Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBEKALAN HAND HYGIENE DAN PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) DI SMA NEGERI 1 UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Jatmiko Susilo; Agitya Resti Erwiyani; Anita Kumala Hati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.2 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.379 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i1.517

Abstract

Tingginya angka penyakit infeksi di Indonesia salah satu diantaranya disebabkan oleh perilaku hidup yang tidak sehat. langkah untuk menurunkan angka infeksi dan meningkatkan derajat kesehatan melalui pembudayaan CTPS dan/atau penggunaan hand sanitizer. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman hias yang mudah dibudidayakan dengan berbagai manfaat untuk kesehatan, diantaranya sebagai antiseptik, yang mampu menghambat pertumbuhan jamur,  bakteri dan virus, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan membudayakan pola hidup sehat melalui CTPS, serta pembuatan hand sanitizer alami pada siswa SMA Negeri 1 Ungaran. Pembekalan ini dilakukan dengan ceramah dan diskusi dilanjutkan praktek pembuatan hand sanitizer, dan dievaluasi menggunakan kuesioner pre-post test. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 7,11 menjadi 8,26. dan keterampilan siswa kelas X SMA Negeri 1 Ungaran meningkat dalam hal kebersihan tangan, cuci tangan, dan pembuatan gel Hand sanitizer Lidah buaya Kata kunci: Hand sanitizer, aloe vera, siswa.
Penyuluhan Tentang Konsumsi Minuman Jahe sebagai Upaya Mengurangi Nyeri Menstruasi pada Remaja Putri di SMAN 9 Kota Semarang Jatmiko Susilo; Rini Susanti; Kartika Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2320

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) is painful menstruation and can interfere with a girl's ability to go to school, study, or sleep (Fitria, 2019). Menstrual pain is painful in nature, felt in the lower abdomen, up to the waist and thighs, can be accompanied by nausea and even vomiting, even with headaches (Haryono, 2016). The incidence of dysmenorrhea in adolescents in Asia is 74.5%. In Hispanic adolescent girls the prevalence of dysmenorrhea is 85%, while the incidence rate in Indonesia is 55%. (Setyowati, 2018). Dysmenorrhea or menstrual pain is often experienced by young women of reproductive age and can have an economic impact and decrease the quality of life. Treatment of menstrual pain can use pharmacology and non-pharmacology. Pharmacological treatment includes giving anti-pain drugs including drugs that are classified as analgesics, while non-pharmacological treatment for adolescents who experience menstrual pain includes exercise, muscle stretching exercises, consuming healthy foods, acupressure, and hypnotherapy. (Setyowati, 2018). The advantages of hypnotherapy are that it can overcome physical problems such as reducing excessive pain intensity, and can make the body relax. (Syapudin, 2014). Ginger rhizome, Zingiber officinale R. has traditionally been used to reduce inflammatory symptoms. Treatment of primary dysmenorrhea in female students with ginger for 5 days had a significant effect on reducing the intensity and duration of pain (Rahnama et al, 2012), and research by Chen et al, (2016) that oral ginger can be an effective treatment for menstrual pain. The findings of Lakhan et al, (2015) indicate that Zingiberaceae extract is a clinically effective hypoalgesic agent and exhibits a better safety profile than non-steroidal anti-inflammatory drugs.   ABSTRAK                 Nyeri menstruasi (dismenorea) adalah menstruasi yang menyakitkan dan dapat mengganggu kemampuan seorang gadis untuk bersekolah, belajar, atau tidur (Fitria, 2019). Nyeri menstruasi sifatnya nyeri, terasa di bagian perut bagian bawah, sampai  ke pinggang dan paha, bisa disertai mual bahkan muntah, bahkan sampai dengan nyeri kepala (Haryono, 2016). Angka kejadian dismenorea pada remaja di Asia adalah 74.5%. Pada remaja putri hispanic prevalensi dismenore sebesar 85%, sedangkan angka kejadian di Indonesia adalah 55%. (Setyowati, 2018).  Dismenore atau nyeri menstruasi sering dialami oleh remaja putri usia produktif dan dapat berdampak ekonomi, dan penurunan kualitas hidup. Penanganan nyeri menstruasi dapat menggunakan farmakologi dan nonfarmakologi. Penanganan farmakologi meliputi pemberian obat-obatan anti nyeri meliputi obat yang tergolong analgetik, sedangkan penanganan nonfarmakologi pada remaja yang mengalami nyeri menstruasi meliputi olahraga, latihan peregangan otot, mengkonsumsi makanan sehat, akupresur, dan hipnoterapi. (Setyowati, 2018).  Keunggulan dari hipnoterapi yaitu dapat mengatasi masalah fisik seperti mengurangi intensitas nyeri yang berlebihan, serta dapat membuat tubuh menjadi rileks. (Syaripudin, 2014). Rimpang jahe, Zingiber officinale R. secara tradisional telah digunakan untuk mengurangi gejala inflamasi. Pengobatan dismenore primer pada mahasiswi dengan jahe selama 5 hari berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas dan durasi nyeri (Rahnama et al, 2012), dan  Penelitian Chen et al, (2016) bahwa jahe oral dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk nyeri menstruasi. Temuan Lakhan et al, (2015) menunjukkan bahwa ekstrak Zingiberaceae  merupakan agen hipoalgesik yang efektif secara klinis dan menunjukkan profil keamanan yang lebih baik daripada obat antiinflamasi nonsteroid.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Apium Graveolens L. Terhadap Penurunan Kadar Kreatinin Dan Ureum Serum Tikus Yang Diinduksi Etilen Glikol Jatmiko Susilo; Himatul Ulya; Nova Hasani Furdiyanti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreatinin dan serum ureum adalah penanda bilogis dari fungsi ginjal dikarenakan  perlakuan etilen glikol dan lebih jauh lagi menyebabkan kerusakan dan gagal ginjal. Flavonoid yang dikandung dalam daun seledri dapat menghambat pertumbuhan penyakit ginjal yang kronis pada tikus yang telah diberikan perlakuan etilen glikol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa dampak dari ekstrak daun seledri (apium graveolens L) dalam menghambat  tingkat kreatinin dan serum ureum pada tikus jantan wistar (rattus novergicus) yang diberikan perlakuan etilen glikol 0,75. Sejumlah 25 tikus dibagi menjadi 5 kelompok secara acak, diberikan akuades(kelompok control), kelompok etilen glikol dan tiga kelompok diberikan etilen glikol denagn dosis ekstraksi  bertahap 100mg/kgBW, 200mg/kg BW, 400mg/kg BW.Perlakuan 0.75 V/V etilen glikol kepada binatang tersebut dari hari pertama sampai dengan hari ke 28 dan perlakuan ekstraksi dari hari ke 14 sampai dnegan ke 28, pengukuran serum kreatinin dan tingkat urea pada hari 0, ke 14, dan 28. Data menunjukkan bahwa ekstraksi daun seledri dapat menghambat tingkat kreatinin, p-val:0,003 dan tingkat serum ureum pada tikusdengan perlakuan etilen glikol.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) dari Kabupaten Lombok Utara dan Wonosobo menggunakan Metode FRAP Supiani Rahayu; Rissa Vifta; Jatmiko Susilo
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 1, No 2 (2021): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 1, Edisi 2, 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v1i2.9836

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman khas dari kabupaten Lombok Utara dan Wonosobo yang mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, senyawa flavonoid pada bunga telang memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan flavonoid salah satunya dipengaruhi oleh kondisi geografis dan ketinggian tempat. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid serta aktivitas antioksidan dari kabupaten Lombok Utara dan Wonosobo. Rendemen ekstrak etanol bunga telang dari kabupaten Lombok Utara sebesar 19,44% dan Wonosobo sebesar 27,7%. Kadar flavonoid total dari kabupaten Lombok Utara sebesar 59,37 mgQE/g dan Wonosobo sebesar 63,09 mgEQ/g. Aktivitas antioksidan dari kabupaten Lombok Utara dan Wonosobo masing-masing nilai IC50 sebesar 4,19 ppm dan 3,08 ppm
The Effect of Olive Oil Concentration in Lip Balm on The Physical Properties and The Product Acceptance Rate Susilo, Jatmiko; Febriana, Adinda
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.817 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i1.1556

Abstract

Background: Olive oil contains monounsaturated fatty acids (MUFA) which have potential as antioxidants. Olive oil is used as a moisturizer and softener and protects the skin from the harmful effects of UV rays. The purpose of the study was to analyze the effect of olive oil concentration on the physical properties of lip balm and the level of acceptance of respondents.Methods: Experimental research using olive oil 0; 5; 10 and 15 % as moisturizer and dosage forms were tested for physical properties: organoleptic, homogeneity, pH, and melting point, and the level of acceptance of respondents.Results: F0 indicates the product is unstable during storage and the lowest acceptance rate; F1 (10%) showed stable, but homogeneity, and melting point are unstable, and the third rank acceptance; F2 (10%) showed stable and the first acceptance rank and F3 (15%) shows stable physical properties and the second rank acceptance.Conclusion: Olive oil concentration affects the physical properties (smell, color, texture,pH, and melting point) of lip balm and the level of acceptance. F2 is a formula that has stable physical properties and the highest acceptance rate.Keywords: olive oil, lip balm, physical properties, acceptance rateABSTRAKLatar Belakang: Minyak zaitun mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) yang berpotensi sebagai antioksidan. Minyak zaitun dimanfaatkan sebagai pelembab dan pelembut dan melindungi kulit dari efek buruk sinar UV. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh konsentrasi minyak zaitun terhadap sifat fisik lip balm dan tingkat penerimaan produk.Metode: Penelitian eksperimental menggunakan minyak zaitun 0; 5; 10 dan 15 % sebagai bahan pelembab dan produk diuji sifat fisik: organoleptis, homogenitas, pH, dan titik lebur, dan tingkat penerimaan responden.Hasil Penelitian: F0 menunjukkan produk tidak stabil selama penyimpanan dan tingkat penerimaan terendah, F1 (10%) menunjukkan sifat fisik stabil, namun homogenitas, dan titik lebur tidak stabil, dan penerimaan peringkat tiga, F2 (10%) menunjukkan sifat fisik stabil dan penerimaan peringkat pertama dan F3 (15%) menujukkan sifat fisik stabil dengan penerimaan peringkat kedua.Kesimpulan: Konsentrasi minyak zaitun mempengaruhi sifat fisik (tekstur, warna, pH, dan titik leleh) pelembab bibir, dan tingkat penerimaan responden. F2 merupakan formula dengan sifat fisik stabil dan tingkat penerimaan tertinggi.Kata Kunci: minyak zaitun, pelembab bibir, sifat fisik, tingkat penerimaan
Aktivitas Quercetin sebagai Penghambat Sar-Cov2 Kajian Molekular Docking pada 3CLpro, PLpro, DAN NSP3. Aryanti, Ika Fajrin Kurnia; Susilo, Jatmiko
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1333.802 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i2.1789

Abstract

The COVID-19 outbreak is proving to be a worldwide disaster and there is no specific antiviral treatment recommended for COVID-19. Efforts to develop new, broad-spectrum, low-toxicity inhibitors are urgently needed. This study aimed to analyze the binding affinity of quercetin on 3CLpro, PLpro and NSP3 proteins. In silico research by modeling Quercetin as a candidate compound or drug for the Covid-19 antiviral (SARS-CoV-2) evaluated for its binding affinity to 3CLpro, PLpro and NSP3 proteins in computational chemistry using PLANTS and YASARA software. Results: The tethering affinity in our study for the target proteins 3CLpro, PLpro and NSP3, RMSD: -70.3590; -79.1524; and -87.3134 respectively were less than 2 Ȁ which indicated they had potential as drug candidates. Quercetin has the potential to be developed as a candidate for SAR-CoV-2 inhibitor, and this compound can be obtained from a variety of ethnopharmacology that is widely grown and has been used empirically for generations by the Indonesian people.ABSTRAKWabah COVID-19 terbukti menjadi bencana melanda seluruh dunia dan belum ada pengobatan antivirus khusus yang direkomendasikan untuk COVID-19. Upaya pengembangan inhibitor baru, spektrum luas, dengan toksisitas rendah sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis afinitas docking quercetin pada 3CLpro, PLpro dan NSP3. Penelitian in silico dengan pemodelan quercetin sebagai senyawa atau kandidat obat antivirus Covid-19 (SARS-CoV-2) yang dievaluasi afinitas docking pada 3CLpro, PLpro dan NSP3 secara kimia komputasi menggunakan software PLANTS dan YASARA. Hasil: Afinitas docking dalam penelitian kami terhadap protein target 3CLpro, PLpro dan NSP3 masing-masing RMSD: 70,3590; -79,1524, dan -87,3134 kurang dari 2 Ȁ yang menunjukkan memiliki potensi sebagai kandidat obat. Quercetin berpotensi dapat dikembangkan sebagai kandidat inhibitor SAR-CoV-2, dan senyawa ini dapat diperoleh dari berbagai etnofarmakologi yang banyak tumbuh dan telah digunakan secara empiris turun temurunan oleh masyarakat Indonesia.
Tepung Tapioka, Kentang, dan Jagung sebagai Purifikasi Minyak Goreng Bekas (Kajian Kadar Malondealdehid, Asam Lemak Bebas, dan Tingkat Kekeruhan): Tapioca, Potato, and Corn Starch as Purifying Agent of Used Cooking Oil (Study Of Malondialdehyde, Free Fatty Acids and Turbidity Levels) Susilo, Jatmiko; Siswanta Jaka Purnama; Salsabiela Dwiyudrisa Suyudi
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2294

Abstract

Consumption of repeating heated cooking oil, and its fumes cause a high incidence of genotoxic, mutagenic, tumorogenic, and various types of cancer. Amylose affects oil absorption by interfering with the structural evolution of starch or by interacting directly with lipids during frying. This study aimed to analyze the effect of tapioca, potato, and corn flour on improving the quality of used cooking oil by studying malondialdehyde (MDA) levels. Free fatty acids (ALB) and turbidity levels. Experimental research with pre-test and post-test designs, using tapioca, potatoes and corn fluor (5; 10 and 20 g) as purifiers in 100 ml of used cooking oil. Flour frying is carried out at a temperature of 160-165 °C for 5 minutes. MDA levels were determined using the spectrophotometric TBARs method at λmax: 532 nm, alkalimetry to determine ALB levels, while the turbidity level was spectrophotometric at λmax: 448 nm with comparison to fresh cooking oil. The three types of flour were able to reduce levels of MDA, ALB, and turbidity (p<0.001). The type of flour decreased (p>0.5), while the amount of flour decreased MDA and turbidity levels (p<0.0001), but ALB levels (p>0.5). This research has proven that flour (tapioca, wheat and corn) can improve the quality of used cooking oil by reducing MDA, ALB and turbidity levels. ABSTRAK Konsumsi minyak goreng yang dipanaskan berulang kali dan asapnya menyebabkan tingginya insiden genotoksik, mutagenik, tumorogenik, dan berbagai jenis kanker. Amilosa mempengaruhi penyerapan minyak dengan mengganggu evolusi struktural amilum atau dengan berinteraksi langsung dengan lipid selama penggorengan Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung tapioka, kentang, dan jagung terhadap peningkatan kualitas minyak bekas goreng dengan kajian kadar malondealdehid (MDA). Asam lemak bebas (ALB) dan tingkat kekeruhan. Penelitian eksperimental dengan desain pre-test dan post-test, menggunakan tepung tapioka, kentang dan jagung (5 ; 10 dan 20 g) sebagai pemurni dalam 100 ml minyak bekas goreng. Penggorengan tepung dilakukan pada suhu 160-165 °C selama 5 menit. Kadar MDA ditetapkan menggunakan metoda TBARs spektroforometri pada λmaks:532 nm, alkalimetri untuk menetapkan kadar ALB, sedangkan tingkat kekeruhan dengan spektrofotometri pada λmaks:448 nm dengan pembanding minyak goreng baru. Hasil penelitian ini adalah ketiga jenis tepung mampu menurunkan kadar MDA, ALB, dan kekeruhan (p<0,001). Jenis tepung mengalami penurunan (p>0,5), sedangkan jumlah tepung mengalami penurunan kadar MDA dan kekeruhan (p<0,0001), tetapi kadar ALB (p>0,5). Penelitian ini telah membuktikan tepung (tapioka, terigu, dan jagung) mampu meningkatkan kualitas minyak goreng bekas dengan menurunkan kadar MDA, ALB dan tingkat kekeruhan.
Pengenalan Wound Dressing Serta Cara Penggunaan Obat Pada Pasien Dengan Luka Ringan Erwiyani, Agitya Resti; Saparwati, Mona; Susilo, Jatmiko
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.916 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.764

Abstract

Household accidents are a social disease close to family life, poverty, overcrowding, educational opportunities and limited health services. The impact of these accidents often results in wounds that require wound care to prevent infection. Antibiotics is uses in the treatment of various infectious diseases with increasing use every year. Wise pharmaceutical services related to the use of antibiotics can realize wise antibiotic therapy and prevent resistance, and are carried out responsibly so that the quality of patients improves. The purpose of community service is to increase community knowledge about how to treat minor wounds and their treatment in the family environment. The method used in community service activities is by providing health information using zoom media meetings and uploading it to YouTube. The assessment of knowledge was carried out by measuring the level of knowledge in the pretest and posttest on how to treat and dress minor infectious wounds and their treatment. The post-test results showed an increase in the respondents' knowledge of wound care with an average of 4.86 and an increase in the knowledge of respondents with antibiotic resistance, namely the average post-test score to 4.68. It can be concluded that community service activities are running well and it is hoped that respondents can apply the knowledge they have acquired in the family and community environmentabstrakKecelakaan rumah tangga merupakan penyakit sosial yang dekat dengan kehidupan keluarga, kemiskinan, kepadatan penduduk, kesempatan pendidikan dan keterbatasan pelayanan kesehatan. Dampak dari kecelakaan ini sering mengakibatkan luka yang memerlukan perawatan luka agar tidak terjadi infeksi. Antibiotik telah digunakan secara luas dalam mengatasi berbagai penyakit infeksi dengan peningkatan penggunaan setiap tahunnya. Pelayanan kefarmasian yang bijak terkait penggunaan antibiotik dapat mewujudkan terapi antibiotik yang bijak dan mencegah resistensi, serta dilakukan bertanggung jawab agar kualitas pasien meningkat. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bagaimana perawatan luka ringan dan pengobatannya pada lingkungan keluarga. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan informasi kesehatan menggunakan media zoom meeting dan diupload ke dalam youtube. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan pretest dan posttest tentang bagaimana cara merawat dan membalut luka infeksi ringan dan pengobatannya. Hasil postest menunjukkan peningkatan pengetahuan perawatan luka responden dengan rata-rata 4,86 dan peningkatan pengetahuan responden resistensi antibiotic yakni rata-rata nilai post test menjadi 4,68. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pegabdian masyarakat berjalan baik dan diharapkan responden dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Edukasi Tentang Minum Jahe untuk Mengatasi Nyeri Menstrusi Remaja Putri Rini Susanti; Sari, Kartika; Jatmiko Susilo
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2644

Abstract

Menstrual pain is painful in nature, felt in the lower abdomen, down to the waist and thighs, can be accompanied by nausea and even vomiting, and even headaches (Haryono, 2016). Dysmenorrhea is menstrual cramps or menstrual pain that occurs mainly in the lower abdomen, but can spread to the lower back, waist, pelvis, upper thighs and calves (Sinaga, 2017). Dysmenorrhea is a disorder of the menstrual cycle characterized by pain (Made, 2014). The incidence of dysmenorrhea in adolescents in Asia is 74.5%. In Hispanic adolescent girls, the prevalence of dysmenorrhea is 85%, while the incidence rate in Indonesia is 55% (Setyowati, 2018).Non-pharmacological treatment of menstrual pain that can be used as an alternative choice in the treatment of primary dimenorrhea is: warm compresses, exercise, diet management, cutaneous massage, heat therapy, relaxation and herbs. (Setyowati, 2018).The rhizome of ginger, Zingiber officinale R. has traditionally been used to reduce inflammatory symptoms. Treatment of primary dysmenorrhea in female students with ginger for 5 days has a significant effect on reducing the intensity and duration of pain (Rahnama et al, 2012), and research by Chen et al, (2016) shows that oral ginger can be an effective treatment for menstrual pain. The findings of Lakhan et al, (2015) show that Zingiberaceae extract is a clinically effective hypoalgesic agent and shows a better safety profile than non-steroidal anti-inflammatory drugs. Various benefits of consuming ginger regularly: relieve menstrual pain, lower glucose and cholesterol, strengthen the immune system, ward off bacterial and viral infections, the gingerol content in ginger is believed to inhibit bacterial infections. such as shigella, E.coli, etc., relieve muscle pain, and overcome digestive problems.   ABSTRAK                 Nyeri menstruasi sifatnya nyeri, terasa di bagian perut bagian bawah, sampai  ke pinggang dan paha, bisa disertai mual bahkan muntah, bahkan sampai dengan nyeri kepala (Haryono, 2016). Dismenorea adalah kram menstruasi atau nyeri menstruasi yang terjadi terutama pada perut bagian bawah, tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, paha atas, hingga betis ( Sinaga, 2017). Dismenorea adalah gangguan pada siklus menstruasi yang ditandai dengan nyeri (Made, 2014) Angka kejadian dismenorea pada remaja di Asia adalah 74.5%. Pada remaja putri hispanic prevalensi dismenore sebesar 85%, sedangkan angka kejadian di Indonesia alah 55% (Setyowati, 2018).Penanganan nyeri menstruasi secara non farmakologis yang dapat digunakan sebagai alternatif pilihan dalam pengobatan dimenore primer adalah: kompres hangat, olahraga, pengaturan diet, masase kutaneus,  terapi panas,  relaksasi dan herbal. (Setyowati, 2018).  Rimpang jahe, Zingiber officinale R. secara tradisional telah digunakan untuk mengurangi gejala inflamasi. Pengobatan dismenore primer pada mahasiswi dengan mengkonsumsi jahe kemasan serbuk yang diseduh dengan air panas dan dikonsumsi sehari 1 kali pagi dan sore selama 5 hari berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas dan durasi nyeri (Rahnama et al, 2012), dan  Penelitian Chen et al, (2016) bahwa jahe oral dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk nyeri menstruasi. Temuan Lakhan et al, (2015) menunjukkan bahwa ekstrak Zingiberaceae  merupakan agen hipoalgesik yang efektif secara klinis dan menunjukkan profil keamanan yang lebih baik daripada obat antiinflamasi nonsteroid. Berbagai manfaat mengkonsumsi jahe secara rutin : meredakan nyeri haid, menurunkan glukosa dan kolesterol, memperkuat sistem imun, menangkal infeksi bakteri dan virus, kandungan gingerol dalam jahe dipercaya bisa menghambat infeksi bakteri. seperti shigella, E.coli, dan lain-lain, meredakan sakit otot, dan mengatasi masalah pencernaan salah.
Kajian Naratif: Kesehatan Kardiovaskuler pada Masa Menopause: Narative Review: Cardiovascular Health During Menopause Jatmiko Susilo; Sari, Kartika; Rini Susanti; Siti Haryani; Ana Puji Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i2.3190

Abstract

Menopause (MP) is associated with a significant increase in blood pressure, body mass index (BMI), obesity, and body fat distribution. At this time, women have a higher risk of cardiovascular disease (PKV) than men according to their age due to reduced levels of endogenous estrogen. This article aims to examine the role of estrogen during MP in relation to the risk of cardiovascular disorders and estrogen replacement therapy. Articles were obtained from PubMed, and ScienceDirect articles, using the keywords “estrogen and MP”; “estrogen and lipid metabolism”, “estrogen and cardiovascular”, and “menopausal hormone therapy”. The final set includes 82 academic articles published from 1998-2024. Estrogens produce increased lipid metabolism, have effects on biomarkers of vascular activity by activating vasodilator pathways and inhibiting vasoconstrictor pathways mediated by the sympathetic nervous system and angiotensin. Estrogen plays an important role in regulating the cardiovascular system. From the perspective of oxidative stress provides a strategy for the treatment of cardiovascular disease in postmenopausal women. Abstrak Menopause (MP) dikaitkan dengan peningkatan signifikan tekanan darah, indeks massa tubuh (IMB), obesitas, dan distribusi lemak tubuh, pada masa ini perempuan memiliki resiko penyakit kardiovaskuler (PKV) lebih tinggi dibanding laki-laki sesuai usianya akibat berkurangnya kadar estrogen endogen. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran estrogen pada masa MP dalam hubungannya dengan resiko gangguan kardiovaskuler serta terapi sulih estrogen.  Artikkel-artikel diperoleh dari PubMed, dan ScienceDirect, menggunakan kata kunci “estrogen dan MP”; “estrogen dan metabolism lipid”, “estrogen dan kardiovaskuler”, “terapi hormon MP”. Set terakhir mencakup 82 artikel akademis tahun terbit 1998-2024. Estrogen meningkatkan metabolisme lipid, memiliiki efek pada biomarker aktivitas pembuluh darah dengan mengaktivasi jalur vasodilator dan menghambat jalur vasokonstriktor yang dimediasi oleh sistem saraf simpatis dan angiotensin. Estrogen berperan penting dalam pengaturan sistem kardiovaskuler. Dari perspektif stres oksidatif memberikan strategi untuk pengobatan penyakit kardiovaskular pada wanita MP.