Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peningkatan Aktifitas Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPS melalui Metode Pembelajaran Inkuiri Bone, Matilda Pia; Lio, Stefanus
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.202391.430

Abstract

This study aimed to determine whether the use of inquiry learning method can increase students' learning activities in social studies learning in elementary schools. This research approach was qualitative, using classroom action research method. The research procedure refers to the Lewis method in the form of a cycle. Each cycle consists of four main activities, namely planning, implementing, evaluating, and improving plans. The results of the study showed that the application of the inquiry learning method in social studies learning can increase students' learning activities. So, it can be concluded that the inquiry learning method is a learning method that can develop student learning activities, which has an impact on increasing student learning outcomes. Therefore, the application of the inquiry learning method is highly recommended for use in social studies learning in elementary schools.
Nilai Tradisi Lisan Tutur Adat Takanab untuk Pembentukan Karakter Anak Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling Banu, Edigius Paulus; Lio, Stefanus; Bone, Matilda Pia
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.2024101.438

Abstract

This research aims to understand the essence of local wisdom values in the oral tradition of Takanab traditional speech with a focus on efforts to shape children's character through guidance and counseling services. The method applied in this research is a qualitative descriptive method, with the research subjects being traditional elders who have a deep understanding of the Takanab traditional spoken language. The data collection approach includes semi-structured interviews, observation, and documentation studies. Data analysis is carried out by data reduction, data display, and data verification. The research results show that the oral tradition of Takanab traditional speech includes moral, religious and cultural values that are significant in forming children's character. The research results concluded that in Takanab traditional speech there are values such as honesty, integrity, compassion, justice, responsibility, devotion, forgiveness, tolerance, courtesy, humility, respect, appreciation, hearing, recognition, empathy, sympathy, and discipline. These values can be the basis for forming children's character through information services, group guidance, group counseling and individual counseling in the implementation of guidance and counseling services. An oral tradition-based guidance and counseling approach emphasizes the importance of knowledge transmitted through stories, myths and oral experiences from generation to generation. Traditional narratives are used to provide views on life, values, and solutions to problems faced by individuals. This approach views oral traditions as a source of wisdom that can provide deep insight and help individuals understand the meaning of life in a cultural context and the values rooted in oral traditions are the basis for character formation.
Studi Kualitatif Naratif tentang Perilaku Bullying Siswa Kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang Luan, Maria Egabriela; Lio, Stefanus
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2238

Abstract

Bullying among junior high school students remains a significant issue that disrupts adolescents’ social and emotional development. This study employed a qualitative narrative design to explore the forms, causes, and impacts of bullying among seventh-grade students at SMPK St. Theresia Kupang. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving ten students and one guidance and counseling teacher. The findings reveal that verbal and social bullying are most prevalent, driven by peer pressure and the need for social recognition; while victims experience emotional stress, decreased learning motivation, and impaired social relationships. The study recommends empathy-based prevention strategies and the integration of religious character values into the curriculum. This research contributes to strengthening school intervention models to foster a safe and inclusive learning environment.ABSTRAKFenomena bullying di kalangan siswa SMP masih menjadi tantangan serius yang menghambat perkembangan sosial-emosional remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain naratif untuk menggali bentuk, faktor penyebab, dan dampak perilaku bullying pada siswa kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan lima siswa serta seorang guru BK. Hasil penelitian menunjukkan dominasi bullying verbal dan sosial yang dipengaruhi oleh teman sebaya dan kebutuhan akan pengakuan; sementara korban mengalami stres emosional, penurunan motivasi belajar, dan gangguan relasi sosial. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya strategi pencegahan berbasis empati serta integrasi nilai karakter religius dalam kurikulum. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan model intervensi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Pelatihan Mindfulness Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa Wenyi Rohi, Enasely Mega; Tue P. Lejap, Gracianus Edwin; Margaretha, Dhiu; Lio, Stefanus; Aprilius Un, Jefri Marianus; da Lopez, Waldetrudis Adelina
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20772

Abstract

Background: Kesehatan mental siswa menjadi aspek penting yang berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan pribadi mereka. Namun, tekanan akademik dan dinamika sosial sering kali menimbulkan stres yang berdampak pada emosi, konsentrasi, serta kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan Mindfulness sebagai strategi self-care untuk membantu siswa meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi, serta menjaga keseimbangan mental. Metode: Pelaksanaan meliputi pemberian materi, praktik Mindfulness (seperti mindful breathing, body scan, dan mindful listening), refleksi perorangan, serta penulisan jurnal harian. Peserta kegiatan adalah siswa sekolah menengah yang mengikuti rangkaian pelatihan secara bertahap. Hasil: Kegiatan menunjukkan bahwa siswa merespons pelatihan dengan antusias, mampu mempraktikkan teknik Mindfulness dengan baik, serta merasakan dampak positif berupa peningkatan ketenangan, fokus belajar, dan kemampuan mengendalikan emosi. Kegiatan ini menegaskan bahwa Mindfulness tidak hanya relevan sebagai teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan di sekolah. Kesimpulan: Pelatihan Mindfulness yang diberikan kepada siswa terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran diri dan kesehatan mental. Melalui rangkaian kegiatan berupa pemberian materi, praktik Mindfulness, refleksi perorangan, hingga penulisan jurnal harian, siswa memperoleh pemahaman sekaligus pengalaman langsung mengenai pentingnya mengelola pikiran, perasaan, dan tubuh secara sadar. Selain itu kegiatan ini dirancang rencana keberlanjutan melalui kolaborasi dengan guru BK untuk mengintegrasikan praktik Mindfulness ke dalam layanan bimbingan sekolah. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Pelatihan Konseling Sebaya Bagi Siswa Kelas VIII SMPK St. ThereTheresia Kupang Luan, Maria Egabriella; Densy, Angelaria Safira; Toji, Maria Apriliana; Bouk, Januarius Ulu; Lio, Stefanus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.840

Abstract

Peningkatan kasus stres dan kecemasan pada remaja sekolah menengah pertama menuntut adanya strategi pendampingan psikososial yang efektif dan kontekstual. Keterbatasan jumlah konselor profesional di sekolah menimbulkan kebutuhan akan alternatif berbasis komunitas siswa, salah satunya melalui pelatihan konseling sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan program pelatihan konseling sebaya bagi siswa kelas VIII SMPK St. Theresia Kupang serta menganalisis dampaknya terhadap keterampilan komunikasi empatik, mendengarkan aktif, dan dukungan sosial antar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan (training and mentoring approach) dengan partisipan sebanyak enam siswa yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru bimbingan dan konseling serta wali kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan refleksi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep konseling sebaya, kemampuan empati, dan keterampilan komunikasi efektif, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30–35% dibandingkan sebelum pelatihan. Peserta juga menunjukkan perubahan perilaku positif berupa keberanian menyampaikan pendapat, kesadaran menjaga kerahasiaan, serta peningkatan solidaritas antar teman. Dengan demikian, pelatihan konseling sebaya terbukti efektif sebagai bentuk intervensi untuk mengembangkan keterampilan sosial-emosional siswa SMP serta memperkuat iklim sekolah yang suportif dan empatik. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian bimbingan dan konseling berbasis sebaya, sedangkan secara praktis, menawarkan model implementatif yang dapat direplikasi dalam konteks pendidikan lain dengan sumber daya terbatas.
The Role of Guidance and Counseling Teachers in Improving Students’ Time Discipline at SMPK St. Theresia Kupang Sile, Mekiani Guntrima Mogi; Lio, Stefanus
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1258

Abstract

Time discipline is a fundamental aspect in shaping students’ character and academic success. This study is motivated by the phenomenon of low time discipline among students at SMPK St. Theresia Kupang, which affects learning regularity and instructional effectiveness. The purpose of this study is to analyze the strategic role of Guidance and Counseling (BK) teachers in improving students’ time discipline through the implementation of understanding, prevention, development, and corrective functions based on professional regulatory frameworks. This research employed a qualitative approach using both library and field studies. The informants consisted of one BK teacher and six students selected through purposive sampling techniques. Data were collected through semi-structured interviews, documentation, and literature review, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that classical guidance services, group guidance using self-management techniques, and individual counseling based on Cognitive Behavior Therapy (CBT) are effective in enhancing students’ awareness and responsibility toward time management. In addition, collaboration among BK teachers, homeroom teachers, Catholic Religious Education (PAK) teachers, and parents serves as a reinforcing factor that creates a sustainable support system for student discipline. The study concludes that BK teachers play a key role in instilling time discipline as part of students’ moral and religious character formation while contributing practical insights for the development of an integrative guidance and counseling model in secondary schools.  
The Role of Guidance and Counseling Teachers in Enhancing Students' Respect for Teachers at SMPK St. Theresia Kupang Titi, Maria Faustina; Lio, Stefanus
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1312

Abstract

Students’ respect toward teachers is a crucial element in ensuring the success of educational processes and character formation in schools. However, contemporary social dynamics and the influence of digital media have contributed to a decline in respectful behavior among adolescents. This study aims to describe the role of Guidance and Counseling (GC) teachers in cultivating and enhancing students’ respect for teachers at SMPK St. Theresia Kupang. A qualitative descriptive method with a phenomenological approach was employed to explore students’ experiences, perceptions, and behaviors related to respectful conduct within the school environment. The findings reveal that GC teachers play a strategic role through individual counseling, group counseling, classroom guidance, and responsive services that help students regulate emotions, improve communication skills, and internalize moral values and interaction ethics. GC teachers also function as mediators in conflict situations, facilitators of character development, and role models in fostering a culture of mutual respect. The study concludes that the integration of counseling services, teacher role modeling, and school-wide habituation practices is essential in rebuilding students’ sense of respect. Therefore, GC teachers hold a significant role in creating an ethical, harmonious, and conducive school climate for effective learning.
Analisis Faktor-Faktor Penghambat Kinerja Guru BK di Sekolah Menengah Pertama Asuhan Yayasan Swastisari Kupang Maria Rosamawati Luan; Stefanus Lio; Dhiu Margaretha
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.112142

Abstract

Guru bimbingan dan konseling memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah pertama. Namun, kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah khususnya SMP Asuhan Yayasan Swastisari Kota Kupang terhambat oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penghambat kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menghambat kinerja guru bimbingan dan konseling yaitu kurangnya dukungan sekolah terutama terkait tidak adanya jam bimbingan dan konseling khusus dan kurangnya perhatian terhadap peran guru bimbingan dan konseling, sarana dan prasaran tidak memadai terutama terkait ruang bimbingan dan konseling yang tidak memadai dan tidak adanya ruang khusus konseling, kurangnya kolaborasi terutama terkait kurangnya komunikasi dan kerja sama dengan wali kelas dan orang tua siswa, kurangnya keterbukaan siswa terutama terkait kurangnya kepercayaan siswa terhadap guru bimbingan dan konseling, serta kurangnya motivasi siswa untuk datang ke ruang konseling. Dapat disimpulkan bahwa kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK) masih terhambat oleh berbagai faktor, baik secara struktural maupun interpersonal. Secara struktural, tidak adanya alokasi jam BK, keterbatasan sarana dan prasarana, serta ketiadaan ruang konseling khusus menjadi kendala utama dalam optimalisasi layanan.
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Maria Damaris Berek; Matilda Pia Bone; Stefanus Lio
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109440

Abstract

Perbedaan status sosial ekonomi orang tua diduga memengaruhi tingkat motivasi belajar siswa, karena akses terhadap sumber daya pendidikan dan dukungan belajar sering kali bergantung pada kondisi ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar siswa SMP Negeri 11 Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling. Alat pengumpul data berupa angket. Teknik analisis data penelitian adalah regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel (-3,231 > 0,284) dan nilai signifikansi 0,003 < 0, 05. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dpat disimpulkan bahwa ada pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025.
Hubungan antara Motivasi Belajar dengan Prokrastinasi Akademik Siswa UPTD SMPN 10 Kupang Liberti Dhingi Pui; Yohanes Demon Doni; Stefanus Lio
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109900

Abstract

Motivasi belajar yang rendah diduga menjadi faktor penyebab munculnya perilaku prokrastinasi akademik pada siswa, yang berdampak pada keterlambatan penyelesaian tugas dan menurunnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan prokrastinasi akademik siswa kelas VIII UPTD SMPN 10 Kupang tahun pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 297 siswa dengan sampel 76 siswa yang dipilih melalui simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa angket motivasi belajar dan angket prokrastinasi akademik yang telah teruji validitas (rhitung > rtabel) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha 0,833 untuk motivasi belajar; 0,786 untuk prokrastinasi akademik). Penelitian ini dianalisis menggunakan SPSS versi 26 for windows dengan Uji korelasi Pearson Product Moment.  Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Pearson Correlation sebesar 0,692 dan tingkat signifikan 0,000<0,05, yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara motivasi belajar dengan prokrastinasi akademik.