Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Aktifitas Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPS melalui Metode Pembelajaran Inkuiri Bone, Matilda Pia; Lio, Stefanus
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.202391.430

Abstract

This study aimed to determine whether the use of inquiry learning method can increase students' learning activities in social studies learning in elementary schools. This research approach was qualitative, using classroom action research method. The research procedure refers to the Lewis method in the form of a cycle. Each cycle consists of four main activities, namely planning, implementing, evaluating, and improving plans. The results of the study showed that the application of the inquiry learning method in social studies learning can increase students' learning activities. So, it can be concluded that the inquiry learning method is a learning method that can develop student learning activities, which has an impact on increasing student learning outcomes. Therefore, the application of the inquiry learning method is highly recommended for use in social studies learning in elementary schools.
Nilai Tradisi Lisan Tutur Adat Takanab untuk Pembentukan Karakter Anak Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling Banu, Edigius Paulus; Lio, Stefanus; Bone, Matilda Pia
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.2024101.438

Abstract

This research aims to understand the essence of local wisdom values in the oral tradition of Takanab traditional speech with a focus on efforts to shape children's character through guidance and counseling services. The method applied in this research is a qualitative descriptive method, with the research subjects being traditional elders who have a deep understanding of the Takanab traditional spoken language. The data collection approach includes semi-structured interviews, observation, and documentation studies. Data analysis is carried out by data reduction, data display, and data verification. The research results show that the oral tradition of Takanab traditional speech includes moral, religious and cultural values that are significant in forming children's character. The research results concluded that in Takanab traditional speech there are values such as honesty, integrity, compassion, justice, responsibility, devotion, forgiveness, tolerance, courtesy, humility, respect, appreciation, hearing, recognition, empathy, sympathy, and discipline. These values can be the basis for forming children's character through information services, group guidance, group counseling and individual counseling in the implementation of guidance and counseling services. An oral tradition-based guidance and counseling approach emphasizes the importance of knowledge transmitted through stories, myths and oral experiences from generation to generation. Traditional narratives are used to provide views on life, values, and solutions to problems faced by individuals. This approach views oral traditions as a source of wisdom that can provide deep insight and help individuals understand the meaning of life in a cultural context and the values rooted in oral traditions are the basis for character formation.
Studi Kualitatif Naratif tentang Perilaku Bullying Siswa Kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang Luan, Maria Egabriela; Lio, Stefanus
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2238

Abstract

Bullying among junior high school students remains a significant issue that disrupts adolescents’ social and emotional development. This study employed a qualitative narrative design to explore the forms, causes, and impacts of bullying among seventh-grade students at SMPK St. Theresia Kupang. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving ten students and one guidance and counseling teacher. The findings reveal that verbal and social bullying are most prevalent, driven by peer pressure and the need for social recognition; while victims experience emotional stress, decreased learning motivation, and impaired social relationships. The study recommends empathy-based prevention strategies and the integration of religious character values into the curriculum. This research contributes to strengthening school intervention models to foster a safe and inclusive learning environment.ABSTRAKFenomena bullying di kalangan siswa SMP masih menjadi tantangan serius yang menghambat perkembangan sosial-emosional remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain naratif untuk menggali bentuk, faktor penyebab, dan dampak perilaku bullying pada siswa kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan lima siswa serta seorang guru BK. Hasil penelitian menunjukkan dominasi bullying verbal dan sosial yang dipengaruhi oleh teman sebaya dan kebutuhan akan pengakuan; sementara korban mengalami stres emosional, penurunan motivasi belajar, dan gangguan relasi sosial. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya strategi pencegahan berbasis empati serta integrasi nilai karakter religius dalam kurikulum. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan model intervensi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Pelatihan Mindfulness Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa Wenyi Rohi, Enasely Mega; Tue P. Lejap, Gracianus Edwin; Margaretha, Dhiu; Lio, Stefanus; Aprilius Un, Jefri Marianus; da Lopez, Waldetrudis Adelina
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20772

Abstract

Background: Kesehatan mental siswa menjadi aspek penting yang berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan pribadi mereka. Namun, tekanan akademik dan dinamika sosial sering kali menimbulkan stres yang berdampak pada emosi, konsentrasi, serta kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan Mindfulness sebagai strategi self-care untuk membantu siswa meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi, serta menjaga keseimbangan mental. Metode: Pelaksanaan meliputi pemberian materi, praktik Mindfulness (seperti mindful breathing, body scan, dan mindful listening), refleksi perorangan, serta penulisan jurnal harian. Peserta kegiatan adalah siswa sekolah menengah yang mengikuti rangkaian pelatihan secara bertahap. Hasil: Kegiatan menunjukkan bahwa siswa merespons pelatihan dengan antusias, mampu mempraktikkan teknik Mindfulness dengan baik, serta merasakan dampak positif berupa peningkatan ketenangan, fokus belajar, dan kemampuan mengendalikan emosi. Kegiatan ini menegaskan bahwa Mindfulness tidak hanya relevan sebagai teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan di sekolah. Kesimpulan: Pelatihan Mindfulness yang diberikan kepada siswa terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran diri dan kesehatan mental. Melalui rangkaian kegiatan berupa pemberian materi, praktik Mindfulness, refleksi perorangan, hingga penulisan jurnal harian, siswa memperoleh pemahaman sekaligus pengalaman langsung mengenai pentingnya mengelola pikiran, perasaan, dan tubuh secara sadar. Selain itu kegiatan ini dirancang rencana keberlanjutan melalui kolaborasi dengan guru BK untuk mengintegrasikan praktik Mindfulness ke dalam layanan bimbingan sekolah. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Pelatihan Konseling Sebaya Bagi Siswa Kelas VIII SMPK St. ThereTheresia Kupang Luan, Maria Egabriella; Densy, Angelaria Safira; Toji, Maria Apriliana; Bouk, Januarius Ulu; Lio, Stefanus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.840

Abstract

Peningkatan kasus stres dan kecemasan pada remaja sekolah menengah pertama menuntut adanya strategi pendampingan psikososial yang efektif dan kontekstual. Keterbatasan jumlah konselor profesional di sekolah menimbulkan kebutuhan akan alternatif berbasis komunitas siswa, salah satunya melalui pelatihan konseling sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan program pelatihan konseling sebaya bagi siswa kelas VIII SMPK St. Theresia Kupang serta menganalisis dampaknya terhadap keterampilan komunikasi empatik, mendengarkan aktif, dan dukungan sosial antar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan (training and mentoring approach) dengan partisipan sebanyak enam siswa yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru bimbingan dan konseling serta wali kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan refleksi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep konseling sebaya, kemampuan empati, dan keterampilan komunikasi efektif, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30–35% dibandingkan sebelum pelatihan. Peserta juga menunjukkan perubahan perilaku positif berupa keberanian menyampaikan pendapat, kesadaran menjaga kerahasiaan, serta peningkatan solidaritas antar teman. Dengan demikian, pelatihan konseling sebaya terbukti efektif sebagai bentuk intervensi untuk mengembangkan keterampilan sosial-emosional siswa SMP serta memperkuat iklim sekolah yang suportif dan empatik. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian bimbingan dan konseling berbasis sebaya, sedangkan secara praktis, menawarkan model implementatif yang dapat direplikasi dalam konteks pendidikan lain dengan sumber daya terbatas.