia industri untuk mengendalikan plant kolom distilasi biner Wood & Berry MIMO 2x2 dengan dua metode empiris tuning filter IMC yang berbeda yaitu Rivera dan RC.Panda. Variabel yang dikontrol dalam kolom distilasi adalah konsentrasi produk atas (XD) dan produk bawah (XB) dengan memanipulasi variabel laju aliran reflux (L) dan laju steam pada reboiler (Qr). Pada penelitian ini struktur kontrol MIMO yang digunakan adalah struktur multivariabel terdesentralisasi dengan pemilihan konfigurasi kontroler menggunakan metode Relative Gain Array (RGA). Model proses pada perancangan IMC 1 DOF menggunakan asumsi model sempurna dan mengikuti aturan perancangan MIMO IMC. Pengujian dilakukan dengan memberikan perubahan set point. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengujian perubahan set point kontroler IMC 1 DOF mampu membuat respon sistem mengikuti set point yang diberikan.
PERANCANGAN SISTEM KONTROL BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER DAN MICROCONTROLLER PADA MESIN YARN CONDITIONING PLANT DI PT.APAC INTI CORPORA Maurice, Juan; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.129 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.565-571

Abstract

Abstrak Mesin Yarn Conditioning Plant (YCP) pada industri tekstil merupakan mesin yang digunakan untuk menambah kelembapan benang guna menambah bobot benang serta memperkuat puntiran. Mesin ini berbentuk silinder besar yang didalamnya terjadi proses perubahan air menjadi uap yang kemudian dipaparkan ke benang. Besar suhu dan tekanan yang diterapkan bergantung pada jenis benang yang akan dikondisikan. Oleh sebab itu, kendali suhu dan tekanan otomatis untuk berbagai jenis benang yang presisi serta efisien sangat diperlukan untuk mesin ini. Variabel yang dikendalikan pada mesin ini adalah arah putaran motor, level air, temperatur, serta simulasi tekanan. Pengendalian menggunakan perpaduan antara fungsi PLC(Programmable Logic Control) sebagai pengendali yang handal dan mudah digunakan dengan microcontroller yang dapat melakukan pengendalian yang presisi untuk data analog seperti temperatur. Sensor temperatur yang digunakan adalah LM35 tahan air. Perangkat yang digunakan adalah PLC Omron CPM1A, Microcontroller Atmega 8535, software CX Programmer, dan CV AVR. Sistem pengendalian terdiri dari  mode otomatis denim, otomatis greige, mode otomatis nylon, mode manual, mode reset , dan mode pause. Pengujian pada ketiga mode otomatis menunjukkan bahwa operasi pengondisian benang dapat berjalan sendiri dari awal sampai akhir. Pengujian mode manual menunjukkan bahwa pengendalian masing-masing aktuator melalui saklar dapat berfungsi. Mode reset memungkinkan sistem kembali ke standby secara otomatis ketika terjadi emergency. Mode pause memungkinkan sistem untuk berhenti sejenak ketika terjadi gangguan. Kata kunci : PLC, Mikroprosesor, YCP, LM35, Float Switch,  Kendali motor DC  Abstract Yarn Conditioning Plant (YCP) in textile industry is a machine used to increase the humidity of yarn surfaces to  gain weight and strengthened the twist. This machine shapes like a big horisontal cylinder which occupied the transformation of water to steam which will be contacted to the yarn. The amount of temperature and pressure which will be implemented are based on the yarn’s type. Therefore, the automatic temperature and pressure controller for any kind of yarn is vastly required. The controlled variable in this machine is motor’s rotating direction, water level, temperature, and pressure simulation. The main controller is PLC (Programmable Logic Control) which is a reliable and easy to use controller. The temperature sensor being used is waterproof LM35. Instrument being used are Omron PLC  CPM1A, Atmega 8535 microprocessor, CX Programmer software and CV AVR. The control system consist of Denim, Greige, and Nylon automatic mode, manual mode, pause mode, and reset mode. The trial test of the three automatic mode show that the machine is able to running the conditioning of yarn process automatically. The manual mode shows that controlling each actuator by manual switches are properly functioning. The reset mode enable the system to automatically back to standby condition in case of emergency. The pause mode enable the system to stop in any process when the emergency condition arise. Kata kunci : PLC, Mikroprocessor, YCP, LM35, Float Switch,  Kendali motor DC
AKUISISI DATA SECARA WIRELESS UNTUK SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA BERBASIS TCP/IP Rochmana, Diyah Amiati; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.872 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.105-110

Abstract

Pencemaran udara menjadi permasalahan serius di kota – kota besar di Indonesia. Salah satu faktor utama dari pencemaran udara adalah penggunaan transportasi publik yang semakin bertambah. Terdapat berbagai komponen pencemar udara yang diakibatkan oleh penggunaan transportasi diantaranya NOx, HC, CO dan partikel. Selain itu faktor yang ikut mempengaruhi pencemaran udara diantaranya adalah suhu, kelembaban dan intensitas cahaya. Pada penelitian ini diciptakan sebuah alat yang dapat mengakuisisi data sensor sehingga mampu melakukan monitoring kualitas udara di suatu wilayah melalui PC dengan memanfaatkan protokol TCP/IP. Peralatan yang digunakan mikrokontroler AVR tipe ATmega 32 sebagai unit pusat kontrol, sensor  gas  TGS  2201  yang  berfungsi  untuk  mengukur  kadar  NO2 dan HC , TGS 2600 untuk mengukur  kadar  CO , GP2Y1010AU0F untuk mengukur partikel debu, dan SHT 11 untuk mengukur kadar suhu dan kelembaban serta LDR untuk mengukur intensitas cahaya. Selain sensor – sensor tersebut, digunakan WIZ110SR sebagai converter serial ke ethernet dan Access Point WAP54G untuk mengirimkan data dari sensor ke PC secara wireless. Hasil penelitian ini adalah sebuah sistem yang mampu memonitor kondisi kualitas udara di suatu tempat melalui GUI. Sistem monitoring ini mampu memberikan indikator kondisi kualitas udara dalam kondisi baik atau sebaliknya.
PERANCANGAN SISTEM ANTARMUKA BERBASIS HMI (HUMAN MACHINE INTERFACE) PADA MESIN YARN CONDITIONING PLANT DI PT. APAC INTI CORPORA Faikar, Rousyan; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.95 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.745-752

Abstract

Abstrak Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu industri yang penting karena merupakan gabungan dari industri berteknologi tinggi, padat modal, dan keterampilan sumber daya manusia yang menyerap tenaga kerja. Namun secara internal industri tekstil di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan yang disebabkan karena peralatan yang relatif tua. Salah satu sistem yang berfungsi untuk meningkatkan produktivitas adalah sistem SCADA. SCADA pada Yarn Conditioning Plant (YCP) dibuat dengan menggunakan personal computer (PC) sebagai HMI dan master station, CX-Supervisor sebagai program HMI. PLC Omron CPM1A digunakan sebagai jalur komunikasi antara master dan slave station. Visual studio c# sebagai media akuisisi data temperatur dari mikrokontroler. Manajemen informasi dirancang menggunakan Microsoft Access 2010 sebagai penyimpaan database. Pada penelitian ini terdapat 4 pengujian yaitu pengujian pengontrolan, monitoring, delay dan database. Dari hasil 4 pengujian tersebut didapatkan sistem berjalan dengan baik. Pada pengujian pengontrolan tombol start, stop dan reset, plant dapat dikendalikan sesuai dengan yang seharusnya. Pengujian monitoring, HMI dapat mengikuti segala kondisi pada plant. Pada pengujian delay didapat adanya delay 1,201 detik antara komunikasi HMI dan PLC. Pada pengujian database semua informasi yang dibutuhkan dapat disimpan dengan baik pada MS access 2010. Kata-kunci:  PLC Omron CPM1A, Proses Pengondisian Benang, HMI, Database  Abstract The textile (TPT) is one of important industry because it is a combination among high-tech technology, capital intensive, and absorbs so many human resources. However, internally the textile industries in Indonesia have to face so many problems due to the use of old machines. One of the systems that serve to increase productivity is the SCADA system. SCADA in Yarn Conditioning Plant is built by using personal computer (PC) as human-machine interface (HMI) and master station, CX-supervisor is used as HMI program. Omron PLC, CPM1A, is used as communication line between master and slave stations. Slav. Visual Studio C# has a function to collect temperature data from microcontroller to HMI. Information management was designed utilizing Microsoft Access 2010 as data storage connected to HMI. In this research, there are four assessments carried out: control, monitoring, delay and database. Based on the assessments, it can be inferred that system worked well. In the control assessments, the start, stop and reset button can control the plant as it has to be. Monitoring assessments, HMI can follow all condition of the plant. In delay assessments, the delay between HMI and PLC obtained 1,201 second. All of required information could be stored property in Microsoft Access 2010 based on database assessment. Keywords: PLC Omron CPM1A, Yarn Conditioning Process, HMI, Database
Co-Authors Achmad Abdul Jabbar Aghus Sofwan Agung Imam Rahmanto, Agung Imam AHMAD IMRON Ahmad Nur Ihsan Aini, Qonita Qurratu Akbar, Muhamad Rizqi Akbar, Muhammad Royan Akhpriyani Trisnawati Al Fadli, Muhammad Hanifudin Al Vandy Reactor Muhammad Albab, Muhamad Edwin Alfrian Dwi Vamiko Ananto Bilowo, Ananto Andhika Dwipradipta Andreas Surya, Andreas Anggita P. Septiani Arbye S Arif Widagdo Arif, Didik Khusnul Arif, Muhammad Riv’an Arifyanto, Aziz Nur Aris Setiawan Aris Triwiyatno Aristya Panggi Wijaya Azhar Rosad Alfauji, Azhar Rosad Bagas Adi Luhung, Bagas Adi Bambang Nur Cahyono Bayu Bagas Wara, Bayu Bagas Bayu Gigih Prasetyo Berlianta Syiamora Dekrita, Berlianta Syiamora Bimo, Margilang Cahyanti, Anifah Putri Catur Ardy Bayu Pamungkas Cosa Pamungkas Prabaswara Darjat Darjat Darmaji, Darmaji Dewi Erowati, Dewi Dini Yasa Istiqomah Dista Yoel Tadeus Ditya Satriya Nugroho Hadi Diyah Amiati Rochmana, Diyah Amiati Dwi Ratna Sulistyaningrum Dwirahayu, Rio Ebtian Apriantoro Edo Herwinantyo, Edo Erwin Adriono Erwin Nashrullah Esa Apriaskar Ezufatrin Ezufatrin, Ezufatrin Fadilah, Aldi Nur Fahmi Rezza Djuliandri, Fahmi Rezza Fahmida, Dianti Shobri Febrian, M. Haikal Fergy Romadhany Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fitriyah Frans Scifo Ganis Rama Pradika Gunawan, Alief Gunawan, Fransiskus Allan Gunawan, Khoe Happy Gunawan, Ricky Andrean Fernanda Guntur Guntur Hadyan Gilang K, Hadyan Gilang Hafidz Aly Hidayat Hartono, Lili Herawati, Nunik Herliyana Rosalinda I Ketut Suada Iwan Setiawan Jamaludin, Teten Jan Pieter Candra Siahaan, Jan Pieter Candra Juan Maurice, Juan Juningtyastuti Juningtyastuti Jusagemal Aria EL Kamila, Nelly Rifda Kevin Adelin, Kevin Kristifolus, Willybrodus Gabriel Kurniawan Nur Aryadi, Kurniawan Nur Kushandajani . Laras Dwi Kawuri Larasaty Ekin Dewanta, Larasaty Ekin Lestari, Purnami Diyahayu Lubis Lubis, Lubis Lukitosari, Valeriana Lukman Hanafi Lutfi Nur Rachmad Mastuti, Arum Melina Rosyida Moch. Akbar Ramadhan A.F Mohamad hijrah saputro Mohammad Adhitama Muarif Fandhi A, Muarif Fandhi Muhamad Iqbal Muhammad Adnan Muhammad Asrofi, Muhammad Muhammad Danang Nuralamsyah Muhammad Fadli Nasution Muhammad Manshur, Muhammad Muhammmad Abbie Hamzah Muhtar Muhtar Muhtar Muhtar Munawar Agus Riyadi Nugraha, Satria Indra Nur Hidayat Sardini Ohanna, Jasti Oka Danil Saputra Olief Ilmandira Ratu Farisi Pambudi, Ricko Dwi Panjaitan, Charlie Alexander Paramitha, Dyah Ayu Risky Pardomuan, Andre Pitaloka, Devanka Diaz Ayu Praptiandari Raras Puspitasari, Praptiandari Raras Pratama, Syahrizal Yudha Edhi Pravitasari, Chyntia Dewi Candra Prestian Rindho S. Puguh Gambiro Purwoko . Putra, Florian Destito Putri, Nur A. Dwi R. Imbang Danandjojo, R. Imbang Radhitya Pujosakti, Radhitya Rafdito Harisuryo, Rafdito Rahmat Rizeki, Rahmat Reimansyah, Muhammad Fajri Nur Rg Setiawan S Rizkia, Ayu Putri Rochim, Basten Bastory Rohmat Hidayat Rosdiana Fajar Mardhika, Rosdiana Fajar Rousyan Faikar Rustopo Rustopo Ruzianto, Rega Sakti Sanjoyo, Bandung Arry Saputra, Bangun Sari, Angie Permata Sarwanto Sarwanto Satrio Jat, Dio Scenda Bernados Purba Selamat Marylin Manroe Sinaga, Selamat Marylin Manroe Septiawan, Dhany Setiawan Romadhan Shevchenko, Julianto Bimo Silvano, Kennaldo Soegianto, Theophil Henry Solichul Huda, Solichul Sonya Fitri Situmorang, Sonya Fitri Sudjadi Sudjadi Sulistyowati . Sumardi . Sumardi, S Sunarmi Sunarmi Supriyadi Surgani, Fatamorgana Surya Wisnurahutama TATAG TAUFANI ANWAR, TATAG TAUFANI Teguh Yuwono Tejawijaya, Dennis Tito Tuesnadi, Tito Tri Bagus Susilo Trias Andromeda Turtiantoro Turtiantoro Utomo, Daryono Budi Vega Pradana Rachim Veriningrat Wijaya, Veriningrat Viadinugroho, Raden Aurelius Andhika Wafdulloh, Yoga Wahyudi Wahyudi Wahyudi, W Wicaksono, Muhammad Isaldi Widaningrum, Lidya Widianto, Muhammad Y. H. Widianto, Muhammad Yusuf Hakim Winahyu, Raden Rara Kartika Kusuma Yoga Adi Candra, Yoga Adi Yonatan Riyaneka Putra Yuandhica AP Yulfiani Fikri Yuli Christyono Yulius Krisna Deva Purusha, Yulius Krisna Deva Yustian Bayu Prihandika, Yustian Bayu Yusuf Yusuf Yuwanto .