Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII DENGAN PEMBELAJARAN MODEL 4K DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA Rifqiyana, Lilyan; Masrukan, Masrukan; Susilo, Bambang Eko
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2016): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v5i1.8608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII dengan pembelajaran model 4K ditinjau dari gaya kognitif field dependent (FD) dan field independent (FI). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII I SMP Negeri 3 Kudus. Teknik pengumpulan data menggunakan Group Embedded Figures Test (GEFT), tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara. Analisis tes kemampuan berpikir kritis mengacu pada indikator-indikator kemampuan berpikir kritis menurut Ennis (2011) yang telah ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jumlah siswa dengan gaya kognitif FD lebih banyak daripada jumlah siswa dengan gaya kognitif FI, (2) deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa dengan gaya kognitif FD dan gaya kognitif FI dari kelompok kuat dan kelompok lemah, (3)  siswa dari kelompok kuat lebih baik daripada siswa dari kelompok lemah pada gaya kognitif FD dan FI.The objective of the research is to describe the critical thinking abilities of students in Junior High School grade 8th using 4K learning model based on the field dependent (FD) and field independent (FI) cognitive style. The subject of this research is students of SMP N 3 Kudus grade 8th-I. The techniques to collecting data of this research are Group Embedded Figures Test (GEFT), critical thinking abilities test and interviews. The analysis of critical thinking abilities test based on the indicators of critical thinking abilities according to Ennis (2011) that is determined by the reseacher. The result of this research indicates that: (1) the number of FD students bigger than the number of FI students, (2) a description of critical thinking abilities of the FD and FI student from the strong group and the weak group, (3) the student from the strong group is better than the students from the weak group for FI and FD cognitive style.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN STRATEGI REACT DENGAN MODEL SSCS TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA DAN PERCAYA DIRI SISWA KELAS VIII Sapto, Argiyanto Dwi; Suyitno, Hardi; Susilo, Bambang Eko
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v4i3.9049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah (1) kemampuan komunikasi matematika siswa yang menggunakan strategi REACT dengan model SSCS dapat mencapai ketuntasan belajar, (2) kemampuan komunikasi matematika siswa kelas eksperimen yang menggunakan strategi REACT dengan model SSCS lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematika siswa kelas kontrol yang menggunakan model ekspositori, (3) percaya diri siswa kelas eksperimen yang menggunakan strategi REACT dengan model SSCS lebih baik daripada percaya diri siswa kelas kontrol yang menggunakan model ekspositori, dan (4) percaya diri siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematika. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Batang. Dengan teknik cluster random sampling terpilih sampel yaitu siswa kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan (1) kemampuan komunikasi matematika siswa kelas eksperimen mencapai ketuntasan belajar; (2) kemampuan komunikasi matematika siswa kelas eksperimen yang menggunakan strategi REACT dengan model SSCS lebih baik daripada siswa kelas kontrol yang menggunakan model ekspositori; (3) percaya diri siswa kelas eksperimen yang menggunakan strategi REACT dengan model SSCS lebih baik daripada siswa kelas kontrol yang menggunakan model ekspositori; dan (4) percaya diri siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematika.
KECEMASAN MATEMATIK SISWA KELAS XI SMK BERDASARKAN MAHMOOD DAN KHATOON DALAM SETTING PROBLEM BASED LEARNING Kumalasari, Desy; Junaedi, Iwan; Susilo, Bambang Eko
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 5 No 3 (2016): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v5i3.11476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pembelajaran matematika dalam setting problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMK, mendeskripsikan tingkat kecemasan matematik siswa dalam mengikuti pelajaran matematika dalam setting problem based learning, dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat kecemasan matematik. Metode penelitian ini adalah mixed methods. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKKB SMKN 10 Semarang. Selanjutnya dipilih 6 siswa dari masing-masing kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat kecemasan matematik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, tes, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitas pembelajaran, analisis tingkat kecemasan matematik, analisis kemampuan pemecahan masalah, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini diperoleh: kualitas pembelajaran dalam setting problem based learning dalam kategori baik, tingkat kecemasan matematik siswa kelas XI SMKN 10 Semarang sebelum pembelajaran matematika adalah rendah, pada saat kegiatan pembelajaran adalah tinggi, dan setelah kegiatan pembelajaran adalah rendah, untuk tingkat kecemasan sebelum tes kemampuan pemecahan masalah adalah rendah, dan setelah tes kemampuan pemecahan masalah adalah tinggi, dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang tingkat kecemasan matematik rendah lebih baik dari pada siswa yang tingkat kecemasan matematiknya tinggi. This research aimed to describe the quality of mathematics teaching in the setting of problem based learning to problem­solving ability of class XI student of SMK, the level of mathematics anxiety of students in participating in the setting math problem based learning, and the problem­solving abilities by mathematics anxiety levels. This research method is mixed methods. Subjects in this research is a class XI of SMKN 10 Semarang TKKB. Furthermore, selected 6 students from each the ability of solving mathematical problems based on the level of mathematics anxiety. Methods of data collection in this study is the method of observation, documentation, testing, and interviews. Analysis of the data in this study is an analysis of the quality of learning, mathematical anxiety level analysis, analytical problem solving capabilities, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of this study were obtained: the quality of learning in the setting of problem based learning in both categories, the anxiety level math class XI student of SMKN 10 Semarang before learning of mathematics is low, when the learning activity is high, and after the learning activity is low, to the level of anxiety before test problem­solving ability is low, and after a test problem­solving ability is high, and the ability of student mathematics problem solving mathematical anxiety levels low is better than the students who are high­level mathematical anxiety
Analysis of Mathematical Connection Ability and Mathematical Disposition Students of 11th Grade Vocational High School Setiawan, Fajar Tri; Suyitno, Hardi; Susilo, Bambang Eko
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 6 No 2 (2017): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v6i2.13135

Abstract

The purpose of this research was to described mathematical connection ability, mathematical disposition students of eleventh grade Vocational High School. This research also was to described mathematical connection ability reviewed by mathematical disposition and mathematical disposition reviewed by mathematical connection ability. The social situation was students of eleventh grade Eight Vocational High School. The subject in this research was students in the level of capacity to mathematical connection ability and mathematical disposition was three students in XI RPL 2 Eight State Vocational High School of Semarang. The result showed a description (1) mathematical connection ability level of students were medium; (2) mathematical disposition level of students were medium; (3) students had high mathematical connection ability level tendency to construct mathematical disposition level better than students had medium and low mathematical connection ability level; (4) students had high mathematical disposition level tendency to construct mathematical connection ability level better than students had medium and low mathematical disposition level.
The effectiveness of auditory intellectually repetition learning aided by questions box towards students’ mathematical reasoning ability grade XI SMA 2 Pati Agoestanto, Arief; Priyanto, Oei Yuda Setiyo; Susilo, Bambang Eko
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 7 No 1 (2018): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v7i1.15828

Abstract

The objective of this study is to determine does the AIR learning is effective towards students’ mathematical reasoning ability grade XI SMA 2 Pati on the sequence and the series material. The population in this study is all students grade XI SMA 2 Pati Academic Year 2016/2017. The method used in this study is quantitative method. While the data collection includes test methods, questionnaires, and observations. The results showed that: (1) the mathematical reasoning ability of students grade XI SMA 2 Pati who learn with AIR learning model is reaching the mastery learning; (2) the mathematical reasoning ability of students grade XI SMA 2 Pati who learn with AIR learning model aided by Questions Box is reaching the mastery learning; (3) the mathematical reasoning ability of students grade XI SMA 2 Pati who learn with AIR model aided by Questions Box is better than the mathematical reasoning ability of students who learn with AIR learning model and expository learning model; (4) the mathematical reasoning ability of students grade XI SMA 2 Pati who learn with AIR model aided by Questions Box is better than the mathematical reasoning ability of students who learn with AIR learning model and expository learning model for each group, either low, medium or high. Based on the four results of the above research, it can be concluded that the AIR learning aided by Questions Box is effective towards students’ mathematical reasoning ability grade XI SMA 2 Pati on the sequence and series material.
Students critical thinking skills toward concepts differences in finding area of a plane region and definite integral Susilo, Bambang Eko; Darhim, Darhim; Prabawanto, Sufyani
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 8 No 1 (2019): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v8i1.29463

Abstract

This study aimed to describe students' critical thinking skills towards the concepts differences in finding the area of a plane region and definite integral. This study used an exploratory test survey method with test instruments. Data were taken from 40 students of the mathematics department at a university in Central Java. The results showed that students' critical thinking skills towards the concepts differences in finding the area of a plane region and definite integral were in the medium category. The students' critical thinking skills towards the concepts differences in finding area of a plane region and definite integral were medium (47.5%), with clarification by 57.5% (medium), assessment by 40.0% (medium), inference by 65.0% (medium), and strategies by 27.5% (low). These weaknesses are expected to be followed up by conducting learning that can show the linkages between the concepts and with various ways.
The Development of Mathematical Worksheet based on Surrounding Environment with Problem Based Learning Model to Improve Creative Thinking Ability Safira, Amalia Fitri Ayu; Susilo, Bambang Eko
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 11 No 1 (2022): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v11i1.55848

Abstract

This research aims to develop mathematical worksheet product based on surrounding environment in the problem based learning in flat-side space material and to improve creative thinking ability. Using Research and Development with 4D-Thiagarajan model modified 3D (consist of define, design and, develop). The result show that student worksheet is valid, easy to understand, and effective to improve creative thinking ability. The worksheet is valid with an average percentage of 88.60%. Next, the worksheet is easy to understand with a percentage of 83% using a practice tests with a cloze test. Meanwhile, the worksheet can improve creative thinking ability through the paired T-test and right-tailed T-test which was strengthened by the N-gain test with a result of 0.596 on the medium criteria. The worksheet is packaged an atrractive presentation targeting 8th grade and has received e-copyright by Electronic Intellectual Wealth General Directory.
JENIS DAN LETAK KELEMAHAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN REPRESENTASI MATEMATIS GEOMETRI BAGI MAHASISWA CALON GURU Susilo, Bambang Eko; Masrukan, Masrukan; Sutarto, Hery; Safaatullah, Muh. Fajar
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 8 (2024)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i8.198

Abstract

Mahasiswa calon guru matematika dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi dan representasi matematis yang baik. Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan agar pembelajaran yang kelak diselenggarakan dapat efektif bagi peserta didik. Dampak negatif pandemi Covid-19 secara nyata ditemukan pada kemampuan komunikasi dan representasi matematis mahasiswa calon guru yang pembelajarannya diselenggarakan secara daring maupun hybrid hampir selama dua tahun. Hal ini disebabkan karena keterbatasan praktik dalam komunikasi dan representasi, tidak terkecuali pada materi geometri. Melalui penyelidikan jenis dan letak kelemahan kemampuan komunikasi dan representasi matematis geometri mahasiswa calon guru diharapkan dapat ditentukan tindakan dan strategi perkuliahan yang tepat dalam usaha mengantisipasinya sehingga pembelajaran lebih efektif. Pembahasan terkait pentingnya kemampuan komunikasi dan representasi matematis geometri dan juga hasil identifikasi terkait jenis dan letak kelemahan kemampuan komunikasi dan representasi matematis geometri mahasiswa calon guru menjadi temuan yang dapat digunakan untuk referensi penyusunan strategi pembelajaran dengan tindakan yang tepat supaya pembelajaran efektif.
Struktur Berpikir Matematis Mahasiswa Calon Guru dalam Menyelesaikan Permasalahan Kontroversial Matematis Atmaja, Satriya Adika Arif; Wardono, Wardono; Susilo, Bambang Eko
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian terhadap permasalahan kontroversial matematis masih sangat terbatas. Padahal, permasalahan tersebut dapat memicu pengembangan konstruksi berpikir matematis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur berpikir matematis mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan kontroversial matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 50 mahasiswa semester 6 tadris matematika (pendidikan matematika) Institut Agama Islam Negeri Kudus. Adapun, instrumen soal penelitian yang dikembangkan peneliti berkenaan dengan skema permasalahan yang menimbulkan berbagai sudut pandang konsep (permasalahan kontroversial matematis) pada materi statistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur berpikir matematis mahasiswa terbagi atas tiga kelompok, yakni kelompok dengan struktur berpikir matematis lengkap, kelompok dengan struktur berpikir matematis semu, dan kelompok dengan struktur berpikir matematis tidak lengkap. Pada kelompok struktur berpikir matematis lengkap ditandai dengan mengenali komponen-komponen permasalahan (kontroversi) secara lengkap, mampu memodifikasi, mengkombinasi, dan mengkonstruksi permasalahan ataupun prosedur untuk menghasilkan beragam alternatif solusi. Sedangkan, kelompok struktur berpikir matematis semu cenderung menganggap rumus pasti benarnya/ sebatas hafalan konsep, tidak memahami permasalahan dan kontroversinya secara utuh. Mereka hanya mampu meniru strategi yang pernah didapatkan sebelumnya. Untuk kelompok dengan struktur berpikir matematis tidak lengkap terindikasi tidak mampu mengenali struktur permasalahan dengan baik. Kata Kunci: Berpikir Matematis Mahasiswa, Pemecahan Masalah, Permasalahan Kontroversial Matematis.
Analisis Kesadaran Metakognitif Mahasiswa Calon Guru Hidayati, Nita; Wardono, Wardono; Susilo, Bambang Eko
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Metakognitif berkaitan dengan kesadaran seseorang terhadap proses berpikirnya sendiri ketika mengerjakan atau memecahkan suatu permasalahan. Kesadaran metakognisi merupakan aspek yang penting dimiliki oleh mahasiswa calon guru. Ada dua aspek kesadaraan metakognisi yang mendukung mahasiswa berhasil dalam pembelajaran yaitu pengetahuan kognisi (pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, pengetahuan kondisional) dan regulasi kognisi (perencanaan, manajemen informasi, pemantauan terhadap pemahaman, strategi tindakan, evaluasi). Pada penelitian ini pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif untuk mengetahui tingkat kemampuan metakognitif mahasiwa sesuai dengan indikator yang ada pada kemampuan metakognitif MAI (Metacognitive Awarness Inventory). Selanjutnya hasil skor angket dianalisis secara deskriptif dan dicocokkan dengan kategori kesadaran metakognitif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika di salah satu Universitas di Karawang. Hasil penelitian diperoleh data kategori mengenai kesadaran metakonitif. Kategori pengetahuan metakognitif terdiri dari pengetahuan deklaratif dengan presentase 76% (baik), pengetahuan prosedural 67% (cukup baik), dan pengetahuan kondisional 92% (baik). Kategori Regulasi kognisi terdiri dari perencanaan dengan presentase 78% (baik), management informasi 65% (cukup baik), pemantauan terhadap pemahaman 67% (cukup baik), strategi tindakan dengan presentase 90% (baik) dan evaluasi 70% (cukup baik). Hasil penelitian mengenai kesadaran metakognitif dapat dimaknai bahwa mahasiswa dapat mengetahui tentang dirinya dan mampu menanggulangi kelemahan atau kekurangannya dalam proses belajar.Kata Kunci: Kesadaran Metakognitif, Mahasiswa, Pembelajaran Matematika
Co-Authors Aditya Marianti Agustina, Vena Ahmad Arifuddin Ajeng Dian Pertiwi, Ajeng Dian Al Hakim, M. Faris Amin Suyitno Anggoro, Abdurrobbil Falaq Dwi Arief Agoestanto Ary Woro Kurniasih Atmaja, Satriya Adika Arif Auliya, Anisa Rima Azizah, Maharani Nuur Azizia, Ananda Jullailatul Cahyani, Cielo Dewi Darhim Darhim David Mubarok, David Edy Soedjoko Ema Butsi Prihastari Ratna Widyaningrum, Ema Butsi Prihastari Emi Pujiastuti Fashihah, Fashihah Fathurrohman, Fani Laffanillah Hardi Suyitno Hery Sutarto Hidayati, Nita Iqbal Kharisudin Isti Hidayah Iwan junaedi Kumalasari, Desy Kusni Kusni Lorinda, Lora masriah masriah, masriah Masrukan Masrukan Masrukan Masrukan Maulana, Faith Miftah Maulana, Sylvia Faori Mohammad Asikin Muhammad Faizin Muhammad Iqbal Mulyono Mulyono Nining Setyowati Nuni Widiarti Nuriana Rachmani DN, Nuriana Rachmani Nurmutia, Halida Eka Permatasari, Gilang Anjar Pitaloka, Yuninan Dyah Priyanto, Oei Yuda Setiyo Putriaji Hendikawati Rahmayani, Bulan Relitasari, Puput Rifqiyana, Lilyan Riwayati, Susi Riyan Hidayat Rochmad - Safaatullah, Muh. Fajar Safira, Amalia Fitri Ayu Sapto, Argiyanto Dwi Saraswati, In Diyah Sari, Virgania Scolastika Mariani Setiawan, Fajar Tri Setiawan, Makis Setiyanda, Karista Gadis Setya Nugraha, Nabila Primandini Siti Wahyuni Sri Sukaesih Subarkah, Muhamad Rizki Sufyani Prabawanto, Sufyani Sugiman Sugiman Sukestiyarno Sukestiyarno Swasono, Andi Hepi Syah, Muhammad Ardian Tania, Nova tasyya, Annas Tommy Tanu Wijaya Trida Ridho Fariz Veronica, Rahayu Budhiati Walid Walid, Walid Wardono Wardono Warih, Andono Zaenuri Mastur Zikir, Al