Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Cultural factors influencing higher education achievement: A comparative study of Batak, Minang, and Javanese societies in Indonesia Surata, I Ketut; Winaya, Ni Nyoman Teristiyani; Wahyuni, Luh Mei
Journal of Language, Literature, Social and Cultural Studies Vol. 3 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Yayasan Mitra Persada Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58881/jllscs.v3i1.323

Abstract

This study aims to examine the relationship between ethnicity and educational attainment in Indonesia, specifically focusing on the Batak, Minangkabau, and Javanese communities. By analysing the factors contributing to their educational success, the research seeks to highlight the role of cultural values, historical context, and socio-economic factors in shaping the academic achievements of these ethnic groups. The research employs a qualitative approach, utilizing a document study method to analyse data from the Badan Pusat Statistik (BPS, 2024) and other relevant sources. This method involves reviewing published reports and statistical data from 2024 that outline the educational attainment of various ethnic groups in Indonesia. The study focuses on comparing the number of graduates from Batak, Minangkabau, and Javanese communities, considering factors such as population size, access to education, and socio-cultural influences. The findings suggest that the Batak and Minangkabau communities, despite being from less populous regions, have achieved remarkable success in higher education. The Batak’s emphasis on intellectual and social success, along with their cultural focus on maintaining family honour and wealth, plays a key role in motivating higher education pursuits. In contrast, the Javanese community, despite better access to education, lags behind in terms of the percentage of university graduates. This study concludes that cultural factors such as value systems, traditions, and social norms are significant drivers of educational success. By focusing on the promotion of education within families and communities, ethnic groups can contribute significantly to Indonesia's national educational advancement. The research suggests that increased focus on education in all ethnic communities can lead to greater educational equity in Indonesia.
Preposisi Aroma dalam Membangun Branding Pariwisata Indonesia yang Berkelanjutan Nugraha, Harry Dwi; Utama, I Putu; Surata, I Ketut
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 2 : Al Qalam (Maret 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i2.4808

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi dan efektivitas komoditas aroma dalam membentuk identitas merek pariwisata Indonesia yang unik dan khas, serta merumuskan strategi pemasaran berbasis aroma untuk segmen pariwisata berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif, penelitian ini mengkaji aroma sebagai elemen unggulan yang dapat menjadi kekuatan kompetitif dalam memperkuat brand identity.    Empat destinasi utama pariwisata yaitu: Bali, Yogyakarta, Solo, dan Jakarta dipilih dengan melibatkan narasumber dari kalangan pemerintah, pelaku bisnis, dan akademisi, yang dipilih melalui metode triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, FGD, observasi langsung, serta kuesioner terstruktur.    Penelitian ini menggunakan teori Resource Based View (RBV) dan analisis Meta-SWOT. Untuk faktor internal (IFAS), penelitian mengacu pada kriteria VRIO (Valuable, Rare, Inimitable, Organization Support), sementara faktor eksternal (EFAS) dianalisis menggunakan pendekatan PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental) yang diperkaya unsur Sejarah dan Budaya. Penentuan bobot indikator Meta-SWOT dilakukan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process).    Hasilnya menunjukkan bahwa aroma memiliki potensi besar untuk menjadi keunggulan kompetitif Indonesia dalam menarik minat pasar pariwisata berkelanjutan, serta dapat berperan sebagai identitas merek yang kuat. Strategi pemasaran yang disarankan adalah strategi WO (Weakness-Opportunity), yang menekankan pentingnya memperbaiki kelemahan internal sebelum memanfaatkan peluang di pasar sustainable tourism. 
Strategi Prioritas Pengembangan Pariwisata Berbasis Smart Village di Desa Wisata Rinding Allo, Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan Nurung Hg, Nandita; Surata, I Ketut; Kanten, I Ketut
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 2 : Al Qalam (Maret 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i2.4810

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji strategi pengembangan Desa Wisata Rinding Allo di Kabupaten Luwu Utara yang berbasis konsep Smart Village. Desa Rinding Allo memiliki potensi pariwisata yang besar dengan keindahan alam serta kekayaan budaya lokal, namun belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaannya. Konsep Smart Village diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, partisipasi masyarakat, dan kualitas hidup penduduk desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan Desa Rinding Allo dan merumuskan strategi prioritas yang dapat diimplementasikan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengevaluasi kondisi internal dan eksternal desa, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama Desa Rinding Allo terletak pada potensi alamnya yang unik serta budaya lokal yang kuat. Namun, kelemahan utama adalah keterbatasan infrastruktur digital dan keterlibatan masyarakat yang belum optimal dalam pengelolaan desa wisata. Peluang besar terdapat pada dukungan pemerintah terhadap pengembangan desa wisata dan smart village, sementara ancaman utamanya adalah persaingan dengan desa-desa wisata lain yang lebih maju. Berdasarkan analisis AHP, strategi pengembangan yang diprioritaskan meliputi peningkatan kapasitas teknologi digital di desa, penguatan kelembagaan lokal, serta peningkatan keterlibatan masyarakat melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat desa juga dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Implementasi teknologi digital, seperti sistem informasi desa, akan membantu dalam memantau perkembangan dan mempercepat layanan publik serta informasi kepada wisatawan. Pengembangan Desa Wisata Rinding Allo berbasis Smart Village tidak hanya akan meningkatkan daya tarik wisata desa tersebut, tetapi juga memberikan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat lokal dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Rekomendasi dari penelitian ini adalah melakukan digitalisasi pengelolaan desa, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, dan fokus pada peningkatan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi dan pengembangan pariwisata.
BUDIDAYA SISTEM TANAM HIDROPONIK UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA DELOD PEKEN Surata, I Ketut; Arif Rahman; Nina Harni Dewi; Claudyana Paridatul Jamilah; Mega Iswati; Claudyana Zarmielin Sibuea; Anis Suliyani; Saidatud Dariyah; Mukmina Setiya Ardinthiarni
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.826

Abstract

Projek Kepemimpinan ini bertujuan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan kesehatan ma- syarakat di era modern, khususnya bagi komunitas dengan keterbatasan lahan dan akses terhadap pan- gan sehat. Kegiatan bertajuk “Budidaya Sistem Tanam Hidroponik untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat” dilaksanakan di Desa Delod Peken dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Sistem hidroponik dipilih sebagai solusi karena mampu mengoptimalkan lahan sempit, hemat air, bebas pes- tisida, serta ramah lingkungan. Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta yang mayoritas meru- pakan ibu rumah tangga dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) berhasil memperoleh keterampilan praktis dalam bercocok tanam hidroponik menggunakan barang bekas sebagai media tanam. Projek ini menunjukkan pencapaian yang signifikan, antara lain: peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, penyediaan sumber pangan sehat, peningkatan kesadaran lingkungan, serta terbukanya peluang usaha mikro berbasis pertanian modern. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada penguatan karakter kepemimpinan mahasiswa PPG dalam mengelola dan menjalankan program berbasis masyarakat. Den- gan demikian, hidroponik tidak hanya menjadi metode tanam alternatif, tetapi juga bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan yang mendukung gaya hidup sehat, produktif, dan ekologis
Efficient Technique for Assessing Oral Communication Skills in English for Tourism: A Case Study at Bali Tourism Polytechnic Muliana, I Wayan; Surata, I Ketut; Lilasari, Luh Nyoman Tri
LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism Vol. 4 No. 1 (2025): LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism
Publisher : Unit Pelayanan Bahasa, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/lacultour.v4i1.1814

Abstract

It is generally agreed that oral communication skill is given more priority in teaching ESP for tourism compared with written one, and so is it in Poltekpar Bali (Bali Tourism Polytechnic) that educates and trains students to work or become entrepreneurs in the fields of tourism. Therefore, oral assessment becomes crucial. However, conducting this using the most common technique (i.e. one-by-one interview) takes plenty of time. This study was to find out an efficient technique for assessing oral communication skill in ESP class at Poltekpar Bali. It was an empirical classroom action research that was based on a collection of experiences and observations continuously reviewed and developed by the teachers. It was found that group oral test was an efficient technique, in which a group of students of 4 to 6 was provided with a card containing a situation relevant to their vocational subjects. They had to discuss it for about 10 minutes. Through unobtrusive listening to the discussion, the teacher carried out the assessment. This article shows how to design ‘situation cards’ and provides several examples of the cards. It also describes the procedures to be followed in handling the test, including the stages before, during, and after the implementation. Furthermore, it suggests some tips when the discussion during the test is stuck or does not work.
Tourism Experience Economy, Tourist Engagement, & Overall Satisfaction in Creating Incentive to Share by Word of Mouth (WOM) among Foreign Tourists in Pinge Tourism Village, Bali, Indonesia Darmateja, I Made Sugita; Surata, I Ketut; Kencana, I Putu Eka Nila
LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism Vol. 4 No. 1 (2025): LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism
Publisher : Unit Pelayanan Bahasa, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/lacultour.v4i1.1836

Abstract

This study is aimed at analyzing the effect of tourism experience economy, tourism engagement, & overall satisfaction in creating an incentive to share word of mouth (WOM) among foreign tourists in Pinge Tourism Village, Bali, by applying the hierarchical model construct. Data from a sample of 41 respondents were collected within the research period from August to December 2019 to be used in the analysis of causal relationships. In this research model, tourism experience economy and tourist engagement are posited as second-order constructs that theoretically would affect the overall satisfaction as an antecedent of creating incentive for word of mouth (WOM). In the structural model analysis, the results found were that of tourism experience economy construct has significant effect to overall satisfaction with a coefficient value of 0.666; and overall tourist satisfaction also has significant, positive effect to the foreign tourists' incentive to share word of mouth (WOM) in Pinge Tourism Village, with path coefficient value of 0.497.
Transforming Reflective Learning in Teacher Education: The Role of Metacognitive Dynamics in Adaptive Gamified Systems Surata, I Ketut; Irawan, I Putu Redy; Widiatsih, Asri; Mahmud, Nurhamsa; Suardi, Suardi
Asian Journal of Applied Education (AJAE) Vol. 4 No. 3 (2025): July 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajae.v4i3.15060

Abstract

Developing reflective competence in pre-service teachers is essential for fostering critical and adaptive thinking, yet conventional methods often fall short in promoting deep metacognitive awareness. This quantitative study employed a quasi-experimental design involving 120 education students from two Indonesian universities, divided into experimental and control groups. Data were gathered through pre- and post-tests, observations, and perception questionnaires, and analyzed using ANCOVA. Findings revealed that integrating metacognitive elements into adaptive gamification significantly enhanced students' reflective competence compared to traditional methods.The results suggest that gamification tailored to metacognitive levels can effectively stimulate meaningful reflection. This study contributes to the theory of adaptive, technology-based learning models and offers practical insights for improving reflection-focused teacher education curricula.
Peran Strategis Experiential Marketing dalam Membangun Kepuasan dan Loyalitas Wisatawan Domestik Nugraha, Lalu Maulana; Surata, I Ketut; Rucika, Nyoman Gde Dewa
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 6 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v6i3.3973

Abstract

This study explores the strategic role of experiential marketing in enhancing tourist satisfaction and attitudinal loyalty among domestic tourists in West Lombok, Indonesia. As tourism competition increasingly emphasizes emotional engagement and personal experiences, understanding how these experiences translate into loyalty is essential. The research employed a quantitative method using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) to analyze data from 130 respondents who had visited tourist destinations in West Lombok. The findings indicate that experiential marketing significantly and positively impacts tourist satisfaction and attitudinal loyalty. The marketing dimensions of sense, feel, think, act, and relate, as conceptualized in experiential marketing theory, are shown to meaningfully contribute to positive visitor perceptions. Specifically, the sense dimension (feeling safe and comfortable) received the highest ratings, reflecting its critical role in visitor experience. Moreover, tourist satisfaction mediated the relationship between experiential marketing and attitudinal loyalty, confirming a partial mediation effect. This means that while experiential marketing directly influences loyalty, its impact is strengthened when tourists also feel satisfied with their overall experience. The results also demonstrate that attitudinal loyalty, such as the intention to revisit and willingness to recommend destinations, can be effectively nurtured through high-quality, emotionally engaging experiences. In conclusion, this research supports the idea that a strategically designed experiential marketing approach is essential in developing competitive and sustainable tourism destinations. Tourism stakeholders are encouraged to integrate sensory, emotional, and cognitive elements into their services to strengthen both satisfaction and long-term loyalty.
PELATIHAN KOMUNIKASI PEMASARAN DAN TEKNIK PENJUALAN PRODUK KREATIF DI DESA BATURITI KERAMBITAN, KABUPATEN TABANAN Surata, I Ketut; Hanugerah Kristiono Liestiandre; Irene Hanna H. Sihombing; I Putu Utama; Ida Ayu Putri Widawati; Titien Damayanti; Ni Made Eka Mahadewi7; I Wayan Sukma Winarya Prabawa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAKARDHI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/makardhi.v4i1.1434

Abstract

Baturiti Village, located in the Kerambitan District, Tabanan Regency, is known as the cultural tourism destination "Kokokan" and a center for agriculture. The village has an administrative structure consisting of six Banjar Dinas (community organizations) and two Desa Adat (customary villages). The development of tourism in this village, marked by the presence of the Pokdarwis Baturiti Berseri tourism awareness group, demands an improvement in the skills and professionalism of the community in tourism marketing, destination management, and entrepreneurship. Training in these areas is planned as an effort to enhance services to tourists. The training concept includes marketing aspects and the marketing process, as well as various definitions from experts. Furthermore, the marketing concept aimed at meeting the needs and desires of the target market serves as the foundation for carrying out marketing activities. There are six basic marketing concepts underlying the implementation of marketing activities, such as production concept, product concept, selling concept, marketing concept, social marketing concept, and global marketing concept. The marketing process is explained through steps such as understanding the market, designing customer-oriented marketing strategies, preparing integrated marketing plans and programs, building relationships with customers, and deriving value from customers. Training and the application of these marketing concepts are expected to enhance the performance of tourism and the economy in Baturiti Village.
Strategi Pengembangan Heritage Tourism dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Kota Denpasar, Bali Pratama Putra, I Gede Wahyudi; Murdana, I Ketut; Surata, I Ketut
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 6, No 2: DESEMBER 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.6.2.65-74.2023

Abstract

Wisata warisan budaya atau heritage tourism di pusat Kota Denpasar memanfaatkan potensi peninggalan sejarah, budaya dan purbakala. Pemerintah Kota Denpasar mulai menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan menyelamatkan potensi heritage di Kota Denpasar. Hal ini terbukti dari keikutsertaan Kota Denpasar dalam berbagai organisasi yang berkaitan dengan heritage seperti: Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI). Keberadaan Heritage di Kota Denpasar ini sudah sangat lama sekali, namun pengembangan terhadap potensi tersebut belum maksimal dilakukan oleh pemerintah. Potensi tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin khususnya dalam bidang pariwisata. Selain untuk melestarikan keberadaanya juga dapat meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kecil menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan heritage dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar. Grand teori yang digunakan dalam merumuskan penelitian yaitu Global Sustainability Tourism Council. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif serta analisis Matriks SWOT, Matriks IFAS/EFAS dan Matriks QSPM. Adapun populasi yang ditetapkan pada penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung dengan pengambilan sampel sebanyak 100 responden sesuai dengan ketentuan perhitungan sampel. Serta menggunakan key informan dalam penelitian ini berjumlah 3 narasumber. Dengan instrument penelitian menggunakan kuesioner sebagai instrument dengan jenis data kualitatif dan kuantitatif, dan Teknik analisis datanya menggunakan analisis data kualitatif dan analisis matriks SWOT. Berdasarkan hasil penelitian kondisi eksisting kawasan heritage saat ini yaitu dalam tahap peremajaan terutama dalam bidang fisik. Hasil dari matriks QSPM menunjukkan bahwa total akumulasi nilai strategi, dimulai dari strategi 1 memperoleh skor tertinggi sebesar 13,56 terkait dengan ciri khas fisik bangunan heritage, diikuti strategi 2 sebesar 13,30 terkait dengan pengembangan berdasakran orientasi masyarakat sekitar, pemerintah dan stake holder dan strategi 3 sebesar 12,02 terkait dengan pengelolaan distribusi tiket masuk daya tarik wisata heritage. Dengan demikian, urutan strategi yang sebaiknya dilakukan oleh pengelola daya tarik heritage bahwa perlu membuat konsep pengembangan daya tarik wisata dengan menonjolkan ciri khas fisik bangunan dari daya tarik heritage  di Kota Denpasar.Selanjutnya pengembangan daya tarik heritage di Kota Denpasar harus berorientasi pada masyarakat lokal setempat serta pemerintah, stakeholder dan pengelola daya tarik heritage di Kota Denpasar menetapkan alokasi distribusi tiket daya tarik heritage di Kota Denpasar, diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.