Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Studi Kualitatif Naratif tentang Perilaku Bullying Siswa Kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang Luan, Maria Egabriela; Lio, Stefanus
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2238

Abstract

Bullying among junior high school students remains a significant issue that disrupts adolescents’ social and emotional development. This study employed a qualitative narrative design to explore the forms, causes, and impacts of bullying among seventh-grade students at SMPK St. Theresia Kupang. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving ten students and one guidance and counseling teacher. The findings reveal that verbal and social bullying are most prevalent, driven by peer pressure and the need for social recognition; while victims experience emotional stress, decreased learning motivation, and impaired social relationships. The study recommends empathy-based prevention strategies and the integration of religious character values into the curriculum. This research contributes to strengthening school intervention models to foster a safe and inclusive learning environment.ABSTRAKFenomena bullying di kalangan siswa SMP masih menjadi tantangan serius yang menghambat perkembangan sosial-emosional remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain naratif untuk menggali bentuk, faktor penyebab, dan dampak perilaku bullying pada siswa kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan lima siswa serta seorang guru BK. Hasil penelitian menunjukkan dominasi bullying verbal dan sosial yang dipengaruhi oleh teman sebaya dan kebutuhan akan pengakuan; sementara korban mengalami stres emosional, penurunan motivasi belajar, dan gangguan relasi sosial. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya strategi pencegahan berbasis empati serta integrasi nilai karakter religius dalam kurikulum. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan model intervensi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Pelatihan Mindfulness Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa Wenyi Rohi, Enasely Mega; Tue P. Lejap, Gracianus Edwin; Margaretha, Dhiu; Lio, Stefanus; Aprilius Un, Jefri Marianus; da Lopez, Waldetrudis Adelina
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20772

Abstract

Background: Kesehatan mental siswa menjadi aspek penting yang berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan pribadi mereka. Namun, tekanan akademik dan dinamika sosial sering kali menimbulkan stres yang berdampak pada emosi, konsentrasi, serta kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan Mindfulness sebagai strategi self-care untuk membantu siswa meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi, serta menjaga keseimbangan mental. Metode: Pelaksanaan meliputi pemberian materi, praktik Mindfulness (seperti mindful breathing, body scan, dan mindful listening), refleksi perorangan, serta penulisan jurnal harian. Peserta kegiatan adalah siswa sekolah menengah yang mengikuti rangkaian pelatihan secara bertahap. Hasil: Kegiatan menunjukkan bahwa siswa merespons pelatihan dengan antusias, mampu mempraktikkan teknik Mindfulness dengan baik, serta merasakan dampak positif berupa peningkatan ketenangan, fokus belajar, dan kemampuan mengendalikan emosi. Kegiatan ini menegaskan bahwa Mindfulness tidak hanya relevan sebagai teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan di sekolah. Kesimpulan: Pelatihan Mindfulness yang diberikan kepada siswa terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran diri dan kesehatan mental. Melalui rangkaian kegiatan berupa pemberian materi, praktik Mindfulness, refleksi perorangan, hingga penulisan jurnal harian, siswa memperoleh pemahaman sekaligus pengalaman langsung mengenai pentingnya mengelola pikiran, perasaan, dan tubuh secara sadar. Selain itu kegiatan ini dirancang rencana keberlanjutan melalui kolaborasi dengan guru BK untuk mengintegrasikan praktik Mindfulness ke dalam layanan bimbingan sekolah. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Pelatihan Konseling Sebaya Bagi Siswa Kelas VIII SMPK St. ThereTheresia Kupang Luan, Maria Egabriella; Densy, Angelaria Safira; Toji, Maria Apriliana; Bouk, Januarius Ulu; Lio, Stefanus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.840

Abstract

Peningkatan kasus stres dan kecemasan pada remaja sekolah menengah pertama menuntut adanya strategi pendampingan psikososial yang efektif dan kontekstual. Keterbatasan jumlah konselor profesional di sekolah menimbulkan kebutuhan akan alternatif berbasis komunitas siswa, salah satunya melalui pelatihan konseling sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan program pelatihan konseling sebaya bagi siswa kelas VIII SMPK St. Theresia Kupang serta menganalisis dampaknya terhadap keterampilan komunikasi empatik, mendengarkan aktif, dan dukungan sosial antar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan (training and mentoring approach) dengan partisipan sebanyak enam siswa yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru bimbingan dan konseling serta wali kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan refleksi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep konseling sebaya, kemampuan empati, dan keterampilan komunikasi efektif, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30–35% dibandingkan sebelum pelatihan. Peserta juga menunjukkan perubahan perilaku positif berupa keberanian menyampaikan pendapat, kesadaran menjaga kerahasiaan, serta peningkatan solidaritas antar teman. Dengan demikian, pelatihan konseling sebaya terbukti efektif sebagai bentuk intervensi untuk mengembangkan keterampilan sosial-emosional siswa SMP serta memperkuat iklim sekolah yang suportif dan empatik. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian bimbingan dan konseling berbasis sebaya, sedangkan secara praktis, menawarkan model implementatif yang dapat direplikasi dalam konteks pendidikan lain dengan sumber daya terbatas.
The Role of Guidance and Counseling Teachers in Improving Students’ Time Discipline at SMPK St. Theresia Kupang Sile, Mekiani Guntrima Mogi; Lio, Stefanus
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1258

Abstract

Time discipline is a fundamental aspect in shaping students’ character and academic success. This study is motivated by the phenomenon of low time discipline among students at SMPK St. Theresia Kupang, which affects learning regularity and instructional effectiveness. The purpose of this study is to analyze the strategic role of Guidance and Counseling (BK) teachers in improving students’ time discipline through the implementation of understanding, prevention, development, and corrective functions based on professional regulatory frameworks. This research employed a qualitative approach using both library and field studies. The informants consisted of one BK teacher and six students selected through purposive sampling techniques. Data were collected through semi-structured interviews, documentation, and literature review, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that classical guidance services, group guidance using self-management techniques, and individual counseling based on Cognitive Behavior Therapy (CBT) are effective in enhancing students’ awareness and responsibility toward time management. In addition, collaboration among BK teachers, homeroom teachers, Catholic Religious Education (PAK) teachers, and parents serves as a reinforcing factor that creates a sustainable support system for student discipline. The study concludes that BK teachers play a key role in instilling time discipline as part of students’ moral and religious character formation while contributing practical insights for the development of an integrative guidance and counseling model in secondary schools.  
The Role of Guidance and Counseling Teachers in Enhancing Students' Respect for Teachers at SMPK St. Theresia Kupang Titi, Maria Faustina; Lio, Stefanus
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1312

Abstract

Students’ respect toward teachers is a crucial element in ensuring the success of educational processes and character formation in schools. However, contemporary social dynamics and the influence of digital media have contributed to a decline in respectful behavior among adolescents. This study aims to describe the role of Guidance and Counseling (GC) teachers in cultivating and enhancing students’ respect for teachers at SMPK St. Theresia Kupang. A qualitative descriptive method with a phenomenological approach was employed to explore students’ experiences, perceptions, and behaviors related to respectful conduct within the school environment. The findings reveal that GC teachers play a strategic role through individual counseling, group counseling, classroom guidance, and responsive services that help students regulate emotions, improve communication skills, and internalize moral values and interaction ethics. GC teachers also function as mediators in conflict situations, facilitators of character development, and role models in fostering a culture of mutual respect. The study concludes that the integration of counseling services, teacher role modeling, and school-wide habituation practices is essential in rebuilding students’ sense of respect. Therefore, GC teachers hold a significant role in creating an ethical, harmonious, and conducive school climate for effective learning.
Trauma Healing Pasca Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Pada Peserta Didik Sekolah Menengah Bulor, Rosa Mustika; Lio, Stefanus; Nagul , Wens
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/qyben759

Abstract

Kecamatan Wulanggitang di Kabupaten Flores Timur terdampak erupsi gunung berapi yang menimbulkan kerusakan sekolah, pengungsian warga, dan trauma psikologis pada peserta didik sehingga mengganggu proses belajar. SMK Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Wulanggitang mengalami keterbatasan fasilitas dan peningkatan kecemasan, stres, serta kesulitan mengekspresikan emosi. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa program trauma healing yang bertujuan memulihkan stabilitas emosional, meningkatkan rasa aman, optimisme, dan kemampuan adaptasi sosial peserta didik agar pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif. Metode yang digunakan mencakup biblioterapi untuk membantu peserta didik mengenali dan mengekspresikan emosi melalui bacaan reflektif, terapi naratif untuk membangun pemaknaan positif dari pengalaman traumatis, serta play therapy untuk meningkatkan kerja sama, interaksi sosial, dan mengurangi kecemasan melalui permainan terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan kecemasan, peningkatan ekspresi emosi positif, partisipasi aktif dalam interaksi sosial, dan kesiapan belajar yang lebih baik. Program ini menegaskan pentingnya intervensi psikososial berbasis konteks dan jenjang pendidikan dalam pemulihan pascabencana.
Bimbingan Klasikal Dalam Meningkatkan Pemahaman Dampak Handphone Pada Siswa Kelas VIII Angelaria Safira Densy; Stefanus Lio
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak penggunaan handphone. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan rancangan deskriptif kualitatif. Peneliti berperan langsung sebagai pelaksana layanan informasi sekaligus sebagai instrumen utama penelitian (human instrument). Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap aktivitas siswa selama pelaksanaan layanan, serta dokumentasi yang mencakup media layanan seperti PowerPoint (PPT), gambar, video, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan instrumen evaluasi hasil maupun proses. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tiga tahapan, yaitu: (1) reduksi data, yakni memilah dan menyeleksi informasi penting dari hasil observasi; (2) penyajian data, yaitu menyusun data ke dalam uraian naratif sesuai tahapan layanan; dan (3) penarikan kesimpulan berdasarkan pola dan temuan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII mengenai dampak positif dan negatif penggunaan handphone, sekaligus menumbuhkan sikap bijak dalam pemanfaatannya. Melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan penggunaan media visual, diskusi kelompok, dan refleksi pribadi, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan tingkat partisipasi aktif mencapai 82%, serta peningkatan pemahaman konsep hingga 85% berdasarkan hasil evaluas.
Pengaruh Kematangan Emosional Terhadap Pengambilan Keputusan Karier Siswa SMA Kwaelaga, Desire Maria Gracela; Margaretha, Dhiu; Lio, Stefanus
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kematangan emosional terhadap pengambilan keputusan karier siswa kelas X SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket kematangan emosional dan angket pengambilan keputusan karier yang telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosional berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan karier siswa (F = 21,824; p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 39%. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosional siswa, semakin baik kemampuan mereka dalam mengambil keputusan karier. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya dalam pengembangan program bimbingan karier yang berorientasi pada penguatan aspek emosional siswa.
Prosocial Behavior and Student Resilience in the Context of Pata Dela Culture: A Study of Senior High School Students in Ngada, Indonesia Lio, Stefanus; Margaretha, Dhiu; Rohi, Enasely Mega Wenyi; Lejap, Gracianus Edwin Tue P.; Gara, Carmelita Meno
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.9052

Abstract

Resilience is an essential capability that needs to be developed in students to cope with academic and social pressures. Prosocial behavior is considered a factor that can potentially enhance students’ resilience through positive interpersonal interactions. This study aimed to analyze the effect of prosocial behavior on students’ resilience within the context of the Pata Dela culture. A quantitative approach with a survey design was employed. The study involved 119 students, selected using purposive sampling. The sample was limited to students from the Pata Dela cultural background, so the findings may not be widely generalizable. The instruments used included the Prosocial Behavior Scale (Caprara et al., 2005) and the Resilience Scale (Connor & Davidson, 2003). Data were analyzed using simple linear regression. The results indicated that prosocial behavior had a positive and significant effect on student resilience (B = 0.856; t = 7.887; p < 0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.347. This suggests that prosocial behavior accounted for 34.7% of students’ resilience, while the remaining 65.3% was influenced by other factors beyond this study. The findings highlight that the values of the Pata Dela culture serve as a social context that strengthens the relationship between prosocial behavior and resilience. This study contributes to understanding how integrating local cultural contexts, such as Pata Dela, can inform the relationship between prosocial behavior and student resilience, a relationship that has been rarely explored. Keywords: prosocial behavior, resilience, students, pata dela culture
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Berek, Maria Damaris; Bone, Matilda Pia; Lio, Stefanus
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109440

Abstract

Perbedaan status sosial ekonomi orang tua diduga memengaruhi tingkat motivasi belajar siswa, karena akses terhadap sumber daya pendidikan dan dukungan belajar sering kali bergantung pada kondisi ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar siswa SMP Negeri 11 Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling. Alat pengumpul data berupa angket. Teknik analisis data penelitian adalah regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel (-3,231 > 0,284) dan nilai signifikansi 0,003 < 0, 05. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dpat disimpulkan bahwa ada pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025.