Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Increasing Health Literacy and Preventive Behavior Against Noncommunicable Diseases Through Community-Based Health Education and Screening among Indonesian Immigrants in Malaysia Mulyani, Sri; Utami, Wiwik; Putri, Evita Muslima Isnanda; Azizah, Nur; Setianto, Rony
Journal of Community Service and Society Empowerment Том 3 № 03 (2025): Journal of Community Service and Society Empowerment
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jcsse.v3i03.2014

Abstract

Limited access to healthcare and health information has made Indonesian migrant workers in Malaysia vulnerable to noncommunicable diseases (NCDs). This community service project aimed to improve community health literacy and preventive behavior through interactive health education, screening, and cadre empowerment in Bukit Sungai Putih, Lembah Jaya Utara, Selangor, Malaysia. The program applied a participatory approach combining community health education and direct screening for hypertension, diabetes, and metabolic risks. A total of 120 participants attended education sessions followed by individual counseling and basic health checks. Results indicated a significant improvement in health knowledge and awareness, as participants were able to identify risk factors and expressed willingness to perform regular self-monitoring. Post-activity interviews revealed an increased sense of responsibility toward adopting healthy lifestyles and sustaining community health cadres. This initiative highlights the importance of integrating education, local participation, and screening as an effective model to strengthen health literacy and disease prevention among immigrant populations.
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis): FORMULATION OF BINAHONG LEAF EXTRACT LIQUID SOAP (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) Setianto, Rony; Dwi Sandra, Erika; Arbitya Dewi, Belinda; Yaqya, Moh; Winata, Norma; Farah Septinellya, Cinthya; Muslikhah , Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanaman binahong (Anredera cordifolia) memiliki kandungan alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol. Kandungan flavonoid sebagai senyawa yang diperoleh dari tanaman binahong bisa ditemui di batang, daun, bunga, dan umbi-umbian yang khasiatnya dijadikan sebagai antimikroba. Untuk membuat formulasi sediaan sabun cair ekstrak daun binahong (Anredera cordfiolia) dengan konsesntrasi variasi CMC, untuk mengetahui formulasi sediaan sabun cair ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) memiliki karakteristik yang baik dan memenuhi standart SNI. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk membuat formulasi ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia). Pembuatan ekstrak daun binahong menggunakan metode maserasi. Formula sabun cair dibuat dalam 3 formula dengan konsesntrasi variasi CMC. Formulasi sabun cair ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) dievaluasi selama 1 minggu meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji viskositas. Dari hsil penelitian ekstrak daun binahong dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair. Sabun cair pada formula F1 adalah sediaan yang paling baik. Ekstrak etanol 70% daun binahong (Anredera cordifolia) dapat dibuat menjadi sediaan sabun cair yang sesuai kriteria SNI dengan konesntrasi variasi CMC. Kata kunci : Esktrak daun binahong, sabun cair, formulasi ABSTRACT Tje binahong plant (Anredera cordifiolia) contains alkaloids, saponins, flavanoids and polyphenols. The flavanoid content as a compound obtained from the binahong plant can be found in the stems, leaves, flowers and tubers whose properties are antimicrobial. To make a formulation liquid soap from binahong leaf extract (Anredera cordifolia) with varying concentrations of CMC, to find out that the formulation for liquid soap from binahong leaf ektract (Anredera corfiolia) has good characteristics and meets SNI standarts. This research is an experimental study which aims to create a formulation of binahong (Anredera cordifolia) leaf extract. Making binahong leaf extract using the maceration method. The liquid soap formula is made in 3 formulas with varying concentrations of CMC. The liquid soap formulation of binahong leaf extract (Anredera cordifolia) was evaluated for 1 week including organoleptic tests, pH tests, homogeneity tests and viscosity test. From the research results, binahong leaf extract can be formulated into a liquid soap preparation. Liquid soap in the F1 formula is the best preparation. 70% ethanol extract of binahong leaves (Anredera cordifolia) an be made into a liquid soap preparation that meets SNI criteria with varying concentrations of CMC. Keywords : Binahong leaf extract, liquid soap, formulation
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Sediaan Herbal Desa Margomulyo Balen Bojonegoro Belinda Arbitya Dewi; Rony Setianto; Zakki Alawi; Annisaatu Nurma Nada Nia; Devi Eka Puspita Sari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cqt8hr03

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat Desa Margomulyo, khususnya anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bojonegoro, dalam mengolah tanaman herbal lokal menjadi berbagai bentuk sediaan herbal seperti jamu, teh celup, serta produk olahan berbasis bahan alami. Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan, yakni pada November hingga Desember 2025, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Farmasi STIKes Rajekwesi Bojonegoro. Proses pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan yang mencakup edukasi dan pelatihan langsung, serta tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan peserta mengenai khasiat tanaman herbal dan keterampilan mereka dalam melakukan proses pengolahan yang higienis dan aman. Selain memberikan manfaat di bidang kesehatan, kegiatan ini juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi kelompok disabilitas melalui pengembangan produk herbal lokal yang memiliki nilai jual. Secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat menjadi upaya berkelanjutan dalam memberdayakan masyarakat serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal guna mendukung kemandirian ekonomi dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Edukasi Pemanfaatan Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Labu Kuning (Cucurbita moschata)  dan kunyit (Curcuma longa L.) untuk Pencegahan Stunting di Desa Margomulyo Balen Bojonegoro Anjarwati, Dina; Dewi, Belinda Arbitya; Setianto, Rony; Masyrobatin, Masyrobatin; Ahsani, Irfan; Winata, Norma; Rosita, Faradina; Febrianti, Dimas Dwiari; Putri, Meisya Amellia
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7e94fa02

Abstract

Kondisi stunting menggambarkan terjadinya defisit nutrisi berkepanjangan yang berimplikasi pada gangguan pertumbuhan fisik serta perkembangan fungsi kognitif pada anak sehingga memerlukan upaya pencegahan berkelanjutan melalui intervensi gizi yang tepat. Di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan 45 kasus stunting pada balita yang memerlukan perhatian khusus. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai stunting serta Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal (PMT) inovatif. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Januari–7 Februari 2026 di Dusun Lemahbang melalui pendekatan edukatif dan difusi IPTEKS berupa penyuluhan serta diskusi interaktif tentang PMT berbahan labu kuning (Cucurbita moschata) dan kunyit (Curcuma longa L.), dengan evaluasi menggunakan instrumen evaluasi awal dan akhir terhadap peserta, serta bahan pembelajaran yang diberikan juga mencakup pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita sebagai upaya pencegahan stunting. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan Bahan makanan setempat yang tersedia secara luas di sekitar lokasi. Aktivitas ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para peserta. terkait stunting dan gizi seimbang. Pemanfaatan pangan lokal sebagai PMT inovatif diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi gizi yang mudah diterapkan di masyarakat serta mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi meningkatkan derajat kesehatan balita di Desa Margomulyo.
Optimalisasi Peran Kuliah Kerja Nyata  dalam Upaya Pencegahan Stunting dan Deteksi Dini Hipertensi di Masyarakat Desa Margomulyo Balen Bojonegoro Harianti, Isma Salsa Billa; Setianto, Rony; Dewi, Belinda Arbitya; Winata, Norma; Rahmadini, Caesarianti; Yulina, Rahma
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pjjqzv12

Abstract

Stunting dan hipertensi merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang masih banyak dijumpai di wilayah pedesaan dan memerlukan intervensi promotif serta preventif yang berkelanjutan. Desa margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro termasuk wilayah yang menghadapi kedua permasalahan tersebut, ditandai dengan ditemukannya balita stunting dan tingginya resiko hipertensi pada kelompok lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dalam upaya pencegahan stunting dan deteksi dini hipertensi melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi kesehatan, skrining tekanan darah, demonstrasi pembuatan jamu JASAREH berbasis tanaman obat keluarga (TOGA), serta edukasi gizi disertai inovasi PUDCAU sebagai pemberi makanan tambahan pada balita. Para profesional kesehatan, kader, dan anggota masyarakat setempat berpartisipasi dalam program yang berlangsung dari tanggal 7 Januari hingga 7 Februari 2026. Temuan menunjukkan peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pencegahan stunting dan hipertensi. Program ini berpotensi membantu upaya peningkatan kesehatan masyarakat desa secara berkelanjutan karena pendekatan pengajaran, jika dikombinasikan dengan pengalaman praktis, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengadopsi perilaku sehat.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pengetahuan Antibiotik di Kabupaten Padang Lawas Utara Isma Oktadiana; Meyana Marbun; Maswan Daulay; Sondang Sidabutar; Romauli Pakpahan; Rony Setianto
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v5i1.12716

Abstract

Currently, Indonesian infections fall into the most prevalent category. Antibiotics are a type of medicine used to treat infections brought on by bacteria. Antibiotics are widely used throughout the entire population as one of the most common types of treatment. There are many situations where people using antibiotics run the risk of developing antibiotic resistance. Antibiotic resistance effects may result from more frequent use of antibacterial soap by health care providers. To achieve the desired level of public awareness and understanding on the use of antibiotics, education about the ethics of using antimicrobial agents is necessary. As a result, there isn't a widespread use of antibiotics among the general population, which helps to prevent the development of antibiotic resistance. Results from the preliminary test are as follows 45 people have the salah category number whereas 5 people have the true category number. This indicates that the general populace does not fully understand the benefits and proper methods for using antibacterial agents. About 47 people who took the test were positive, and 3 people were positive salah. It is possible to understand from this that efforts to promote preventive measures that are intended for the general populace can provide them with education that is both effective and simple to understand. By using the same presentation material, it is possible to infer that the intended audience is already familiar with the material being discussed.Infeksi di Indonesia saat ini masuk dalam kategori paling banyak. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sebagai jenis pengobatan yang paling umum, antibiotik banyak digunakan di seluruh masyarakat. Ada banyak kasus di mana pengguna antibiotik berisiko mengalami resistensi antibiotik. Efek resistensi antibiotik dapat disebabkan oleh pemberian pengobatan antibakteri yang lebih sering oleh penyedia layanan kesehatan. Edukasi tentang etika penggunaan antimikroba diperlukan untuk mendapatkan tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang diinginkan. Jadi tidak ada penggunaan antibiotik yang berlebihan pada masyarakat umum, sehingga mencegah berkembangnya resistensi antibiotik. Hasil yang diperoleh dari pre-test adalah sebagai berikut 5 orang mendapat nilai kategori benar dan 45 orang mendapat nilai kategori salah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat umum belum sepenuhnya memahami manfaat dan cara penggunaan bahan antibakteri yang tepat. Hasil posttest sebanyak 47 orang tersenyum benar dan 3 orang tersenyum salah. Hal ini dapat dipahami bahwa upaya untuk mempromosikan penyuluhan yang ditujukan kepada masyarakat umum dapat memberikan pendidikan yang baik dan mudah dipahami. Dengan berbedanya materi presentasi yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa target populasi sudah mempunyai pemahaman terhadap materi yang dibicarakan.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Suplemen Herbal Sistem Imun Untuk Disabilitas Dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional Belinda Arbitya Dewi; Rony Setianto; Norma Norma; Faradina Rosita; Muhammad Idris
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v4i2.8433

Abstract

Peranan masyarakat dalam membangun jiwa dan mental penyandang difabel perlu mendapatkan perhatian khusus, kampus sebagai lembaga tri dharma perguruan tinggi diharapkan mempunyai peranan aktif  dalam pemberdayaan dan pendampingan. Stigma negatif difabel tidak bisa produktif, membebani orang lain dapat membuat penyandang disabilitas mengalami trauma serta kecemasan untuk menjalani kehidupan sosialnya. Sinergisitas pemerintah, masyarakat, swasta dan perguruan tinggi merupakan terobosan  baik untuk motivasi  difabel bisa berkarya, berinovasi dan mandiri dalam mengembangkan kompetensinya. Prodi S1 Farmasi STIKES Rajekwesi Bojonegoro mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat kepada penyandang disabilitas dengan memberikan pelatihan pembuatan suplemen herbal untuk meningkatkan sistem imun. Pelatihan ini bertujuan mengedukasi masyarakat, pelatihan dan meningkatkan ketrampilan untuk mandiri kepada penyandang Disabilitas. Kegiatan ini diharapkan disabilitas menjadi produktif. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan HUT disabilitas Internasional yaitu bulan Desember, berlokasi di Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah bahan alam sesuai dengan keunggulan prodi S1 Farmasi berupa pembuatan produk suplemen herbal jahe sere dalam bentuk kemasan. sehingga dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan bahan alam untuk pembuatan suplemen herbal. The role of the community in building the soul and mentality of people with disabilities needs special attention, the campus as a higher education tri dharma institution is expected to have an active role in empowerment and mentoring. The negative stigma of people with disabilities cannot be productive, burdening others can make people with disabilities experience trauma and anxiety to live their social lives. The synergy of the government, the community, the private sector, and universities is a good breakthrough for the motivation of people with disabilities to be able to work, innovate and be independent in developing their competencies. S1 Pharmacy Study Program STIKES Rajekwesi Bojonegoro held community service activities for people with disabilities by providing training on making herbal supplements to improve the immune system. This training aims at educating the community, training, and improving skills to be independent for persons with disabilities. This activity is expected to be productive for people with disabilities. This activity was carried out to coincide with the International Disability Anniversary in December, located in Margomulyo Village, Balen District, Bojonegoro Regency. The theme of this activity is natural ingredients in accordance with the advantages of the Bachelor of Pharmacy study program in the form of making herbal supplements of ginger sere in packaged form. so that in this community service activity, natural ingredients are used to make herbal supplements.
Evaluation of the Pulmonary Tuberculosis Control Program Muh Khindri Alwi; Asni Hasanuddin; Rony Setianto; Fidrotin Azizah; Belinda Arbitya Dewi; Nilam Fitriani Dai; Ardiansah Hasin; Jurnal Syarif
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.3791

Abstract

Pulmonary Tuberculosis is still a priority health problem in Indonesia, and around 1.5 M people experience TB resistance where the treatment rate is only 38% in 2019 and the global TB treatment rate is only 57% successful, resistant TB costs a lot, is difficult treated so that it becomes a priority for global TB control programs. The high burden of disease and treatment for patients, poor recovery, mortality, and high mortality lead to distress for patients, families, and caregivers. This study aims to determine the success of the program, program achievements include detection rates, conversion rates, cure rates and cross checks, as well as management of human resources and facilities in implementation, as well as obstacles to pulmonary TB disease control programs in Pangkep Regency, the research method used is descriptive to obtain an overview of the P2TB Pulmonary Program in Pangkep Regency. Based on the results of the evaluation of the P2TB program at the community health centers, when viewed from the input aspect, the process is still not in accordance with the applicable requirements and guidelines, the detection of positive smear patients does not reach the target, the cure rate is low below the national target, the error rate is unknown because no cross check is carried out, so it is necessary to have officer training and refreshing courses for laboratory staff, carry out cross checks and cross-program collaboration and PMO guidance, and there is a need for screening activities in areas where there are many sufferers.
Optimization of lotion formulation 70 % ethanol extract longan leaves (dimocarpus logan l.) Rony Setianto; Atia Fitriyawati; Belinda Arbitya Dewi
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): May: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i2.6189

Abstract

Longan (Dimocarpus longan L.) is a plant from Southeast Asia. One of the health benefits of the longan plant is that it can improve skin health. The aim of the research is optimization in selecting the formulation of the lotion dosage form from 70% ethanol extract from longan leaves. Making longan leaf extract by maceration. Three different concentration formulas of emulsifier span 80 and tween 80 are used to make the lotion. For four weeks, the performance of the lotion was tested organoleptically, in terms of homogeneity, acidity/pH, viscosity, spreadability and specific gravity. Research findings on longan leaf extract can be used as a lotion formulation. FII lotion is the best preparation and is quite stable. The conclusion of this research is that 70% ethanol extract of longan leaves can be made into a stable lotion preparation at varying concentrations of Span 80 and Tween 80 emulsifiers. The best formulation is formulation II.
Antihyperglycemic Potential of 70% Ethanol Extract of Kersen (Muntingia calabura L.) Fruit in Mice: An In Vivo Study Belinda Arbitya Dewi; Rony Setianto; Norma Winata; Masyrobatin; Irfan Ahsani; Cinthya Farah; Faradina Rosita
Duta Pharma Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/pktnm141

Abstract

Background: Diabetes mellitus requires affordable therapeutic alternatives. Kersen (Muntingia calabura L.) fruit contains secondary metabolites with antioxidant and potential antihyperglycemic properties. Objective: To evaluate the antihyperglycemic activity of ethanol extract of M. calabura fruit in alloxan-induced hyperglycemic mice. Method: An in vivo experimental study used 30 mice divided into normal control, diabetic control, and extract treatment groups receiving 10%, 15%, or 20% extract orally for 14 days. Hyperglycemia was induced using alloxan at 150 mg/kg body weight. Blood glucose levels were measured before induction and on days 7 and 14. Phytochemical screening was performed qualitatively. Data were assessed using Shapiro-Wilk and Levene’s tests, followed by one-way ANOVA and Tukey’s HSD test. Results: The extract yield was 24.25%, and phytochemical screening identified flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins. Alloxan successfully induced hyperglycemia, with diabetic-control blood glucose levels reaching approximately 299 mg/dL on day 14. Extract treatment produced a dose-dependent reduction in blood glucose. The 20% extract group showed the greatest effect, with a mean final blood glucose level of approximately 116 mg/dL and no significant difference from the normal control group (p=0.209). One-way ANOVA showed significant differences among groups (p<0.001). Conclusion: Ethanol extract of M. calabura fruit demonstrated significant antihyperglycemic activity in alloxan-induced mice, with the 20% concentration providing the most effective glucose-lowering response.
Co-Authors Achmad Maftukhin Achmad Maftukhin Ahmad Maftukhin Ahsani, Irfan Akmal, Dzul Ambarwati, Rini Anjarwati, Dina Annisaatu Nurma Nada Nia Anri, Anri Ardiansah Hasin Ardiansah Hasin Asni Hasanuddin Asni Hasanuddin Asni Hasanuddin Asni Hasanuddin Atia Fitriyawati Aulia Ishthofa Hanindita Aulia, Nadia Anggi Belinda Arbitya Dewi Belinda Arbtya Dewi Cahyati, Happy Nur Cinthya Farah Desy Ayu Irma Permatasari Devi Eka Puspita Sari Devin Mahendika Dewi Sartika MS Dita Eliyana Dwi Sandra, Erika evita muslimah isnanda putri Fadila, Ratih Faradina Rosita Faradina Rosita Faradina Rosita Farah Septinellya, Cinthya Febianne Eldrian, Febianne Febrianti, Dimas Dwiari FIDROTIN AZIZAH Gusmira, Yuni Handayani Halimatussakdiah Halimatussakdiah Harianti, Isma Salsa Billa Hasanah Nurul Hijjah Hasanuddin, Asni Hasliani Irfan Ahsani Isma Oktadiana Jita, Dey Jurnal Syarif Jurnal Syarif Karinda, Merlin Laode Swardi Lusi Afriyani Maswan Daulay Masyrobatin Masyrobatin, Masyrobatin Meyana Marbun MIP, Evita Muh Khidri Alwi Muh Khindri Alwi Muhammad Idris Muntasir, Muntasir Muslikhah , Siti Muslikhah, Siti Nilam Fitriani Dai Norma Norma Norma winata Norma Winata Norma Winata Norma Winata Nur Azizah Nurul Nurhayati Nuryanti, Titik Poodar, Sandeep Putri, Evita Muslima Isnanda Putri, Meisya Amellia Rahmadini, Caesarianti Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rina Utami Rina Utami Rina Utami Romauli Pakpahan Rosita, Faradina Siti Mahmudha Siti Nur Hikmah Sondang Sidabutar Sri Luluk Sri Mulyani Suci Arsita Sari Tamliha, Suzanah binti Tatiana Siska Wardani Teti Susliyanti Hasiu Tulandi, Selvana Stien Weri veranita Winata, Norma Wiwik Utami Yaqya, Moh Yaya Sulthon Aziz Yulina, Rahma Zakki Alawi