Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN RIWAYAT KELUARGA DAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI AKMAL, DZUL; RAHMAWATI, RAHMAWATI; SETIANTO, RONY; DEWI, BELINDA ARBITYA; ANRI, ANRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan hipertensi ini menjadi tantangan kesehatan hampir diseluruh dunia. Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit yang terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan riwayat hipertensi dan merokok dengan kejadian hipertensi Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah masyarakat usia produktif yaitu antara 15-60 tahun. Sampel diambil secara accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan kejadian hipertensi (p=0,042). Ada hubungan yang signifikan antara merokok dengan kejadian hipertensi (p=0,003). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah adanya orang yang memiliki riwayat hipertensi berpeluang 2,9 kali lebih besar menderita hipertensi. Orang yang merokok berpeluang 4,8 kali lebih besar menderita hipertensi. Sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi untuk lebih memperhatikan gaya hidup agar dapat terhindar dari penyakit hipertensi.
Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Eldrian, Febianne; Karinda, Merlin; Setianto, Rony; Dewi, Belinda Arbitya; Gusmira, Yuni Handayani
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 9, No 1 (2023): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2023
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v9i1.1366

Abstract

Masalah stunting di Kota Bandung merupakan perioritas, karena kejadian stunting di Kota Bandung merupakan salah satu yang tertinggi di Jawa Barat yaitu sebesar 6,63%. Tingginya kejadian stunting di sebabkan oleh tingkat asupan gizi.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Cipadung Kota Bandung pada bulan Januari-Maret 2022. Populasi kasus dalam penelitian ini yaitu ibu yanng memiliki balita usia 24-59 bulan. Jumlah sampel sebanyak 108 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrument yang dipakai adalah kuesioner. Pengujian yang dipakai ialah uji chi square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar balita mengalami stunting (63%), tidak memiliki riwayat diare (58,3%), tidak memiliki Riwayat cacingan (66,7%), dan lebih dari setengah balita tidak memiliki riwayat ISPA (53,7%). Varibel yang berhubungan signifikan adalah riwayat diare (p=0,018, POR=2,8), riwayat ISPA(p=0,005, POR=3,4), dan riwayat cacingan(p=0,009, POR=3,2). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penyakit infeksi yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah riwayat diare, riwayat ISPA dan riwayat cacingan. Disarankan kepada ibu yang memiliki bayi untuk rutin melakukan posyandu agar dapat memantau tumbuh kembang anaknya
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN MASKER BUBUK WAJAH SUSU KAMBING TEMULAWAK UNTUK KECANTIKAN KULIT Hasanuddin, Asni; Setianto, Rony; Dewi, Belinda Arbitya
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan JUNE 2023
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v6i1.1247

Abstract

Susu kambing kaya akan anti oksidan yang bisa melawan radikal bebas penyebab penuaan kulit serta membantu proses regenessrasi kulit, menghilangkan sel kulit mati serta mengandung protein dan vitamin yang berperan untuk menghaluskan kulit. Susu kambing juga memiliki kandungan Alpha-hidroxyl Acid (AHA) yang berperan sebagai eksfoliator yang ampuh untuk menghilangkan noda dan jerawat. Temulawak (Curcuma Xanthorhiza Roxb) adalah salah satu tumbuhan obat keluarga Zingiberaceae yang banyak tumbuh dan digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di Indonesia Tumbuhan temulawak secara empiris banyak digunakan sebagai obat tunggal maupun campuran. Terdapat lebih dari 50 resep obat tradisional menggunakan temulawak Secara empiris rimpang temulawak diketahui memiliki banyak manfaat yang salah satunya sebagai antioksidan (WHO 1999). Pengabdian ini menggunakan produk susu kambing bubuk dan tanaman tradisional temulawak (Curcuma Xanthorhiza Roxb). Tujuan pengabdian ini memberikan keterampilan kepada ibu ibu dan remaja putri agar mereka dapat membuat sendiri produk kecantikan tradisional sehingga ibu ibu dan remaja putri tidak perlu menggunakan produk bahan kimia berlebih yang akan berdampak negatif bagi kesehatan kulitnya. Metode yang dilakukan selama sehari pada tanggal 27 oktober 2022, dengan memberikan pelatihan dan workshop bertempat di aula Kantor Desa Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso Kota Makassar, dalam bentuk pelatihan pembuatan masker. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah ibu ibu dan remaja putri dapat membuat masker bubuk susu kambing temulawak dan menjadikannya sebagai ide home industri.
Antibacterial Activities of N-Hexan Ethyl Acetate Fraction and Water From Ethanol Extract of Yodium Leaves (Jatrophora Multifida L.) Against Pseudomonas Aeruginosa ATCC 27853 Siti Nur Hikmah; Rony Setianto; Belinda Arbitya Dewi; Rina Utami
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.552

Abstract

The extraction of yodium leaf by maceration method used ethanol 70% solvent, followed by fractionation with n-hexana, ethyl acetate and water solvents. The antibacterial activity test performed by the diffusion method and dilusion method. Diffution method by consentration ethanol extracts and fraction are used 50%, 25% and 12,5%. Dilution method by consentration ethyl acetate fraction are used 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,5625%, 0,78125%, dan 0,390625%. The chemical contens of the most active fraction were tested by TLC. The results showed that the ethanol extract of yodium leaf (J. multifida), of n-hexana, ethyl acetate and water fraction had antibacterial activity against P. aeruginosa ATCC 27853. Ethyl acetate fraction was the most active fraction with an average of inhibition diameter at concentrations of 50% was 14,7 mm, concentration of 25% was 14,4 mm and concentration 12,5% was 11,7 mm. Minimum kill concentration ethyl acetate fraction against P.aeruginosa ATCC 27853 of 12,5%
Optimization of lotion formulation 70 % ethanol extract longan leaves (dimocarpus logan l.) Setianto, Rony; Fitriyawati, Atia; Dewi, Belinda Arbitya
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): May: Law Science and Field
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i2.6189

Abstract

Longan (Dimocarpus longan L.) is a plant from Southeast Asia. One of the health benefits of the longan plant is that it can improve skin health. The aim of the research is optimization in selecting the formulation of the lotion dosage form from 70% ethanol extract from longan leaves. Making longan leaf extract by maceration. Three different concentration formulas of emulsifier span 80 and tween 80 are used to make the lotion. For four weeks, the performance of the lotion was tested organoleptically, in terms of homogeneity, acidity/pH, viscosity, spreadability and specific gravity. Research findings on longan leaf extract can be used as a lotion formulation. FII lotion is the best preparation and is quite stable. The conclusion of this research is that 70% ethanol extract of longan leaves can be made into a stable lotion preparation at varying concentrations of Span 80 and Tween 80 emulsifiers. The best formulation is formulation II.
Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Sehat dalam Mencegah Penyakit Melalui Edukasi Pencegahan Penyakit Degeneratif di Selangor, Malaysia Utami, Wiwik; MIP, Evita; azizah, Nur; Setianto, Rony; Rahmawati, Rahmawati; Nuryanti, Titik; Fadila, Ratih; Aulia, Nadia Anggi; Jita, Dey; Poodar, Sandeep; Tamliha, Suzanah binti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nss08w78

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian di berbagai negara, termasuk Malaysia. Berdasarkan data Bahagian Kesihatan Awam Selangor tahun 2023, prevalensi PTM meningkat sebesar 15% dalam lima tahun terakhir akibat pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini dilaksanakan di Lembah Jaya Utara, Selangor, Malaysia. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gaya hidup sehat dan pemberdayaan kader lokal dalam pencegahan PTM. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan berbasis komunitas, pelatihan kader kesehatan, kampanye digital melalui media visual, serta pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Evaluasi dilakukan dengan pre-post test serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 45% setelah mengikuti edukasi, dan 90% peserta menyatakan puas serta merasa terbantu dengan layanan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, kader komunitas mulai aktif memberikan edukasi lanjutan secara mandiri, dan media visual terbukti meningkatkan pemahaman serta daya ingat masyarakat. Kolaborasi antara STIKes Rajekwesi Bojonegoro, Lincoln University College Malaysia, dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan intervensi ini. Kesimpulannya, pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi lintas institusi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pencegahan PTM di wilayah sasaran.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Suplemen Herbal Sistem Imun Untuk Disabilitas Dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional Dewi, Belinda Arbitya; Setianto, Rony; Norma, Norma; Rosita, Faradina; Idris, Muhammad
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): Volume 4, Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v4i2.8433

Abstract

Peranan masyarakat dalam membangun jiwa dan mental penyandang difabel perlu mendapatkan perhatian khusus, kampus sebagai lembaga tri dharma perguruan tinggi diharapkan mempunyai peranan aktif  dalam pemberdayaan dan pendampingan. Stigma negatif difabel tidak bisa produktif, membebani orang lain dapat membuat penyandang disabilitas mengalami trauma serta kecemasan untuk menjalani kehidupan sosialnya. Sinergisitas pemerintah, masyarakat, swasta dan perguruan tinggi merupakan terobosan  baik untuk motivasi  difabel bisa berkarya, berinovasi dan mandiri dalam mengembangkan kompetensinya. Prodi S1 Farmasi STIKES Rajekwesi Bojonegoro mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat kepada penyandang disabilitas dengan memberikan pelatihan pembuatan suplemen herbal untuk meningkatkan sistem imun. Pelatihan ini bertujuan mengedukasi masyarakat, pelatihan dan meningkatkan ketrampilan untuk mandiri kepada penyandang Disabilitas. Kegiatan ini diharapkan disabilitas menjadi produktif. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan HUT disabilitas Internasional yaitu bulan Desember, berlokasi di Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah bahan alam sesuai dengan keunggulan prodi S1 Farmasi berupa pembuatan produk suplemen herbal jahe sere dalam bentuk kemasan. sehingga dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan bahan alam untuk pembuatan suplemen herbal. The role of the community in building the soul and mentality of people with disabilities needs special attention, the campus as a higher education tri dharma institution is expected to have an active role in empowerment and mentoring. The negative stigma of people with disabilities cannot be productive, burdening others can make people with disabilities experience trauma and anxiety to live their social lives. The synergy of the government, the community, the private sector, and universities is a good breakthrough for the motivation of people with disabilities to be able to work, innovate and be independent in developing their competencies. S1 Pharmacy Study Program STIKES Rajekwesi Bojonegoro held community service activities for people with disabilities by providing training on making herbal supplements to improve the immune system. This training aims at educating the community, training, and improving skills to be independent for persons with disabilities. This activity is expected to be productive for people with disabilities. This activity was carried out to coincide with the International Disability Anniversary in December, located in Margomulyo Village, Balen District, Bojonegoro Regency. The theme of this activity is natural ingredients in accordance with the advantages of the Bachelor of Pharmacy study program in the form of making herbal supplements of ginger sere in packaged form. so that in this community service activity, natural ingredients are used to make herbal supplements.
OPTIMASI SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI SUPLEMEN KESEHATAN Dewi, Belinda Arbitya; Cahyati, Happy Nur; Setianto, Rony
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4951

Abstract

Khasiat obat tanaman kelor (Moringa oleifera L.) telah terbukti dibuktikan secara ilmiah dan banyak digunakan oleh masyarakat. Kelor (Moringa oleifera L.) yang dijadikan untuk obat pada bagian daun karena mengandung zat sebagai antioksidan, tanin, terpenoid, alkaloid, saponin, dan flavonoid yang mudah larut dalam air. Mengetahui apakah sediaan serbuk effervescent dapat dihasilkan dari formulasi ekstrak dari daun kelor (Moringa oleifera L.) serta mengetahui karakterisitik pengujian sifat fisiknya. Pelarut etanol 96% digunakan dalam proses maserasi. Formulasi yang digunakan dalam penelitian menunjukkan perbedaan antara komposisi asam dan basa. Komposisi basa menggunakan natrium bikarbonat, sedangkan komposisi asam yaitu asam tartat dengan asam sitrat. Kandungan asam tartat, asam sitrat dan natrium bikarbonat yang digunakan sebanyak F1 (10, 5, 25), F2 (20, 10, 30), dan F3 (30, 15, 35). Metode analisis yang digunakan untuk berdasarkan hasil pengujian di laboratorium. Formulasi yang digunakan belum terdapat produk yang beredar dipasaran. Evaluasi sediaan effervescent yaitu meliputi pengujian organoleptis (warna, bentuk, rasa, aroma), pengujian pH, pengujian sudut diam, pengujian kadar air (kandungan air pada sediaan), pengujian waktu dispersi (waktu larut) dan pengujian waktu alir yang dilakukan replikasi tiga kali setiap pengujian. Pada pengujian organoleptis, F3 memiliki rasa yang lebih asam, hal ini dikarenakan pada F3 memiliki kandungan asam sitrat dan asam tartat lebih banyak. Uji Kadar air pada sediaan serbuk effervescent memenuhi persyaratan, yakni <5%. Kandungan asam tartat akan mempengaruhi terhadap waktu alir sediaan, pada F3 waktu alir lebih cepat. Seratus gram granul, waktu alir kurang dari sepuluh detik sesuai standar. Hasil pH F3 lebih besar dikarenakan menggunakan konsentrasi asam yang paling besar. Pengujian sudut diam ketiga formulasi memenuhi persyaratan yaitu tidak lebih besar dari 40o. Kandungan asam sitrat pada F3 paling besar sehingga pada pengujian sudut diam memiliki hasil lebih besar lebih besar dikarenakan. Pengujian waktu dispersi F1 memiliki waktu larut lebih cepat dibandingkan yang lainya dikeranakan kandungan laktosa F1 paling banyak, sehingga kelarutannya lebih cepat. Ekstrak daun kelor (Moringga oleifera L.) dapat digunakan pada pembuatan serbuk effervescent. Sebagai hasil dari evaluasi F1, formula ekstrak dari daun kelor (Moringga oleifera L.) memiliki karakteristik serbuk effervescent yang paling baik.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Teh Celup Buah Kersen Sebagai Antidiabet Dewi, Belinda Arbitya; Setianto, Rony; Winata, Norma; Masyrobatin, Masyrobatin; Rosita, Faradina; Muslikhah, Siti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8mmf0e43

Abstract

Diabetes melitus adalah jenis penyakit yang tidak menular dengan jumlah kasus yang terus menerus bertambah setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Sambiroto, khususnya mitra dari Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bojonegoro, mengenai pemanfaatan buah kersen (Muntingia calabura L.) sebagai teh celup herbal penurun kadar gula darah. Buah kersen dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah secara alami. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan, mulai Maret hingga Agustus 2025, dan melibatkan dosen serta mahasiswa dari Prodi S1 Farmasi STIKes Rajekwesi Bojonegoro. Metode pelaksanaan mencakup tiga proses atau tahapan, yang mencakup persiapan, pelaksanaan (edukasi dan pelatihan langsung), evaluasi dan penyelesaian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai tanaman obat, khususnya buah kersen, serta kemampuan dalam mengolahnya menjadi teh celup yang higienis dan siap dikonsumsi. Selain itu, kegiatan ini memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama penyandang disabilitas, dalam mengembangkan produk herbal lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi alternatif pemanfaatan sumber daya alam lokal untuk peningkatan kesehatan masyarakat secara mandiri dan berdaya saing.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Ekstrak Etanol Batang Sereh (Cymbopogon citratus) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 Weri veranita; Hasanah Nurul Hijjah; Desy Ayu Irma Permatasari; Rony setianto
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.304 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2081

Abstract

Saat ini mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir bukanlah satu-satunya carauntuk membersihkan tangan, terdapat cara yang lebih praktis yaitu menggunakan cairan gelantiseptik yang dapat digunakan kapan dan dimana saja tanpa harus dibilas dengan air, yangdikenal dengan hand sanitizer. Penambahan zat aktif pada sediaan yang berasal dari ekstraktumbuhan yang memiliki aktivitas antibakteri dapat memberikan efek penghambatan padapertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus. Daun sirsak (Annona muricata L.)mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid, serta tanaman sereh (Cymbopogoncitratus) memiliki kandungan kimia antara lain minyak atsiri, saponin, polifenol dan flavonoid,kedua tanaman ini memiliki aktivitas antibakteri yang cukup besar.Pada penelitian ini, dilakukan kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricataL.) dan Ekstrak Etanol Batang Sereh (Cymbopogon citratus) untuk memformulasikan gelhandsanitizer dengan bahan alami. Uji karakteristik gel yang dilakukan adalah uji viskositas, ujidaya sebar, uji pH, uji organoleptis dan uji homogenitas. Uji aktivitas antibakteri dilakukandengan pengukuran zona hambat menggunakan metode disc diffusion test terhadap variasiformula yaitu F1, F2, dan F3.Hasil penelitian didapatkan kombinasi ekstrak etanol daun sirsak (Annona mricata L.)dan ekstrak etanol batang sereh (Cymbopogon citratus) pada konsentrasi 2,5%, 5%, 10% denganperbandingan ekstrak 2:1 dapat diformulasikan menjadi sediaan gel hand sanitizer yang baik danmemenuhi persyaratan sediaan gel yang baik. Kombinasi kedua ekstrak ini memberikan efekantibakteri yang lebih baik, dibuktikan dengan konsentrasi 10% kombinasi ekstrak memiliki efekantibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan nilai zona hambat 16 mm yangmanatermasuk kategori kuat.