Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Physiological and Morphological Characteristics of Several Rice Varieties (Oryza sativa L.) In the System of Rice Intensification (SRI) Cultivation using Different Numbers of Seeds Desi Ariani; Laila Nazirah; Baidhawi; Hafifah; Nilahayati
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Mei (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i2.4381

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is a vital food crop that serves as the staple food for over half of the world's population due to its rich nutritional value. This study aims to determine the physiological and morphological characteristics of several rice varieties cultivated using the System of Rice Intensification (SRI) with varying seed densities. The research will be conducted in Geulumpang Payong Village, Jeumpa District, Bireuen Regency, situated at an altitude of approximately 0-969 meters above sea level (masl), from August to December 2024. The study will employ a Randomized Block Design (RBD) methodology. Two factors will be tested: rice varieties (Ciherang, Inpari 49, and Mustajab) and the number of seedlings per planting hole (4, 3, 2, and 1 seedling). A total of 12 treatments were conducted, with each treatment replicated three times, resulting in 36 experimental units. Each experimental plot measured 2 m x 2 m, with a planting distance of 25 cm x 25 cm, accommodating 81 plants per plot. Four sample plants were selected from each plot for analysis. The data obtained from the research were statistically analyzed using the F-test with SAS V9.12 software. If the analysis of variance indicated significant differences at the 5% level, a subsequent Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was performed. The results suggested that the variety, number of seedlings, and their interaction did not show significant differences across all parameters. However, the Inpari 49 and Mustajab varieties, along with the treatment of four seedlings per planting hole, demonstrated relatively favorable outcomes.
Karakteristik Agronomi Dan Hasil Padi (Oryza Sativa L.) Pada Sistem Olah Tanah Dan Pemupukan Mikoriza Andika Pratama; Laila Laila; Hafifah Hafifah; Septiarini Zuliati; Fadhliani Fadhliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan utama yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan beras masyarakat Indonesia, namun produksi padi masih mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan dan degradasi kesuburan tanah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan produktivitas melalui penerapan sistem olah tanah dan pemanfaatan pupuk hayati mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pemberian mikoriza terhadap pertumbuhan, karakter agronomi, dan hasil padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara serta Laboratorium Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh pada Agustus–Desember 2024 menggunakan rancangan split plot design dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor utama adalah sistem olah tanah (tanpa olah tanah, olah tanah satu kali, dan olah tanah dua kali), sedangkan faktor kedua adalah dosis mikoriza (0, 10, dan 15 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa olah tanah dua kali mampu meningkatkan beberapa parameter pertumbuhan dan hasil, termasuk luas daun, indeks luas daun, bobot tanaman, serta hasil gabah mencapai 4,23 ton/ha. Pemberian mikoriza 15 g/tanaman meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, dan panjang akar. Interaksi kedua perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan dan jumlah daun dengan kombinasi terbaik pada T1M2
Respon Aplikasi Biochar Dan Kalium Terhadap Produksi Dan Kualitas Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill) Eri Fazriah Tambunan1; Safrizal Safrizal; Fadhliani Fadhliani; Hafifah Hafifah; Muhammad Rafli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan komoditi penting dalam bidang pangan dan bahan baku industri, baik dalam sektor makanan maupun kosmetik. Produksi tomat terjadi penurunan akibat permasalahan pemupukan yang kurang tepat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan kombinasi bahan organik dan anorganik seperti biochar sekam padi dan KCl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar dan KCl terhadap produksi dan kualitas tomat. Penelitian dilaksanakan di Desa Tambon Tunong dan Labolatorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, Aceh Utara dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu dosis biochar (0, 5, 10 ton/ha) dan dosis kalium (0, 100, 200 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, kandungan klorofil, stomata, berat buah per plot, produksi/ha, dan padatan terlarut total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biochar secara tunggal berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 28 HST dan 35 HST, jumlah stomata dan peubah yang lain tidak berbeda nyata. sedangkan perlakuan kalium secara tunggal berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 21 HST dan 28 HST, diameter batang umur 28 HST, lebar stomata dan tidak berpengaruh nyata dengan peubah yang lain.
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery Terhadap Pemberian POC Urine Kuda Dan Pupuk Urea Hafiz Benar Silangit; Jamidi Jamidi; Lukman Lukman; Ismadi Ismadi; Hafifah Hafifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di fase pre nursery terhadap pemberian POC urine kuda dan pupuk urea. Penelitian ini dilaksanakan di desa Reuleut Timu dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diuji. Faktor pertama adalah POC urine kuda terdiri dari 3 taraf yaitu B0 (Urine kuda 0 ml/L), B1 (Urine kuda 300 ml/L), dan B2 (Urine kuda 400 ml/L). Faktor kedua yaitu pupuk urea terdiri dari 3 taraf yaitu P0 (pupuk urea 0 g/polybag), P1 (pupuk urea 3 g/polybag), dan P2 (pupuk urea 4 g/polybag). Diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit percobaan. Peubah pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kandungan klorofil daun, panjang akar, volume akar, berat segar tanaman, dan jumlah stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC urine kuda berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman pada umur tanaman 45 HST, 60 HST dan 75 HST serta panjang akar umur 90 HST. Perlakuan dengan nilai tertinggi didapatkan pada pemberian POC urine kuda 300 ml/L. Perlakuan pupuk urea berpengaruh terhap peubah tinggi tanaman 90 HST dan diameter batang pada umur tanaman 30 HST, 60 HST dan 75 HST, dan jumlah daun umur tanaman 75 HST. Perlakuan dengan nilai tertinggi didapatkan pada pemberian dosis pupuk urea 3 gram/polybag. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan POC urine kuda dan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Terhadap Pemberian Biochar Dan Pupuk Hayati Mikoriza Raudha Tunnisa; Usnawiyah Usnawiyah; Laila Nazirah; Hafifah Hafifah; Muhammad Yusuf Nurdin; Muhammad Rafli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah merupakan komoditas penting sebagai sumber protein dan minyak nabati di Indonesia, namun produksinya masih mengalami penurunan akibat rendahnya kesuburan tanah dan teknik budidaya yang kurang optimal. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan melalui penggunaan pembenah tanah seperti biochar sekam padi dan pupuk hayati mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah terhadap pemberian biochar dan pupuk hayati mikoriza baik secara tunggal maupun interaksi keduanya. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Universitas Malikussaleh pada bulan April sampai Juni 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah biochar sekam padi dan faktor kedua adalah mikoriza. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, fase generatif, serta karakter akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan volume akar, sedangkan mikoriza berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil. Interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap jumlah biji dan berat polong. Kombinasi terbaik diperoleh pada perlakuan biochar 1,5 kg/plot dan mikoriza 15 g/tanaman yang menghasilkan pertumbuhan dan produksi kacang tanah optimal.
Respon perkecambahan dan estimasi nilai LD50 mutagen sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3 Istover Suyansyah; Nilahayati Nilahayati; Hafifah Hafifah; Rd. Selvy Handayani; Laila Nazirah
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25770

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia dengan kebutuhan rata-rata 2,2 juta ton per tahun, namun 67,99% di antaranya masih dipenuhi melalui impor. Upaya peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan perbaikan varietas melalui pemuliaan mutasi. Penentuan lethal dose 50 (LD₅₀) merupakan tahap penting dalam induksi mutasi untuk memperoleh konsentrasi mutagen yang efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai LD50 mutagen sodium azide (SA) pada benih kedelai galur M.1.1.3. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada Juni–September 2023. Benih kedelai galur M.1.1.3 direndam dalam larutan SA dengan enam konsentrasi (0, 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm) selama 4 jam, kemudian disemai pada media tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1). Peubah yang diamati meliputi persentase perkecambahan dan tinggi bibit pada umur 7 dan 14 HST. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Curve Expert 1.4 untuk menentukan nilai LD₅₀ sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada kontrol (0 ppm) sebesar 93,33%, sedangkan pada konsentrasi 10 ppm hanya 6,66%. Perlakuan mutagen SA 10 ppm mengakibatkan kematian semua kecambah kedelai galur M.1.1.3 pada umur 14 HST. Analisis kurva regresi menghasilkan nilai LD₅₀ pada konsentrasi SA sebesar 5,56 ppm. Nilai ini menunjukkan bahwa konsentrasi efektif sodium azide yang berpotensi menghasilkan mutasi terletak sedikit di bawah 5,56 ppm. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam menentukan konsentrasi mutagen yang tepat pada program pemuliaan kedelai melalui induksi mutasi dengan sodium azide.
Pendampingan Pembibitan dan Pemeliharaan Tanaman Kakao Pada Masyarakat Gampong Paya Gaboh Kecamatan Sawang Hafifah Hafifah; Nasruddin Nasruddin; Lukman Lukman; Fadhliani Fadhliani; Septiarini Zuliati; Uchti Nuzul Qhinanti Lubis; Mukhaiyar Azhari; Mahlil Mahlil
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8299

Abstract

Kakao (Theobroma cacao) merupakan tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang berperan sebagai bahan baku utama dalam industri cokelat. Di Indonesia, termasuk Kabupaten Aceh Utara, potensi pengembangan kakao tergolong besar. Namun, produktivitasnya masih rendah akibat terbatasnya bibit unggul yang tersedia. Untuk mengatasi permasalahan ini, telah dilaksanakan suatu kegiatan peningkatan kapasitas dalam teknik pembibitan kakao yang sesuai standar. Kegiatan dilaksanakan di Gampong Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada Agustus hingga Oktober 2025. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, serta pendampingan teknis secara berkala. Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei lokasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat desa setempat. Materi pelatihan mencakup pemilihan biji, teknik persemaian, pembuatan media tanam, teknik sambung pucuk, dan pengendalian hama penyakit. Bahan praktik seperti media tanam, bibit kakao, serta perlengkapan sambung pucuk disiapkan untuk mendukung kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan minimnya pengetahuan awal terkait teknologi pembibitan kakao yang memenuhi standar mutu. Diharapkan, keterampilan teknis yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bibit kakao berkualitas secara mandiri, guna meningkatkan produktivitas kebun dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan
Determination of The Critical Period of Sweet Corn Plants (Zea Mays Saccharata Sturt) Against Weed Safrina Safrina; Baidhawi Baidhawi; Hafifah Hafifah
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v4i3.524

Abstract

The critical period is a time when cultivated plants are very sensitive to the presence of weeds so that the disturbance caused by them can reduce the final yield. So, no the entire growing period of plants is affected by weeds. This critical period relates to the time of proper control so that the presence of weeds does not always require control measures. This research aims to determine the critical period for sweet corn (Zea Mays Saccharata Surt) against weeds and the effect of weeds on the growth and yield of sweet corn plants. This research was carried out at Gampong Mesjid, Kaway XVI, West Aceh Regency, Soil Science Laboratory and Pest and Disease Laboratory, Agroecotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Malikussaleh University, North Aceh from February to April 2024. This research used an experimental method of randomized block design (RAK), the single factor that consists of 10 treatments with 3 repetitions. P1: 0-15 DAP with weeds, P2: 0-30 DAP with weeds, P3: 0-45 DAP with weeds, P4: 0-60 DAP with weeds, P5: 0-Weedy harvest, P6: 0-15 DAP weeds free, P7: 0-30 DAP weeds free, P8: 0-45 DAP weeds free, P9: 0-60 DAP weeds free, P10: 0-DAP harvest free from weeds. The observation data were analyzed using analysis of variance, the treatment average was obtained through Duncan’s Multiple Range Test (DRMT) a the 0.05 level. The research results show that the critical period for sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) for weeds is determined at the age of 16-30 days after planting. Weed control carried out between  16-30 days of plant age will not inhibit the growth and yield of sweet corn plants.
Physiological Characteristics of Weeds in Organic and Conventional Arabica Coffee Plantations in Bener Meriah Regency Mutiara N; Badhawi Badhawi; Hafifah Hafifah; Nasruddin Nasruddin; Yusra Yusra
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i2.1368

Abstract

This study aims to determine the diversity and differences of weed species found in organic and conventional Arabica coffee plantations in Bener Meriah Regency. Weeds are a limiting factor in crop productivity as they compete for nutrients, water, and sunlight. The research employed a survey method using 50 cm × 50 cm quadrants at four sampling points in each plantation type. Data were quantitatively analysed based on density, frequency, and dry weight, and Shannon-Wiener diversity and Sorensen similarity indices were calculated. The results identified 12 weed species, with Bidens pilosa L. as the most dominant. The diversity index was higher in organic plantations (H' = 1.8) than in conventional ones (H' = 1.4), while the weed species similarity index between the two systems was only 42%, indicating substantial differences. Weed chlorophyll content was also generally higher in organic plantations. These findings provide a scientific basis for developing targeted weed management strategies tailored to each plantation system.
RESPON KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HIJAU DAN PUPUK ORGANIK CAIR KIRINYUH Hafifah Hafifah; Laila Nazirah; Muhammad Nazaruddin
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.9929

Abstract

Kacang tanah di Indonesia merupakan komoditas pertanian terpenting setelah kedelai yang memiliki peran strategis pangan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan dosis pupuk hijau dan dosis pupuk organik cair yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Gampong Meucat Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara pada bulan Januari – bulan April 2022. Rancangan percoban menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk hijau kirinyuh yang terdiri dari (K0) 0  g/polybag, (K1) 25 g/polybag, (K2) 50 g/polybag dan (K3) 75 g/polybag.  Faktor kedua  adalah konsentrasi pupuk organik cair kirinyuh yang terdiri dari (C0) 0 ml/liter,  (C1) 80 ml/liter,  (C2) 160 ml/liter. Peubah pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, bobot segar polong per tanaman, bobot kering polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan pupuk hijau kirinyuh dan pupuk organik cair kirinyuh dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah, dosis terbaik yaitu dosis (K3) 75 g/polybag. Konsetrasi pupuk organik cair kirinyuh juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah, konsetrasi terbaik yaitu (C2) 160 ml/liter air. Interaksi antara dosis pupuk hijau dan konsentrasi pupuk organik cair kirinyuh pada bobot polong segar pertanaman dan bobot 100 biji. Interaksi K3C2 (75 g pupuk hijau/polybag dan 160 ml pupuk organik cair/liter) menghasilkan bobot segar polong terberat 61,99 g dan menghasikan bobot 100 biji terberat 46,32 g.
Co-Authors Agustina Maulida Alfikri, Muhammad Sani Amelia, Wirda Ami Safriyanur Andika Pratama Badhawi Badhawi Bagus Setiawan Baidhawi Baidhawi Dea Rumambi Sinaga Desi Ariani Elvira Sari Dewi Eri Fazriah Tambunan1 Eva Yuliana, Cut Fadhliani Fadhliani Fadhliani, Fadhliani Faisal Faisal Fridayanti, Nelly H, Safrida Hafiz Benar Silangit Halim Akbar, Halim Hamzah Fansury Nasution Handayani, Rd Selvy Hasibuan, Hedri Gunawan Hendrival Hendrival Hendrival Irmayunita, Irmayunita Irna Safitri Ismadi Ismadi Ismadi Ismadi Istover Suyansyah Jamidi Jamidi, Jamidi Julianti Kaban, Pilipi Persadanta Keumala, Ida Khaidir Khaidir Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khusrizal Khusrizal Laila Laila Laila Nazirah Laila Nazirah Laila Nazirah Lukman Lukman LUKMAN, LUKMAN Mahlil Mahlil Muhammad Muaz Munauwar Muhammad Nazaruddin Muhammad Rafli Muhammad Ridho Muhammad Suhendra Muhammad Yusuf Nurdin Muiz, Kharendra Mukhaiyar Azhari Mutiara N Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nazimah Nazimah Nazimah Nilahayati Novita Pramahsari Putri Nurdin, Muhammad Yusuf P, Asyifa Pratama, Boby Erdi Rafli, Muhammad Rahayu, Sri Mulyati Raudha Tunnisa Rd. Selvy Handayani Rd. Selvy Handayani Rd. Selvy Handayani Rizki, Miftahul Rosnina Rosnina, Rosnina Safrina Safrina Safrina Safrina, Safrina Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Septiarini Zuliati Septiarini Zuliati Syahputri, Zahrai Al rika Uchti Nuzul Qhinanti Lubis Usnawiyah Usnawiyah, Usnawiyah Yunny Mustika Sucy Yuskarina, Yuskarina Yusra Yusra Yusra, Yusra Yuziani Yuziani Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda