Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analysis of Examination Results of Erythrocyte Index in Pulmonary TB Patients Labuang Baji General Hospital, Makassar City Asni Hasanuddin; Rony Setianto; Belinda Arbitya Dewi
NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal Vol. 1 No. 1 (2022): NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal
Publisher : Nusantara Scientific Medical

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.085 KB) | DOI: 10.58549/nsmrj.v1i1.23

Abstract

The high rate of transmission of tuberculosis (TB) in Makassar City is very concerning. Data from the Makassar Health Office (Dinkes) in 2019 there were 5,412 TB cases. The data then decreased during the pandemic to 3,260 cases in 2020. And 3,911 cases in 2021 with a recovery rate of 83% in 2019 and 85% in 2020. The purpose of this study was to determine the value of the erythrocyte index in patients with pulmonary tuberculosis at the Hospital of Labuang Baji, Makassar City. The type of research used is laboratory observation with descriptive method. The population in this study were all patients with pulmonary tuberculosis as many as 11 people with pulmonary tuberculosis. The results obtained are known for the MCV value, 8 tuberculosis patients have a normal MCV value, 2 patients have a low MCV value and one has a high MCV value, for the MCH value, 6 tuberculosis patients have a normal MCH value, 4 patients have a high MCH value. low and one patient had a high MCH value, for the MCHC value 4 people with tuberculosis had a normal MCHC value and 7 patients had a low MCHC value.
Evaluasi Program Pengendalian Tuberkulosis Paru di Kabupaten Pangkep Muh Khidri Alwi; Asni Hasanuddin; Rony Setianto; Belinda Arbitya Dewi; Fidrotin Azizah; Dita Eliyana; Laode Swardi; Teti Susliyanti Hasiu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TBC Paru masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia, dan sekitar 1,5 juta orang mengalami resistensi TB dimana tingkat pengobatannya hanya 38% pada tahun 2019 dan tingkat pengobatan TB global hanya 57% berhasil, resisten TB membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sulit diobati sehingga menjadi prioritas program pengendalian TB global. Tingginya beban penyakit dan pengobatan untuk pasien, pemulihan yang buruk, kematian, dan kematian yang tinggi menyebabkan penderitaan bagi pasien, keluarga, dan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan program, capaian program meliputi tingkat deteksi, tingkat konversi, tingkat kesembuhan dan cross check, serta pengelolaan sumber daya manusia dan fasilitas dalam pelaksanaannya, serta hambatan program pengendalian penyakit TB paru di Kabupaten Pangkep, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif untuk memperoleh gambaran Program P2TB Paru di Kabupaten Pangkep. Berdasarkan hasil evaluasi program P2TB di puskesmas, jika dilihat dari aspek input, prosesnya masih belum sesuai dengan persyaratan dan pedoman yang berlaku, deteksi pasien apusan positif tidak mencapai target, tingkat kesembuhan rendah di bawah target nasional, tingkat kesalahan tidak diketahui karena tidak dilakukan cross check, sehingga perlu adanya pelatihan petugas dan kursus penyegaran bagi staf laboratorium, melakukan cross check dan kerjasama lintas program serta bimbingan PMO, dan perlu adanya kegiatan screening di daerah yang banyak penderitanya.
Evaluasi Program Pengendalian Tuberkulosis Paru di Kabupaten Pangkep Muh Khidri Alwi; Asni Hasanuddin; Rony Setianto; Belinda Arbitya Dewi; Fidrotin Azizah; Dita Eliyana; Laode Swardi; Teti Susliyanti Hasiu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TBC Paru masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia, dan sekitar 1,5 juta orang mengalami resistensi TB dimana tingkat pengobatannya hanya 38% pada tahun 2019 dan tingkat pengobatan TB global hanya 57% berhasil, resisten TB membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sulit diobati sehingga menjadi prioritas program pengendalian TB global. Tingginya beban penyakit dan pengobatan untuk pasien, pemulihan yang buruk, kematian, dan kematian yang tinggi menyebabkan penderitaan bagi pasien, keluarga, dan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan program, capaian program meliputi tingkat deteksi, tingkat konversi, tingkat kesembuhan dan cross check, serta pengelolaan sumber daya manusia dan fasilitas dalam pelaksanaannya, serta hambatan program pengendalian penyakit TB paru di Kabupaten Pangkep, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif untuk memperoleh gambaran Program P2TB Paru di Kabupaten Pangkep. Berdasarkan hasil evaluasi program P2TB di puskesmas, jika dilihat dari aspek input, prosesnya masih belum sesuai dengan persyaratan dan pedoman yang berlaku, deteksi pasien apusan positif tidak mencapai target, tingkat kesembuhan rendah di bawah target nasional, tingkat kesalahan tidak diketahui karena tidak dilakukan cross check, sehingga perlu adanya pelatihan petugas dan kursus penyegaran bagi staf laboratorium, melakukan cross check dan kerjasama lintas program serta bimbingan PMO, dan perlu adanya kegiatan screening di daerah yang banyak penderitanya.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN MASKER BUBUK WAJAH SUSU KAMBING TEMULAWAK UNTUK KECANTIKAN KULIT Asni Hasanuddin; Rony Setianto; Belinda Arbitya Dewi
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2023): JUNE
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v6i1.1247

Abstract

Susu kambing kaya akan anti oksidan yang bisa melawan radikal bebas penyebab penuaan kulit serta membantu proses regenessrasi kulit, menghilangkan sel kulit mati serta mengandung protein dan vitamin yang berperan untuk menghaluskan kulit. Susu kambing juga memiliki kandungan Alpha-hidroxyl Acid (AHA) yang berperan sebagai eksfoliator yang ampuh untuk menghilangkan noda dan jerawat. Temulawak (Curcuma Xanthorhiza Roxb) adalah salah satu tumbuhan obat keluarga Zingiberaceae yang banyak tumbuh dan digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di Indonesia Tumbuhan temulawak secara empiris banyak digunakan sebagai obat tunggal maupun campuran. Terdapat lebih dari 50 resep obat tradisional menggunakan temulawak Secara empiris rimpang temulawak diketahui memiliki banyak manfaat yang salah satunya sebagai antioksidan (WHO 1999). Pengabdian ini menggunakan produk susu kambing bubuk dan tanaman tradisional temulawak (Curcuma Xanthorhiza Roxb). Tujuan pengabdian ini memberikan keterampilan kepada ibu ibu dan remaja putri agar mereka dapat membuat sendiri produk kecantikan tradisional sehingga ibu ibu dan remaja putri tidak perlu menggunakan produk bahan kimia berlebih yang akan berdampak negatif bagi kesehatan kulitnya. Metode yang dilakukan selama sehari pada tanggal 27 oktober 2022, dengan memberikan pelatihan dan workshop bertempat di aula Kantor Desa Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso Kota Makassar, dalam bentuk pelatihan pembuatan masker. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah ibu ibu dan remaja putri dapat membuat masker bubuk susu kambing temulawak dan menjadikannya sebagai ide home industri.
Hubungan konsumsi gula dan konsumsi garam dengan kejadian diabetes mellitus Dewi Sartika MS; Devin Mahendika; Rony Setianto; Fidrotin Azizah; Belinda Arbitya Dewi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 5 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i5.12007

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) or often called diabetes is a metabolic disease caused by an increase in blood glucose levels above normal values. This can occur due to impaired glucose metabolism due to a relative or absolute lack of insulin. The World Health Organization (WHO) states that the prevalence of DM in the world has reached 9%, while the proportion of deaths caused by DM accounts for 4% of all deaths due to non-communicable diseases. The death rate due to DM is more common in low and middle income countries, namely 80%. It is estimated that by 2030 DM will be the seventh cause of death in the world.Purpose: To determine the relationship between sugar consumption and salt consumption on the incidence of diabetes mellitus.Method: Quantitative research with a cross-sectional design to examine the relationship between sugar consumption and salt consumption on the incidence of DM. This research was conducted on all patients who visited and underwent treatment at the general polyclinic recorded in the report register at the Garuda Health Center in September – December 2022, totalling 110 respondents. The sampling technique used was systematic random with inclusion criteria, namely patients who visited regularly and were able to communicate well. Meanwhile, the exclusion criteria are patients who are seriously ill and are not willing to provide medical record data.Results: The results of the chi square test showed a p value of 0.009, meaning there is a significant relationship between excessive sugar consumption and the incidence of DM. The OR test obtained a value of 3.143, indicating that people who consume excessive sugar have a 3.1 times greater risk of suffering from DM compared to people who consume not excessive sugar. The results of the chi square test showed a p value of 0.004, meaning that there is a significant relationship between excessive salt consumption and the incidence of DM. The OR test obtained a value of 3.143, indicating that people who consume excessive salt have a 3.5 times greater risk of suffering from DM compared to people who consume not excessive salt.Conclusion: There is a significant relationship between excessive sugar and salt consumption and the incidence of DM cases with a 3.1 and 3.5 times greater risk of suffering from DM compared to people who do not consume excessive sugar and salt. Keywords: Diabetes Mellitus; Salt Consumption; Sugar Consumption.Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) atau sering disebut kencing manis merupakan penyakit metabolic yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa darah diatas nilai normal. Hal ini dapat terjadi karena gangguan metabolisme glukosa akibat kekurangan insulin baik secara relatif ataupun absolut. World Health Organization (WHO) menyebutkan prevalensi DM di dunia mencapai 9%, sedangkan proporsi kematian disebabkan DM menyumbang 4% dari seluruh kematian akibat penyakit  tidak menular. Angka kematian akibat DM lebih banyak terjadi pada negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah yaitu sebesar 80%. Diperkirakan pada tahun 2030 DM menempati urutan ketujuh penyebab kematian di dunia.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan konsumsi gula dan konsumsi garam terhadap kejadian diabetes mellitus.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk mengkaji hubungan konsumsi gula dan konsumsi garam terhadap kejadian DM. Penelitian ini dilakukan pada seluruh pasien yang berkunjung dan melakukan pengobatan ke Poli umum yang tercatat dalam register laporan di Puskesmas Garuda pada bulan September – Desember 2022 sebanyak 110 responden. Teknik sampel yang digunakan adalah acak tersistematis dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang berkunjung rutin dan mampu berkomunikasi dengan baik. Sedangkan kriteria eksklusi adalah pasien yang sedang sakit berat dan tidak bersedia memberikan data rekam medis.Hasil: Hasil uji chi square didapatkan p value sebesar 0.009 artinya ada hubungan yang signifikan antara konsumsi gula berlebih dengan kejadian DM. Uji OR didapatkan nilai sebesar 3.143 menunjukkan orang yang konsumsi gula berlebih memiliki risiko 3.1 kali lebih besar menderita DM dibandingkan dengan orang yang konsumsi gula tidak berlebih. Hasil uji chi square didapatkan p value sebesar 0.004, artinya ada hubungan yang signifikan antara konsumsi garam berlebih dengan kejadian DM. Uji OR didapatkan nilai sebesar 3.143 menunjukkan bahwa orang yang konsumsi garam berlebih memiliki risiko 3.5 kali lebih besar menderita DM dibandingkan dengan orang yang konsumsi garam tidak berlebih.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi gula dan garam berlebih terhadap kejadian kasus DM dengan risiko 3.1 dan 3.5 kali lebih besar menderita DM dibandingkan dengan orang yang konsumsi gula dan garam tidak berlebih. 
EDUKASI DAN PELATIHAN FORMULASI SEDIAAN HERBAL ANTIPIRETIK PADA PENYANDANG DISABILITAS KABUPATEN BOJONEGORO Belinda Arbitya Dewi; Rony Setianto; Sri Luluk; Rahmawati Rahmawati; Norma Winata
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16538

Abstract

Penggunaan obat di masyarakat khususnya obat dengan prevalensi tinggi seperti obat turun panas (antipiretik), anti nyeri (antiinflamasi), suplemen dan vitamin sudah menjadi kebutuhan yang vital. Hal ini perlu edukasi yang benar tentang indikasi, dosis dan efek samping yang tepat. Obat tradisional dengan efek samping yang relatif kecil perlu penanganan yang serius agar tidak berdampak bagi masyarakat. Kecenderungan masyarakat menggunakan bahan herbal sangat perlu dilakukan edukasi atau informasi yang jelas tentang penggunaan, cara meracik, standarisasi bahan dan efek samping. Prodi Farmasi melakukan edukasi dan pelatihan pembuatan herbal antipiretik terhadap Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Cabang Bojonegoro dengan tujuan masyarakat bisa secara mandiri melakukan swamedikasi herbal dimana masyarakat disabilitas sering menggunakan obat antipiretik dan analgesik, sehingga efek samping penggunaan obat herbal relatif kecil dalam penggunaan dan frekuensi jangka panjang. Metode Pengabdian masyarakat dengan edukasi secara langsung dan pelatihan pembuatan obat herbal antipiretik dari bahan kunyit (Curcuma domestica) yang dilakukan di rumah masing-masing serta evaluasi pembuatan selama satu bulan. Hasil dari pengabdian peserta yang aktif ikut edukasi dan pelatihan sebanyak 50 orang, yang melakukan praktek pembuatan di rumah sebanyak 45 orang (90%). Ringkasan hasil evaluasi penyandang disabilitas memiliki kemampuan dalam mempraktekkan pembuatan formulasi herbal antipiretik dari kunyit dalam pemenuhan mengatasi problem kesehatan untuk menurunkan demam di keluarganya.
Pembuatan Tepung Garut Herbal “Dispro” Sebagai Usaha Peningkatan Ekonomi-Kesehatan Disabilitas Desa Margomulyo Bojonegoro Rony Setianto; Belinda Arbtya Dewi; Fidrotin Azizah; Norma Winata; Aulia Ishthofa Hanindita
AKM Vol 4 No 2 (2024): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v4i2.970

Abstract

Kondisi penyandang disabilitas yang dianggap berbeda memunculkan stigma pada masyarakat bahwa penyandang disabilitas tidak produktif dan menjadi beban bagi orang lain. Hal tersebut menimbulkan rendahnya rasa percaya diri penyandang disabilitas untuk meningkatkan kualitas kesehatan, ekonomi, maupun kehidupan sosialnya. Pelatihan pembuatan tepung garut herbal yang dilakukan oleh Prodi S1 Farmasi STIKes Rajekwesi Bojonegoro sebagai usaha peningkatan ekonomi dan kesehatan penyandang disabilitas di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Tanaman garut (Maranta arundinacea) digunakan sebagai bahan utama karena belum banyak dimanfaatkan serta memiliki potensi sebagai alternatif bahan pangan, sehingga dapat dijadikan peluang oleh penyandang disabilitas dalam meningkatkan ekonomi produktif bagi mereka. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pemberian edukasi dan motovasi kepada masyarakat untuk membangun wirausaha, melakukan manajemen dan memberikan pelatihan kewirausahaan berupa diskusi, workshop, seminar dan pelatihan pembuatan tepung garut. Melakukan evaluasi dan pendampingan terhadap setiap tahap kegiatan yang dilakukan, serta menyediakan wadah usaha berupa tempat untuk melakukan produksi tepung garut “Dispro” sekaligus sebagai tempat untuk manajemen menjalankan usaha bagi para penyandang disabilitas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme yang sangat tinggi dari peserta untuk mengikuti setiap prosesnya, pembuatan tepung garut juga menghasilkan beberapa olahan diantaranya Pati Tepung Garut Dispro Sehat Alami, Gapit Sunti, Semprit Sunti, dan Nastar Sunti
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pengetahuan Antibiotik di Kabupaten Padang Lawas Utara Oktadiana, Isma; Marbun, Meyana; Daulay, Maswan; Sidabutar, Sondang; Pakpahan, Romauli; Setianto, Rony
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1 Juni Tahun 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v5i1.12716

Abstract

Currently, Indonesian infections fall into the most prevalent category. Antibiotics are a type of medicine used to treat infections brought on by bacteria. Antibiotics are widely used throughout the entire population as one of the most common types of treatment. There are many situations where people using antibiotics run the risk of developing antibiotic resistance. Antibiotic resistance effects may result from more frequent use of antibacterial soap by health care providers. To achieve the desired level of public awareness and understanding on the use of antibiotics, education about the ethics of using antimicrobial agents is necessary. As a result, there isn't a widespread use of antibiotics among the general population, which helps to prevent the development of antibiotic resistance. Results from the preliminary test are as follows 45 people have the salah category number whereas 5 people have the true category number. This indicates that the general populace does not fully understand the benefits and proper methods for using antibacterial agents. About 47 people who took the test were positive, and 3 people were positive salah. It is possible to understand from this that efforts to promote preventive measures that are intended for the general populace can provide them with education that is both effective and simple to understand. By using the same presentation material, it is possible to infer that the intended audience is already familiar with the material being discussed.Infeksi di Indonesia saat ini masuk dalam kategori paling banyak. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sebagai jenis pengobatan yang paling umum, antibiotik banyak digunakan di seluruh masyarakat. Ada banyak kasus di mana pengguna antibiotik berisiko mengalami resistensi antibiotik. Efek resistensi antibiotik dapat disebabkan oleh pemberian pengobatan antibakteri yang lebih sering oleh penyedia layanan kesehatan. Edukasi tentang etika penggunaan antimikroba diperlukan untuk mendapatkan tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang diinginkan. Jadi tidak ada penggunaan antibiotik yang berlebihan pada masyarakat umum, sehingga mencegah berkembangnya resistensi antibiotik. Hasil yang diperoleh dari pre-test adalah sebagai berikut 5 orang mendapat nilai kategori benar dan 45 orang mendapat nilai kategori salah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat umum belum sepenuhnya memahami manfaat dan cara penggunaan bahan antibakteri yang tepat. Hasil posttest sebanyak 47 orang tersenyum benar dan 3 orang tersenyum salah. Hal ini dapat dipahami bahwa upaya untuk mempromosikan penyuluhan yang ditujukan kepada masyarakat umum dapat memberikan pendidikan yang baik dan mudah dipahami. Dengan berbedanya materi presentasi yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa target populasi sudah mempunyai pemahaman terhadap materi yang dibicarakan.
The Ethnomedicine Study of Muscle Flour Herbal (Borreria Laevis) In The Tengger Tribe of Bromo East Java as Anti-Inflamation Rony Setianto; Hasanuddin, Asni; Jurnal Syarif
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 2 No. 1 (2022): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v2i1.209

Abstract

Objective: Local wisdom, especially in the ethnomedicine of the Tengger Bromo tribe, East Java, makes a potential that must be developed sustainably. Muscle Flour (Borreria laevis) is a plant that has anti-inflammatory potential in the Tengger tribe. This plant has high ICF and UV tilapia. Methods: This study aims to determine the types of plants that have been used by the Tengger tribe that have anti-inflammatory activity with the in vitro method of cell membrane stability. Samples were taken from the Tengger Bromo Probolinggo Tribe and extracted by maceration using 95% ethanol. Characterization includes non-specific parameters and specific parameters. Results: Identification of chemical contents includes flavonoids, glycosides, saponins, and alkaloids. Testing of anti-inflammatory activity using ethanol extract from muscle flour made concentrations of 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, and 2000 ppm with the in vitro anti-inflammatory test with the human red blood cell (HRBC) method or cell membrane stability. Subsequently tested in vivo with the carrageenan induction method 0.1 mg kg / BW rats, positive control methylprednisolone 0.072 mg/kg BW rats, at a dose of selected plant extracts 105 mg kg / BW rats, 210 mg kg / BW rats, and 560 mg kg / BB mouse.
Effects of Probiotic Supplements on Adolescent Mental Health Setianto, Rony; Tulandi, Selvana Stien; Ambarwati, Rini; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Muntasir, Muntasir
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v2i2.762

Abstract

Adolescent mental health is an important issue that needs serious attention, considering its impact on the quality of life in the future. Recently, attention to the relationship between mental health and gut bacteria (gut microbiota) has increased. Probiotic supplements have been identified as one possible way to improve adolescent mental health through their influence on the gut microbiota. This study aimed to explore the effects of probiotic supplements on adolescent mental health, focusing on symptoms of anxiety, depression and stress. The research was conducted using a randomized controlled experimental design, with adolescent participants aged between 13-18 years. Participants were divided into two groups, where one group received probiotic supplements during the study period, while the control group received a placebo. Internationally recognized scales were used to measure symptoms of anxiety, depression, and stress before and after the intervention. The results showed that adolescents who received probiotic supplements experienced a significant reduction in symptoms of anxiety and depression compared to the control group. In addition, stress levels also showed a significant reduction in the group receiving probiotic supplements. The implementation of this study provides promising initial evidence of the positive effects of probiotic supplementation on adolescent mental health. With this research, the application of probiotic supplements as a mental health intervention in adolescents becomes an attractive alternative. However, further research is needed to understand the mechanisms underlying the relationship between probiotic supplements and adolescent mental health and to determine the most effective dosages and formulations.
Co-Authors Achmad Maftukhin Achmad Maftukhin Ahmad Maftukhin Akmal, Dzul Alwi, Muh Khindri Ambarwati, Rini Annisaatu Nurma Nada Nia Anri, Anri Arbitya Dewi, Belinda Ardiansah Hasin Asni Hasanuddin Asni Hasanuddin Asni Hasanuddin Aulia Ishthofa Hanindita Aulia, Nadia Anggi Belinda Arbitya Dewi Belinda Arbitya Dewi Belinda Arbtya Dewi Cahyati, Happy Nur Dai, Nilam Fitriani Daulay, Maswan Desy Ayu Irma Permatasari Devi Eka Puspita Sari Devin Mahendika Dewi Sartika MS Dita Eliyana Dwi Sandra, Erika evita muslimah isnanda putri Fadila, Ratih Faradina Rosita Farah Septinellya, Cinthya Febianne Eldrian, Febianne FIDROTIN AZIZAH Fitriyawati, Atia Gusmira, Yuni Handayani Halimatussakdiah Halimatussakdiah Hasanah Nurul Hijjah Hasanuddin, Asni Hasin, Ardiansah Hasliani Jita, Dey Jurnal Syarif Karinda, Merlin Laode Swardi Lusi Afriyani Marbun, Meyana Masyrobatin, Masyrobatin MIP, Evita Muh Khidri Alwi Muhammad Idris Muntasir, Muntasir Muslikhah , Siti Muslikhah, Siti Norma Norma Norma winata Norma Winata Norma Winata Nur Azizah Nurul Nurhayati Nuryanti, Titik Oktadiana, Isma Pakpahan, Romauli Poodar, Sandeep Putri, Evita Muslima Isnanda Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rina Utami Rina Utami Rina Utami Rosita, Faradina Siti Mahmudha Siti Nur Hikmah Sondang Sidabutar, Sondang Sri Luluk Sri Mulyani Suci Arsita Sari Syarif, Jurnal Tamliha, Suzanah binti Tatiana Siska Wardani Teti Susliyanti Hasiu Tulandi, Selvana Stien Weri veranita Winata, Norma Wiwik Utami Yaqya, Moh Yaya Sulthon Aziz Zakki Alawi