Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pelatihan Mindfulness Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa Wenyi Rohi, Enasely Mega; Tue P. Lejap, Gracianus Edwin; Margaretha, Dhiu; Lio, Stefanus; Aprilius Un, Jefri Marianus; da Lopez, Waldetrudis Adelina
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20772

Abstract

Background: Kesehatan mental siswa menjadi aspek penting yang berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan pribadi mereka. Namun, tekanan akademik dan dinamika sosial sering kali menimbulkan stres yang berdampak pada emosi, konsentrasi, serta kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan Mindfulness sebagai strategi self-care untuk membantu siswa meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi, serta menjaga keseimbangan mental. Metode: Pelaksanaan meliputi pemberian materi, praktik Mindfulness (seperti mindful breathing, body scan, dan mindful listening), refleksi perorangan, serta penulisan jurnal harian. Peserta kegiatan adalah siswa sekolah menengah yang mengikuti rangkaian pelatihan secara bertahap. Hasil: Kegiatan menunjukkan bahwa siswa merespons pelatihan dengan antusias, mampu mempraktikkan teknik Mindfulness dengan baik, serta merasakan dampak positif berupa peningkatan ketenangan, fokus belajar, dan kemampuan mengendalikan emosi. Kegiatan ini menegaskan bahwa Mindfulness tidak hanya relevan sebagai teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan di sekolah. Kesimpulan: Pelatihan Mindfulness yang diberikan kepada siswa terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran diri dan kesehatan mental. Melalui rangkaian kegiatan berupa pemberian materi, praktik Mindfulness, refleksi perorangan, hingga penulisan jurnal harian, siswa memperoleh pemahaman sekaligus pengalaman langsung mengenai pentingnya mengelola pikiran, perasaan, dan tubuh secara sadar. Selain itu kegiatan ini dirancang rencana keberlanjutan melalui kolaborasi dengan guru BK untuk mengintegrasikan praktik Mindfulness ke dalam layanan bimbingan sekolah. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Pelatihan Konseling Sebaya Bagi Siswa Kelas VIII SMPK St. ThereTheresia Kupang Luan, Maria Egabriella; Densy, Angelaria Safira; Toji, Maria Apriliana; Bouk, Januarius Ulu; Lio, Stefanus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.840

Abstract

Peningkatan kasus stres dan kecemasan pada remaja sekolah menengah pertama menuntut adanya strategi pendampingan psikososial yang efektif dan kontekstual. Keterbatasan jumlah konselor profesional di sekolah menimbulkan kebutuhan akan alternatif berbasis komunitas siswa, salah satunya melalui pelatihan konseling sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan program pelatihan konseling sebaya bagi siswa kelas VIII SMPK St. Theresia Kupang serta menganalisis dampaknya terhadap keterampilan komunikasi empatik, mendengarkan aktif, dan dukungan sosial antar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan (training and mentoring approach) dengan partisipan sebanyak enam siswa yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru bimbingan dan konseling serta wali kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan refleksi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep konseling sebaya, kemampuan empati, dan keterampilan komunikasi efektif, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30–35% dibandingkan sebelum pelatihan. Peserta juga menunjukkan perubahan perilaku positif berupa keberanian menyampaikan pendapat, kesadaran menjaga kerahasiaan, serta peningkatan solidaritas antar teman. Dengan demikian, pelatihan konseling sebaya terbukti efektif sebagai bentuk intervensi untuk mengembangkan keterampilan sosial-emosional siswa SMP serta memperkuat iklim sekolah yang suportif dan empatik. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian bimbingan dan konseling berbasis sebaya, sedangkan secara praktis, menawarkan model implementatif yang dapat direplikasi dalam konteks pendidikan lain dengan sumber daya terbatas.
Bimbingan Klasikal Dalam Meningkatkan Pemahaman Dampak Handphone Pada Siswa Kelas VIII Angelaria Safira Densy; Stefanus Lio
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak penggunaan handphone. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan rancangan deskriptif kualitatif. Peneliti berperan langsung sebagai pelaksana layanan informasi sekaligus sebagai instrumen utama penelitian (human instrument). Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap aktivitas siswa selama pelaksanaan layanan, serta dokumentasi yang mencakup media layanan seperti PowerPoint (PPT), gambar, video, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan instrumen evaluasi hasil maupun proses. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tiga tahapan, yaitu: (1) reduksi data, yakni memilah dan menyeleksi informasi penting dari hasil observasi; (2) penyajian data, yaitu menyusun data ke dalam uraian naratif sesuai tahapan layanan; dan (3) penarikan kesimpulan berdasarkan pola dan temuan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII mengenai dampak positif dan negatif penggunaan handphone, sekaligus menumbuhkan sikap bijak dalam pemanfaatannya. Melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan penggunaan media visual, diskusi kelompok, dan refleksi pribadi, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan tingkat partisipasi aktif mencapai 82%, serta peningkatan pemahaman konsep hingga 85% berdasarkan hasil evaluas.
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Berek, Maria Damaris; Bone, Matilda Pia; Lio, Stefanus
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109440

Abstract

Perbedaan status sosial ekonomi orang tua diduga memengaruhi tingkat motivasi belajar siswa, karena akses terhadap sumber daya pendidikan dan dukungan belajar sering kali bergantung pada kondisi ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar siswa SMP Negeri 11 Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling. Alat pengumpul data berupa angket. Teknik analisis data penelitian adalah regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel (-3,231 > 0,284) dan nilai signifikansi 0,003 < 0, 05. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dpat disimpulkan bahwa ada pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025.
Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Prokrastinasi Akademik Siswa UPTD SMPN 10 Kupang Pui, Liberti Dhingi; Doni, Yohanes Demon; Lio, Stefanus
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109900

Abstract

Motivasi belajar yang rendah diduga menjadi faktor penyebab munculnya perilaku prokrastinasi akademik pada siswa, yang berdampak pada keterlambatan penyelesaian tugas dan menurunnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prokrastinasi akademik siswa kelas VIII UPTD SMPN 10 Kupang tahun pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 297 siswa dengan sampel 76 siswa yang dipilih melalui simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa angket motivasi belajar dan angket prokrastinasi akademik yang telah teruji validitas (rhitung > rtabel) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha 0,833 untuk motivasi belajar; 0,786 untuk prokrastinasi akademik). Penelitian ini dianalisis menggunakan SPSS versi 26 for windows dengan Uji korelasi Pearson Product Moment.  Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Pearson Correlation sebesar 0,692 dan tingkat signifikan 0,000<0,05, yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara motivasi belajar dengan prokrastinasi akademik.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII SMPK St. Theresia Kupang Luan, Maria Egabriela; Lio, Stefanus; Nagul, Wens
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.115706

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan individu yang berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam berinteraksi dan mengembangkan potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII SMPK St. Theresia Kupang Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah dan sedang, yang ditentukan melalui hasil pretest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan perlakuan terdapat 5 siswa dengan kategori kepercayaan diri rendah dan 3 siswa kategori sedang. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok, terjadi peningkatan kepercayaan diri siswa, yaitu 2 siswa meningkat dari kategori rendah ke sedang, 3 siswa meningkat dari kategori rendah ke tinggi, dan 3 siswa meningkat dari kategori sedang ke tinggi. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII SMPK St. Theresia Kupang Tahun Pelajaran 2025/2026.
Hubungan antara Efikasi Diri dan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas XI SMA Katolik Giovanni Kupang Malelak, Grace Darlene; Lio, Stefanus; Lejap, Gracianus Edwin T.P
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.115704

Abstract

Meskipun tugas sekolah dirancang untuk melatih tanggung jawab dan kemandirian belajar, masih banyak siswa menunjukkan perilaku prokrastinasi akademik yang diduga berkaitan dengan rendahnya efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Katolik Giovanni Kupang Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 346 siswa, dengan sampel sebanyak 96 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket efikasi diri dan angket prokrastinasi akademik. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang kuat antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik (r = -0,608; p < 0,05). Hal ini berarti semakin tinggi efikasi diri siswa, semakin rendah tingkat prokrastinasi akademiknya. Dengan demikian, efikasi diri memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI SMA Katolik Giovanni Kupang.
Pengaruh Konsep Diri terhadap Pemilihan Karier Siswa SMA Budiman, Verena Yupriska; Sembiring, Kristinus; Lio, Stefanus
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.110361

Abstract

Banyak siswa SMA yang mengalami kesulitan dalam menentukan pemilihan karier yang sesuai dengan potensi, minat, dan kemampuannya, salah satunya yang disebabkan oleh rendahnya konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap pemilihan karier siswa kelas IX SMA Negeri 4 Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMA Negeri 4 Kupang yang berjumlah 384 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 siswa. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner konsep diri dan pilihan karier. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan konsep diri terhadap pemilihan karier siswa kelas IX SMA Negeri 4 Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Hal ini ditunjukan oleh nilai t hitung >t tabel (2,937> 1,985523) dan signifikansi 0,004 lebih kecil dari 0,05. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,084 mengindikasikan bahwa 8,4% variasi konsep diri dipengaruh oleh pemilihan karier sedangkan 91,6% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan konsep diri terhadap pemilihan karir.
Analisis Faktor-Faktor Penghambat Kinerja Guru BK di Sekolah Menengah Pertama Asuhan Yayasan Swastisari Kupang Luan, Maria Rosamawati; Lio, Stefanus; Margaretha, Dhiu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.112142

Abstract

Guru bimbingan dan konseling memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah pertama. Namun, kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah khususnya SMP Asuhan Yayasan Swastisari Kota Kupang terhambat oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penghambat kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menghambat kinerja guru bimbingan dan konseling yaitu kurangnya dukungan sekolah terutama terkait tidak adanya jam bimbingan dan konseling khusus dan kurangnya perhatian terhadap peran guru bimbingan dan konseling, sarana dan prasaran tidak memadai terutama terkait ruang bimbingan dan konseling yang tidak memadai dan tidak adanya ruang khusus konseling, kurangnya kolaborasi terutama terkait kurangnya komunikasi dan kerja sama dengan wali kelas dan orang tua siswa, kurangnya keterbukaan siswa terutama terkait kurangnya kepercayaan siswa terhadap guru bimbingan dan konseling, serta kurangnya motivasi siswa untuk datang ke ruang konseling. Dapat disimpulkan bahwa kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK) masih terhambat oleh berbagai faktor, baik secara struktural maupun interpersonal. Secara struktural, tidak adanya alokasi jam BK, keterbatasan sarana dan prasarana, serta ketiadaan ruang konseling khusus menjadi kendala utama dalam optimalisasi layanan.
Prosocial Behavior and Student Resilience in the Context of Pata Dela Culture: A Study of Senior High School Students in Ngada, Indonesia Stefanus Lio; Dhiu Margaretha; Enasely Mega Wenyi Rohi; Gracianus Edwin Tue P. Lejap; Carmelita Meno Gara
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.9052

Abstract

Resilience is an essential capability that needs to be developed in students to cope with academic and social pressures. Prosocial behavior is considered a factor that can potentially enhance students’ resilience through positive interpersonal interactions. This study aimed to analyze the effect of prosocial behavior on students’ resilience within the context of the Pata Dela culture. A quantitative approach with a survey design was employed. The study involved 119 students, selected using purposive sampling. The sample was limited to students from the Pata Dela cultural background, so the findings may not be widely generalizable. The instruments used included the Prosocial Behavior Scale (Caprara et al., 2005) and the Resilience Scale (Connor & Davidson, 2003). Data were analyzed using simple linear regression. The results indicated that prosocial behavior had a positive and significant effect on student resilience (B = 0.856; t = 7.887; p < 0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.347. This suggests that prosocial behavior accounted for 34.7% of students’ resilience, while the remaining 65.3% was influenced by other factors beyond this study. The findings highlight that the values of the Pata Dela culture serve as a social context that strengthens the relationship between prosocial behavior and resilience. This study contributes to understanding how integrating local cultural contexts, such as Pata Dela, can inform the relationship between prosocial behavior and student resilience, a relationship that has been rarely explored. Keywords: prosocial behavior, resilience, students, pata dela culture