Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN KOMUNIKASI PEMASARAN DAN TEKNIK PENJUALAN PRODUK KREATIF DI DESA BATURITI KERAMBITAN, KABUPATEN TABANAN Surata, I Ketut; Hanugerah Kristiono Liestiandre; Irene Hanna H. Sihombing; I Putu Utama; Ida Ayu Putri Widawati; Titien Damayanti; Ni Made Eka Mahadewi7; I Wayan Sukma Winarya Prabawa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAKARDHI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/makardhi.v4i1.1434

Abstract

Baturiti Village, located in the Kerambitan District, Tabanan Regency, is known as the cultural tourism destination "Kokokan" and a center for agriculture. The village has an administrative structure consisting of six Banjar Dinas (community organizations) and two Desa Adat (customary villages). The development of tourism in this village, marked by the presence of the Pokdarwis Baturiti Berseri tourism awareness group, demands an improvement in the skills and professionalism of the community in tourism marketing, destination management, and entrepreneurship. Training in these areas is planned as an effort to enhance services to tourists. The training concept includes marketing aspects and the marketing process, as well as various definitions from experts. Furthermore, the marketing concept aimed at meeting the needs and desires of the target market serves as the foundation for carrying out marketing activities. There are six basic marketing concepts underlying the implementation of marketing activities, such as production concept, product concept, selling concept, marketing concept, social marketing concept, and global marketing concept. The marketing process is explained through steps such as understanding the market, designing customer-oriented marketing strategies, preparing integrated marketing plans and programs, building relationships with customers, and deriving value from customers. Training and the application of these marketing concepts are expected to enhance the performance of tourism and the economy in Baturiti Village.
PENGARUH PROMOSI, KUALITAS PELAYANAN TERHADAP NIAT DATANG KEMBALI: KEPUASAN PELANGGAN HOTEL BINTANG EMPAT Sulandra, I Ketut; Surata, I Ketut; H. Sihombing, Irene Hanna
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 1: Juni 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.1.48-54.2024

Abstract

This research aims to identify the influence of promotions and service quality on customers' intentions to return to four-star hotels in the Mumbul Region, Nusa Dua, as well as the role of customer satisfaction as a mediator in this relationship. The type of research used in this research is quantitative. The subjects (respondents) of this research were guests who had enjoyed the facilities or services at a four-star hotel in the Mumbul area, Nusa Dua. The research sample consisted of 166 visitors with data collection techniques carried out using a questionnaire (questionnaire) with a Likert scale which had been tested for validity and reliability. Data from this research were processed using descriptive analysis techniques and SEM PLS. The results of this research show that promotion has no significant effect on intention to return, service quality has a significant effect on intention to return, but promotion has a significant effect on customer satisfaction. Service quality has a significant effect on customer satisfaction, and customer satisfaction has a significant effect on intention to return. Customer satisfaction partially mediates the influence of promotions on intention to return with a VAF value of 67%, and customer satisfaction partially mediates the influence of service quality on intention to return with a VAF value of 67.6%. By understanding the indications of these findings, hotel management can direct their efforts to improve service quality, strengthen effective promotions, and ensure high levels of customer satisfaction to build loyalty and increase guest retention rates in the future.
Meta-Analisis Media Pembelajaran pada Pembelajaran Biologi Surata, I Ketut; Sudiana, I Made; Sudirgayasa, I Gede
Journal of Education Technology Vol. 4 No. 1 (2020): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v4i1.24079

Abstract

Latar belakang metanalisis ini adalah masih banyak guru/dosen masih belum mampu mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya untuk pendidikan biologi. Sehingga perlu dilakukan analisis artikel dari hasil-hasil penelitian terdahulu untuk memahami media yang tepat untuk pembelajaran biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) jenis penelitian yang terkait dengan media pembelajaran biologi; (2) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan tingkat Pendidikan; (3) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan jenis media; (4) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan materi yang digunakan sebagai konten pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta analisis (Glass, 1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jenis penelitian yang terkait dengan media pembelajaran biologi antara lain eksperimen, R & D, deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif; (2) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan tingkat pendidikan terbaik pada SMP/MTs (1,00) masuk kategori tinggi; (3) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan jenis media terbaik pada multimedia (1,00) masuk kategori effect size dengan pengaruh yang tinggi; (4) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan materi terbaik pada Spermathopyta (2,00) masuk kategori effect size dengan pengaruh yang tinggi. Berdasarkan simpulan tersebut dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya: (1) penelitian media pembelajaran dikembangkan dengan R & D dengan pengujian yang lebih lengkap dan lebih baik; (2) implementasi media pembelajaran terbaik diperoleh dari penelitian pada tingkat Pendidikan SMP/MTs, pada SMA dan PT dapat dilakukan analisis kebutuhan yang lebih mendalam agar media yang digunakan benar-benar efektif dan sesuai dengan psikologi dan kecenderungan pola belajarnya; dan (3) multimedia merupakan media pembelajaran yang paling efektif, multimedia selanjutnya dapat dikembangkan berupa multimedia yang daring, blended, atau berbasis android sehingga lebih mudah diakses oleh peserta didik
Potensi Ekowisata Lembu Putih Taro Sebagai Konten dan Media Pembelajaran Biologi Berbasis Kearifan Lokal Hindu Bali Sudirgayasa, I Gede; Surata, I Ketut; Sudiana, I Made; Maduriana, I Made; Gata, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v5i2.36424

Abstract

Banyak guru yang belum mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran sehingga tujuan pendidikan belum tercapai selain itu belum mengenal kearifan lokal di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Ekowisata Lembu Putih Desa Taro sebagai media pembelajaran biologi berbasis kearifan lokal Hindu Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumen. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Ekowisata Lembu Putih Taro menunjukkan: (1) dapat digunakan sebagai konten pembelajaran biologi ditinjau dari materi biologi (taksonomi, genetika, morfologi/fisiologi hewan, ekologi) dan konteks kearifan lokal yang ada di dalamnya; (2) lingkungan asli sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang layak untuk diterapkan karena memiliki berbagai keunggulan di antaranya adalah sebagai media asli/nyata dan kontekstual sehingga mampu memberikan pengalaman langsung sehingga informasi lebih mudah dipahami dan lebih diingat, menumbuhkan kecintaan peserta didik akan kearifan lokal budayanya yang sangat bermanfaat, turut serta dalam upaya pelestarian kearifan lokal, secara tidak langsung turut serta dalam mengamalkan ajaran agama, dan meningkatkan kemampuan belajar saintifik peserta didik. Implikasi penelitian ini Ekowisata Lembu Putih Desa Taro sebagai konten dan media pembelajaran diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna.
Cultural factors influencing higher education achievement: A comparative study of Batak, Minang, and Javanese societies in Indonesia Surata, I Ketut; Winaya, Ni Nyoman Teristiyani; Wahyuni, Luh Mei
Journal of Language, Literature, Social and Cultural Studies Vol. 3 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Yayasan Mitra Persada Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58881/jllscs.v3i1.323

Abstract

This study aims to examine the relationship between ethnicity and educational attainment in Indonesia, specifically focusing on the Batak, Minangkabau, and Javanese communities. By analysing the factors contributing to their educational success, the research seeks to highlight the role of cultural values, historical context, and socio-economic factors in shaping the academic achievements of these ethnic groups. The research employs a qualitative approach, utilizing a document study method to analyse data from the Badan Pusat Statistik (BPS, 2024) and other relevant sources. This method involves reviewing published reports and statistical data from 2024 that outline the educational attainment of various ethnic groups in Indonesia. The study focuses on comparing the number of graduates from Batak, Minangkabau, and Javanese communities, considering factors such as population size, access to education, and socio-cultural influences. The findings suggest that the Batak and Minangkabau communities, despite being from less populous regions, have achieved remarkable success in higher education. The Batak’s emphasis on intellectual and social success, along with their cultural focus on maintaining family honour and wealth, plays a key role in motivating higher education pursuits. In contrast, the Javanese community, despite better access to education, lags behind in terms of the percentage of university graduates. This study concludes that cultural factors such as value systems, traditions, and social norms are significant drivers of educational success. By focusing on the promotion of education within families and communities, ethnic groups can contribute significantly to Indonesia's national educational advancement. The research suggests that increased focus on education in all ethnic communities can lead to greater educational equity in Indonesia.
Preposisi Aroma dalam Membangun Branding Pariwisata Indonesia yang Berkelanjutan Nugraha, Harry Dwi; Utama, I Putu; Surata, I Ketut
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 2 : Al Qalam (Maret 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i2.4808

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi dan efektivitas komoditas aroma dalam membentuk identitas merek pariwisata Indonesia yang unik dan khas, serta merumuskan strategi pemasaran berbasis aroma untuk segmen pariwisata berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif, penelitian ini mengkaji aroma sebagai elemen unggulan yang dapat menjadi kekuatan kompetitif dalam memperkuat brand identity.    Empat destinasi utama pariwisata yaitu: Bali, Yogyakarta, Solo, dan Jakarta dipilih dengan melibatkan narasumber dari kalangan pemerintah, pelaku bisnis, dan akademisi, yang dipilih melalui metode triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, FGD, observasi langsung, serta kuesioner terstruktur.    Penelitian ini menggunakan teori Resource Based View (RBV) dan analisis Meta-SWOT. Untuk faktor internal (IFAS), penelitian mengacu pada kriteria VRIO (Valuable, Rare, Inimitable, Organization Support), sementara faktor eksternal (EFAS) dianalisis menggunakan pendekatan PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental) yang diperkaya unsur Sejarah dan Budaya. Penentuan bobot indikator Meta-SWOT dilakukan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process).    Hasilnya menunjukkan bahwa aroma memiliki potensi besar untuk menjadi keunggulan kompetitif Indonesia dalam menarik minat pasar pariwisata berkelanjutan, serta dapat berperan sebagai identitas merek yang kuat. Strategi pemasaran yang disarankan adalah strategi WO (Weakness-Opportunity), yang menekankan pentingnya memperbaiki kelemahan internal sebelum memanfaatkan peluang di pasar sustainable tourism. 
Strategi Prioritas Pengembangan Pariwisata Berbasis Smart Village di Desa Wisata Rinding Allo, Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan Nurung Hg, Nandita; Surata, I Ketut; Kanten, I Ketut
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 2 : Al Qalam (Maret 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i2.4810

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji strategi pengembangan Desa Wisata Rinding Allo di Kabupaten Luwu Utara yang berbasis konsep Smart Village. Desa Rinding Allo memiliki potensi pariwisata yang besar dengan keindahan alam serta kekayaan budaya lokal, namun belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaannya. Konsep Smart Village diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, partisipasi masyarakat, dan kualitas hidup penduduk desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan Desa Rinding Allo dan merumuskan strategi prioritas yang dapat diimplementasikan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengevaluasi kondisi internal dan eksternal desa, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama Desa Rinding Allo terletak pada potensi alamnya yang unik serta budaya lokal yang kuat. Namun, kelemahan utama adalah keterbatasan infrastruktur digital dan keterlibatan masyarakat yang belum optimal dalam pengelolaan desa wisata. Peluang besar terdapat pada dukungan pemerintah terhadap pengembangan desa wisata dan smart village, sementara ancaman utamanya adalah persaingan dengan desa-desa wisata lain yang lebih maju. Berdasarkan analisis AHP, strategi pengembangan yang diprioritaskan meliputi peningkatan kapasitas teknologi digital di desa, penguatan kelembagaan lokal, serta peningkatan keterlibatan masyarakat melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat desa juga dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Implementasi teknologi digital, seperti sistem informasi desa, akan membantu dalam memantau perkembangan dan mempercepat layanan publik serta informasi kepada wisatawan. Pengembangan Desa Wisata Rinding Allo berbasis Smart Village tidak hanya akan meningkatkan daya tarik wisata desa tersebut, tetapi juga memberikan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat lokal dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Rekomendasi dari penelitian ini adalah melakukan digitalisasi pengelolaan desa, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, dan fokus pada peningkatan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi dan pengembangan pariwisata.
BUDIDAYA SISTEM TANAM HIDROPONIK UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA DELOD PEKEN Surata, I Ketut; Arif Rahman; Nina Harni Dewi; Claudyana Paridatul Jamilah; Mega Iswati; Claudyana Zarmielin Sibuea; Anis Suliyani; Saidatud Dariyah; Mukmina Setiya Ardinthiarni
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.826

Abstract

Projek Kepemimpinan ini bertujuan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan kesehatan ma- syarakat di era modern, khususnya bagi komunitas dengan keterbatasan lahan dan akses terhadap pan- gan sehat. Kegiatan bertajuk “Budidaya Sistem Tanam Hidroponik untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat” dilaksanakan di Desa Delod Peken dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Sistem hidroponik dipilih sebagai solusi karena mampu mengoptimalkan lahan sempit, hemat air, bebas pes- tisida, serta ramah lingkungan. Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta yang mayoritas meru- pakan ibu rumah tangga dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) berhasil memperoleh keterampilan praktis dalam bercocok tanam hidroponik menggunakan barang bekas sebagai media tanam. Projek ini menunjukkan pencapaian yang signifikan, antara lain: peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, penyediaan sumber pangan sehat, peningkatan kesadaran lingkungan, serta terbukanya peluang usaha mikro berbasis pertanian modern. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada penguatan karakter kepemimpinan mahasiswa PPG dalam mengelola dan menjalankan program berbasis masyarakat. Den- gan demikian, hidroponik tidak hanya menjadi metode tanam alternatif, tetapi juga bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan yang mendukung gaya hidup sehat, produktif, dan ekologis
Efficient Technique for Assessing Oral Communication Skills in English for Tourism: A Case Study at Bali Tourism Polytechnic Muliana, I Wayan; Surata, I Ketut; Lilasari, Luh Nyoman Tri
LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism Vol. 4 No. 1 (2025): LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism
Publisher : Unit Pelayanan Bahasa, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/lacultour.v4i1.1814

Abstract

It is generally agreed that oral communication skill is given more priority in teaching ESP for tourism compared with written one, and so is it in Poltekpar Bali (Bali Tourism Polytechnic) that educates and trains students to work or become entrepreneurs in the fields of tourism. Therefore, oral assessment becomes crucial. However, conducting this using the most common technique (i.e. one-by-one interview) takes plenty of time. This study was to find out an efficient technique for assessing oral communication skill in ESP class at Poltekpar Bali. It was an empirical classroom action research that was based on a collection of experiences and observations continuously reviewed and developed by the teachers. It was found that group oral test was an efficient technique, in which a group of students of 4 to 6 was provided with a card containing a situation relevant to their vocational subjects. They had to discuss it for about 10 minutes. Through unobtrusive listening to the discussion, the teacher carried out the assessment. This article shows how to design ‘situation cards’ and provides several examples of the cards. It also describes the procedures to be followed in handling the test, including the stages before, during, and after the implementation. Furthermore, it suggests some tips when the discussion during the test is stuck or does not work.
Tourism Experience Economy, Tourist Engagement, & Overall Satisfaction in Creating Incentive to Share by Word of Mouth (WOM) among Foreign Tourists in Pinge Tourism Village, Bali, Indonesia Darmateja, I Made Sugita; Surata, I Ketut; Kencana, I Putu Eka Nila
LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism Vol. 4 No. 1 (2025): LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism
Publisher : Unit Pelayanan Bahasa, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/lacultour.v4i1.1836

Abstract

This study is aimed at analyzing the effect of tourism experience economy, tourism engagement, & overall satisfaction in creating an incentive to share word of mouth (WOM) among foreign tourists in Pinge Tourism Village, Bali, by applying the hierarchical model construct. Data from a sample of 41 respondents were collected within the research period from August to December 2019 to be used in the analysis of causal relationships. In this research model, tourism experience economy and tourist engagement are posited as second-order constructs that theoretically would affect the overall satisfaction as an antecedent of creating incentive for word of mouth (WOM). In the structural model analysis, the results found were that of tourism experience economy construct has significant effect to overall satisfaction with a coefficient value of 0.666; and overall tourist satisfaction also has significant, positive effect to the foreign tourists' incentive to share word of mouth (WOM) in Pinge Tourism Village, with path coefficient value of 0.497.