Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Studi Kasus di di Perguruan Mathla’ul Anwar Kabupaten Karawang Rusydi Firdaus; Didin Saefudin Bukhori; Rahmat Rosyadi
Turats Vol 12 No 1 (2016): Turats (Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam UNISMA Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of curriculum in Perguruan Mathla'ul Anwar aimed at Islamic values, culture and character of students who behave tasammuh (tolerant) to understand the teachings of furu’iyah in the religion. The research is descriptive by case study was conducted on the qualitative development of Islamic education curriculum in Perguruan Mathla'ul Anwar Karawang regency. The research problems are proposed: (1) how to consept a curriculum of Islamic religious education? (2) how to the contents of curriculum development of Islamic religious education?, and (3) how to the modeling of curriculum of Islamic religious education?. The study was conducted through surveys, interviews and studies with the relevant theory. The results of the study concluded that Perguruan Mathla`ul Anwar has developed a curriculum that integrated with the Islamic religious education in teaching and learning. The development of Islamic religious education curriculum is formulated into 10 subject matter set forth in the basic competencies to-Mathla'ul Anwar's include: (1) Religious Curriculum, (2) Benchmark (Minimum Standards) The Ability of Religion, (3) Local Content Curriculum , (4) Allocation of Time, (5) Management Curriculum SBC, (6) Developing Syllabus for Curriculum SBC, (7) Remedial, Enrichment And Accreditation, (8) Guidance and Counseling, (9) The Distance Education, and (10)Extracurricular.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Dalam Pendidikan Agama Islam Maemunah Sa'diyah; Naskiyah Naskiyah; Abdu Rahmat Rosyadi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.2802

Abstract

Di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengunaan internet menjadi sangat mudah. Hal ini disebabkan kebutuhan terhadap akses informasi, gaya hidup, komunikasi, hiburan, dan pengetahuan yang tersedia pada berbagai sosial media. Media sosial memiliki peranan dalam pembentukan jati diri seseorang dan tingginya penggunaan sosial media dikalangan mahasiswa akan berdampak pada kesehatan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa PAI Universitas Ibn Khaldun Bogor. Metode Penelitian yang digunakan yaitu penelitian  kuantitatif dengan jenis korelasional (correlational reserch). Subjek dalam penelitian ini adalah 87 mahasiswa PAI. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampling yaitu simple random sampling. Analisis data dengan uji Korelasi Pearson Product Moment. Hasil  dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang negatif signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa PAI. Hasil koefisien korelasi menghasilkan r = -0,220 dengan taraf signifikansi p =  0,041 (< 0,05). Artinya semakin tinggi intensitas mahasiswa dalam menggunakan media sosial maka semakin rendah kesehatan mentalnya. Berlaku juga sebaliknya semakin rendah intensitas penggunaan media sosial maka kesehatan mental akan semakin tinggi.
Treatment CBT Islami Dalam Peningkatan Regulasi Diri Belajar Santri di Pondok Pesantren Isna Sufyaningsih Munawar; A. Rahmat Rosyadi; Imas Kania Rahman
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 8 No 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i2.487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tingkat regulasi diri belajar santri MTs di Pondok Pesantren Daarul II Rahman Bogor, untuk menganalisis bagaimana meningkatnya regulasi diri belajar santri Mts di Pondok Pesantren Daarul Rahman II Bogor setelah mendapatkan konseling cognitive behavior therapy Islami dan untuk merumuskan bagaimana konseling cognitive behavior therapy Islami yang efektif untuk meningkatkan regulasi diri belajar santri tingkat Mts. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitafif dengan metode quasi experiment dan model nonequivalent control group design melalui pendekatan pre-posttest dan dibandingkan dengan kelompok kontrol, berdasarkan hasil penelitian, tingkat reagulasi diri dalam belajar santri MTs pada kategori rendah sebanyak 3 santri, yang sedang 11 santri dan yang tinggi 16 santri. Setelah dilaksanakan konseling cognitive behavior therapy Islami, terjadi peningkatan yakni, pada kategori sedang dari 11 santri mengalami penurunan menjadi 2 santri dan pada kategori tinggi dari 16 santri meningkat pesat menjadi 27 santri. Kelompok eksperimen memiliki mean 90,37 sedangkan kelompok kontrol memiliki mean 83,57. Dengan Demikian maka dapat diartikan regulasi diri belajar dapat ditingkatkan dengan memberikan treatment CBT Islami.
Penanaman Karakter Islami Anak Usia Dini dalam Pendidikan Keluarga: Konstruksi Pemikiran Harry Santosa dan Irwan Prayitno Dianing Sapitri; Imas Kania Rahman; Abdu Rahmat Rosyadi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-thariqah.2022.vol7(2).10996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep pendidikan karakter islami anak usia dini dalam keluarga dari pemikiran Harry Santosa dan Irwan Prayitno. Metode penelitian kualitatif berupa kajian pustaka dengan pendekatan concept analysis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, dalam menanamkan karakter islami sejak anak usia dini Harry Santosa memiliki konsep “mission of life” yang harus dimiliki orangtua dengan dasar keimanan dan Islamic Worldview, sehingga terbangun peradaban keluarga sesuai fitrah sebagai ayah dan ibu, juga harus memiliki visi pendidikan dengan menjadikan generasi Abdullah dan khalifatullah sesuai bakat dari bidang yang diminati anak. Kemudian Irwan Prayitno melengkapi dengan sebuah konsep “pengawasan dan komunikasi” yang harus dilakukan selama 24 jam dengan menjalin komunikasi yang baik kepada para pengasuh dan bergaul bersama anak sesuai potensi dasar perkembangan usia dini. Dengan demikian mendidik anak akan menjadi mudah melalui kesadaran dan kesucian jiwa. Diperlukan penelitian selanjutnya untuk membuat modul pendidikan karakter islami bergaul bersama anak berdasarkan misi hidup
Pendidikan Karakter Islami Anak Usia Dini Berbasis Fitrah di Taman Kanak-kanak Dianing Sapitri; Abdu Rahmat Rosyadi; Imas Kania Rahman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.3657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pendidikan karakter Islami anak usia dini sesuai dengan fitrah perkembangan, konsep, evaluasi, hambatan dan tantangan pelaksanaan kegiatan. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan mereduksi, mendisplay dan memverifikasi. Pendidikan holistik berbasis karakter Islami secara implisit diterapkan TK dengan konsep pembelajaran sentra dan tematik. Sentra yang tersedia yaitu; Ibadah, bahan alam, rancang bangun, kreasi, main peran, dan persiapan. Karakter yang dibangun adalah; iman dan taqwa, peduli dan empati, cerdas, sabar, kreatif, berani, patuh, dan disiplin. Kemudian evaluasi rutin dilakukan berdasarkan perkembangan kompetensi dasar dan sasaran pengembangan karakter secara meneyeluruh berdasarkan fitrah anak yang alami, unik dan berbeda-beda. Hambatan yang dialami sekolah adalah kurangnya kerjasama orang tua  dalam mensinergikan pembiasaan di rumah. Dengan pengembangan karakter islami sesuai fitrah anak usia dini, mendidik menjadi mudah karena Allah telah memberikan tahapan perkembangannya, merdeka belajar dan merdeka bermain sesuai minat dan karakteristik menjadi pengalaman menyenangkan.
Islamic Cognitive Behavior Therapy Counseling to Improve the Self-Regulated Learning Santri of Tsanawiyah Level Isna Sufyaningsih Munawar; Imas Kania Rahman; A. Rahmat Rosyadi
EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal) Vol. 11 No. 1 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Tarbiyah Departement collaboration with AMCA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54956/edukasi.v11i1.347

Abstract

This research was to find how many level of self-regulated learning in MTs santri at the Daarul Rahman Bogor Islamic Boarding School, and to find how manner to increase the self-regulated learning of MTs santri at the Daarul Rahman Islamic Boarding School Bogor after receiving Islamic cognitive behavior therapy counseling and to formulate how Islamic cognitive behavior therapy counseling which is effective to improve the santri from self-regulated learning at Mts level. This research used a quantitative with method that is quasi-experimental and a nonequivalent control group design model through a pre-posttest approach and compared with the control group. Based on the results of this research, that the level of self-regulated learning of MTs santri in the low category was 3 santri, the medium was 11 santri and the high was 16 santri. After implementing Islamic cognitive behavior therapy treatment, there was an increase, namely, in the medium category from 11 santri it decreased to 2 santri and in the high category from 16 santri it increased rapidly to 27 santri. The experimental group has a mean of 90.37 while the control group has a mean of 83.57. Thus, can be interpreted what the provision of Islamic cognitive behavior therapy to santri will increase self-regulated learning.
Strategi Dakwah dan Unsur-Unsur Pendidikan Agama Islam Dalam Dakwah Islamiyah Walisongo di Wilayah Pulau Jawa Ibdalsyah Ibdalsyah; Abdu Rahmat Rosyadi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.2959

Abstract

Keberadaan Walisongo di Pulau Jawa pada abad ke-15 M untuk melaksanakan dakwah itu sebagai fakta sejarah keislaman. Hal ini dapat diungkap secara jelas dan nyata untuk menangkal pendapat yang mengatakan, bahwa Walisongo sebagai mitos religi yang penuh mistik. Pembuktian dalam bentuk fakta, data, dan informasi dalam penelitian ini dapat ditelusuri dari situs-situs sejarah dengan mengonfirmasi kepada para penjaga dan pengaman yang berlangsung secara turun temurun dari pihak pewaris langsung maupun para pejabat di wilayah setempat. Selain itu juga berbagai dokumen dalam bentuk literatur dapat dikaji secara mendalam. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus yang berkaitan dengan strategi dakwah dan unsur-unsur pendidikan agama Islam dalam dakwah Islamiyah Walisongo di wilayah Pulau Jawa. Data yang digunakan bersumber dari literatur dan dokumen dengan analis data dilakukan secara deskriptif-normatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, strategi dakwah para walisongo ketika masuk ke tanah Jawa dilakukan secara berkelompok, sistimatis, serempak, dan masif hampir disemua wilayah Pulau Jawa dengan strategi dakwah yang melibatkan pemerintahan dan merangkul budaya, seni, dan tradisi masyarakat setempat sehingga dapat diterima dengan baik tanpa adanya penentangan.  Kedua, unsur-unsur pendidikan agama Islam sebagai topik dakwah Islamiyah para walisongo dengan mengutamakan pendidikan dibidang akhlakul karimah untuk diterapkan oleh seorang muslim dalam menjalani kehidupan.
Menanamkan Pendidikan Islam dan Akhlak Mulia di Masa Perkembangan Neonatus (Bayi) Muhammad Rasyid; Abas Mansur Tamam; A. Rahmat Rosyadi; Imas Kania Rahman
TADARUS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v11i1.17408

Abstract

Kelahiran seorang anak adalah kebahagiaan bagi kedua orang tua. Namun, harus diingat bahwa anak -anak adalah kepercayaan dari Tuhan. Berikan perhatian khusus kepada anak -anak sejak awal kelahiran, ketika bayi, sampai cara mendidik sesuai dengan apa yang telah ditahbiskan Allah adalah keharusan mutlak bagi umat Islam. Islam tidak mengizinkan manusia ketika mereka turun ke kehidupan bumi ini tetapi telah menetapkan aturan dan hukum untuknya. Oleh karena itu, bagi mereka yang diberkati dengan anak -anak berkewajiban menerapkan undang -undang ini. Islam adalah perkembangan pikiran perilaku manusia dan penataan perilaku berdasarkan agama Islam, dengan niat menyadari ajaran Islam dalam kehidupan individu dan masyarakat, yaitu di seluruh bidang kehidupan. Pembiasaan dan pengajaran adalah salah satu cara atau metode pendidikan anak. Jika anak selalu terbiasa dan diajarkan untuk berbuat baik maka ia akan memiliki kecenderungan untuk berbuat baik sampai ia tumbuh dewasa atau bahkan hingga usia tua. Masalah itu terjadi karena nilai -nilai kebaikan telah meresap ke dalam dirinya dan telah menjadi pola pikir, sikap dan perilaku. Jika anak dapat memenuhi tugas perkembangannya maka itu berarti akan dapat mengembangkan potensi yang ia miliki secara fisik maupun spiritual. Penelitian ini adalah jenis penelitian perpustakaan, yaitu kegiatan untuk mengeksplorasi, memeriksa, memeriksa, dan mengidentifikasi hal -hal yang sudah ada. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat menurut subjek atau objek yang ada. Pendidikan anak pada periode pascanatal sesuai dengan perspektif Islam adalah memberikan kabar baik dan selamat atas kelahirannya, menggemakan panggilan untuk berdoa di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri kemudian, lalu Tahnik (madu ke dalam mulut yang baru lahir), memberikannya nama yang bagus, direkomendasikan untuk aqiqah, menyusui selama dua tahun penuh dan diresepkan untuk disunat sebelum pubertas
Konseling Cognitive Behavior Therapy Islami untuk Meningkat Self-Regulated Learning Santri Tingkat Mts Isna Suryaningsih Munawar; Imas Kania Rahman; A. Rahmat Rosyadi
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 5 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.029 KB) | DOI: 10.47467/reslaj.v5i5.2395

Abstract

In Islamic boarding schools, santri are required to be able to adapt well to the activities and regulations that apply. The number of schedules that must be accepted by santri, sometimes creates different conditions that can have an impact on their life patterns. However, sometimes it is found that some Mts santri have difficulty in the learning process. Therefore, one way to overcome these learning difficulties is to increase self-regulated learning. The Islamic cognitive behavior therapy treatment is one of the effective efforts to increase self-regulated learning for MTs santri which can be observed through changes in the behavior and thoughts of these santri. The purpose of this research is to formulate how Islamic cognitive behavior therapy counseling is effective to improve self-regulated learning for santri at the Mts level. This research uses a quantitative quasi-experimental method and a nonequivalent control group design model through a pre-posttest approach. Based on the results of the research, after Islamic cognitive behavior therapy counseling, there was an increase in the medium category from 11 santri, it decreased to 2 santri and in the high category from 16 santri it increased rapidly to 27 santri. The experimental class has a mean of 90.37 while the control class has a mean of 83.57. Thus, it can be interpreted that the provision of Islamic cognitive behavior therapy to santri increases self-regulated learning. The implementation of the Islamic cognitive behavior therapy approach uses functional analysis of ABC (Antencedent, Behavior, Consequences) which has been modified with Islamic values ​​and invites santri to always be optimistic (at-tafâul) and help (at-ta'awûn) in their learning. Keywords: Counseling, Islamic CBT, Self-Regulated Learning
Mandatory Learning Of Islamic Religious Education In The Perspective Of The National Education Policy Dedi Supriadi; Akhmad Alim; Abdu Rahmat Rosyadi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i001.1720

Abstract

The concept of Islamic education that are sourced from al-Quran and al-Hadith confirms that learning the religion of Islam is an obligation that absolutely needs to be done by individually obligatory (fard `ain), while the implementation and the implementation of Islamic religious education in communal (fard kifayah) be the obligation of the state, government, society and family. Research related to the compulsory learning of Islamic religious education in the perspective of the national education policy is carried out with the normative approach. The Data used is sourced from regulations and legislation as well as other provisions with data analysts conducted by descriptive-normative. The result of research and discussion can be summarized as follows: First, the Islamic religious Education must be taught in the form of subjects/courses religion in line, level and type of education, the existence of which is regulated in various laws and regulations. Islamic religious education is a core part of the curriculum of national education from primary education, secondary education and in the form of formal education, non-formal and informal. Second, in the autonomous region, the Local Government can set policy in Islamic religious education through regulation in the form of Local Regulations, Regulations of the Regional Head, and the shape of the other regulations in the held of compulsory education Islamic religious education by the institute of Islamic Education non-formal. The policy of the State or the government in Indonesia has been set in the State constitution, law, and government regulation, regulation of the Minister of Religion of Islamic religious Education became a compulsory held by each of the institutions of Islamic education and general education from basic education, secondary to higher education.