Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : FARMASAINKES

SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI AIR REBUSAN SEGAR, SARI SEGAR, DAN EKSTRAK SEGAR BUAH PEPINO (Solanum muricatum Ait.) DENGAN METODE DPPH Putri Theresia Harianja; Anny Sartika Daulay; Ridwanto; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.138 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1147

Abstract

Radikal bebas adalah suatu molekul atau senyawa yang mampu berdiri sendiri yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada orbit paling luar. Antioksidan adalah zat yang berfungsi menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah tanaman pepino (Solanum muricatum Ait.) Pada buah pepino terdapat senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan aktivitas antioksidan dari air rebusan segar, sari segar, ekstrak segar buah pepino. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental. Sampel yang digunakan adalah buah pepino. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan bahan, pengolahan bahan, identifikasi tumbuhan, pembuatan air rebusan segar, sari segar, dan ekstrak segar buah pepino, skrining fitokimia serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyi). Hasil dari skrining fitokimia air rebusan segar, sari segar, ekstrak segar buah pepino menunjukkan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan glikosida dan hasil pemeriksaan uji aktivitas antioksidan air rebusan segar yaitu sebesar 3739,34 µg/mL, sari segar yaitu sebesar 2915,25 μg/mL, dan ekstrak segar buah pepino yaitu sebesar 867,20 μg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa aktivitas antioksidan sampel lebih lemah dari Vitamin C yaitu sebesar 33,67 μg/mL.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE BSLT Dina Agustia Parlin; M. Pandapotan Nasution; Haris Munandar Nasution; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.463 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1372

Abstract

Matoa (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Tanaman ini mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan yang tinggi dikenal sebagai penangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan tumbuhnya sel-sel kanker pada tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun matoa sebagai senyawa antikanker dengan penentuan LC50 dan juga senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun matoa. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi simplisia daun matoa. Pengujian sitotoksisitas ekstrak etanol daun matoa menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan dengan beberapa konsentrasi : 100 µg/ml, 200 µg/ml, 300 µg/ml, 400 µg/ml, 500 µg/ml, 600 µg/ml, 700 µg/ml, 800 µg/ml, 900 µg/ml, dan 1000 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil skrining fitokimia daun matoa mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida. Hasil karakterisasi daun matoa memberikan kadar air 7,33%, kadar sari larut air 14,03%, kadar sari larut etanol 6,54%, kadar abu total 6,54% dan kadar abu tidak larut asam 0,741%. Hasil karakterisasi ini sesuai dengan ketentuan Materia Medika Indonesia. Pada pengujian sitotoksisitas dengan metode BSLT memberikan nilai LC50 356,7795 µg/ml, sehingga ekstrak etanol daun matoa dapat disimpulkan bersifat sitotoksik dan berpotensi sebagai obat antikanker. Senyawa uji dikatakan toksik apabila nilai LC50 lebih kecil dari 1000 µg/ml.
FORMULASI, UJI MUTU FISIK DAN PENENTUAN KADAR VITAMIN C PADA PERMEN BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Sagita Marina Simatupang; Rafita Yuniarti; Minda Sari Lubis; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.109 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1376

Abstract

Buah pepaya memiliki kandungan vitamin A, C, Kalsium dan Serat, selain itu pepaya memiliki sifat yang mudah rusak (perisable) karena tergolong buah klimatrik (buah yang setelah masa panen masih melakukan proses metabolisme). Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan sari Buah Pepaya kedalam permen keras dan mengetahui karakteristik mutu fisik permen keras sari Buah Pepaya, dan untuk mengetahui kandungan vitamin C yang terdapat didalam permen keras sari Buah Pepaya. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat permen keras menggunakan sari Buah Pepaya dengan konsentrasi 0%, 20%, 30%, kemudian diuji mutu fisiknya berdasarkan Standar Nasional Indonesia tahun 2008 dan di tentukan kadar vitamin Cnya menggunakan metode Spektrofotometri Ultraviolet. Hasil pembuatan sari Buah Pepaya persyaratan Standar Nasional Indonesia tahun 2008 dengan hasil uji organoleptis setiap sediaan permen sari buah pepaya didapat hasil yang normal untuk bau, rasa, dan warna serta memiliki tekstur yang keras. Untuk kadar air F0, F1, F2 secara berturut diperoleh sebesar 0, 43%; 1, 37%; 1,21%; dan untuk kadar abu F0, F1, F2 secara berturut diperoleh sebesar 1,2%; 1,3%; 1,6%; Hasil kadar Vitamin C pada formula F0, F1, F2 sebesar 82,3046 ± 9,3451mcg/g; (20%) 105,0739 ± 8,8395 mcg/g; dan (30%) 148,1975 ± 6,3466 mcg/g.
UJI KADAR PROTEIN PADA OPTIMASI PEMBUATAN TEPUNG MOCAF DARI UBI KAYU DENGAN FERMENTASI LACTOBACILLUS CASEI Merani Phaustina Lumban Gaol; Anny Sartika Daulay; Ridwanto; Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.007 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1884

Abstract

Tepung mocaf merupakan tepung yang dibuat dari ubi kayu. Prinsip pembuatannya ialah dengan memodifikasi ubi kayu dengan cara fermentasi. Kandungan protein pada ubi kayu yaitu 1%. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perbaikan sifat fisik dan kimianya dengan melakukan modifikasi tepung ubi kayu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh optimasi fermentasi ubi kayu terhadap organoleptis dan kadar protein tepung mocaf. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian ini meliputi pengumpulan dan pengolahan ubi kayu varietas roti dan kuning, pembuatan tepung mocaf dengan fermentasi Lactobacillus casei dan karakteristik tepung mocaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptis pada tepung mocaf memenuhi syarat SNI 7622:2011 yaitu warna putih, bau normal, rasa tawar dan tekstur yang halus. Diperoleh kadar protein tepung ubi kayu varietas roti dan kuning adalah 1,06% dan 1,36%. Tepung mocaf varietas roti dan kuning pada fermentasi 48 jam adalah 1,69% dan 1,12%. Kadar protein tepung mocaf varietas roti dan kuning pada fermentasi 72 jam adalah 2,05% dan 1,17%. Maka diperoleh kadar air pada tepung mocaf varietas roti dan kuning adalah 6,40% dan 6,08%. Serta kadar abu pada tepung mocaf varietas roti dan kuning adalah 0,71% dan 1,03%. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ubi kayu varietas roti fermentasi 72 jam merupakan hasil yang terbaik.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI GAJAH (Parkia speciosa Hassk) di DAERAH KUTACANE, DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazil) Makhfirah; Ridwanto; Fatur Rahman; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.713 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1885

Abstract

Antioksidan dapat menghentikan perkembangan reaksi oksidasi dengan mencegah pembentukan radikal bebas. Daun petai mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang kaya antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan. Ekstrak etanol daun petai gajah, juga untuk mengetahui golongan senyawa dalam daun Petai Gajah. Penelitian ini bersifat deskriftif, ekstrak etanol daun petai gajah diperoleh dengan cara maserasi adapun pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kadar air, kadar sari laraut dalam air, kadar sari larut dalam etanol, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, pengujian skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antioksidan. Hasil karakterisasi serbuk simplisia daun Petai gajah diperoleh kadar air 8%, kadar sari yang larut dalam air 12,0%, kadar sari larut dalam etanol 5,4%, kadar abu total 10,7%, dan kadar abu yang tidak larut asam 1,3%. Hasil skrining fitokimia daun petai gajah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun petai gajah memiliki nilai IC50 221,9828 µg/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun petai gajah memiliki antioksidan lemah.
EVALUASI SEDIAAN HARD CANDY SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L.) SEBAGAI NUTRASETIKAL Nurul Salsa Abya Ritonga; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.306 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1887

Abstract

Permen (candy) memiliki cita rasa manis dan segar yang membuat hampir seluruh masyarakat menyukainya mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Permen menurut jenisnya dua yaitu permen kristalin dan permen non kristalin. Salah satu contoh permen ialah hard candy. Hard candy non kristalin memiliki komposisi sirup glukosa, sukrosa, air, bahan tambahannya flavor, pewarna, zat pengasam. Flavor dari essens atau sari buah. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah sukrosa yang baik dalam penentuan rasa hard candy dan hasil evaluasi sediaan hard candy sari nanas. Penelitian ini bersifat eksperimental dan meliputi perlakuan buah nanas, produksi sari nanas, produksi hard candy, pengujian organoleptik, pengujian pH, keseragaman bobot, kadar abu, dan kadar air. Berisi parameter uji permen, uji hedonik hasilnya disajikan secara deskriptif. Pembuatan hard candy menggunakan metode open pan. Berdasarkan hasil penelitian, sari nanas diformulasikan dalam sediaan hard candy dengan variasi kadar sukrosa FI (1500 mg), FII (2000 mg) dan FIII (3000 mg) dengan jumlah masing-masing 11,114 mg, 11,614 mg, dan 12,614 mg secara berurut. Bentuk menarik, rasa, kekerasan yang baik, memiliki pH 5 serta memenuhi semua persyaratan uji evaluasi keseragaman bobot dengan koefisien variasi 1% , 0,80%, 1% , kadar air 2,8%, 2,12%, 1,76% , kadar abu 1,7%, 1,1%, 1,02%, hedonik dari suka 1,24, 1,39, 2 . Hasil uji hedonik dari rasa, tekstur, suka menunjukkan F3 formula terbaik yang banyak disukai dengan kadar sukrosa. Kadar sukrosa memberikan pengaruh terhadap tingkat rasa, suka, kekerasan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) TERHADAP Propionibacterium acnes Syalsabila Putri; Ridwanto; Haris Munandar Nasution; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.003 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1891

Abstract

Daun Mahkota Dewa merupakan tanaman asli indonesia yang berasal dari daerah Papua. Daun mahkota dewa di masyarakat sibolga biasa digunakam untuk mengobati berbagai penyakit secara alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam daun mahkota dewa dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mahkota dewa terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak simplisia daun mahkota dewa dibuat dengan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun mahkota dewa dibuat didalam berbagai konsentrasi yaitu 30%, 40%, 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu Tetraksiklin HCl dan kontrol negatif yang digunakan ialah DMSO. Ada beberapa pengujian yang dilakukan pada daun mahkota dewa yaitu skrining fitokimia, pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik, pemeriksaan kadar air, kadar sari larut dalam air, kadar sari larut dalam etanol, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian terhadap antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa dapat digunakan untuk menghambat bakteri Propionibacterium acnes.Adapun hasil pada konsentrasi 30% berdiameter 8,03 mm dikategorikan sedang, pada konsentrasi 40% berdiameter 9,26 mm dikategorikan sedang, dan pada konsentrasi 50% berdiameter 9,73 mm dikategorikan sedang.
PERBANDINGAN KADAR PROTEIN PADA KUNING DAN PUTIH TELUR BEBEK REBUS MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL DAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE M. Naufal Rifqi; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3350

Abstract

Pendahuluan: Salah satu telur unggas yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah telur bebek Telur merupakan sumber protein hewani dan lauk pauk yang mudah didapat, murah, dan penuh nutrisi. Telur memberikan nutrisi lengkap yang diperlukan untuk pertumbuhan sel. Telur juga menyediakan semua asam amino penting bagi manusia, yang membuatnya menjadi sumber protein berkualitas tinggi. Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingan kadar protein dari kuning dan putih telur bebek rebus menggunakan metode kjeldahl dan spektrofotometri visible. Metode: Metode penelitian yang digunakan untuk mengukur kadar protein kuning dan putih telur bebek rebus menggunakan metode Kjeldahl dan spektrofotometri visible. Metode Kjeldahl meliputi destruksi, destilasi, dan titrasi, sedangkan metode spektrofotometri tampak meliputi pembuatan larutan biuret, penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan kurva standar, dan penentuan kandungan protein sampel. Hasil: Hasil penelitian didapat kadar protein pada telur rebus dengan metode kjeldahl yaitu kuning telur bebek rebus sebesar 9,5363% dan putih telur bebek rebus sebesar 11,6497%. Dengan metode spektrofotometri visible yaitu kuning telur bebek rebus sebesar 8,4794% dan putih telur bebek rebus sebesar 8,64375%. Terdapat perbedaan nyata kadar protein antara metode kjeldahl dengan spektrofotometri visible dengan hasil SPSS nilai Sig. 0,000 < 0,05.
PENETAPAN KADAR β-KAROTEN PADA BUAH RIMBANG (Solanum torvum Sw.) SEGAR DAN HASIL PEREBUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Tuzzahra, Safira; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Dikki Miswanda
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3317

Abstract

Rimbang (Solanum torvum Sw.) potensi tumbuh subur pada iklim sub tropis dan tropis tersebar seluruh wilayah Indonesia. Tanaman rimbang ini juga biasa dikonsumsi oleh sebagian masyarakat dalam masakan kuliner seperti botok, tumis, balado, aneka sambal seperti sambal teri, sambal tomat, dan lainya. Buah dari tanaman rimbang ini dapat dikonsumsi mentah. Rimbang telah dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan merupakan sumber sayuran sehari-hari. Rimbang telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat terutama karena digunakan sebagai obat mata. Didalam tubuh, β-karoten diubah menjadi vitamin A yang keduanya dapat bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dimana senyawa antioksidan ini mampu menetralisir zat – zat radikal bebas didalam tubuh yang merupakan sumber pemicu berbagai penyakit terutama penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kanker. Vitamin A sangat mudah teroksidasi oleh udara dan rusak jika dipanaskan pada suhu yang tinggi. Akan tetapi studi mengenai proses pemasakan terhadap kandungan vitamin A masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar β – Karoten yang terkandung dalam ekstrak buah rimbang segar dan hasil perebusan. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, pemeriksaan analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis dan penetapan kadar β – Karoten pada buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan menggunakan metode spektrofotometri visible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan mengandung senyawa β – Karoten. Penentuan kadar β – Karoten dengan menentukan panjang gelombang maksimum β – Karoten dan perhitungan kadar β – Karoten menggunakan spektrofotometri visible. Hasil penentuan kadar β – Karoten ekstrak buah rimbang segar 1,3690 ± 0,0052 mg/g, dengan pengolahan rebus 1,0917 ± 0,0036 mg/g maka yang paling besar menghasilkan kadar β – Karoten terdapat pada ekstrak buah rimbang (Solanum torvum Sw.) yang segar.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR Saccharomyces cerevisiae DARI AIR NIRA AREN DAERAH TANJUNG MORAWA nasution, Alfina Tri Utami; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3318

Abstract

Air nira merupakan cairan manis yang mengucur dari tandan aren, masyarakat dapat mengkonsumsi air nira dalam jangka waktu yang relatif singkat dikarenakan adanya jamur Saccharomyces cerevisia yang dikenal dapat memfermentasi glukosa menjadi etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur Saccharomyces cerevisiae yang terdapat pada nira aren. Metode yang dipakai adalah eskperimental dengan tahapan: isolasi dan identifikasi jamur Saccharomyces cerevisie. Isolasi jamur dari nira aren dengan medium potato dextrose agar (PDA). Identifikasi dilakukan dengan pengamatan morfologi dengan mikroskop pada perbesaran 100×. Dari hasil penelitian diperoleh isolat murni jamur Saccharomyces cerevisiae yang secara morfologi memiliki kesamaan dengan genus Saccharomyces. Secara mikroskopik didapat kan hasil hasil yang sesuai bentuk sel bulat telur, tipe reproduksi vegetatif secara clusters of cells.
Co-Authors Afrizani, Afrizani Akbar, Windi Hari Ali Djamhuri Alviana, Liya Anugrah, Bayu Asep Trizaldi Asparyzha, Rhyzha Azri, Atika Cici Andriani Daeng Elysa Putri Mambang Dalimunnthe, Gabena Indrayani Dalimunthe, Gabena Indriyani Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Eva Fransiska Fadillah, Nike Fathur Rahman Fatur Rahman fatur Rahman, fatur Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Gabena Indrayani Dalimunthe Hafizha, Putri Harahap, Siti Salimah Haris Munandar Nasution Hasanah, Qori Hasrul Abdi Hasibuan Hindri Syahputri Ihsan Fadhilah Leni Handayani Lubis, Minda Sari M. Naufal Rifqi M. Pandapotan Nasution Makhfirah Manik, Umi Chairani Mardhatillah, Wulan Maya Syafira Mayang Sari Ritonga Merani Phaustina Lumban Gaol Miranza, Nona Muhammad Amin Nasution Muhammad Hizbullah Muhammad Wahyudi Munthe, Ariska Nabilla, Alfira nasution, Alfina Tri Utami Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, Nur Sahadah Nia Novranda Pertiwi Nst, Haris Munandar Nur Hanifah Nur'ain Harahap Nurhayati Nurhayati Nurul Salsa Abya Ritonga Pasaribu, Mesi Wilia Afrima Pasaribu, Mesi Willia Afrima Putri Intan Sari Putri Theresia Harianja Rafita Yuniarti Rahayu Rahayu Rahmadani Rahmadani Rahmah, Ruhiya Rahmasari, Siti Rahmi Ayusasmita Gultom Retno Sekarini Rezky , Deswita Ina Ricky Andi Syahputra Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rika Yuliana, Rika Risma Fauziah Pasaribu Rizki, Rahmad Rosaldi, Hikmah Rossa, Aliffa Sagita Marina Simatupang Sandika, M Teguh Sasnita, Merida Sekarini, Retno Shilvia, Fatin Siagian , Anggi Yani Sinaga, Novita Yulianti Sri Murni Supiyani, Supiyani Syahfitri , Adelya Syahputra, Ricky Andi Syalsabila Putri Tuzzahra, Safira Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zulmai Rani