Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Model PjBL Berbasis Aksi Nyata Penanaman Pohon Pinang terhadap Literasi Ekologis Nuning Christiana; Nuraidah Br Manurung; Apriza Fitriani; Merri Sri Hartati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i3.8999

Abstract

Minimnya penguasaan materi IPS serta rendahnya kesadaran terhadap kelestarian alam menjadi persoalan serius di era krisis iklim saat ini. Investigasi ini memfokuskan pada implementasi model Project-Based Learning (PjBL) berbasis aksi nyata menanam pohon pinang untuk mengoptimalkan pengetahuan kognitif dan karakter peduli lingkungan pada peserta didik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran IPS yang bersifat berpusat pada pendidik gagal menjembatani teori kurikulum ke dalam aksi nyata penyelamatan lingkungan. Riset kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental (Non-Equivalent Control Group Design) ini mengambil total 44 siswa kelas VII sebagai sampel total (sampling jenuh). Seluruh subjek dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelas intervensi VIIA dan kelas kontrol VIIB yang masing-masing berisi 22 orang. Berdasarkan hasil analisis Independent Sample T-Test, ditemukan disparitas capaian ekologis yang sangat nyata di antara kedua kelas setelah eksperimen selesai (p = 0,000). Nilai rata-rata kognitif kelompok eksperimen menyentuh angka 75,91 dibanding kelompok kontrol yang hanya 57,27. Sementara itu, indeks kepedulian lingkungan kelompok eksperimen juga unggul di angka 80,69 berbanding 56,36. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi PjBL dengan pemanfaatan tanaman lokal pembendung air seperti pohon pinang berhasil meningkatkan literasi lingkungan siswa secara komprehensif melalui pengalaman empiris.
SOSIALISASI LIMBAH JERAMI UNTUK PUPUK KOMPOS DI DESA KAMPUNG BOGOR Boirah; Herlina Wati; Aan Zulyanto; Merri Sri Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 6 No. 1 (2026): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kampung Bogor, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu memiliki luas wilayah 70 hektar, dengan 40 hektar berupa sawah. Selama ini limbah jerami padi yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal dan sering kali hanya dibakar sehingga berdampak buruk bagi lingkungan. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), tim melaksanakan kegiatan pengolahan jerami padi menjadi pupuk kompos. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, penyuluhan, serta praktik langsung pembuatan kompos bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang manfaat jerami serta penerapan teknologi sederhana dalam pembuatan kompos. Dampak yang diharapkan yaitu peningkatan kesuburan tanah, penurunan pencemaran lingkungan, serta mendukung produktivitas padi di Desa Kampung Bogor.
PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA KIP KULIAH MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU Muhammad Faisal Rahman; Dheby Rizki Aulia ZK; Dolistiantika Yoanda; Ririn Harini; Riswanto; Rasman; Merri Sri Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 5 No. 3 (2025): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v5i3.9083

Abstract

Pelaporan keuangan yang akurat dan sederhana merupakan bagian penting dari tata kelola keuangan yang akuntabel di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan evaluasi pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana bagi mahasiswa KIP Kuliah di Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Pelatihan ini menggunakan pendekatan andragogi dan partisipatif, dengan fokus pada pencatatan transaksi dasar (debit-kredit) dan penyusunan laporan posisi keuangan yang aplikatif. Metode pelatihan meliputi penyampaian materi, simulasi studi kasus, praktik mandiri, diskusi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep dasar pelaporan keuangan, dari hanya 30% yang menjawab benar sebelum pelatihan menjadi lebih dari 85% setelah pelatihan. Kuesioner kepuasan juga menunjukkan respon positif terhadap materi, metode, dan fasilitator. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis individu, tetapi juga mengidentifikasi tantangan sistemik di lapangan, seperti belum adanya format pelaporan yang seragam dan terbatasnya pendampingan teknis. Oleh karena itu, keberlanjutan program melalui pelatihan lanjutan dan pembentukan klinik keuangan internal menjadi rekomendasi utama. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan laporan keuangan sederhana dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat akuntabilitas dan efisiensi tata kelola keuangan di tingkat unit kerja.
Komunikasi asertif guru sekolah dasar: Perspektif siswa terhadap etika vokal dan penguatan Dina Wardani; Ninuk Watini; Apriza Fitriani; Merri Sri Hartati
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 10, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v10i1.114482

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika implementasi komunikasi asertif guru sekolah dasar melalui perspektif siswa, dengan fokus pada dimensi etika vokal dan penguatan (reinforcement). Menggunakan desain deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan 126 siswa di SD Negeri 198 Bengkulu Utara yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualisme dalam profil komunikasi guru: terdapat konsistensi tinggi dalam menghindari pelabelan negatif (85,7%), namun 30,9% siswa melaporkan ketidakstabilan etika vokal saat situasi emosional. Dalam aspek penguatan, guru lebih dominan memberikan apresiasi afektif non-material (46,8%) dibandingkan penguatan material (50,8% tidak pernah). Temuan ini menegaskan bahwa asertivitas guru sangat bergantung pada regulasi emosi yang termanifestasi dalam stabilitas vokal dan dominansi penguatan sosial. Disimpulkan bahwa efektivitas asertivitas memerlukan sinkronisasi antara pesan verbal dan ketenangan vokal guna menjamin keamanan psikologis siswa. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan vocal coaching dan manajemen stres bagi guru untuk meminimalisir kebocoran emosional di kelas serta menyarankan studi longitudinal terkait dampak penguatan afektif terhadap motivasi intrinsik siswa. Assertive communication by elementary school teachers: Students’ perspectives on vocal ethics and reinforcement Abstract: This study aims to analyze the dynamics of assertive communication implementation among elementary school teachers from the students' perspective, focusing on vocal ethics and reinforcement dimensions. Employing a descriptive quantitative design, the research involved 126 students at SD Negeri 198 North Bengkulu, selected through proportional random sampling. The results reveal a dualism in teacher communication profiles: high consistency in avoiding negative labeling (85.7%), yet 30.9% of students reported instability in vocal ethics during emotional situations. Regarding reinforcement, teachers predominantly provided non-material affective appreciation (46.8%) compared to material reinforcement (50.8% never). These findings emphasize that teacher assertiveness is highly dependent on emotional regulation, manifested in vocal stability and the dominance of social reinforcement. It is concluded that effective assertiveness requires synchronization between verbal messages and vocal calmness to ensure students' psychological safety. The study recommends vocal coaching and stress management training for teachers to minimize emotional leakage in the classroom and suggests longitudinal studies on the impact of affective reinforcement on students' intrinsic motivation.
The English students' anxiety in speaking Merri Sri Hartati; Wahyudi Badri; Indra Nur Rhomadon; Tri Rahayu Setya Ningrum; Isni Dwi Rahma; Rianti Rahmadania
Journal of English Language and Pedagogy Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36597/jelp.v8i1.19904

Abstract

This study aims to investigate the types of speaking anxiety experienced by English students and to identify the most dominant type of anxiety among them. The subjects were 20 fourth-semester students of the English Study Program at Universitas Muhammadiyah Bengkulu during the 2024/2025 academic year. A descriptive qualitative method was employed, utilizing questionnaires and interviews for data collection. The findings revealed that students experienced three main types of anxiety: communication apprehension, test anxiety, and fear of negative evaluation. Among these, fear of negative evaluation emerged as the most dominant. The study highlights the need for supportive learning environments that reduce anxiety and enhance students’ confidence in speaking English.
The Algorithm of Piousness: Emotional Engagement, Informal Islamic Religious Learning, and Pedagogical Patterns in YouTube Comments on Islamic Lecture Videos Rika Azizah; Merri Sri Hartati; Lety Febriana
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 6 (2026): Blantika: Multidisciplinary Journal
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v4i6.520

Abstract

YouTube has become a major platform for informal Islamic religious learning among Generation Z in Indonesia, yet the pedagogical dynamics within the comment sections of Islamic lecture videos remain underexplored. The 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) reported that 7.7% of adolescents had engaged in premarital sexual relations, highlighting the need to strengthen character-based Islamic education. This study analyzes 4,689 comments on three Islamic lecture themes aligned with the Grade X Senior High School Islamic Religious Education (PAI) curriculum: Guarding Social Relations, Guarding the Heart and Self-Dignity, and Avoiding Illicit Relationships. A computational-qualitative mixed-methods approach employed a ten-category Islamic Pedagogical Engagement (IPE) framework grounded in tarbiyah, ta'lim, ta'dib, and Krathwohl's affective taxonomy. Supplication for Self-Protection and Forgiveness was the dominant category (36.8%, n=1,727), followed by Repentance and Commitment to Avoiding Sin (22.2%, n=1,041) and Emotional Moving and Remorse (17.1%, n=803). Four Pedagogical Conversion Narrative (PCN) subtypes were identified, with highly appreciated comments describing digital lectures as divine guidance and expressing intentions to abandon dating relationships, although these self-reports require further verification. The findings demonstrate that YouTube comments function as an informal Islamic learning space where emotional engagement supports pedagogical depth. This relationship is conceptualized through the Digital Islamic Pedagogical Engagement (DIPE) model, offering implications for assessment and curriculum development in Grade X Islamic Creed and Character education.
Turning Plastic Bags Into Use-Value Goods in Muara Dua Village, Bengkulu City Merri Sri Hartati; Mardhiyah Dwi Ilhami; Nopriyeni Nopriyeni
Pengabdian: Jurnal Abdimas Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/abdimas.v2i2.445

Abstract

Of course, plastic waste is still a major problem in maintaining the cleanliness of the local environment. Plastic can be reprocessed into an object that is useful in the future and can be reused in community activities. The danger caused by unprocessed plastic waste can certainly cause damage to the environment. Through the activities carried out in Pagar Dewa Village, Bengkulu City, of course, it can provide a new lesson in terms of understanding and processing plastic waste. Of course, plastic can be reprocessed into a craft, besides that it can also increase the creativity of teenagers in the use and processing of plastic waste. The method of implementing the activities used is socialization and practicum for young mothers and teenagers in Pagar Dewa Village, Bengkulu City in managing plastic waste into crafts and the advantages gained are adding value to creativity. The first stage of activity provides socialization regarding understanding in the form of education to young mothers and teenagers regarding plastic waste processing activities and guides them by teaching them how to process plastic waste so that they can produce creative products and can even increase their finances. The results obtained are in the form of products from the utilization of used plastic into stationery storage which is used for storing stationery items such as pencils, pens and erasers and can also be used for fruit baskets and so on.