Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Program Pembinaan Wali Kelas terhadap Motivasi Belajar Siswa SMPIT Nurul Fikri Boarding School Bogor Sepiah Sepiah; Rahmat Rosyadi; Wido Supraha
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskkripsikan dampat dari program pembinaan wali kelas terhadap motivasi belajar siswa SMPIT Nurul Fikri Boarding School Bogor. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Kemudian sabjek pada penelitian ini ialah kepala sekolah, koordinator wali kelas, dan wai kelas. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.Kesimpulan dari penelitian ini ialah 1) terdapat peningatan motivasi belajar siswa di  sekolah Nurul Fikri Bogor.2) Program upgrading,dan perogram program yang lain dilaksanakan  di sekolah dapat berdampat terhadap motivasi siswa dalam meraih keberhasilan dengan penguatan yang diberikan oleh wali kelas kepada siswa.3) program seperti materi pembinaan terhadap wali kelas dapat berdampak terhadap motivasi siswa, materi yang diperoleh akan di pahamkan ke semua siswa dengan tujuan siswa akan lebih giat dalam belajar, disipin terhadap waktu juga berlomba-lomba dalam kebaikan. Adapun materi materi tersebut yaitu: PTS dan PAT Preparation, Adab Dulu sebelum Ilmu, Proud of My Self, Students Journey, Santri Experience
PERSEPSI SISWA MADRASAH TSANAWIYAH TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL KEAGAMAAN DALAM PENANGGULANGAN RADIKALISME SECARA DINI Ending Bahruddin; Abdu Rahmat Rosyadi; Edy Edy
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.894 KB) | DOI: 10.30868/ei.v7i2.271

Abstract

Penelitian tentang persepsi siswa Madrasah Tsanawiyah terhadap pendidikan multikultural keagamaan dalam penanggulangan radikalisme secara dini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan populasi sebanyak 285 siswa dan sample yang menjawab angket sebanyak 168 responden (58,95% dari populasi 285 siswa/i). Dari sample  tersebut menjawab pertanyaan dengan nilai ideal pada skala 5 sebesar 86,74 %.
Mempertanyakan Legalitas Qanun Aceh: Sesuaikah dengan Sistem Peraturan Perundang-Undangan Andi Muhammad Asrun; Abdu Rahmat Rosyadi; Yennie K. Milono
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol 21, No 2 (2019): Vol. 21, No. 2 (Agustus 2019)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kanun.v21i2.12632

Abstract

Penelitian ini ingin menjawab kesesuaian Qanun Aceh dengan sistem peraturan perundang-undangan, dengan mengidentifikasi kedudukan qanun dalam sistem peraturan perundang-undangan, dan kewenangan lembaga dalam hak uji materil terhadap qanun sebagai produk hukum. Penelitian ini bersifat yuridis-formil melalui kajian pustaka terhadap peraturan perundang-undangan untuk mendeskripsikan kesesuaian qanun Aceh dalam sistem peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menemukan bahwa Qanun Aceh ada yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan ada yang berkaitan dengan pelaksanaan syariat Islam kedudukannya dianggap sama dengan peraturan daerah pada umumnya dalam perspektif Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Argumentasi yuridis yang menyatakan bahwa qanun sejajar dengan peraturan daerah ini diperkuat oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Namun berkenaan dengan hak menguji untuk membatalkan Qanun Aceh dalam pelaksanaan syariat Islam hanya dapat diuji dan dibatalkan melalui judicial review oleh Mahkamah Agung sebagaimana diatur dalam Pasal 235 ayat (4) UU Nomor 11 Tahun 2006. Asking for Aceh Qanun Legality: Compatible With Legislation System This study aims to answer the compatibility between the Aceh Qanun and the system of legislation by identifying the position of qanun in the system and the authority of the institution in the rights to materially verify qanun as a legal product. This study uses a juridical-formal method through a literature review of the laws and regulations to describe the suitability of the Aceh qanun in the statutory system. This study found that the Aceh Qanun relating to the administration of government and relating to the implementation of Islamic law, its position is considered the same as local regulations in general in the perspective of Law No. 12/2011 on the Formation of Legislation. The juridical argument that states that the qanun is in line with this regional regulation is reinforced by the Republic of Indonesia Minister of Home Affairs Regulation No. 53/2011 on the Establishment of Regional Legal Products. However, the right to examine the cancellation of qanun in the implementation of Islamic Shari'a, it can only be examined and canceled through a judicial review by the Supreme Court as stipulated in Article 235 paragraph (4) of Law Number 11/2006.
PERSEPSI SISWA MADRASAH TSANAWIYAH TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL KEAGAMAAN DALAM PENANGGULANGAN RADIKALISME SECARA DINI Ending Bahruddin; Abdu Rahmat Rosyadi; Edy Edy
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v7i2.271

Abstract

Penelitian tentang persepsi siswa Madrasah Tsanawiyah terhadap pendidikan multikultural keagamaan dalam penanggulangan radikalisme secara dini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan populasi sebanyak 285 siswa dan sample yang menjawab angket sebanyak 168 responden (58,95% dari populasi 285 siswa/i). Dari sample  tersebut menjawab pertanyaan dengan nilai ideal pada skala 5 sebesar 86,74 %.
Tinjauan Terhadap Tripusat Lingkungan Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Islam Abdu Rahmat Rosyadi; Dedi Supriadi; Muhammad Dahlan Rabbanie
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i02.1329

Abstract

Lingkungan pendidikan yang dikenal oleh masyarakat sampai saat ini terdiri atas di lingkungan pendidikan keluarga; sekolah; dan masyarakat yang disebut dengan Tripusat Pendidikan. Gagasan ini dilandasi oleh sebuah argumen bahwa setiap manusia akan selalu berada dan mengalami perkembangan dalam tiga lingkungan pendidikan tersebut. Konsep tripusat pendidikan yang terdiri atas lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat telah terselenggara sejak kali pertama digagas hingga saat ini masih tetap berlangsung, bahkan mendapat penguatan dan pengakuan dari pemerintah dalam Konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Padahal dalam perspektif pendidikan Islam, seorang anak sebelum  mendapat pendidikan dari tiga lingkungan tersebut telah mendapat pendidikan dari ibunya selama di dalam kandungan sebagai lingkungan pendidikan pertama. Tujuan penelitian ini untuk melakukan tinjauan terhadap Tripusat Pendidikan dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan menganalisis secara yuridis-normatif terhadap ayat-ayat al-Quran tentang konsep pendidikan Islam yang berkaitan dengan pendidikan dalam kandungan dan konsep tripusat Pendidikan berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagai obyek kajian atau sasaran penelitian. Hasil dan pembahasan dalam penelitian disimpulkan bahwa lingkungan pendidikan dapat diperluas dari  tiga menjadi empat lingkungan pendidikan, yaitu: lingkungan pendidikan dalam kandungan, lingkungan pendidikan keluarga, lingkungan pendidikan sekolah, dan lingkungan pendidikan masyarakat. Empat lingkungan Pendidikan ini harus sejalan secara paralel dan bersinerji untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Mandatory Learning Of Islamic Religious Education In The Perspective Of The National Education Policy Dedi Supriadi; Akhmad Alim; Abdu Rahmat Rosyadi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i001.1720

Abstract

Konsep pendidikan Islam yang bersumber dari al-Quran dan al-Hadits menegaskan bahwa belajar agama Islam menjadi kewajiban yang mutlak perlu dilakukan oleh secara individual (fardhu `ain), sedangkan penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan agama Islam secara komunal (fardhu kifayah) menjadi kewajiban negara, pemerintah, masyarakat dan keluarga. Penelitian yang berkaitan dengan wajib belajar pendidikan agama Islam dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional ini dilakukan dengan pendekatan normatif. Data yang digunakan bersumber dari peraturan dan perundang-undangan serta ketentuan lainnya dengan analis data dilakukan secara deskriptif-normatif. Hasi penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, Pendidikan agama Islam wajib  diajarkan dalam bentuk mata pelajaran/kuliah agama di jalur, jenjang dan jenis pendidikan yang keberadaannya diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Pendidikan agama Islam menjadi bagian inti kurikulum pendidikan nasional dari jenjang pendidikan dasar, menengah dan pendidikan dalam bentuk pendidikan formal, nonformal dan informal. Kedua, di masa otonomi daerah, Pemerintah Daerah dapat menetapkan kebijakan pendidikan agama Islam melalui regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah, Peraturan Kepala Daerah, dan bentuk peraturan lainnya dalam menyelenggaran wajib belajar pendidikan agama Islam oleh lembaga Pendidikan Agama Islam nonformal. Kebijakan Negara atau pemerintah di Indonesia telah menetapkan dalam konstitusi Negara, undang-undang, dan peraturan pemerintah, peraturan Menteri Agama tentang Pendidikan agama Islam menjadi suatu yang wajib diselenggarakan oleh setiap lembaga pendidikan Islam maupun pendidikan umum sejak dari pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar dengan Storybook Berbasis Al-Qur’an di Sekolah Dasar Fase A Abdul Azis; Rahmat Rosyadi; Nesia Andriana
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Nomor 2, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i2.971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan awal terkait pengembangan bahan ajar berupa storybook berbasis Al-Qur'an di Sekolah Dasar Fase A. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui studi literatur, dan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain Research and Development. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, studi pustaka, angket, serta analisis buku dan jurnal. Komponen analisis data meliputi media, materi, dan praktisi. Teknik penyajian hasil analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlu adanya variasi dan inovasi bahan ajar Akidah untuk memenuhi kebutuhan dalam pembelajaran.
PROGRAM PEMBINAAN WALI KELAS SMPIT NURUL FIKRI BOARDING SCHOOL BOGOR Sepiah, Sepiah; Rosyadi, Rahmat; Supraha, Wido
TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Vol 10, No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v10i1.52894

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah: (1) untuk mengetahui bentuk dan teknik program pembinaan wali kelas di SMPIT Nurul Fikri Bogor, (2) untuk mengetahui dampak pembinaan program wai kelas terhadap perkembangan siswa di SMPIT Nurul Fikri Bogor. Informan dari penelitian ini ialah kepala sekolah  koordinator wali kelas, wali kelas. Hasil penelitian ini ialah (1) bentuk program pembinaan wali kelas SMPIT Nurul Fikri Bogor adalah wali kelas dibekai dengan program-program seperti membuat grup diskusi bersama orang tua dan siswa, dalam hal ini bagaimana wali kelas bisa menjalin hubungan yang baik terhadap wai kelas, upgrading wali kelas hal ini seorang wai kelas bersama kepala sekolah, koordinator wali kelas melaksanakan evaluasi atau bisa dikatakan dalam kegiatan ini semua wali kelas mengimformasikan perkembangan siswa-siswanya, welcome drink kelas. (2) dengan terselenggaranya program pembinaan wali kelas maka program tersebut berdampak positif terhadap perkembangan siswa dilihat dari peningkatan motivasi belajar siswa. kemandirian serta perkembangan emosional siswa yang baik. penelitan ini menggunakan metode kualitatifKata Kunci: Program Pembinaan, Wali Kelas
Navigating the Digital Realm: The Impact of Social Media on Mental Health and Spiritual Intelligence in Islamic Educational Settings Ibdalsyah, Ibdalsyah; Maemunah Sa'diyah; Abdu Rahmat Rosyadi; Putri Ria Angelina; Naskiyah
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2023.121.97-109

Abstract

Purpose – The study aims to examine the impact of social media use on the mental health and spiritual intelligence of university students, with a focus on the Islamic educational context. It seeks to understand the dual influence of social media as a tool for information and communication and as a potential factor affecting students' mental and spiritual well-being. Design/methods/approach – Employing a quantitative, correlational method, the study analyzes primary data gathered from questionnaires completed by students of the Faculty of Islamic Religion (FAI) at Ibn Khaldun University Bogor. The approach includes descriptive tests, independent sample T-tests, and correlational analysis to evaluate the relationships among social media use, mental health, and spiritual intelligence. Findings – The study uncovers that students display moderate levels of social media addiction and mental health, with corresponding average scores of 34.9 and 34.7. Interestingly, spiritual intelligence is observed to be high, averaging 41.4. Significant differences in spiritual intelligence and mental health are found between FAI students and those from other faculties, suggesting the influence of a religious learning environment. Correlation analysis reveals that social media usage contributes minimally to variations in spiritual intelligence and mental health, pointing towards the significance of other influencing factors. Research implications – The results highlight the critical role of a spiritually nurturing academic setting in fostering student well-being. The moderate impact of social media on mental health and spiritual intelligence offers a gateway for educational institutions to develop digital literacy programs that encourage responsible social media usage. However, the study's design limits the ability to establish causal relationships, and its findings, specific to the UIKA student body, may not fully extend to other student populations or educational contexts. Future research could explore additional influencing factors, possibly through longitudinal studies, to enhance understanding of causality and broaden the applicability of findings across diverse educational settings.
The Concept of Imam Ibn Al-Jauzi's Independent Education in the Book of Laftatu Al-Kabid Ila Nashihati Al-Walad Ibnu Jarir Dainuri; Rahmat Rosyadi; Santi Lisnawati
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i1.1263

Abstract

Building a teacher's personality that includes spiritual and religious values is very important and fundamental, because he is responsible for the quality of education, he is the heir of the Prophet, he is an agent of improvement (ishlahul ummah) and the teacher is the front guard in realizing the ideals of independence. This research aims to analyze the concept of Ibn al-Jauzi's Independent Education in the book Lafitatu al-kabid ila nashihati al-walad. This research is a type of qualitative research with two methods, namely library research (library research). The primary data source for this research is the book Lafitatu al-kabid ila nashihati al-walad and secondary data as well as other supporting books. The result of research on the book Lafitatu al-kabid ila nashihati al-walad is that Independent Education (tarbiyah dzatiayah ) is a continuous educational effort carried out by individuals in educating themselves to increase their own capacity in various areas of life, by applying various means prescribed by Islam. There are a minimum of 6 (six) aspects of Independent Education, namely: 1). Piety Aspect 2). Worship Aspect 3). Moral Aspect 4). Fikriyah Aspect 5). Da'wah aspects and 6). Ruhiyah Aspect.