Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Rumput Laut Gracilaria verrucosa, Greville, 1830 (Florideophyceae : Gracilariaceae) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara Widodo, Radhian Wikanarto; Subagiyo, Subagiyo; Pramesti, Rini
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.735 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i3.25271

Abstract

Infeksi bakteri patogen menjadi masalah kesehatan dunia. Antibiotik untuk penanggulangan infeksi menjadikan bakteri resisten karena pemakaiannya tidak sesuai dosis. Permasalahan ini dapat diatasi salah satunya dengan pencarian sumber antibiotik baru termasuk diantaranya pada rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak metanol G. verrucosa terhadap Escherichia coli, Bacillus cereus, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, Vibrio anguillarum, dan Vibrio alginolyticus. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental laboratoris. Sampel rumput laut hasil budidaya Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dikeringkan kemudian dimaserasi dengan metanol selama 2x24 jam. Aktivitas antibakteri ekstrak diuji pada konsentrasi 100 µg/disk, 50 µg/disk, 25 µg/disk, dan 10 µg/disk kemudian dilakukan uji fitokimia. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak metanol G. verrucosa tidak memiliki aktivitas antibakteri. Uji fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid. Pathogenic bacterial infection become a world health problem. Antibiotics for prevention of infection make bacteria resistant due to the incorrect dosage. One of these problems can be overcome by finding a new source of antibiotics including seaweed. This study aims to determine the antibacterial activity of methanol extract of G. verrucosa against Escherichia coli, Bacillus cereus, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, Vibrio anguillarum, and Vibrio alginolyticus. Laboratory experimental method was used in this study. Seaweed samples from the cultivation at Brackish Water Aquaculture Center (BBPBAP) Jepara were dried and then macerated with methanol for 2x24 hours. The antibacterial activity of the extract was tested at concentration of 100 µg / disk, 50 µg / disk, 25 µg / disk, and 10 µg / disk then phytochemical tests were carried out. The results of antibacterial activity test showed that G. verrucosa methanol extract did not have antibacterial activity. The phytochemical test showed that seaweed extract contained flavonoids, saponins, steroids, and triterpenoids
Jumlah Total Bakteri dan Bakteri Coliform Pada Air Laut dan Sedimen Perairan Laut Kecamatan Kendal Hanifah, Husna; Suprijanto, Jusup; Subagiyo, Subagiyo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.386 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.27480

Abstract

ABSTRAK: Perairan Laut Kendal terhubung dengan Sungai Buntu, Sungai Kendal, dan Sungai Blorong yang membawa limbah dari kegiatan di darat seperti Mandi Cuci Kakus (MCK), peternakan, tambak, pertanian, dan kegiatan kapal dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Hal ini akan mempengaruhi kualitas bakteriologis perairan laut Kecamatan Kendal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kualitas bakteriologis air dan sedimen perairan laut Kecamatan Kendal berbasis jumlah total bakteri dan Coliform. Sampel air laut dan sedimen diambil pada bulan Oktober Tahun 2019. Analisa bakteriologis dilakukan di Laboratorium Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan Semarang menggunakan metode berdasarkan ISO 6222: 1999 dan SNI 01-2332.3 – 2015, SNI ISO 9308 –1: 2010 dan SNI 01-2332.1 – 2006. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total bakteri pada sampel air laut di stasiun 1 berkisar antara 190 Cfu - 240 Cfu, di stasiun 2 antara 340 Cfu - 380 Cfu. Jumlah total Coliform pada sampel air laut di stasiun 1 dan 2 adalah 1 Cfu/ 100 ml. Jumlah total bakteri pada sampel sedimen di stasiun 1 dan 2 yaitu antara 19.000 Cfu - 90.000 Cfu dan jumlah total coliform di kedua stasiun tersebut sebesar 3,6 MPN/g Coliform. Nilai total Coliform ini berada dibawah baku mutu air laut untuk biota laut, yang maksimum adalah 1.000 dengan toleransi <10%. Sedangkan untuk jumlah total bakteri tidak diatur dalam baku mutu air laut. Tetapi secara umum jumlah total bakteri di air laut terdapat 106 sel/ ml. Sehingga nilai hasil analisis total bakteri menunjukkan kualitas air laut yang masih baik. ABSTRACT: Kendal sea waters are connected to the Buntu River, Kendal River, and the Blorong River which carry waste from human activities such as domestic waste, fishery, agriculture, ship activities, and fish auction activities. These activities can influence the bacteriological quality of the waters of Kendal District. This research was conducted to analyze the bacteriological quality of seawater and sediments from Kendal Seawaters based on the total number of bacteria and Coliform. Seawater and sediment samples were taken on October 2019. Bacteriological analysis was conducted at the Semarang Fisheries Product Quality Testing Laboratory (BPMHP) using methods based on ISO 6222: 1999 and SNI 01-2332.3 - 2015, SNI ISO 9308-1: 2010 and SNI 01-2332.1 - 2006. The results showed the total number of bacteria in sea water samples at station 1 ranged from 190 Cfu - 240 Cfu, at station 2 between 340 Cfu-380 Cfu. The total amount of Coliform in seawater samples at station 1 and 2 are 1 Cfu / 100 ml. The total number of bacteria in sediment samples at station 1 and 2 are between 19,000 Cfu - 90,000 Cfu and the total number of coliforms at both stations are 3.6 MPN / g Coliform. The total value of this coliform is below the sea water quality standard for marine life, the maximum is 1,000 with a tolerance of <10%. Where as the total number of bacteria is not regulated in the seawater quality standard. But in general the total number of bacteria in seawater is 106 cells / ml. So the value of the total bacterial analysis shows that the quality of sea water is still good.
Peningkatan Keaktifan dan Ketrampilan Membuat PCB Kelas XII TAV SMK Negeri 1 Semarang Sunar, Sunar; Subagiyo, Subagiyo
Edu Elektrika Journal Vol 9 No 2 (2020): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eej.v9i2.37973

Abstract

Pembelajaran kejuruan memerlukan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh, oleh karenanya perlu inovasi pembelajaran agar memudahkan peserta didik memahami materi yang diberikan. Inovasi yang dibuat perlu dikaji dan diteliti, maka perlu dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini adalah medeskripsikan peningkatan keaktifan dan keterampilan peserta didik kelas XII.TAV-2 SMK Negeri 1 Semarang pada semester gasaltahunpelajaran 2018/2019pada proses pembuatan PCB dengan memanfaatkan obat nyamuk cair. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Hasil penelitian pada siklus I keaktifan peserta didik berada dalam kategori baik, dan keterampilan peserta didik rata-rata pada kategori menguasai. Pada siklus II mengalami peningkatan pada aktifitas peserta didik tergolong sangat baik dengan keterampilan peserta didik rata-rata pada kategori sangat menguasai. Kesimpulannya adalah pemanfaatan obat nyamuk cair mampu meningkatkan keaktifan dan keterampilan peserta didik dalam proses pembuatan PCB.
Peningkatan Keaktifan dan Ketrampilan Membuat PCB Kelas XII TAV SMK Negeri 1 Semarang Sunar, Sunar; Subagiyo, Subagiyo
Edu Elektrika Journal Vol 9 No 2 (2020): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eej.v9i2.37973

Abstract

Pembelajaran kejuruan memerlukan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh, oleh karenanya perlu inovasi pembelajaran agar memudahkan peserta didik memahami materi yang diberikan. Inovasi yang dibuat perlu dikaji dan diteliti, maka perlu dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini adalah medeskripsikan peningkatan keaktifan dan keterampilan peserta didik kelas XII.TAV-2 SMK Negeri 1 Semarang pada semester gasaltahunpelajaran 2018/2019pada proses pembuatan PCB dengan memanfaatkan obat nyamuk cair. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Hasil penelitian pada siklus I keaktifan peserta didik berada dalam kategori baik, dan keterampilan peserta didik rata-rata pada kategori menguasai. Pada siklus II mengalami peningkatan pada aktifitas peserta didik tergolong sangat baik dengan keterampilan peserta didik rata-rata pada kategori sangat menguasai. Kesimpulannya adalah pemanfaatan obat nyamuk cair mampu meningkatkan keaktifan dan keterampilan peserta didik dalam proses pembuatan PCB.
PERENCANAAN KEGIATAN PELATIHAN KARYAWAN DALAM RANGKA MENDUKUNG PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI MASA PANDEMI COVID 19 Subagiyo, Subagiyo; Ziah, Ainun
Ensiklopedia Sosial Review Vol 3, No 3 (2021): Volume 3 No.3 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/esr.v3i3.972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kegiatan pelatihan bagi karyawan pada saat pandemi covid 19 dengan jenis penelitian kualitatif melalui wawancara terhadap tiga orang informan selaku Human Resource Manager. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelatihan karyawan tetap harus jalan meski dalam kondisi pandemi virus corona agar produktivitas kerja karyawan tetap terjaga, pelatihan karyawan dapat dilakukan secara online, baik untuk kegiatan internal perusahaan, maupun kegiatan eksternal perusahaan, pelatihan karyawan juga dapat dilakukan oleh perusahaan dengan membangun portal e-learning
Monitoring Konsentrasi Timbal pada Kerang Hijau (Perna viridis) Budidaya Di Perairan Tambak Lorok Rachman, Rhima Rismiyati; Subagiyo, Subagiyo; Ridlo, Ali
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.40045

Abstract

Tambak Lorok termasuk perairan yang dikelilingi dengan banyak aktifitas manusia seperti industri, pemukiman, pelabuhan, serta dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan budidaya kerang hijau. Kegiatan tersebut menghasilkan limbah padat, gas, dan cair yang diduga menjadi sumberpencemaran logam berat di perairan. Budidaya kerang hijau di Tambak Lorok menggunakan metode bagan dan bambu tancap dengan spat yang dibiarkan menempel alami. Kerang hijau hasil budidaya di Perairan Tambak Lorok banyak diminati oleh masyarakat karena harganya murah dan memiliki konsentrasi gizi yang tinggi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kondisi budidaya dan mengevaluasi kerang hijau hasil budidaya di Tambak Lorok berdasarkan konsentrasi timbal. Uji konsentrasi timbal dilakukan menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dan analisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan pola sebaran kerang hijau merata dengan kepadatan yang tinggi. Konsentrasi timbal dalam kerang hijau berdasarkan hasil penelitian yaitu kurang dari 0,340 mg/kg. Nilai ini berada dibawah nilai – nilai pada tahun sebelumnya. Tambak Lorok includes waters surrounded by many human activities such as industry, settlements, ports, as well as being used as a location for cultivating green mussels. These activities produce solid, gas and liquid waste which are suspected to be the source of heavy metal pollution in the waters. Cultivating green mussels in Tambak Lorok uses the bagan method and sticking bamboo with spat which is left to stick naturally. Green mussels cultivated in Tambak Lorok waters are in great demand by the public because they are cheap and have a high concentration of nutrients. This study aims to determine the conditions of cultivation and evaluate green mussels cultivated in Tambak Lorok based on lead concentrations. Lead concentration test was carried out using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) and descriptive analysis. The results of the analysis show that the green mussel distribution pattern is evenly distributed with high density. Based on research results, the concentration of lead in green mussels is less than 0.340 mg/kg. This value is below the values in the previous year.
Molecular Docking Studies of Marine Sulfated Polysaccharides: Exploring Green Seaweed’s Role Against SARS-CoV-2 Spike Glycoprotein Herida, Azalia Puspa; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Zainuri, Muhammad; Sabdono, Agus; Subagiyo, Subagiyo; Wahyuningsih, Candra
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 29, No 4 (2024): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.29.4.567-575

Abstract

SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2) is a virus responsible for the infectious disease of COVID-19 (Coronavirus Disease 2019), whose development is still being monitored. One way to deal with the virus’s development is by searching for natural-based medicines that prevent and treat SARS-CoV-2 infection. The abundant biodiversity can be used as a source of treatment. Among many natural resources, seaweed is one of the natural resources rich in bioactive components. Sulfated polysaccharide is one of the potential bioactive compounds in seaweed because it has antiviral effects and the potential to treat SARS-CoV-2. This research aims at increasing the potential of Karimunjawa green seaweed sulfate polysaccharides for antiviral capabilities in SARS-CoV-2 through molecular docking. This research began with identifying the morphology of Karimunjawa seaweed. Identify the components of sulfated polysaccharide compounds based on literature studies according to the species that have been identified. Analysis of the antiviral ability of SARS-CoV-2 based on its binding ability to the SARS-CoV-2 target protein through a molecular docking computational program and testing drug compounds using the Lipinski rule. Based on the research results, it is known that the seaweed obtained from Karimunjawa based on morphology, belongs to the genus Kappaphycus. Molecular docking with a ligand and spike glycoprotein (6LZG) resulted in the hexadecanoic acid compound having a binding free energy of -5.3 kcal.mol-1, which was the compound with the lowest yield compared to other test compounds. The prediction of the physicochemical properties of all test compounds fulfills Lipinski's five rules and has the potential to be used as medicinal compounds.
Preparasi dan Karakterisasi Bioplastik dari Limbah Ekstraksi Karagenan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty ex P. C. Silva, 1966 dengan Pemlastis Gliserol Ridlo, Ali; Sabdono, Agus; Subagiyo, Subagiyo; Ario, Raden; Pratikto, Ibnu; Hartati, Retno
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 3 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i3.24061

Abstract

The carrageenan production process from Kappaphycus alvarezii seaweed produces solid waste of 60%-70% w/w, primarily composed of cellulose, which can be used for bioplastic films. This research aims to determine the effect of glycerol plasticizer addition on the characteristics of K. alvarezii waste-based bioplastics. Bioplastics were made by mixing 50 g of wet waste with 90 mL of distilled water, homogenized at 70°C for 30 minutes. Glycerol (0%, 1%, 2%, 3%, 4%) was added, with water to a total volume of 150 mL, and homogenized again for 30 minutes. The solution was poured into a polypropylene mold and dried at 60°C for 24 hours. Results showed glycerol increased transparency and elongation but reduced tensile strength and water resistance. The addition of 1% glycerol produced bioplastics with the best characteristics, meeting Japanese Industrial Standards. FTIR and SEM showed similar bioplastic properties across treatments. This research indicates that K. alvarezii carrageenan extraction waste is promising for packaging material and bioplastic production.  Proses produksi karagenan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii menghasilkan limbah padat sebesar 60%-70% w/w, terutama terdiri dari selulosa yang dapat digunakan untuk film bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan plastisizer gliserol terhadap karakteristik bioplastik limbah K. alvarezii. Bioplastik dibuat dengan mencampurkan 50 g limbah basah dengan 90 mL akuades, dihomogenkan pada suhu 70°C selama 30 menit. Gliserol (0%, 1%, 2%, 3%, 4%) ditambahkan hingga volume 150 mL, dihomogenkan kembali selama 30 menit. Larutan dituang dalam cetakan polipropilena dan dikeringkan pada suhu 60°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan gliserol meningkatkan transparansi dan elongasi, tetapi mengurangi kuat tarik dan ketahanan air. Penambahan 1% gliserol menghasilkan bioplastik dengan karakteristik terbaik, memenuhi Japanese Industrial Standard. FTIR dan SEM menunjukkan sifat bioplastik yang serupa pada semua perlakuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah ekstraksi karagenan K. alvarezii menjanjikan sebagai bahan kemasan dan produksi bioplastik.
Aplikasi Lactococcus lactis sebagai probiotik pada budidaya udang Vanamei skala Laboratorium : analisis status kesehatan udang berbasis pertambahan berat dan performa sistem imunitas seluler Subagiyo, Subagiyo; Triyanto, Triyanto; Larasati, Stefanie Jessica Henny; Agus, Elsa Lusia
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 3 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i3.20737

Abstract

This research aims to prove the effectiveness of the application of Lc lactis as a probiotic in laboratory-scale cultivation of P. vanamei shrimp based on its effect on weight gain and cellular immunity performance. Experiments were carried out on 3 Lc lactis isolates, namely U.181, P.32 and W-331 as well as a mixture of these three isolates. Lc. lactis were applied orally through feed (pellets) at a dose of 108 cells/gram of feed. At 7 day intervals during the 35 days of the experiment, the weight of the shrimp was weighed and the hemolymph was taken to then calculate the total number of hemocytes and phagocytic activity. The experimental results showed that the average weight gain was between 106.8 ± 9.78%-138.2 ± 1.68%, while in controls it was 100.7 ± 3.72%. So the treatment effect of adding Lclactis on shrimp weight gain was between 6.0 ± 5.8% - 37.3 ± 3.4%. In this study the average total number of hemocytes in the treatment was between 154.9 ± 4.8 x 105 – 176.2 ± 15 x 105) cells/mL and in the control it was 128.9 ± 1.9 x 105. So the effect size was treatment with the addition of Lc lactis to the total number of hemocytes was 20.1 ± 2.0% to 36.6 ± 9.6%. The average phagocytic activity in the treatment was 42.1 ± 0.8% - 48.3 ± 1.0% while in the control it was 30.4 ± 0.8%. So the magnitude of the treatment effect on phagocytic activity was between 38.1 ± 1.08% - 58.7 ± 1.05%. Based on this research, it can be concluded that Lc Lactis U.181, P.32 and W-331 can be developed as probiotics in shrimp cultivation either singly or in a mixture, because they are able to provide the effect of increasing body weight and increasing the performance of cellular immunity. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti efektivitas aplikasi Lc lactis sebagai  probiotik  pada  budidaya  udang  P. vanamei  skala  laboratorium  berdasarkan efeknya terhadap pertambahan berat dan performa imunitas seluler. Percobaan dilakukan terhadap 3 isolat Lc lactis yaitu U.181, P.32 dan W-331 serta campuran dari ketiga isolat tersebut. Lc. Lactis diaplikasikan secara oral melalui pakan (pellet)  dengan dosis 108sel/gram pakan. Pada interval waktu 7 hari selama 35 hari waktu percobaan dilakukan penimbangan berat udang dan pengambilan hemolimfe untuk selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah total hemosit dan aktivitas fagositosis. Hasil percobaan menunjukkan rata-rata pertambahan berat antara 106,8 ± 9,78%-138,2±1,68%, sedangkan pada kontrol sebesar 100,7±3,72%. Sehingga besarnya efek perlakuan penambahan Lc lactis terhadap pertambahan berat udang antara  6,0 ±5,8 % - 37,3 ±3,4%. Pada penelitian ini rata-rata jumlah total hemosit pada perlakuan antara 154,9 ± 4,8 x 105 – 176,2  ± 15 x 105) sel/mL dan pada kontrol sebanyak 128,9 ± 1,9 x 105. Sehingga besarnya efek perlakuan penambahan Lc lactis terhadap jumlah total hemosit adalah 20,1 ± 2,0 % hingga 36,6 ± 9,6 %. Rata-rata aktivitas fagositosis pada perlakuan adalah 42,1 ± 0,8% - 48,3 ± 1,0% sedangkan pada kontrol sebesar 30,4 ± 0,8%. Sehingga besarnya efek perlakuan terhadap aktivitas fagositosis adalah antara 38,1 ± 1,08% - 58,7± 1,05%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Lc lactis U.181, P.32 dan W-331 dapat dikembangkan sebagai probiotik pada budidaya udang baik secara tunggal maupun secara campuran, karena mampu memberikan efek peningkatan berat badan dan peningkatan performa imunitas seluler.
Pengaruh Variasi Sudut Kampuh dan Kuat Arus Pengelasan Hasil Las SMAW Baja SS400 untuk Bahan Bejana Tekan terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Hanan Setia Abadi; Subagiyo, Subagiyo
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v2i5.588

Abstract

A pressure vessel is a closed container that stores pressurized liquids or gases. Low-carbon steel is used as a material for pressure vessels that operate at low to moderate temperatures. One of the important aspects of manufacturing pressure vessels is the welding process. The welded area tends to be the weakest point due to exposure to high heat, which can lead to greater residual stress and potentially cause cracking. This study aims to evaluate the effect of variation in ample angle and current strength on mechanical properties, especially tensile strength, and hardness, to determine the optimal amplitude angle and current strength. The research method applied is an experiment by conducting SMAW welding on SS400 steel using E7016 electrodes, with a single V ample angle variation of 55°, 60°, 65°, and strong welding current of 110 A, 120 A, and 130 A, then a tensile test and hardness test are carried out. The results show that the tensile strength of the raw material is 481.2 with a hardness of 191.95 HVN. For the variation of the amputation angle, the highest tensile strength value was recorded at an angle of 55°, which was 567.471 N/mm2 , while the lowest was at an angle of 65°, which was 559.997 N/mm2 . The highest hardness value at a 65° angle reached 328.422 HVN, while the lowest at a 55° angle was 312.878 HVN. In terms of current strength variation, the highest tensile strength is obtained at 130 A which is 568.421 N/mm2 and the lowest at 110 A is 552.339 N/mm2 . The highest hardness value is found at a current strength of 110 A, which is 343.411 HVN, and the lowest at a current strength of 130 A, which is 295.122 HVN. The optimal parameters were found at a yield angle of 55° with a tensile strength of 567.471 N/mm2 and a hardness of 312.8 HVN and a current strength of 130 A with a tensile strength of 568.421 N/mm2 and a hardness of 295.1 HVN.
Co-Authors Agus Sabdono Agus Triyanto Agus, Elsa Lusia Agustriyana, L. Agustriyana, L. Ahmad Fadli Aini, Fica Aida Nadhifatul Ali Djunaedi Ali Ridlo Amalia, Zakiyah Aninditia Sabdaningsih Bambang Yulianto Charisnalia, Charisnalia Damanik, Sonny Rieldo Dhaniswara, Erwin Eko Sasmaya Ervia Yudiati Etik Puspitasari, Etik Faizal, Elka Farida, Kania Faridha, Nike Fauziyah, Gina Firdaus, Shabriel Auliya Fitriadi, Ren Hamizar, Hamizar Hanan Setia Abadi Hanifah, Husna Haris Puspito Buwono HARIYANTO HARIYANTO Haromain, Achmad Herida, Azalia Puspa Hermin Pancasakti Kusumaningrum hidayat, dwi taufik Ibnu Pratikto Indah, Zuraedah Ita Riniatsih Jusup Suprijanto Kharisma Firdaus Linggarjati Klau, Fransiska Reni Kuswandi Kuswandi Langit, Novita Thea Puspita Larasati, Stefanie Jessica Henny Lisa Agustriyana Lutviani, Metya Mayestino, Alexander Machicky Moh. Hartono Muhammad Zainuri Muzaki, Mochamad Nasril, Nasril Nicky Suwandhy Widhi Supriyanto Nila Alia Nurchajat, Nurchajat Nurvian Amrullah, Radhi Oktaviani, Featy Pranoto, Bayu Purwitasari, Maria Evy Putra, Muhammad Juli Hendra Putut Har Riyadi R.N. Akhsanu Takwim, R.N. Akhsanu Rachman, Rhima Rismiyati Raden Ario Retno Hartati Ria Azizah Tri Nuraini Rini Pramesti Riskitasari, Septyana Romadhon Romadhon S. Hadi Samsul Hadi Sari Prabandari, Sari Sari, Nurlia Pramita Sarjito - Sebastian Margino Setiawan Setiawan Simanjuntak, Sri Devi Siti Duratun Nasiqiati Rosady, Siti Duratun Nasiqiati Rosady slamet budi prayitno Soedibya, Petrus Hary Tjahja Sri Wiwoho Mudjanarko, Sri Wiwoho Sudirman Sudirman Sunar, Sunar Surya Kencana, Dadang Suwandi, Nicky Syamsul Hadi Syamsurizal - - Talakua, Eddy Lybrech Talifatim Machfuroh, Talifatim Tardan, Herawati Wahyuningsih, Candra Wicaksono, Hangga Widodo, Radhian Wikanarto Witono Witono Ziah, Ainun