Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional MIPA

IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MIPA SMA DI KABUPATEN BANGLI Suma, Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Lesson study merupakan salah model pelatihan guru dalam jabatan. Bertolak dari pikiran ini telah terapkan lesson study untuk meningkatan kompetensi guru Matematika dan IPA di SMA Negeri di kabupaten Bangli. Lesson study ini diikuti oleh 12 orang guru masing-masing 3 orang guru matematika, fisika, dan kimia. Lesson Study dilaksanakan dengan tiga fase yaitu perenvcanaan (plan), pelaksanaan pembelajaran di kelas (do), dan refleksi (see). Keefektifitan Lesson Study diukur dengan (1) keefektifan pembelajaran melalui Lesson Study, (2) respon siswa terhadap pembelajaran, (3) respon guru terhadap dan siswa terhap lesson study.  Hasil implementasi Lesson Study menunjukkan bahwa (1) guru-guru tim Lesson Study dapat menyelenggarakan pembelajaran secara efektif, (2) respon siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan lewat Lesson Study merentang dari cukup positif sampai sangat positif, (3) respon guru terhadap bimbingan teknik dan Lesson Study merentang dari baik sampai sangat baik
PERANAN PENDIDIKAN SAINS DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Suma, Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAbad 21 adalah abad yang ditandai oleh perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi yang berlangsung secara eksponensial. Di samping membawa dampak positif, perkembangan sains dan teknologi juga telah membawa dampak-dampak negatif. Beberapa dampak negatif perkembangan sains dan teknologi telah menghasilkan ketidakseimbangan ekosistem yang mengancam sistem kehidupan di bumi ini. Efek negatif ini telah membawa gambaran bahwa sains telah dinodai oleh serangkaian aktivitas yang tanpa didasari oleh nilai kemanusiaan telah membawa degradasi lingkungan, konsekwensi sosial serta ancaman bahaya bagi kehidupan. Untuk menjaga keseimbangan perkembangan iptek dengan lingkungan serta kelestarian sumber daya alam muncullah konsep pembanguan berkelanjutan Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains yang memberi penekanan utama kepada pengajaran nilai-nilai merupakan faktor yang amat penting. Pendidikan sains harus mampu menghasilkan masyarakat berbudaya yang terdiri atas orang-orang yang memiliki pemahaman yang luas terhadap ide-ide ilmiah dan mengapresiasi nilai-nilai sains. Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains harus dipandang sebagai pengembangan intelektual, pengembangan atribut personal, dan pengembangan nilai-nilai sosial.
MISKONSEPSI SISWA SMA DI BALI TENTANG DINAMIKA Suma, Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam miskonsepsi tentang dinamika siswa SMA Negeri di Bali. Penelitian deskriptif ini melibatkan 15 SMA Negeri di Bali yang merupakan perwakilan dari Wilayah Bali Barat, Timur, Tengah, Selatan dan Utara. Ke lima belas sekolah itu dikelompokkan menjadi 6 sekolah vavorit dan 9 sekolah nonvavorit. Jumlah sampel siswa dari sekolah vavorit adalah 386 orang dan jumlah sampel siswa dari sekolah nonvavorit adalah 430 orang. Data tentang ragam miskonsepsi siswa dikumpulkan dengan tes diagnostik dinamika dengan indek reliabilitas r=0,401, yang dihitung dengan formula K-R 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hanya 5% sampai 40% siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Bali yang memiliki konsep ilmiah dalam dinamika; (2) Sebagian besar siswa (> 60%) siswa SMA kelas XI IPA SMA Negeri di Bali mengalami miskonsepsi tentang dinamika; (3) ragam miskonsepsi tentang dinamika siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Bali bersesuaian dengan miskonsepsi siswa-siswa di berbagai negara.Kata kunci: miskonsepsi, ragam miskonsepsi, tes diagnostik mekanikaAbstractThe objective of this study was to describe a various misconceptions on dynamics of XI grade student of science department of Senior High School in Bali. This descriptive study involving 15 High School in Bali which is representative of the area of west Bali, east,central,south and north. That 15 school are grouped into 6 favorite school and 9 non-favorite school. Number of samples of students from favorite school are 386 people and the number of samples of non-favorite school are 430 people. Data about various students misconception collected using a dynamics diagnostic test with reliability index r=0,401, which is calculated by the K-R 20 formula. The result showed that : (1) only 5% up to 40% of grade XI student of science department of Senior High School in Bali had scientific conception on dynamics, (2) most of grade XI student of science department of Senior High School student in Bali (>60%) had misconceptions about dynamics, (2) student misconception about dynamics in Bali in mutual accord with misconceptions in various countries.Key Word: scientific conception, misconceptions, dynamics, mechanics diagnostic test
IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MIPA SMA DI KABUPATEN BANGLI Ketut Suma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Lesson study merupakan salah model pelatihan guru dalam jabatan. Bertolak dari pikiran ini telah terapkan lesson study untuk meningkatan kompetensi guru Matematika dan IPA di SMA Negeri di kabupaten Bangli. Lesson study ini diikuti oleh 12 orang guru masing-masing 3 orang guru matematika, fisika, dan kimia. Lesson Study dilaksanakan dengan tiga fase yaitu perenvcanaan (plan), pelaksanaan pembelajaran di kelas (do), dan refleksi (see). Keefektifitan Lesson Study diukur dengan (1) keefektifan pembelajaran melalui Lesson Study, (2) respon siswa terhadap pembelajaran, (3) respon guru terhadap dan siswa terhap lesson study.  Hasil implementasi Lesson Study menunjukkan bahwa (1) guru-guru tim Lesson Study dapat menyelenggarakan pembelajaran secara efektif, (2) respon siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan lewat Lesson Study merentang dari cukup positif sampai sangat positif, (3) respon guru terhadap bimbingan teknik dan Lesson Study merentang dari baik sampai sangat baik
PERANAN PENDIDIKAN SAINS DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Ketut Suma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAbad 21 adalah abad yang ditandai oleh perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi yang berlangsung secara eksponensial. Di samping membawa dampak positif, perkembangan sains dan teknologi juga telah membawa dampak-dampak negatif. Beberapa dampak negatif perkembangan sains dan teknologi telah menghasilkan ketidakseimbangan ekosistem yang mengancam sistem kehidupan di bumi ini. Efek negatif ini telah membawa gambaran bahwa sains telah dinodai oleh serangkaian aktivitas yang tanpa didasari oleh nilai kemanusiaan telah membawa degradasi lingkungan, konsekwensi sosial serta ancaman bahaya bagi kehidupan. Untuk menjaga keseimbangan perkembangan iptek dengan lingkungan serta kelestarian sumber daya alam muncullah konsep pembanguan berkelanjutan Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains yang memberi penekanan utama kepada pengajaran nilai-nilai merupakan faktor yang amat penting. Pendidikan sains harus mampu menghasilkan masyarakat berbudaya yang terdiri atas orang-orang yang memiliki pemahaman yang luas terhadap ide-ide ilmiah dan mengapresiasi nilai-nilai sains. Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains harus dipandang sebagai pengembangan intelektual, pengembangan atribut personal, dan pengembangan nilai-nilai sosial.
Co-Authors - Khaeruman A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Ahmad Walela Aiman, Ummu Amrina, Siti Arofatul Anak Agung Inten Paraniti Antara, I Gede Wahyu Suwela Antari, S R S. Artini, Ni Nyoman Budiastini, Ni Putu Putri Darmayasa, K. G. Desak Ketut Trisna Lestari Desak Putu Parmiti Dewa Bagus Sanjaya Dewi Oktofa Rachmawati Dian Susanti Diyatmika, Utama Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Endang Puji Astuti Erlina, Nia Gde Parie Perdana, Gde Parie Hikmawati Hikmawati Hikmawati I Gede Aris Gunadi I Gede Astawan I Ketut Mudana, I Ketut I Ketut Wiratana I Komang Pradika Utama I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Ari Winangun I Made Candiasa I Nyoman Jampel I Nyoman Sita Setiawan I Nyoman Suardana I Wayan Redhana I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Subagia I Wayan Suja I Wayan Widiana Ida Bagus Putu Arnyana Indahwati, Christine Irmayanti, Ni Luh Islamiati, Evy Fitria Iwan Suswandi Jayantini, Ni Luh Kadek Raka Jihad, Ruhul Juniartina, Prima Karma, I Wayan Kasanah, Uswantun Ketut Desia Tristiantari, Ni Khaeruman Luh Rumni Oktaria M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Mardana, I P. B. Maulida, Ikrima Mukaromah, Anis Fitriatul Mursalin, Muhammad N. Sundoro Katili Ni Ketut Rapi Ni Luh Pande Latria Devi Ni Putu Noviarini Nur Halimah Nyoman Dantes Oktaria, Luh Rumni Pradnyawati, Diah Pratiyaksi, Ni Made Diantari Pujani, N M Pusparini, Kadek Dwi Cita Putri Sarini Putu Widiarini Rai Sujanem Rapi, N K. Rohani Rohani Rosmayuni, Anak Agung Ayu Putri Sanjaya, Fifi SITI MARYAM Siti Nurhidayati Sudewa, P. Hari Sudewa, Putu Hari Supriani, Ni Made Suryana, I Kade Pande Sutika, I Made Suwindra, I.N.P Wayan Suastra Wimbawati, PK Ary Wulandari, N P V A Yasa, I Wayan Dresti