Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

KEMAMPUAN IMMUNOGLOBULIN Y (IGY) KUNING TELUR AYAM YANG TELAH MEMPEROLEH SUPLEMENTASI PIRIDOKSIN MENCEGAH KELAINAN YANG DIAKIBATKAN OLEH TOKSIN TETANUS Silitonga, Pasar Maulim; Silitonga, Melva
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA VOL 15, NO 2 (2014): JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menemukan metode meningkatkan produksi IgY kuning telur dengan cara suplementasi piridoksin,secara khusus untuk menguji kemampuan IgY antitetanus dalam kuning telur ayam yang telah memperoleh suplementasi piridoksin dalam mencegah kelainan yang diakibatkan oleh toksin tetanus. Produksi IgY spesifik anti tetanus dilakukan pada ayam petelur dengan memberikan suplementasi piridoksin dosis 3 mg/kg. Pada uji kemanjuran IgY, digunakan 12 ekor tikus putih dewasa umur 2-3 bulan berat badan 140-200 gram. Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan setiap perlakuan diberi tiga ulangan. Tikus dibagi menjadi empat kelompok yaitu K1,K2, K3 dan K4 dan ditempatkan dalam kandang, selama percobaan semua tikus putih diberi ransum berupa pelet standar sebanyak 6 gram/ ekor/hari, air minum diberikan secara ad libitum. Tikus putih diberi kuning telur ayam yang telah memperoleh suplementasi piridoksin per oral sebanyak 1 mL/ekor/hari untuk K1,K2, K3 berturut-turut selama dua, empat dan enam hari, kenudian disuntik dengan toksin tetanus 0,2 IU/0,5mL/ekor. Kelompok K4 (kontrol) tidak diberi kuning telur tetapi disuntik dengan toksin tetanus 0,2 IU/mL/ekor. Peubah yang diamati adalah gejala klinis khas tetanus yang muncul dan gangguan terhadap metabolisme protein yang diukur dari kadar hemoglobin darah, kadar albumin dan globulin serum tikus putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi piridoksin pada ayam petelur dapat diaplikasikan sebagai suatu metode praktis,murah dan efektip untuk meningkatkan produksi IgY spesifik dalam kuning telur ayam. IgY antitetanus yang terkandung dalam kuning telur ayam yang diproduksi dengan suplementasi piridoksin, cukup efektif mencegah kelainan yang diakibatkan oleh toksin tetanus dan mampu mempertahankan kadar hemoglobin darah dan globulin serum sebagaimana pada kondisi normal. Pemberian kuning telur produk ayam yang telah memperoleh suplementasi piridoksin pada tikus putih selama 2 ; 4 ; dan 6 hari memberikan rataan kadar hemoglobin darah berturut-turut sebesar 12,20 ± 0, 316 ; 13,30 ± 0,255 dan 13,96 ± 0,122 g/dL dan rataan kadar globulin serum berturut-turut 3,31 ± 0,0933 ; 4,06 ± 0,7286 ; 4,01 ± 0,6018 g/dL. Tikus putih yang tidak diberi kuning telur ayam memberikan rataan kadar hemoglobin sebesar 9,56 ± 0,404 g/dL dan kadar globulin serum sebesar 6,11 ± 0,2052 g/dL.
KAJIAN AKTIFITAS IMMUNOMODULATOR EKSTRAK DAUN BANGUN BANGUN (Coleus amboinicus L.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergivus L.) Silitonga, Melva; Silitonga, Pasar Maulim
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keterlibatan ekstrak air daun bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour) dalam menstimulir tubuh untuk meningkatkan imunitas terhadap antigen spesifik. Penelitian ini mengkaji tentang jumlah total leukosit IgG dan gambaran Histologi limpa. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dosis ekstrak air daun bangunbangun ( EADB) terdiri dari 3 taraf yaitu 0.0, 19.0, dan 31,5 gr /kg BB. Digunakan dua puluh empat ekor tikus putih (Rattus norvegicus) umur 2,5 - 3 bulan dengan berat badan rata-rata 140-200 gram. Kelompok A sebagai plasebo diberi aquadest 19,0 g/Kg BB per oral tiap hari. Kelompok B dan C diberi ekstrak air daun bangun-bangun 15% dengan dosis 19,0 dan 31,5g/kg BB , kelompok D dan E diberi ekstrak air daun bangun-bangun 15% dengan dosis 19,0 dan 31,5g/kg BB ditambah DPT, sedang kelompok F diberi aquadest 19,0 g/Kg BB tiap hari dan DPT. Masa pemberian perlakuan adalah 30 hari. Selama pemeliharaan dan perlakuan diberi makan dan minum ad libitum. Pada hari ke 31, dilakukan dekapitasi leher untuk mengambil darah bagi analisis TLC, IgG, dan histopatologi limfa. Analisis TLC, dilakukan dengan menggunakan alat ABX 70, uji spesifitas IgG secara kuantitatif dengan metode enzym liked immunosorbent assay ( ELISA) menggunakan IgG Kit ( Sigma), sedang preparat histologi dilakukan dengan pewarnaan hematoksilin-eosin. Antigen yang diberikan adalah vaksin DPT. Suntikan DPT ini dilakukan satu dan dua minggu sebelum pengambilan darah. Hasil penelitian menunjukkan Ekstrak air daun bangunbangun meningkatkan jumlah total leukosit pada tikus secara sangat signifikan (α < 0.01). Kadar IgG pada tikus yang diberi Ekstrak air daun bangunbangun lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (α < 0.05). Gambaran histologi organ limfa pada tikus yang diberi ekstrak daun bangunbangun semuanya dalam keadaan normal, akan tetapi limpa tikus yang diberi DPT tanpa ekstrak mengalami pelebaran dalam ukuran follikel.
KEMAMPUAN IMMUNOGLOBULIN Y (IGY) KUNING TELUR AYAM YANG TELAH MEMPEROLEH SUPLEMENTASI PIRIDOKSIN MENCEGAH KELAINAN YANG DIAKIBATKAN OLEH TOKSIN TETANUS Silitonga, Pasar Maulim; Silitonga, Melva
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untukmenemukan metode meningkatkan produksi IgY kuningtelur dengan cara suplementasi piridoksin,secara khususuntuk menguji kemampuan IgY antitetanus dalam kuningtelur ayam yang telah memperoleh suplementasi piridoksindalam mencegah kelainan yang diakibatkan oleh toksintetanus. Produksi IgY spesifik anti tetanus dilakukan padaayam petelur dengan memberikan suplementasi piridoksindosis 3 mg/kg. Pada uji kemanjuran IgY, digunakan 12 ekortikus putih dewasa umur 2-3 bulan berat badan 140-200gram. Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap(RAL) dengan empat perlakuan dan setiap perlakuan diberitiga ulangan. Tikus dibagi menjadi empat kelompok yaituK1,K2, K3 dan K4 dan ditempatkan dalam kandang, selamapercobaan semua tikus putih diberi ransum berupa peletstandar sebanyak 6 gram/ ekor/hari, air minum diberikansecara ad libitum. Tikus putih diberi kuning telur ayam yangtelah memperoleh suplementasi piridoksin per oralsebanyak 1 mL/ekor/hari untuk K1,K2, K3 berturut-turutselama dua, empat dan enam hari, kenudian disuntikdengan toksin tetanus 0,2 IU/0,5mL/ekor. Kelompok K4(kontrol) tidak diberi kuning telur tetapi disuntik dengantoksin tetanus 0,2 IU/mL/ekor. Peubah yang diamati adalahgejala klinis khas tetanus yang muncul dan gangguanterhadap metabolisme protein yang diukur dari kadarhemoglobin darah, kadar albumin dan globulin serum tikusputih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasipiridoksin pada ayam petelur dapat diaplikasikan sebagaisuatu metode praktis,murah dan efektip untukmeningkatkan produksi IgY spesifik dalam kuning telur ayam. IgY antitetanus yang terkandung dalam kuning telurayam yang diproduksi dengan suplementasi piridoksin,cukup efektif mencegah kelainan yang diakibatkan olehtoksin tetanus dan mampu mempertahankan kadarhemoglobin darah dan globulin serum sebagaimana padakondisi normal. Pemberian kuning telur produk ayam yangtelah memperoleh suplementasi piridoksin pada tikus putihselama 2 ; 4 ; dan 6 hari memberikan rataan kadarhemoglobin darah berturut-turut sebesar 12,20 ± 0, 316 ;13,30 ± 0,255 dan 13,96 ± 0,122 g/dL dan rataan kadarglobulin serum berturut-turut 3,31 ± 0,0933 ; 4,06 ± 0,7286 ;4,01 ± 0,6018 g/dL. Tikus putih yang tidak diberi kuningtelur ayam memberikan rataan kadar hemoglobin sebesar9,56 ± 0,404 g/dL dan kadar globulin serum sebesar 6,11 ±0,2052 g/dL.
KAJIAN AKTIFITAS IMMUNOMODULATOR EKSTRAK DAUN BANGUN BANGUN (Coleus amboinicus L.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergivus L.) Silitonga, Melva; Silitonga, Pasar Maulim
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 1 (2013): MARET 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keterlibatanelestrak air daun bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour) dalammenstimulir tubuh untuk meningkatkan imunitas terhadap antigen spesifik.Penelitian ini mengkaji tentang jumlah total leukosit IgG dan gambaranHistologi limpa. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL). Dosis ekstrak air daun bangunbangun (EADB) terdiri dari 3 taraf yaitu 0.0, 19.0, dan 31,5 gr /kg BB. Digunakan duapuluh empat ekor tikus putih (Rattus norvegicus) umur 2,5 - 3 bulan denganberat badan rata-rata 140-200 gram. Kelompok A sebagai plasebo diberiaquadest 19,0 g/Kg BB per oral tiap hari. Kelompok B dan C diberi ekstrak air daun bangun-bangun 15% dengan dosis 19,0 dan 31,5g/kg BB, kelornpokD dan E diberi ekstrak air daun bangun-bangun 15% dengan dosis 19,0 dan 31,5g/kg BB ditambah DPT, sedang kelompok F diberi aquadest 19,0 g/KgBB tiap hari dan DPT. Masa pemberian perlakuan adalah 30 hari. Selama pemeliharaan dan perlakuan diberi makan dan minum ad libitum. Pada harike 31, dilakukan dekapitasi leher untuk mengambil darah bagi analisis TLC,IgG, dan histopatologi limfa. Analisis TLC, dilakukan dengan menggunakanalat ABX 70, uji spesifitas IgG secara kuantitatif dengan metode enzym liked immunosorbent assay ( ELISA) menggunakan IgG Kit ( Sigma), sedangpreparat histologi dilakukan dengan pewarnaan hematoksilin-eosin.Antigen yang diberikan adalah vaksin DPT. Suntikan DPT ini dilakukansatu dan dua minggu sebelum pengambilan darah. Hasil penelitianmenunjukkan Ekstrak air daun bangunbangun meningkatkan jumlah totalleukosit pada tikus secara sangat signifikan (a< 0.01). Kadar IgG pada tikusyang diberi Ekstrak air daun bangunbangun lebih tinggi dibandingkandengan kontrol (a < 0.05). Gambaran histologi organ limfa pada tikus yang diberi ekstrak daun bangunbangun semuanya dalam keadaan normal, akantetapi limpa tikus yang diberi DPT tanpa ekstrak mengalami pelebarandalam ukuran follikel.
Co-Authors Abdila, Alya Nur Afdhannisa, Daffa Amanda, Putri anliana Apriliani, Indah Rizka Arda, Gladys Mutia Ashar Hasairin Ayu Putri Ningsih Ayu Wulandari Azhari, Nabilah Syahirah Batubara, Astrida J.A Binari Manurung, Binari Br Barus, Sari Apriani Daulae, Abdul Hakim Fauziyah Harahap Fitriyani, Dina Frisillia, Unikhe Ginting, Aminata Gultom, Febry Yeni Gultom, Novayanti Hariyadi, Itra Hasibuan, Hasni Periadi Hasruddin Hutapea, Helen Veronita Karinanta Sembiring, Surya Kurniawan, Rizal Eko Limbong, Forentina Lumbangaol, Adriana Yulinda Dumaria Maida Pardosi Manalu, Mentari Marpaung, Mieky Grasiaella Martina Restuati Masdiana Sinambela Matanari, Ninta Dumaria Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Azhari Nababan, Novia Christy Nainggolan, Junister Nasution, Irma Riavael Nasution, Marina Azzahra Naura Kamila, Aryediutami Niswatun Hasanah Nora, Putri Panguhutan Sitorus, Henry Pardede, Lastiar H Pasar Maulim Silitonga Pasaribu, Tania Valentina Patresia, Indri Pehulisa, Rensiva Ray Pranoto, Hendro Pribadi, Koko Purba, Greace Enita Rajagukguk, Nia Anggelina RISKA WAHYUNI Rosmanta Aritonang, Frince Winda Rumapea, Lusiana Ruth Susanty, Revi Saif, Annisa Hazrina Saragi, Shela Estica Selvia Dewi Pohan Selvia Selvia Sembiring, Gres Anjelia Sianturi, Stephanie Agustin Sidabutar, Efimah Sihite, Judika Adventist Maleakhi Sihotang, Wahyu Frans Sinaga, Erlintan Sinaga, Odor Debora Pita Uli Sipahutar, Feimmy Ruth Pratiwi Siregar, Suci Asda Mutia Sitohang, Mohonia Sabarito Sitohang, Odelia Nova Maria Br. Situmeang, Juwita Cristina Situmorang, Berri Situmorang, Elisa Rauli Situmorang, Imelda Situmorang, Rany Solin, Naomi Putri Chelsea Sumbayak, Mika Canthika Amelia Suriwahyuni Suryani, Cicik Syahmi Edi Tambunan, Diana Putri Kamila Tarigan, Cania Yekholia Ujung, Siti Nuraisah Asma Windah, Putri Witin, Theresia Adhellia