Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

APPLICATION OF RANGE OF MOTION EXERCISE THERAPY IN PATIENTS EXPERIENCING INEFFECTIVE PERIPHERAL PERFUSION WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS AT PASAR REBO HOSPITAL, JAKARTA: APPLICATION OF RANGE OF MOTION EXERCISE THERAPY IN PATIENTS EXPERIENCING INEFFECTIVE PERIPHERAL PERFUSION WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS AT PASAR REBO HOSPITAL, JAKARTA Tsania Rachim, Dina; Susanti, Devi; Yohana Wiratikusuma
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v7i1.356

Abstract

Introduction: Health problems can affect the systems in the human body, one of which is the endocrine system, which is often disrupted. Endocrine health problems are diseases that attack the endocrine system. There are many types of diseases that attack the endocrine system, one of which is diabetes mellitus. Objective: To provide an overview of nursing care for patients who has ineffective peripheral perfusion with diabetes mellitus type 2 using the application of range of motion exercise therapy at RSUD Pasar Rebo. Method: Qualitative descriptive research type with a case study research method, namely, by collecting data. Sources of assessment data were obtained from observation, interviews, family, nursing notes and literature study. Results: The results of the research in this scientific paper proposal, based on the results of case studies in several research journals, state that it was found that there was a good influence on the AnkleBrachial Index (ABI) as an indicator of the resolution of the problem of ineffective peripheral perfusion, after carrying out range of motion exercise therapy in patients with diabetes. experiencing ineffective peripheral perfusion problems with diabetes mellitus type 2 with an implementation duration of 2 days. Conclusion: In nonpharmacological therapy by carrying out range of motion exercise therapy, peripheral perfusion problems were not effectively resolved. by the improving of Ankle-Brachial Index value.
PENGARUH PROMOSI DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK DAISY ORGANIC DI KOTA BATAM susanti, devi; Purba, Daris
SCIENTIA JOURNAL Vol 3 No 4 (2021): Volume 3 Nomor 4 2021
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposing of this research is to know between promotion and product quality can effect to purchase decision either partially (T test) or simultaneously (F test) of Daisy Organic. Using three variable which consisting two variable independent which promotion as X1 and product quality as X2 and variable dependent which purchase decision as variable Y. In this research, technique data collection done by distributing questionnaire to the sample to be used is as many as 136 respondents. The method used in this research is descriptive method with quantitative approach and using SPSS software version 25 for data analysis. From the result showed that value of R square is 0,717 atau 71,7%, can be known from value the promotion and product quality affect to the purchase decision while 28,3% is the rest influenced by other variable that not included in this research model. based on result of T test for promotion equal to 4,403>1,65613 and significant 0.000 > 0.05 which mean promotion (X1) have significant effect to purchase decision and product quality (X2) has value 9,925>1,66023 is the sign that product quality have significant effect to purchase decision.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR KETURUNAN DAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN MIOPIA Susanti, Devi; Cahyono, Adi; Al Yahya Putra, M Fakhrudin
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1376

Abstract

Latar Belakang: Salah satu gangguan organik yang dapat terjadi pada mata adalah kelainan refraksi. Kondisi yang dikenal sebagai miopia menyebabkan sistem akomodasi berkurang karena sinar sejajar dibiaskan di depan retina. Terlalu lama terlibat dalam aktivitas jarak dekat, seperti membaca buku, melihat layar laptop atau komputer, dan bermain game, dapat menyebabkan miopia. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara faktor keturunan dan faktor lingkungan terhadap kejadian miopa. Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik, dengan pendekatan cross sectional, dimana variabel independen (faktor keturunan dan faktor lingkungan)  dan variabel dependen (miopia) diukur secara bersamaan. Hasil Univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi variabel independen dan variabel independen analisa bivariat untuk melihat hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen menggunakan uji statistik Chi Square dengan tingkat kemaknaan @ = 0,05. Penelitian telah dilakukan di Optik Ushy Palembang tahun 2024. Populasi sampel berjumlah 91 responden. Hasil: Penelitian menunjukkan setelah dilakukan analisis bivariat dengan  uji chi square didapatkan nilai p value sebesar 0,009 yang menandakan bahwa p value < 0,05 terdapat hubungan antara faktor keturunan dan faktor lingkungan myopia dengan kejadian miopia di Optik Ushy Palembang tahun 2024. Saran: Orang  tua  diharapkan untuk    mengontrol    kebiasaan    anak    agar kelainan     refraksi     miopia     bisa     dicegah penambahannya,  serta  menjaga  pola  makan dengan  memberikan  asupan  gizi  yang  cukup untuk kesehatan mata. Kata Kunci: Faktor keturunan, Faktor Lingkungan, Miopia
HUBUNGAN FAKTOR GENETIK TERHADAP TERJADINYA ASTIGMATISME Susanti, Devi; Fakhrudin, M
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 1: Februari 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i1.1323

Abstract

Latar Belakang: Astigmatisme (mata silinder) adalah kondisi di mana kekuatan refraksi kornea atau lensa bervariasi karena perubahan bentuk permukaan sehingga cahaya jatuh di dua titik di depan retina. Kondisi ini menyebabkan penderita harus memutar mata sehingga efek lubang jarum dapat dilihat. Jika dibiarkan, astigmatisma bisa menjadi beban bagi penderita yang mengakibatkan penurunan kemandirian dan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan antara faktor genetik terhadap kejadian astigmatisme di Optik Reka Jaya Palembang Tahun 2024. Metode: Dalam Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen yaitu faktor genetik dan variabel dependen yaitu astigmatisme. Dengan jumlah sampel 48.Penelitian dilaksanakan pada bulan juni-juli 2024. Analisa data mengunakan uji statistik chi-square. Hasil: Dari analisa data diperoleh dari 48 responden terdapat 33 responden (68,8%) mengalami astigmatisme dan 15 responden (31,3%) tidak mengalami astigmatisme. Diperoleh 31 responden (64,6%) mengalami astigmatisme berdasarkan faktor genetik sedangkan 17 responden (35,4%) bukan berdasarkan faktor genetik. Diperoleh 32 responden (66,7%) mengalami astigmatisme berdasarkan penggunaan gadget yang buruk sedangkan 16 responden (33,3%) penggunaan gadget yang baik. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0,006 ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dengan kejadian astigmatisme. Saran:. Hasil penelitian diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi peneliti yang akan datang terutama kejadian astigmatisme Kata Kunci : Astigmatisme, Faktor Genetik
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 3-5 Tahun di Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara Eliati, Eliati; Handayani, Sri; Heppy Nidia, Wira; Rohani, Rohani; Susanti, Devi; Rahliyadi, Royim
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting (pendek) atau kurang gizi kronik adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan. Faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya stunting sangat banyak diantaranya Jenis kelamin, Berat Badan Lahir, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, pemberian ASI Ekslusif, tingkat pendidikan ibu dan status ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Stunting pada balita usia 3-5 tahun di Wilayah Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 152 orang ibu- ibu yang memiliki balita yang berusia 3-5 tahun di Wilayah Kecamatan Badar. Cara pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu pvalue 0,015 (95% CI 1,495-40,012), pemberian ASI Eksklusif p-value 0,006 (95% CI 1,366 – 6,228), jenis kelamin p-value 0,002 (95% CI 1,590-7,312). Hasil analisis multivariat tinggi badan ibu memiliki besar risiko paling tinggi terhadap dengan kejadian stunting (p=0,015 OR=7,735, 95% CI=1,495-40,012) dan jenis kelamin merupakan faktor yang paling signifikan terhadap kejadian stunting pvalue 0,002 (95% CI 1,590-7,312). Tinggi badan ibu merupakan faktor yang paling dominan dalam hubungannya dengan kejadian stunting.
Tingkat Kecemasan Pasien Yang Diberikan Informasi Sebelum Operasi di Rumah Sakit Umum Daerah H. Sahudin Kutacane Heppy, Wira; nidia, nidia; Handayani, Sri; Susanti, Devi
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 1 (2020): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan suatu keadaan perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidaktentuan, atau takut dari kenyataan atau persepsi ancaman sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal. Pemberian informasi sebelum operasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang persiapan pre operatif dan harapan pasca operatif dapat menurunkan dan menghilangkan ansietas pada proses pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Yang Diberikan Informasi Sebelum Operasi di Rumah Sakit Umum H. Sahudin Kutacane Tahun 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif exploratif dengan desain cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 32 pasien pre operasi yang di rawat di Rumah Sakit Umum H. Sahudin Kutacane (accidental sampling). Hasil yang diperoleh untuk tingkat kecemasan pasien akan di operasi, 12 orang (37,5%) ringan, 18 orang (56,3%) sedang dan 2 orang (6,3%) berat. Hasil penelitian untuk pemberian informasi kepada pasien sebelum operasi, 20 orang (62.5%) ada mendapatkan informasi dan 12 orang (37.5%) tidak pernah mendapatkan informasi. Hasil penelitian gambaran tingkat kecemasan pasien sebelum operasi yang di beri informasi, 21 orang (65,6%) ringan,11 orang (34,4) sedang, serta tidak ada responden yang berat. Hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa setelah diberikan informasi tingkat kecemasan semakin menurun. Untuk tenaga medis khususnya dokter dan perawat perlu ditingkatkan lagi komunikasi terapeutik dalam pemberian informasi tentang pre operasi pada pasien yang menghadapi operasi melalui pelatihan-pelatihan khusus atau seminar agar dapat menerapkan komunikasi terapeutik yang efektif dalam menurunkan kecemasan klien preoperasi.
Persepsi Siswa SMA Negeri 1 Sirah Pulau Padang Terhadap Cyberbullying di Jejaring Sosial Facebook Susanti, Devi; Jannati, Zhila; Razzaq, Abdur
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 1 No. 1 (2019): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.88 KB) | DOI: 10.51214/bocp.v1i1.13

Abstract

Ethics and morals are one of the most important parts that must be understood by users of Facebook which serve as guidelines for behavior of Facebook users to avoid the occurrence of cyberbullying. The purpose of this study is to determine the perception of High School 1 Sirah Pulau Padang towards cyberbullying on Facebook. The method used in this study is a qualitative research. The data collection techniques used in this study were interview, observation, and documentation. The results of this study are: 1) Students of High School 1 Sirah Pulau Padang on average already have a facebook account, 2) Perception of students of High School Negeri 1 Sirah Pulau Padang regarding cyberbullying as acts of violence or crimes on social media such as mutual ridicule and bullying each other on social media, 3) Students' perceptions of the most common forms of cyberbullying are Flaming and Harassment, 4) Perception of students of High School 1 Sirah Pulau Padang regarding the causes of perpetrators of cyberbullying namely because of revenge, fun or joking with their friends , and the feeling of disappointment or hurt from the perpetrator, 5) Students' perceptions of the impact of cyberbullying behavior, namely victims of cyberbullying feel aggrieved, disappointed, sad and lead to fights between students, and 6) Students' perceptions of appropriate penalties for cyberbullying, namely accounts Facebook from cyberbullying perpetrators is frozen until it can be followed up to the legal domain.
The Relationship of the Clinical Practice Environment, Supervision and Supervisors with Students' Clinical Experience as an Effort to Prepare Professional Nurse Graduates Devi Susanti; Herlitawati; Taufik Hidayat; Yusnaini
International Journal of Healthcare Research Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijhr.v6i2.9529

Abstract

Background: Learning turns theoretical knowledge into practice for nursing students. The quality of a student's clinical experience is influenced by the practice environment, supervision, and supervisor. The clinical practice environment influences the approach and achievement of student competencies. Supervision is important for quality nursing care, while effective supervisors act professionally and guide students in managing patients. This study aims to analyze the relationship between the clinical practice environment, supervision and supervisors with the clinical experience of students as an effort to prepare professional nurse graduates in the D-III Nursing study program in Kutacane, Poltekkes Kemenkes Aceh, totaling 64 students with a sampling technique, namely total sampling based on inclusive criteria. Methods: Type of research This is a correlational analytical descriptive with a cross sectional approach. Data analysis was carried out via Univariate and Bivariate. Results: The results of this research show that there is a significant relationship between the clinical practice environment, supervision and supervisors with the clinical experience of students in the D-III Nursing study program in Kutacane, Poltekkes Kemenkes Aceh with p-values of 0.033, 0.024 and 0.015. Conclusion:  Therefore, it is recommended that collaboration between educational institutions and health institutions be strengthened to create an optimal clinical practice environment.
PENYULUHAN KEBIASAAN JARAK MEMBACA DAN KELELAHAN MATA TERHADAP KEJADIAN PRESBIOPIA DI OPTIK NEDIA KOTA MANNA Susanti, Devi; Fakhruddin, M; Wijaya, Esther; Melvani, Rizcita Prilia
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v3i1.1754

Abstract

Mata merupakan panca indra yang sangat penting dalam kehidupan manusia,fungsi mata adalah untuk melihat yang di pengaruhi oleh tajam penglihatan. Mata akan merasa lelah setelah bekerja dengan melihat dekat, mata akan menjadi lelah bila mata terangsang terus menerus. Kelelahan mata dapat terjadi akibat terlalu lamanya bekerja otot-otot dalam mata atau otot-otot penggerak bola mata. Kemampuan mata untuk melihat dengan jelas akan ditentukan oleh ukuran objek,derajat kontras antara objek dengan sekelilingnya,lumnisi,serta lamanya waktu melihat objek tersebut. Untuk menghindari silaukarena letak dari sumber cahaya yang kurang tepat maka sebaiknya mata tidak secara langsung menerima cahaya dari sumbernya akan tetapi cahaya tersebut harus mengenai objek yang akan dilihat yang kemudian di pantulkan oleh objek tersebut kemata kita. Tujuan dari penelitian ini adalah Hubungan antara kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata secara simultan terhadap kejadian presbiopia di Optik Nedia Kota Manna. Penelitian ini bersifat survey analitik yang bertujuan untuk mengetahui faktor -faktor yang berhubungan antara kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata terhadap terjadinya kejadian presbiopia di Optik Nedia Kota Manna, dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel independen (kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata) dan variabel dependen (kejadian presbiopia) dilakukan secara bersamaan. Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan jarak membaca dan kelelahan mata secara simultan dengan kejadian presbiopia di Optik Nedia tahun 2023
PENGARUH BLADDER TRAINING TERHADAP RETENSI URIN PADA PASIEN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) DI RUMAH SAKIT SITI AISYAH KOTA LUBUKLINGGAU Susanti, Devi; Rusiandy, Rusiandy; Nugraha, Angga
INJECTION : Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Intervensi nonfarmakologis keperawatan yang bersifat independent dan dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine antara lain dengan Bladder training. Masalah penelitian adalah masih banyaknya pasien post operasi BPH yang mengalami susah dalam melakukann eliminasi urin. Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh Bladder training terhadap retensi urin pada pasien post operasi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.Metode : Metode Penelitian yang digunakan yaitu pra-experiment, dengan rancangan one group pre-test and post test. Populasi sebanyak 135 orang dan sampel sebanyak 10 orang. Jenis data penelitian adalah data primer dan sekunder. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik uji t-test.Hasil : Hasil penelitian ini adalah retensi Urin Pada Pasien Post Operasi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Sebelum  Bladder training Di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau adalah 810 ml/jam. Retensi Urin Pada Pasien Post Operasi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Sebelum  Bladder training adalah 1.360 ml/jam. Ada pengaruh Bladder training terhadap retensi urin pada pasien post operasi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau (p = 0,000<α).Simpulan : Bagi RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau, penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam bekerja terutama dalam melakukan tindakan bladder training dan sebagai acuan dalam membuat SOP (Standar Operasional Prosedur)  khusunya dalam teknik Bladder training yang tepat pada pasien post operasi BPH.Kata Kunci :  Bladder Training, Retensi Urin, Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). ABSTRACTBackground :  Non-pharmacological nursing interventions that are independent and can be performed to prevent urinary incontinence include Bladder training. The research problem is that there are still many postoperative BPH patients who have difficulty eliminating urine. The aim of the study was to determine the effect of Bladder training on urinary retention in postoperative Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) patients at Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City.Methods: The research method used was pre-experiment, with a one-group pre-test and post-test design. The population is 135 people and the sample is 10 people. The types of research data are primary and secondary data. Data analysis in this study used statistical t-test.Results : The results of this study were urine retention in patients with postoperative benign prostatic hyperplasia (BPH) before bladder training at Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City, which was 810 ml/hour. Urinary retention in patients with postoperative benign prostatic hyperplasia (BPH) before bladder training was 1,360 ml/hour. There is an effect of Bladder training on urinary retention in postoperative Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) patients at Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City (p = 0.000<α).Conclusion:For Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City, this research is expected to be a guide in work, especially in carrying out bladder training actions and as a reference in making SOPs (Standard Operating Procedures) especially in the right Bladder training technique in postoperative BPH patients. Keywords: Bladder Training, Urinary Retention, Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)